Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. e-ISSN x-x KISRA: The Knowledge of Industrial & Scientific Research Journal homepage: https://w. id/index. php/kisra Perbaikan Layout Fasilitas Pabrik Kontruksi Bangunan Menggunakan Pendekatan ARC dan ARD Improvement of the Layout of Building Construction Factory Facilities Using ARC and ARD Approaches Rivara Syara Nasution1*. Handi Wilujeng Nugroho2 varasyara@gmail. com*, markjhon650@gmail. 1,2Universitas Universal Keywords Abstract Activity Relationship Chart. Activity Relationship Diagram. Facility Layout A factory is a collection of components that can support the production process. Factory components include people, machines, material handling, and raw Current developments require all industries to be able to compete in managing factories effectively and efficiently. Accuracy management can be applied if the existing facility layout meets the criteria required by the company in designing the factory facility layout. Object researh is a company that operates in the field of building support construction. From the evaluation results, it was found that there were inefficiencies in the arrangement of stations in the production process, such as balancing the production process and material movement, this had an impact on operators and the output produced, so research was carried out to find the right solution in this case in facility layout planning on Building Construction Factory uses the Activity Relationship Chart and Area Relationship Diagram approaches. From the research results, it is known that the new layout plan has a close relationship between one workstation and another workstation, but the results of this research must be researched further and applied directly to the company concerned. Kata Kunci Abstrak Bagan Hubungan Aktivitas. Diagram Hubungan Aktivitas. Tata Letak Fasilitas Pabrik merupakan kumpulan komponen-komponen yang dapat menunjang proses produksi. Komponen pabrik meliputi manusia, mesin, penanganan material, dan bahan mentah. Perkembangan saat ini menuntut semua industri untuk mampu bersaing dalam mengelola pabrik secara efektif dan efisien. Manajemen akurasi dapat diterapkan jika tata letak fasilitas yang ada memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan dalam merancang tata letak fasilitas pabrik. Objek penelitian ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi bangunan. Dari hasil evaluasi ditemukan adanya inefisiensi pada penataan stasiun di proses produksi, seperti keseimbangan proses produksi dan pergerakan material, hal ini berdampak pada operator dan output yang dihasilkan, sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui solusi yang tepat dalam hal ini dalam perencanaan tata letak fasilitas pada pabrik kontruksi bangunan menggunakan pendekatan Activity Relationship Chart dan Area Relationship Diagram. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rencana tata letak yang baru mempunyai hubungan yang erat antara satu stasiun kerja dengan stasiun kerja lainnya, namun hasil penelitian tersebut Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. harus diteliti lebih lanjut dan diterapkan langsung pada perusahaan yang Pendahuluan Kumpulan komponen-komponen yang dapat menjadi pendukung dalam proses produksi disebut dengan pabrik. Manusia, mesin, material handling dan bahan baku merupakan komponenkomponen yang ada di dalam pabrik. Dalam mengelola pabrik diperlukan pengelolaan yang efektif dan efisien sehingga pabrik dapat bersaing dengan industri lainnya. Kesalahan dalam pengelolaan pabrik dapat merugikan perusahaan dan menghambat pengembangan industri tersebut sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat. Ketepatan pengelolaan dapat dilakukan jika tata letak fasilitas yang ada sudah memenuhi kriteria-kriteria yang diperlukan perusahaan dalam perancangan tata letak fasilitas pabrik. Tata letak fasilitas pabrik merupakan cara yang dilakukan untuk melakukan pengaturan departemen ataupun stasiun kerja berdasarkan frekuensi interaksi antara departemen dan kepentingannya sehingga aliran material dan proses kerja dapat berjalan dengan lebih baik . Dalam hal tata letak pabrik, pabrik harus mampu memanfaatkan ruang secara efisien untuk meminimalkan biaya dan meningkatkan kualitas . Tahapan yang dapat dianalisis dalam perancangan peralatan pabrik adalah konsepsi, perancangan, dan realisasi suatu sistem produksi barang atau jasa, dan perancangan ini biasa digambarkan dengan denah lantai produksi. Kegiatan produksi merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan pengelolaan tata letak yang baik, hal ini dikarenakan peletakkan stasiun kerja akan mempengaruhi waktu dan tingkat kelelahan pekerja. Kesalahan dalam pengaturan tata letak dapat mengakibatkan hal-hal yang dapat merugikan perusahaan seperti perpindahan alat dan mesin produksi yang terjadi setiap kali proses produksi dapat menyebabkan mesin menjadi lebih rentan mengalami kerusakan . Tata letak fasilitas yang tepat akan mengurangi risiko-risiko yang telah disebutkan di atas dan risiko backtracking pada aliran bahan yang akan mengganggu proses penyelesaian produk . , sehingga diperlukan konsep efisiensi dalam melakukan perancangan tata letak Konsep efisiensi dalam penyusunan tata letak berorientasi pada cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan biaya pada setiap prosesnya . Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam tata letak fasilitas menjadi dasar yang penting dalam melakukan perancangan tata letak fasilitas. Faktor-faktor tersebut adalah faktor luas bangunan, penataan ruang dan biaya yang diperlukan dalam perencanaan dan pembangunan . selain itu, pengaturan mesin dan pengaturan departemen merupakan dua hal lainnya yang juga harus diperhatikan dalam perancangan tata letak fasilitas . Dalam rancangan tata letak pabrik, pendekatan kualitatif menjadi salahsatu cara yang membantu memudahkan penyelesaian rancangan yang memiliki kompleksitas persoalan . Dalam pendekatan kualitatif terdapat beberapa metode yang dapat digunakan seperti metode Activity Relationship Chart dan metode Activity Relationship Diagram. Metode Activity Relationship Chart merupakan metode dengan teknik menganalisis alasan keterkaitan antara satu departemen dengan departemen lainnya yang disimbolkan dengan huruf dan angka . Activity relationship chart menjadi dasar yang digunakan dalam pembuatan activity relationship diagram . sehingga setelah itu dapat dilanjutkan dengan membuat Activity Relationship Diagram (ARD). ARD merupakan diagram hubungan antar aktivitas berdasarkan tingkat prioritas kedekatan . Pada penelitian ini dilakukan survey dan pengambilan data pada CV. X yang merupakan perusahaan skala menengah, meskipun skala menengah perusahaan tersebut telah menggunakan peralatan yang modern. Seperti mesin gergaji bahu, mesin ketam press, mesin gergaji pemotong dan lain-lain, walaupun demikian masih terdapat pekerjaan yang dilakukan secara manual seperti pengangkutan bahan baku, pemindahan bahan yang sudah jadi . dan lain sebagainya. Pada saat ini kondisi penataan stasiun yang ada dianggap masih terdapat ketidakefisienan di dalam proses produksi sehingga hal ini berpengaruh terhadap operator, kemaksimalan output dan waktu. Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. Dengan adanya perancangan ini maka diharapkan kedepannya dapat memperbaiki susunan fasilitas pabrik kontruksi bangunan dimasa yang akan datang dan dioptimalkan untuk memastikan hubungan antara operator dan karyawan, arus barang, arus informasi, dam langkahlangkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis berjalan efektif dan efisien. Efektivitas dan efisiensi pada tata letak fasilitas dapat mempengaruhi kesuksesaan kinerja industri . sehingga perencanaan tata letak fasilitas yang baik sangat diperlukan dalam sebuah industri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perancangan tata letak dan fasilitas pabrik memegang peran yang sangat penting dalam menunjang kelangsungan perusahaan dimata pelanggan. Metode Penelitian Metode penelitian dilakukan dengan tahapan-tahapan sistematis yang disusun dan ditetapkan sebelum melakukan pemecahan masalah. Tahapan penelitian awal dilakukan perhitungan utilitas dari jarak antar stasiun dan mesin kemudian melakukan perbaikan tata letak dari layout awal yang menyesuaikan dengan Activity Relationshop Chart (ARC) dan Activity Relationship Diagram (ARD) yang telah dibuat agar tercapai tujuan penelitian. Langkah atau tahapan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1 berikut Gambar 1. Flowchart Penelitian Hasil dan Pembahasan Adapun hasil dan pembahasan yang diperoleh dengan menggunakan metode pendekatan Activity Relationship Chart dan Activity Relationship Diagram diuraikan sebagai berikut. 1 Perencanaan Kebutuhan Ruang Perencanaan kebutuhan ruang dibutuhkan karena ruangan merupakan tempat dimana sumber daya manusia dapat bekerja. Adapun perencanaan kebutuhan ruangan pada pabrik kontruksi bangunan adalah sebagai berikut: Gudang bahan baku Lantai produksi Ruang P3K Ruang pimpinan Perusahaan Ruang kepala gudang Mushalla Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. Ruang makan Ruang pertemuan Toilet Parkir Pos satpam Tong sampah Ruang administrasi 2 Perencanaan Gudang Bahan Baku Perencanaan kebutuhan penyimpanan bahan baku adalah sebagai berikut: Kayu pulim ycNycEAE ycO ycE= ycI Diketahui: TP = 408 unit kayu/bulan V = 24 S = 12 Maka diperoleh nilai Q . inggi maksimu. sebagai berikut: ycE= = 4,25 . igenapkan menjadi . = 5 tumpukan/bulat yaycycoycoycaEa ycycaycuyci yccycnycycycoycyycyco = yaAycaEaycaycu ycycaycuyci yccycnycaycycycEaycoycaycu yccycaycoycayco 1 ycaycycoycaycu ycu yaycycoycoycaEa ycoyceycycyca Diketahui: Bahan yang dibutuhkan = 408 Jumlah hari kerja = 24 Maka diperoleh jumlah yang ditumpuk sebagai berikut: yaycycoycoycaEa ycycaycuyci yccycnycycycoycyycyco = 408 ycu 24 = 9792 unit yaycycayc ycyceycoycyycayc ycoycaycyceycycnycayco = ycOycoycycycaycu ycoycaycyc ycu yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycaycoycycnycoycyco Diketahui: Ukuran kayu = 0,0176 Banyaknya tumpukan maksimum = 9792 Maka diperoleh luas tempat material sebagai berikut: yaycycayc ycyceycoycyycayc ycoycaycyceycycnycayco = 0,0176 ycu 9792 = 172,3 m2 Paku ycNycEAE ycO ycE= ycI Diketahui: Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. TP = 120 kg V = 0,12 S =8 Maka diperoleh nilai Q . inggi maksimu. sebagai berikut: 0,12 ycE= = 125 kotak/bulan ycy yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycayco = AEycc ycu ycAEycc Diketahui: p = 0,5 d = 0,1 t = 0,15 Maka diperoleh jumlah yang ditumpuk sebagai berikut: yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycayco = 0,5AE0,1 ycu 0,15AE0,1 = 7,5 atau 8 kotak/rak yaycycoycoycaEa ycycaycuyci yccycnycycycoycyycyco = yaAycaEaycaycu ycycaycuyci yccycnycaycycycEaycoycaycu yccycaycoycayco 1 ycaycycoycaycu ycu yaycycoycoycaEa ycoyceycycyca Diketahui: Bahan yang dibutuhkan = 120 Jumlah hari kerja = 24 Maka diperoleh jumlah yang ditumpuk sebagai berikut: yaycycoycoycaEa ycycaycuyci yccycnycycycoycyycyco = 120 ycu 24 = 2880 kg yaycycayc ycyceycoycyycayc ycoycaycyceycycnycayco = ycOycuycoycycoyce ycoycuycycayco ycu yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycaycoycycnycoycyco yaycycayc ycyceycoycyycayc ycoycaycyceycycnycayco = . ,13 ycu 0,13 ycu 0,. ycu 2880 = 14,6 m2 Cat meni ycNycEAE ycO ycE= ycI Diketahui: TP = 1 kaleng V = 0,176 S =4 Maka diperoleh nilai Q . inggi maksimu. sebagai berikut: 0,176 ycE= = 1,42 m ycy yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycayco = AEycc ycu ycAEycc Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. Diketahui: p = 0,5 d = 0,15 t = 0,2 Maka diperoleh jumlah yang ditumpuk sebagai berikut: yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycayco = 0,5AE0,15 ycu 0,2AE0,15 = 4,4 atau 4 kaleng/rak yaycycoycoycaEa ycycaycuyci yccycnycycycoycyycyco = yaAycaEaycaycu ycycaycuyci yccycnycaycycycEaycoycaycu yccycaycoycayco 1 ycaycycoycaycu ycu yaycycoycoycaEa ycoyceycycyca Diketahui: Bahan yang dibutuhkan = 24 Jumlah hari kerja = 24 Maka diperoleh jumlah yang ditumpuk sebagai berikut: yaycycoycoycaEa ycycaycuyci yccycnycycycoycyycyco = 24 ycu 24 = 576 kaleng yaycycayc ycyceycoycyycayc ycoycaycyceycycnycayco = yuUyc 2 ycu yaAycaycuycycaycoycuycyca ycycycoycyycycoycaycu ycoycaycoycycnycoycyco yaycycayc ycyceycoycyycayc ycoycaycyceycycnycayco = 0,176 ycu 576 = 101,3 m2 3 Perencanaan Area Produksi Dalam perencanaan area produksi digunakan rumus yaycycayc yaycyceyca ycEyceycuycycoycyycycoycaycu = . cE ycu ya ycycycoycyycyco ycaycycayc. cE ycu ya ycycycoycyycyco ycaycoEaycny. ycNycuycycayco yaycycayc yaycyceyca = ya ycaycyceyca ycoyceycycnycu ya ycaycyceyca ycuycyyceycycaycycuyc ya ycaycyceyca ycycycoycyycycoycaycu ycNycuycycayco yaycycayc yaycaycuycycaycn = ya ycaycyceyca yccyceycuyciycaycu ycoyceycoycuycuyciyciycaycycaycu 150% ycu yaycycoycoycaEa ycoyceycycnycu Sehingga memperoleh hasil yang direkapitulasi pada Tabel 1 berikut Tabel 1. Rekapitulasi Perencanaan Area Produksi. Level Pabrikasi Nama Mesin Gergaji Bahu Ketam Press Ketam Meja Sponing Drilling Ukuran Mesin . Luas Area Mesin . Luas Area Operator . Total Luas Area . Luas Area Kelonggaran Jumlah Mesin Total Luas Lantai . 23 m2 Jumlah Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. 4 Perencanaan Area Kegiatan Pelayanan Pabrik Adapun rekapitulasi perencanaan area kegiatan pelayanan pabrik dapat dilihat pada Tabel 2 Tabel 2. Rekapitulasi Perencanaan Area Kegiatan Pelayanan Pabrik No. Total Jenis Fasilitas Kesehatan Kantor Kantor Ibadah Umum Umum Umum Umum Keamanan Umum Kantor Nama Ruangan Ruang P3K Pimpinan Perusahaan Kepala Gudang Mushalla Ruang Makan Ruang Pertemuan Toilet Area Parkir Pos Satpam Tong Sampah Administrasi Ukuran P . L . Luas . eaya ) Jumlah Ruangan Total Luas Lantai . eaya ) 5 Perencanaan Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Char. Adapun Activity Relationship Chart yang disusun pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2 sebagai berikut: Gambar 2. Activity Relationship Chart Keterangan: A = Mutltak E = Sangat Penting I = Penting O= Biasa U= Tidak Penting X= Tidak diinginkan Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. Adapun alasan keterkaitan dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Alasan Keterkaitan Kode Alasan Hubungan Tata Letak Hubungan Produksi Tidak Ada Hubungan Menyebabkan Kebiasaan/Mengganggu Minimbulkan Bau yang Tidak Sedap Tidak Mengganggu Hubungan Kearsipan 6 Perencanaan Total Closeness Rating (TCR) dan Worksheet Berdasarkan Activity Relationship Chart maka dapat disusun Total Closeness Rating seperti pada Tabel 4 berikut: Tabel 4. Total Closeness Rating Fasilitas Total Persentase Summary 2,6% 5,2% 7,7% 23,2% 36,1% 25,2% TCR Dari TCR pada Tabel 4, maka dapat disusun worksheet seperti pada Tabel 5 berikut Tabel 5. Worksheet Departemen Gudang Bahan Baku Lantai Produksi Ruang P3K Ruang Pimpinan Perusahaan Ruang Kepala Gudang 3,12 4,6,7,8,9,10,11,13 4,6,7,8,10,11,13 3,4,8,9,13 6,7,10,11,12 3,5,6,9 1,2,7,10,11 3,4,6,8,9 7,10,11,12 4,5,8,9,11,13 1,2,3,7,10,12 8,13 2,13 Mushalla Ruang Makan 1,2,3,4,5,6,8,10,11,12,13 Ruang Pertemuan Toilet Parkir Pos Satpam Tempat Sampah Ruang Administrasi 5,8,10 3,5,6 1,2,7,9,10,11,12 2,3,4,5,6,10 1,8,11,12,13 1,2,3,4,5,6,7,8 1,2,3,4,5,7,8,9,12,13 3,5,6,7,8,9,11,13 1,2,7,9,11,12 Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. 7 Perencanaan Block Template Adapun Block Template yang direncanakan dapat dilihat pada Gambar 3 berikut Gambar 3. Perencanaan Block Template 8 Perencanaan Activity Relationship Diagram (ARD) Berdasarkan analisis menggunakan pendekatan Activity Relationship Chart maka direncanakan dua alternatif menggunakan activity relationship diagram. Adapun perencanaan ARD alternatif 1 dapat dilihat pada Gambar 4 dan perencanaan ARD alternatif 2 dapat dilihat pada Gambar 5 berikut Gambar 4. Perencanaan ARD Alternatif 1 Nasution & Nugroho KISRA 01 . , 2024, pp. Gambar 5. Perencanaan ARD Alternatif 2 Simpulan Berdasarkan pendekatan Activity Relationship Chart dan Activity Relationship Digram diperoleh 2 alternatif Rancangan layout baru pada pabrik kontruksi bangunan (CV. X) yang memiliki hubungan keterkaitan erat antara satu stasiun kerja dengan stasiun kerja yang lain. Secara umum rancangan layout ini juga mengatur hubungan atau interaksi komponen-komponen yang ada pada perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam bekerja namun dikarenakan rancangan layout ini belum dilaksanakan maka diperlukan penelitian selanjutnya untuk mengidentifikasi kelemahan dan kesesuaian dari rancangan layout. Referensi