Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu ISSN 2656-7202 (P) ISSN 2655-6626 (O) Volume 3 Nomor 2. Juli-Desember 2020 DOI: https://doi. org/10. 35961/perada. TEORI OF PLANNED BEHAVIOR TERHADAP INTENSI UNTUK BERINFAK DAN SEDEKAH MELALUI FINANCIAL TECHNOLOGY Anisa Sains Kharisma Program Pascasarjana Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Anisasains08@gmail. Negina Kencono Putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Negina_kp@yahoo. ABSTRAK Infak dan sedekah merupakan amalan yang dilakukan oleh seorang muslim dalam rangka berbagi harta untuk sesama baik dalam bentuk material maupun non-material. Masih banyaknya masalah mengenai cara penyaluran infak dan sedekah serta minimnya kepercayaan terhadap lembaga zakat di Indonesia menyebabkan seorang muslim mencari alternatif lain untuk bisa menyalurkan infak dan sedekahnya, salah satu caranya melalui aplikasi financial Aplikasi financial technology yang saat ini banyak digunakan untuk menyalurkan infak dan sedekah adalah Go-Pay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh theory of planned behavior terhadap niat memberi infak dan sedekah dengan menggunakan financial technology (Go-Pa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan sampel penelitian sebanyak 50 Muslim yang menggunakan Go-Pay dan menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjectives norms dan perceived behavioral control berpengaruh signifikan terhadap niat memberi infak dan sedekah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Nugroho . yang menyimpulkan bahwa attitude tidak berpengaruh terhadap minat untuk berperilaku, namun hasil ini tidak sejalan dengan penelitian Ferinaldy . yang menghasilkan bahwa attitude, subjectives norms dan perceived behavioral control berpengaruh signifikan terhadap intensi penggunaan produk keuangan digital. ABSTRACT Infak and sedekah are practices carried out by a Muslim in order to share wealth for others, both in material and non-material forms. There are still many problems regarding how to distribute infak and sedekah and the lack of trust in zakat institutions in Indonesia, causing a Muslim to look for other alternatives to be able to pay out his infak and sedekah, one of the ways is Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah through the financial technology application. The financial technology application that is currently widely used to distribute infak and sedekah is Go-Pay. This study aims to determine how much influence the theory of planned behavior has on the intention to give infak and sedekah using financial technology (Go-Pa. The data in this study were collected using a questionnaire with a research sample of 50 Muslims using Go-Pay and using accidental This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that subjectives norms and perceived behavioral control have a significant effect on the intention to give infak and sedekah. This research is in line with Nugroho . research which concluded that attitude has no effect on interest in behavior, but this result is not in line with Ferinaldy . research which results is attitude, subjectives norms and perceived behavioral control which significantly influence the intention to use digital financial products . Kata Kunci: TPB. Infak. Sedekah. Financial Technology PENDAHULUAN Indonesia adalah negara penganut agama Islam terbesar di dunia yakni sebesar 209,1 juta jiwa atau 87,2% dari seluruh umat muslim dunia dan menempati urutan pertama dari 10 negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang diikuti oleh India. Pakistan. Bangladesh. Nigeria. Mesir. Iran. Turki. Algeria dan Maroko. 1 Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia, zakat, infak dan sedekah merupakan salah satu sumber pendapatan bagi muslim di Indonesia. Zakat adalah salah satu rukun Islam yang sangat penting sehingga selalu disebutkan sejajar dengan shalat 2 dan merupakan pilar dalam Islam yang erat kaitannya dengan ekonomi sehingga diharapkan dapat membantu perekonomian Indonesia. Selain zakat, masih ada infak dan sedekah yang dapat membantu perekonomian Indonesia. Infak adalah tindakan memberikan sebagian dari harta yang dimiliki kepada orang yang memiliki persyaratan, yakni fakir, miskin, yatim piatu dan kerabat lain-lai, 3 sedangkan sedekah maknanya sama seperti infak, 1 Republika. Ao10 Negara Dengan Populasi Muslim Terbesar DuniaAo, https://republika. id/berita/noywh5/inilah-10negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-di-dunia, . ccessed 1 October 2. 2 Al-Baqarah ayat 43 3 Mardany. AoAn Analysis of Cash Waqf Participation Among Young IntelectualAo . Academic Conference: Istanbul, . tetapi sedekah dapat berupa sesuatu yang tidak material. Adapun manfaat infak dan sedekah secara lebih luas yaitu dengan membayar infak dan sedekah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda5, semakin dekat dengan Allah6 dan sebagai pembuka pintu rezeki serta membersihkan dan menyucikan harta 7 . Sedangkan manfaat infak dan sedekah bagi penerimanya antara lain meringankan beban ekonomi, memungkinkan untuk dapat mengubah keadaan diri mereka dengan modal infak dan sedekah yang diterima, mempersempit ruang perbedaan antara si kaya dan si miskin dan dapat menjalin persaudaraan yang erat antar muslim. 8 Begitu pentingnya infak dan sedekah bagi kelangsungan hidup umat muslim, sehingga penyaluran infak dan sedekah memerlukan perhatian yang khusus. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara menyalurkan atau membayar infak dan sedekah. Apakah melalui lembaga penghimpun dan penyalur 4 Nasution. Irfan dan Andi Prayogi. AoThe Utilization of Zakah Productive Towards Micro-Business Growth and Mustahik WelfareAo. Jurnal. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, . 5 Al-Baqarah ayat 261 6 At- Taubah ayat 99 7 HR. Tirmidzi 8 Zikri. Sri Nirwana Sarowati. MuAoady Yasin. Taufik Chaidir AoKemanfaatan Dana Zakat Bagi MustahikAo,. Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan, . Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah (BAZNAS. LAZ, rumah zakat, dompet dhuafa, dan sebagainy. atau langsung kepada penerima yang bersangkutan. Masyarakat enggan menyalurkan zakat infak dan sedekah melalui instansi BAZIS/LAZ. 9 Masyarakat lebih memilih memberikan zakat infak dan sedekah langsung kepada Mustahik karena pelayanan instansi tersebut yang buruk, selain itu juga Muzakki merasa lebih puas jika memberikannya langsung kepada mustahiq, terlepas ada atau tidak adanya hubungan Kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat terkait informasi dana zakat dan kesadaran untuk membantu mustahiq terdekat juga menjadi alasan muzakki di Kabupaten Sidoarjo menyalurkan zakat secara langsung 10. Oleh karena itu. Muzakki memerlukan fasilitas untuk mempermudah dalam menyalurkan dana zakat infak dan sedekahnya. Di era digital sekarang ini, kita dimudahkan oleh teknologi dalam melakukan aktivitas. Salah satunya adalah aktivitas untuk menyalurkan infak dan sedekah melalui platform digital payment Go-Pay. Go-Pay adalah salah satu produk financial technology . dari perusahaan GO-JEK. Financial technology . merupakan gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam bertransaksi harus bertatap muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dan dalam hitungan detik saja. Sedangkan platform digital adalah sebuah program untuk menjalankan sebuah teknologi yakni hardware dan Dengan adanya fintech Go-Pay, diharapkan dapat memudahkan dan 9 Daulay. Abdul Hafiz dan Irsyad Lubis. AoAnalisis Faktor-faktor Penyebab Keengganan Masyarakat Membayar Zakat Melalui Instansi BAZIS/LAZ di Kota MedanAo. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, . 10 Novanto. Henry Reza. Muhammad Nafik H. AoMengapa Masyarakat Memilih Menunaikan Zakat di Masjid Dibandingkan Dengan Lembaga Zakat?Ao. JESTT, . meningkatkan minat dalam memberikan infak dan sedekah. Ferinaldy melakukan penelitian mengenai penggunaan produk keuangan digital menghasilkan sikap, norma subjektif dan kendali perilaku berpengaruh signifikan terhadap penggunaan produk keuangan, serta produk yang banyak digunakan adalah produk yang tampilan dan manfaatnya dapat digunakan oleh pengguna 11 . Namun penelitian tersebut tidak sejalan dengan penelitian Nugroho yang menyimpulkan bahwa attitude tidak berpengaruh terhadap niat atau intensi penggunaan 12 . Penelitian ini bertujuan meneliti seberapa besar niat untuk memberikan infak dan sedekah melalui financial technology dengan menggunakan pendekatan theory of planned behavior. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada responden yang aktif menggunakan financial technology, yakni platfrom digital payment Go-Pay. Data yang telah menggunakan teknik kuantitatif melalui regresi linear berganda. Infak Infak berasal dari kata anfaqa yang berarti menghabiskan, membelanjakan, memberi atau menghapus property. Infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Mardany mendefinisikan infak sebagai memberikan sebagian dari harta yang dimiliki kepada orang yang telah diisyaratkan oleh agama untuk memberinya seperti fakir, miskin, yatim piatu, kerabat dan lain-lain. Tidak ada 11 Ferinaldy. Muslikh dan Nurul Huda AoPengaruh Sikap. Norma Subjektif. Kendali Perilaku dan Religiusitas Terhadap Intensi Menggunakan Uang ElektronikAy. Ekspansi: Jurnal Ekonomi. Keuangan. Perbankan dan Akuntansi. Nugroho. Anton AoFaktor Affecting Consumers Interest in Electronik Money Usage With Theory of Planned Behavior,Ao Journal of Consumer Science. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah ketentuan jumlah harta . dalam 13 Secara hukum, infak terbagi menjadi empat macam 14 yaitu infak wajib . erilaku mengeluarkan harta untuk perkara waji. infak mubah . erilaku mengeluarkan harta untuk perkara muba. erilaku mengeluarkan harta dengan niat sedeka. dan infak haram . erilaku mengeluarkan harta untuk perkara yang diharamka. Dalam penelitian ini infak diberikan oleh pengguna . Go-Pay kepada pengemudi Go-Jek ketika pelanggan selesai melakukan pesanan . ransportasi, pengi-riman barang atau pemesanan Pelanggan diberi pilihan untuk memberi-kan atau tidak memberikan infak atau dalam aplikasi Go-Pay disebut sebagai Besarnya tips tersebut berkisar dari Rp1. 000,- hingga Rp10. 000,-. Besarnya infak tersebut akan langsung masuk ke rekening pengemudi yang bersangkutan, sehingga pelanggan tidak khawatir jika nantinya infak tidak tersalurkan. imbalan jasa atau penggantian. 17 Sedekah dapat berupa hal yang material maupun tidak material. Beberapa macam sedekah yaitu tasbih, tahlil dan tahmid. bekerja dan memberi nafkah kepada keluarga. Dalam penelitian ini, sedekah diberikan dalam bentuk rating atau penilaian. Setelah pelang-gan selesai melakukan pesanan . ransport-tasi, pengiriman barang atau pemesanan makana. , pelanggan diberikan pilihan untuk memberi rate kepada pengemudi. Rating tersebut berupa bintang, dari satu hingga lima bintang. Semakin bagus pelayanan yang diberikan oleh pengemudi, semakin banyak bintang yang diberikan. Rating tersebut nantinya akan menjadi evaluasi bagi perusahaan Go-Jek untuk menerus-kan akan bermitra dengan pengemudi yang bersangkutan atau Sehingga ketika pengemudi diberi lima bintang, pengemudi akan senang dan itu termasuk sedekah dalam bentuk nonmaterial. Sedekah Sedekah adalah kegiatan memberikan sebagian harta untuk fakir miskin atau kepada yang berhak menerimanya di luar kewajiban zakat maupun zakat fitrah yang disesuaikan dengan kemampuan pemberi. Sedekah adalah kegiatan memberikan harta di jalan Allah dengan ikhlas dan tidak berharap imbalan, semata-mata mengharapkan ridha-Nya sebagai bukti kebenaran Islamnya 16 serta tidak mengharapkan Theory of Planned Behavior Menurut TPB, penentu perilaku yang paling langsung adalah niat seseorang terhadap perilaku. Semakin kuat niat seseorang, semakin banyak orang tersebut diharapkan termotivasi pada kinerja . Jika tindakan itu sendiri, konteks untuk perilaku, dan waktu untuk bertindak congruent, maka keyakinan dan sikap adalah prediktif niat. Keyakinan yang menentukan niat perilaku di bagi menjadi dua set yang berbeda: attitudinal dan Setiap set keyakinan terdiri dari keyakinan bahwa perilaku yang dimaksud akan dikaitkan dengan hasil tertentu dikalikan dengan nilai yang melekat pada hasil Keyakinan attitudinal didasarkan pada kemungkinan hasil positif atau negatif dari melakukan perilaku. Keyakinan normatif mengacu pada tingkat tekanan 13 Mardany. AoAn Analysis of Cash Waqf Participation Among Young IntelectualAo . Academic Conference: Istanbul, . Kitabisa. https://blog. com/pengertian-infaq-danpembagiannya-dalam-islam/#, [Accessed October 2. 15 KBBI, http://kbbi. id/shadaqah , [Accessed 2 December 2. 16 Al-Baqarah ayat 245 Uyun. Qurratul. AoZakat Infaq Shadaqah dan Waqaf Sebagai Konfigurasi Filantropi IslamAo. Jurnal Islamuna. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah sosial dari orang penting lainnya terhadap kinerja atau non-kinerja perilaku. 18 Sikap terhadap perilaku dan tingkat dukungan normatif diasumsikan untuk bersama-sama menentukan niat perilaku meskipun kepentingan relatif mereka akan bervariasi dengan situasi 19. TPB memperluas kajian teori tindakan dengan menggabungkan persepsi pengendalian perilaku. Bahkan ketika keyakinan attitudinal dan normatif menguntungkan, ada kondisi penting lainnya yang membantu atau menghambat perilaku yang mungkin. Kurangnya kesempatan dapat mencegah perilaku meskipun niat positif ada. Kontrol perilaku terbatas pada bahwa perilaku fokus adalah kontingen pada sumber daya yang tidak Dengan demikian, niat perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor utama: evaluasi perilaku . ikap terhadap perilak. , dirasakan tekanan sosial untuk melakukan atau perilaku . ukungan normati. , dan tingkat hak prerogatif mengenai perilaku . ontrol Seseorang akan memiliki niat kuat untuk melakukan tindakan yang diberikan jika mereka mengevaluasinya secara positif, dan percaya bahwa orang lain juga ingin melakukannya, dan berpikir bahwa hal tersebut mudah dilakukan. Attitude Sikap adalah faktor yang bersumber dari dalam diri seseorang yang dipelajari untuk memberikan respon positif atau negatif pada penilaian terhadap sesuatu. Sikap didefinisikan sebagai kecenderungan Cheng. Chen. Chen, , & Lu. AoFan participation behaviour in baseball: An application of the theory of planned behaviourAo. International Journal of Sports Marketing and Sponsorship, 14. , 22Ae33, . Murugesan. , & Jayavelu. AuTesting the impact of entrepreneurship education on business, engineering and arts and science students using the theory of planned behaviour: A comparative studyAo,Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies, 7. , 256Ae275, . untuk menanggapi hal-hal yang evaluatif, disukai, atau tidak disukai untuk objek, orang, institusi, atau 20 Semakin positif sikap individu, maka semakin tinggi pula niat individu untuk melakukan 21 Sikap seorang muslim terhadap suatu perilaku tentu memiliki proses dan prinsipnya sendiri. Proses peng-ambilan keputusan seorang Muslim dimulai dengan pengantar masalah, yang kemudian diikuti oleh peng-ambilan informasi, dan evaluasi alternative yang terdiri dari penolakan kemudharatan, persepsi kebutuhan Islam, serta persepsi mardhatillah atau kesenangan Allah SWT, kemudian dari proses ini dapat mengarah pada keputusan untuk melakukan suatu perilaku atau tidak. Jika seorang muslim memiliki pandangan yang positif terhadap infak dan sedekah maka semakin tinggi niat individu muslim tersebut untuk memberikan infak dan sedekah. Dalam penelitian ini jika pengguna aplikasi Go-Pay mempunyai pandangan yang positif yakni memberikan infak dan shodaqah aka membawa manfaat bagi pengemudi yang bersangkutan, maka niat pengguna aplikasi Go-Pay untuk memberi infak berupa tips dan sedekah berupa rating akan semakin tinggi. Subjectives norms Subjective norms adalah persepsi seseorang mengenai pemikiran yang diberikan orang lain sehingga akan mendukung atau tidak mendukung dalam melakukan sesuatu. Subjective norms merujuk terhadap tekanan sosial yang dihadapi oleh individu untuk melakukan atau tidak melakukan 20 Ajzen. AoAttitudes. Personality and BehaviorAy. McGraw-Hill Professional Publishing, . 21 Osman. Faiz Amirul. AoAn Analysis of Cash WaqfAo. Islamic Marketing Conferences. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah perilaku tertentu. 22 Norma subjektif adalah keyakinan individu untuk mematuhi arahan atau saran dari orang disekitarnya . eluarga, teman sebaya dan orang-orang yang dianggap pentin. untuk berpartisipasi dalam melakukan suatu tindakan. Subjective norm adalah hasil dari normative belief yang merupakan hasil dari penerapan kekuatan keyakinan, yaitu pandangan yang relevan tentang suatu perilaku dan motivasi untuk memenui harapan lingkungan sekitar. Ketika keluarganya, teman sesama muslim dan kolega yang dianggap penting untuk berinfak dan bersedekah maka akan semakin kuat niat Muslim tersebut untuk memberi infak dan Jadi, ketika pengguna GoPay mendapatkan dukungan dari kelurganya, teman muslim sesame pengguna Go-Pay dan orang lain yang dianggap penting untuk memberikan infak dan sedekah kepada pengemudi Go-Jek maka niat untuk memberikan tersebut akan semakin kuat. Perceived Behavioral Control Perceived behavioral control adalah persepsi kemudahan atau kesulitan dalam melakukan suatu perilaku. Kontrol perilaku merupakan persepi terhadap kekuatan faktor-faktor yang mempermudah atau mempersulit 23 . Perceived behavior control atau kontrol perilaku yang dirasakan sebagai untuk menunjukkan perilaku yang Kontrol perilaku yang dipersepsikan mengacu pada persepsi 22 Ajzen. AoThe Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision ProcessesAo, . 23 Ajzen. AoThe Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision ProcessesAo, . orang tentang kemampuan mereka untuk melakukan perilaku tertentu 24 dengan behavioral control individu percaya betapa mudah atau sulitnya untuk melakukan perilaku tertentu. Perceived behavioral control secara tidak perilaku, melalui niat sehingga perilaku secara langsung. Niat untuk berperilaku hanya dapat diwujudkan jika perilaku tersebut masih dalam Aktualisasi perilaku dalam kapasitas tertentu masih tergantung pada faktor-faktor non-motivasi seperti ketersediaan peluang dan sumber daya . isalnya waktu, uang, kemampuan, bantuan orang lai. Seorang muslim yang memiliki sumber daya dan peluang yang baik, harus memanfaatkan kemampuan dan peluang tersebut untuk hal-hal yang baik menurut Islam salah satunya adalah berinfak dan bersedekah. Dapat disimpulkan bahwa ketika muslim pengguna Go-Pay merasa memiliki kemampuan untuk member infak dan sedekah kepada pengemudi Go-Jek maka semakin tinggi niat untuk memberikan infak dan sedekah Intention Intensi kognitif serta konatif dari kesiapan individu untuk berperilaku 25 . Intensi merupakan penentu dan disposisi dari perilaku, hingga individu memiliki kesempatan dan waktu yang tepat untuk menampilkan perilaku tersebut secara nyata. Intensi berupa sebuah perantara faktor motivasional yang memiliki dampak dalam berperilaku. 24 Osman. Faiz Amirul. AoAn Analysis of Cash WaqfAo. Islamic Marketing Conferences. 25 Ajzen. AoAttitudes. Personality and BehaviorAy. McGraw-Hill Professional Publishing, . Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah Pada planned behavior theory secara spesifik dijelaskan bahwa intensi untuk melakukan suatu perilaku merupakan kecenderungan individu dalam melakukan suatu perilaku. Intensi dalam berperilaku melalui tiga prediktor utama, yaitu behavioral beliefs, normative beliefs, dan control beliefs. Jika individu memiliki intensi untuk melakukan suatu perilaku maka individu akan termotivasi melakukan sebaliknya, jika individu tidak memiliki intensi untuk melakukan suatu perilaku maka individu tidak akan melakukan perilaku tersebut. Jadi, jika seorang muslim memiliki intensi untuk memberi infak atau sedekah melalui aplikasi Go-Jek maka seorang muslim tersebut cenderung shodaqah, dan sebaliknya. INTENSITAS PELANGGAN GOPAY DALAM BERINFAK Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuisioner dan menggunakan teknik accidental sampling dalam pengambilan sample. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Total Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 Pengumpulan data dilakukan menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Uji kualitas data menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, multikolinieritas, uji normalitas, uji heterokesdastisitas, linier berganda regresi dan koefisien determinan / R2 26. Tabel 1 Multiple Regression Analysis Coefficientsa Standar Unstandardiz dized Coeffic Coefficients ients Model Std. Error Beta (Cons Sig. 028 -. Y = (-0. (-0. X1 0. 392 X2 015 X3 Y : Intensi infak dan sedekah X1 : Attitude X2 : Subjective Norms X3 : Perceived Behavioral Control Tabel 2 Koefisien Determinan 26 Suliyanto,AoEkonometrika Terapan : Teori dan Model Summaryb Aplikasi dengan SPSSAo. Yogyakarta : ANDI. , . Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah Std. Error of R Adjusted Square R Square Estimate Tabel 4 T test Coefficientsa Stand Unstandardiz d Coeffi Coefficients cients Berdasarkan tabel di atas, koefisien determinan (R Squar. dapat diartikan 5% dari niat infak dan sedekah (Y) pada model regresi dapat dijelaskan (X. ,subjective norms (X. dan perceived behavior control (X. Sedangkan ada 41. dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Tabel 3 Model Std. Error Beta (Con Sig. F Test ANOVAb Model Sum of Square Mean Df Square Regre 299. Resid 212. Total Sig. Berdasarkan tabel di atas, hasil F-hitung 573 dengan nilai signifikansi 000 <0. Ini menyimpulkan bahwa ada efek stimulan antara attitude, subjective norms, dan perceived behavior control terhadap niat infak dan sedekah menggunakan Go-Pay. Berdasarkan tabel di atas, hasil signifikansi dari variabel subjective norms dan perceived behavioral control lebih kecil dari 0. 05, yang berarti bahwa variabel dalam penelitian ini mempengaruhi secara parsial dan positif sedangkan variabel attitude lebih besar dari 05 yang berarti bahwa variabel attitude Berdasarkan hasil ini, tingkat signifikansi variabel attitude mendapat 0. 081 > 0. Ini menyimpulkan bahwa attitude tidak berpengaruh secara positif dan signifikan. Secara umum, responden melihat bahwa infak dan sedekah tidak hanya bisa diberikan melalui Go-Pay, tetapi bisa melalui aplikasi financial teknologi yang lainnya, atau memberikan secara langsung kepada yang berhak menerima tanpa melalui perantara financial teknologi. Norma subyektif dalam penelitian ini diketahui memiliki pengaruh signifikan terhadap niat infak dan sedekah. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat signifikansi norma subyektif mendapat skor 043 < 0. Ini menyimpulkan bahwa Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Anisa. Negina TPB. Intensi Berinfaq dan Shadaqah mempengaruhi niat infak dan bersedekah. Secara umum, responden menjelaskan bahwa ada dorongan sosial terhadap responden untuk melakukan infak dan Go-Pay terutama dari keluarga. Perceived behavior control yang dirasakan juga mempengaruhi secara signifikan dan positif niat infak dan sedekah melalui Go-Pay. Berdasarkan hasil ini, tingkat signifikansi variabel perceived behavior control yang dirasakan mendapat 041 < 0. Ini menyimpulkan bahwa perceived behavior control yang dirasakan secara positif dan signifikan terhadap niat infak dan sedekah melalui Go-Pay. KESIMPULAN Berdasarkan pengguna Go-Pay mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi untuk berinfak maupun bersedekah melalui Go-Pay. Pengaruh subjective norms dan perceived behavior control secara keseluruhan secara positif dan signifikan mempengaruhi niat pengguna Go-Pay untuk memberikan infak dan sedekah melalui Go-Pay sedangkan variabel attitude dalam penelitian ini tidak begitu berpengaruh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa theory of planned behavior mempunyai implikasi secara langsung terhadap perilaku individu untuk memberikan infak dan sedekah melalui Go-Pay. Semakin tinggi niat individu untuk memberikan infak dan sedekah melalui Go-Pay maka semakin besar pula kemungkinan perilaku tersebut akan Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai masukan bagi BAZNAS dan Badan Amil Zakat lainnya untuk mengembangkan metode pembayaran zakat, infak dan sedekah melalui digital payment mengingat minat masyarakat dalam bertransaksi menggunakan digital payment semakin hari semakin meningkat. DAFTAR PUSTAKA