Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Analisis Pertumbuhan Penumpang di Bandar Udara Gamar Malamo Galela Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Passenger Growth Analysis in Gamar Malamo Galela Airport North Halmahera District North Maluku Province Jamaluddin Rahim1. Fatmawati sabur2 jamalrahimijmal@gmail. com, fatmawatisaburatkp@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Bandar Udara Gamar Malamo Galela perintis di Provinsi Maluku. Pelayanan penerbangan pada rute Ternate Ae Galela PP oleh PT. Merpati Nusantara Airlines menggunakan pesawat Twin Otter atau DHC-6, dengan frekuensi 3 kali seminggu. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dan studi kasus terhadap peningkatan permintaan jasa transportasi. Pengolahan data menggunakan pendekatan deskripsi kuanlitatif dan kuantitatif berdasarkan data sekunder melalui peramalan permintaan jumlah pergeakan pesawat. pengolahan data dengan program SPSS seri 22, peramalan proyeksi jumlah pergerakan penumpang. Hasil penelitian berdasarkan data time sires pada variabel pertumbuhan Penduduk menunjukkan Hasil Persamaan regresi liner nilai variable Y = 2232,5 2841,1 X, dengan koefIsien determinasi adalah RA = 0,653, sedangkan model Logaritmik dengan nilai Y = 3205,823 Ln . 5,107X) dengan perolehan nilai determinasi RA = 0,813. Polynomial. , dengan perolehan nilai persamaan Y = -20691,2 29790,952 X Ae 8512,5 X2 793,58 X3, dengan dinlai determinasi RA = 0,94, model eksponensial menghasilkan persamaan Y = 187,871 e0,213x dengan nilai detreminasi R2 = 0,603. Dimana Jumlah permintaan penumpang jasa transportasi udara di Bandar Udara Gamar Malamo pada tahun 2040 mencapai 238. 179 orang. Kata kunci: pertumbuhan penumpang ABSTRACT Gamar Malamo Galela Airport in Maluku Province. Flight services on the route TernateGalela PP by PT. Merpati Nusantara Airlines uses Twin Otter or DHC-6 aircraft, with a frequency of 3 times a week. This research is a non-experimental research and case study of an increase in demand for transportation services. Data processing uses quantitative and quantitative description approach based on secondary data through forecasting the number of aircraft movement requests. data processing using the SPSS 22 series program, forecasting the projected number of passenger The results of the study are based on time sires data on the population growth variable showing the results of the Linear Regression Equation variable Y value = 2232. 1 X, with the coefficient of determination is RA = 0. 653, while the Logarithmic model with a value of Y = 823 Ln . 5 , 107X) with the acquisition value of determination R A = 0. Polynomial . , with the acquisition of the value of equation Y = -20691. 2 29790,952 X - 8512. 5 X2 58 X3, with the determination determination R A = 0. 94 , the exponential model produces the equation Y = 187. 871 e0. 213x with the detremination value R2 = 0. Where the number of Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 passengers demand for air transportation services at Gamar Malamo Airport in 2040 reached 238,179 people. Keywords: passenger growth PENDAHULUAN Bandar udara sebagai titik simpul transportasi udara yang merupakan sub sistem dalam penerbangan guna memenuhi pola perjalanan seseorang berdasarkan asal dan tujuan perjalanan. Keberadaan suatu bandar udara disusun sedemikin rupa secara Tatanan Kebandarudaraan Peraturan Menteri Perhubungan No 69 Tahun 2013, dan merupakan dokumen dan acuan dalam melakukan tingkat prioritas pembangunan atau pembangunan bandar udara baik dari aspek hirarki maupun klasifikasi. Bandar udara Gamar Malamo Galela Kabupaten Halmahera Utara merupakan Bandar udara yang dibangun para era Repelita I, yang pada saat itu masih dibawah koordinasi pembangunan dan operasional Bandar udara Kantor Wilyah IV Sulawesi dan Maluku yang berpusat di Makassar. Bandar udara ini sifatnya keperintisan, mengingat saat itu pusat pemerintahan tingkat provinsi berlokasi di Ambon, sehingga mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan baik dari segi pemerintahan maupun pembangunan. Untuk memberikan kemudahan dari aspek aksesibilitas dibangun beberapa Bandar udara perintis di Provinsi Maluku salah satu diantaranya adalah Bandar Udara Gamar Malamo Galela. Pelayanan penerbangan pada rute Ternate Ae Galela PP oleh PT. Merpati Nusantara Airlines dengan menggunakan pesawat Twin Otter atau DHC-6, dengan frekuensi 3 kali Selama 38 tahun yang lalu bandar udara ini kurang mengalami perkembangan yang cukup berarti jika dibandingkan dengan Bandar udara lainnya yang statusnya sama yaitu keperintisan. Panjang landasan pacu pada awal pembangunannya adalah 750 x 23 m, dan saat ini telah meningkat menjadi 1400 x 30 m sedangkan apron 40 x 60 m masih tetap sama. Mengingat keberadaan bandar udara mempunyai kedudukan yang cukup menggerakann sektor ekonomi suatu wilayah karena memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan moda transportasi Oleh sebab itu dibutuhkan kejelian memungkinkan untuk dikelola pihak investor dengan memberikan kemudahan dari aspek aksesibilitas dan bandar udara termasuk yang menjadi prioritas untuk dikembangkan agar dapat melakukan mobilitas tinggi pada waktu yang relative Beberapa bahan pertimbangan yang mendasari pentingnya pengembangan fasilitas Bandar udara Gamar Malamo Galela antara lain adalah . Kondisi fasilitas Bandar udara eksisiting kurang masyarakat menggunakan pesawat udara yang kaitannya dengan jenis pesawat yang teknologi pesawat Bandar udara merupakan prasarana angkutan udara yang menjadi tempat dimana aktivitas pelayanan jasa angkutan udara bertemu. Untuk mendukung aktivitas pelayanan jasa angkutan udara, diperlukan ketersediaan fasilitas yang memadai, pengaturan dan pelayanan serta ruang udara yang dapat menjamin kelancaran dan keselamatan operasi penerbangan serta pelestarian lingkungan sekitamya. Dengan semakin tingginya tingkat mobilitas arus barang dan manusia, seirama dengan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi, fungsi dan peranan bandar udara menjadi semakin penting dan berkembang. Berdasarkan hal-hal di atas dan dalam rangka pengembangan bandar udara guna mendukung kebutuhan jasa pelayanan transportasi antar wilayah yang cepat, aman dan nyaman, maka perlu segera disiapkan rencana pengembangan bandar udara yang terarah, secara konsepsional dan terpadu, baik dalam hal pengaturan penyediaan lahan, ruang udara dan lingkungan di sekitar bandar udara, maupun pengaturan sarana, prasarana dan sistem operasional bandar udara itu sendiri, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Pengertian Berdasarkan UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan . Bandar udara adalah Kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas ladas, naik turun penumpang, bongkar muat barang dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi yang keamanan penerbangan serta fasilitas dan fasilitas penunjang . Kebandar udaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo, dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau pertumbuhan ekonomi nasional dan . Tatanan Kebandarudaraan Nasional menggambarkan perencanaan bandar udara berdasarkan rencana tata keunggulan komparatif wilayah, keterpaduan intra dan antarmoda transportasi, kelestarian lingkungan, penerbangan, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya. Rencana Induk Bandar Udara adalah pengembangan bandar udara yang mencakup seluruh kebutuhan dan penggunaan tanah serta ruang udara untuk kegiatan penerbangan dan kegiatan penunjang penerbangan dengan mempertimbangkan aspekaspek teknis, pertahanan keamanan, sosial budaya serta aspek-aspek terkait lainnya. Badan Usaha Milik Negara, badan usaha milik daerah, atau badan perseroan terbatas atau koperasi, mengoperasikan bandar udara untuk pelayanan umum. Unit Penyelenggara Bandar Udara adalah Lembaga Pemerintah di bandar udara yang bertindak sebagai penyelenggara bandar udara yang kebandarudaraan untuk bandar udara yang belum diusahakan secara Hirarki Bandar Udara . Bandar Udara Pengumpul (Hu. yaitu bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan yang luas dari berbagai bandar udara yang melayani penumpang dan/atau kargo dalam Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 jumlah besar dan mempengaruhi nasional atau berbagai provinsi. Bandar Udara Pengumpul Primer: Prasarana Penunjang Pusat Kegitan Nasional (PKN) jumlah penumpang > 5 juta orang. Bandar Udara Pengumpul Sekunder: Prasarana Penunjang Pusat Kegitan Nasional (PKN) jumlah penumpang 1 s/d 5 juta orang . Bandar Udara Pengumpul Tersier: Prasarana Penunjang Pusat Kegitan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) jumlah penumpang 500 ribu s/d 1 juta orang . Bandar Udara Pengumpan (Spok. Bandar Udara mempunyai cakupan pelayanan dan ekonomi lokal. Bandar udara tujuan atau bandar udara penunjang dari bandar udara pengumpul. Bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan kegiatan lokal. Klasifikasi Bandar Udara . Kelas bandar udara yang ditetapkan berdasarkan kapasitas pelayanan dan kegiatan operasional bandar udara. Kapasitas kemampuan fasilitas bandar udara untuk menampung jenis pesawat udara terbesar, jumlah penumpang dan cargo yang mampu dilayani. Kelas Bandar Udara terdiri atas Kelas I Utama. Kelas I. Kelas II. Kelas i dan Satuan Kerja. Kemampuan fasilitas bandar udara adalah kemampuan fasilitas sisi udara yang ditentukan dengan code referensi bandar udara . erodrome reference cod. Kode referensi bandar udara adalah 2. elemen kode yaitu kode angka dan huruf. Kode angka merupakan klasifikasi bandar udara sesuai perhitungan panjang landasan pacu berdasarkan referensi pesawat atau Aeroplane Reference Field Length (ARFL). Kode huruf merupsksn perhitungsn sesuai lebar sayap dan lebar. roda terluar pesawat. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dan studi kasus terhadap peningkatan permintaan jasa transportasi. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder terkait jumlah pergerakan penumpang tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 Pengolahan Data Pengolahan data menjelaskan tentang tata cara data diolah menggunakan pendekatan deskripsi kuanlitatif dan kuantitatif berdasarkan data sekunder melalui peramalan permintaan jumlah pergerakan pesawat. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data menggunakan program SPSS seri 22, pergerakan penumpang di Bandar Udara Gamar Malamo Galela Kabupaten Halmahera Utara. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Eksisting Bandar Udara Gamar Malamo Galela Bandar Udara Gamar Malamo Galela yang terletak di Kecamatan Galela Barat termasuk bandar udara yang mengalami perkembangan produksi baik jumlah pergerakan pesawat maupun penumpang. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Pergerakan Pesawat Udara Jika dicermati data time seris jumlah pergerakan pesawat udara di Bandar Udara Gamar Malamo pada tahun 2010 sd 2017 menunjukkan angka yang fluktuatif dari tahun 2010 sd 2012, bahkan pada tahun 2013 sempat terjadi penerbangan nihil. Namun pada tahun 2014 sd 2017 terjadi pertumbuhan yang cukup baik yaitu pada tahun 2014 sebanyak 112 pergerakan meningkat menjadi 208 pergerakan pada tahun 2015 atau meningkat sebesar 85,71%. Selanjutnya pada tahun 2016 meningkat menjadi 346 pergerakan atau meningkat sebesar 66,34%, dan pada tahun 2017 meningkat lagi menjadi 354 pergerakan atau meningkat sebesar 2,31%, bahkan jika pada tahun 2018 diproyeksi dengan jumlah pergerakan pada saat ini yaitu diasumsi 4 frekuensi perminggu berarti jumlah pergerakan mencapai 418 pergerakan atau meningkat sebesar 17,51%. Perumbuhan pergerakan pesawat uaa dapat dilihat pada Gambar 1. Pergerakan Pergeraka sedangkan kargo masih terbatas karena keterbatasan ruang terhadap jenis pesawat yang dioperasikan. Untuk itu dalam mengantisasi penerbangan pada masa yang akan datang dibutuhkan evaluasi secara komperhensif seluruh fasilitas dalam rangka mengetahui kelayakan teknis, ekonomi, operasional bandar udara, keselamatan penerbangan serta lingkungan termasuk ruang uadar dan didarat bilamana akan dikembangkan. Bandar Udara Gamar Malamo terletak di Desa Dukolamo. Kecamatan Galela Barat. Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. pada Koordinat 127A47Ao11,58AyBT dan 1A59Ao18,14AyLU Jarak dari kota Tobela sebagai Ibukota Kabupaten adalah 25 km sedangkan jarak dari Kota Ibukota Kecamatan Galela adalah 6 km. Berdasarkan slot time yang disetujui untuk pelayanan penerbangan rute Manado Ae Galela adalah IW-1182 MDC Ae GLX akan dterbangi setiap hari pada jam 04. 25 UTC sedangka tute Galela Ae Manado. IW 1183 GLX Ae MDC diterbangi setiap hari pada jam 05. 50 sd 07. 00 UTC yang berlaku pada tanggal 25 Maret 2017 sd Oktober 2018, namun operasional dilapangan menunjukkan pelayanan hanya dilakukan 4 kali seminggu yaitu pada hari Ahad. Senin. Rabu dan Jumat. Gambar 1. Jumlah pergerakan pesawat Tahun 2010 sd 2018 Penumpang Pesawat Udara Penumpang pesawat udara dari ke Wilayah kabupaten Halmahera Utara cukup penerbangan mampu menyiapkan pesawat dengan waktu yang sesuai dengan keinginan penumpang baik yang tujuan Ibukota Provinsi Maluku Utara di Ternate maupun ke luar wilayah Provini seperti Manado. Makasar. Surabaya dan Jakarta. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Penumpang Penumpang 11,762 14,976 15,453 11,758 8,657 9,885 4,221 1,707 Data, membuktikan bahwa pada tahun 2010 dengan jenis pesawat yang lebih kecil jenis Cassa 212 dapat mengangkut penumpang yang relatif sama dengan pada tahun 2017 karena dilakukan dengan frekuensi yang lebih dari satu kali,perhari apalagi jika menggunakan pesawat ATRseri 500 tentu akan menghasilkan penumpang yang jauh lebih besar khususnya jika rute Galela Ae Ternate Pertumbuhan jumlah penumpang pada tahun 2010 sd 2017 menunjukkan angka yang fluktuatif dari tahun 2010 sd 2012, bahkan pada tahun 2013 sempat terjadi penerbangan nihil. Namun pada tahun 2014 sd 2017 terjadi pertumbuhan yang cukup baik yaitu pada tahun 2014 707 penumpang meningkat Penumpang pada tahun 2015 atau meningkat sebesar 478%, selanjutnya pada tahun 2016 meningkat menjadi 15. penumpang atau meningkat sebesar 56,32%, dan pada tahun 2017 menurun 758 atau menurun sebesar 23,91%. Hal ini disebabkan karena adanya alternative pemakai jasa transportasi udara yaitu melalu Bandar udara Kuabang Kao yang jaraknya A 83 km dari Kota Tobelo, namun jika pada tahun 2018 diproyeksi dengan jumlah pergerakan pada saat ini yaitu diasumsi 4 frekuensi perminggu berarti jumlah pergerakan mencapai 418 pergerakan dengan menggunakan pesawat ATR 72 seri 500 dengan load faktor 60% jumlah penumpang mencapai 14. 976 orang atau meningkat sebesar 27. Kondisi ini asumsinya belum dibuka rute GalelaAe Ternate. Untuk jumlah penumpang pada tahun 2010 sd 2018 dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Jumlah pesawat udara Tahun 2010 sd Analisis Presepsi Penumpang Untuk menggali informasi sejauh mana keinginan dan kebutuhan pemakai jasa transportasi udara di Bandar Udara Gamar Malamo Galela dibutuhkan data primer yang keluarannya dalam bentuk presepsi sehingga dilakukan pengedaraan daftar pertanyaan penelitian kepada calon penumpang di terminal Bandar udara di ruang tunggu. Jumlah Daftar Pertanyaan Penelitian yang diedarkan adalah 120 lembar dan kembali 119 lembar untuk 3 . hari Jumlah Perjalanan pertahun Terdapat 4 alternatif pertanyaan menunjukkan bahwa terdapat 45 orang melakukan perjalanan melalui bandar udara Gamar Malamo Galela setiap tahunnya atau 37,81%, selanjutnya yang melakukan perjalanan 3 sd 5 kali pertahun sebanyak 29 orang atau 24,36 %, 5 sd 10 kali mencapai 23 orang atau 19,32% dan lebih dari 10 kali mencapai 24 orang atau 20,16%. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Informasi ini menunjukkan bahwa masyarakkat di Kabupaten Halmahera Utara hampir 50% melakukan perjalanan dengan transportasi udara 1 kali dalam dalam dua bulan dan hal ini merupakan peluang bagi industri penerbangan jika mampu menawarkan jenis pesawat dan rute layanan yang tepat. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3 Gambar 3 Jumlah responden naik pesawat per Prakiraan Penumpang Berdasarkan data time sires pada Penduduk menunjukkan Hasil Persamaan regresi liner yang menunjukkan nilai variable Y = 2232,5 2841,1 X, dengan koefIsien determinasi adalah RA = 0,653, sedangkan model Logaritmik dengan nilai Y = 3205,823 Ln . 5,107X) perolehan nilai determinasi RA = 0,813. Polynomial. , dengan perolehan nilai persamaan Y = -20691,2 29790,952 X Ae 8512,5 X2 793,58 X3, dengan dinlai determinasi RA = 0,94, selanjutnya model eksponensial menghasilkan persamaan Y = 187,871 e0,213x dengan nilai detreminasi R2 = 0,603. Berdasarkan persamaan tersebut nilai determinasi model polynomial = 0,94, selanjutnya logaritmis sebesar 0,813, model linier sebesar 0,953, dan terkecil adalah model eksponensial sebesar 0,63, seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Prakiraan Pergerakan Penumpang Tahun 2019 s/d 2040 Tahun Linier Cubic/ Polynomial Eksponential Loga (Sumber: Hasil olahan data SPSS seri . KESIMPULAN Dari pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Jumlah permintaan penumpang jasa transportasi udara di Bandar Udara Gamar Malamo pada tahun 2040 179 orang. Peningkatan jumlah penumpang thn 2040 sangat signifikan, sehingga dapat peningkatan pelayanan penumpang di Bandar Gamar Malomo Halmahera Maluku Utara. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih diucapkan kepada ALLAH. SWT yang selalu memberikan spirit dan kesehatan. ATKP Makassar yang telah membiayai kegiatan penelitian ini, kedua Orang Tua yang tak henti-hentinya mendoakan serta istri dan anak-anak saya yang senantisa mendampingi selama penelitian ini. Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Garfindo Persada DAFTAR PUSTAKA