Tersedia secara online https://e-journal. id/index. php/dv/ E-ISSN: 2775-4200 P- ISSN: 2580-8028 Jurnal Dhammavicaya: Volume: Vi Nomor: 1 Juli 2024 Halaman: 01-15 Pengaruh Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Inovasi Guru Paud Sekolah Guang Ming Seluruh Indonesia Lisa Kumala Sari1*. Muljadi2. Isomudin3 Institut Nalanda. Indonesia Alamat: Jl. Pulo Gebang No. 107 Cakung Ae Jakarta Timur Korespondensi penulis: Lisa. kumalasari123@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the effect of Organizational Climate and Job Satisfaction, either partially or simultaneously on the innovation teachers. This research is quantitative in nature with data collection carried out through the distribution of questionnaires. The data obtained were processed using linear regression analysis with the help SPSS v20. The results showed that the hypothesis of the correlation coefficient of the three variables was confirmed. It can be concluded that . there is a positive relationship between organizational climate and the innovation teachers. there is a positive relationship between job satisfaction and the innovation teachers . simultaneously there is a positive relationship between organizational climate and job satisfaction with the innovation teachers . 6% climate organization and job satisfaction affect teacher innovation, the rest is influenced by other variables outside the study . the correlation coefficient value is ry1. 2 = 0. 993, indicating that the level of relationship strength is included in the very strong category. Keywords: Job Satisfaction. Organizational Climate. Teacher Innovation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap terhadap Inovasi guru. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis regreli liner dengan bantuan SPSS v 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis koefisien korelasi tiga variable Hal ini dapat disimpulkan bahwa . terdapat hubungan positif antara iklim organisasi dengan inovasi guru . terdapat hubungan positif antara kepuasan kerja dengan inovasi guru . secara simultan terdapat hubungan positif antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan inovasi guru . sebesar 98,6% iklim organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap inovasi guru, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian . nilai koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,993, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk dalam kategori sangat kuat. Kata kunci: Kepuasan Kerja. Iklim Organisasi. Inovasi Guru. Riwayat Artikel : Diterima: 18-07-2024 Disetujui: 30-07-2024 Alamat Korespondensi: Lisa Kumala Sari Institut Nalanda. Indonesia Jl. Pulo Gebang No. Cakung Ae Jakarta Timur Email : Lisa. kumalasari123@gmail. LATAR BELAKANG Salah satu karakteristik yang dimiliki oleh sebuah organisasi seperti sekolah adalah Iklim Organisasi yang merupakan keseluruhan pola perilaku, sikap, dan perasaan yang terjadi berulangkali dan menjadi watak bagi organisasi. Iklim Organisasi yang berlangsung masyarakat,guru, orang tua murid dan/atau pimpinan, juga dituntut untuk menciptakan inovasiinovasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Sementara itu, dalam hal pencapaian tujuan organisasi, inovasi di Sekolah Guang Ming dipandang masih menjadi pekerjaan rumah dan tantangan bagi Sekolah Guang Ming dalam meningkatkan kualitas layanannya. Inovasi di lingkungan Sekolah Guang Ming dapat terwujud apabila Iklim Organisasi mampu memotivasi stafnya untuk melakukan berbagai inovasi. Kepuasan kerja juga menjadi salah satu elemen untuk meningkatkan inovasi dalam sebuah Kepuasan kerja merupakan perasaan senang seorang karyawan terhadap Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru sangat berperan penting dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan, akibatnya yang tadinya antara guru dengan siswa saling membutuhkan, menjaditidak lagi saling membutuhkan. Dalam keadaan yang demikian ini, dampak lanjutannya adalah tidak maksimalnya guru dalam melaksanakan tugasnya. Dari sinilah muncul konflik demi konflik, sehingga pihak-pihak di dalamnya menjadi mudah frustasi dan pada akhirnya melampiaskan kegundahannya dengan cara-cara yang tidak benar (Hidayat, 2. Berdasarkan pengamatan terhadap inovasi guru PAUD di Sekolah Guang Ming Seluruh Indonesia melalui hasil survei pendahuluan : . Terdapat 73,3% guru yang masih bermasalah dalam dimensi Gagasan, khususnya dalam menyampaikan gagasan baru. Terdapat 71,7% guru yang masih bermasalah dalam dimensi System sosial, khususnya dalam hubungan lingkungan dan masyarakat. Terdapat 78,3 %guru yang masih bermasalah dalam dimensi Proses. Terdapat 65% guru yang masih bermasalah dalam dimensi Pelayanan, khususnya dalam melaksanakan kegiatan setiap hari dengan disiplin. Terdapat 75% guru yang masih bermasalah dalam dimensi Peran Pemimpin, khususnya dalam menghadapi perubahan sikap pemimpin yang tidak konsisten. Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas dan terhadap observasi pra-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat di identifikasikan beberapa permasalahan yang terjadi pada guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia adalah sebagai berikut: . Sebagian guru PAUD Sekolah Guang Ming tidak memiliki keinginan untuk melakukan inovasi dalam melakukan aktifitas pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yakni kurangnya gagasan, guru selalu melanggar SOP, rendahnya pelayanan guru, buruknya komunikasi antara kepala sekolah dengan guru. Iklim organisasi pada PAUD Sekolah Guang Ming tidak positif. Rendahnya iklim organisasi sekolah karena sikap pimpinan yang kurang baik, kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, kurangnya komunikasi antar anggota organisasi, kebosanan dan frustasi yang terus menerus dan pengaturan organisasi yang kurang efektif. Sebagian guru merasakan ketidakpuasan atas apa yang peroleh. Rendahnya kepuasan kerja karena disebabkan oleh beberapa faktor, yakni gaji yang tidak sesuai, kerjasama antar rekan kerja, situasi kerja kurang mendukung, pengaruh lingkungan yang buruk, kurang adanya kerja sama yang baik dengan atasan, sehingga karena faktor-faktor tersebut yang menjadi penghalang dalam kurang semangatnya guru dalam bekerja. KAJIAN PUSTAKA Iklim Organisasi Kondisi di dalam organisasi disebut sebagai iklim organisasi. Organisasi memiliki lingkungan yang dapat dilihat dan dirasakan, yang berdampak pada perilaku karyawan. Hubungan interpersonal dalam organisasi dibentuk oleh berbagai aktivitas dan akan berdampak pada organisasi itu sendiri. Robbins dan Judge . menyatakan bahwa "iklim organisasi mengacu pada persepsi yang dibagi oleh anggota organisasi tentang organisasi dan lingkungan Dengan kata lain, "iklim organisasi mengacu pada persepsi yang dibagi oleh anggota organisasi tentang organisasi dan lingkungan kerjanya. " Pendapat ini mengacu pada keyakinan bahwa suasana . pekerjaan adalah bagaimana karyawan berinteraksi dengan lingkungan mereka, baik fisik maupun sosial (Triatna, 2. Interaksi perilaku manusia dalam organisasi adalah dasar iklim organisasi, atau iklim sekolah, dalam konteks penelitian ini. Selanjutnya. Loukas . menyatakan bahwa "feelings and attitudes that are elicited by a schoolAos environment are referred to as school climate. Although it is difficult to provide a concise definition for school climate, most researchers agree that it is a multidimensional construct that includes physical, social, and academic dimensions. " Pendapat Loukas menekankan bahwa iklim sekolah adalah kumpulan perasaan dan sikap yang terlibat dalam lingkungan sekolah. Kebanyakan peneliti setuju bahwa iklim sekolah terdiri dari sejumlah dimensi, termasuk dimensi fisik, sosial, dan akademik. Dimensi fisik termasuk tampilan gedung sekolah dan kelas, ukuran sekolah, dan rasio siswa-guru di kelas. Dimensi sosial termasuk kualitas hubungan antar personel . ntara siswa dan gur. dan tingkat kontribusi guru dan staf. Luthans . juga menjelaskan bahwa "iklim organisasi" adalah keseluruhan "perasaan" yang disampaikan oleh tampilan fisik, cara partisipan berinteraksi, dan cara anggota organisasi berinteraksi dengan pelanggan atau orang lain di luar organisasi. Oleh karena itu, iklim organisasi sekolah dalam penelitian ini adalah tempat di mana interaksi terjadi antara guru dan orang lain, termasuk orang tua murid. Menurut Schein . , "iklim adalah perasaan yang disampaikan dalam sebuah kelompok oleh tata letak fisik dan cara anggota organisasi berinteraksi satu sama lain, dengan pelanggan, atau dengan orang luar". Ini dapat dianggap sebagai pernyataan kepercayaan dan pemahaman di antara anggota organisasi, yang tercermin dalam hubungan kerja yang positif dan kondusif antara kepala sekolah dan guru, guru dengan guru lainnya, pegawai sekolah, dan orang tua siswa. Davis et al. menjelaskan bahwa iklim organisasi adalah lingkungan manusia di mana karyawan melakukan pekerjaan mereka. Davis et al. juga mengatakan bahwa iklim seperti udara dalam ruangan dan memengaruhi semua hal di dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, hampir semua hal yang terjadi dalam suatu organisasi memengaruhi iklim. Konsep sistem seperti iklim selalu berubah. Tidak ada organisasi yang sama seperti yang lain. organisasi memiliki budaya, tradisi, dan cara bertindak yang berbeda yang menciptakan Sangat mungkin bagi organisasi untuk menarik dan mempertahankan individu yang sesuai dengan iklimnya. Sama seperti orang yang memilih pindah ke tempat tertentu, seperti pantai, pegunungan, atau padang pasir, mereka dapat memilih iklim organisasi yang mereka sukai. Kinerja Semua sumber daya manusia dalam suatu organisasi, baik pimpinan maupun karyawan, berkontribusi pada kinerja organisasi. Sumber daya manusia memiliki banyak variabel yang dapat mempengaruhi kinerjanya, beberapa di antaranya berasal dari dalam sumber daya manusia itu sendiri dan yang lainnya berasal dari luar sumber daya manusia itu sendiri. Semua karyawan memiliki kemampuan yang didasarkan pada pengetahuan dan keterampilan, kompetensi yang relevan dengan pekerjaannya, motivasi kerja, dan kepuasan kerja. Namun, pekerja juga memiliki sikap, kepribadian, dan perilaku yang dapat memengaruhi kinerja Sumber daya manusia bukan satu-satunya sumber daya yang memengaruhi kinerja sumber daya lainnya termasuk dana, bahan, peralatan, teknologi, dan mekanisme kerja yang berlangsung. Dengan cara yang sama, kinerja karyawan juga dapat ditingkatkan oleh lingkungan kerja yang nyaman, situasi kerja yang nyaman, dan kondisi hubungan antar manusia di dalam perusahaan, baik antara rekan sekerja maupun atasan dengan bawahan. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online . menyebut kinerja sebagai cara, perilaku, dan kemampuan kerja. Kualitas, seperti ketepatan, keterampilan, ketelitian, dan kerapihan pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, kelompok, atau organisasi, disebut kinerja. Sementara kuantitas mencakup keluasan tugas dan kecepatan dalam menyelesaikannya. Torang . menyatakan bahwa kinerja, atau kinerja, adalah kuantitas dan kualitas hasil kerja individu atau kelompok di dalam organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan berpedoman pada standar operasional prosedur, kriteria, dan ukuran yang telah ditetapkan atau berlaku dalam organisasi. Kinerja sebagai catatan hasil yang dihasilkan pada fungsi pekerjaan tertentu, kegiatan atau perilaku selama periode waktu tertentu (Smither 2. Kinerja, oleh karena itu, adalah hasil yang dicapai seseorang dari pekerjaan sesuai dengan tugasnya dalam jangka waktu yang telah Semua tindakan dan upaya yang kita lakukan untuk berhasil mencapai tujuan tertentu disebut kinerja. Dalam konteks ini, kinerja juga dapat didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan tersebut. Kinerja dapat didefinisikan sebagai kualitas dan kuantitas dari pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau perusahaan. Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan juga merupakan salah satu metrik kinerja individu (Schermerhorn, 2. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan disebut kinerja. Orang-orang yang memiliki tingkat kinerja yang tinggi biasanya disebut produktif, dan orangorang yang memiliki tingkat kinerja yang rendah atau tidak mencapai standar disebut tidak Kinerja juga dapat diartikan sebagai hasil dan upaya yang dilakukan seseorang dengan kemampuan dan tindakan mereka dalam keadaan tertentu (Wahyudi, 2. Adapun kinerja guru, itu adalah hasil kerja kuantitas dan kualitas yang dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya, yang mencakup penyusunan program pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, dan analisis evaluasi (Wahyudi, 2. Menurut Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru adalah pendidik profesional yang bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa di jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey kausal dengan teknik korelasi. Data empiris yang dikumpulkan terdiri dari dua variabel bebas yaitu Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. dengan variabel terikat yaitu Inovasi Guru (Y). Untuk mendapatkan data di lapangan digunakan alat ukur ( instrume. berupa kuisioner yang disusun berdasarkan indikatorAe indikator yang ada dalam variabel penelitian. Jumlah sampel didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin. Jadi ukuran sampel minimal di dalam penelitian ini adalah 83 guru PAUD dari populasi sebanyak 105 responden dengan taraf signifikansi () sebesar 5%. Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Guang Ming Seluruh Indonesia yang berlokasi di Bali. Jakarta. Jambi. Medan. Pekanbaru. Palembang. Pontianak. Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 7 bulan , terhitung sejakdisetujuinya instrument penelitian, yaitu bulan Maret 2022 sampai dengan Agustus 2022. Waktu penelitian yang meliputi tahapan persiapan penelitian, uji coba instrumen, tahapan penyebaran kuisioner, tahapan pengambilan datapendukung, tahapan analisis data dan tahapan penyusunan hasil penelitian dengan rincian kegiatan penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah iklim organisasi, kepuasan kerja dan inovasi guru PAUD Sekolah Guang Ming Seluruh Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Hasil Penelitian Berdasarkan hasil Analisa deskripsi data statistik untuk ketiga variabel penelitian yaitu Variabel Inovasi Guru (Y). Iklim Organisasi (X. , dan Kepuasan Kerja (X. , maka dapat diuraikan hasil pengolahan data dapat di deskripsikan sebagaimana disajikan dalam rangkuman tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Kriteria Ukuran Statistik Kriteria Ukuran Statistik Rata-Rata (Mea. Standart Error Median Modus Simpangan Baku (Standard deviatio. Varian Sample (Sample varianc. Rentang (Rang. Skor Terkecil (Minimu. Skor Terbesar (Maximu. Jumlah (SUM) Banyaknya Responden (Coun. Banyaknya Kelas (Clas. Panjang Interval (Interval Clas. 175,51 1,279 11,649 135,692 174,43 1,652 15,046 226,395 174,84 1,251 11,398 129,914 Pengujian Persyaratan Analisis Berikutnya adalah hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik regresi dan korelasi linier sederhana, dan korelasi ganda. Pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik ini menuntut terpenuhinya beberapa persyaratan analisis, yaitu: Uji Normalitas Hasil perhitungan normalitas galat taksiran Y - 1 menggunakan SPSS V. 20 pada kolom Klomogorov- Simirnov. Persyaratan normal, jika bilangan Sig. lebih dari 0,05 artinya data berasal dari populasi yang berdistribusi Normal adalah Lhitung>Sig. 0,05, dengan demikian galat baku taksiran Y - 1 berasal dari populasi yang berdistribusi Normal. Berikut disampaikan rangkuman hasil uji signifikan data dengan menggunakan uji Lilliefors. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Galat Lhitung Ltabel =0. 05:n=5 Y-1 0,888 0,097 Y-2 0,383 0,097 Syarat Normal: Lhitung > Ltabel Keterangan ( =0. 0,113 0,113 Normal Normal Uji Homogenitas Homogenitas Varian data di uji dengan menggunakan uji Homogenitas . ji Bartlet. uji homogenitas data dengan menggunakan uji Homogenitas . ji- Bartlet. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Pengelompokan Keterangan Y atas X1 Homogen Y atas X2 Homogen Syarat homogen: Sig>0,05 Pengujian Hipotesis Pengaruh positif antara Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi GuruPAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia (Y) Hipotesis Penelitian ke-1 yang akan diuji adalah Pengaruh Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y). H0: A1 < 0 Tidak terdapat pengaruh positif antara Pengaruh IklimOrganisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y). H1: A1 > 0 Terdapat pengaruh positif antara Pengaruh IklimOrganisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y). Pengaruh fungsional antara Pengaruh Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) disajikan dalam bentuk persamaan regresi sederhana sebagai berikut : 1= 61,307 0,655 X1. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien korelasi Pengaruh Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y). Model Regression Sum of Squares Mean Sig. Square Residual Total Untuk menguji persyaratan linearitas persamaan regresi dilakukan uji F dengan ketentuan Fhitung > Ftabel persamaan regresi tersebut dikatakan linier. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh skor Fhitung = 203,322, dan skor pada Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. = 4,88 (Sugiono . 3: . sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y). Kekuatan pengaruh variabel Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) dapat dilihat dari skor koefisien korelasi antara X1 dan Y. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh skor koefisien korelasi sebesar ry1 = 0,846 yang berarti tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori sangat kuat antara Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y), dapat dijelaskan hasil Output SPSS. V20 Coefficients dapat dijelaskan tabel berikut. Tabel 5. Hasil Uji Signifikansi Korelasi Variabel (X. KoefisienKorelasi =0,0 =0,0 1,663 2,373 Keterang 14,259 Sangat 0,846 Signifikan Syarat signifikan : thitung > ttabel Dari hasil perhitungan koefisien determinasi antara Iklim Organisasi(X. terhadap Inovasi Guru (Y). diperoleh skor sebesar r2y1= 0,715 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar 71,5 %. Sisanya sebesar 29,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Inovasi Guru (Y). Pengaruh positif antara Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru PAUD (Y) Hipotesis Penelitian ke-2 yang akan diuji adalah Pengaruh Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y). H0: A2 < 0 Tidak terdapat pengaruh positif antara Pengaruh Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y). H1: A2 > 0 Terdapat pengaruh positif antara Pengaruh Kepuasan Kerja(X. terhadap Inovasi Guru (Y). Pengaruh fungsional antara Pengaruh Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) disajikan dalam bentuk persamaan regresi sederhana sebagai berikut : 2= 1,473 0,994 X2. Tabel 6. Hasil Uji Signifikansi dan Uji Regresi Linearitas X2 Terhadap Y Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regressio Residual Total Untuk menguji persyaratan linearitas persamaan regresi dilakukan uji F dengan ketentuan Fhitung < Ftabel persamaan regresi tersebut dikatakan linier. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh skor Fhitung = 1493,745, dan skor pada Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. = 4,88 (Sugiono . 3: . Dengan demikian persamaan regresi = 1,473 0,994 X2 berbentuk linier . aris luru. Kekuatan pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) dapat dilihat dari skor koefisien korelasi antara X2 dan Y. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh skor koefisien korelasi sebesar ry2 = 0,981 yang berarti kekuatan hubungan termasuk kategori sangat kuat antara Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y). dapat dijelaskan hasil Output SPSS. V20 Coefficients dapat dijelaskan tabel berikut. Tabel 7. Hasil Uji Coefficients Variabel X2 dengan Y Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Hasil perhitungan uji signifikansi korelasi antara variabel Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) dapat dijelaskan pada tabel berikut. Tabel 8. Hasil Uji Signifikansi Korelasi Variabel (X. KoefisienKorelasi =0,0 =0,0 1,663 2,373 Keterang 38,649 0,974 Signifikan Syarat signifikan : thitung > ttabel Dari hasil perhitungan koefisien determinasi antara Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) diperoleh skor koefisien determinasi sebesar r2 = 0,949 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar 94,9%. Sisanya sebesar 5,1% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Inovasi Guru (Y). Pengaruh positif antara Iklim Organisasi (X. dan Inovasi Guru PAUD (X. terhadap Inovasi Guru (Y) Hipotesis Penelitian ke-3 yang akan diuji adalah Pengaruh Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama terhadap Inovasi Guru (Y). H0: 1. < 0 TIDAK TERDAPAT PENGARUH POSITIF ANTARA IKLIM ORGANISASI (X. DAN KEPUASAN KERJA (X. secara bersama-sama terhadap Inovasi Guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia (Y). H1: A1. 2 > 0 Terdapat pengaruh positif antara Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama- sama terhadap Inovasi Guru PAUD (Y). Pengaruh fungsional antara Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama terhadap Inovasi Guru (Y) disajikan dalam bentuk persamaan regresi berganda sebagai berikut : 3= 0,262 0,221X1 0,781X2. Tabel 9. Hasil Uji Signifikansi dan Uji Regresi Linearitas X1. X2 terhadap Y Model Sum of Squares Regression Mean Square Sig. Residual Total Berdasarkan hasil pengujian pada tabel tersebut diatas dapat dilihat skor Fhitung sebesar 2921,144 dengan Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. = 4,88. Untuk menguji persyaratan uji F dengan ketentuan Fhitung > Ftabel atau 2921,144 > 4,88 dengan tingkat signifikansinya 0,00 < 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Iklim Orgnisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Inovasi Guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia(Y) Untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel Iklim Orgnisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Inovasi Guru (Y) dengan menggunakan Uji Koefisien Determinasi dapat dilihat dalam tabel dibawah ini Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel Y atas X1 dan X2 Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan hasil pengujian pada tabel tersebut diatas dapat dilihat skorkoefisien Korelasi Ganda antara X1. X2 dan Y terdapat pada skor Ry1. 2= 0,993 yang berarti kekuatan hubungan antara variabel Iklim Orgnisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sangat kuat, sedangkan koefisien Determinasi R Square sebesar r2y1. 2= 0,986. Hal ini pengertian bahwa pengaruh secara simultan variabel Iklim Orgnisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar 98,6% Sisanya sebesar 1,4% disumbangkan oleh variabelvariabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Inovasi Guru (Y). Rekapitulasi hasil uji hipotesis pertama sampai ke tiga tahap penelitian kuantitatif ini disajiakan pada tabel berikut ini: Tabel 11. Rekapitulasi Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Persamaan Regresi 1= 61,307 0,655 X1. 0,846 0,715 Koefisie Determin 71,5 % Pertama Kedua 2= 1,473 0,994 X2 0,974 0,949 94,9 % Ketiga 3= 0,262 0,221X1 0,781X2. 0,993 0,986 98,6 % Pembahasan Pembahasan hasil penelitian disajikan tentang hasil analisis regresi dan koresional antara variabel Iklim Organisasi (X. Kepuasan Kerja (X. , baik secara sendiri-sendiri . maupun secara bersama-sama . terhadap Inovasi Guru PAUD sekolah Guang Ming Seluruh Indonesia, pembuktian hipotesis yang bersumber dari data yang diperoleh dihubungkan dengan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pembahasan mengenaitemuan empiris pada penelitian ini akan dijelaskan dalam uraian sebagai Pengaruh positif antara Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) Hasil pengujian hipotesis pengaruh Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) dengan persamaan regresi 1= 61,307 0,655 X1 , berbentuk linier . aris luru. , yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung = 203,322, dan skor pada Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. = 4,88. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarkan perhitungantersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Iklim Organisasi (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Inovasi Guru (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,655 dengan konstanta sebesar 61,307. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Inovasi Guru (Y), maka nilai Iklim Organisasi (X. bertambah sebesar 0,655. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,846, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori sangat kuat. Skor koefisien determinasi Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar r2y1= 0,715 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Iklim Organisasi (X. terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar 71,5 %. Sisanya sebesar 28,5% disumbangkan oleh variabelvariabel lain yang memiliki hubungan dengan Inovasi Guru (Y). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Iklim Organisasi yang digunakan akan semakin tinggi Inovasi Guru. Sebaliknya semakin rendah Iklim Organisasi yang digunakan maka semakin rendah pula Inovasi Guru konsumen. Koefisien arah regresi dari variabel Iklim Organisasi (X. kuat karena sekolah Guang Ming menjaga budaya dan lingkungan organisasi agar tetap terjadi inovasi pada guru PAUD sekolah Guang Ming seluruh Indonesia. Hasil inovasi dapat ditingkatkan apabila di dalam organisasi tercipta iklim kerja organisasi yang baik. Lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan dari sekolah Guang Ming untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab setiap anggota organisasi terutama guru PAUD. Pengaruh positif antara Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) Hasil pengujian hipotesis pengaruh hubungan fungsional antara Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) dengan persamaan regresi 2= 1,473 0,994 X2, berbentuk linier . aris luru. , yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung = 1493,745, dan skor pada Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. = 4,88. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Kepuasan Kerja (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Inovasi Guru (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,994 dengan konstanta sebesar 1,473. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Inovasi Guru (Y), maka nilai Kepuasan Kerja (X. bertambah sebesar 0,994. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapatdikatakan bahwa arah pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y adalahpositif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,974, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori sangat Skor koefisien determinasi Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar r2 = 0,949 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar 94,9 %. Sisanya sebesar 5,1% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Inovasi Guru (Y). Pengaruh positif antara Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. terhadap Inovasi Guru (Y) Hasil pengujian hipotesis pengaruh hubungan fungsional antara Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama terhadap Inovasi Guru (Y) dengan persamaan regresi 3= 0,262 0,221X1 0,781X2. Nilai konstanta adalah 0,262, artinya bila tidak terjadi perubahan variabel Iklim Organisasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. adalah 0 . , maka Inovasi Guru sebesar 0,262 Nilai koefisien regresi Iklim Organisasi (X. adalah 0,221, artinyajika variabel Iklim Organisasi (X. meningkat 1% dengan asumsi Kepuasan Kerja (X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Inovasi Guru (Y) meningkat sebesar 0,221, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Iklim Organisasi (X. berkontribusi positif bagi Inovasi Guru (Y) sehingga Iklim Organisasi (X. , maka makin meningkat pula tingkat Inovasi Guru (Y). Nilai koefisien regresi Kepuasan Kerja (X. adalah 0,781 artinya jika variabel Kepuasan Kerja (X. meningkat 1% dengan asumsi IklimOrganisasi (X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Inovasi Guru(Y) meningkat sebesaar 0,781, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Kepuasan Kerja (X. berkontribusi positif bagi Inovasi Guru (Y) sehingga Kepuasan Kerja (X. , maka makin meningkat pula tingkat Inovasi Guru (Y). Dengan nilai skor Fhitung sebesar 2921,144 dengan Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. =4,88. Fhitung sebesar 2042,671 dengan Ftabel . ,05. =3,11 skor Ftabel . ,01. = 4,88. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapatpengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebutdiatas 2921,144 > 3,11 dapat disimpulkan bahwa variabel Iklim Organisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama- samaberpengaruh signifikan terhadap Inovasi Guru (Y). Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,993, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori sangat kuat. Skor koefisien determinasi Model pembelajaran Iklim organisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar r2 = 0,986 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Model pembelajaran Iklim organisasi (X. Kepuasan Kerja (X. secara bersama-sama terhadap Inovasi Guru (Y) adalah sebesar 98,6 %. Sisanya sebesar 1,4% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Inovasi Guru (Y). SIMPULAN Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara iklim organisasi (X. terhadap inovasi guru PAUD (Y) Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia, dengan nilai hubungan positif sebesar 0,846 yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 0,715. Selain itu, terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara kepuasan kerja dengan inovasi guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia, yaitu sebesar 0,981 yang tercermin dari koefisien determinasi sebesar 0,949. Lebih lanjut, hubungan positif yang sangat kuat antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan inovasi guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia mencapai 0,993, dengan koefisien determinasi sebesar 0,986. DAFTAR PUSTAKA