Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DOI: http://dx. org/10. 37776/jzm. DETERMINATION OF COMPETENCE. COMPENSATION AND WORK FACILITIES WITH THE SATISFACTION OF WORKING AS A VARIABLE INTERVENING TO THE MOTIVATION WORK OF INSPECTORATE REGIONAL PROVINCIAL INSPECTOR OF RIAU ISLANDS Didi Prasetyo Department of Management. Faculty of Economics. Batam University. Indonesia. Batam, 29415. Riau Island. Indonesia. Coresspondent: Faculty of Economics. University of Batam. Email: zonamanajemen@univbatam. ABSTRACT In this study, researchers used data respondents, such as gender, age and long working respondents to provide information on the characteristics of respondents. The questionnaire was spread over 69. The discussion in this chapter is the result of field studies to obtain data on the questionnaire responses that measure five key variables in the study, namely competence, compensation, work facilities, job satisfaction and employee Analysis of data with parametric and non parametrics statistics using SEMPLS . tructural Equation Modelling-Partial Least Squar. on the research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, as well as discussion of the hypothesis test results and path analysis Path. This research uses path analysis to test relationship patterns that reveal the influence of variables or a set of variables against other variables, both direct influences and indirect influences. Calculation of line coefficient in this study assisted with Smart PLS Ver 3. To find out the direct and indirect influences between variables then be seen from the calculation result of the line coefficient and to know the The effect of the X3 variable against X4 has a P-Values value of 0. 008 < 0. so it can be stated that the effect between X3 against X4 is significant. The effect of the variable X3 against Y has a P-Values value of 0. 029 < 0. 05, so it can be stated that the influence between X3 to Y is significant. The effect of X4 to Y variables has a P-Values value of 0. 008 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X4 to Y is significant. The effect of the X1 variable against X4 has a P-Values value of 0. 047 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 against X4 is significant. The effect of a X1 variable against Y has a P-Values value of 0. 018 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 to Y is significant. The effect of a variable X2 against X4 has a P-Values value of 0. < 0. 05, so it can be stated that the effect of X2 against X4 is significant. The effect of a variable X2 against Y has a P-Values value of 0. 009 < 0. 05, so it can be stated that the effect of the X2 against Y is significant. Keywords: Competence. Compensation. Work Facilities. Job Satisfaction. Work Motivation. Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 PENDAHULUAN Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau merupakan Perangkat Daerah yang wajib menyusun Rencana Strategis. Rencana Strategis yang disusun disesuaikan dengan tugas pokok, dan fungsi yang ditetapkan dalam rangka mendukung tercapainya visi dan misi Kepala Daerah Disamping berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, peran dan fungsi Inspektorat semakin diperkuat dalam rangka membantu Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat untuk melakukan pengawasan baik itu pengawasan umum maupun pengawasan terkait program-program nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat seperti penganggaran daerah, dan pengawasan yang bersifat tematik lainnya. Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau mempunyai visi yaitu terwujudnya pembinaan dan pengawasan yang efektif dan efisien dalam rangka membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan Sedangkan misinya adalah Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau dengan cara Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Aparatur Pengawasan dan Meningkatkan peranan dan posisi Inspektorat menjadi institusi / Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kewenangan setingkat lebih diatas SKPD lainnya dalam hal fungsi pembinaan dan pengawasan. Demi terwujudnya visi dan misi Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, maka perlu meningkatkan Kompetensi yang menunjang dalam terwujudnya visi dan misi tersebut yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang dimiliki hubungan kausal atau sebagai sebab akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektif atau berkinerja prima atau superior ditempat kerja atau pada situasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa untuk kerja atau pengabdian mereka, untuk itu peran Kompensasi sangat penting demi terwujudnya visi dan misi suatu organisasi atau imbalan langsung maupun tidak langsung, finansial maupun non finansial yang adil dan layak kepada pegawai sebagai balasan atas konstribusi atau jasanya terhadap pencapaian tujuan Fasilitas kerja merupakan faktor pendukung bagi kelancaran tugas pekerjaan dapat dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan. Pegawai juga sangat diperlukan oleh setiap instansi, karena Kepuasan kerja mencerminkan kegembiraan atau sikap emosi positif yang berasal dari pengalaman kerja Kegembiraan yang dirasakan oleh pegawai akan memberikan dampak sikap yang positif bagi pegawai. Berhasilnya seseorang menyelesaikan akan membuat individu tersebut merasa berguna bagi organisasi. Kepuasan kerja yang dirasakan oleh pekerja akan menambah rasa percaya diri untuk menyelesaikan pekerjaan selanjutnya Motivasi Kerja adalah sikap Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 96 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 individu atau kelompok untuk bekerja sama melakukan pekerjaan yang lebih giat dan sukarela sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih baik. Motivasi kerja merupakan kebutuhan pokok manusia dan sebagai insentif yang diharapkan memenuhi kebutuhan pokok yang diinginkan, sehingga jika kebutuhan itu ada akan berakibat pada kesuksesan terhadap suatu Karyawan yang mempunyai motivasi kerja tinggi akan berusaha agar pekerjaannya dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Rumusan masalah Apakah Kompetensi mendeterminasi secara langsung terhadap Kepuasan Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Kompensasi mendeterminasi secara langsung terhadap Kepuasan Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Fasilitas Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Kepuasan Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Kepuasan Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Motivasi Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Kompetensi mendeterminasi secara langsung terhadap Motivasi Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau ? Apakah Kompensasi mendeterminasi secara langsung terhadap Motivasi Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Fasilitas Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Motivasi Kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau? METODOLOGI Dalam menggunakan data responden, seperti jenis kelamin, usia dan lama bekerja responden agar dapat memberikan Dimana dari angket kuesioner yang di sebar sebanyak 69. Pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data jawaban kuesioner yang mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu kompetensi, kompensasi, fasilitas kerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja Analisis data dengan statistik parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEM-PLS (Struktural Equation Modelling-Partial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk menguji pola pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung. Penghitungan koefisien jalur dalam penelitian ini dibantu dengan Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 97 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Smart PLS Ver 3. Untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel maka dilihat dari hasil perhitungan koefisien jalur dan untuk mengetahui signifikansi. Populasi dalam penelitian ini adalah Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah sebanyak 69 orang tanpa melihat strata dan bidang tugas tertentu. Arikunto . alam Riduwan, 2012:. mengemukakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua. Oleh keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Konsistensi Internal Analisis konsistensi internal adalah bentuk reliabilitas yang digunakan untuk menilai konsistensi hasil lintas item pada suatu tes yang sama. Pengujian konsistensi internal menggunakan nilai reliabilitas komposit dengan kriteria suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai reliabilitas komposit > 0,600 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 1 Analisis Konsistensi Internal Reliabilitas Rata-rata Varians Diekstrak Komposit (AVE) Variabel Cronbach's Alpha 0,818 0,831 0,867 0,524 0,848 0,850 0,884 0,523 0,905 0,911 0,923 0,601 0,884 0,885 0,908 0,553 0,883 0,899 0,910 0,567 Sumber : Pengolahan Data . variable X3 memiliki nilai reliabilitas Berdasarkan data analisis konsistensi komposit sebesar 0,923 > 0,600 maka internal pada tabel di atas diperoleh hasil variebel X3 adalah reliabel, variabel X4 bahwa variabel X1 memiliki nilai memiliki nilai reliabilitas komposit reliabilitas komposit sebesar 0,867 > sebesar 0,908 > 0,600 maka variabel X4 0,600 maka variabel X1 adalah reliabel, adalah reliabel, variabel Y memiliki nilai kemudian variabel X2 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,910 > reliabilitas komposit sebesar 0,884 > 0,600 maka variabel Y adalah reliabel. 0,600 maka variabel X2 adalah reliabel. Validitas konvergen Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 98 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Validitas konvergen digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah pengukuran pengukuran alternative dari konstruk yang sama. Untuk melihat suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, maka dilihat dari nilai outer Jika nilai outer loading lebih besar dari . maka suatu indikator adalah vailid. (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 2 Validitas Konvergen Variabel X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. 0,643 0,666 0,789 0,842 0,690 0,692 0,744 0,691 0,772 0,729 0,681 0,732 0,706 0,785 0,759 0,798 0,773 0,668 0,785 0,856 0,764 0,776 0,607 0,709 0,797 0,774 0,752 0,799 0,719 Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University 0,410 Page 99 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 0,795 0,705 0,801 0,878 0,694 0,826 0,815 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai outer loading untuk variabel X1. X2. X3,X4. Y dimana nilai seluruh item butir pertanyaan pada 5 variabel yang diuji lebih besar dari 0,4 maka semua indikator pada 5 variabel dinyatakan valid. Validitas diskriminan Validitas diskriminan bertujuan untuk menilai suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, yakni dengan cara melihat Nilai Heterotrait Monotrait Ratio Of Corelation (HTMT) < 0,90, maka variabel memiliki validitas diskriminan yang baik . (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 3 Validitas Diskriminan Variabel 0,803 0,662 0,745 0,751 0,818 0,695 0,587 0,599 0,720 0,513 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil korelasi variabel X1 dengan X2 sebesar 0,803 korelasi variabel X1 dengan X3 sebesar 0,662 korelasi variabel X1 dengan X4 sebesar 0,751 korelasi variabel X1 dengan Y sebesar 0,587. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Berdasarkan tabel di atas juga diperoleh hasil korelasi variabel X3 dengan X2 sebesar 0,745 korelasi variabel X4 dengan X2 Pelanggan sebesar 0,818 korelasi variabel Y dengan X2 Pelanggan sebesar 0,599. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan Juga dapat dilihat tadi table diatas diperoleh hasil juga korelasi variabel X4 dengan X3 sebesar 0,695 korelasi Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 100 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 variabel Y dengan X3 sebesar 0,720 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Terakhir dari tabel diatas juga di peroleh hasil bahwa korelasi variabel Y dengan X4 sebesar 0,513 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900 dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Kolinearitas Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni, koefisien determinasi (R Squar. dengan pengujian Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstrukapakah kuat atau Jika terdapat korelasi yang kuat berarti model mengandung masalahjika dipandang dari sudut metodologis, karena Masalah ini disebut dengan kolinearitas . Nilai untukmenganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair. Hult,Ringle, & Sarstedt. Garson, 2. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan sebaliknyatidak terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt. Tabel 4 Kolinieritas Variabel 3,299 3,324 3,829 4,340 1,816 1,994 3,001 Sumber : Pengolahan Data . Dari data di atas dapat dideskripsikan VIF untuk korelasi X3 dengan Y sebagai berikut : Pelanggan adalah 1,994 < 5,00 VIF untuk korelasi X1 dengan Y . idak terjadi masalah kolinearita. adalah 3,324 < 5,00 . idak terjadi VIF untuk korelasi X4 dengan Y masalah kolinearita. adalah 3,001 < 5,00 . idak terjadi VIF untuk korelasi X2 dengan Y masalah kolinearita. adalah 4,340 < 5,00 . idak terjadi Dengan demikian, dari data-data di atas, masalah kolinearita. model struktural dalam kasus ini tidak mengandung masalah kolinearitas. Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 101 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Gambar 1 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pengaruh langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesishipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai koefisien jalur adalah positif mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel jika nilai koefisien jalur adalah negatif mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (PValu. < Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah signifika. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak Tabel 5 Hipotesis Pengaruh Langsung Variabel Sampel Rata-rata Standar Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 102 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 X1 -> X4 X1 -> Y X2 -> X4 X2 -> Y X3 -> X4 X3 -> Y X4 -> Y Asli Sampel Deviasi Statistik Values -0,092 -0,032 0,126 0,726 0,047 0,275 0,245 0,202 1,359 0,018 0,710 0,644 0,173 4,094 0,000 -0,030 -0,050 0,228 0,130 0,009 0,244 0,269 0,136 1,789 0,008 0,550 0,465 0,246 2,235 0,029 -0,075 0,071 0,296 0,253 0,008 Sumber : Pengolahan Data . Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,789 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,235 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,029 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,253 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,726 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,047 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,359 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,018 < Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 103 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 4,094 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat Pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesis-hipotesis variabel terhadap variabel lainnya secara tidak langsung . elalui perantar. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening bersifat memediasi Variabel X1 -> X4 -> Y_ X2 -> X4 -> Y_ X3 -> X4 -> Y_ dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,130 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening tidak bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Tabel 6 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampel Standar Asli Deviasi Statistik Sampel Values 0,007 0,014 0,034 0,202 0,840 -0,053 0,032 0,190 0,280 0,780 -0,018 0,026 0,095 0,191 0,849 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan diperoleh nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 1,359 > 0,202 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Selanjutnya, pengaruh tidak langsung variabel X2 terhadap Y sebesar 0,130 > 0,280 . engaruh langsung X2 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X2 terhadap Y. Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 104 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Kemudian, pengaruh tidak langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 2,235 > 0,191 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Variabel Koefisien Determinasi (R Squar. Koefisien Determinasi (R Squar. bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan prediksi suatu variabel. Dengan kata lain untuk mengevaluasi bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh variasi nilai variabel bebas pada sebuah Tabel 7 Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square 0,667 0,651 0,452 0,418 Sumber : Pengolahan Data . Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,667, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 66,70%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,452, artinya besaran pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 45,20%. KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,789 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,235 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,029 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,253 Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 105 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,726 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,047 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,359 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,018 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 4,094 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,130 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN Diharapkan perlunya peningkatan kompetensi dalam pelatihan untuk pegawai agar dapat membuat para pegawai mengerti dan paham akan pekerjaannya, apabila pegawai Diharapkan kompensasi yang diberikan terhadap setiap pegawai sudah sangat memuaskan. Namun pegawai yang berprestasi dan kinerja yang memuaskan. Diharapkan adanya peningkatan dalam fasilitas kerja pegawai Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Riau meningkatkan kepuasan pegawai agar setiap pegawai dapat bekerja dengan baik. Kepuasan kerja pegawai dengan saranan prasarana yang lengkap dan baik dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai, maka dari itu Inspektorat Daerah Provinsi Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 106 of 109 Determination Of Competence. Compensation And Work Facilities With The Satisfaction Of Working As A Variable Intervening To The Motivation Work Of Inspectorate Regional Provincial Inspector Of Riau Islands |Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Kepulauan Riau perlu melakukan peningkatkan fasilitas kerjanya. Motivasi kerja pegawai akan tercipta apabila tunjangan serta kenyamanan dalam bekerja maka dari itu perlu peningkatan kualitas kantor sehingga akan memotivasi pegawai dalam bekerja dan merasa nyaman. REFERENSI