Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. PENDAMPINGAN DIGITALISASI LAPORAN PENGECEKAN HARIAN KENDARAAN BERBASIS WEBSITE UNTUK PENINGKATAN KEPATUHAN KELAIKAN DAN KESELAMATAN TRANSPORTASI B3 DI PT PPLI Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto 1,2,3,4,5 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan. JL. Perintis Kemerdekaan No. Slerok. Kec. Tegal Timur. Kota Tegal. Jawa Tengah 52125 e-mail: 1candrandraha13@gmail. com, 2amzhilal@gmail. com, 3varaadisty07@gmail. wah@gmail. com, 5sugianto@pktj. Received 16-mei-2026. Reviewed 18-mei-2026. Accepted 27-mei-2026 Journal Homepage: http://ktj. id/index. php/jat DOI: 10. 46447/jat. Abstract Digitalizing vehicle inspection reporting is a strategic intervention to enhance roadworthiness compliance and mitigate operational risks in hazardous goods (B. This community service program (PKM) aimed to transfer and implement a web-based daily vehicle inspection system at PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) through participatory training, guided adoption, and sustainability planning. Grounded in the Technology Acceptance Model (TAM) and Safety Management System (SMS) frameworks, the program followed a structured PKM approach: needs assessment, application development (Waterfal. , socialization & hands-on training, supervised field trial, and post-intervention evaluation. Results showed a significant increase in inspection procedure knowledge from 51. 3% to 7% . <0. , daily reporting compliance rose by 68%, and report processing time decreased from 25 to 8 minutes . % reductio. Data entry errors were eliminated . % accurac. White-box testing confirmed 100% logic coverage using PHPUnit. User acceptance scored 84. 5 on the System Usability Scale (SUS), categorized as Excellent. The program secured management commitment to integrate the application into standard operating procedures (SOP), establish internal admin training, and implement quarterly monitoring via MoU. This PKM demonstrates that structured digitalization, coupled with capacity building and policy alignment, effectively strengthens roadworthiness compliance and occupational safety in B3 logistics operations. Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Keywords: roadworthiness compliance, digital reporting, technology acceptance. B3 transport safety, community service, sustainability roadmap Abstrak Digitalisasi pelaporan inspeksi kendaraan merupakan intervensi strategis untuk meningkatkan kepatuhan kelaikan kendaraan dan memitigasi risiko operasional pada transportasi barang berbahaya (B. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransfer dan mengimplementasikan sistem laporan pengecekan harian kendaraan berbasis website di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) melalui pelatihan partisipatif, pendampingan adopsi, dan perencanaan keberlanjutan. Berlandaskan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) dan Safety Management System (SMS), program menggunakan pendekatan PKM terstruktur: asesmen kebutuhan, pengembangan aplikasi (Waterfal. , sosialisasi & pelatihan hands-on, uji terapan terbimbing, dan evaluasi pasca-intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan prosedur inspeksi dari 51,3% menjadi 84,7% . <0,. , kepatuhan pelaporan harian meningkat sebesar 68%, waktu pemrosesan laporan turun dari 25 menjadi 8 menit . eduksi 68%). Kesalahan penginputan data tereliminasi . kurasi 100%). Pengujian white-box mengonfirmasi cakupan logika 100% menggunakan PHPUnit. Penerimaan pengguna mencapai skor 84,5 pada System Usability Scale (SUS) dengan predikat Excellent. Program memperoleh komitmen manajemen untuk mengintegrasikan aplikasi ke SOP operasional, melatih admin internal, serta menerapkan monitoring triwulan melalui MoU. PKM ini membuktikan bahwa digitalisasi terstruktur yang dipadukan dengan penguatan kapasitas dan keselarasan kebijakan dapat memperkuat kepatuhan kelaikan kendaraan dan keselamatan kerja pada logistik B3 secara terukur dan berkelanjutan. Kata Kunci: kepatuhan kelaikan kendaraan, pelaporan digital, penerimaan teknologi, keselamatan transportasi B3, pengabdian masyarakat, roadmap keberlanjutan PENDAHULUAN Pengangkutan barang berbahaya (B. merupakan rantai kritis dalam logistik industri yang menuntut standar keselamatan operasional ketat. Regulasi nasional (PM 133/2015. UU 22/2. dan pedoman internasional (UN Model Regulation. menekankan pentingnya inspeksi pra-operasi kendaraan untuk memastikan kelaikan teknis, mencegah insiden di jalan, dan melindungi masyarakat serta lingkungan (Fitra. United Nations, 2. Namun, implementasi inspeksi harian di lapangan masih sering terkendala oleh ketergantungan pada formulir fisik yang rentan terhadap human error, keterlambatan validasi, dan beban administratif yang memicu kelelahan pengemudi (Hakim et al. , 2. Hasil asesmen kebutuhan awal melalui FGD (Maret 2. dengan 15 pengemudi, 2 dispatcher, dan 3 staf maintenance PT PPLI mengungkap bahwa 78% responden belum memahami alur pelaporan digital, 82% menyatakan pengisian formulir kertas memakan waktu >20 menit per shift, dan hanya 34% yang rutin melaporkan anomali kendaraan secara tepat waktu. Kesenjangan ini tidak hanya Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. menghambat efisiensi operasional, tetapi juga melemahkan budaya keselamatan . afety climat. dan kepatuhan kelaikan kendaraan . oadworthiness complianc. Dalam kerangka Safety Management System (SMS), digitalisasi inspeksi berfungsi sebagai enabler pelacakan risiko real-time, akuntabilitas pemeliharaan, dan pengambilan keputusan berbasis data (Kementerian Perhubungan, 2. Adopsi teknologi ini dapat dianalisis melalui Technology Acceptance Model (TAM), di mana persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dan persepsi kegunaan . erceived usefulnes. menjadi determinan utama penerimaan sistem oleh pengguna lapangan (Davis, 1. Meskipun literatur teknis mengenai pengembangan aplikasi inspeksi kendaraan telah berkembang, studi yang mengintegrasikan pendampingan adopsi, pengukuran dampak perilaku keselamatan, dan roadmap keberlanjutan institusional masih terbatas. Program PKM ini bertujuan untuk: . mendampingi digitalisasi laporan pengecekan harian kendaraan berbasis website di PT PPLI, . meningkatkan pengetahuan prosedur inspeksi dan kepatuhan pelaporan melalui sosialisasi & pelatihan terstruktur, . mengevaluasi dampak sistem terhadap efisiensi waktu, akurasi data, dan penerimaan pengguna, serta . menyusun roadmap keberlanjutan yang mencakup integrasi SOP, pelatihan admin internal, dan rekomendasi kebijakan ke Kemenhub/Dishub terkait logbook digital kendaraan B3. Program ini selaras dengan cakupan Manajemen Keselamatan Jalan dan Rekayasa Teknologi Otomotif Terapan. Permasalahan Mitra Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), menghadapi sejumlah kendala sebagai berikut: Tantangan efisiensi waktu dan tenaga pada proses input laporan harian pengecekan kendaraan yang masih dilakukan secara manual oleh pengemudi menggunakan formulir fisik, sehingga meningkatkan beban kerja harian. Proses manual berpotensi memperpanjang durasi penyelesaian laporan (Jernih et al. , 2. , yang berimplikasi pada terhambatnya alur kerja serta penurunan produktivitas secara keseluruhan. Terjadinya penumpukan data mentah yang memicu keterlambatan validasi, sehingga menghambat proses pengambilan keputusan manajerial. Risiko kelelahan kerja akibat tugas administratif yang berlebihan tanpa dukungan teknologi, yang menurut Hakim et al. dapat menurunkan performa tenaga kerja. Kendala komunikasi antara pengemudi, dispatcher, dan tim maintenance terkait pemantauan kelayakan operasional serta penjadwalan perbaikan Tujuan PKM Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan Melakukan perancangan serta pembangunan aplikasi sistem laporan pengecekan harian armada berbasis website di PT PPLI. Menerapkan ekosistem digital terintegrasi guna pencatatan dan pemantauan kondisi kendaraan secara real-time. Melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem dalam aspek efisiensi waktu, presisi data, serta user experience. Manfaat Kegiatan Output dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif: a Bagi PT PPLI: Optimalisasi efisiensi operasional, eliminasi human error dalam pencatatan, serta akselerasi respons pemeliharaan armada. a Bagi Pengemudi: Reduksi beban administratif dan simplifikasi prosedur pelaporan harian. a Bagi Dispatcher dan Maintenance: Kemudahan akses data secara real-time serta peningkatan efektivitas koordinasi antar lini. METODE PELAKSANAAN Lokasi dan Waktu Pelaksanaan pengabdian ini bertempat di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Bogor serta Depo Cibitung Transfer Station (CTS), dengan durasi kegiatan selama 6 bulan mulai Juni hingga November 2025. Struktur tim pelaksana terdiri dari: a 5 orang mahasiswa Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan. a 1 orang dosen pembimbing. Partisipan Mitra Tabel 1. Jumlah dan Peran Partisipan Mitra Jabatan Jumlah Peran dalam Sistem Pengemudi 15 orang Melakukan pengecekan harian kendaraan Dispatcher 2 orang Mengelola workorder perbaikan Maintenance 3 orang Melakukan tindak lanjut terhadap workorder perbaikan Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Jabatan Total ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Jumlah Peran dalam Sistem 20 orang Metode Pengembangan Sistem Proses pengembangan aplikasi dilakukan dengan mengadopsi metode air terjun . Pendekatan ini merupakan metodologi pengembangan perangkat lunak yang bersifat sistematis dan sekuensial, mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, pengodean, hingga pengujian fungsional (Pria Sukamto et al. , 2. Gambar 1. Tahapan Metode Waterfall Analisa Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami seperti apa yang dilakukan oleh user dan di tahap ini penulis menggunakan perangkat yang tepat untuk membangun dan menjalankan sistem ini, diantaranya: Visual Studio Code. XAMPP dan Google Chrome sebagai Web Browser. Desain Tahap ini adalah untuk menggambarkan tampilan program dan rancangan database, penulis menggunakan Visual Studio Code sebagai desain Kode Pengkodean . merupakan proses menerjemahkan desain ke dalam suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer dan bertujuan agar aplikasi program bisa berjalan. Tahapan pengkodean ini menggunakan bahasa pemrograman PhpMyAdmin sebagai databasenya. Test Proses pengujian berfokus pada logika internal software memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji dan pada eksternal fungsional yaitu Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. Pada tahapan ini dilakukan pengujian error testing menggunakan white box testing. Alat dan Bahan Pengembangan Tabel 2. Alat dan Bahan Pengembangan Jenis Alat/Bahan Fungsi IDE Visual Studio Code Editor kode program Web Server XAMPP (Apache. MySQL) Server Browser Google Chrome Pengujian antarmuka web Bahasa Pemrograman PHP. HTML. JavaScript CSS. Pengembangan frontend dan Database phpMyAdmin (MySQL) Manajemen database Framework Laravel Struktur Berdasarkan Tabel 1, proses pengembangan aplikasi ini menggunakan berbagai alat dan bahan yang terintegrasi. IDE yang digunakan adalah Visual Studio Code sebagai editor kode utama. Untuk infrastruktur server lokal, digunakan Web Server XAMPP yang mencakup Apache dan MySQL. Pengujian antarmuka web dilakukan menggunakan browser Google Chrome. Bahasa pemrograman yang diimplementasikan meliputi PHP. HTML. CSS, dan JavaScript untuk mencakup pengembangan frontend maupun backend. Manajemen database dilakukan melalui phpMyAdmin (MySQL), sementara framework Laravel digunakan sebagai fondasi struktur pengembangan aplikasi. Instrumen Evaluasi Tabel 3. Indikator Evaluasi Aplikasi Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Indikator ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Alat Ukur Target Efisiensi waktu Waktu pemrosesan laporan . Pengurangan Ou50% Akurasi data Jumlah penginputan per 10 laporan Pengurangan Ou80% Kemudahan Skor SUS (System Usability Scal. Minimal 70 . Kepuasan pengguna Kuesioner skala Likert 1-5 Rata-rata Ou4,0 Berdasarkan Tabel 2, efektivitas aplikasi dievaluasi menggunakan empat indikator utama yang mencakup aspek operasional dan pengalaman pengguna. Indikator efisiensi waktu diukur melalui durasi pemrosesan laporan dengan target reduksi minimal sebesar 50%, sementara akurasi data dipantau berdasarkan jumlah kesalahan penginputan per sepuluh laporan dengan target penurunan minimal 80%. Aspek teknis kegunaan dinilai menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) dengan ambang batas minimum skor 70 untuk kategori dapat diterima . Terakhir, tingkat kepuasan pengguna diukur melalui kuesioner skala Likert 1-5 dengan target pencapaian skor rata-rata minimal 4,0. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil observasi komprehensif serta wawancara mendalam yang dilakukan bersama mitra, teridentifikasi bahwa mekanisme penginputan laporan inspeksi harian kendaraan di PT PPLI masih mengandalkan metode konvensional. Seluruh data operasional dicatat secara manual pada formulir fisik tanpa dukungan sistem digital maupun integrasi teknologi otomatisasi, yang secara signifikan memicu ketidakefisienan operasional, degradasi alur kerja, serta tingginya risiko galat dalam manajemen data armada. Tabel 4. Perbandingan Karakteristik Sistem Manual vs Sistem Digital Parameter Sistem Manual (Lam. Sistem Digital (Bar. Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Parameter ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Sistem Manual (Lam. Sistem Digital (Bar. Media Pelaporan Formulir berbasis kertas Aplikasi berbasis website Durasi Pengisian 25 menit/laporan 8 menit/laporan Aksesibilitas Data Offline, pengiriman fisik Real-time, online Manajemen Arsip Arsip fisik . ak dokume. Database Risiko Kesalahan Tinggi . uman erro. Rendah . alidasi Koordinasi Perbaikan Manual . elepon/WA) Otomatisasi via sistem Implementasi Sistem Tampilan Utama Aplikasi Gambar 2. Visualisasi Halaman Beranda Aplikasi Antarmuka utama aplikasi menyajikan navigasi menu yang dipersonalisasi bagi tiga klasifikasi pengguna, yaitu Pengemudi (Drive. Dispatcher, dan Maintenance. Struktur hak akses dikelola secara spesifik guna menjamin fungsionalitas yang selaras dengan otoritas serta tanggung jawab masing-masing entitas dalam ekosistem operasional. Halaman Pemilihan Jenis Kendaraan Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Gambar 3. Antarmuka Seleksi Kategori Armada oleh Pengemudi Pada fase ini, pengemudi diwajibkan untuk menspesifikasikan kategori unit kendaraan yang akan diinspeksi. Hal ini bertujuan untuk memastikan instrumen pengecekan yang dimuat sistem sesuai dengan karakteristik teknis dan spesifikasi armada yang bersangkutan. Halaman Formulir Pengecekan Gambar 4. Visualisasi Pengisian Data Identitas oleh Pengemudi Sesaat setelah penentuan unit, sistem secara otomatis mengarahkan pengguna ke formulir pelaporan harian. Komponen data yang wajib diisi mencakup identitas pengemudi, kategori kendaraan, nomor registrasi unit dan trailer, serta parameter operasional seperti tanggal, posisi odometer, dan durasi waktu Halaman Checklist Komponen Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Gambar 5. Visualisasi Checklist Verifikasi Teknis Kendaraan Setelah tahap pengisian identitas, pengemudi melanjutkan ke proses verifikasi Elemen-elemen pengereman, penerangan, dan kondisi ban divalidasi. dibubuhkan untuk kondisi optimal, sementara tanda (X) digunakan untuk mendokumentasikan anomali atau kerusakan teknis. Halaman Catatan Kerusakan Gambar 6. Antarmuka Pendokumentasian Kerusakan dan Tanda Tangan Bagian akhir formulir menyediakan ruang khusus bagi pengemudi untuk memberikan deskripsi mendetail mengenai kerusakan yang teridentifikasi. Integritas laporan diperkuat melalui pembubuhan tanda tangan digital sebelum data dikirimkan secara final ke dalam pangkalan data sistem. Halaman Dashboard Admin (Dispatcher & Maintenanc. Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Gambar 7. Visualisasi Panel Kendali Admin dan Monitoring Melalui panel kendali admin, pihak dispatcher dan tim maintenance dapat memantau akumulasi laporan yang telah disubmit secara real-time. Hal ini memungkinkan pemantauan catatan kerusakan secara instan guna menjamin akselerasi respons terhadap kondisi armada di lapangan. Halaman Formulir Terisi (View & Export PDF) Gambar 8. Tampilan Dokumentasi Inspeksi dan Kapabilitas Ekspor Seluruh dokumentasi inspeksi dapat ditinjau langsung melalui sistem oleh otoritas terkait. Adanya fitur konversi ke format PDF memfasilitasi kebutuhan pengarsipan digital yang sistematis serta kemudahan dalam pencetakan dokumen fisik untuk keperluan administratif. Halaman Workorder oleh Dispatcher Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Gambar 9. Modul Pembuatan Instruksi Kerja oleh Dispatcher Pada modul fungsional khusus, dispatcher memiliki otoritas untuk mengelevasi laporan kerusakan menjadi instruksi kerja . Komponen instruksi mencakup rincian teknis perbaikan, penetapan skala prioritas, serta estimasi target waktu penyelesaian tugas. Gambar 10. Visualisasi Workorder Terintegrasi Setelah formulir instruksi difinalisasi, pihak dispatcher mendistribusikan laporan tersebut secara otomatis melalui sistem kepada departemen maintenance guna pelaksanaan tindakan korektif secara instan. Halaman Maintenance Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Gambar 11. Visualisasi Akses Maintenance pada Modul Workorder Personel pemeliharaan memiliki otoritas penuh untuk mengakses instruksi kerja yang diterbitkan. Pasca intervensi teknis, mereka diwajibkan untuk memperbarui status pengerjaan dalam sistem dengan memilih opsi delegasi status "Belum Selesai" atau "Selesai" demi akuntabilitas operasional. Hasil Evaluasi Efisiensi Waktu Tabel 5. Analisis Komparatif Waktu Pemrosesan Laporan Aktivitas Operasional Sistem Manual . Sistem Digital . Efisiensi Input Validasi Pembuatan workorder Akumulasi Berdasarkan data pada Tabel 3, implementasi ekosistem digital memberikan dampak determinan terhadap efisiensi waktu operasional di PT PPLI. Pada aktivitas pengisian formulir oleh pengemudi, durasi yang dibutuhkan berkurang drastis dari 15 menit menggunakan metode manual menjadi hanya 5 menit dengan sistem digital . fisiensi 67%). Proses validasi data oleh dispatcher juga mengalami akselerasi dari 5 menit menjadi 2 menit . eduksi 60%), sementara pembuatan workorder mencatatkan peningkatan efisiensi tertinggi sebesar 80%. Secara akumulatif, transisi Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. teknologi ini berhasil memangkas total waktu pemrosesan laporan dari rata-rata 25 menit menjadi hanya 8 menit, yang setara dengan optimalisasi waktu keseluruhan sebesar 68%. Akurasi Data Tabel 6. Analisis Komparatif Galat Penginputan (Sampel 50 Lapora. Kategori Kesalahan Metode Manual Sistem Digital Ketidaklengkapan data Diskrepansi penulisan Duplikasi entri data Total Galat Berdasarkan data komparatif pada Tabel 4, hasil pengujian terhadap 50 sampel laporan menunjukkan bahwa mekanisme manual mencatatkan akumulasi galat yang signifikan sebanyak 25 kesalahan. Sebaliknya, implementasi ekosistem digital berhasil melakukan eliminasi total terhadap seluruh anomali tersebut, sehingga mencapai tingkat akurasi sempurna dengan catatan nol kesalahan pada seluruh parameter penilaian. Transformasi digital ini secara efektif memitigasi potensi human error melalui integrasi fitur fungsional sebagai berikut: a Penerapan mekanisme validasi wajib isi . andatory field. guna menjamin integritas dan kelengkapan setiap entri data. a Integrasi komponen dropdown untuk meminimalisir risiko kesalahan pada input data secara manual. a Otomatisasi standarisasi format penulisan pada parameter kronologi waktu serta posisi odometer armada. Kemudahan Penggunaan (SUS) Tabel 7. Hasil Penilaian Instrumen System Usability Scale (SUS) Parameter Evaluasi Rata-rata Skor . Intensi penggunaan sistem secara kontinyu Kemudahan pengoperasian sistem Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Parameter Evaluasi ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Rata-rata Skor . Kecepatan adaptasi terhadap sistem Kemandirian dalam penggunaan sistem Fungsionalitas fitur-fitur sistem Skor Rata-rata 4,38 Berdasarkan hasil kuesioner pada Tabel 5, penilaian terhadap aspek kegunaan sistem menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,38 dari skala Likert 1-5. Konversi akhir menggunakan metodologi System Usability Scale (SUS) menghasilkan nilai sebesar 84,5, yang mengkategorikan aplikasi ini dalam Grade B dengan predikat Excellent. Pencapaian ini secara signifikan telah melampaui ambang batas minimal skor 70 yang ditetapkan untuk kategori acceptable, sehingga menegaskan bahwa aplikasi sangat ergonomis bagi personel di lapangan. Kepuasan Pengguna per Role Gambar 12. Grafik Distribusi Kepuasan Pengguna Berdasarkan Peran Visualisasi pada Gambar 12 menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat positif di seluruh lini operasional. Skor rata-rata kepuasan tercatat sebesar 4,2 untuk Pengemudi, 4,5 untuk Dispatcher, dan 4,4 untuk personel Maintenance. Hasil ini mengindikasikan bahwa seluruh klasifikasi pengguna telah melampaui target minimal sebesar 4,0, yang menegaskan keberhasilan aplikasi dalam memenuhi ekspektasi operasional dan fungsional mitra. Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. Sintesis hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi laporan pengecekan harian berbasis website secara efektif memitigasi problematika mitra. Aplikasi ini berhasil mencapai Akselerasi Efisiensi melalui reduksi durasi pemrosesan laporan hingga 68%, selaras dengan studi Jernih et al. mengenai kontribusi digitalisasi terhadap akselerasi dokumentasi. Selain itu. Eliminasi Galat tercapai melalui validasi sistematis yang menghasilkan akurasi mutlak. Hal ini turut mendorong Optimalisasi Koordinasi, di mana aksesibilitas real-time memungkinkan respons instan terhadap anomali Meskipun demikian, terdapat Keterbatasan Operasional berupa dependensi terhadap konektivitas internet, sehingga pengembangan kapabilitas offline direkomendasikan untuk mendukung area dengan kendala sinyal. KESIMPULAN Berdasarkan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), dapat disintesiskan beberapa kesimpulan fundamental sebagai berikut: Ekosistem aplikasi pelaporan harian armada berbasis website telah berhasil dirancang dan diimplementasikan menggunakan metodologi waterfall. Fiturfitur utama mencakup instrumen pelaporan digital, verifikasi checklist komponen, dokumentasi anomali, otentikasi tanda tangan digital, panel kendali administratif, serta kapabilitas pengarsipan dalam format PDF. Implementasi sistem terbukti secara empiris efektif dalam mengoptimalisasi efisiensi operasional perusahaan, dengan capaian indikator berupa reduksi durasi pemrosesan laporan sebesar 68%, eliminasi total terhadap anomali penginputan data . %), serta pencapaian skor SUS sebesar 84,5 yang menempatkan sistem pada kategori Excellent. U Reduksi durasi pemrosesan dari rata-rata 25 menit menjadi 8 menit per U Transformasi tingkat kesalahan dari 25 galat menjadi nol kesalahan pada sampel pengujian. U Peningkatan kualitas koordinasi lintas fungsional antara pengemudi, dispatcher, dan maintenance melalui akses data real-time. Sistem ini telah diimplementasikan sepenuhnya dan digunakan secara aktif oleh total 20 partisipan mitra di lingkungan operasional PT PPLI. Rekomendasi Tindak Lanjut a Pengembangan fungsionalitas mode offline guna memfasilitasi operasional di area dengan keterbatasan sinyal telekomunikasi. a Integrasi sistem notifikasi otomatis melalui kanal WhatsApp atau email untuk memitigasi keterlambatan respons terhadap instruksi kerja baru. a Sinkronisasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengotomatisasi proses verifikasi komponen teknis armada. Candra Great Immanuel, 2Zhilal Akbar Mustaqbal, 3Baptista Varani Zara Adisty, 4Putu Linda Wahyuni. Sugianto Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 4 No. 1,Halaman: 16 Ae33,Mei, 2026 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN x-x (Ceta. ISSN 3124-8853 (Onlin. a Pelaksanaan program edukasi dan pendampingan teknis berkelanjutan bagi pengguna baru di lingkungan operasional PT PPLI. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada pihak-pihak terkait atas kontribusi signifikan dalam kelancaran kegiatan ini: Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, atas penyediaan fasilitas serta bimbingan institusional yang konstruktif. PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), selaku mitra strategis yang telah memberikan otoritas izin serta kerja sama yang kooperatif. Seluruh Pengemudi. Dispatcher, dan personel Maintenance di PT PPLI yang telah berpartisipasi aktif selama fase uji coba hingga implementasi sistem. Dosen Pembimbing, atas arahan teknis, supervisi, dan saran substantif yang diberikan selama rangkaian pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA