25 PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SETTING LESSON STUDY DALAM MATA KULIAH KALKULUS I Wayan Eka Mahendra Jurusan Pendidikan Matematika MPMIPA IKIP PGRI Bali eka_undiksha@yahoo. ABSTRACT Contextual Teaching and Learning Approach Setting Lesson Study in Calculus Courses This study aims to determine significant differences between studentsAo calculus achievement who follow contextual teaching and learning approach setting lesson study and who follow conventional approach. The population in this study were all students of the first semester of the department of mathematics education IKIP PGRI Bali academic year 2015/2016, with a sample of 57 students' taken by simple random sampling This study is an experimental research . uasi experimenta. with nonequivalent control group design. Data of calculus achievement was collected using calculus achievement test. The data was then analyzed using t-test. The results of this study indicate that there are significant differences between studentsAo calculus achievement who follow contextual teaching and learning setting lesson study and who follow conventional approach of the department of mathematics education IKIP PGRI Bali academic year 2015/201. Keywords: contextual teaching and learning approach, lesson study, calculus PENDAHULUAN Matematika menghitung, mengukur dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, serta aljabar dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa yang dapat berupa model matematika, kalimat matematika, diagram, grafik atau tabel. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan matematika akan memainkan peranan penting dalam mengantisipasi era kesemrawutan global. Kebutuhan masyarakat akan pemahaman matematika di era kesemrawutan global akan terus meningkat, sehingga menuntut kemampuan baru. Cigdem Kilic . mengatakan bahwa salah satu tujuan yang matematika adalah untuk melatih siswa untuk menjadi pemecah masalah yang baik sehingga mereka dapat dengan mudah mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Penyelenggaraan matematika tidaklah mudah karena fakta menunjukkan para siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika, baik dari tingkat paling dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Pada saat pembelajaran matematika masalah yang sering dihadapi oleh siswa adalah kurangnya kemampuan matematika dalam Hal disebabkan karena kebanyakan guru matematika yang mengajarkan kepada siswa menggunakan model pembelajaran tradisional dan menganut paradigma transfer of knowledge yang beranggapan bahwa siswa merupakan objek dari belajar Pembelajaran biasanya cenderung bersifat hafalan, sehingga siswa kurang mampu menggunakan Salah matemtaika di tanah air cenderung masih rendah adalah hasil penilaian internasional tentang hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian internasional tersebut adalah studi Trends in International Mathematics and Science Study dan Programme for International Student Assessment. Keduanya merupakan studi terpisah dengan metodologi yang berbeda atas sampel yang berbeda terhadap pelajar Indonesia. Tujuannya membandingkan literasi matematika di berbagai negara di dunia. Studi Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2011. Indonesia mencapai hasil 386 dengan peringkat 38 dari 42 negara yang disurvey. Nilai ini berdekatan dengan negara-negara afrika seperti Bahrain dengan 398 poin. Mesir dengan 391, bahkan berada dua peringkat di bawah palestina. Studi kedua dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) yang merupakan studi yang dikembangkan oleh beberpa negara maju di dunia yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Developmen (OECD). Studi yang dilakukan oleh PISA diikuti tidak hanya oleh anggota OECD, tetapi juga negara non OECD seperti Indonesia. Studi PISA ini mencakup literasi membaca, literasi matematika dan literasi sains. Hasil studi PISA tahun 2009 menunjukkan skor literasi matematika siswa Indonesia sebesar 371 atau berada pada peringkat 61 dari 65 negara yang disurvey. Hal yang sama juga terjadi di Jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali mahasiswa sangat kesulitan memahami materi matakuliah Kalkulus yang dipelajari. Ketika mahasiswa ditanya apakah ada masalah atau apakah ada yang ditanyakan, mahasiswa tidak ada yang Mereka hanya terdiam seolaholah mereka tidak tahu apa yang harus ditanyakan, padahal pada pertemuan sebelumnya meraka telah diberitahu untuk mempelajaran materi pada pertemuan Tentunya, jika hal ini dibiarkan maka nantinya bermuara pada rendahnya hasil belajara mahasiswa pada matakuliah Kalkulus. Dari hasil observasi dan diskusi dengan teman sejawat menunjukkan bahwa kekurangan proses pembelajaran yang dilakukan selama ini mahasiswa menyelesaikan soal. Termasuk soal-soal yang diberikan masih bersifat teks book bukan kontekstual. Bila mahasiswa diberikan soal yang berbeda dengan soal latihan, cenderung membuat kesalahan atau error. Pengetahuan yang dimiliki mahasiswa hanya bersifat prosedural, yaitu mahasiswa cenderung menghafal contoh-contoh yang diberikan oleh dosen tanpa terjadi pembentukan konsepsi yang benar dalam struktur kognitif mahasiswa. Mahasiswa akan menemui hambatan jika diberikan soal yang tidak bisa diselesaikan dengan rumus secara langsung, tetapi melalui penerapan beberapa rumus atau konsep. Apabila hal ini terus dibiarkan, nantinya akan bermuara pada rendahnya hasil belajar matematika mahasiswa. Berdasarkan permasalahan di atas, perlu adanya inovasi dalam pembelajaran Kalkulus mahasiswa. Upaya ini sangat penting karena dengan meningkatnya hasil belajar Kalkulus mahasiswa, dapat menunjang mahasiswa tersebut untuk dapat mempelajari konsep-konsep dalam matakuliah Kalkulus dengan baik. Hasil belajar Kalkulus perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai bekal bagi mereka dalam menghadapi masalah nyata dalam sehari-hari, matakuliah berikutnya, maupun dalam dunia kerja. Pendekatan pembelajaran yang dianggap mampu meningkatakan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi Kalkulus adalah pendekatan pembelajaran kontekstual. Pendekatan pembelajaran yang mampu mengaitkan . keseharian siswa, mengaitkan materi dengan mata pelajaran yang lain, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi. Pendekatan pembelajaran kontekstual atau lebih dikenal dengan sebenarnya bukan hal baru, tetapi pendekatan pembelajaran kontekstual dewasa ini sangat ditekankan karena perkembangan dunia kerja di jaman kesemrawutan yang ditandai dengan persaingan bebas, sehingga sekolah harus menyusun ulang kurikulumnya untuk menyesuaikan dengan tuntutan global Pendekatan kontekstual adalah suatu pembelajaran yang berupaya mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengalaman siswa. Pendekatan pembelajaran kontekstual tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak siswa sendiri. Dalam pembelajaran ini siswa didorong membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Proses kontekstual berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Agar pelaksanaan pembelajaran kontekstual lebih maksimal, maka akan dikolaborasikan dengan melaksanakan lesson study. Oleh karena itu, penelitian ini akan dilakukan dengan menerapakan langkah-langkah dari lesson study, yaitu Plan . , . , dan See . Lesson study sebagai kegiatan kolaboratif akan dimulai dari Dekan FPMIPA IKIP PGRI Bali bersama para dosen pengampu matakuliah Kalkulus sebagai inisiator, mahasiswa, dan mantan mahasiswa. Lesson study merupakan satu model pembinaan tenaga pendidik untuk mencapai kualitas pembelajaran di Lesson study adalah pembinaan profesi pendidik melalui berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Hendayana dkk, 2. Lesson study merupakan satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hal ini didasarkan karena pengembangan lesson study dilakukan pada hasil sharing pengetahuan profesional yang berlandaskan pada praktik dan hasil pembelajaran yang dilakukan oleh dosen. Penekanan yang mendasar dari lesson study adalah agar para mahasiswa memiliki kualitas belajar yang tinggi. Dengan demikian, kualitas Dari uraian di atas, tampak bahwa keterlibatan mahasiswa untuk turut belajar dengan cara menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual merupakan salah satu indikator keefektifan belajar. Untuk itu, dipandang perlu untuk Kalkulus Pengaruh Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Setting Lesson Study Terhadap Hasil Belajar Kalkulus Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kontekstual setting lesson study dengan mahasiswa yang mengikuti pendekatan Jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali tahun pelajaran 20015/2016 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester I jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali. Penelitian dilakukan selama empat bulan, tahun ajaran 2015/2016, mulai bulan Oktober 2015 sampai dengan Januari 2016. Penelitian ini termasuk eksperimen semu serta dengan desain non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester I jurusan pendidikan matematika IKIP PGRI Bali yang terdiri dari tiga kelas dengan mahasiswa sebanyak 92 orang dan melibatkan sampel sebanyak 55 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Data hasil belajar kalkulus mahasiswa dijaring dengan tes hasil belajar kalkulus. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji-t, namun sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu: uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varians. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan nilai statistik uji-t, diperoleh nilai thitung = 21,309 lebih dari nilai ttabel dengan db = 27 28 Ae 2 = 53 sebesar 2,306 dengan taraf signifikansi = 0,025 . ji dua eko. ini berarti thitung > ttabel . ,309 > 2,. Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kalkulus antara kelompok mahasiswa yang kontekstual setting lesson study dengan kelompok mahasiswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional. Untuk mengetahui kelompok mana yang lebih tinggi rerata skor hasil belajarnya dapat dilihat dari nilai rata-rata kedua kelompok tersebut. Dari hasil analisis terlihat bahwa skor rerata hasil belajar kalkulus pada kelompok mahasiswa yang pembelajaran kontekstual setting lesson study adalah 70,89. sedangkan skor rerata hasil belajar kalkulus pada kelompok mahasiswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional adalah 60,00. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika mahasiswa yang pengajuan kontekstual setting lesson study lebih baik daripada mahasiswa yang Dengan kata lain bahwa dalam pembelajaran kalkulus di Semester I Jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali tempat berlangsungnya penelitian ini, diperoleh bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual setting lesson study lebih tinggi dalam pendekatan pembelajaran konvensional. Temuan di atas menunjukkan kontekstual setting lesson study dalam pendekatan konvensional. Melalui lesson study pelaksanaan pendekatan kontekstual lebih terencana dengan baik, karena mulai dari tahap persiapan . , tahap pelaksanaannya . , sampai dengan refleksinya . didiskusikan dengan Pada tahap perencanaan . disusun bersama antara peneliti, observer, teman sejawat dan mahasiswa, karena perencanaan yang baik tidak dilakukan sendirian akan tetapi bersama, beberapa dosen dapat berkolaborasi dengan sesama dosen dan dapat pula memperkaya ide-ide. Pada tahap pelaksanaan . pembelajaran pembelajaran yang telah dirumuskan dalam perencanaan, yaitu pendekatan Dalam perencanaan telah disepakati siapa dosen yang tampil dalam kelas pada saat mengajarkan kalkulus yang menjadi tujuannya adalah untuk menguji coba Pada tahap refleksi . dosen model beserta observer melakukan diskusi yang dipandu oleh moderator. Dosen model mengawali diskusi dengan kesan-kesan melaksanakan pembelajaran. Kesan yang muncul saat itu adalah dosen model merasa apa yang dialakukan selama nyaman untuk belajar karena pada saat open class mereka diperhatikan oleh banyak orang. Selanjutnya, observer memberikan masukan pada dosen model. Dengan langkah lesson study tersebut membuat pembelajaran yang dilakukan pada kelompok eksperimen lebih sempurna dibandingkan penerapan pembelajaran pada kelompok kontrol. Selain itu. Kalkulus sebagai salah satu cabang dari matematika yang berhubungan atau menelaah bentuk-bentuk atau struktur yang abstrak, dan hubungan diantara struktur-struktur tersebut. Belajar kalkulus tidak hanya sekadar belajar tentang konsep-konsep tetapi belajar secara Bermakna dalam hal ini siswa tahu tujuan mereka belajar kalkulus. Mahasiswa belajar bermakna jika materi dalam pembelajarannya dikaitkan dengan kehidupan nyata yang dekat dengan keseharian mahasiswa, dan dikaitkan dengan matakuliah lainya. Pendekatan pembelajaran yang bisa melakukan hal tersebut adalah pendekatan pembelajaran Pendukung pembelajaran kontekstual menegaskan bahwa dalam banyak hal, pendekatan memotivasi siswa lebih efektif belajar daripada pendekatan kelas tradisional (Kalchik and Oertle, 2. Secara sederhana dalam proses pembelajaran misalnya pada materi integral, mahasiswa terlebih dahulu ditunjukkan pemanfaatan integral dalam sehari-hari. Misalnya menunjukkan bagun-bangun yang terkenal yang kontruksinya menggunkan konsep integral, seperti gedung petronas di malasiya, gedung pertunjukan opera di Australia, maupun gedung MPR dan DPR. Dengan diberikan contoh-contoh nyata seperti itu mahasiswa jadi termotivasi belajar, karena mereka tahu Mereka tidak hanya sekedar belajar materi kalkulus . hanya untuk menghadapi ujian. Dalam pendekatan pembelajaran kontekstual mahasiswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, menemukan berdiskusi dengan temannya, mahasiswa bebas bertanya kepada dosen serta memungkinkan mahasiswa lebih mudah Akibatnya pemahaman mahasiswa tentang suatu konsep kalkulus akan lebih baik dibandingkan pemahaman konsep hasil informasi dari dosen. tentunya hal ini akan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang menunjukkan matematika dan hasil belajar matematika (Indah Wahyu Ariesta, 2012. Mahendra, dan Aditia Putra, 2. Berbagai temuan tersebut mengindikasikan kalau pendekatan pembelajaran kontekstual cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika termasuk Kalkulus. SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kalkulus antara mahasiswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual setting lesson study dengan mahasiswa yang mengikuti pendekatan Jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali tahun pelajaran 20015/2016. Dalam rangka pembelajaran dan hasil belajar kalkulus menerapakan pendekatan pembelajaran kontekstual setting lesson study secara tepat dan benar DAFTAR PUSTAKA