E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas Nelli Novyarni, 2Amreiza Pratiwi, 3Rutinaias Haholongan,4 Reni Harni, 5 Kartijo 1,2,3 Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Jakarta Akuntansi Perpajakan, 5Universitas Sali Al-Aitaam. Bandung sweetynovyarni@gmail. com, 2pratiwiamreiza@gmail. com, 3rutinaias@stei. reni_hn@yahoo. BSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan yang efektif dan ukuran bisnis terhadap profitabilitas dalam sektor industri dasar dan kimia, serta sektor produk konsumen, untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, memanfaatkan analisis regresi data panel yang dilakukan dengan E-Views 12. Populasi penelitian ini terdiri dari perusahaanperusahaan dari sektor industri dasar dan kimia, serta perusahaan-perusahaan sektor produk konsumen, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2020 hingga 2022. Sampel ditetapkan dengan menggunakan metode purposive sampling, yang terdiri dari 71 perusahaan dan menghasilkan total 213 observasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi melalui situs web resmi BEI: id dan situs web resmi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, . kepemilikan konstitusional tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, . dewan komisaris independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, . komite audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, dan . ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Kata kunci : Kepemilikan manajerial, kepemiikan konstitusional, dewan komisaris independent, komite audit, ukuran perusahaan, profitabilitas. ABSTRACT This study seeks to analyze the impact of effective corporate governance and business size on profitability within the basic and chemical industry sectors, as well as the consumer products sector, for companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2022. This research employs a descriptive quantitative methodology, utilizing panel data regression analysis conducted with EViews 12. The research population comprises enterprises from the basic and chemical industry sectors, as well as consumer products sector companies, listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2020 to 2022. The sample was established using the purposive sampling method, comprising 71 companies and yielding a total of 213 observations in this study. This study utilizes secondary data. The data gathering method employs documentation via the official IDX website: id and the company's official website. The research findings demonstrate that . managerial ownership positively and significantly affects profitability, . constitutional ownership does not affect profitability, . an independent board of commissioners positively and significantly influences profitability, . the audit committee positively and significantly impacts profitability, and . company size positively and significantly influences profitability. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Keyword : Managerial Ownershio Constitutional ownership. Independence Board of commissioners, audit committee, company size, profitability. PENDAHULUAN Banyaknya contoh perilaku tidak etis di berbagai industri di Indonesia sebagian besar menjadi penyebab rendahnya tingkat penerapan tata kelola perusahaan yang efektif di negara ini. Karena kurangnya tata kelola perusahaan yang efektif, ekonomi Indonesia sangat terdampak oleh krisis yang parah pada tahun 1998. Komite Nasional Kebijakan Tata Kelola (KNKG) pada tahun 2006 memberikan kerangka umum bagi penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan mengeluarkan kebijakan. Kebijakan ini mewajibkan seluruh perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mematuhi praktik tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini meliputi perusahaan milik negara, perusahaan daerah, perusahaan yang mengelola dana publik, dan perusahaan yang memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan. Struktur kepemilikan suatu perusahaan, khususnya rasio kepemilikan internal terhadap eksternal, merupakan komponen utama tata kelola perusahaan yang baik. Direksi yang bukan karyawan perusahaan, komite audit, manajemen risiko, pengendalian internal, dan fungsi audit internal merupakan bagian dari kerangka tata kelola perusahaan yang Kepemilikan manajerial, institusional, terkonsentrasi, dan publik merupakan komponen struktur eksternal tata kelola perusahaan yang efektif, yang juga meliputi dewan audit, komisaris independen, dan keberadaan komisi komisaris independen. Penangkapan Chairman Nissan Carlos Ghosn dan direktur perusahaan Greg Kelly diumumkan oleh CEO Nissan Hiroto Saikawa . Ketiga orang tersebut didakwa atas tuduhan membuat laporan keuangan palsu, tidak mengungkapkan seluruh pendapatan mereka ke Bursa Efek Tokyo. Akibatnya berdampak pada profitabilitas suatu bisnis yang Mark Zuckerberg . mengumumkan bahwa pihaknya akan memberhentikan 13% karyawan perusahaan, atau sekitar 10. 000 orang. PHK dikarenakan profitabilitas yang terus menurun. Ukuran total aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan mencerminkan sejauh mana hak, kewajiban, dan modal perusahaan tersebut, serta memberikan indikasi bahwa perusahaan tersebut mungkin lebih berhati-hati dalam mengelola kinerjanya, terutama jika ukuran perusahaan tersebut sudah relatif besar dan telah membangun citra yang baik. Selain itu, besar ukuran perusahaan juga dapat berdampak pada pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut. (Lubis, 2. Salah satu cara untuk mengukur profitabilitas adalah dengan melihat pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. Laba yang tinggi tidak selalu berarti bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang menguntungkan menjamin laba yang tinggi. Dengan demikian, diperlukan metode analisis yang memanfaatkan rasio profitabilitas seperti NPM. ROA, dan ROE (Rimardhani . Pertumbuhan Return on Assets (ROA) memberikan indikasi positif kepada pasar mengenai potensi keuntungan investasi yang tinggi, memastikan kepuasan investor, dan menunjukkan prospek pertumbuhan yang solid. Hal ini mendorong investor untuk menaikkan permintaan saham, yang berpotensi meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan. (Ayu & Suarjaya, 2. Fenomena profitabilitas dialami oleh perusahaan tambang. PT Bukit Asam Tbk. Menurut Farida Thamrin . yang menjabat sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, anjloknya harga batu bara menjadi penyebab turunnya laba dan pendapatan. Adam Gifari . dalam perannya sebagai Wakil Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 Tbk mengungkapkan, kenaikan suku bunga pada 2023 dibanding 2022 menjadi penyebab turunnya laba Alasan utama dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul akibat hasil penelitian sebelumnya yang tidak konsisten atau berbeda mengenai hubungan antara tata kelola perusahaan yang baik, ukuran perusahaan, dan Perusahaan memiliki peluang masa LANDASAN TEORI Teori Keagenan (Agency Theor. Menurut teori keagenan, konflik kepentingan dapat muncul ketika fungsi kepemilikan dan manajemen perusahaan terpisah, khususnya ketika terdapat perbedaan kepentingan dari banyak pihak yang terlibat. Metode pemantauan yang dikembangkan untuk menyelaraskan berbagai kepentingan dapat memecahkan dilema keagenan ini. Pemilik modal/investor dan manajemen pada akhirnya akan bertanggung jawab untuk menanggung biaya keagenan guna menyelesaikan masalah ini. Biaya pemantauan, penjaminan, dan kerugian residual adalah tiga kategori yang Jensen dan Meckling . 2 Good Corporate Governance Menurut Forum Tata Kelola Perusahaan di Indonesia (FCGI). Tata Kelola Perusahaan adalah seperangkat aturan yang mengatur hak dan tanggung jawab pemangku kepentingan terkait interaksi antara pemegang saham, manajemen perusahaan, kreditor, pemerintah, dan karyawan, atau suatu kerangka kerja yang mengelola fungsi perusahaan. Ukuran Perusahaan Ukuran sebuah perusahaan mencerminkan total nilai kekayaan yang dimilikinya semakin besar nilai tersebut, semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan mencakup kapasitas produksi yang beragam dan kemampuan perusahaan untuk menyediakan berbagai layanan kepada pelanggan secara bersamaan. Profitabilitas Menurut Setiawan . , profitabilitas merupakan suatu ukuran untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Profitabilitas ini memberikan gambaran tentang seberapa baik manajemen perusahaan dalam menghasilkan uang. Perumusan Hipotesis 1 Hubungan Kepemilikan Manajerial dengan Profitabilitas Kepemilikan manajerial berkorelasi positif dengan profitabilitas, menurut penelitian Solekhah . Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan saham manajer berkorelasi positif dengan profitabilitas perusahaan mereka. Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa hal ini mendorong manajer untuk berusaha lebih keras dan membuat pilihan yang lebih baik. Tampaknya ada korelasi yang menguntungkan antara kepemilikan manajerial dan profitabilitas, menurut penelitian Izdihar . Berdasarkan argumen ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kepemilikan manajerial berdampak positif terhadap profitabilitas (H. 2 Hubungan Kepemilikan Institusiona dengan Profitabilitas Kepemilikan institusional meningkatkan profitabilitas, menurut Rimardhani et al. Hal ini karena manajer berada di bawah tekanan institusional yang lebih besar untuk memaksimalkan laba karena pengawasan yang lebih ketat dari pemegang saham Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Berdasarkan hal di atas, kami dapat mengajukan postulat berikut: H2: Kepemilikan Institusional Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas. 3 Hubungan dewan komisaris independent dengan profitabilitas Menurut Solekhah . , memiliki komisaris independen seharusnya membuat pemantauan lebih efektif dan menghasilkan laporan keuangan yang lebih baik dan jumlah komisaris independen yang lebih tinggi berkorelasi dengan bisnis H3: Dewan Komisaris Independen Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas dapat diturunkan dari deskripsi ini. 4 Hubungan Komite audit dengan profitabilitas Solekhah . mengakui bahwa komite audit berdampak signifikan dan positif terhadap profitabilitas. Uraian ini memungkinkan kita untuk merumuskan hipotesis berikut. H4: Profitabilitas dipengaruhi secara positif oleh Komite Audit. Hubungan Ukuran perusahaan merupakan faktor kunci dalam potensinya meningkatkan profitabilitasnya. Dengan asumsi bahwa ukuran perusahaan adalah informasi yang dibagikannya dengan pihak luar sehingga pihak lain dapat mengukur kemampuan perusahaan (Meidiyustiani, 2. Menurut penelitian oleh Wage . , ukuran korporasi memiliki efek yang menguntungkan dan signifikan secara statistik terhadap profitabilitasnya. Profitabilitas berbanding lurus dengan ukuran bisnis. Uraian ini memungkinkan kita H5: Profitabilitas berkorelasi positif dengan ukuran perusahaan. METODOLOGI PENELITIAN 1 Rancangan Penelitian Seluruh perusahaan di Sektor Industri Dasar dan Kimia serta Sektor Barang Konsumsi yang telah diaudit pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 dan laporan keuangannya tersedia di situs web resmi w. id digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini, yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan sekunder. Pengolahan dan analisis data yang diperoleh selanjutnya akan digunakan perangkat lunak pengolahan data Eviews 12 sesuai dengan landasan teori yang diteliti. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode statistik yang sesuai untuk menguji Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia di Sektor Industri Dasar dan Kimia serta Barang Konsumsi akan menjadi fokus penelitian ini, yang bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tata kelola perusahaan yang baik, ukuran perusahaan, dan profitabilitas pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. 2 Populasi dan sampel Penelitian menggunakan purposive sampling, yang berarti tidak semua elemen atau orang dalam populasi diberi kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Berikut ini adalah prasyarat untuk melakukan penelitian dengan menggunakan sampel: Au1. Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia dan Perusahaan Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia dan Industri Barang Konsumsi yang mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan selama periode 2020-2022 baik di website resmi perusahaan maupun di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang tidak melakukan delisting tidak terkena suspensi pada periode 20202022. Perusahaan yang menghasilkan laba positif selama tahun 2020-2022. Penelitian ini terdapat 124 populasi pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022, dan sebanyak 71 perusahaan memenuhi Ay 3 Sumber Data dan Metode Analisis Data Laporan keuangan dan laporan tahunan seluruh Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia serta Perusahaan Sektor Barang Konsumsi yang telah diaudit selama periode 20202022 melalui situs web resmi w. id digunakan sebagai bahan data dalam penelitian ini, yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Khusus untuk keperluan penelitian, data ditransformasikan dari sumber sekunder, seperti laporan keuangan perusahaan, menjadi informasi yang lebih jelas dan lebih berharga untuk pemecahan masalah (Solekhah, 2020:. Alat analisis yang digunakan adalah model regresi data panel, uji asumsi klasik, dan statistik deskriptif. 4 Operasional variable dan skala pengukurannya. 1 Variabel Terikat (Depedent Variabl. Bagian penting dari setiap model adalah variabel dependen, yang dipengaruhi oleh variabel independen (Nurdiana, 2. Studi ini menggunakan profitabilitas sebagai variabel dependen, dengan laba atas aset (ROA) sebagai proksi. ROA menjelaskan seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan laba dari asetnya. 2 Variabel Bebas (Independent Variabl. Suatu variabel dikatakan independen jika tidak bergantung pada variabel lain (Nurdiana, 2. Penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan dan mekanisme tata kelola perusahaan yang baik sebagai variabel independen. Berikut ini merupakan indikator yang digunakan untuk setiap variabel Kepemilikan Manajerial Jumlah saham yang dimiliki oleh manajemen dalam suatu perusahaan dikenal sebagai kepemilikan manajerial. Menurut Jensen dan Meckling . , ketika manajer memiliki saham di perusahaan, hal itu dapat menciptakan kepentingan bersama antara manajer dan pemegang saham. Pengukuran kepemilikan manajerial dalam penelitian ini didapati melalui taraf kepemilikan perusahaan pada laporan keuangan melalui mengukur perimbangan total saham yang dipunyai manajemen pada total saham yang beredar. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Sumber : solekhah . 2 Kepemilikan Institusional Menurut Rismawandi . , kepemilikan institusional dapat meningkatkan efektivitas pemantauan dan pengawasan dengan bertindak sebagai mekanisme internal untuk mendisiplinkan manajer. tindakan manajerial secara lebih ketat. Mekanisme ini membantu memastikan bahwa kegiatan perusahaan dipantau dengan baik oleh pemilik modal/investor untuk meminimalkan risiko atas kegiatan yang dilakukan manajer. Pengukuran kepemilikan institusional dalam hal ini adalah persentase kepemilikan ekuitas institusional yang merupakan badan pendiri perusahaan yang dinilai melalui persentase saham yang dipunyai institusi. 3 Dewan Komisaris Independen Kapasitas untuk mewakili sudut pandang pemegang saham minoritas harus dipertimbangkan saat memutuskan jumlah komisaris independen. Setidaknya 30% dari dewan komisaris harus merupakan pemegang saham selain pemegang saham pengendali, dan jumlah keseluruhan komisaris independen harus seimbang dengan persentase ini. Merujuk pada Kusmayadi. Dedi, dan Badruzaman . , halaman 126. Salah satu cara untuk mengevaluasi independensi dewan komisaris adalah dengan melihat persentase komisaris independen relatif terhadap jumlah keseluruhan komisaris. Komite Audit Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55 Tahun 2015, dewan komisaris membentuk komite audit untuk membantu pelaksanaan tanggung jawab dan tugas dewan. Dewan komisaris membentuk Komite Audit dengan tanggung jawab untuk memperkuat pengawasan dewan pengawas . tau dewa. terhadap pelaporan keuangan perusahaan, manajemen risiko, audit, dan praktik tata kelola perusahaan. Sumber: Solekhah . Ukuran Perusahaan Ukuran sebuah perusahaan mencerminkan total nilai kekayaan yang dimilikinya semakin besar nilai tersebut, semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan mencakup kapasitas produksi yang beragam dan kemampuan perusahaan untuk menyediakan berbagai layanan kepada pelanggan secara bersamaan. Menurut Herawati . dalam penelitiannya ukuran perusahaan bisa dinilai melalui berbagai metode, seperti ukuran log total aset, total pendapatan dan total karyawan. Pada penelitian ini, ukuran perusahaan diukur dengan metode ukuran log total aset karena, jika sebuah perusahaan memiliki total aset yang besar, hal ini mencerminkan bahwa perusahaan tersebut berada pada tahap kedewasaan. Arus kasnya sudah positif dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Periode penelitian berlangsung selama tiga tahun, dan total 213 titik data diolah dari 71 perusahaan sampel di industri barang konsumsi dan dasar dan kimia. Statistik deskriptif mengungkapkan bahwa kepemilikan manajemen memiliki nilai rata-rata 10,65, kisaran 89,44 hingga 0,00. Analisis statistik deskriptif dari variabel kepemilikan institusional menghasilkan kisaran nilai dari 0,00 hingga 99,95, dengan rata-rata 63,17. Statistik deskriptif menghasilkan kisaran nilai untuk variabel dewan komisaris independen, dari 17 hingga 83, dengan rata-rata 39,80. Analisis statistik deskriptif dari variabel komite audit menghasilkan kisaran nilai dari 2 hingga 6, dengan rata-rata 3,05. Statistik deskriptif untuk variabel ukuran perusahaan menghasilkan kisaran nilai dari 25,07 hingga 32,82, dengan rata-rata 29,03. Statistik deskriptif pada variabel profitabilitas (ROA) menghasilkan berbagai nilai, dari minimum 0,01 hingga tertinggi 36,36, dengan nilai ratarata 70,80. Analisis Regresi Data Panel Penelitian ini akan menggunakan E-Views versi 12. Menentukan Model dan Metode Estimasi Regresi Panel Uji Chow Untuk mengetahui apakah model efek umum atau efek tetap akan lebih baik untuk penelitian ini, penulis menggunakan uji Chow, dengan tingkat signifikansi 0,05. Berikut adalah hasil uji Chow: Anda dapat melihat bahwa nilai F cross-section adalah 0,00 dari hasil uji Chow pada tabel di atas. Kesimpulan yang diambil dari hasil ini adalah bahwa model efek tetap adalah model estimasi yang diterima, karena nilai F cross-section adalah 0,00 < 0,05. Uji Hausman Nilai cross-section acak adalah 0,00, menurut uji Hausman. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai cross-section acak kurang dari 0,05, yang berarti bahwa model efek tetap merupakan model estimasi yang diterima menurut uji Hausman. 2 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pada penelitian ini data yang diolah berdistribusi normal karena memenuhi kriteria lolos pengujian. Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinieritas dinyatakan lolos uji multikolinieritas karena memenuhi kriteria pengujian. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini lolos uji heteroskedastisitas karena dapat memenuhi kriteria nilai probabilitas > 0,05. Uji Autokorelasi Berdasarkan hasil uji autokorelasi diperoleh nilai Durbin-Watson stat sebesar 2. Dan kriteria lolos uji autokorelasi adalah DW terletak diantara DU dan . -DU), pada Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. penelitian ini diperoleh nilai DU sebesar 1,81 dan 4-DU sebesar 2,19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 1,81 (DU) < 2,01 (DW) < 2,19 . -DU) artinya bahwa pada uji autokorelasi dalam penelitian ini memenuhi kriteria sehingga dinyatakan lolos uji 3 Persamaan Regresi Data Panel Persamaan regresi data panel disajikan dari beberapa variabel KM. KI. DKI. KA dan UP. Maing-masing variabel ini akan diregresikan dengan FEM dan dibuatkan persamaan bersumber dari tabel 1 dibawah ini Berdasarkan hasil penelitian dari output regresi data panel dengan fixed effect model, dan persamaan regresi data panel sebagai berikut: Profitabilitas (ROA) = 129,80 0,05(KM) 0,008 (KI) 0,14 (DKI) 0,99 (KA) 4,82 (UP) e Uji Hipotesis Pada uji hipotesis dilakukan uji parsial . Dengan hasil pengujian yang disajikan pada tabel di bawah ini: Sumber: Eviews 12 . ata diolah 2. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Profitabilitas (ROA) Hasil uji parsial yang disajikan pada tabel 4. 16, diperoleh nilai t-Statistik kepemilikan manajerial (KM) sebesar 3,69 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Hasil pengujian sesuai dengan hipotesis yang dibuat. Sehingga pada analisis pengaruh antara kepemilikan manajerilan terhadap profitabilitas (ROA) H1 Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Profitabilitas (ROA) Hasil uji parsial yang disajikan pada tabel 4. 16, diperoleh nilai t-Statistik kepemilikan institusional (KI) sebesar 0,70 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Hasil pengujian tidak sesuai dengan hipotesis yang dibuat. Sehingga pada analisis pengaruh antara kepemilikan institusional terhadap profitabilitas (ROA) H2 ditolak. Pengaruh Kepemilikan Dewan Komisaris Independen terhadap Profitabilitas (ROA) Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh Kepemilikan Dewan komisaris independen terhadap ROA. Pengaruh Komite Audit terhadap Profitabilitas (ROA) Hasil uji parsial yang disajikan pada tabel 4. 16, diperoleh nilai t-Statistik komite audit (KA) sebesar 5,37 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial komite auidt memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Hasil pengujian sesuai dengan hipotesis yang dibuat. Sehingga pada analisis pengaruh antara komite audit terhadap profitabilitas (ROA) H4 diterima Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas (ROA) Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 Hasil uji parsial yang disajikan pada tabel 4. 16 , diperoleh nilai t-Statistik ukuran perusahaan (UP) sebesar 10,63 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Hasil pengujian sesuai dengan hipotesis yang dibuat. Sehingga pada analisis pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap profitabilitas (ROA) H5 diterima. 5 Uji F Berdasarkan hasil penelitian dari Uji F, hasil pengujian diperoleh nilai Fstatistic sebesar 150,22 dengan nilai probabilitas sebesar 0,00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh secara simultan antara variabel mekanisme good corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Hasil analisis koefisien determinasi, diperoleh nilai adjusted r-squared sebesar 0,98. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh besarnya pengaruh variabel mekanisme good corporate governance dan ukuran perusahaan dalam menerangkan profitabilitas (ROA) sebesar 0,98 atau 98% dan sisanya sebesar 2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Profitabilitas Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemilikan manajerial terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Dibuktikan dengan diperoleh nilai t-Statistik kepemilikan manajerial (KM) sebesar 3,69 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05 sehingga hipotesis yang dibuat dalam penelitian ini diterima. Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Profitabilitas Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara kepemilikan institusional terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Dibuktikan dengan diperoleh nilai t-Statistik kepemilikan institusional (KI) sebesar 0,70 dengan nilai probabilitas sebesar 0. dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,48 > 0,05 sehingga hipotesis yang dibuat dalam penelitian ini diolak. 4 Pengaruh Komite audit terhadap Profitabiltas. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara komite audit terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Dibuktikan dengan diperoleh nilai t-Statistik komite audit sebesar sebesar 5,37 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05, sehingga hipotesis yang dibuat dalam penelitian ini diterima. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. 5 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Dibuktikan dengan diperoleh nilai t-Statistik ukuran perusahaan sebesar 10,63 dengan nilai probabilitas Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,00 < 0,05, sehingga hipotesis yang dibuat dalam penelitian ini diterima. KESIMPULAN Kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Dewan komisaris independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Hasil uji parsial, diperoleh nilai t-Statistik komite audit (KA) sebesar 5,37 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan probabilitas 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial komite auidt memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Hasil uji parsial diperoleh nilai t-Statistik ukuran perusahaan (UP) sebesar 10,63 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan probabilitas 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode Hasil uji simultan diperoleh nilai f-Statistik sebesar 150,22 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Nilai tersebut menunjukkan probabilitas 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, komite audit, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia dan industri barang konsumsi periode 2020-2022. Daftar Pustaka