PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1, 2026 e-ISSN : 2622-6383 Strategi Manajemen Usaha Ayam Petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan DAU Kabupaten Malang Cakti Indra Gunawan 1*. Yulianti Malo 2 Sumarno Sumarno 3 cakti@unitri. id 1* Sekolah Pascasarjana Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Indonesia 1*,2,3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi existing usaha ayam petelur, mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal mempengaruhi usaha ayam petelur, dan merumuskan strategi manajemen yang efektif untuk pengembangan usaha ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT dengan pendekatan kualitatif berupa: Strenghts. Weakness. Opportunities dan Threaths (SWOT). Data primer dengan 15 orang informan. Analisis data menggunakan analisis SWOT untuk memaksimalkan kekuatan (Strenght. , peluang (Opportunitie. , namun dapat meminimalkan kelemahan (Weaknes. dan ancaman (Threath. Hasil penelitian menunjukkan strategi manajemen usaha peternakan ayam di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang adalah strategi Horld and Maintain . enjaga dan mempertahanka. melalui strategi intensif atau strategi integrasi. Pengembangan usaha peternakan ayam berada pada kuadran V pada matriks I-E menggambarkan bahwa strategi yang umum digunakan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk dan terdapat 16 . nam bela. strategi yang dapat digunakan dengan penjelasan terhadap setiap strategi alternatif berupa strategi SO (Kekuatan Ae Peluan. Strategi ST (Kekuatan Ae Ancama. Strategi WO (Kelemahan Ae Peluan. , dan. Strategi WT (Kelemahan Ae Ancama. Kata Kunci: Strategi. Manajemen Usaha. Ayam Petelur. Analisis SWOT. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Telur ayam adalah salah satu bahan protein hewani yang bergizi tinggi untuk kebutuhan tubuh manusia. Kenaikan kapasitas produksi telur seimbang dengan perkembangan usaha dalam beternak telur ayam ras seperti di Jawa Timur. Bisnis peternakan adalah jenis usaha yang memadukan manajemen produksi dengan manajemen keuangan karena, dari sudut pandang manajemen produksi, berkaitan dengan bagaimana menjalankan bisns baik di dalam maupun di luar perusahaan. Jika petani lebih berhasil dan efisien dalam hal ini, pendapatan mereka akan meningkat dan kemampuan mereka untuk bersaing di pasar dan memenuhi tujuan komersial akan Efisiensi diperlukan untuk mencapai tujuan dalam manajemen perusahaan, namun hal ini dapat gagal jika rencana utama kurang tepat (Sadat, 2022. Haris, 2. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 11 Jumlah telur yang dikonsumsi oleh konsumen untuk ayam petelur dominan cukup Industri perunggasan memiliki nilai strategis khususnya dalam penyediaan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, disamping peranannya dalam memanfaatkan peluang kesempatan kerja. Salah satu industri perunggasan yang memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani masyarakat adalah peternakan ayam ras petelur yang menghasilkan produk telur konsumsi. Salah satu peternakan yang dikembangkan untuk menunjang protein hewani adalah peternakan ayam ras petelur (Ardhiana et al. , 2. Penyusunan strategi yang baik digunakan yaitu dengan cara memperhatikan sekitaran wilayah dengan prosedur pemeriksaan suatu tempat guna untuk menentukan letak yang baik bagi usaha dan apa yang mengaitkan dengan adanya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ditemukan pada pemilik bisnis ayam petelur di wilayah Desa Sumber Sekar Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, sehingga dapat mengantisipasi seluruh masalah. Degan demikian, diperlukan suatu upaya dalam merancang konsep yang terukur dan terarah untuk menumbuhkan bisnis ayam petelur tersebut. Peternakan ayam petelur merupakan salah satu bisnis peternakan di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang, karena bisnis ini sudah cukup lama dan ada juga baru memulai menjalankan dan mempunyai nilai jual yang menguntungkan karena banyaknya permintaan dan peminat dari produk tersebut. Selain itu, bisnis ini dapat dikembangkan dan memberikan peluang yang baik kedepannya. Hal tersebut didasari dengan permintaan konsumen yang tidak habis karena telur menjadi salah bahan pokok makanan yang sering disuguhkan pada menu makanan. Dengan demikian, pengusaha ayam petelur memiliki tekad dan niat untuk selalu mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Peningkatan ini juga dinilai baik pada beberapa kekuatan yang dipunyai pada peternakan ayam petelur salah satunya yaitu banyaknya lokasi yang dimiliki tetapi tidak dimanfaatkan (Irfani, 2. Metode Analisis Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di usaha peternakan ayam di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Menggunakan analisis SWOT dengan pendekatan kualitatif berupa: Strenghts. Weakness. Opportunities dan Threaths (SWOT). Analisis SWOT bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan (Strenght. , peluang (Opportunitie. , namun dapat meminimalkan kelemahan (Weaknes. dan ancaman (Threath. Analisis ini menggunakan alat kumpul data yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi, dengan tahapan berupa: Mengumpulkan data dan mengelompokan data yang telah didapat dari hasil penelitian untuk diproses dan melakukan analisis SWOT. Melalui analisis SWOT akan membantu menyimpulkan akhir penelitian pada usaha peternakan ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 12 Analisis SWOT menggunakan matrik agar mudah mengetahui hasilnya baik inernal maupun eksternal yaitu: Tabel 2. Tabel matriks SWOT Kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Strategi SO . trategi mempunyai manfaat pada kekuatan dan peluan. Peluang (Opportunit. Strategi ST . trategi yang menggunakan kekuatan Dan mengatasi ancaman Strategi WO . trategi yang meminimalkan kelemahan dan peluan. Ancaman (Threa. Strategi WT . trategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari masalah Sumber: rumusan masalah penelitian 2025 Penentuan informan dalam penelitian ini adalah akan dilakukan secara purposive sampling, berdasarkan pertimbangan representativitas sampel, dengan total responden sebanyak 15 orang informan berupa: Pemilik peternakan ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebanyak 1 orang. Karyawan peternakan ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebanyak 2 orang, dan. Warga masyarakat sekitar wilayah lokasi penelitian di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebanyak 12 orang. Hasil dan Pembahasan Analisis strategi manajemen usaha dengan analisis SWOT berupa matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. Kekuatan Minat untuk menjadi peternak ayam petelur bahwa minat cukup tinggi didasari pada keinginan untuk menghasilkan uang, memenuhi kebutuhan keluarga, atau berkontribusi pada masyarakat dengan menyediakan pangan, keinginan menjadi wirausaha serta membuka lapangan pekerjaan. Modal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur bahwa telah mewujudkan modal yang telah digunakan berupa memiliki kandang dan tanah pribadi untuk produksi. Kemudahan untuk memperoleh bibit ayam petelur bahwa usaha peternakan ayam petelur ini telah dikenal baik oleh masyarakat dan telah dipandang positif oleh masyarakat sekitar dalam kurun waktu diatas 10 tahun. Pengalaman yang cukup luas untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur berupa perwujudan manajemen waktu dalam pemberian pakan, pemberian itamin atau vaksin, penggantian ayam petelur yang sudah afkir, yang dilakukan secara disiplin dengan pemberian tugas yang jelas kepada karyawan dan pembuatan jadual pengelolaan peternakan harian. Pengaruh pengalaman untuk meningkatkan produksi usaha peternakan ayam petelur bahwa berpengaruh cukup nyata maka harus menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, dengan perwujudan seperti poin. Kemudahan dalam memperoleh pakan ayam petelur pada usaha peternakan. Hal ini karena telah dikenal baik oleh masyarakat dan telah dipandang positif oleh masyarakat sekitar dalam kurun waktu diatas 10 tahun. Kemudahan budidaya atau kecilnya resiko dalam usaha peternakan ayam Berupa dukungan perolehan ayam petelur yang berkualitas yang ditandai dengan tubuh yang sehat dan produksi telur yang bagus. Dukungan berupa potensi sumber daya alam pada usaha peternakan ayam Merupakan tempat yang masih asri dan memiliki iklim serta cuaca yang baik berkisar antara 18CCAe28CC. Iklim juga sangat baik dilihat dari curah hujan yang stabil, angin yang tenang dan jauh dari tempat yang rawan bencana. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 13 b. Kelemahan Masih rendahnya tingkat pendidikan para peternak ayam petelur. Tenaga kerja yang dimiliki usaha peternakan ini kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA sederajat, namun pekerja keras dan perlu dilakukan pelatihan untuk memastikan tenaga kerja tersebut layak. Masih rendahnya jumlah kepemilikan ayam petelur. Dapat terkait karena tenaga kerja yang dimiliki kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA sederajat dan ilmu terapan yang diajarkan sama sekali jauh dari bidang peternakan. Adanya keterbatasan modal usaha peternakan ayam petelur. Berupa masih perlunya diperkenalkan lagi walau sudah mendapat respon yang positif dari Dapat terkait karena tenaga kerja yang dimiliki kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA sederajat dan ilmu terapan yang diajarkan sama sekali jauh dari bidang peternakan. Adanya keterbatasan modal usaha peternakan ayam petelur. Berupa masih perlunya diperkenalkan lagi walau sudah mendapat respon yang positif dari Masih rendahnya akses terhadap teknologi dan perkembangan teknologi. Tenaga kerja yang dimiliki kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA sederajat, maka ilmu terapan yang diajarkan sama sekali jauh dari bidang peternakan. Teknologi budidaya pada usaha peternakan ayam petelur yang masih bersifat Karena tenaga kerja yang dimiliki kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA sederajat. Harga pakan ternak ayam petelur yang masih mahal. Karena masih rendahnya pengetahuan tenaga kerja yang dimiliki usaha peternakan ini. Pola pemeliharaan ternak ayam petelur yang masih tradisional. Karena tenaga kerja yang dimiliki usaha peternakan ini kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA Manajemen usaha peternakan ayam petelur yang masih rendah. Tenaga kerja kebanyakan hanya lulusan SMP atau SMA sederajat. Tabel 3. Hasil analisis matriks IFE pada usaha peternakan ayam petelur di desa sumber sekar kecamatan Dau kabupaten malang Faktor-faktor Internal Bobot Peringkat Skor Bobot Kekuatan Minat untuk menjadi peternak ayam petelur. 0,07 0,28 Modal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam 0,05 0,20 Kemudahan untuk memperoleh bibit ayam petelur. 0,07 0,28 Pengalaman yang cukup luas untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. 0,04 0,16 Pengaruh pengalaman untuk meningkatkan produksi usaha peternakan ayam petelur. 0,07 0,28 Kemudahan dalam memperoleh pakan ayam petelur pada usaha peternakan. 0,04 0,16 Kemudahan budidaya atau kecilnya resiko dalam usaha peternakan ayam petelur. 0,07 0,28 Dukungan berupa potensi sumber daya alam pada usaha peternakan ayam petelur. 0,04 0,16 Total Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 14 Tabel 4. Hasil analisis matriks IFE pada usaha peternakan ayam petelur di desa sumber sekar kecamatan Dau kabupaten malang Kelemahan 1,80 Masih rendahnya tingkat pendidikan para peternak ayam 0,07 0,07 Masih rendahnya jumlah kepemilikan ayam petelur. 0,06 0,06 Adanya keterbatasan modal usaha peternakan ayam petelur. 0,07 0,07 Masih rendahnya akses terhadap teknologi dan perkembangan teknologi pada usaha peternakan ayam petelur. 0,06 0,12 Teknologi budidaya pada usaha peternakan ayam petelur yang masih bersifat tradisional. 0,07 0,14 Harga pakan ternak ayam petelur yang masih mahal. 0,07 0,07 Pola pemeliharaan ternak ayam petelur yang masih tradisional. 0,07 0,07 Manajemen usaha peternakan ayam petelur yang masih 0,07 0,07 Total 0,67 Jumlah Total 2,47 Sumber: data primer diolah . Hasil matriks IFE didapatkan rata-rata total skor bobot, diperoleh untuk unsur kekuatan sebesar 1,51 dan unsur kelemahan dengan rata-rata total skor bobot sebesar 0,75 maka rata-rata jumlah total skor bobot dari faktor internal . ekuatan dan kelemaha. diperoleh sebesar 2,12. Matriks EFE (External Factor Evaluatio. Peluang Tingginya permintaan pasar terhadap ternak ayam petelur. Permintaan telur ayam meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, keberhasilan menjual hasil produksi telur semakin tinggi dan margin keuntungan penjualan semakin Harga beli ternak ayam petelur yang masih relatif tinggi. Permintaan telur termasuk harga beli ternak ayam petelur yang masih relatif tinggi. Dukungan berupa potensi wilayah sekitar usaha peternakan ayam petelur. Berupa tempat yang masih asri dan memiliki iklim serta cuaca yang baik berkisar 18CCAe 28CC serta iklim juga sangat baik dilihat dari curah hujan yang stabil, angin yang tenang dan jauh dari tempat yang rawan bencana. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi seperti telur yang dihasilkan ayam Masyarakat Indonesia sangat menggemari makanan yang berbahan dasar telur. Adanya dukungan pemerintah terkait lokasi penelitian. Berupa menjalankan berbagai program pemerintah dengan dukungan masyarakat sebagai strategi dalam upaya meningkatkan produksi ayam ras petelur. Adanya pinjaman kredit lunak dari lembaga perbankan. Berupa mendukung harga jual ayam yang bisa dikatakan stabil walaupun mengalami naik turun, lalu permintaan pasar yang tinggi dengan persediaan telur ayam petelur yang banyak membuat harga telur dibilang stabil. Pengolahan limbah kotoran ternak ayam petelur menjadi pupuk organik. Dapat meminimalisir biaya produksi serta pinjaman kredit lunak dari lembaga perbankan karena memang layak diberikan. Diterapkan pola pemeliharaan dengan cara modern agar berkembang. Berupa perwujudan manajemen waktu dalam pemberian pakan, pemberian vitamin atau vaksin, penggantian ayam petelur yang sudah afkir, semuanya dilakukan secara disiplin dengan pemberian ttugas yang jelas kepada karyawan dan pembuatan jadual pengelolaan peternakan harian. Penyuluhan oleh tenaga kerja profesional dari Pemerintah untuk mengembangkan usaha ini bahwa masih rendahnya tingkat pendidikan para peternak ayam petelur. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 15 walaupun pekerja keras, perlu melakukan pelatihan kepada karyawannya untuk memastikan tenaga kerja tersebut layak. Ancaman Produktivitas usaha peternakan ayam petelur yang ternyata belum stabil. Bahwa memang belum stabil dan harga dari pakan ternak ayam peternak masih naik Resiko keamanan produk usaha peternakan ayam petelur. Bahwa dipengaruhi oleh lingkungan tempat budidaya yang jauh dari pasar. Serangan virus atau penyakit secara mewabah dan mendadak pada ayam Sebagai kejadian yang luar biasa beresiko bagi usaha peternakan ini. Perubahan pola beli konsumen terhadap ternak ayam petelur. Dapat disebabkan harga telur dan daging ayam yang naik turun sehingga belum stabil. Fluktuasi harga ayam petelur dalam usaha peternakan ini. Dapat disebabkan harga input produksi yang tinggi dan harga dari pakan ternak ayam peternak mengalami naik turun. Perubahan cuaca atau iklim dalam usaha peternakan ayam petelur ini. Dapat menjadi ancaman yang selalu harus terpantau dengan baik dan benar. Tabel 5. Hasil Analisis Matriks EFE pada usaha peternakan ayam petelur di desa sumber sekar kecamatan dau kabupaten Malang Faktor-faktor Eksternal Bobot Peringkat Skot Bobot Peluang Tingginya permintaan pasar terhadap ternak ayam petelur. 0,07 Harga beli ternak ayam petelur yang masih relatif tinggi. 0,06 Dukungan berupa potensi wilayah sekitar usaha peternakan ayam petelur. 0,07 0,28 Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi seperti telur yang dihasilkan ayam petelur. 0,05 0,20 Adanya dukungan pemerintah terhadap usaha peternakan ternak ayam petelur pada lokasi penelitian. 0,07 0,28 Adanya pinjaman kredit lunak dari lembaga perbankan untuk usaha peternakan ayam petelur seperti ini. 0,05 0,20 Pengolahan limbah kotoran ternak ayam petelur menjadi pupuk 0,07 0,28 Adanya usaha peternakan ayam petelur maka diterapkan pola pemeliharaan dengan cara modern agar berkembang. 0,05 0,05 Penyuluhan oleh tenaga kerja profesional dari Pemerintah untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. 0,07 0,05 Total 1,86 Tabel 6. Hasil Analisis Matriks EFE pada usaha peternakan ayam petelur di desa sumber sekar kecamatan dau kabupaten Malang Ancaman Produktivitas usaha peternakan ayam petelur yang ternyata belum stabil. 0,06 0,06 Resiko keamanan produk usaha peternakan ayam petelur. 0,08 0,08 Serangan virus atau penyakit secara mewabah dan mendadak pada ayam petelur. 0,07 0,07 Perubahan pola beli konsumen terhadap ternak ayam petelur. 0,07 0,07 Fluktuasi harga ayam petelur dalam usaha peternakan ini. 0,07 0,07 Perubahan cuaca atau iklim dalam usaha peternakan ayam petelur ini. 0,07 0,07 Total 0,42 Jumlah Total 2,28 Sumber: data primer diolah . Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 16 Hasil matriks EFE didapatkan rata-rata total skor bobot, diperoleh untuk unsur peluang sebesar 1,39 dan unsur ancaman dengan rata-rata total skor bobot sebesar 1,25. Sehingga rata-rata jumlah total skor bobot dari faktor eksternal . eluang dan ancama. diperoleh sebesar 2,47. Matriks IE (Internal Externa. Hasil analisis matriks IFE dan EFE didapatkan rata-rata jumlah total skor bobot untuk IFE sebesar 2,12 dan skor bobot total EFE sebesar 2,47. Nilai IFE akan menjadi sumbu X pada matriks IE sedangkan nilai EFE akan menjadi sumbu Y pada matriks IE. Gambar 1. Hasil analisis matriks IE pada usaha peternakan ayam petelur di desa sumber sekar kecamatan dau kabuoaten malang Hasil analisis faktor internal-eksternal didapatkan titik kurva pada sel V sebagai hasil jawaban 15 . ima bela. orang informan dan sebagai titik temunya, bukan pada sel-sel matriks yang lain. Pada titik inilah diperoleh strategi terbaik yang bisa digunakan berupa menjaga dan mempertahankan (Horld and Maintai. Strategi yang umum digunakan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi membuat usaha peternakan ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang khususnya, untuk mempertahankan dan menjaga kekuatan yang dimiliki serta memaksimalkan peluang yang dimiliki untuk menghindari ancaman yang merugikan. Posisi usaha peternakan ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang yang didapatkan dari matriks IE akan menentukan alternatif strategi yang dirancang pada matriks SWOT. Alternatif strategi manajemen usaha yang akan dirancang adalah yang berkaitan dengan penetrasi pasar dan pengembangan produk. Matriks SWOT Tabel Hasil Analisis Matriks SWOT Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 17 Tabel 7. Tabel Hasil Analisis Matriks SWOT IFE EFE Peluang/Opportunities (O) Tingginya permintaan pasar terhadap ternak ayam petelur. Harga beli ternak ayam petelur yang masih relatif tinggi. Dukungan berupa potensi wilayah sekitar usaha peternakan ayam Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi seperti telur yang dihasilkan ayam petelur. Adanya dukungan pemerintah terhadap usaha peternakan ternak ayam petelur pada lokasi penelitian. Adanya pinjaman kredit lunak dari lembaga perbankan untuk usaha peternakan ayam petelur seperti ini. Pengolahan limbah kotoran ternak ayam petelur menjadi pupuk organik. Adanya usaha peternakan ayam petelur maka diterapkan pola pemeliharaan dengan cara modern agar berkembang. Penyuluhan oleh tenaga kerja profesional dari Pemerintah untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Ancaman/Threats (T) Produktivitas usaha peternakan ayam petelur yang ternyata belum stabil. Resiko keamanan produk usaha peternakan ayam petelur. Serangan virus atau penyakit secara mewabah dan mendadak pada ayam petelur. Perubahan pola beli konsumen terhadap ternak ayam petelur. Fluktuasi harga ayam petelur dalam usaha peternakan ini. Perubahan cuaca atau iklim dalam usaha peternakan ayam petelur ini. Kekuatan/Strength (S) Minat untuk menjadi peternak ayam Modal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Kemudahan untuk memperoleh bibit ayam petelur. Pengalaman yang cukup luas untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Pengaruh meningkatkan produksi usaha peternakan ayam petelur. Kemudahan dalam memperoleh pakan ayam petelur pada usaha peternakan. Kemudahan budidaya atau kecilnya resiko dalam usaha peternakan ayam Dukungan berupa potensi sumber daya alam pada usaha peternakan ayam Kelemahan/Weakness (W) Masih rendahnya tingkat pendidikan para peternak ayam petelur. Masih rendahnya jumlah kepemilikan ayam petelur. Adanya keterbatasan modal usaha peternakan ayam petelur. Masih rendahnya akses terhadap teknologi dan perkembangan teknologi pada usaha peternakan ayam petelur. Teknologi budidaya pada usaha peternakan ayam petelur yang masih bersifat tradisional. Harga pakan ternak ayam petelur yang masih mahal. Pola pemeliharaan ternak ayam petelur yang masih tradisional. Manajemen usaha peternakan ayam petelur yang masih rendah. Strategi S Ae O Strategi W Ae O Kemudahan untuk memperoleh bibit 1. Memperbaiki dan meningkatkan jumlah kepemilikan ayam petelur tingginya permintaan pasar terhadap untuk menunjang tinggi permintaan ternak ayam petelur. pasar terhadap ternak ayam petelur. Kemudahan dalam memperoleh pakan 2. Memperbaiki manajemen usaha peternakan ayam petelur yang masih tingginya permintaan pasar terhadap rendah untuk memenuhi Tingginya ternak ayam petelur. permintaan pasar terhadap ternak Pengalaman yang cukup luas untuk ayam petelur. mengembangkan usaha peternakan 3. Teknologi budidaya pada usaha ayam petelur didukung penyuluhan peternakan ayam petelur yang masih oleh tenaga kerja profesional dari bersifat tradisional, sehingga perlu Pemerintah untuk mengembangkan adanya usaha peternakan ayam usaha peternakan ayam petelur. petelur maka diterapkan pola Kemudahan budidaya atau kecilnya pemeliharaan dengan cara modern resiko dalam usaha peternakan ayam agar berkembang. Pengolahan limbah kotoran ternak ayam petelur menjadi pupuk organik diterapkan pola pemeliharaan dengan untuk mengatasi harga pakan ternak cara modern agar berkembang. ayam petelur yang masih mahal. Minat untuk menjadi peternak ayam 5. Adanya pinjaman kredit lunak dari petelur didasari tingginya permintaan lembaga perbankan untuk usaha pasar terhadap ternak ayam petelur. peternakan ayam petelur seperti ini Minat untuk menjadi peternak ayam untuk mengatasi keterbatasan modal petelur didasari harga beli ternak ayam usaha peternakan ayam petelur. petelur yang masih relatif tinggi. Strategi S Ae T Strategi W Ae T Modal untuk mengembangkan usaha 1. Mengatasi masih rendahnya jumlah peternakan ayam petelur karena kepemilikan ayam petelur untuk adanya keterbatasan modal usaha memperbaiki Perubahan pola beli peternakan ayam petelur. konsumen terhadap ternak ayam Perubahan cuaca atau iklim dalam usaha peternakan ayam petelur ini 2. Memperbaiki manajemen usaha peternakan ayam petelur yang masih dukungan berupa potensi sumber daya rendah agar produktivitas usaha alam pada usaha peternakan ayam peternakan ayam petelur menjadi Kemudahan budidaya atau kecilnya resiko dalam usaha peternakan ayam petelur dengan mengatasi resiko keamanan produk usaha peternakan ayam petelur. Sumber: data primer diolah . Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 18 Simpulan dan Saran Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi existing usaha ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang bahwa peternakan ayam petelur merupakan salah satu bisnis peternakan di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang, yang mana bisnis ini sudah cukup lama dan ada juga baru memulai menjalankan dan mempunyai nilai jual yang menguntungkan. Untuk faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang bahwa terdapat 16 . nam bela. strategi yang dapat digunakan dengan penjelasan terhadap setiap strategi alternatif tersebut yaitu: Strategi SO (Kekuatan Ae Peluan. yang dibuat sesuai dengan jalan pikiran pada usaha peternakan ayam di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang ada demi mencapai dan menafaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi ST (Kekuatan Ae Ancama. merupakan strategi dalam menggunakan dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki usaha peternakan ayam di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang dalam mengatasi ancaman yang Sehingga ancaman yang dimiliki usaha peternakan ini dapat diminimalisir dengan baik dari sisi internal. Strategi WO (Kelemahan Ae Peluan. merupakan strategi yang digunakan berdasarkan pemanfataan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang dimiliki sehingga peluang yang dimiliki dapat menutupi kelemahan usaha peternakan yang dimiliki, dan. Strategi WT (Kelemahan Ae Ancama. merupakan strategi yang berdasarkan pada kegiatan yang bersifat pertahanan diri serta mendorong usaha peternakan untuk mempertahankan usahanya dari kelemahan yang dimiliki serta menjaganya dari ancaman yang datang. Untuk strategi manajemen yang tepat untuk mengembangkan usaha ayam petelur di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang bahwa hasil analisis SWOT maka strategi manajemen usaha peternakan ayam di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang adalah strategi Horld and Maintain . enjaga dan mempertahanka. melalui strategi intensif atau strategi integrasi. Pengembangan usaha peternakan ayam berada pada kuadran V pada matriks I-E menggambarkan bahwa strategi yang umum digunakan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Penelitian ini menyarankan agar tetap memanfaatkan sumberdaya alam secara bijaksana dan berkelanjutan serta selalu menjaga kelestarian lingkungan. Selalu mencari inovasi baru agar peternakan ayam petelur tidak ketinggalan dalam hal pemasaran. Membina hubungan yang baik dengan calon konsumen maupun konsumen yang sudah ada dan strategi lain tentunya mempertahankan standar kualitas untuk produk telurnya. Referensi