JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Volume. 3 Nomor. Periode: Januari Ae Juni 2019. p-ISSN : 2580-1112. e-ISSN : 2655-6669 Copyrighr @2019 Penulis memiliki hak cipta atas artikel ini journal homepage: https://ejournal. Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi (JIKO) Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual Pada Klien Dengan Cedera Medula Spinalis Harun Al Rasid1. Masfuri2. I Made Kariasa3 Departemen Keperawatan Medikal Bedah. Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Indonesia. Depok Abstrak Cedera Medula Spinalis (CMS) mengakibatkan deficit neurologis yang mempengaruhi seksualitas. Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan yang kompleks dan oleh sebagian besar klien dianggap tabu . untukdi diskusikan terutama di Indonesia. Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan seseorang dan oleh sebagian besar klien dianggap tabu . untuk didiskusikan terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran makna dari pengalaman perubahan fungsi seksual pada klien dengan cedera medulla spinalis. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada enam partisipan. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan. Analisa data menggunakan metode Collaizi. Penelitian ini menghasilkan enam buah tema yaitu . kesedihan akibat kelemahan/perubahan fisik, . perubahan fungsi seksual, . respon psikologis terhadap perubahan fungsi seksual, . cara mengekspresikan fungsi seksual, . harapan untuk memenuhi kebutuhan seksual dan . harapan terhadap pelayanan keperawatan di rumah sakit dalam mengatasi masalah kebutuhan seksual. Hasil penelitian diatas dapat dijadikan dasar penelitian lebih lanjut. Kata Kunci : Cedera Medula Spinalis. Seksualitas. Perubahan Fungsi Seksual Abstract Spinal cord injury (SCI) impacxt on neurological deficits and sexuality. Sexuality is an integral part of the individual life which is complex problems at the issues are that considered taboo . to be discussed, especially in Indonesia. The purpose of this study was to get an idea of the significance of experience changes in sexual function in clients with spinal cord injury. This is a qualitative study with phenomenological approach involving six participants. Collecting data with in-depth interviews and field notes. Data were analyzed with CollaiziAos method. The result found six themes,. sadness due to weakness / physical changes, . change in sexual function, . the psychological response to changes in sexual function, . how to express sexual function, . hopes for the sexual needs and . expectations of nursing care in hospitals addressing sexual needs. That study can be used further studies. Keyword : Spinal Cord Injury. Sexuality. Changes of Sexual Function 1,2,3 e-mail: ns. alrasidkmb13@gmail. Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Pendahuluan Cedera medula spinalis (CMS) atau spinal cord injury (SCI) masih merupakan masalah kesehatan mayor 000 sampai 500. orang hampir di setiap negara, dengan 000 cedera baru yang terjadi setiap tahunnya. Setengah dari kasus ini akibat kecelakaan lalu lintas, selain itu akibat jatuh, olah raga, kecelakaan kerja dan akibat luka tembak, serta merupakan salah satu penyebab utama disabilitas neurologis yang diakibatkan trauma yang genitourinary, gastrointestinal, motorik, (Benevento. Barbara T dan Sipski, 2. Cedera Medula spinalis ( CMS) neurologis yang disebabkan oleh benturan pada daerah medula spinalis (Smeltzer. Hinkle. Bare, & Cheever. Menurut Ignatavius dan Workman . CMS adalah fraktur atau lepasnya satu atau lebih dari bagian vertebra yang menyebabkan kerusakan pada medula spinalis dan akar syaraf sehingga terjadi defisit neurologis dan keduanya yang pada akhirnya akan mengakibatkan kehilangan sebagian atau keseluruhan fungsi rasa dan gerak daerah cedera. Sedangkan menurut (WHO, 2. CMS adalah semua lesi pada spinal cord, conus medullaris dan cauda equina yang menyebabkan kerusakan pada medula spinalis akibat trauma dan non trauma. Data Statistik Nasional Cedera Medula Spinalis (Centre, menyebutkan bahwa ada sekitar 40 kasus per satu juta populasi atau sekitar 12. kasus baru cedera medula spinalis terjadi di Amerika Serikat namun tidak termasuk yang meninggal saat kejadian per tahun. Berdasarkan data dari Korlantas Mabes Polri (Polri, 2. disebutkan bahwa sepanjang tahun 2012 jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 118 ribu kasus kecelakaan dimana korban meninggal dunia mencapai 29. 544 jiwa. Jumlah kecelakaan pada tahun 2012 tersebut meningkat 8% dari angka kecelakaan pada tahun 2011 yang 776 kasus kecelakaan. Angka kecelakaan pada tahun 2012 tersebut menyebabkan kerugian materil mencapai 298 milyar rupiah dimana kerugian materil tersebut juga ikut meningkat sekitar 5% dari kerugian materil pada tahun 2011 yang mencapai 286 milyar rupiah. Medula spinalis berfungsi sebagai jembatan sistem komunikasi diantara otak sebagai penerima informasi sebelum memberikan satu perintah, dan sistem syaraf perifer yang bertugas mengontrol fungsi pernafasan, irama jantung, tekanan darah, keringat, pengontrol suhu, berkemih, buang air besar, seksual, dan fungsi organ vital lainnya (Dumont et al. Shepherd Center. KPKinteractive. Society. Association, & Foundation. Cedera primer menyebabkan kerusakan permanen secara klinis (Dumont et al. , 2. Dampak penting lainnya akibat CMS yang sering terjadi yaitu pada genitourinary, gastrointestinal, dan fungsi seksual. Fungsi area ini sangat penting bila terganggu akibat CMS, namun dampaknya tergantung dari derajat dan tingkat kerusakan syaraf (Benevento. Barbara T dan Sipski, 2. Pada laki-laki terjadi perubahan secara fisik mengenai pengontrolan aktivitas seksual, seperti erection, ejaculation, dan persepsi orgasm, serta perubahan perilaku seksualnya. Fungsi ereksi dapat terjadi dalam 2 cara, yaitu: pertama reflek terjadi melalui Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. parasymphathetic neurologic, kedua hypogastric plexus pada T11 Ae L2 dan juga segmen sacral. Pada perempuan, psychogenic genital vasocongestion . erhubungan dengan kelembaban organ Kebutuhan menjadi komponen yang penting dari aspek sosial, psikologi, dan biologi bagi setiap manusia. Permasalahan mengenai seksualitas pada klien dengan CMS masih perlu dieksplorasi lebih lanjut terutama di Indonesia karena sampai saat ini permasalahan seksual masih dianggap hal yang tabu untuk diperbincangkan dan belum dipublikasikan. Perubahan fungsi seksual yang terjadi setelah cedera medula spinalis dapat menimbulkan rasa bersalah dan penolakan tidak hanya dari diri sendiri akan tetapi bisa datang dari pasangan baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah dan hidup berumah tangga serta mempunyai keturunan sehingga menyebabkan permasalahan dalam pola hubungan pasangan yang Metode Penelitian ini merupakan penelitian Partisipan adalah seluruh pasien CMS yangt sudah menikah dan sudah pernah dirawat di RSUP Fatmawati. Partisipan dipilih dengan menggunakan tehnik purposive sampling . esuai tujua. dengan fokus penelitian kualitatif dengan kedalaman dan proses serta pencapaian saturasi dan variasi Penelitian ini melibatkan 6 orang Penelitian dilakukan di RSUP Fatmawati prinsip-prinsip etik, yaitu respect for human dignity, . respect for free and informed consent, . respect for vulnerable persons, . respect for privacy and confidentiality, . respect of justice and inclusiveness, . balancing harms and benefits, . minimizing harm, . maximazing benefit (Loiselle. Profetto. Polit & Beck, 2. Pengumpulan dengan metode wawancara mendalam ditambah dengan catatan lapangan. Adapun tahapan pengumpulan data terdiri dari tiga tahap diawali dengan pembuatan surat keterangan lolos kaji etik dari Komite Etik Penelitian FIK UI dilanjutkan dengan mendapatkan izin dari rumah sakit tempat penelitian Tahap kedua peneliti melakukan orientasi terhadap partisipan dengan membina hubungan saling percaya, melakukan pendekatan yang disesuaikan dengan latar belakang sosial budaya agar partisipan merasa nyaman dan dapat memberikan informasi yang Tahap Sebelum dilakukan wawancara, calon partisipan diberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian dengan memberikan informed consent. Wawancara dilakukan selama 45-60 menit dilengkapi dengan digital voice recorder dan catatan Pada tahap terminasi dilakukan konfirmasi hasil wawancara pada semua Manajemen data dilakukan pada hasil wawancara dan catatan lapangan. Hasil dokumentasi dibuat dalam bentuk transkrip verbatim yang disimpan dalam file word dan dijadikan folder selanjutnya disimpan dalam hard disk laptop dan diberikan password. Analisis data dilakukan menggunakan model Collaizi . klarifikasi hasil analisa data dengan mendatangi kembali saat diperlukan konfirmasi data. Adapun keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan prinsip credibility . , dependability . Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. (Afiyanti & Rachmawati. Hasil Penelitian Penelitian ini melibatkan 6 . orang partisipan yang terdiri dari 2. orang perempuan dan 4. orang laki-laki. Usia rata-rata 35. 7 tahun dengan rentang usia termuda 32 tahun dan tertua 44 tahun. Semua partisipan beragama islam dengan pendidikan 2 orang tamat SMP, 3 orang tamat SMA, 1 orang tamat D3, status pekerjaan bervariasi yang antara lain 1 orang sebagai ibu rumah tangga, dan 1 orang lagi sebagai penjahit di panti, 2 orang karyawan swasta, dan 1 orang anggota POLRI. Lokasi CMS pada dua orang perempuan pada thorakal 11-12 yang mengakibatkan kedua kaki lumpuh tidak mampu digerakan, kehilangan rasa mulai dari perut sampai ujung kaki. Dua orang laki-laki terkena luka tusuk dan luka tembak di thorakal 4-6 sehingga kedua kaki lumpuh tidak mampu digerakan dan kehilangan rasa mulai dari dada sampai ujung kaki, 1 orang laki-laki mengalami fraktur dislokasi pada thorakal 4-8, kehilangan rasa mulai dari dada sampai ujung kaki, dan 1 orang laki-laki mengalami infeksi tulang pada thorakal 5-7 sehingga kedua kaki lumpuh dan tidak bisa digerakan dengan kehilangan rasa mulai dari dada sampai ujung kaki. Penelitian 6. buah tema, yaitu . Kesedihan akibat kelemahan/perubahan fisik, . Merasakan adanya perubahan fungsi seksual, . Respon psikologis terhadap perubahan fungsi seksualitas, . Cara mengekspresikan fungsi seksual. Harapan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya, . Harapan terhadap pelayanan keperawatan di Rumah Sakit dalam mengatasi masalah kebutuhan Kesedihan kelemahan/perubahan fisik Beberapa respon partisipan berupa kesedihan akibat kelemahan/perubahan fisik yang diungkapkan saat pertama kali didiagnosa dokter mengenai cedera medula spinalis bervariasi, ada yang menyatakan sedih nggak bisa jalan lagi dan hanya berada di kursi roda seperti pernyataan yang disampaikan oleh (P. dan (P. berikut ini : AuYa sedih aja awalnya sehat wal afiat bisa jalan, punya pekerjaan namun setelah kecelakaan sama sekali tidak bisa jalan, tidak ada yang bisa dilakukan hanya menunggu bantuan orang lain, nggak bisa jalan lagi hanya di kursi roda seperti ini . Ay. (P. Perubahan fungsi seksual Ekspresi seksual adalah bagian dari kebutuhan dasar individu. Pada bulan pertama setelah mengalami cedera mendiskusikan kehilangan kemampuan ereksi, ejakulasi, dan kesuburan secara normal dapat merusak. Berikut ungkapan yang dialami mengenai perubahan fungsi seksualitas setelah mengalami cedera medula spinalis, sebagai berikut : Auakibat kecelakaan saya kehilangan rasa mulai dari pinggang sampai ke bawah terutama sekitar kemaluan tidak bisa merasakan dan tidak bisa menjepit lagi . a aa. )saat punya suami masuk ditambah sekarang kesulitan menahan kencing terutama saat akan hubungan intimAy. (P. AuSebelum melakukan onani lamanya sekitar 2 sesudah menikah pernah sih istri membantu saya merangsang dengan memegang penis saya sampai ereksi dan membuat sakit tapi akhirnya nggak keluar juga spermanya kadang membuat saya kesal . Ay (P. Pengalaman berkepanjangan membuat salah seorang Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. memperhatikan kondisi pasangannya seperti yang diungkapkan berikut ini : AuSebenarnya sejak mengonsumsi obat nyeri dosis tinggi membuat saya selalu mengantuk dan tidak ada gairah sama sekali terhadap istri sampai saya hiraukan keberadaan istri sayaAy. (P. Respon psikologis terhadap perubahan fungsi seksual Penurunan fungsi seksual klien dengan cedera medula spinalis dapat Ini dapat ditemukan pada klien dengan kecenderungan depresi, cemas, dan gembira berlebihan. Berdasarkan tujuan penelitian ini dimana peneliti ingin mengetahui perubahan fungsi seksual dan makna dari berduka klien akibat cedera medula spinalis, namun setelah wawancara dan proses analisis dilakukan, peneliti hanya memperoleh sedikit informasi dari cerita Ungkapan sedih yang mendalam lebih kepada kondisi tubuh secara menyeluruh. Respon psikologis yang dimaksud berupa ekspresi emosi klien saat mengetahui masalah yang muncul setelah cedera. Berikut beberapa pernyataan mengenai respon emosional partisipan terkait perubahan fungsi seksual : Ausaya khawatir dengan perasaan suami sekarang saya . merasa tidak mampu menjepit lagi sehingga mendapat balasan"(P. Pengertian dan penerimaan kondisi pasangan sejak sebelum menikah menjadikan komitmen keberlangsungan hubungan selama ini, seperti yang diungkapkan berikut : Ausaya merasa minder melihat lawan jenis dengan kondisi saya di kursi roda apalagi kemaluan saya hanya mimpi basahAy. (P. Cara Cara seksual pada masing-masing pasangan bervariasi Berikut beberapa ungkapan yang disampaikan partisipan : Perasaan tidak nyaman dialami partisipan yang mengalami cedera medula spinalis namun ditinggalkan suaminya begitu saja tanpa perceraian dan baru beberapa tahun kemudian setelah tinggal di satu panti mulai memberanikan diri untuk menikah dengan orang normal dalam artian tidak pernah mengalami cedera medula spinalis sehingga mendapatkan pengalaman yang unik karena pasangan nampaknya belum bisa beradaptasi seperti yang disampaikan berikut: AuDengan kondisi saya yang belum bisa mengatur kencing setelah saat suami minta suka bilang sih tunggu ya Aoao aku mau kencing dulu kebelet banget nih. Aoao nih aku udah selesai kencingnya ayo kita naik, kadang si aa menolak dan udah lama dirayu baru dia mau diajakAy. (P. Ada dua pasangan yang sudah membina hubungan saling percaya dan memahami kondisi fisik masing-masing beradaptasi seperti pernyataan mereka sebagai berikut : AuMenyempatkan sayangsayangan di rumahAy. (P. Harapan untuk memenuhi kebutuhan Beragam alasan diungkapkan para partisipan mengenai harapan dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, seperti (P. demi menjaga kelangsungan rumah tangga dan bisa memenuhi perannya sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anaknya selalu menjaga keharmonisan pasangan sambil mencari dukungan dari teman-teman sesama paraplegi saat ke Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. rumah sakit ataupun bermain ke panti dimana dia berasal seperti pernyataannya sebagai berikut : AuSelama . ambil tertaw. dan berharap istri bisa kembali sih namun saat ini untuk mencari perempuan lain belum terpikirAy(P. AuIngin menikah lagi dan mempunyai keturunanAy (P. Harapan keperawatan di rumah sakit dalam mengatasi masalah kebutuhan seksual Sejak awal kecelakaan setiap klien yang mengalami cedera medula spinalis belum memahami bagaimana nasib selanjutnya ke depan. Beberapa harapan partisipan terhadap masalah seksual diungkapkan sebagai berikut: AuBisa memberikan pencerahan atau informasi yang tepat dari tenaga kesehatan rumah sakit pada mengatasi masalah yang dialami spinalisAy. (P. Pembahasan Kesedihan kelemahan/perubahan fisik Kelemahan/kelumpuhan ekstremitas bawah awalnya membuat partisipan merasa sedih akibat lumpuh atau tidak mampu berjalan, sangat ketergantungan pada orang lain, mereka merasa tidak ada yang bisa dikerjakan dengan keterbatasannya, kehilangan pekerjaan, kehilangan pasangan hidup setelah mengalami cedera medula spinalis, bahkan ada satu partisipan yang merasa kehilangan semangat hidup karena sewaktu sehat berperan sebagai tulang punggung pengganti orang tua. Pernyataan kelemahan/perubahan fisik setelah cedera medula spinalis tersebut menyebabkan kesedihan yang mendalam dari para dikemukakan Dezarnaulds . dalam penelitiannya bahwa terjadi reaksi emosi berupa kesedihan dan ketakutan tidak ada yang mampu dikerjakan dan kehilangan kontrol Bagaimanapun, tidak hanya orang yang mengalami cedera medula spinalis yang merasa terbebani akibat cedera tersebut tapi juga semua keluarga besar terlibat (Chan, 2. Perubahan fungsi seksual Perubahan fungsi seksual pada lakilaki seperti ketidakmampuan untuk ejakulasi merupakan hal yang sering dialami klien dengan cedera medula spinalis seperti yang dialami partisiapan (P. , (P. , dan (P. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Falavigna. Asdrubal . disebutkan bahwa laki-laki dengan CMS mengalami mendapatkan keturunannya. Cedera Medula Spinalis (CMS) bisa menjadikan suatu pengalaman yang dramatis seperti cedera yang disertai kehilangan fungsi sensorik dan motorik, serta kerusakan fungsi seksual yang dialami oleh seseorang dalam kehidupannya (Hess & Hough, 2. Laki-laki dengan cedera low psychogenic erection. Banyak laki-laki dengan CMS dapat mengalami reflex erection dengan rangsangan fisik jika syaraf S2-S4 tidak mengalami kerusakan (Hess & Hough, 2. Banyak laki-laki dengan CMS mampu mempertahankan ereksi hanya ketika penis dirangsang saat melakukan aktivitas seksual (K. Connell. Penurunan . exual arousa. exual merupakan faktor yang sering terjadi setelah cedera medula spinalis dimana kepuasan seksual (K. Connell, 2. Bagi partisipan wanita seperti yang disampaikan oleh (P. dan (P. dimana Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. fungsi seksualnya masih lebih baik serta masih mengalami menstruasi. Hal ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan Khanal, . dinyatakan bahwa wanita dengan CMS dapat hamil tergantung dari level/tingkatan dari cedera, mungkin juga akan mendapatkan kesulitan transferring, masalah dengan perkemihan, infeksi saluran kemih, autonomic dysreflexia dengan cedera diatas T6, konstipasi, kelahiran prematur dan kehilangan kontraksi uterus dengan lesi diatas T10. Menstruasi pada seorang wanita yang mengalami cedera medula spinalis sangat penting (M. Alexander. Seksualitas merupakan suatu hal mempengaruhi perkembangan seseorang seperti faktor biologis, psikologis, sosiologis, spiritual dan budaya dalam hubungan interpersonal (K. Connell. Efek pada respon seksual tergantung pada level dan beratnya pengalaman seksual (Hess & Hough. Aktivitas seksual merupakan salah satu aktivitas yang penting dalam kehidupan sehari-hari setiap individu terutama yang sudah menikah dan aktivitas seksual ini juga merupakan konsentrasi utama seorang laki-laki dengan masalah cedera medula spinalis (Phelps. Albo. Dunn, & Joseph, 2. Pada fase rehabilitasi dimana seseorang dengan cedera medula spinalis baik yang sudah menikah dan baru mengalami cedera ataupun pasangan yang baru saja menikah dan mengalami perubahan fungsi seksual yang terjadi masing-masing pasangan sudah mulai dilibatkan pada situasi baru untuk belajar beradaptasi yang lebih baik (S. Angel. Seperti yang dinyatakan oleh Falavigna. Asdrubal . , bahwa laki-laki dengan CMS mengalami perubahan fungsi seksual dan ketidakmampuan ejakulasi namun perubahan fungsi seksual akan tergantung pada level dan beratnya cedera (Hess & Hough, 2. Pendidikan seksual masih kurang untuk rehabilitasi (Hess & Hough, 2. Respon psikologis terhadap perubahan fungsi seksual Respon psikologis yang dirasakan partisipan terhadap perubahan fungsi seksual akibat cedera medula spinalis adalah timbulnya rasa minder, khawatir terhadap pasangan yang diungkapkan saat wawancara mendalam pada proses pengambilan data. Kehilangan sesuatu yang berharga bagi seseorang sangat Pengalaman emosional sangat berakibat terhadap kehidupan seksualitasnya secara keseluruhan (Akman, yNelk, & Karata. Setiap perubahan yang terjadi pada seseorang, baik berupa fisik, spiritual, emosi, seksual, keluarga dan sosial budaya merupakan stressor (Potter dan Perry, 2. Stressor yang dialami partisipan berupa dampak dari cedera medula spinalis seperti kehilangan pekerjaan, perubahan peran, ataupun hubungan pasangan seksual. Seksualitas merupakan salah satu komponen utama dari kehidupan. Stress merupakan respon psikologis yang mempengaruhi kognitif, emosional, dan behavior (Potter & Perry. Seksualitas juga merupakan sesuatu yang dinamis yang mana saling sosiologi, spiritual, dan faktor budaya yang mempengaruhi perkembangan seseorang dan kemampuan dalam hubungan dengan orang lain (K. Connel. Seorang perawat perlu mengenal dan memahami mengenai masalah stress yang terjadi pada klien selama perawatan begitupun anggota keluarga yang keperawatan yang diberikan akan lebih efektif (Potter & Perry, 2. Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Cara Setelah CMS banyak sekali yang terjadi diluar kebiasaan perubahan ekspresi yang timbul dengan sendirinya seperti yang diperlihatkan (P. , (P. , (P. saat menceritakan keintiman pasangan seksualnya seperti beberapa partisipan yang lebih berani mempersiapkan diri untuk aktivitas seksualnya seperti pelukan, ciuman, rangsangan manual dan rangsangan genital untuk lebih meningkatkan rasa nyaman pasangan yang mungkin sangat berbeda dengan pasangan yang tidak mengalami CMS. Pernyataan peneliti dari beberapa partisipan selama wawancara mendalam berupa cara mengekspresikan fungsi seksual sangat bervariasi mulai dari kewajiban melayani pasangan sampai kesetiaan terhadap pasangan seksualnya seperti yang dilakukan oleh beberapa partisipan P1. P2. P4, dan P6. Seksualitas menyangkut diekspresikan dalam bentuk perilaku yang beraneka ragam seperti yang dikemukakan oleh Hess & Hough . bahwa faktor hubungan seperti kepuasan pasangan dan kualitas hubungan merupakan hal yang sangat penting dari kepuasan seksual daripada fungsi genital bagi laki-laki maupun wanita dengan CMS. Seksualitas merupakan komponen utama dari kualitas hidup individu dan membahas mengenai seksual masih dianggap hal yang tabu . pada menyebabkan rasa ketidaknyamanan baik bagi individu, orang tua, dan profesional (R. Crawshaw, 2. Mendiskusikan masalah seks seperti sebuah topik istimewa yang awalnya sering dirasakan tidak nyaman dan selalu dihindari untuk partisipan kurang terbuka baik pada pasangan seksnya maupun peneliti yang ingin mendapatkan gambaran perubahan fungsi seksual setelah cedera medula spinalis karena masih dianggap suatu masalah yang sensitif dan bersifat pribadi menjadikan satu kendala yang sangat Sangat tidak mudah untuk mendapatkan informasi mengenai respon seksual dari partisipan dimana pada awal pertemuan belum terbinanya hubungan saling percaya diantara kedua belah pihak apalagi sebagai peneliti pemula. Harapan untuk memenuhi kebutuhan Pengalaman yang diungkapkan partisipan tentang harapan pemenuhan pemahaman serta penerimaan dari pasangan seksualnya mengenai kondisi seksual setelah cedera medula spinalis. Harapan yang diinginkan partisipan setelah mengalami cedera medula spinalis adalah kembali pada kondisi normal, namun penting sekali klien memahami apa arti dari harapan tersebut. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dufault & Martocchio . di dalam hasil penelitiannya yang menggambarkan bahwa harapan sebagai kekuatan yang multidimensi dan dinamis dalam kehidupan seperti harapan positif, kemungkinan yang realistis. Penerimaan kondisi seksual setelah CMS sangatlah penting terutama pasangan seksualnya karena mungkin laki-laki mengalami kehilangan kepuasan seksualnya, percaya diri, dan nilai sedangkan wanita terjadi penurunan hasrat bercinta sehingga mereka mendapatkan kenikmatan lebih kepada dengan pegangan tangan, pelukan,dan ciuman saat hubungan seksual(Torriani. Simone Beatriz Britto. Flavia Costa, 2. Tidak terpenuhinya kebutuhan seks dapat menimbulkan rasa bersalah dan penolakan sehingga menyebabkan permasalahan dalam pola Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. hubungan pasangan (Benevento. Barbara T dan Sipski, 2. Seksualitas menghayati, dan mengekspresikan diri sebagai mahluk seksual, bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bertindak berdasarkan posisinya sebagai mahluk seksual, yaitu bagaimana mereka mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada orang lain melalui tindakan yang dilakukannya seperti sentuhan, pelukan, ataupun berupa isyarat, gerak tubuh,dan cara berpakaian. (WHO, 2. Kekuatan yang muncul dari seseorang atau pasangan untuk menerima dan setuju dengan kondisi kehidupan pasangan seksualnya dengan perubahan yang Dampak dari cedera medula spinalis pada respon seksual tergantung derajat dan lokasi dari cedera(M. Benevento, 2. Harapan keperawatan di rumah sakit dalam mengatasi masalah kebutuhan seksual Partisipan yang mengalami cedera medula spinalis terutama perubahan fungsi seksual pada penelitian ini berharap pada praktisi kesehatan di rumah sakit dimana partisipan pernah dirawat dan mendapatkan edukasi serta berbagai pengalaman terutama di ruang rawat rehabilitasi pasca cedera medula spinalis, pengaruh dan dukungan dari keluarga, sesama paraplegi, dan tenaga kesehatan hingga terbina hubungan saling percaya, sikap perawat yang lebih perhatian, adil, lebih ramah, lebih sabar, terampil serta bertanggungjawab bahkan diselenggarakan pihak rumah sakit terutama masalah kehidupan dan masalah seksual yang mereka alami terutama setelah menikah. Proses rehabilitasi orang dengan cedera medula spinalis bertujuan agar individu mampu beradaptasi pada kondisi terbaru sekarang. Rehabilitasi setelah cedera medula spinalis harus mendapat dukungan secara otomatis dan masyarakat, dan lingkungan kerja sebagai proses penerimaan dari kesulitan dan keterbatasan seseorang diluar seksualitas dan kesehatan seksual (S. Torriani. Britto. Aguiar, 2. Berbagai tantangan yang harus dihadapi baik secara fisik maupun psikologis seseorang dengan cedera medula spinalis sangatlah bervariasi tergantung pada level dari cedera dan derajat kerusakan syaraf yang dialami (M. Benevento, 2. Bagaimanapun, tidak hanya orang dengan cedera medula spinalis yang merasakan efek dari cedera tapi juga seluruh anggota keluarga ikut merasakan (Chan, 2. Perawat dituntut mampu mengatasi masalah kebutuhan adaptasi selama masa Perawat memfasilitasi dengan menciptakan peer group discussion yang mempunyai mendapatkan support system selain dari Sebagaimana proses adaptasi yang dikemukakan oleh Callista Roy, dimana manusia sebagai makhluk lingkungan sebagai respon adaptasi sehat dan sakit. Kesimpulan Penelitian ini memberi gambaran perubahan yang sangat berarti terhadap seksualitas akibat Cedera Medula Spinalis (CMS). Hasil-hasil yang ditemukan menjadi pelengkap terhadap hasil penelitian lainnya terkait seksualitas pada CMS. Diharapkan tema ini dapat dijadikan bahan penelitian lanjutan. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan dan staf rumah sakit dimana penelitian ini dilaksanakan, para partisipan, serta teman-teman komunitas paraplegi yang telah berpartisipasi dan mendukung dalam penelitian ini. Studi Fenomenologi : Pengalaman Perubahan Fungsi Seksual pada Klien A. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Daftar Pustaka Afiyanti. , & Rachmawati. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawatan . st ed. Jakarta: Rajawali Pers. Akman. , yNelk. , & Karata. Sexuality dysfunction in spinal cord-injured men in Turkey. Turkish Journal of Medical Sciences, 45Ae48. http://doi. org/10. 3906/sag-Sexuality Alexander. Recommendations