Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 673 - 680 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu/index Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Diki Heriwan1. Taufina2 . Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia1,2 e-mail: dikiheriwan1@gmail. com1, taufina@fip. Abstrak Latar belakang penelitian tentang kegiatan belajar mengajar di kelas yang menjadi pusat perhatian adalah guru, sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar siswa mengharuskan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran, salah satu caranya adalah dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar bahasa Indonesia untuk siswa kelas V di SDN 9 Aie Pacah Padang. Penelitian eksperimental ini menggunakan Randomized Control Group Posttest Only Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VA dan VB, dengan teknik total sampling. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan lotere, sehingga kelas VB diperoleh sebagai kelas eksperimen dengan total 20 siswa dan kelas VA sebagai kelas kontrol dengan total 19 siswa. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar siswa yang diperoleh pada akhir kegiatan penelitian. Data dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis data diperoleh t-hitung = 11,139 dan t-tabel = 3,808 yaitu t-hitung > t-tabel maka hipotesis diterima. Kata kunci: pembelajaran Jigsaw, hasil belajar Abstract The background research on teaching and learning activities in the class that is the center of attention is the teacher, so that it affects the student learning outcomes. The low student learning outcomes require teachers to improve the learning process, one of the ways is by implementing a jigsaw learning model. This study aims to determine the effect of jigsaw learning on Indonesian language learning outcomes for fifth grade students at SDN 9 Aie Pacah Padang. This experimental research uses the Randomized Control Group Posttest Only Design. The study population was all students of class VA and VB, with a total sampling technique. Determination of the experimental class and the control class was conducted by lottery, so that the VB class was obtained as an experimental class with a total of 20 students and the VA class as a control class with a total of 19 students. Research instruments are tests of student learning outcomes obtained at the end of research activities. Data were analyzed using t-test. Based on the analysis of the data obtained tcount = 11,139 and ttable = 3,808 that is tcount > ttable then the hypothesis is accepted. Keywords: Jigsaw lessons, learning outcome Copyright . 2020 Diki Heriwan. Taufina A Corresponding author : Address : Email : Phone : DOI: 10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ae Diki Heriwan. Taufina DOI: 10. 31004/basicedu. mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan di dunia yang tematik di sekolah dasar. Integrasi teknologi dalam bergerak begitu cepat sangat mempengaruhi pembelajaran tematik untuk era Revolusi Industri kemajuan seuatu negara karena salah satu cara 4,0 di sekolah dasar di daerah perkotaan dan megetahui negara itu maju adalah karena tingginya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut Bessho AuEducation is everything that is done by Menurut (Winarto, 2. dalam menjalani the government of a country to reflect the ability of 0 ini. Kepala Sekolah harus mampu students to excel in their lives. Ay Pendidikan adalah segala cara yang dilakukan oleh pemerintah suatu pengembangan diri dan manajemen pendidikan negara untuk mencerdaskan kemampuan peserta yang baik. Oleh karena itu, masalah yang perlu didik agar berprestasi didalam kehidupannya (Bessho et al. , 2. Sedangkan menurut Pane & kompetensi pedagogik guru dalam membuat media Patriana pendidikan adalah suatu langkah dalam pembelajaran sehingga mereka siap menghadapi memperbaiki karakter seseorang agar bisa menjadi berbagai perubahan di bidang pendidikan. Dari pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan dapat uraian diatas dapat disimpulkan menjalani revolusi beradaptasi di lingkungannya (Pane & Patriana. Menurut Madhavi & Murthy kualiatas Dari uraian diatas disimpulkan pendidikan adalah mutu sumber daya yang ada yang sangat itu sangatlah penting dalam rangka untuk menjadi berharga dan dengan sumber daya tersebut dapat pribadi yang cerdas, berprestasi, dan berkarakter Misalnya peningkatan mutu pendidikan dengan revolusi industri 4. 0 sedang kita jalani dan akan pendidikan berbasis hasil ke dalam kurikulum menuju ke tahap revolusi industri selanjutnya, (Madhavi & Murthy, 2. Proses pembelajaran yang berkualitas adalah proses pembelajaran yang teknologi dan informasi. berjalan sesuai dengan tujuan-tujuan pembelajaran Menurut (Taufina et al. , 2. anak yang lingkungan sekitarnya. Sehubungan dengan itu yang mana pembelajaran efektif, efisien dan (Fahyuni Fauji. Proses teknologi dengan mudah mengikuti pembelajaran pembelajaran merupakan langkah untuk mencapai dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam tujuan pendidikan nasional yang dilaksanakan oleh pembelajaran tematik di sekolah dasar. Padahal guru untuk menjadikan siswanya berkarakter anak yang tumbuh dan berkembang dengan tidak (Lubis et al. , 2. kesulitan dan kecanggungan dalam belajar dengan Kedekatan diutamakan dalam rangka menciptakan suasana Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ae Diki Heriwan. Taufina DOI: 10. 31004/basicedu. ceria dan menyenangkan (Taufina, 2. Sekolah hasil belajar Bahasa Indonesia siswa masih banyak dasar merupakan tempat awal peserta didik dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang melaksanakan pendidikan formal, disinilah peran telah ditetapkan di sekolah yaitu 75. Hasil belajar guru sangat besar dalam pengembangan aspek Bahasa Indonesia tersebut dilihat dari hasil kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik ulangan harian i pada ajaran tahun 2017/2018 (Sukma et al. , 2. yang dapat dilihat pada tabel berikut: Siswa sekolah dasar pada umumnya adalah siswa yang berumur 6-7 sampai dengan 12 tahun, pada masa usia ini anak sangat mudah menyerap ilmu pengetahuan (Pina & Rubio, 2. Tabel 1. Nilai Ulangan Harian i pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Kelas Banyak KKM Siswa sekolah dasar siswa akan mempelajari lima bidang Siswa Yang Tuntas Siswa Yang Tidak Tuntas Jumlah Persen Jumlah Persen ilmu pokok yang salah satunya adalah Bahasa Indonesia. Menurut (Kichi Hermansyah Hasanah, 2. pembelajaran bahasa Indonesia Dapat dilihat pada tabel 1 menunjukkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia masih mengajarkan bahasa Indonesia dalam hal lisan dan berada pada kategori rendah jika dilihat dari tulisan dalam bentuk keterampilan. Ketermpilan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan berbahasa Indonesia tersebut adalah keterampilan sekolah pada bidang studi Bahasa Indonesia. dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang Disadari dalam hal ini maka salah satu cara bertujuan menanamkan sikap sosial dan cinta mengatasi kondisi ini adalah dengan mengadaptasi budaya siswa (Muhammadi et al. , 2. model pembelajaran pada bidang studi Bahasa Sesuai dengan kegiatan observasi di SDN 9 Indonesia. Salah satu model pembelajaran yang Aie Pacah Padang hari Selasa, 10 Oktober 2017 peneliti lakukan adalah model pembelajaran bersama guru kelas VA pada pukul 08. koopertif Jigsaw. Model pembelajaran kooperativ WIB, dan di kelas VB pada hari Senin, 16 Oktober Jigsaw ini adalah model pembelajaran yang paling 2017 bersama guru kelas pada pukul 08. sering digunakan dan sangat cocok pada bidang WIB di SDN 9 Aie Pacah Padang, dalam studi Bahasa Indonesia. Karena pembelajaran Jigsaw adalah model pembelajaran yang dirancang Bahasa Indonesia. Diperoleh gambaran bahwa guru jarang menggunakan model pembelajaran, motivasi siswa mengikuti pelajaran tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya masih rendah, siswa kurang aktif mengikuti sendiri dan kelompoknya. Siswa tidak mempelajari pelajaran, dan hasil belajar siswa masih rendah. materi saja melainkan harus dapat mengatasi Berdasarkan dilakukan pada guru kelas VA dan VB SDN 9 Aie Adapun langkah-langkahnya yaitu Pacah Padang, informasi yang diperoleh bahwa sebagai berikut: . siswa dibagi menjadi beberapa Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ae Diki Heriwan. Taufina DOI: 10. 31004/basicedu. kelompok secara heterogen, . beranggotakan 4- variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas 5 orang dengan menggunakan kelompok asal dan penelitian ini adalah model pembelajaran jigsaw, kelompok ahli. Disini guru harus kreatif dan aktif sedang kan variabel terikat penelitian ini adalah supaya dapat mengetahui alur dan latar belakang hasil belajar siswa. Pelaksanaan penelitian dibagi siswa dalam proses pembelajaran (Putra et al. atas tiga bagian yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan Pada teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes. Menurut (Arikunto, 2. METODE Penelitian adalah alat evaluasi atau instrument dalam upaya (Lufri, 2. menjelaskan jenis pengukuran tingkat kemampuan siswa dalam penelitian eksperimen adalah penelitian dengan Berdasarakan penjelasan tersebut cara pengimplementasian kegiatan di lapangan maka peneliti akan melakukan tes dengan cara dengan mengadakan perlakuan terhadap suatu post-tes. post-tes akan dilakukan di kedua kelas setelah dilakasanakan pembelajaran yang berbeda Kemudian pengaruh dari perilaku terhadap variabel yang diteliti tersebut. Rancangan penelitian eksperimen pembelajaran Jigsaw dan kelas kontrol dengan ini adalah dengan cara pengambilan sampel secara model pembelajaran konvensional. acak dijadikan eksperimen (Lufri, 2. Peneliti menggunakan sekelompok subjek dari populasi tertentu, selanjutnya dikelompokkan secara acak menjadi beberapa kelompok kelas, yaitu kelompok HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan hasil perhitungan maka hasil yang diperoleh adalah: kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelompok kelas eksperimen disini yaitu pembelajaran dengan menggunakan model Jigsaw dan kelompok kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran yang Tabel 2. Hasil Validitas Uji Coba Tes Koefisien Validitas 0,800-1,00 Kategori Nomor Soal Jigsaw. Kemudian masing-masing akan diberikan 0,600-0,800 Sangat Tinggi Tinggi tes akhir. 0,400-0,600 Cukup 0,200-0,400 0,00-0,200 Rendah Sangat Rendah biasa atau belum menggunakn model pembelajaran Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VA dan VB SDN 9 Aie Pacah Padang tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel 1,5,12,14,20, 27,28,29,30 2,4,6,7,10,11, 17,19,24, 3,8,21 9,13,15,18, 22,23,25,26 diperoleh dengan cara total sampling, hal ini Dilihat pada tabel 2, kriteria validitas soal karena jumlah populasinya sebanyak 39 orang kriteria sangat tinggi sebanyak 2 buah soal pada siswa sehingga seluruh siswa dijadikan sampel. nomor 5, 6 Sedangkan validitas pada kriteria tinggi Pada pendelitian ini terdapat dua variabel yaitu tidak ada. Kemudian pada validitas kriteria cukup Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ae Diki Heriwan. Taufina DOI: 10. 31004/basicedu. sebanyak 3 buah soal pada nomor 1. Berdasarkan Berdasarkan tabel 4 kriteria taraf kesukaran tabel di atas terlihat bahwa terdapat soal-soal yang soal pada penelitian ini peneliti mendapatkan dari tidak valid yaitu pada nomor soal 3, 8, 9, 13, 15, taraf kesukaran soal yang tergolong sedang untuk 18, 22, 23, 25 dan 26. Sedangkan nomor soal 1, 2, semua soal. Uji reliabilitas berdasarkan rumus 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 14, 16, 17, 19, 20, 21, 24, 27, Kuder Richardson (K-R . 28, 29 dan 30 adalah soal yang valid. Tabel 5. Hasil Reabilitas Uji Coba Soal Tabel 3. Hasil Daya Pembeda Soal Daya Pembeda 0,00 Ae 0,20 0,21 Ae 0,40 0,41 Ae 0,70 0,71 Ae 1,00 Kriteria Nomor Soal Jelek . 8, 9,13,15, 18,22,23,25,26 Cukup . Baik . Baik sekali . 1,2,4,5,6,7, 10,12,14,6, 17,19,28 11,20,21,24,27,29,3 Berdasarkan tabel 3 kriteria indeks daya Sampel Rata-rata Reliabilitas Kriteria 14,40 Tinggi Berdasarkan tabel 5 terlihat bahwa hasil uji coba tes diperoleh reliabilitasnya 0. 76 maka kriteria reliabilitas soal adalah pada kriteria tinggi Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Kedua Kelas Sampel: pembeda soal, sebanyak 7 butir pada nomor soal berada pada kategori baik sekali 11, 20, 21, 24, 27, 29 dan 30. Pada kategori baik terdapat 12 butir Kesimpulan Uji Lilliefors Ltabel 0,195 0,139 Kelompok Posttes Kelas Kontrol Postes Kelas Eksperimen 0,177 Normal 0,190 Normal pada nomor soal 1, 3, 4, 5 ,6, 10, 12, 14, 16, 17, 19 dan 28, kemudian 2 butir pada kategori cukup Sesuai dengan penjelasan tabel pada 6 yaitu nomor soal 2 dan 3, dan 8 butir pada nomor probabilitasnya memenuhi kriteria Lo < LTabel. Pada soal 8, 9, 13, 15, 18, 22, 23, dan 25 masuk kategori kelompok kontrol Lo < LTabel . ,139 < 0,. dan pada post test kelompok eksperimen Lo < LTabel . ,177 < 0,. maka data tersebut berdistribusi Tabel 4. Hasil Analisis Indeks Kesukaran Indek Kesukaran Soal 0,00 Ae 0,30 0,31 Ae 0,70 0,71 Ae 1,00 Kriteria Soal Sukar Soal Sedang Sukar Nomor soal 1,2,3,4,5,6,7, 8, 9,10,11,12,13, 14,15,16,17,18, 19,20,21,22,23,24, 25,26,26,28,29,30 Tabel 7. Hasil Uji Homogenitas Kedua Kelas Sampel Kelompok Jumla Taraf Sampel h (N) Nyata Kelas Kontrol 19 0,05 Kelas Eksperimen 0,05 Fhit Ftab Keterangan 151 2,188 Homogen Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ae Diki Heriwan. Taufina DOI: 10. 31004/basicedu. Sesuai petunjuk pada tabel 7, kelompok data memiliki homogenitas pada taraf signifikansi 0,05 dengan dk = . , karena nilai Fhitung < Ftabel 56-65% 46-55% 36-45% 26-35% 16-25% 0-15% 151 < 2,. Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Variabel Pengukuran t hit Cukup Hampir Kurang Kurang Buruk Buruk Sekali t tab Keterangan Hasil Kontrol Belajar 3,808 2,576 Bahasa Eksperimen Indonesia Tabel 10 menunjukkan hasil belajar Bahasa Signifikan Indonesia post test pada kelompok kontrol siswa kelas V SDN 09 Aie Pacah Padang dari 19 orang sampel dengan 5 orang . 3%) pada klasifikasi Bedasarkan tabel 8 analisis data diperoleh sempurna, 1 orang . 3%) pada klasifikasi baik thitung = 2,41 dan ttabel = 2,04 dimana thitung > ttabel sekali, 5 orang . 3%) pada klasifikasi baik, 1 berarti 2,41 > 2,04. Dengan demikian, dapat orang . 3%) pada klasifikasi lebih dari cukup, 2 disimpulkan bahwa H1 diterima. 5%) pada klasifikasi cukup, 2 orang Setelah dilakukan analisis data hasil belajar . 5%) pada klasifikasi hampir cukup, 2 orang melalui Uji Normalitas. Uji Homogenitas dan Uji . 5%) pada klasifikasi kurang dan 1 orang Hipotesis maka diperoleh skor maksimum, skor . 3%) pada klasifikasi buruk. minimum, nilai rata-rata I , varians (S. , dan simpangan baku (S). Tabel 9. Nilai Rata-rata. Simpangan Baku dan Varians Kedua Kelas Sampel Sampel Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 73,42 23,98 575,146 79,00 16,35 267,3684 Tabel 10. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Kelompok Kontrol Tingkat Nilai Skala Klasifikasi Frekuensi Persentase Penguasaa 96-100% Sempurna 86-95% Baik Sekali 76-85% Baik 66-75% Lebih dari Tabel 11. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Kelas Eksperimen Tingkat Nilai Penguasaan Skala 96-100% 86-95% 76-85% 66-75% 56-65% 46-55% 36-45% 26-35% 16-25% 0-15% Klasifikasi Frekuens Persentase Sempurna Baik Sekali Baik Lebih dari Cukup Hampir Kurang Kurang Buruk Buruk Sekali Tabel 11 menunjukkan distribusi frekuensi hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelompok Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ae Diki Heriwan. Taufina DOI: 10. 31004/basicedu. eksperimen siswa kelas V SDN 9 Aie Pacah ttabel hipotesis diterima, maka terdapat pengaruh Padang dari 20 orang sampel dengan 3 orang yang sangat signifikan terhadap hasi belajar bahasa . %) pada klasifikasi sempurna, 4 orang . %) indoneisa siswa di kelas VB pada semester II di pada klasifikasi baik sekali, 7 orang . %) pada Sekolah Dasar Negeri 9 Aie Pacah Padang pada klasifikasi baik, 4 orang . %) pada klasifikasi tahun ajaran 2018/2019. cukup dan 2 orang . %) pada klasifikasi hampir Setelah eksperimen ini, maka peneliti mengajukan saran- Setelah dilakukan proses penelitian nilai Pertama. Saya menyarankan kepada guru rata-rata pada kelas VA adalah 73. 42 dengan SDN 9 Aie Pacah Padang sering melakukan standar deviasi A 23,98, nilai minimum 20, dan penelitian terhadap kebutuhan peserta didik akan nilai maksimum 100. Sedangkan nilai rata-rata pada VB adalah 79,00 dengan standar deviasi A terhadap keadaan proses pembelajaran, seperti 16,35, nilai minimum 50 dan nilai maksimum 100. menggunakan model pembelajaran jigsaw dan Berdasarkan analisis data diperoleh thitung = 11,139 dan ttabel = 3,808 yaitu pembelajaran efektif, efisien, dan optimal. Kedua. Tujuannya disarankan kepada siswa kelas hipotesis diterima. V SDN 9 Aie Pacah Padang untuk lebih banyak berlatih sesering mungkin dalam hal membaca dan sebagainya SIMPULAN Dalam peningkatkan mutu pendidikan maka supaya menjadi generasi yang berprestasi. langkah yang dilakukan guru adalah memperbaiki pembelajarannya atau menyiasati agar kegiatan pembelajaran yang dilakunya berjalan dengan efisien, efektif, dan optimal. Sehingga kreatifitas yang tinggi dan inovasi guru sangat diperlukan dalam hal ini. Salah satu yang penelitan lakukan di SD 9 Aie Pacah adalah dengan melakukan kegiatan pembelajaran. Sesuai denagn hasil yang diperoleh pada penelitian terdapat pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 9 Aie Pacah Padang, melalui uji t pada taraf 0,05 dengan hasil thitung = 11,139 dan ttabel = 3,808 yaitu thitung > DAFTAR PUSTAKA