Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 1700-1707 Daya Saing Eskpor Kopi Indonesia di Pasar Internasional Competitiveness of Indonesian Coffee Exports in International Markets Angga Dwi Kelana Putra*. Mhd. Buhari Sibuea. Zulheri Noer Magister Agribisnis Univesitas Medan Area. Medan *Email: anggahrp2806@gmail. (Diterima 03-01-2025. Disetujui 25-06-2. ABSTRAK Nilai ekspor indonesia mengalami penurunan nilai ekspor disaat produksi kopi indonesia meningkat. Persaingan dalam merebutkan pasar saat ini dalam rangka meningkatkan dan mempertahanan kuantitas atau volume ekspor di pasar internasional. Peningkatan tersebut untuk dapat bersaing pada pasar internasional untuk dapat unggul dengan Negara lain serta berbagai tantangan yang dihadapi dan dalam upaya peningkatan volume dan nilai ekspor komoditas kopi dengan daya saing dan permintaan kopi di pasar internasional. Peneliti bertujuan menganalisis ekspor komoditas kopi HS 0901 kenegara tujuan terbesar mengekspor ke Negara Egypt. Malaysia. Italy dan Japan, meskipun dalam hal ini volume ekspor kopi mengalami penurunan. Penelitian ini merupakan pengambilan data sekunder secara time series berdasarkan tahun 2018 hingga 2023. Data ekspor yang diteliti merupakan ekspor komoditas kopi dengan kode (Harmonized Syste. HS 0901 ke Negara Malaysia. Japan. Egypt dan Italy dengan menggunakan Analisis Reveated Comparative Advantage dan Indeks Spesialisasi Perdagangan. Hasil menunjukan menyatakan bahwa kopi HS 0901 memiliki daya saing yang kuat secara komparatif pada Negara Malaysia. Egpy dan Japan. Sedangkan pada Negara Italy nilai RCA tidak memiliki daya saing secara komparatif. Secara ISP Indonesia berada pada tahap kematangan dengan menghasilkan Nilai ISP rata-rata 1. Kata kunci: Daya Saing Kopi. RCA. ISP ABSTRACT Indonesia's export value has decreased while Indonesia's coffee production has increased. Competition in seizing the current market in order to increase and maintain the quantity or volume of exports in the international market. The increase is to be able to compete in the international market to be able to excel with other countries as well as various challenges faced and in an effort to increase the volume and value of coffee commodity exports with competitiveness and demand for coffee in the international Researchers aim to analyse the export of HS 0901 coffee commodities to the largest destination countries exporting to Egypt . Malaysia. Italy and Japan, although in this case the volume of coffee exports has decreased. This research is a time series secondary data collection based on 2018 to 2023. The export data studied is the export of coffee commodities with the code (Harmonized Syste. HS 0901 to Malaysia. Japan. Egypt and Italy using Revealed Comparative Advantage Analysis and Trade Specialisation Index. The results show that HS 0901 coffee has strong competitiveness comparatively in Malaysia. Egpy and Japan. While in Italy the RCA value does not have comparative competitiveness. ISP Indonesia is at the maturity stage by producing an average ISP Value of 1. Keywords: Competitiveness of Coffee. RCA. ISP PENDAHULUAN Kopi memiliki peranan khusus dalam perekenonomian dengan dapat mengekspor kopi (Jamil. Nilai ekspor indonesia mengalami penurunan nilai ekspor disaat produksi kopi indonesia meningkat (Gambar . Selain itu Indonesia merupakan Negara yang memiliki nilai ekspor ke empat dunia setelah brazil. Vietnam dan Columbia. Daya Saing Eskpor Kopi Indonesia di Pasar Internasional Angga Dwi Kelana Putra. Mhd. Buhari Sibuea. Zulheri Noer Volume Eskpor Kopi Indonesia Nilai Ekspor Kopi Indonesia Gambar 1. Volume Ekspor dan Nilai Eskpor Kopi Indonesia Sumber: BPS . Berdasarkan hasil (BPS 2. dapat menunjukan bahwa volume ekspor dan nilai ekspor kopi Indonesia mengalami fluktuasi. Pada tahun 2022 nilai dan volume ekspor kopi Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018-2021 tetapi dalam hal ini justru pada tahun 2023 volume dan nilai ekspor kopi Indonesia justru mengalami penurunan. Volume dan nilai ekspor kopi Indonesia dieskpor ke mancanegara dan selebihnya di pasarkan kopi didalam Adapun eskpor kopi ke Negara tujuan dapat menjangkau lima benua yaitu Asia. Afrika. Amerika. Australia Dan Eropa. Dan pada tahun 2023 lima Negara. Hal ini yang justru menjadi perhatian dengan jangkauan pasar yang dimiliki kopi Indonesia justru mengalami Hal ini disebabkan karena kualitas kopi yang dieskpor sebanding dengan komoditas yang di ekspor. Negara pesaing dapat mengimpor kopi sesuai dengan permintaan Negara mereka (Baso and Anindhita 2. Kopi yang dimiliki Indonesia memiliki kelemahan yang menonjol dari segi produktivitas yang rendah, kualitas kopi serta pengaruh iklim yang menyebabkan penurunan hasil produksi panen kopi (Anggraini. Aminudin, and Muhib 2. Penurunan dalam hal eskpor kopi tentu dalam hal ini disebabkan oleh masalah yang terjadi di perkebunan kopi Indonesia. Perkebunan mengalami penurunan produksi, volume, dan produktivitas, yang berdampak pada kuantitas kopi Indonesia. Tanaman kopi yang sudah tua dan berumur lebih dari 25 tahun yang sudah masuk ke fase peremajaan (Silvi and Nia 2. Sedangkan berdasasarkan komoditas unggulan kopi merupakan komoditas yang akan menjadi unggulan (Nurmayenti. Syahrial, and Dermawan 2. Indonesia adalah Negara pengekspor kopi terbesar di dunia dengan peringkat ke 6 dengan nilai ekspor sebesar USD 1. 14 Miliar pada tahun 2022 berdasarkan kopi dengan kode HS 0901, artinya kopi yang digongseng tidak dihilangkan kafeinnya ataupun dihilangkan. Dalam hal ini kopi dengan HS 0901 secara komulatif dapat memberikan kontribusi 79,75% terhadap nilai ekspor kopi di dunia (Roby Darmawan 2. Nilai Ekspor Kopi HS 0901 Dunia Rp35. Rp30. Rp25. Rp20. Rp15. Rp10. Rp5. Rp- Nilai Ekspor Kopi Dunia Gambar 2. Nilai Ekspor Kopi HS 0901 Dunia Sumber: Trademap . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 1700-1707 Berdasarkan gambar 2 dapat menunjukan bahwa nilai ekspor di dunia mengalami fluktuasi terhadap masing masing ekspor kopi di dunia (Febrianti et al. Hal ini jika dilihat menjadi potensi permintaan pangsa besar kopi Indonesia dalam ekspor ke pasar internasional. Di perkuat dengan penelitian (Cen and Faisal 2. menyatakan hasil bahwa permintaan terhadap kopi indonesia meningkat dikarenakan masyarakat amerika serikat mengkonsumsi kopi indonesia sebagai barang inferior. Hal ini juga dipengaruhi dengan daya beli masyarakat amerika dalam jangka panjang ketika pendapatan amerika serikat yang terus bertambah. Berdasarkan Badan Pusat Statistik 2023 bahwa produksi berdasarkan total dalam 3 tahun terakhir produksi kopi mengalami penurunan yang sangat signifikan (Gambar . Hal ini tentu menjadi perhatian dalam peningkatan produksi kopi Indonesia dalam memenuhi permintaan pada pasar internasional. Produksi Kopi Luas Lahan Gambar 3. Luas Areal dan Produksi Kopi Sumber: BPS . Jika dilihat berdasarkan gambar 3 luas areal kopi Indonesia berdasarkan total dari perkebunan Negara, perkebunan swasta dan perkebunan total. Luas areal yang dimiliki Indonesia tidak mengalami penurunan tetapi peningkatan secara sedikit luas areal kopi. Dengan kata lain dengan luas areal kopi yang tidak mengalami penurunan mampu dimanfaatkan dalam meningkatkan produksi kopi dalam menjangkau permintaan pasar di internasional. Dalam meningkatkan devisa Negara komoditas kopi dipengaruhi oleh kenaikan dan penurunan volume ekspor dengan peningkatan volume ekspor komoditas kopi diharapkan mampu mencetak lapangan pekerjaan bagi masyarakatkan khususnya sentra-sentra produksi kopi (Sinta et al. Daya saing dalam komoditas kopi tentu menghadapi persaingan di pasar internasional (Subhani. Mt, and Mirawati 2. Komoditas kopi terbesar Negara Indonesia seperti Brazil. Columbia. Vietnam dan India terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi yang dimana tujuan dari peningkatan tersebut untuk dapat bersaing pada pasar internasional untuk dapat unggul dengan Negara Dengan begitu dengan menyebabkan perkembangan ekspor yang kemungkinan kemampuan daya saing komoditas kopi Indonesia memiliki daya saing pasar internasional oleh kompotitor Negara komoditas kopi (Ananda et al. Persaingan dalam merebutkan pasar saat ini bukan hanya peningkatan kuantitas atau volume ekspor di pasar internasional, tapi komoditas kopi diarahkan kepada orientasi ke konsumen terkait keberlanjutan lingkungan (Oktaviana and Hartono 2. Oleh karena itu dengan berbagai tantangan yang dihadapi dan dalam upaya peningkatan volume dan nilai ekspor komoditas kopi dengan daya saing dan permintaan kopi di pasar internasional. Pasar komoditas kopi pada penelitian ini ditujukan kepada Negara tujuan seperti Malaysia. Japan. Egypt dan Italy. Hal ini didasari dengan nilai ekspor komoditas kopi Indonesia ke Negara yang dituju. Berdasarkan ini peneliti bertujuan menganalisis ekspor komoditas kopi HS 0901 kenegara tujuan terbesar mengekspor ke Negara Egypt dan Malaysia yang terendah adalah Italy dan Japan, meskipun dalam hal ini volume ekspor kopi mengalami penurunan hal ini tentu menjadi pentingnya dalam menganalisis daya saing kopi indindonesia negara tujuan. Dengan mengekspor dapat mendorong komoditas kopi Indonesia untuk mengantisipasi dan bahkan mempertahankan posisi komoditas kopi di pasar internasional. Daya Saing Eskpor Kopi Indonesia di Pasar Internasional Angga Dwi Kelana Putra. Mhd. Buhari Sibuea. Zulheri Noer METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Indonesia untuk menganalisis dengan mengadopsi data informasi pada posisi kopi (Coffea canephor. indonesia di eksportir pasar kopi terbesar dunia melalui website Badan Pusat Statistik (BPS). Statistik kopi Indonesia. United Nations Commodity Trade Statistics Database (UN COMTRADE) dan Trademap. Pada penelitian ini merupakan pengambilan data sekunder secara time series berdasarkan tahun 2018 hingga 2023. Data ekspor yang diteliti merupakan ekspor komoditas kopi dengan kode (Harmonized Syste. HS 0901 dari empat Negara yang merupakan ekspor kopi Indonesia ke Negara tujuan. Ke empat Negara tersebut yaitu Malaysia. Japan. Egypt dan Italy. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian adalah metode Deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif merupakan metode yang bersifat pengumpulan data, penafsiran data beserta hasilnya. Dengan kata lain penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk menganalisis dengan teknik statistic (Sugiyono, 2. Metode kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini yaitu RCA (Revealed Comparative Advantag. ISP (Indeks Spesialisasi Perdaganga. yang akan dioleh menggunakan aplikasi Microsoft excel. Kedua analisis tersebut untuk dapat menganalisis tingkat daya saing ekspor komoditas kopi Indonesia di pasar internasional. Metode RCA bertujuan untuk dapat mengetahui keunggulan kompratif atau daya saing Negara di pasar dunia. Indeks RCA akan dihitung dari beberapa Negara ekspor kopi sehingga keunggulan komparatifnya dapat diperbandingkan (Qineti et al. Secara matematis RCA dapat dirumuskan sebagai berikut : RCA = Keterangan : RCA : Indeks daya saing Xij : Nilai ekspor Indonesia terhadap komoditas j ke negara i Xit : Total nilai ekspor Indonesia ke negara i : Nilai ekspor komoditas j di dunia : Total nilai ekspor dunia Kemudian nilai RCA dalam analisis memiliki nilai > 1 maka Indonesia memiliki daya saing yang kuat dalam komoditas sejenis dengan Negara tujuan dan apabila nilai RCA < 1 maka artinya komoditas Negara tidak memiliki daya saing yang kuat dalam komoditas sejenis dengan Negara tujuan (Suprayogi et al. Kemudian untuk mengetahui menggunakan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). ISP adalah alat analisis yang dilakukan untuk dapat identifikasi posisi perkembangan suatu produk. Dengan kata lain dalam mengidentifikasi komoditas tersebut dapat melihat suatu produk sebagai perdagangan sektoral dangan rasio pendapatan bersih ekspor suatu Negara (Ferrarini and Scaramozzino 2. Menurut Bangun . tingkat pertumbuhan produk dalam perdagangan dapat dilihat dengan 5 tahap sebagai berikut : ISP antara -1 sampai -0,5 disebut tahap pengenalan. ISP antara -0,5 sampai 0 disebut tahap subsitusi impor. ISP antara 0,01 sampai 0,8 disebut tahap pertumbuhan. ISP antara 0,81 sampai 1 disebut tahap kematangan. ISP kembali turun dari 1 sampai 0 disebut tahap kembali mengimpor. Secara sistematis dalam menganalisis ISP menggunakan rumus sebagai berikut : ISP = Keterangan : ISP : Indeks Spesialisasi Perdagangan Xij : Nilai ekspor kopi HS 0901 Xit : Nilai Impor Kopi HS 0901 ij Oe m. i m. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 1700-1707 HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Komoditas Kopi Indonesia Ke Negara Tujuan Malaysia Japan Egypt Italy Gambar 4. Produksi Penjualan Bersih Indonesia Ke Negara Tujuan Sumber : Data Un Comtrade Diolah . Berdasarkan gambar 4 diatas dapat menunjukan volume produksi penjualan kopi HS 0901 ke Negara Malaysia. Japan. Egypt dan Italy. Data menunjukan bahwa volume ekspor kopi Indonesia ke Negara tujuan memiliki fluktuatif terhadap masing masing Negara tujuan. Volume ekspor kopi yang memiliki rata- rata tertinggi berada pada tahun 2019 dengan rata-rata 33. 029 ke empat Negara tujuan ekspor. Dengan ekspor kopi Indonesia tertinggi pada Egypt dengan total dari tahun 2018-2023 mencapai 214. 600, dan ekpor kopi Indonesia terendah pada Japan dengan total dari tahun 2018-2023 mencapai 138. Nilai Eskpor Komoditas Kopi Ke Negara Tujuan Tabel 1. Nilai Ekpor Kopi Ke Negara Tujuan Xij Tahun Malaysia Japan Egypt Italy Xit Rp70. Rp84. Rp56. Rp54. Rp62. Rp68. Rp59. Rp60. Rp62. Rp56. Rp55. Rp44. Rp53. Rp61. Rp89. Rp42. Rp59. Rp59. Rp82. Rp48. Rp68. Rp63. Rp84. Total Rp378. Rp43. Rp293. Rp393. Rp426. Sumber: Data Un Comtrade Diolah . Berdasarkan pada Tabel 1 menunjukkan nilai ekspor kopi ke empat Negara tujuan. Nilai ekspor kopi Indonesia dengan memiliki nilai ekspor terbesar ada pada Negara Egypt dan nilai ekspor terendah yaitu Italy. Terjadi fluktuasi terhadap nilai ekspor kopi Indonesia terhadap empat Negara Memperkuat berdasarkan Heppi Syofya . menyatakan bahwa nilai ekspor kopi Indonesia memiliki penurunan signifikan pada tahun 2021 senilai US$ 391 dari total tahun 2012. Tabel 2. Nilai Ekspor Kopi Dunia dan Nilai Total Ekspor Dunia Nilai Ekspor Kopi Wj/Wt Tahun Dunia Nilai Ekspor Dunia Rp. Rp. 0,001580291 Rp. Rp. 0,001577882 Rp. Rp. 0,001756593 Rp. Rp. 0,00164233 Rp. Rp. 0,001876962 Daya Saing Eskpor Kopi Indonesia di Pasar Internasional Angga Dwi Kelana Putra. Mhd. Buhari Sibuea. Zulheri Noer Rp. Rp. 0,001787587 Total Rp. Rp. Sumber: Data Trademap Diolah . 0,00171232 Berdasarkan nilai ekspor kopi dunia total memiliki nilai Rp. 694 jika kita lihat berdasarkan total nilai ekspor kopi Indonesia ke empat Negara tujuan pada table 1 diatas maka komoditas kopi Indonesia dalam memenuhi permintaan kopi di pasar internasional. Nilai ekspor kopi Indonesia dalam hal ini memiliki rata-rata dari tahun 2018-2023 senilai Rp. Oleh karena itu dapat dikatakan komoditas kopi HS 0901 memiliki keunggulan kompetitif, tetapi hal ini dapat dilihat secara rinci berdasarkan analisis RCA. Analisis RCA Tabel 3. Analisis RCA Xij/Xit Tahun Malaysia Japan Egypt Italy 0,0004 0,0005 0,0003 0,0003 0,0004 0,0004 0,0004 0,0004 0,0004 0,0003 0,0003 0,0003 0,0002 0,0003 0,0004 0,0002 0,0002 0,0002 0,0003 0,0002 0,0003 0,0002 0,0003 0,0002 Total 0,0019 0,0019 0,0020 0,0015 RCA 1,0842 1,1297 1,1671 Sumber: Data Primer Diolah . 0,8476 Berdasarkan tabel 3 dapat dikatakan kompetitif apabila > 1. Dengan artian nilai ekspor kopi HS 0901 kepada Negara Malaysia. Japan. Dan Egypt memiliki daya saing ke pasar internasional. Nilai ekspor kopi Indonesia yang memiliki daya saing terbesar yaitu Egypt dengan Nilai RCA 1. Hal ini diperkuat berdasarkan Anggraini . menyatakan bahwa komoditas kopi indonesia memiliki keunggulan komparatif ke Negara tujuan yang dituju. Sedangkan pada nilai ekspor kopi ke Negara Italy memiliki nilai RCA < 1 atau senilai 0,8476. Artinya nilai ekspor kopi tidak memiliki daya yang kuat ke Negara Italy hal ini dapat dilihat pada table 1 dengan penurunan tiap tahun nya. Sejalan dengan ini penurunan nilai ekspor Italy dari tahun 2009 sampai 2018 memiliki penurunan yang signifikan baik volume ataupun nilai ekspornya (Maulani and Diah 2. Indeks Spesialisasi Perdagangan ISP Malaysia ISP Japan ISP Egypt ISP Italy 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Total Gambar 5. Nilai ISP Kopi Sumber: Data Primer Diolah . Indonesia merupakan negara dengan penghasilan kopi di pasar internasional dengan peringkat keempat pada dunia. Dengan hal ini berdasarkan rata-rata nilai ISP Indonesia dalam rentang 20182022 senilai 1. Dapat disimpulkan bahwa kinerja ekspor kopi HS 0901 yang tinggi dibandingkan mengimpor kopi dari Negara tujuan sehingga hasil mendapatkan nilai ISP Tinggi dengan Tahap Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 1700-1707 empat yaitu tahap kematangan sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan Negara kematangan Net Exporter Kopi. Pada Negara Egypt Indonesia dapat menunjukan tidak mengimport komoditas kopi, ini menunjukan ekspor kopi Indonesia kepada Egypt dapat memenuhi permintaan kopi. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian menyatakan bahwa kopi HS 0901 memiliki daya saing yang kuat secara komparatif dengan memiliki nilai > 1 pada Negara Malaysia. Egpy dan Japan. Dengan nilai RCA tertinggi ada pada Negara Egypt dengan nilai 1. 167 sedangkan pada Negara Italy nilai RCA yang dihasilkan < 1 sehingga dapat diartikan tidak memiliki daya saing secara Secara ISP Indonesia berada pada tahap kematangan sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan Negara kematangan Net Exporter Kopi. Dengan menghasilkan Nilai ISP rata-rata 1. Saran Mengoptimalkan peran pemerintah melalui kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan terkait peningkatan ekspor kopi Mengoptimalkan peran Badan Penyuluh Pertanian (BPP) dan Dinas Pertanian setempat untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kopi untuk dapat meningkatkan ekspor kopi dipasar internasional. DAFTAR PUSTAKA