Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Prototipe Alat Monitoring Dan Mendeteksi Kekeruhan Air Menggunakan Esp32 Berbasis Iot Prototype of Water Turbidity Monitoring and Detection Tool Using Esp32 Based on Iot Asniati1. Ery Muchyar Hasiri 2. Arnold Saltriano3 Program Studi Teknik Informatika Universitas Dayanu Ikhsanuddin Jl. Sultan Dayanu Ikhsanuddin No. 124 Baubau Sulawesi Tenggara e-mail: 1asniati@unidayan. id,2 erymuchyarhasiri@unidayan. id,3arnoldsaltriano@gmail. Received: 21 Feb 2025 Revised: 22 Mar 2025 Accepted: 16 Apr 2025 Published: 24 Jun 2025 Abstrak Tandon air memiliki peran penting sebagai tempat penyimpanan air untuk berbagai kebutuhan, namun kebersihannya sangat memengaruhi kualitas dan kesehatan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe alat pemantau kekeruhan air berbasis mikrokontroler ESP32, serta mengimplementasikan sistem peringatan apabila tingkat kekeruhan melebihi ambang batas yang telah Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung dan studi pustaka. Sistem ini menggunakan sensor turbidity untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air dalam satuan NTU dan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua sensor berfungsi dengan akurat dan responsif. Sistem berhasil memberikan peringatan melalui buzzer dan menampilkan informasi kondisi air secara real-time pada aplikasi yang terhubung. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dikembangkan dinilai efektif dan andal untuk memantau kualitas air dalam tandon secara otomatis. Kata Kunci : Tandon air. Sensor kekeruhan. Mikrokontroler ESP32 Abstract Water storage tanks play a vital role in meeting various domestic and industrial needs. however, the cleanliness of stored water directly affects its quality and the health of users. This study aims to design and develop a prototype of a turbidity monitoring system based on the ESP32 microcontroller, incorporating realtime alert mechanisms when turbidity levels exceed predefined thresholds. The research employs a combination of direct observation and literature study as its methodological approach. The system integrates a turbidity sensor to measure water clarity in NTU and an ultrasonic sensor to determine water level. Experimental results indicate that the sensors perform accurately and reliably. The system is capable of issuing alerts via a buzzer and displaying water condition data in real time through a connected application. Overall, the proposed system demonstrates effectiveness and reliability for automated water quality monitoring in storage tanks. Keywords: Water tank. Sensor. Turbidity. Microcontroller. ESP32. This is an open access article under the CC BY-SA license. Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. PENDAHULUAN Air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari, dan tandon air banyak digunakan untuk memastikan ketersediaan pasokan air secara terus-menerus. Namun, seiring waktu, air yang disimpan dalam tandon rentan mengalami pencemaran akibat penumpukan sedimen, pertumbuhan mikroorganisme, dan paparan lingkungan. Masalah tersebut dapat menurunkan kualitas air dan membahayakan kesehatan pengguna. Meskipun pemantauan kondisi air sangat penting, metode pemeriksaan secara manual masih banyak digunakan, yang cenderung tidak efisien dan kurang akurat. Seiring berkembangnya teknologi sistem tertanam dan sensor, kini tersedia peluang untuk melakukan pemantauan kualitas air secara otomatis dan real-time. Penelitian ini mengusulkan perancangan dan implementasi sistem pemantauan kekeruhan air menggunakan mikrokontroler berbasis ESP32, yang dilengkapi dengan sensor kekeruhan dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi kejernihan dan ketinggian air. Sistem ini juga dilengkapi fitur notifikasi untuk memberikan peringatan kepada pengguna ketika kualitas air berada di bawah ambang batas yang Beberapa penelitian yang behubungan antara lain dengan judul Rancang Bangun Sistem Kontrol Pakan Ikan dan Kekeruhan Air yang Dilengkapi Dengan Monitoring Kualitas Air Berbasis Internet of Things (IoT) merancang sistem yang mengintegrasikan kontrol pakan ikan dan monitoring kekeruhan air dengan menggunakan Arduino Mega. NodeMCU, sensor kekeruhan, pompa, dan solenoid valve. Sistem ini mengatur waktu pemberian pakan dan mengelola kekeruhan air dengan menguras dan mengisi ulang air saat kekeruhan melebihi ambang batas. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik dalam mengontrol kekeruhan dan pakan ikan secara otomatis . Monitoring Tingkat Kekeruhan Air Pada Aquarium Budidaya Ikan Cupang mengembangkan alat berbasis mikrokontroler yang memantau tingkat kekeruhan air pada akuarium menggunakan sensor flow dan turbidity. Alat ini juga dilengkapi dengan pompa untuk menyaring air secara otomatis, menjaga kebersihan air akuarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini efektif dalam membersihkan air akuarium secara otomatis dengan menggunakan sensor turbidity untuk mendeteksi kekeruhan . Rancang Bangun Sistem Monitoring Kualitas Air . H dan Kekeruha. pada Akuarium Berbasis Internet of Things bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring kualitas air pada akuarium menggunakan mikrokontroler ATmega328P dan sensor pH serta turbidity. Sistem ini memungkinkan pemantauan kualitas air secara real-time melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat memonitor pH dan kekeruhan air secara efisien, memudahkan pemantauan jarak jauh . Prototype Sistem Monitoring Kekeruhan Sumber Mata Air Berbasis Internet of Things merancang sistem yang memonitor kekeruhan air pada bak induk menggunakan sensor turbidity dan Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time melalui perangkat yang terhubung ke internet, dengan data disimpan di MySQL. Pengujian menunjukkan bahwa sistem ini bekerja dengan baik, mengontrol aliran air berdasarkan ketinggian dan kekeruhan air . Sistem Monitoring Kekeruhan Air Berbasis IoT (Studi Kasus: Perumda End. menggunakan metode Rapid Application Development untuk merancang sistem monitoring kekeruhan air di Perumda Ende. Pengujian blackbox menunjukkan bahwa sistem ini efektif, memungkinkan pemantauan kekeruhan air secara efisien dan sesuai dengan program yang dirancang . Sistem Kendali Dan Monitoring Tingkat Kekeruhan Air Pada Air PDAM Menggunakan Arduino Uno merancang sistem berbasis mikrokontroler untuk mendeteksi kekeruhan air PDAM. Sistem ini diharapkan membantu PDAM dalam mengontrol kualitas air secara jarak jauh, efisien, dan efektif melalui penggunaan IoT . Rancang Bangun Prototipe Monitoring Kekeruhan Dan Penggantian Air Akuarium Otomatis Berbasis IoT mengembangkan sistem untuk memantau dan mengganti air akuarium otomatis berbasis IoT. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air dan sensor LDR untuk kekeruhan, dengan pemantauan melalui aplikasi Blynk. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem efektif dalam mengelola kualitas air akuarium secara otomatis . Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Penerapan Turbidity Sensor pada Prototype Sistem Monitoring Kontrol Pintu Air dan Kekeruhan Air merancang sistem peringatan dini bencana banjir dengan menggunakan sensor kekeruhan dan ketinggian air. Sistem ini memberikan kontrol terhadap pintu air dan memberikan peringatan dini, memudahkan pemantauan tanpa perlu melihat kondisi sungai secara langsung. Sistem Penjernih Air Otomatis dengan Filtrasi Berulang dan Monitoring Kekeruhan Berbasis IoT merancang sistem penjernih air otomatis yang memfiltrasi air secara berulang jika melebihi batas kekeruhan. Sistem ini dilengkapi dengan monitoring kekeruhan melalui aplikasi Blynk, yang memungkinkan pemantauan dan kontrol pompa air secara jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat menjernihkan air dengan efisiensi 47,56% . Rancang Bangun Sistem Monitoring Kekeruhan dan Ketinggian Air Berbasis IoT pada Ikan Hias merancang sistem untuk memantau kekeruhan dan ketinggian air pada tangki ikan hias menggunakan sensor turbidity dan ultrasonik. Sistem ini juga dapat mengaktifkan pompa pengisian air otomatis ketika ketinggian air mencapai batas tertentu. Data sensor disimpan dalam database dan dapat diakses melalui website . Pengembangan penelitian selanjutnya dengan judul "Prototipe Alat Monitoring Dan Mendeteksi Kekeruhan Air Menggunakan Esp32 Berbasis IoT". Penelitian ini bertujuan merancang prototipe alat sensor kekeruhan air berbasis mikrokontroler ESP32 untuk memonitor kualitas air secara real-time melalui IoT. Sistem ini diharapkan dapat mendeteksi kekeruhan dan ketinggian air, serta memberikan peringatan jika air mencapai ambang batas yang ditetapkan. METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada penyusunan Skripsi ini ialah sebagai berikut: Metode Observasi Metode penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung ke trmpat penelitian untuk mengamati permasalahan yang terjadi pada lokasi penelitian. Metode Pustaka Metode pustaka pada penelitian ini yaitu dengan cara meng. unakan literatur . , berupa buku, browsing internet, penelitian terdahulu. Analisis Data Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, dengan mengidentifikasi masalah. Tahapan awal dengan mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan permasalahan Data-data yang telah di kumpulkan kemudian dianalisa untuk mengetahui penyebab masalah tersebut. Kemudian dengan hasil analisa data, penelitian mulai dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Perangkat Keras Berikut ini adalah tampilan dari hasil rancangan perangkat keras berupa Rancang Bangun Prototype Robot Transporter Menggunakan ESP32 Berbasis IoT. Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Gambar 1 Perancangan Alat Komponen alat yang digunakan Pada penelitian ini, sistem monitoring kekeruhan air berbasis IoT menggunakan beberapa komponen utama yang masing-masing memiliki fungsi sebagai berikut: Mikrokontroler ESP32: Berfungsi sebagai otak dari sistem, yang memproses data dari sensor dan mengirimkan informasi ke aplikasi IoT. ESP32 juga mengelola koneksi Wi-Fi untuk memastikan komunikasi data antara perangkat dan aplikasi berjalan dengan baik. Sensor Turbidity: Digunakan untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi hamburan cahaya yang terjadi akibat partikel-partikel dalam air. Semakin tinggi nilai NTU (Nephelometric Turbidity Uni. , semakin keruh air yang terdeteksi. Sensor Ultrasonik: Digunakan untuk mengukur ketinggian air dalam tandon. Sensor ini memancarkan gelombang suara yang dipantulkan kembali oleh permukaan air, yang kemudian dihitung oleh mikrokontroler untuk menentukan ketinggian air. LED: Digunakan sebagai indikator visual. LED menyala ketika sensor turbidity mendeteksi air dengan kekeruhan di atas ambang batas yang telah ditentukan. Buzzer: Berfungsi untuk memberikan peringatan suara jika ketinggian air di bawah ambang batas yang diinginkan, menandakan bahwa tandon hampir penuh. Aplikasi IoT: Platform yang digunakan untuk menampilkan data secara real-time kepada Aplikasi ini menerima informasi dari mikrokontroler ESP32 mengenai kualitas dan ketinggian air, serta memberikan notifikasi kepada pengguna. Pengujian Alat Pengujian pertama Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Gambar 2 Pengujian pertama Pada penelitian ini air nilai NTU berada pada 0 oleh karena itu text yang muncul yaitu Air anda bersih, dikarenakan nilai sensor ultrasonic 21 cm maka tidak ada text yang muncul. Pengujian kedua Gambar 3 Pengujian kedua Setelah alat telah aktif maka pengujian akan dilakukan disini terlihat bahwa nilai sensor ultrasonic berada pada 11 cm maka text yang muncul yaitu Air mulai penuh dan buzzer akan Pengujian ketiga Gambar 4 Pengujian ketiga Setelah alat telah aktif maka pengujian akan dilakukan disini dilihat nilai sensor turbidity berada pada nilai 254 NTU dengan hal itu maka text yang muncul diaplikasi yaitu Air anda kotor dan nilai sensor Ultrasonik 13 cm. lalu yang terjadi pada alat LED menyala. Pengujian keempat Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Gambar 5 Pengujian keempat Setelah alat telah aktif maka pengujian akan dilakukan disini dilihat nilai sensor turbidity berada pada nilai 571 NTU dengan hal itu maka text yang muncul diaplikasi yaitu Air anda kotor dan nilai sensor Ultrasonik 18 cm. Lalu yang terjadi pada alat LED menyala. Pengujian kelima Gambar 6 Pengujian kelima Setelah alat telah aktif maka pengujian akan dilakukan disini dilihat nilai sensor turbidity berada pada nilai 216 NTU dengan hal itu maka text yang muncul diaplikasi yaitu Air anda kotor dan sensor ultrasonik 26 cm. Lalu yang terjadi pada alat LED menyala. Pengujian Perangkat Keras Pengujian sensor ultrasonik Proses pengujian ini dilakukan dengan cara menguji air disaat air berkurang dan juga saat air akan penuh. Ultrasonik Buzzer Gambar 7 Pengujian sensor ultrasonic dan Buzzer Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Pengujian ultrasonic Pengujian pertama Pada waktu 18:03 pengujian pertama dilakukan, disini sensor ultrasonic menunjukan pada 17 cm dan pada text di aplikasi tidak menunjukan kalau air akan penuh dan buzzer tidak berbunyi, dengan begitu pengujian pertama berhasil Jarak Gambar 8 Pengujian pertama sensor ultrasonic Pengujian kedua Pada pengujian kedua ini yang dilakukan pada waktu 18:06, disini sensor ultrasonic menunjukan pada 15 cm dan pada text diaplikasi tidak menunjukan kalau air akan penuh dan buzzer tidak berbunyi, dengan itu pengujian kedua berhasil. Jarak Gambar 9 Pengujian kedua sensor ultrasonic Pengujian ketiga Pada pengujian ketiga ini yang dilakukan pada waktu 19:18, disini sensor ultrasonic menunjukan pada 26 cm dan pada text diaplikasi muncul text kalau air mulai penuh dan buzzer berbunyi, dengan itu pengujian kelima berhasil. Jarak Gambar 10 Pengujian ketiga sensor ultrasonic Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Pengujian sensor turbidity Pengujian ini dilakukan dengan memakai air untuk mengecek kekeruhan pada air dengan sensor turbidity. Turbidity LED Gambar 11 Pengujian sensor turbidity dan LED Pengujian sensor turbidity Pengujian pertama sensor turbidity Pada pengujian pertama ini yang dilakukan pada waktu 18:03, disini sensor turbidity mempunyai nilai 0 NTU yang menunjukan kalau airnya bersih, dan pada text diaplikasi muncul text kalau air bersih dan led tidak menyala, dengan itu pengujian pertama berhasil Jarak Gambar 22 Pengujian pertama sensor turbidity Pengujian kedua sensor turbidity Pada pengujian kedua ini yang dilakukan pada waktu 18:32, disini sensor turbidity mempunyai nilai 63 NTU yang menunjukan kalau airnya kotor, dan pada text diaplikasi muncul text kalau air kotor dan led menyala yang menandakan kalau airnya kotor, dengan itu pengujian kedua Jarak Gambar 13 Pengujian kedua sensor turbidity Prodi TeknikInformatikaUniversitasDayanuIkhsanuddinBaubau http://ejournal. id/index. php/JIUf manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Informatika Vol. No. Juni 2025, pp. e-ISSN 2528-0090. DOI: https://doi. org/10. 55340/jiu. Pengujian ketiga sensor turbidity Pada pengujian ketiga ini yang dilakukan pada waktu 20:03, disini sensor turbidity mempunyai nilai 203 NTU yang menunjukan kalau airnya kotor, dan pada aplikasi muncul text kalau air kotor dan led menyala yang menandakan kalau airnya kotor, dengan itu pengujian keempat Jarak Gambar 14 Pengujian ketiga sensor turbidity KESIMPULAN Sistem ini menggunakan sensor turbidity untuk mengukur tingkat kekeruhan air, yang bekerja dengan mendeteksi hamburan cahaya akibat partikel-partikel dalam air. Semakin tinggi nilai NTU (Nephelometric Turbidity Uni. , semakin keruh air yang terdeteksi. Selain itu, sensor ultrasonik berfungsi untuk mengukur ketinggian air dalam tandon. Sensor ini mengirimkan gelombang suara yang dipantulkan oleh permukaan air, dan dari waktu ke waktu, data ketinggian air digunakan untuk memberikan peringatan, seperti mengaktifkan buzzer ketika ketinggian air mencapai level kritis atau menunjukkan informasi pada aplikasi jika air hampir penuh. Jika kekeruhan air melebihi 10 NTU. LED akan menyala sebagai indikator kualitas air yang buruk, sementara jika ketinggian air di bawah 13 cm, buzzer akan berbunyi untuk memberikan peringatan bahwa tandon hampir penuh. Data sensor diproses oleh ESP32 dan ditampilkan melalui aplikasi IoT, memungkinkan pengguna untuk memantau kondisi air secara otomatis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam memberikan informasi mengenai kualitas air dan dapat menjadi solusi efisien untuk memantau dan menjaga kualitas air dalam tandon. SARAN