MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PETANI SAWAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Factors Associated With The Incidence Of Irritant Contact Dermatitis In The Work Area Of Ranomeeto Community Health Center. Konawe Selatan Regency Fajriyani. Wa Ode Nova Noviyanti. Muslimin Program Studi Kesehatan Masyarakat. STIKES Mandala Waluya Kendari (Fajriyani6@gmail. com/082292487. ABSTRAK Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Ranomeeto bahwa prevalensi kejadian penyakit dermatitis pada tahun pada 2016 terdapat 27,78% penderita, pada tahun 2017 menurun dengan prevalensi 18,8%, dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 55,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, populasi penelitian adalah seluruh petani sawah di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto yang berjumlah 238 petani tahun 2018 dengan jumlah sampel 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan, ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan kejadian dermatitis kontak iritan dan ada hubungan kuat antara penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak iritan. Kata Kunci :Dermatitis kontak iritan, personal hygiene, pengetahuan, penggunaan APD ABSTRACT Based on data obtained from the Ranomeeto Community Health Center, the prevalence of dermatitis in 2016 was 27. 78% of sufferers, in 2017 decreased with a prevalence was 18. 8%, and in 2018 increased to 55. This study aims to study the factors associated with the incidence of irritant contact dermatitis in the work area of Ranomeeto Community Health Center. Konawe Selatan Regency. This research was quantitative research with cross sectional study approach, the study population was all rice farmers in the area of Ranomeeto Community Health Center, amounting to 238 farmers in 2018 with a total sample was 54 people. The sampling technique used proportional random sampling, the analysis method used the Chi Square Test and the Phi test. The results showed that there was a strong relationship between personal hygiene with the incidence of irritant contact dermatitis, there was a strong relationship between knowledge with the incidence of irritant contact dermatitis and there was a strong relationship between the use of PPE with the incidence of irritant contact dermatitis. Keywords :Irritant contact dermatitis, personal hygiene, knowledge, use of PPE MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 PENDAHULUAN e- ISSN: 2622-7762 Health kejadian penyakit dermatitis pada tahun 2016 Organization (WHO) bahwa di Amerika Serikat, terdapat 11,30% yang berobat ke Puskesmas, 90% klaim kesehatan akibat kelainan kulit yang pada tahun 2017 terdapat 16,45% yang berobat diakibatkan oleh dermatitis. Konsultasi ke dokter ke Puskesmas, dan tahun pada tahun 2018 kulit sebesar 4-7% di akibatkan oleh dermatitis terdapat 16,49%. Menurut World Berdasarkan data yang diperoleh dari Dermatitis tangan mengenai 2% dari Puskesmas Ranomeeto setidaknya sekali seumur hidupnya. Anak-anak kejadian penyakit dermatitis pada tahun pada dengan dermatitis sebanyak 30% akan positif 2016 terdapat 27,78% penderita, pada tahun hasil uji tempelnya. Di skandinavia yang telah 2017 menurun dengan prevalensi 18,8%, dan lama memakai uji temple sebagai standar, maka pada tahun 2018 meningkat menjadi 55,18%. Timbulnya insiden dermatitis lebih tinggi dari pada di diakibatkan oleh dua faktor, yaitu faktor endogen Amerika. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh dan faktor eksogen. Faktor endogen meliputi Depertemen Kesehatan 2017 prevalensi nasional genetik, jenis kelamin, umur, tipe kulit, riwayat dermatitis adalah 6,8% . erdasarkan keluhan alergi dan riwayat penyakit kulit. Faktor eksogen Sebanyak 13 provinsi mempunyai meliputi karakteristik paparan bahan iritan, faktor biologi, faktor fisik, dan faktor kimia yang nasional,yaitu. Gorontalo. Sulawesi Tengah, berupa tekanan dan gesekan, serta faktor radiasi Sulawesi Utara. Kalimantan Selatan. Kalimantan Pekerjaan yang sering terpapar air Tengah. Nusa Tenggara Timur. DI Yogyakarta, dapat menjadi faktor utama terjadinya dermatitis Jawa Tengah. Jawa Barat. Jakarta. Bangka kontak, karena air berpotensi sebagai bahan Belitung, iritan yang dapat menembus kulit dengan mudah Nanggro Aceh Darussalam, melalui stratum korneum. Paparan air yang termasuk Sumatera Barat. Di Sulawesi Tenggara insiden dermatitis pembengkakan dan penyusutan stratum korneum Berdasarkan data profil kesehatan Sulawesi Tenggara Dermatitis pada tahun 2014 terdapat 7,3% Personal hygiene merupakan salah satu penderita yang menyebar pada hampir seluruh faktor yang dapat memicu terjadinya dermatitis seluruh wilayah Sulawesi Tenggara, tahun 2015 kontak terkait dengan kebiasaan pekerjaan yang meningkat menjadi 8,5% dan tahun 2016 buruk yang tidak memperhatika kebersihan diri, menjadi 9,4%. kebersihan pakean, dan kebersihan tempat Berdasarkan data yang diperoleh dari tidurnya (Andarmoyo, 2. Personal hygiene Kesehatan Selatan, yang baik dapat mencegah seseorang mengalami diperoleh kejadian dermatitis 3 tahun terakhir masalah kulit seperti dermatitis, sebaliknya Dinas Kab. Konawe MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 pada waktu-waktu tertentu atau tidak tertentu. mengakibatkan terjadinya infeksi jamur, bakteri. Selanjutnya dari 5 orang, terdapat 3 orang . %) virus, parasit, gangguan kulit dan keluhan Pengetahuan dapat berpengaruh terhadap pencegehan dermatitis kontak iritan. Kemudian dari 5 orang terdapat semua petani . %) tidak ada yang menggunakan Alat Pelindung Diri mengenai penyakit akibat kerja, pentingnya (APD) Jenis APD yang hanya digunakan petani APD berperilaku hidup bersih dan sehat, akan menimbulkan potensi-potensi untuk terjadinya bahaya di tempat kerja. biasanya sepatu anti air sebagai pelindung kaki. Alasan peneliti mengambil penelitian tentang kejadian dermatitis kontak iritan pada Kebiasaan memakai Alat Pelindung Diri petani sawah di wilayah kerja Puskesmas (APD) diperlukan untuk melindungi petani dari Ranomeeto adalah kasus dermatitis kontak iritan kontak dengan dengan air, mikroorganisme pada petani sawah masih cukup tinggi serta patogen, paparan sinar matahari. Petani yang daerah dengan kasus dermatitis terbanyak di selalu menggunakan APD dengan tepat akan wilayah Ranomeeto serta belum pernah ada menurunkan terjadinya dermatitis kontak akibat penelitian terkait dengan kerja baik jumlah maupun lama perjalanan kontak iritan pada petani sawah di wilayah kerja dermatitis kontak. Akan tetapi pada saat bekerja. Puskesmas Ranomeeto. banyak petani yang tidak mempraktikannya. Berdasarkan kejadian dermatitis karena menurut para petani penggunaan APD penulis tertarik untuk melakukan penelitian dapat mengganggu dan menimbulkan rasa tidak dengan judul AuFaktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada Hasil survey awal yang telah dilakukan petani sawah di wilayah kerja Puskesmas oleh peneliti terhadap 5 orang petani sawah yang Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. menderita dermatitis kontak iritan menunjukan bahwa terdapat 5 orang . %) memiliki masalah personal hygiene sangat kurang, seperti kebersihan diri Petani yang tidak langsung mencuci tangan, mencuci kaki, dan mandi setalah bekerja, pakaian yang telah digunakan menggantungnya dan esok harinya digunakan kembali, serta jarangnya mengganti sprei dan menjemur kasur dengan alasan bahwa sprei akan diganti setelah kotor dan kasur dijemur hanya BAHAN DAN METODE Penelitian penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study, dimana jenis pendekatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel dimana variabel diidentifikasi pada satu satuan waktu. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Provinsi Sulawesi Tenggara. Populasi dalam . ,2%) dan yang terkecil adalah jenis kelamin penelitian ini adalah seluruh petani sawah di perempuan yaitu sebanyak 8 responden . ,8%). wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto yang Distribusi responden menurut pendidikan berjumlah 238 petani tahun 2018. Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek Kabupaten Konawe Selatan pada tabel 1 terlihat penelitian yang berjumlah 54 orang. Instrumen dari 54 responden, terbanyak adalah pendidikan atau alat pengumpulan data dalam penelitian ini SD yaitu sebanyak 24 responden . ,4%) dan adalah kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang terkecil adalah pendidikan tidak sekolah tentang variabel independent yang ada dalam yaitu sebanyak 5 responden . ,3%). mengguanakan kamera. Puskesmas Ranomeeto Distribusi responden berdasarkan personal hygiene dapat dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 54 responden, terdapat 20 responden HASIL %) yang memiliki personal hygiene baik dan Distribusi responden menurut umur di terdapat 34 responden . %) yang memiliki wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten personal hygiene kurang. Variabel pengetahuan. Konawe Selatan pada tabel 1 terlihat dari 54 terdapat 22 responden . ,7%) yang memiliki responden, terbanyak adalah umur 41-50 tahun pengetahuan baik dan terdapat 32 responden yaitu sebanyak 26 responden . ,1%) dan yang . ,3%) yang memiliki pengetahuan kurang. terkecil adalah umur 31-40 tahun yaitu sebanyak Variabel 9 responden . ,7%). ,6%) yang memakai APD dan Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden di Wilayah KerjaPuskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2019 Karakteristik Umur (Tahu. >50 JenisKelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Tidak sekolah SMP SMA Sumber: Data Primer, 2019 terdapat 38 responden . ,4%) yang tidak Distribusi kelamin di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto APD, memakai APD. Tabel 2. Distribusi Hasil Uji Chi Square Penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2019 Kejadian Dermatitis Hasil Kontak Iritan Uji Tida Variabel Total Chi Square n % n % n % Personal Baik Kurang X2 hit. 16,746 X2tab. 8 23,5 26 76,5 34 100 3,841 17 85,0 3 15,0 20 100 Pengetahuan Baik Kabupaten Konawe Selatan pada tabel 1 terlihat Kurang dari 54 responden, terbanyak adalah jenis Penggunaan APD kelamin laki-laki yaitu sebanyak 46 responden X2 hit. 16,507 X2tab. 7 21,9 25 78,1 32 100 3,841 18 81,8 4 18,2 22 100 MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 X2 hit. 13,260 Tidak X2tab. 11 28,9 27 71,1 38 100 3,841 Sumber: Data Primer, 2019 Memakai 14 87,5 2 12,5 16 100 Adapun hasil penelitian personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan, dapat e- ISSN: 2622-7762 Selanjutnya dari 32 responden yang memiliki pengetahuan kurang terdapat 7 responden . ,9%) tidak menderita dermtatitis kontak iritan dan terdapat 25 responden . ,1%) menderita dermtatitis kontak iritan. Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 54 responden, terdapat 20 responden memiliki personal hygiene baik dan 34 responden memiliki personal hygiene kurang. Dari 20 responden yang memiliki personal hygiene baik terdapat 17 responden . %) tidak menderita responden . %) menderita dermtatitis kontak Selanjutnya dari 34 responden yang X hitung = 16,507 > nilai X2 tabel = 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha kontak iritan dan terdapat 26 responden . ,5%) Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square X2 hitung = 16,746 > nilai X2 tabel = 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani sawah di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Konawe Selatan. Kemudian nilai Phi (I) = 0,595. Hal ini iritan pada petani sawah di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Kemudian nilai Phi (I) = 0,591. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kuat. Adapun hasil penelitian penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak iritan, dapat dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 54 dan 38 responden tidak memakai APD. Dari 16 responden yang memakai APD terdapat 14 responden . ,5%) tidak menderita dermtatitis kontak iritan dan terdapat 2 responden . ,5%) menderita dermtatitis kontak iritan. Selanjutnya dari 38 responden yang tidak memakai APD terdapat 11 responden . ,9%) tidak menderita dermtatitis kontak iritan dan terdapat 27 responden . ,1%) menderita dermtatitis kontak menunjukkan adanya hubungan kuat Adapun responden, terdapat 16 responden memakai APD menderita dermtatitis kontak iritan. Ranomeeto pengetahuan dengan kejadian dermatitis kontak memiliki personal hygiene kurang terdapat 8 responden . ,5%) tidak menderita dermtatitis Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square dengan kejadian dermatitis kontak iritan, dapat dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 54 responden, terdapat 22 responden memiliki pengetahuan baik dan 32 responden memiliki Dari 22 responden yang responden . ,8%) tidak menderita dermtatitis kontak iritan dan terdapat 4 responden . ,2%) X hitung = 13,260 > nilai X2 tabel = 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani sawah di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Kemudian nilai Phi (I) = 0,536. Hal ini MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 menunjukkan adanya hubungan kuat. e- ISSN: 2622-7762 kebutuhan dasar manusia. Banyak dampak dari gangguan kesehatan yang di derita seseorang PEMBAHASAN Kebersihan karena kebersihan diri yang tidak baik yaitu ada dampak fisik . angguan integritas kulit, kaki, tangan, kuku dan rambu. dan adanya gangguan kebersihan dan kesehatan seseorang untuk psikososial . ebutuhan rasa nyaman, kebutuhan kesejahteraan, baik fisik maupun psikinya. Kebersihan diri juga merupakan cara yang . ersonal dijangkiti penyakit. Kebersihan diri yang baik Hasil penelitian ini sejalan dengan meliputi beberapa cara termasuk mencuci penelitian Maulina . bahwa hasil uji chi tangan, membersihkan rambut, menyikat gigi, square didapatkan mandi, memotong kuku dan memakai pakaian Kesemua cara di atas harus diamalkan diterima, artinya terdapat hubungan antara secara betul dan teratur. Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square X2 hitung = 16,746 > nilai X2 tabel = 0,05. P -Value Dengan 0,000 demikian Ha dengan kejadian Menurut peneliti bahwa semakin baik 3,841, nilai Phi (I) = 0,595. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha menurunkan risiko terkena penyakit dermatitis diterima, artinya ada hubungan kuat antara kontak iritan pada petani. Petani seharusnya personal hygiene dengan kejadian dermatitis memiliki kebersihan diri yang baik, karena kontak iritan pada petani sawah di wilayah dapat mempengaruhi produktivitas pekerjaan dan menjaga kesehatan petani, sehingga ada Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Personal hygiene merupakan salah satu menderita dermatitis kontak iritan karena faktor yang dapat memicu terjadinya dermatitis memiliki kebersihan diri buruk, sebaliknya kontak terkait dengan kebiasaan pekerjaan yang petani yang tidak menderita dermatitis kontak buruk yang tidak memperhatika kebersihan diri, iritan sebagian besar memiliki kebersihan diri kebersihan pakean, dan kebersihan tempat Oleh sebab itu peneliti menyarankan Personal hygiene yang baik dapat kepada masyarakat untuk selalu menjaga mencegah seseorang mengalami masalah kulit kebersihan diri dengan rutin mandi setiap hari seperti dermatitis, sebaliknya personal hygiene dengan menggunakan sabun mandi, dan selalu yang buruk akan mengakibatkan terjadinya mencuci tangan setelah selesai bekerja. infeksi jamur, bakteri, virus, parasit, gangguan kulit dan keluhan lainnya. Perilaku Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata bahaya lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. dan telinga. Hasil uji statistik diperoleh nilai chi Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square X2 hitung = 16,507 > nilai X2 tabel = square X2 hitung = 13,260 > nilai X2 tabel = 3,841, serta nilai Phi (I) = 0,591. Hal ini 3,841, serta nilai Phi (I) = 0,536. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan kuat antara diterima, artinya ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan kejadian dermatitis kontak penggunaan APD dengan kejadian dermatitis iritan pada petani sawah di wilayah kerja kontak iritan pada petani sawah di wilayah Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Konawe Selatan. Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Pengetahuan sangat penting dimiliki oleh Kebiasaan memakai Alat Pelindung Diri pekerja, karena mengenali dan memahami (APD) diperlukan untuk melindungi petani dari substansi-substansi yang dapat membahayakan kontak dengan dengan air, mikroorganisme patogen, paparan sinar matahari. Petani yang pekerja dan merupakan upaya timbulnya penyakit akibat kerja. selalu menggunakan APD dengan tepat akan menurunkan terjadinya dermatitis kontak akibat Hasil penelitian ini di dukung oleh kerja baik jumlah maupun lama perjalanan penelitian Hastuty . yang menyatakan dermatitis kontak. Akan tetapi pada saat bahwa hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p value = 0,036 O 0,05 yang artinya ada mempraktikannya, karena menurut para petani hubungan antara pengetahuan pekerja dengan penggunaan APD dapat mengganggu dan kejadian dermatitis pada pekerja. menimbulkan rasa tidak nyaman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Hasil penelitian ini di dukung oleh Penelitian Bustanul . Terdapat hubungan dermatitis kontak iritan adalah pengetahuan kenyamanan terhadap penggunaan APD dari 32 responden yang ada di PT. X Unit 3 dan 4 Coal Yard yang dilakukan dengan uji ststistik didapatkan nilai p-value < 0. 05 yang berarti ada Oleh dengan dermatitis kontal iritan seperti melalui buku, dan media internet agar pengetahuan masyarakat bisa meningkat. APD Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dermatitis kontak iritan adalah petani tidak keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk menggunakan APD yang lengkap ketika bertani MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 di sawah. Oleh sebab itu peneliti menyarakan kepada masyarakat agar selalu menggunakan e- ISSN: 2622-7762 UCAPAN TERIMA KASIH APD yang lengkap ketika melakukan aktivitas bertani agar petani bisa terhindar dari kejadi dermatitis kontak iritan. sebesar- besarnya penulis sampaikan pula pada Berdasarkan hasil penelitian di wilayah Puskesmas rasa hormat, mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga. Ucapan terima kasih yang KESIMPULAN DAN SARAN Penulis menyampaikan dengan penuh Ranomeeto Kabupaten :Pihak Yayasan Mandala Waluya yang telah memberikan kesempatan kepada kami dalam Konawe Selatan, dapat disimpulkan bahwa: ada hubungan kuat antara personal hygiene dengan dibidang pendidikan. Pihak STIKES Mandala kejadian dermatitis kontak iritan pada petani Waluya yang telah memberikan kesempatan sawah di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto untuk menuntut ilmu dan mengemban diri. Kabupaten Konawe Selatan, ada hubungan kuat Pihak antara pengetahuan dengan kejadian dermatitis bersedia memberikan waktu dan lokasi selama kontak iritan pada petani sawah di wilayah penelitian, dan seluruh pihak atas motivasi dan Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, dan aAda hubungan kuat antara penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani sawah di Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Berdasarkan penelitian ini ialah: diharapkan agar menjaga kebersihan diri dengan mandi setelah selesai bekerja dan memotong kuku yang telah panjang. Menjaga kebersihan pakaian dengan memisahkan pakaian kerja dan pakaian sehari hari, mencuci pakaian dengan sabun dan dijemur dibawah terik matahari, dan menjaga membersihkan tempat tidur setiap pagi serta Puskesmas Ranomeeto DAFTAR PUSTAKA