JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN FIRM SIZE TERHADAP PROFITABILITAS Sri Indah Lestari. Siska Dewi. Anni Safitri. MarAoatus Sholikah 1. Institut Teknologi Dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan 2Institut Teknologi Dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan 3,4 Politeknik Balekambang Jepara Email : siskadewi2304@gmail. com , annishafitri96@gmail. polibang@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dewan Komisaris, komite audit, komisaris independen, kepemilikan institusional, dewan direksi, dan firm size terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2019-2022. Sampel penelitian berasal dari perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI selama periode 2019-2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, data diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang tersedia secara publik dengan populasi sebanyak 12 perusahaan perbankan sesuai dengan kriteria. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ditemukan bahwa dewan komisaris dan kepemilikan institusional memiliki pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, sedangkan komite audit, komisaris independen, dewan direksi, dan firm size tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Kata Kunci : Dewan Direksi. Komite Audit. Komisaris Independen. Kepemilikan Institusional. Dewan Direksi. Firm Size Dan Profitabilitas. ABSTRACT: This study aims to analyze the influence of the board of commissioners, audit committee, independent commissioners, institutional ownership, board of directors, and company size on the profitability of banking financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the 2019-2022 period. The research sample comes from banking companies listed on the IDX during the 2019-2022 period. The datacollection technique in this study used a purposive sampling technique. The data were obtained from publicly available financial company reports with a population of 12 banking companies according to the criteria. Basedon the results of hypothesis testing it was found that the board of commissioners and ownership of financial companies have an influence on company performance, while the audit committee, independent commissioners, board of directors, and company size have no influence onfinancial company performance Keywords : Board Of Directors. Audit Committee. Independent Commissioners. Institutional Ownership. Board Of Directors. Firm Size. And Profitability. PENDAHULUAN Profitabilitas ialah keunggulan bisnis guna mendapatkan profit dalam suatu periode. Dengan kata lain. Profitabilitas diartikan guna perbandingan antara keuntungan menghasilkan keuntungan (Ketut dkk, 2. Kemampuan sebuah perusahaan menunjukkan apakah perusahaan berhasil dan mempunyai prospek masa depan atau tidak. AKUNBISNIS | 11 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Sebagai agen pertumbuhan dalam era perbankan merupakan bagian yang berperan secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia (Dedy, 2. Menurut UU No. tahun 1998, perbankan mencakup kelembagaan, bisnis, dan bagaimana mereka beroperasi. Bank adalah bisnis yang mengumpulkan uang dari orang-orang untuk menyimpannya dan kemudian memberikan uang itu kepada orang lain dengan kredit atau cara lain untuk kualitas hidup masyarakat. Faktor yang mempengaruhi profitabilitas ialah manajemen yang Sistem dan kebijakan yang ditetapkan oleh Good Corporate Governance Practice (GCG) sangat penting untuk keberhasilan bank Tujuan Good Corporate Governance yaitu guna menjaga stakeholder dari tindakan manajemen yang tidak transparan dan tidak bersih. Salah satu metode untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat bisnis adalah dengan menggunakan good corporate governance. Peraturan OJK saat ini menetapkan bagaimana good corporate governance diterapkan di bidang keuangan. Sehingga sistem perbankan dapat beroperasi secara efektif. Good Corporate Governance mengatur cara manajemen bank, direksi, pemegang saham, dan lainnya berinteraksi satu sama lain. Tata kelola perusahaan sebagai mengatur peran pemegang saham, direksi, dan semua orang yang terlibat dalam masyarakat dikenal sebagai Good Corporate Governance (GCG). Dewan komisaris digunakan untuk memantau direktur dalam menjalankan perseroan. Dengan lebih banyak komisaris, akan lebih AKUNBISNIS | 12 menguntungkan perusahaan. Dewan komisaris melakukan banyak tugas, memantau terlaksanannya Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, dan menilai dan menilai kinerja direktur. Purno dan Khafid, . menyatakan bahwa dengan mekanisme pengawasan perusahaan akan menjadi lebih baik. Komite audit berfungsi sebagai pendukung dewan komisaris. Komite audit dibuat untuk dengan tujuan guna membantu dewan komisaris untuk pelaksanaan tugas dan kontrol terkait annual report. Komite audit memainkan tugas yang sangat penting yaitu melindungikejujuran pembuatan laporan keuangan, serta Good Corporate Governance. Hasil penelitian Sri . , komite audit mempengaruhi kinerja kontribusi yang sangat signifikan dalam mengusahakan keterbukaan langkah pembuatan annual report seperti halnya menjaga sistem pemerintahan perusahaan yang baik. Untuk melindungi keperluan perusahaan itu sendiri. Komisaris Independen mengawasi direksi dalam melakukan Komisaris memperhatikan jalannya perusahaan dan adalah tempat yang paling ideal untuk melakukan fungsi pengawasan untuk menciptakan perusahaan yang menurut penelitian Stefanie & Gregorius independen tidak punya pengaruh terhadap kinerja keuangan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Elizar Sinambela dan Indah Rahmawati JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 . ,mengemukakan independen mempengaruhi kinerja keuangan, sebagian besar dewan komisaris independen berasal dari sumber yang tidak terkait dengan perusahaan, dan kinerja perusahaan dipengaruhi oleh mereka. Komisaris independen juga berfungsi untuk dalam permasalahan antara manajer internal, pengawas kebijakan manajemen, dan penasihat kepada manajemen. Dengan lebih banyak perwakilan dari outsider director atau komisaris independen perusahaan board lebih independen dan efektif, yang menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan. Untuk kepemilikan sangat penting karena memberikan garansi kepada kreditur dan investor karena mereka memiliki hak untuk mengawasi harta dan Terdapatnya perlindungan tersebut (Sprenger. Kepemilikan institusional akan meningkatkan pengawasan terhadap operasi bisnis secara optimal. Menurut penelitian Iskandar & Zulhilmi . , ukuran bisnis mempengaruhi kinerja keuangan Penelitian keuangan perusahaan lebih baik jika ukuran perusahaan lebih besar. Selain itu, menurut penelitian Maulidya Yuniwiansyah . , firm size berkorelasi positif dengan kinerja Kinerja dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Banyak komite audit tidak memiliki kemampuan untuk meninjau dan Komite audit akan terbagi dengan komisaris independen Dan menyebabkan laporan keuangan yang tidak terbuka dan laporan keuangan yang tidak kredibel. Karena komite audit tidak memiliki pengawasan yang cukup, kinerja keuangan tidak akan dipengaruhi oleh komite audit. Maka dari itu penulis akan melakukan penelitian tentang Pengaruh Good Corporate Firm Size Terhadap Profitabilitas. METODE Dalam penelitian ini yang digunakan adalah data yang bersifat kuantitatif data kuantitatif sebagai data yang terdiri dari angka atau data yang dapat diukur . Dengan kata lain, penelitian yang merupakan bentuk penelitian yang menguji teori yang sudah ada dengan mengukur variabel penelitian dan menggunakan teknik statistik untuk Data penelitian ini bersumber dari laporan keuangan tahunan terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2019 sampai 2022. Pilihan waktu ini didasarkan pada keinginan untuk menggunakan data terkini yang tersedia dan mencakup rentang penelitian ini. Metode yang digunakan dalam menentukan sampel yaitu dengan purposive dimana sampel dipilih secara terencana dari populasi yang diteliti, dan memiliki kemampuan untuk menggambarkan populasinya, waktu penelitian ini menggunakan waktu terbaru yaitu 2019-2022. Pertimbangan kriteria penelitian untuk pengambilan sampel ialah sebagai berikut: Perusahaan yang terdaftar di BEI secara berturut-turut dari tahun 2019-2022. AKUNBISNIS | 13 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Perusahaan Perbankan yang melaporkan laporan keuangan periode 2019-2022. Perusahaan perbankan yang Analisis memakai angka dan perhitungan statistik dengan program SPSS 22. Tujuan dari analisis ini merupakan menentukan apakah GCG, firm size, berpengaruh pada ROE secara keseluruhan atau apakah ada hubungan positif atau negatif antara variabel bebas dan variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan model regresi linier berganda untuk menguji kebenaran penelitian Sujarweni, . Teknik ini menguji bagaimana pengaruh variabel independen yaitu perputaran kas, struktur modal, pertumbuhan laba dan firm size terhadap variabel dependen yaitu profitabilitas. Uji Statistik Deskriptif Berikut adalah hasil tabel uji statistic deskriptif: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif ROE Mini Maximum Mean Std. Deviation ,11 12,71 4,9185 3,25514 2,00 9,00 4,5417 2,05207 2,00 8,00 3,8958 1,13437 100,00 61,1913 40,00 14,67612 KINST 75,7510 39,61 99,08 16,25269 3,00 11,00 6,7917 2,37861 22,75 33,35 31,0069 2,61743 Valid N . Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 Variabel Dewan Komisaris (DK) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, nilai minimum 2,00, nilai maksimum sebesar 9. 00, dan nilai mean sebesar 4,5417 serta AKUNBISNIS | 14 nilai standar deviasi sebesar 2,05207. Variabel Komite Audit (KA) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, nilai minimum JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 sebesar 2,00, nilai maksimum 8,00, nilai mean 3,8958, dan nilai standar deviasi nya 1,13437. Variabel komisaris independen (KI) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, minimum sebesar 40,00, nilai maximum 100,00, nilai mean sebesar 61,1913, dan nilai standar deviasi sebesar 14,67612. Variabel kepemilikan institusional (KINST) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, minimum sebesar 39,61, nilai maximum 99,08, nilai mean sebesar 75,7510, dan nilai standar deviasi sebesar 16,25269. deviasi sebesar 3,25514. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji ini untuk mengetahui data yang akan digunakan dalam penelitian data yang layak merupakan data yang berdistribusi normal. Uji normalitas P-Plot berdasarkan gambar 2 diketahui bahwa titik sebaran menebar dan mengikuti garis, sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov smirnov gambar 3 menunjukan sig . -tile. bernilai 0,178, data >0. 05, dan dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan Kolmogorov-Smirnov pada tabel 4. diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,178. Nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05 (>0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi penelitian ini memiliki distribusi yang normal. Hal ini juga dapat dilihat dari grafik histogram dan grafik normal P-P Plot Variabel dewan direksi (DD) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, minimum sebesar 3,00, nilai maximum 11,00, nilai mean sebesar 6,7917, dan nilai standar deviasi sebesar 2,37861. Variabel Firm Size (FS) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, minimum sebesar 22,75, nilai maximum 33,35, nilai mean sebesar 31,0069, dan nilai standar deviasi sebesar/161743. Variabel Return On Equity (ROE) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 48, minimum sebesa0,11, nilai maximum 12,71, nilai mean sebesar 4,9185 dan nilai standar Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most ,0000000 1,76964675 Absolute ,112 Positive ,083 Negative -,112 Extre meDifferences Test Statistic ,112 AKUNBISNIS | 15 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Asymp. Sig. ,178c Gambar 1. Grafik Histogram Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 Berdasarkan diketahui bahwa model dari regresi Uji Multikolinearitas memenuhi asumsi normalitas. Dapat Hasil Uji Multikolinearitas dilihat dari bentuk yang simetris tidak disajikan dalam gambar berikut : condong ke kanan maupun ke kiri yang berarti data berdistribusi normal. Tabel 1. 3 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF ,294 3,399 ,602 1,661 ,596 1,677 KIN ,671 1,491 ,226 4,418 ,419 2,385 Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 AKUNBISNIS | 16 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Berdasarkan tabel 1. tidak terdapat korelasi antara variabel menjelaskan bahwa variabel independen dalam penelitian ini. Dewan Komisaris (DK) sehingga tidak terjadi masalah memiliki tolerance sebesar 0,294 dan nilai VIF sebesar 3,399. Variabel Komite Audit (KA) memiliki tolerance Uji Heteroskedastisitas sebesar 0,602 dan nilai VIF sebesar Dapat dilihat pada tabel 1,661. Variabel komisaris independen (KI) memiliki tolerance sebesar 0,596 tingkat signifikan 5% ataupun 0,05 dan nilai VIF sebesar 1,677. Variabel pada nilai chi square tabel sehingga kepemilikan institusional (KINST) nilai chi square tabel sebesar 11. memiliki tolerance sebesar 0,671 dan Chi square hitung dihitung dengan nilai VIF sebesar 1,491. Variabel rumus R square x N . umlah sampe. , dewan direksi (DD) memiliki tolerance nilai R square =0,148, nilai N = 48, sebesar 0,226 dan nilai VIF sebesar sehingga dapat disimpulkan nilai chi 4,418. Variabel Firm Size (FZ) square hitung sebesar 7,104, dan chi memiliki tolerance sebesar 0,419 dan square tabel dihitung dengan rumus Df nilai VIF sebesar 1385. = k . umlah variabel independe. Oe1. Dari Dasar pengambilan keputusan uji white yaitu nilai chi square hitung menunjukkan nilai tolerance value lebih kecil < dari nilai chi square table yang lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF . ,104<11,. , maka dikatakan tidak yang kurang dari 10. Dengan terjadi masalah heteroskedastisitas. demikian, dapat disimpulkan bahwa Tabel 3 Hasil Uji White Model Summaryb Mod R Square Adjuste Square Std. Error of the Estima ,272 ,049 3,24395 ,521 Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 Uji Autokorelasi Berikut adalah Autokorelasi : AKUNBISNIS | 17 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Tabel . 5 Hasil Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea ,27016 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs -,729 Asymp. Sig. -taile. ,466 Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 Dari persamaan linier berganda di atas, maka interpretasinya sebagai . Nilai konstanta sebesar -8,344 , artinya jika variabel DK (XCA). (XCC). KI (XCE). KINST (XCE). DD (XCI), dan FZ (XCI) nilainya . maka variabel ROE (Y) bernilai tetap sebesar -8,344. Nilai koefisien regresi DK (XCA) bernilai positif sebesar 0,773 yang artinya jika variabel DK (XCA) sebesar 1 satuan, maka nilai ROE (Y) sebesar 0,773. (Jika positif, variabel X Meningkat namun Variabel Y meningka. Nilai koefisien regresi KA KA (XCC) bernilai positif sebesar 0,168 yang artinya jika variabel KA KA (XCC) sebesar 1 satuan, maka nilai ROE (Y) sebesar 0,168 (Jika positif, variabel X Meningkat namun Variabel Y Nilai koefisien regresi KI (XCE) bernilai positif sebesar 0,008 yang artinya jika variabel KI (XCE) sebesar 1 satuan, maka nilai ROE (Y) AKUNBISNIS | 18 sebesar 0,008 (Jika positif, variabel X Meningkat namun Variabel Y Nilai koefisien regresi KINST (XCE) bernilai positif sebesar 0,097 yang artinya jika variabel KINST (XCE) sebesar 1 satuan, maka nilai ROE (Y) sebesar 0,097 (Jika positif, variabel X Meningkat namun Variabel Y Nilai koefisien regresi DD (XCI) bernilai positif sebesar 0,033 yang artinya jika variabel DD (XCI) sebesar 1 satuan, maka nilai ROE (Y) sebesar 0,033 (Jika positif, variabel X Meningkat namun Variabel Y Nilai koefisien regresi FZ (XCI) bernilai positif sebesar 0,034 yang artinya jika variabel FZ (XCI) sebesar 1 satuan, maka nilai ROE (Y) sebesar 0,034 (Jika positif, variabel X Meningkat namun Variabel Y JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Uji Hipotesis Uji t (Parsia. Tabel 4. 8 menunjukan hasil penelitian ini sebagai berikut : = 48 . ampel ) = 6 . ariabel penelitia. a = 5% . = 48 - 6 = 42 ttabel = 1,682 Ket : Variabel DK (XCA) memiliki signifikan 0,003 < 0,05 maka disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jika dilihat dengan thitung dan ttabel, variabel DK (XCA) memiliki nilai t hitung sebesar 3,112, ttabel 1,682 terhadap ROE (Y), sehingga HCA . Variabel KA (XCC) memiliki signifikan 0,596 > 0,05 maka disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Jika dilihat dengan t hitung sebesar 0,534 < ttabel 1,682 , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel KA (XCC) terhadap ROE (Y), sehingga HCC . Variabel KI (XCE) memiliki signifikansi 0,755 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Jika dilihat dengan t hitung sebesar 0,314 < ttabel 1,682 , sehingga variabel KI (XCE) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE (Y), sehingga HCE . Variabel KINST (XCE) memiliki signifikansi 0,000 < 0. 005 maka disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jika dilihat . thitung dan ttabel, variabel KINST (XCE) memiliki nilai t hitung sebesar 4,682, ttabel 1,682 terhadap ROE (Y), sehingga HCE . Variabel DD (XCI) memiliki signifikansi 0,894 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Jika dilihat dengan thitung sebesar 0,134 < ttabel 1,682 , sehingga variabel DD (XCI) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE (Y), sehingga HCI . Variabel FZ (XCI) memiliki signifikansi 0,838 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Jika dilihat dengan t hitung sebesar 0,134 < ttabel 1,682 , sehingga variabel FZ (XCI) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE (Y), sehingga HCI Tabel 6 Hasil Uji t . Coefficientsa Model (Constan. KINST Unstandardize dCoefficients -8,344 ,773 ,168 ,008 ,097 ,033 4,633 ,248 ,314 ,024 ,021 ,244 Standa Coef. Beta ,487 ,058 ,035 ,485 ,024 -1,801 3,112 ,534 ,314 4,682 ,134 Sig. ,079 ,003 ,596 ,755 ,000 ,894 AKUNBISNIS | 19 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 ,034 ,163 ,027 ,206 Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 Uji F (Simulta. ,838 sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai Fhitung 16,287 > Ftabel/1330 Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel DK (XCA). KA (XCC). KI (XCE). KINST (XCE). DD (XCI), (XCI) berpengaruh signifikan terhadap ROE (Y). Berdasarkan hasil uji statistik f, nilai signifikansi pada tabel diatas diperoleh 0,000, nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, sehingga model regresi layak untuk digunakan. Berdasarkan Hasil hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: DF1 = 6 . ariabel beba. DF2 = 48 - 6 -1 = 41 Ftabel = 1330 Diketahui untuk pengaruh variabel DK (XCA). KA (XCC). KI (XCE). KINST (XCE). DD (XCI), dan FZ (XCI) terhadap ROE (Y) adalah Tabel 7 Hasil Uji Statistik F . ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square 350,821 58,470 147,188 3,590 16,287 Sig. ,000b 498,009 Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Hasil uji koefisien determinasi (RA), diketahui nilai Adjusted R square 0,661 atau sama dengan 66,1% angka independen yaitu variabel DK (XCA). KA (XCC). KI (XCE). KINST (XCE). DD (XCI), dan FZ (XCI) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen yaitu variabel ROE (Y). Sebesar 66,1%, sedangkan sisanya 33,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Berikut tabel hasil uji koefisien determinasi (RA) : Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Model Summaryb Model R Square Adjuste Square ,839 ,704 ,661 1,89471 Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 22, 2023 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah diujikan melalui beberapa macam proses pengujian yaitu uji statistik t . , uji statistik F determinasi pada variabel dewan komisaris (XCA), komite audit (XCC), (XCE). AKUNBISNIS | 20 DurbinWat 1,780 kepemilikan institusional (XCE), dewan direksi (XCI). Firm Size (XCI). Berikut adalah pembahasan dari rumusan masalah pada penelitian ini : Pengaruh Dewan Komisaris terhadap Profitabilitas (ROE) Hasil penelitian menunjukan variabel dewan direksi mempunyai nilai t hitung sebesar 3,112 dengan JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 tingkat signifikansi 0,003. Oleh karena itu t hitung > t tabel . ,112 > 1,. Hal ini menunjukan bahwa tingkat signifikansi < 0,050. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu hipotesis alternatif (HCA) diterima, yang artinya dewan komisaris mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja perusahaan komisaris karena memiliki lebih banyak pengawasan atas kinerja perusahaan dan memberi manajemen lebih banyak masukan untuk meningkatkan kinerja. Studi Sri . menemukan karena jumlah komisaris yang lebih besar menghasilkan pengawasan yang lebih ketat terhadap manajer, yang membuat manajer berusaha lebih keras untuk meningkatkan kinerja kemungkinan penyalahgunaan sumber Pengaruh Komite Audit Terhadap Profitabilitas (ROE) Tingkat signifikansi variabel komite audit berada di atas nilai 0,050. Ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 0,534 dan tingkat signifikansi sebesar 0,596. Selain itu, nilai terstandarisasi menunjukkan arah positif sebesar 0,058. Oleh karena itu, hipotesis alternatif (HCC) ditolak, menunjukkan bahwa variabel komite audit tidak memiliki pengaruh yang Semakin banyak komite audit, semakin banyak pengendalian dan pengawasan yang akan dilakukan. Ini karena banyak keputusan yang dibuat oleh komite audit yang berasal Selain itu, karena tidak semua komite audit memiliki keahlian yang cukup dalam akuntansi dan keuangan, hal ini dapat berdampak pada pengawasan laporan keuangan. Pengaruh Komisaris Independen profitabilitas (ROE) Hasil penelitian menunjukan memiliki nilai t hitung sebesar 0,314 dengan tingkat signifikansi 0,755. Hal ini menunjukan bahwa tingkat signifikansi berada diatas nilai 0,050. Selain itu nilai koefisiensi beta yang tidak terstandarisasi menunjukan arah positif sebesar 0,035 Oleh karena itu (HCE) ditolak, yang berarti variabel terhadap profitabilitas. Komisaris Independen tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas karena pada mempunyai tugas yang sama dengan dewan komisaris yaitu mengawasi kebijakan direksi dalam menjalankan perusahaan dan memberikan masukan kepada direksi dalam menjalankan perusahaan untuk mencapai tujuan Penelitian Intia dan Azizah . menemukan bahwa komisaris independen mempengaruhi kinerja penelitian Stefanie. dan Gregorius. , . yang menemukan bahwa Ini menunjukkan bahwa peran komisaris independen Selain itu, komisaris independen seringkali tidak tahu bagaimana mengawasi manajemen Pengaruh Kepemilikan Institusional profitabilitas (ROE) Hasil penelitian menunjukkan institusional memiliki nilai t hitung 4,682 dan tingkat signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa tingkat signifikansi lebih rendah dari 0,050. Selain itu, nilai koefisiensi beta yang tidak terstandarisasi menunjukkan arah positif sebesar 0,485. Oleh karena itu, hipotesis alternatif (HCE) diterima, yang menunjukkan bahwa variabel kepemilikan institusional memiliki AKUNBISNIS | 21 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Ini karena perusahaan, dan semakin besar tingkat kepemilikan institusional, semakin besar nilai pasar. Hasil penelitian menunjukkan institusional memiliki nilai t hitung 4,682 dan tingkat signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa tingkat signifikansinya kurang dari 0,050. Tambahan pula, nilai koefisiensi beta menunjukkan arah positif sebesar 0,485. Karena itu, hipotesis alternatif (H. diterima, yang menyatakan institusional memiliki dampak yang Ini karena kepemilikan institusional dalam jumlah yang signifikan akan mempengaruhi nilai pasar perusahaan, dan semakin besar semakin besar nilai pasar. Pengaruh Dewan Direksi terhadap Profitabilitas (ROE) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel dewan direksi memiliki tingkat signifikansi 0,894 dan nilai t hitung 0,134. Ini menunjukkan bahwa tingkat signifikansi lebih besar dari 0,050. Selain itu, nilai koefisiensi beta menunjukkan arah positif sebesar 0,024. Oleh karena itu, hipotesis (HCI) menunjukkan bahwa variabel dewan direksi tidak memiliki pengaruh yang Karena jumlah dewan direksi Ada keterbatasan dalam kemampuan manusia untuk berbicara dan bernegosiasi. Jika dewan direksi terlalu besar, mereka akan membuat proses mencari kesepakatan dan membuat keputusan menjadi sulit, berlarut-larut. Akibatnya, mereka tidak akan dapat AKUNBISNIS | 22 melakukan pekerjaan mereka dengan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Intia & Azizah, 2. , yang menemukan bahwa jumlah anggota dewan direksi yang berbeda dapat mempengaruhi berbagai karakteristik perusahaan. Namun, penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya (Robert, 2. , yang menemukan bahwa dewan direksi tidak efektif dalam mengelola kinerja pengelolaan sumber daya. Pengaruh Firm Size Terhadap Profitabilitas (ROE) Jumlah perusahaan memiliki nilai t hitung 0,206 dan tingkat signifikansi 0,838. Hasil penelitian signifikansi lebih besar daripada nilai 0,050. Selain itu, koefisiensi beta yang tidak terstandarisasi menunjukkan nilai yang menunjukkan arah positif sebesar 0,027. Oleh karena itu, hipotesis alternatif (HCI) ditolak, yang perusahaan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap profitabilitas Ukuran digambarkan sebagai jumlah aset yang dimiliki perusahaan, dan jumlah aset yang besar tidak menjamin bahwa mengelola keuangan dengan baik. Akibatnya, perusahaan dengan jumlah aset yang besar belum tentu memiliki profitabilitas yang tinggi juga. Penelitian Intia & Azizah . menemukan bahwa ukuran kinerja keuangan karena ukuran positif dengan biaya yang harus ditanggung perusahaan. Perusahaan yang lebih kecil biasanya akan lebih efisien dalam mengelola asetnya dan memiliki beban yang lebih kecil sehingga operasionalisasi perusahaan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan kembali apa yang mereka miliki. Namun, penelitian yang JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 dilakukan oleh Muhammad Iskandar dan Muhammad Zulhilmi . terhadap kinerja keuangan. Uji F (Simulta. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel DK. KA. KI. KINST. DD, profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2019Ae Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 16,287 lebih besar daripada F Tabel/1330. Hasil ini sesuai dengan hipotesis ketujuh, yang menyatakan bahwa dewan komisaris (DK), komite audit (KA), komisaris (KI), institusional (KINST), dewan direksi (DD), dan ukuran perusahaan (FZ) secara bersamaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Hipotesis kelima akhirnya diterima. Uji Koefisien Determinasi (RA) Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,661 menunjukkan bahwa variabel independen, yaitu dewan komisaris (DK), komite audit (KA), komisaris independen (KI), kepemilikan institusional (KINST), dewan direksi (DD), dan ukuran (FZ), 66,1% profitabilitas (Y), sedangkan variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini memberikan kontribusi sebesar 33,9%. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, maka peneliti dapat menyampaikan beberapa kesimpulan dari hasil pembahasan yang peneliti lakukan sebagai berikut: Secara parsial . Variabel dewan komisaris (XCA) terhadap profitabilitas (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode Hal ini terjadi karena dengan banyaknya anggota dewan komisaris, menjadi lebih baik, masukan meningkatkan profitabilitas (ROE) juga lebih banyak, sehingga dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh dewan komisaris terhadap Variabel komite audit (XCC) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode Hal ini terjadi karena komite audit belum bisa untuk menjalankan profitabilitas (ROE). Jika jumlah anggota komite audit terlalu besar, manajemen tidak dapat mengendalikan profitabilitas dan tujuan Karena semakin banyak komite audit berarti semakin banyak pengawasan dilakukan, keputusan komite audit akan menjadi lebih sulit karena tidak semua akuntansi dan keuangan. Variabel (XCE) profitabilitas (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode Hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang diperoleh komisaris independen, pengangkatan dewan komisaris independen mematuhi regulasi, sehingga AKUNBISNIS | 23 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 fungsi pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh anggota dewan tidak efektif. Tidak ada dampak pada profitabilitas (ROE) karena Komisaris Independen pengawasan yang dilakukan Komisaris. Variabel (XCE) berpengaruh positif terhadap terhadap profitabilitas (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode Hal ini terjadi institusional dalam proporsi yang cukup besar akan mempengaruhi nilai pasar perusahaan, semakin besar tingkat kepemilikan saham oleh institusi, maka semakin (ROE) Variabel dewan direksi (XCI) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode Hal ini terjadi meningkat dengan jumlah dewan direksi yang lebih besar karena jumlah anggota dewan direksi yang terlalu besar dapat menyebabkan proses mencari kesepakatan dan membuat keputusan menjadi sulit, panjang, dan berlarut-larut. Akibatnya, dewan direksi tidak dapat melakukan tugasnya dengan Variabel Firm Size (XCI) tidak profitabilitas (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode AKUNBISNIS | 24 Jumlah aset yang perusahaan tidak menjamin mampu mengelola keuangan perusahaan dengan aset yang besar belum tentu memiliki profitabilitas (ROE) yang baik juga. Secara menunjukan bahwa : ji Secara kepemilikan institusional, dewan Firm Size signifikan terhadap profitabilitas (ROE) perbankan periode 2019-2022. Secara uji koefisien determinasi (R. Profitabilitas (ROE) dipengaruhi oleh keenam variabel yaitu dewan komisaris, komite audit, kepemilikan institusional, dewan direksi, dan Firm Size sebesar 66,1% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini yaitu sebesar 33,9%. DAFTAR PUSTAKA