Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Edukasi Anti-Bullying Melalui Kegiatan Outbound dan Pramuka di MA Laboratorium UIN SU Medan Tahun 2025 Cristopen Gulo1. Irfandi Crisnodel Manalu2. Heriyanto Zebua3. Syukur Berkat Anugerah Gulo4. Isabella5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Indonesia Corresponding Author : isabella242002@gmail. ABSTRACT Fenomena bullying masih menjadi tantangan serius di lingkungan sekolah, termasuk di MA Laboratorium UIN Sumatera Utara Medan, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan karakter sosial siswa melalui edukasi anti-bullying berbasis kegiatan outbound dan pramuka. Populasi penelitian terdiri dari 100 siswa, yakni 50 siswa putra dan 50 siswi putri, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengukur pemahaman dan sikap siswa, serta observasi dan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan interaksi sosial selama kegiatan. Prosedur kegiatan meliputi sosialisasi, pelaksanaan outbound dan pramuka yang mengintegrasikan materi antibullying, serta evaluasi pasca-kegiatan. Mitra STOK Bina Guna berperan signifikan sebagai fasilitator, membimbing siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan mendidik, sekaligus menciptakan suasana humanis dan Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai dampak bullying dari 65% menjadi 88%, perbaikan sikap sosial, serta kemampuan kolaborasi dan empati yang lebih baik. Program ini juga menekankan tindakan berkelanjutan melalui pendampingan rutin, kelompok peer support, dan refleksi mingguan, sehingga nilai-nilai anti-bullying dapat diinternalisasi dalam interaksi sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengalaman langsung melalui outbound dan pramuka, dengan dukungan mitra profesional, efektif dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, empatik, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Keywords Bullying. Outbound. Pramuka. Karakter Siswa. Pendidikan Inklusif PENDAHULUAN Analisis kebutuhan di MA Laboratorium UIN SU Medan menunjukkan bahwa perilaku bullying, baik verbal maupun fisik, masih menjadi tantangan nyata dalam pembentukan karakter remaja. Banyak siswa menghadapi tekanan sosial di lingkungan sekolah yang, jika tidak ditangani, dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional dan akademik mereka. Untuk itu, pendekatan yang lebih aplikatif dan menyentuh pengalaman langsung siswa menjadi sangat penting. Menurut Wicaksono . , program anti-bullying Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 yang melibatkan aktivitas partisipatif terbukti efektif dalam membangun empati, kepedulian, dan keterampilan sosial di kalangan remaja. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui program edukasi anti-bullying berbasis kegiatan outbound dan pramuka. Kegiatan outbound dirancang untuk membangun kerjasama, kepercayaan diri, dan keberanian siswa melalui tantangan fisik yang menyenangkan dan aman. Sementara itu, kegiatan pramuka menanamkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan disiplin, yang berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang tangguh namun peduli terhadap teman sebayanya. Pendekatan ini menggabungkan pengalaman fisik, emosional, dan sosial sehingga pembelajaran anti-bullying dapat lebih bermakna. Mitra utama dalam pelaksanaan program ini adalah STOK Bina Guna, yang memiliki pengalaman luas dalam mengelola program pengembangan karakter melalui kegiatan berbasis alam dan sosial. STOK Bina Guna berperan sebagai fasilitator yang tidak hanya memberikan bimbingan teknis selama kegiatan, tetapi juga menjadi inspirator bagi siswa dalam memahami nilai-nilai sosial dan empati. Kehadiran mereka memungkinkan program ini dilaksanakan secara profesional dan menyenangkan, sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam setiap kegiatan. MA Laboratorium UIN SU Medan turut mendukung penuh sebagai lembaga pendidikan, menyediakan akses langsung kepada siswa serta ruang yang aman untuk pelaksanaan kegiatan. Pentingnya kegiatan ini tidak hanya terletak pada pencegahan perilaku bullying, tetapi juga pada pembentukan lingkungan sekolah yang positif dan Kegiatan yang terstruktur dan menyenangkan dapat membantu siswa belajar sambil mengalami pengalaman nyata dalam membangun kerja sama, menghargai perbedaan, dan mengelola konflik. Menurut Nurhadi et al. , pendekatan berbasis pengalaman langsung memberikan efek lebih signifikan terhadap perubahan perilaku sosial siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Hipotesis kegiatan ini adalah bahwa edukasi anti-bullying melalui outbound dan pramuka akan meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying, menguatkan karakter mereka dalam menghadapi tekanan sosial, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah dan inklusif. Dengan bimbingan STOK Bina Guna, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep anti-bullying, tetapi juga mampu menginternalisasi nilainilai tersebut dalam interaksi sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat keterampilan sosial dan emosional siswa, termasuk kemampuan berkomunikasi, empati, dan penyelesaian masalah. Partisipasi aktif dalam kegiatan outbound dan pramuka Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman nyata, sehingga pesan antibullying menjadi lebih mudah diterima dan diingat. Selain itu, kolaborasi antara STOK Bina Guna dan MA Laboratorium UIN SU Medan menunjukkan pentingnya kemitraan antara lembaga pendidikan dan organisasi profesional dalam menciptakan program pengembangan karakter yang efektif. STOK Bina Guna menyediakan pendekatan metodologis yang inovatif, sementara sekolah memastikan integrasi kegiatan dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Program ini juga diharapkan menjadi model bagi sekolah lain yang ingin mengimplementasikan strategi anti-bullying berbasis pengalaman. Dengan pendekatan yang humanis dan menyenangkan, siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk mengubah perilaku negatif menjadi positif, sekaligus memperkuat solidaritas antar teman sekelas. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini mengedepankan integrasi teori dan praktik dalam upaya pengembangan karakter siswa, dengan fokus pada pencegahan bullying melalui kegiatan yang kreatif, partisipatif, dan Keterlibatan STOK Bina Guna sebagai mitra utama menjadi kunci keberhasilan program ini, karena mereka menghadirkan pengalaman praktis dan pendekatan humanis yang relevan dengan kebutuhan remaja masa kini. Dengan demikian, program edukasi anti-bullying melalui outbound dan pramuka di MA Laboratorium UIN SU Medan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi membentuk fondasi karakter siswa yang kuat, empatik, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua peserta didik. METODE Dalam upaya pencegahan perilaku bullying di MA Laboratorium UIN Sumatera Utara Medan, penelitian ini melibatkan 100 siswa sebagai populasi, terdiri dari 50 siswa putra dan 50 siswi putri. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa siswa yang terlibat dalam kegiatan pramuka dan outbound memiliki potensi untuk merasakan dampak positif dari program edukasi anti-bullying ini. Pendekatan purposive sampling memungkinkan peneliti untuk memilih peserta yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, sehingga hasil yang diperoleh lebih spesifik dan mendalam. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari dua jenis utama: instrumen kuantitatif dan kualitatif. Instrumen kuantitatif berupa kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman siswa tentang bullying, sikap mereka terhadap perilaku bullying, serta perubahan perilaku Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 yang terjadi setelah mengikuti program. Kuesioner ini dikembangkan berdasarkan teori-teori psikologi sosial dan pendidikan karakter, serta telah diuji validitas dan reliabilitasnya dalam konteks pendidikan Indonesia. Instrumen kualitatif berupa wawancara mendalam dan observasi partisipatif selama kegiatan outbound dan pramuka, yang bertujuan untuk menggali pengalaman siswa secara langsung dan memahami dinamika sosial yang terjadi selama proses pembelajaran. Prosedur kegiatan dimulai dengan tahap persiapan, di mana tim pengabdian bersama dengan mitra. STOK Bina Guna, melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal dan lokasi kegiatan. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua mengenai tujuan dan manfaat dari program edukasi anti-bullying ini, serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan, yang terbagi menjadi dua bagian utama: kegiatan outbound dan kegiatan pramuka. Kegiatan outbound dirancang untuk membangun kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan antar siswa melalui permainan kelompok yang menyenangkan namun menantang. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menghadapi tantangan bersama, menyelesaikan masalah secara kolaboratif, dan saling mendukung, sehingga membentuk ikatan emosional yang kuat antar Kegiatan pramuka, di sisi lain, menekankan pada pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan melalui kegiatan luar ruangan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Selama kedua kegiatan ini, siswa diberikan materi mengenai dampak negatif bullying dan cara-cara pencegahannya, serta diajak untuk merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam konteks sosial. Setelah pelaksanaan kegiatan, dilakukan evaluasi melalui pengisian kuesioner oleh siswa untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap mereka terhadap bullying. Selain itu, dilakukan wawancara dengan beberapa siswa dan guru untuk mendapatkan umpan balik mengenai efektivitas program dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Data yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara dianalisis secara deskriptif untuk melihat sejauh mana program ini berhasil mencapai tujuannya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mitra STOK Bina Guna berperan penting sebagai fasilitator dan pelatih dalam kegiatan outbound dan pramuka. Dengan pengalaman dan keahlian mereka dalam mengelola kegiatan luar ruangan yang edukatif. STOK Bina Guna mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendidik bagi siswa, sehingga tujuan program dapat tercapai dengan Kolaborasi antara tim pengabdian. STOK Bina Guna, dan pihak Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 sekolah menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan mendukung perkembangan karakter siswa secara HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi anti-bullying melalui outbound dan pramuka di MA Laboratorium UIN SU Medan berhasil melibatkan 100 siswa, terdiri dari 50 siswa putra dan 50 siswi putri, yang dipilih melalui metode purposive Pemilihan peserta ini didasarkan pada keterlibatan mereka dalam kegiatan pramuka sebelumnya dan kesiapan untuk berpartisipasi dalam kegiatan luar ruangan. Hal ini memastikan bahwa seluruh peserta memiliki motivasi dan kapasitas untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan maksimal, sehingga data yang diperoleh akurat dan relevan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, membangun empati, dan memperkuat karakter sosial yang positif. Dalam praktiknya, tujuan ini dijabarkan melalui berbagai indikator, termasuk kemampuan siswa untuk mengidentifikasi perilaku bullying, kemampuan mereka mengekspresikan perasaan secara sehat, dan kemampuan untuk bekerja sama dengan teman sebaya dalam menyelesaikan tantangan kelompok. Selain itu, kegiatan juga menekankan pengembangan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter holistik. Kegiatan outbound yang dilaksanakan mencakup permainan kelompok dan tantangan fisik yang dirancang untuk melatih kerja sama dan komunikasi antar siswa. Misalnya, siswa diminta untuk menyelesaikan rintangan dengan saling mendukung dan berbagi strategi. Dari hasil observasi, sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan kolaborasi, serta kesadaran untuk mendukung teman yang mengalami kesulitan. Data kuantitatif dari kuesioner menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman tentang bullying dari 65% sebelum kegiatan menjadi 88% setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan pramuka dilaksanakan dengan mengedepankan latihan kepemimpinan, kegiatan berbasis nilai moral, serta pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab. Dalam sesi ini, siswa diberi kesempatan untuk memimpin kelompok kecil, mengambil keputusan bersama, dan melakukan refleksi mengenai dampak perilaku negatif terhadap teman sebaya. Observasi menunjukkan bahwa kegiatan ini membantu siswa memahami peran mereka dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan harmonis. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 Tindakan berkelanjutan dari kegiatan ini dirancang dalam bentuk pendampingan rutin dan penguatan nilai-nilai anti-bullying di lingkungan Guru dan pembina pramuka dilibatkan untuk memonitor perilaku siswa secara berkala, memberikan penguatan positif, serta melaksanakan sesi refleksi mingguan. Langkah ini dimaksudkan agar nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti saat kegiatan selesai, tetapi terus menjiwai interaksi sosial sehari-hari di sekolah. Selain itu, program ini juga mendorong pembentukan kelompok peer support, di mana siswa yang sudah memahami nilai-nilai anti-bullying dapat membimbing teman sebaya yang membutuhkan dukungan. Strategi ini sejalan dengan penelitian terbaru yang menyatakan bahwa keterlibatan siswa dalam peer mentoring dapat meningkatkan efektivitas intervensi anti-bullying (SaAodiyah, 2. Pendekatan ini menekankan kolaborasi dan tanggung jawab sosial yang nyata, sekaligus membangun lingkungan sekolah yang inklusif. Kendala yang muncul selama pelaksanaan kegiatan antara lain kondisi cuaca yang kurang bersahabat, keterbatasan fasilitas pendukung, dan beberapa siswa awalnya merasa canggung dalam berpartisipasi. Tim fasilitator, khususnya STOK Bina Guna, mengambil langkah adaptif dengan menyesuaikan jadwal kegiatan, memberikan motivasi tambahan, serta membagi kelompok menjadi lebih kecil agar siswa lebih nyaman dan aktif. Strategi ini berhasil meningkatkan keterlibatan seluruh peserta dan menjaga suasana kegiatan tetap positif. Selama pelaksanaan, peran mitra STOK Bina Guna sangat terlihat Mereka tidak hanya memandu kegiatan fisik, tetapi juga berperan sebagai mediator sosial, membantu siswa memahami pentingnya empati, kerja sama, dan saling menghargai. Kehadiran mereka memberikan nuansa humanis dan hangat, sehingga siswa merasa nyaman untuk berekspresi dan berinteraksi secara terbuka, termasuk dalam mengakui pengalaman terkait bullying yang pernah mereka temui. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kombinasi kegiatan outbound dan pramuka efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying, memperkuat karakter sosial, serta membangun ikatan kelompok yang positif. Kuesioner dan wawancara mendalam memperlihatkan bahwa siswa kini lebih mampu mengidentifikasi perilaku negatif, meresponsnya dengan cara yang konstruktif, dan mendukung teman sebaya dalam menghadapi situasi sulit. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pengalaman langsung memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan metode pembelajaran tradisional (Hidayah, 2. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya mencapai tujuan awal, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan yang lebih Kolaborasi antara tim pengabdian. STOK Bina Guna, dan pihak sekolah menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan mendukung pertumbuhan karakter siswa. Dengan pendekatan humanis, berkesinambungan, dan berbasis pengalaman, program ini berhasil menanamkan nilai-nilai anti-bullying yang dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun masyarakat luas. Gambar 1. Kegiatan Pengabdian KESIMPULAN Kegiatan edukasi anti-bullying melalui outbound dan pramuka di MA Laboratorium UIN SU Medan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengalaman langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, memperkuat karakter sosial, dan membangun lingkungan sekolah yang harmonis serta inklusif. Kolaborasi yang solid antara tim pengabdian, mitra STOK Bina Guna, dan pihak sekolah terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan program, di mana peran fasilitator tidak hanya memberikan bimbingan teknis, tetapi juga membentuk suasana yang humanis dan suportif bagi seluruh siswa. Hasil evaluasi berupa kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman, sikap, dan perilaku positif siswa, yang menunjukkan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 247-254 bahwa nilai-nilai anti-bullying dapat diinternalisasi dan diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA