Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR Sucipto nC Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Terbuka. Indonesia1 nC Article History: Received: February Revision: May 2025 Accepted: May 2025 Published: August Keywords: Digital Marketing Strategy. Revenue Growth. MSMES. East Java. Corresponding Author Email: sucipto. 89@ecampus. Abstract: Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a crucial role in Indonesia's economy, contributing significantly to the Gross Domestic Product (GDP) and job creation. However, in the digital era, many MSMEs face challenges in adopting effective digital marketing strategies. This study aims to analyze the relationship between digital marketing strategies and MSME revenue growth in East Java. A quantitative approach was employed, using a survey method involving 139 MSME entrepreneurs. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression to determine the impact of digital marketing elements, such as social media, search engine optimization (SEO), and paid advertising, on MSME revenue growth in East Java. The findings reveal that digital marketing strategies have a positive and significant impact on MSME revenue growth . < 0. Social media emerged as the most dominant factor in driving revenue growth, followed by SEO and paid advertising. The discussion highlights that MSME entrepreneurs in East Java who actively utilize social media tend to achieve a broader market reach and enhanced customer loyalty. The study concludes that the effective adoption of digital marketing strategies can enhance MSME competitiveness in the digital era. This study recommends improving digital literacy among MSME entrepreneurs in East Java through intensive training and mentoring programs to optimize the use of digital platforms. By doing so. MSMEs can leverage digital technology to support sustainable growth. Abstrak: UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyediaan lapangan kerja. Namun, di era digital, banyak UMKM menghadapi tantangan dalam mengadopsi strategi pemasaran digital yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi pemasaran digital dan pertumbuhan pendapatan UMKM di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei Kata kunci: terhadap 139 pelaku UMKM. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur Strategi pemasaran dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh digital. Pertumbuhan elemen pemasaran digital, seperti media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), pendapatan. UMKM, dan iklan berbayar, terhadap pertumbuhan pendapatan UMKM di Jawa Timur. Jawa Timur Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan UMKM . < 0,. Elemen media sosial menjadi faktor yang paling dominan dalam mendukung peningkatan pendapatan, diikuti oleh SEO dan iklan berbayar. Pembahasan menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Jawa Timur yang aktif menggunakan media sosial memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan Sejarah Artikel: Diterima: Februari Direvisi: Mei 2025 Disetujui: Mei 2025 Diterbitkan: Agustus This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 394 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE peningkatan loyalitas pelanggan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa adopsi strategi pemasaran digital secara efektif dapat meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM di Jawa Timur melalui pelatihan dan pendampingan intensif guna mengoptimalkan penggunaan platform digital. Dengan demikian. UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. How to Cite: Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI : 10. 31932/jpe. PENDAHULUAN UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. Indonesia kontribusi yang sangat besar dalam Berdasarkan data dari (Juwitasari, 2. , terdapat lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia, yang mencakup sekitar 99% dari total unit usaha di negara ini. UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja. Sektor ini menjadi pilar utama dalam menciptakan peluang kerja dan mengurangi tingkat pengangguran, terutama di wilayah Selain itu. UMKM berperan penting dalam mendukung inovasi lokal dan keberlanjutan ekonomi di berbagai Namun. UMKM di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan struktural. Salah satu tantangan utama adalah pembiayaan formal. Menurut laporan (BI, 2. , hanya 30% pelaku UMKM yang memiliki akses ke layanan keuangan formal, sehingga sebagian besar dari mereka bergantung pada modal pribadi atau pinjaman informal. Selain itu, keterbatasan dalam adopsi teknologi modern dan rendahnya literasi digital juga menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar domestik maupun Dalam konteks globalisasi dan transformasi digital. UMKM di Indonesia perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan pola konsumsi konsumen agar tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif. UMKM Indonesia pengembangan sektor ekonomi kreatif. Sektor ini mencakup berbagai industri, termasuk kerajinan tangan, kuliner, dan fesyen, yang menjadi daya tarik utama bagi pasar lokal dan ekspor. Pemerintah Indonesia melalui berbagai inisiatif seperti "Gerakan UMKM Go Digital" telah mendorong transformasi digital untuk meningkatkan daya saing UMKM. Inisiatif ini mencakup pelatihan literasi digital, penyediaan platform e-commerce, dan akses terhadap pasar internasional. Dengan dukungan yang tepat. UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. di Jawa Timur memainkan peran yang sangat signifikan dalam ekonomi provinsi ini. Berdasarkan data (Badan Pusat Statistik, 2. Jawa Timur memiliki lebih dari 9 juta unit UMKM yang menyumbang hampir 55% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Provinsi ini juga dikenal sebagai pusat This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. aktivitas ekonomi dengan sektor UMKM yang bervariasi, mulai dari pertanian, kerajinan, hingga perdagangan. Namun, dalam menghadapi era digital. UMKM di Jawa Timur masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk strategi pemasaran. Penelitian dilakukan oleh (Tannady et al. , 2. menunjukkan bahwa hanya 40% UMKM di Jawa Timur yang memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Studi tersebut juga menemukan bahwa pelaku UMKM di dibandingkan dengan pelaku di perkotaan. Faktor ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital yang rendah di kalangan pelaku usaha (Nofrisel et al. , 2. juga menyoroti bahwa meskipun UMKM di Jawa Timur memiliki potensi pasar yang besar, banyak pelaku yang belum memahami algoritma media sosial, sehingga konten pemasaran mereka kurang efektif dalam menarik perhatian konsumen. Selain itu, penelitian oleh (Arifin, 2. mengungkapkan bahwa integrasi antara e-commerce dan media sosial sangat UMKM di Jawa Timur. Penelitian ini UMKM menggunakan kombinasi kedua platform ini mampu meningkatkan penjualan hingga Namun, hambatan seperti biaya operasional dan keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan platform digital menjadi tantangan utama. Studi yang dilakukan oleh (Peni Widarti, 2. juga menyoroti bahwa dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mempercepat digitalisasi UMKM di Jawa Timur. Program seperti pelatihan literasi digital dan pemberian insentif bagi pelaku UMKM yang beralih ke platform digital dapat memberikan Studi menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal dapat menciptakan ekosistem digital yang inklusif bagi UMKM. Lebih lanjut, penelitian oleh (Nofrisel et al. , 2. menyoroti bahwa optimasi konten digital adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi efektivitas Penelitian menyarankan bahwa pelaku UMKM di Jawa Timur harus memahami pentingnya SEO (Search Engine Optimizatio. dan meningkatkan visibilitas mereka di pasar Penelitian ini juga menunjukkan bahwa UMKM yang secara aktif menggunakan SEO mengalami peningkatan kunjungan situs web sebesar 50% dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan strategi ini. Dari perspektif ekonomi lokal. UMKM di Jawa Timur menghadapi tantangan tambahan seperti ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan Hal ini berdampak pada akses terhadap teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk digitalisasi. Studi (McKinsey Company, mengidentifikasi bahwa hanya 30% UMKM di daerah pedesaan yang memiliki akses internet yang memadai. Kondisi ini menghambat adopsi teknologi digital secara merata di seluruh provinsi. Penelitian ini berusaha menjawab kesenjangan literatur dengan menganalisis pemasaran digital seperti media sosial. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 396 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE SEO, dan iklan berbayar serta pertumbuhan pendapatan UMKM di Jawa Timur. Dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan survei terhadap 200 pelaku UMKM, penelitian ini tidak hanya memberikan data empiris yang relevan tetapi juga rekomendasi strategis yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha dan pembuat kebijakan di tingkat lokal. Melalui komprehensif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur pemasaran digital di sektor UMKM, sekaligus memberikan panduan praktis untuk meningkatkan daya saing UMKM di Jawa Timur di era digital. METODE PENELITIAN UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. Indonesia kontribusi yang sangat besar dalam Berdasarkan data dari (Juwitasari, 2. , terdapat lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia, yang mencakup sekitar 99% dari total unit usaha di negara ini. UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja. Sektor ini menjadi pilar utama dalam menciptakan peluang kerja dan mengurangi tingkat pengangguran, terutama di wilayah Selain itu. UMKM berperan penting dalam mendukung inovasi lokal dan keberlanjutan ekonomi di berbagai Namun. UMKM di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan struktural. Salah satu tantangan utama adalah pembiayaan formal. Menurut laporan (BI, 2. , hanya 30% pelaku UMKM yang memiliki akses ke layanan keuangan formal, sehingga sebagian besar dari mereka bergantung pada modal pribadi atau pinjaman informal. Selain itu, keterbatasan dalam adopsi teknologi modern dan rendahnya literasi digital juga menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar domestik maupun Dalam konteks globalisasi dan transformasi digital. UMKM di Indonesia perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan pola konsumsi konsumen agar tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif. UMKM Indonesia pengembangan sektor ekonomi kreatif. Sektor ini mencakup berbagai industri, termasuk kerajinan tangan, kuliner, dan fesyen, yang menjadi daya tarik utama bagi pasar lokal dan ekspor. Pemerintah Indonesia melalui berbagai inisiatif seperti "Gerakan UMKM Go Digital" telah mendorong transformasi digital untuk meningkatkan daya saing UMKM. Inisiatif ini mencakup pelatihan literasi digital, penyediaan platform e-commerce, dan akses terhadap pasar internasional. Dengan dukungan yang tepat. UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. di Jawa Timur memainkan peran yang sangat signifikan dalam ekonomi provinsi ini. Berdasarkan data (Badan Pusat Statistik, 2. Jawa Timur memiliki lebih dari 9 juta unit UMKM yang menyumbang hampir 55% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Provinsi ini juga dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi dengan sektor UMKM yang bervariasi, mulai dari pertanian, kerajinan, hingga perdagangan. Namun. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. dalam menghadapi era digital. UMKM di Jawa Timur masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk strategi pemasaran. Penelitian dilakukan oleh (Tannady et al. , 2. menunjukkan bahwa hanya 40% UMKM di Jawa Timur yang memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Studi tersebut juga menemukan bahwa pelaku UMKM di dibandingkan dengan pelaku di perkotaan. Faktor ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital yang rendah di kalangan pelaku usaha (Nofrisel et al. , 2. juga menyoroti bahwa meskipun UMKM di Jawa Timur memiliki potensi pasar yang besar, banyak pelaku yang belum memahami algoritma media sosial, sehingga konten pemasaran mereka kurang efektif dalam menarik perhatian konsumen. Selain itu, penelitian oleh (Arifin, 2. mengungkapkan bahwa integrasi antara e-commerce dan media sosial sangat UMKM di Jawa Timur. Penelitian ini UMKM menggunakan kombinasi kedua platform ini mampu meningkatkan penjualan hingga Namun, hambatan seperti biaya operasional dan keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan platform digital menjadi tantangan utama. Studi yang dilakukan oleh (Peni Widarti, 2. juga menyoroti bahwa dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mempercepat digitalisasi UMKM di Jawa Timur. Program seperti pelatihan literasi digital dan pemberian insentif bagi pelaku UMKM yang beralih ke platform digital dapat memberikan Studi menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal dapat menciptakan ekosistem digital yang inklusif bagi UMKM. Lebih lanjut, penelitian oleh (Nofrisel et al. , 2. menyoroti bahwa optimasi konten digital adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi efektivitas Penelitian menyarankan bahwa pelaku UMKM di Jawa Timur harus memahami pentingnya SEO (Search Engine Optimizatio. dan meningkatkan visibilitas mereka di pasar Penelitian ini juga menunjukkan bahwa UMKM yang secara aktif menggunakan SEO mengalami peningkatan kunjungan situs web sebesar 50% dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan strategi ini. Dari perspektif ekonomi lokal. UMKM di Jawa Timur menghadapi tantangan tambahan seperti ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan Hal ini berdampak pada akses terhadap teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk digitalisasi. Studi (McKinsey Company, mengidentifikasi bahwa hanya 30% UMKM di daerah pedesaan yang memiliki akses internet yang memadai. Kondisi ini menghambat adopsi teknologi digital secara merata di seluruh provinsi. Penelitian ini berusaha menjawab kesenjangan literatur dengan menganalisis pemasaran digital seperti media sosial. SEO, dan iklan berbayar serta pertumbuhan pendapatan UMKM di Jawa Timur. Dengan pendekatan kuantitatif yang This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 398 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE menggunakan survei terhadap 200 pelaku UMKM, penelitian ini tidak hanya memberikan data empiris yang relevan tetapi juga rekomendasi strategis yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha dan pembuat kebijakan di tingkat lokal. Melalui pendekatan yang komprehensif, penelitian kontribusi signifikan terhadap literatur pemasaran digital di sektor UMKM, sekaligus memberikan panduan praktis untuk meningkatkan daya saing UMKM di Jawa Timur di era digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian diawali dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta distribusi penggunaan elemen pemasaran digital dalam UMKM di Jawa Timur. Analisis ini memberikan gambaran awal mengenai bagaimana UMKM di Jawa Timur memanfaatkan Media Sosial. SEO, dan Iklan Berbayar dalam strategi pemasaran Dengan elemen-elemen penelitian ini dapat mengidentifikasi kontribusi masing-masing strategi terhadap pertumbuhan pendapatan UMKM di Jawa Timur serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing bisnis di era digital. Gambar 1. Jenis Usaha Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Interpretasi dari distribusi jenis usaha UMKM di Jawa Timur menunjukkan bahwa sektor Perdagangan mendominasi dengan 40,3%, diikuti oleh Jasa sebesar 38,1%, dan Manufaktur sebesar 21,6%. Data ini mencerminkan bahwa sebagian besar UMKM cenderung memilih sektor dengan modal awal yang relatif lebih rendah dan perputaran bisnis yang cepat, seperti perdagangan dan jasa. Bisnis perdagangan, terutama di bidang ritel dan e-commerce, lebih mudah dijalankan karena tidak memerlukan investasi besar dalam infrastruktur produksi. Demikian pula, sektor jasa seperti kuliner, perawatan pribadi, dan transportasi berkembang pesat karena adanya permintaan yang tinggi dari This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. Dominasi sektor perdagangan dan jasa juga menunjukkan bahwa UMKM di Jawa Timur lebih berorientasi pada aktivitas yang memberikan keuntungan dalam waktu singkat dibandingkan dengan sektor manufaktur yang membutuhkan investasi awal yang lebih besar dalam mesin, bahan baku, serta tenaga kerja yang lebih terampil. Studi yang dilakukan oleh (Badan Pusat Statistik, 2. menyatakan bahwa sektor perdagangan dan jasa di Indonesia berkembang pesat karena pertumbuhan ekosistem digital dan meningkatnya penggunaan platform online Hal UMKM perdagangan dan jasa untuk lebih mudah mengakses pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sementara itu, sektor manufaktur dengan proporsi 21,6% dalam distribusi UMKM di Jawa Timur menunjukkan bahwa masih ada keterbatasan dalam pengembangan industri kecil dan menengah di Jawa Timur. Tantangan utama yang dihadapi sektor ini mencakup tingginya biaya produksi, keterbatasan modal, serta akses terhadap teknologi dan bahan baku Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan dalam bentuk pendanaan, pelatihan keterampilan, dan insentif pajak sangat diperlukan untuk Dengan peningkatan kapasitas dan inovasi dalam produksi, sektor manufaktur UMKM di Jawa Timur berpotensi meningkatkan daya saing dan perekonomian daerah. Gambar 2. Lama Usaha Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Mayoritas UMKM di Jawa Timur dalam penelitian ini berada dalam kategori 1Ae3 tahun . ,8%), diikuti oleh 4Ae6 tahun . ,7%), yang menunjukkan bahwa sebagian besar usaha masih dalam tahap perkembangan dan ekspansi. Usaha dalam rentang usia ini umumnya sedang mengembangkan basis pelanggan, serta menyesuaikan strategi bisnis untuk This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 400 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE meningkatkan daya saing. Periode ini juga menjadi tahap krusial bagi UMKM di Jawa Timur dalam mengelola modal kerja, mengoptimalkan pemasaran digital, serta menghadapi tantangan operasional seperti fluktuasi permintaan dan persaingan pasar. Di sisi lain, jumlah UMKM di Jawa Timur yang telah bertahan lebih dari 6 tahun . ,0%) relatif kecil dibandingkan dengan kategori lainnya. Ini mengindikasikan bahwa hanya sedikit UMKM di Jawa Timur yang mampu bertahan dalam jangka keterbatasan modal, kesulitan dalam ekspansi bisnis, serta adaptasi terhadap perubahan pasar dan teknologi. Sementara itu. UMKM di Jawa Timur dengan usia kurang dari 1 tahun . ,5%) juga masih tergolong sedikit, yang menunjukkan bahwa tingkat kewirausahaan baru di sektor ini tidak terlalu tinggi atau banyak usaha baru yang gagal dalam tahun pertama akibat kurangnya perencanaan yang matang, akses permodalan yang terbatas, serta rendahnya pemahaman tentang strategi bisnis yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Jawa Timur masih berada dalam fase pertumbuhan, sementara hanya sedikit yang berhasil bertahan dalam jangka panjang atau baru merintis usaha. Hal ini menggarisbawahi pentingnya dukungan bagi UMKM di Jawa Timur dalam berbagai aspek, seperti pendampingan bisnis, akses ke modal usaha, serta pelatihan dalam manajemen keuangan dan pemasaran Pemerintah dan lembaga terkait perlu memberikan insentif serta kebijakan yang mendukung keberlanjutan UMKM di Jawa Timur, seperti program kredit usaha, akses pasar yang lebih luas, dan penguatan ekosistem bisnis berbasis digital untuk membantu UMKM di Jawa Timur bertahan serta berkembang dalam jangka panjang. Tabel 1: Descriptive Statistics Descriptive Statistics Media Sosial (XCA) Optimasi Mesin Pencari (SEO) (XCC) Iklan Berbayar (XCE) Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Statistik deskriptif menunjukkan bahwa dari 139 sampel yang dianalisis, semua variabel Media Sosial (XCA). SEO (XCC), Iklan Berbayar (XCE). Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) memiliki rentang nilai antara 10 hingga 19 Minimum Maximum Mean 17,62 Std. Deviation 1,839 1,791 17,61 1,859 17,76 1,563 atau 11 hingga 20. Rata-rata nilai . dari setiap variabel berada di kisaran 17,5 hingga 17,76, dengan standar deviasi berkisar antara 1,563 hingga 1,859, yang menunjukkan bahwa data memiliki variasi yang relatif rendah di sekitar rata-rata This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. Tabel 2: Uji Asumsi Klasik Variabel Uji Normalitas Media Sosial (XCA) Sig. = 0,001 (KS) SEO (XCC) Sig. = 0,101 (Monte Carl. Iklan Berbayar (XCE) Kesimpulan Terdistribusi secara normal . > 0,. Uji Multikolinearitas Tolerance = 0,319 VIF = 3,135 Uji Heteroskedastisitas 0,655 Tolerance = 0,241 VIF = 4,149 Tolerance = 0,204 VIF = 4,902 Tidak terjadi multikolinearitas (Tolerance > 0,1 & VIF < . 0,48 0,121 Tidak terjadi . > 0,. Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Uji normalitas bertujuan untuk hasil uji ini, semua variabel memiliki mengetahui apakah data dalam model Tolerance di atas 0,1 dan VIF di bawah 10, regresi berdistribusi normal. Dalam output sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ini, hasil uji Kolmogorov-Smirnov (KS) terjadi multikolinearitas dalam model menunjukkan signifikansi 0,001, sedangkan (Ghozali, 2. metode Monte Carlo menghasilkan Uji heteroskedastisitas dilakukan signifikansi 0,101. Karena nilai p dari Monte Carlo lebih dari 0,05, maka data ketidaksamaan varian dari residual dalam dianggap terdistribusi normal. Normalitas model regresi. Jika uji menunjukkan nilai data penting untuk memastikan bahwa signifikansi lebih dari 0,05, maka tidak model regresi memberikan estimasi yang terjadi heteroskedastisitas, yang berarti valid dan tidak bias (Ghozali, 2. Uji multikolinearitas digunakan untuk Pada hasil uji ini, semua mendeteksi adanya korelasi tinggi antar variabel memiliki nilai p lebih dari 0,05, variabel independen dalam model regresi. sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak Multikolinearitas terjadi heteroskedastisitas dalam model dengan nilai Tolerance (> 0,. dan regresi yang digunakan (Ghozali, 2. Variance Inflation Factor (VIF < . Pada Tabel 3: Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi (B) Sig. Media Sosial (XCA) 0,364 5,273 SEO (XCC) 0,471 5,778 Iklan Berbayar (XCE) -0,063 -0,733 0,465 Konstanta 4,214 0,716 F hitung 113,572 Sumber: Data Primer Diolah, 2025 This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 402 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Berdasarkan hasil regresi yang diberikan, model regresi linear dapat dituliskan sebagai berikut: Y=4,214 0,364X1 0,471X2Oe0,063X3 A Persamaan ini menunjukkan bahwa: Nilai 4,214 menunjukkan bahwa jika semua variabel independen bernilai nol, maka nilai dasar Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) adalah 4,214. Setiap peningkatan 1 unit pada Media Sosial (XCA) meningkatkan Y (Pertumbuhan Pendapatan UMKM) sebesar 0,364, dengan asumsi variabel lain tetap. Setiap peningkatan 1 unit pada SEO (XCC) akan meningkatkan Y sebesar 0,471. Setiap peningkatan 1 unit pada Iklan Berbayar (XCE) justru menurunkan Y sebesar 0,063, pengaruhnya tidak signifikan. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen secara individual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji menunjukkan bahwa Media Sosial . = 5,273, p = 0,. dan SEO . = 5,778, p = 0,. memiliki pengaruh signifikan karena nilai p < 0,05. Sementara itu. Iklan Berbayar . = -0,733, p = 0,. tidak Pertumbuhan Pendapatan UMKM karena nilai p > 0,05 (Ghozali, 2. Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Dengan nilai F hitung 113,572 dan signifikansi 0,000 . < 0,. , dapat disimpulkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan dalam menjelaskan variasi Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Ghozali, 2. Nilai RA sebesar 0,716 menunjukkan bahwa 71,6% variasi dalam Pertumbuhan Pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh variabel Media Sosial. SEO, dan Iklan Berbayar. Sisanya, 28,4%, dijelaskan oleh faktor lain di luar model ini. Semakin tinggi RA, semakin baik model dalam menjelaskan variabilitas data (Ghozali, 2. Pengaruh Media Sosial (XCA) terhadap Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) Berdasarkan hasil uji regresi. Media Sosial (XCA) memiliki koefisien regresi sebesar 0,364 dengan nilai t-hitung sebesar 5,273 dan signifikansi 0,000 . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Media Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Pendapatan UMKM di Jawa Timur. Artinya, semakin tinggi penggunaan media sosial dalam strategi pemasaran UMKM, semakin besar kemungkinan peningkatan pendapatan yang diperoleh. Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM di Jawa Timur yang aktif menggunakan media sosial dalam strategi pemasarannya pendapatan yang lebih tinggi. Dengan pemanfaatan platform seperti Instagram. Facebook. TikTok, dan WhatsApp Business. UMKM di Jawa Timur dapat meningkatkan branding, interaksi dengan pelanggan, dan jangkauan pasar tanpa biaya besar seperti metode pemasaran konvensional. Media sosial juga memungkinkan UMKM di Jawa Timur membangun komunikasi yang lebih personal dengan pelanggan melalui interaksi langsung, konten yang menarik, serta strategi This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. pemasaran berbasis komunitas. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Johnson & Riofita, 2. yang menyatakan bahwa media sosial dapat meningkatkan jangkauan pasar dan keterlibatan pelanggan sehingga berdampak positif pada pendapatan usaha, selain itu penelitian yang telah dilakukan (Aulia, 2. menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sebagai media pemasaran efektif dan efisien memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Jawa Timur. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian (Rahmanda & Amanah, 2. yang menyebutkan bahwa variabel sosial media berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Jawa Timur, artinya semakin aktif UMKM di Jawa Timur dalam memperkenalkan produk di sosial media, mengetahui produk tersebut. Oleh karena itu. UMKM yang memanfaatkan media sosial dengan baik dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis. Dengan adanya fitur iklan berbayar (Facebook Ads. Instagram Ads. TikTok Ad. UMKM di Jawa Timur dapat melakukan segmentasi pasar yang lebih spesifik sesuai target audiens mereka sehingga peningkatan jumlah followers dan engagement rate pada media sosial terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan penjualan produk UMKM. Pengaruh SEO (XCC) terhadap Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) Hasil uji regresi menunjukkan bahwa SEO (XCC) memiliki koefisien regresi sebesar 0,471 dengan nilai t-hitung 5,778 dan signifikansi 0,000 . < 0,. Nilai ini menunjukkan bahwa SEO memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Pendapatan UMKM di Jawa Timur. Hal ini berarti semakin baik optimasi mesin pencari yang dilakukan oleh UMKM di Jawa Timur, semakin besar potensi peningkatan pendapatan. SEO membantu bisnis untuk lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan di platform pencarian, yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan konversi penjualan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hadiantini & Sarifiyono, 2. yang menemukan bahwa penerapan teknik SEO pada website UMKM di Jawa Timur dapat meningkatkan peringkat di mesin pencari, sehingga memperbesar peluang untuk mendapatkan pelanggan potensial, terutama dari kalangan konsumen digital. Selain itu, (Nugraha, teknologi SEO dan promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap jumlah penjualan buku secara online, mendukung temuan bahwa SEO dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil. SEO UMKM di Jawa Timur melalui beberapa Pertama. SEO meningkatkan traffic organik, yang (Newton, menyumbang 68% dari total pengunjung website bisnis. Kedua. SEO membantu dalam peningkatan tingkat konversi, di mana . ubspot, 2. menemukan bahwa pengunjung dari pencarian organik memiliki konversi 14,6%, lebih tinggi dibandingkan iklan digital . -4%). Ketiga. SEO membangun brand awareness dan kredibilitas bisnis, karena pengguna internet lebih cenderung mempercayai bisnis yang muncul di halaman pertama This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 404 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Selain itu. SEO lebih hemat biaya dibandingkan iklan berbayar, karena hasil optimasi dapat bertahan lama tanpa memerlukan pengeluaran iklan berulang. Studi yang dilakukan oleh (Waliyudin Azhar et al. , 2. juga menunjukkan bahwa optimasi mesin pencari dan media sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan penjualan UMKM. Dengan demikian, penerapan strategi SEO yang efektif dapat membantu UMKM di Jawa Timur meningkatkan visibilitas online mereka, menarik lebih banyak pelanggan potensial, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan usaha. Oleh karena itu. UMKM di Jawa Timur disarankan untuk mengoptimalkan website mereka dengan teknik SEO yang tepat, seperti penggunaan kata kunci yang relevan, pembuatan konten berkualitas, dan membangun tautan balik . dari situs web lain yang Selain itu, pemantauan dengan Google Analytics dan Google Search Console UMKM mengidentifikasi strategi yang paling efektif dalam meningkatkan peringkat pencarian dan pertumbuhan bisnis mereka Dengan mengimplementasikan SEO secara optimal. UMKM Jawa Timur memanfaatkan internet sebagai alat pemasaran yang kuat dan menjadikan website mereka sebagai aset digital yang meningkatkan pendapatan jangka panjang. Pengaruh Iklan Berbayar (XCE) terhadap Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) Pada hasil uji regresi. Iklan Berbayar (XCE) memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,063 dengan nilai t-hitung -0,733 dan signifikansi 0,465 . > 0,. Hasil ini menunjukkan bahwa Iklan Berbayar tidak Pertumbuhan Pendapatan UMKM di Jawa Timur. Artinya, penggunaan iklan berbayar dalam konteks penelitian ini tidak memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Jawa Timur. Salah penyebabnya adalah efektivitas iklan berbayar yang bergantung pada faktor lain, pemasaran, serta kualitas produk yang Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan (Hasibuan, 2. yang menyebutkan bahwa iklan berbayar di Facebook dan Instagram memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan UMKM di Jawa Timur, dengan kontribusi variabel sebesar 68% (Adjusted RA). Iklan di Instagram memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan Facebook dalam meningkatkan penjualan. Penelitian yang (Mansur, menyebutkan juga bahwa bahwa periklanan digital memiliki peran penting bagi UMKM di era digital. Periklanan digital memungkinkan UMKM di Jawa Timur menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif terjangkau. Dengan demikian, meskipun iklan berbayar tetap menjadi strategi pemasaran yang digunakan oleh banyak UMKM di Jawa Timur, efektivitasnya perlu ditingkatkan melalui optimasi strategi pemasaran digital. UMKM di Jawa Timur perlu lebih selektif dalam menggunakan anggaran iklan berbayar, misalnya dengan memanfaatkan strategi remarketing, memilih platform yang paling sesuai dengan target pasar, serta mengoptimalkan desain dan pesan iklan agar lebih menarik bagi audiens. Selain itu, pendekatan yang lebih berkelanjutan seperti SEO, pemasaran This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Sucipto. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN UMKM DI JAWA TIMUR. media sosial organik, dan strategi word-ofmouth digital dapat menjadi alternatif yang pertumbuhan pendapatan. Oleh karena itu. UMKM di Jawa Timur sebaiknya tidak hanya mengandalkan iklan berbayar, tetapi juga mengombinasikannya dengan strategi mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang. Pengaruh Media Sosial. SEO, dan Iklan Berbayar Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y) secara Simultan Uji F digunakan untuk menguji pengaruh simultan dari variabel independen Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 113,572 dengan tingkat signifikansi 0,000 . < 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa secara bersamasama. Media Sosial (XCA). SEO (XCC), dan Iklan Berbayar (XCE) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Pendapatan UMKM (Y). Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital secara keseluruhan memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Media Sosial dan SEO terbukti memberikan kontribusi positif yang signifikan, sementara efektivitas Iklan Berbayar masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dampaknya. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Hadiana en Putra 2. , yang menemukan bahwa optimasi SEO dapat meningkatkan visibilitas online UMKM, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kata kunci yang relevan dan SEO meningkatkan online presence UMKM secara signifikan. Selain itu, (Harahap. Dewi, en Ningrum 2. dalam pelatihan digital marketing, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital, dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam mempromosikan produk mereka. Hal ini mendukung pentingnya media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif bagi UMKM. Namun, terkait dengan iklan berbayar, (Budianto & Lestari 2. mengungkapkan rendahnya keterampilan teknis dalam mengelola media sosial dan iklan berbayar menjadi tantangan utama bagi sebagian besar pelaku UMKM. Masalah ini semakin diperburuk dengan adanya ketimpangan digital di beberapa daerah, di mana masih banyak pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi media sosial sebagai alat pemasaran. Dengan demikian, integrasi media sosial. SEO, dan iklan berbayar sebagai bagian dari strategi pemasaran digital terbukti penting dalam UMKM. Namun, perlu adanya pendekatan yang tepat dan terukur, terutama dalam memberikan dampak maksimal bagi pendapatan UMKM. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran digital memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM di Jawa Timur. Media Sosial dan SEO terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 406 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE penggunaannya, semakin besar peluang peningkatan pendapatan yang diperoleh oleh UMKM di Jawa Timur. Sebaliknya. Iklan Berbayar tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam konteks penelitian ini, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya strategi yang tepat dalam menargetkan audiens atau kurangnya daya tarik iklan itu sendiri. Meskipun demikian, secara simultan, kombinasi ketiga variabel ini tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan UMKM di Jawa Timur, dengan Media Sosial dan SEO memberikan kontribusi yang lebih besar. Untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di era digital. Bagi UMKM di Jawa Timur, melalui media sosial dan SEO, karena kedua strategi ini terbukti memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM sebaiknya lebih fokus pada pengembangan konten yang menarik, membangun interaksi dengan pelanggan, serta meningkatkan visibilitas online melalui optimasi mesin pencari (SEO). Selain itu, bagi UMKM di Jawa Timur yang tetap ingin menggunakan iklan berbayar, strategi yang lebih terarah seperti remarketing dan analisis audiens yang lebih spesifik dapat meningkatkan efektivitasnya dalam meningkatkan penjualan. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, penelitian faktor-faktor mempengaruhi efektivitas iklan berbayar, seperti segmentasi pasar, kualitas produk, dan relevansi iklan dengan kebutuhan Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh jangka panjang dari penggunaan SEO pertumbuhan UMKM di Jawa Timur, guna memberikan wawasan yang lebih luas mengenai strategi digital marketing yang Bagi pembuat kebijakan, diperlukan dukungan dalam bentuk pelatihan dan pengembangan keterampilan pemasaran digital bagi UMKM di Jawa Timur, terutama dalam pemanfaatan media sosial dan SEO. Program edukasi dan pendampingan bisnis berbasis digital perlu ditingkatkan untuk membantu UMKM di Jawa Timur memanfaatkan teknologi meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi persaingan di pasar global. DAFTAR PUSTAKA