e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman: 61-68 Perilaku Binge-Watching Sebagai Strategi Koping Maladaptif Pada Mahasiswa Binge-Watching Behavior as a Maladaptive Coping Strategy in College Students Hasnida1*. Namora Lumongga Lubis2. Gresya Sondang Muliana S. 1,3 Fakultas Psikologi. Universitas Sumatera Utara. Indonesia 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara. Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding author: E-mail: hasnida@usu. Abstrak Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan perilaku menonton film sebagai strategi koping maladaptif pada mahasiswa. Penggunaan strategi koping yang tidak tepat dapat memberikan dampak buruk . bagi penggunanya, salah satu strategi koping yang dapat bersifat maladaptif dan kerap digunakan mahasiswa adalah binge-watching. Penelitian ini menunjukkan bahwa binge-watching cenderung didorong oleh keterlibatan impulsif dan penguatan negatif, sering terjadi tanpa perencanaan dan ketekunan, dan dapat melibatkan pencarian sensasi. Penelitian ini merujuk pada faktor psikologis yang diuraikan oleh Flayelle et al. dan strategi koping maladaptif oleh Skinner et al. Informan penelitian berjumlah 2 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel criterion sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis data kualitatif Miles dan Huberman Kata Kunci: Binge-watching. Strategi koping. Mahasiswa Abstract This study employs a qualitative phenomenological approach to describe binge-watching behaviour as a maladaptive coping strategy among college students. Inadequate coping methods can have adverse effects on individuals. Binge-watching, frequently observed among students, exemplifies this phenomenon. This finding suggests that binge-watching is driven by impulsive engagement and negative reinforcement when This behaviour lacks planning and perseverance and may involve sensation seeking. The research draws from the psychological factors outlined by Flayelle et al. and the maladaptive coping strategies of Skinner et al. Two students were interviewed using criterion sampling, and data analysis followed the qualitative method developed by Miles and Huberman. Keywords: Binge-watching. Coping strategies. Students DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Hasnida. Lubis. NL. , & Maulina S. GS. Perilaku Binge-Watching Sebagai Strategi Koping Maladaptif Pada Mahasiswa. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Perkembangan digitalisasi telah membawa perubahan mengonsumsi media, termasuk dalam menonton tayangan hiburan. Salah satu fenomena yang semakin populer di kalangan mahasiswa adalah bingewatching, yaitu menonton beberapa episode serial televisi atau film secara berturut-turut Fenomena ini semakin marak seiring streaming seperti Netflix. Disney , dan platform lainnya yang menawarkan kemudahan akses terhadap berbagai tayangan tanpa jeda iklan (Flayelle et al. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku bingewatching karena fleksibilitas waktu dan tekanan akademik yang tinggi. Dalam kondisi stres, mahasiswa sering mencari cara untuk mengatasi tekanan yang mereka hadapi, salah satunya dengan binge-watching sebagai strategi koping. Namun, tidak semua strategi koping bersifat adaptif. Beberapa individu mungkin menggunakan binge-watching sebagai mekanisme penghindaran, yang maladaptif, di mana individu menunda tanggung jawab akademik dan sosial demi mendapatkan kenyamanan sementara (Starosta et al. , 2. Strategi koping maladaptif mengacu pada pola perilaku yang bertujuan untuk mengurangi stres dalam jangka pendek tetapi tidak menyelesaikan masalah utama yang menyebabkan stres tersebut. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa bingewatching dapat berkontribusi pada pola produktivitas akademik, dan isolasi sosial, yang semakin memperburuk tingkat stres dan kecemasan mahasiswa (Steins-Loeber et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa binge-watching memberikan hiburan dan ketenangan sesaat, dalam jangka panjang perilaku ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis individu. Beberapa mengungkapkan bahwa individu dengan kecenderungan koping emosional lebih rentan terhadap perilaku binge-watching dibandingkan dengan mereka yang pemecahan masalah. Hal ini disebabkan oleh dorongan untuk mencari pelarian dari kenyataan yang penuh tekanan, sehingga binge-watching menjadi bentuk eskapisme yang sering dilakukan oleh mahasiswa (Wheaton et al. , 2. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana perilaku binge-watching dapat berkembang menjadi strategi koping yang maladaptif serta faktor-faktor psikologis yang melatarbelakanginya. Selain aspek psikologis, faktor membentuk kebiasaan binge-watching pada mahasiswa. Misalnya, akses internet yang mudah, promosi dari layanan streaming, serta norma sosial di lingkungan mahasiswa yang mendukung binge-watching sebagai aktivitas rekreasi turut berkontribusi terhadap peningkatan kebiasaan ini. Kurangnya kesadaran akan dampak negatifnya juga membuat perilaku ini semakin sulit untuk dikontrol (Riddle et al. , 2. Dengan meningkatnya prevalensi binge-watching di kalangan mahasiswa, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes kesejahteraan mental serta bagaimana perilaku ini dapat dikendalikan agar tidak berkembang menjadi strategi koping Melalui studi ini, diharapkan dapat ditemukan strategi intervensi yang efektif untuk membantu mahasiswa mengembangkan pola koping yang lebih adaptif guna meningkatkan kesejahteraan mereka (Flayelle et al. , 2. conference yaitu Zoom. Penelitian ini menggunakan metode semi-structured question, dimana peneliti membuat pedoman wawancara terkait dengan pertanyaan terbuka serta spesifik sesuai dengan isu yang ingin diteliti namun memungkinkan eksplorasi berupa probing terkait jawaban subjek. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis data dari Miles and Huberman. Adapun aktivitas dalam analisis data ini yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. METODE PENELITIAN Peneliti kualitatif yaitu fenomenologi. Peneliti menggambarkan tentang pengalaman penggunaan strategi koping maladaptif pada mahasiswa kemudian membuat Model fenomenologi merupakan pilihan yang tepat untuk memahami, menggali, dan perilaku binge-watching pada mahasiswa yang menggunakannya sebagai strategi koping maladaptif. Prosedur penelitian diawali dengan mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai fenomena yang akan diteliti. Tahap pengumpulan informasi awal juga dilakukan dengan menyebar kuesioner secara online pada mahasiswa untuk mendapatkan data tentang fenomena serta sampel yang sesuai dengan kriteria Proses selanjutnya adalah membuat digunakan untuk proses pengambilan Adapun wawancara dilakukan selama 1 jam dengan kriteria responden yang telah ditentukan. Proses wawancara dibantu dengan alat bantu wawancara yakni perekam suara. Wawancara HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini difokuskan pada perilaku binge-watching yang digunakan sebagai strategi koping Adapun perilaku bingewatching merupakan suatu perilaku menonton film atau suatu program serial . dengan jumlah tontonan minimal 2 episode atau lebih dengan durasi tontonan minimal 30 menit atau lebih dan dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang singkat. Di sisi lain, strategi koping maladaptif adalah strategi koping yang bersifat negatif, baik berupa proses kognitif atau perilaku, yang memberikan hasil atau pengaruh buruk bagi kondisi seseorang, menambah masalah penyelesaian masalah. Informan dalam penelitian ini sangat sesuai dengan fenomena tentang perilaku binge-watching dan strategi koping maladaptif, pemilihan informan penelitian juga berdasarkan kriteria yang sesuai dengan masing-masing definisi variabel perilaku binge-watching dan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes strategi koping maladaptif. Hal ini karena biar aku paham tapi justru karena stres peneliti memilih subjek penelitian mikirin berdasarkan jawaban pada survei di kayak. bawaannya jadi main HP, jadi dimana kayak nonton gitu. Untuk menghilangkan pertanyaannya telah mencakup variabel stres itu sih. Ay strategi koping maladaptif dan perilaku (S1. W1. N10. Berdasarkan survei pra dua b. Motivasi menonton responden yang sesuai dengan kriteria Saat kesulitan mencoba memahami variabel penelitian ini dimana kedua materi pembelajaran. PNA mulai merasa merupakan tertekan dan berusaha untuk mengurangi mahasiswa yang melakukan perilaku perasaan tersebut dengan cara melakukan menonton sebagai strategi koping serta binge-watching. merasakan dampak yang negatif dari Au. jadi karena itu kadang aku sendiri itu penggunaan strategi koping tersebut. stres gitu kan kak. Gimana caranya biar Subjek 1 (PNA) aku paham tapi justru karena stres mikirin Perilaku Binge-watching Subjek 1 materi itu, aku jadi kayak. Dalam wawancara. PNA jadi main HP, jadi kayak nonton gitu. Untuk menyatakan bahwa awal mula melakukan menghilangkan Ay aktivitas menonton sebagai strategi (S1. W1. N10b. koping adalah saat n kuliah secara daring karena pandemi COVID-19. Masalah yang c. Dampak Penggunaan Strategi muncul saat itu adalah kesulitan untuk Koping memahami materi perkuliahan karena C Dampak dari segi afek ketika dilaksanakan secara daring dan Afek adalah suatu kondisi dimana tidak bertemu secara langsung dengan seseorang merasakan atau memiliki emosi dosen, materi yang ia pahami tidak terlalu baik positif maupun negatif yang dapat terlihat dari tampilan seseorang seperti AuMungkin kalau yang saya ingat, perilaku, raut wajah, intonasi suara, dan saya sendiri ya kak itu mulai dari semester lain sebagainya. Mayva Flayelle et al. 3 sih kak. Yang waktu covid itu ya . menyatakan bahwa aktivitas karena gimana? Kita kan kuliah, tapi binge-watching yang problematik dan kuliahnya itu online jadi kayak kurang apa memberikan aja sih kak. Nangkap pelajaran itu juga kan pengguna dapat dilihat melalui afek jadi sulit. jadi kan lebih ke. gadget gitu individu tersebut, dimana informan 1 kan, jadi selama perkuliahan itu jadi kayak mengungkapkan bahwa ia melakukan stres gitu kan kak. materi perkuliahan aktivitas menonton sebagai usaha untuk juga sulit gitu untuk dipahami karena kita lari dari pikiran yang membuat dirinya kan gak langsung, gak langsung gitu sama tertekan. Hal ini terlihat pada jawaban dosennya jadi yang dipahami pun. gak PNA saat ditanya mengenai perbedaan terlalu banyak. yang dirasakan antara penggunaan Jadi karena itu kadang aku sendiri strategi koping berinteraksi dengan orang itu stres gitu kan. Kak. Gimana caranya lain dibandingkan strategi koping dengan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes melakukan aktivitas menonton. mengungkapkan bahwa binge-watching hanya memberikan afek positif yang sementara karena pada akhirnya masalah yang ada tidak teratasi dan semakin kembali emosi negatif. Au. sejauh yang sekarang aku rasakan terkadang gitu . mosi negatif bisa teratas. , tapi terkadang gak bisa juga gitu apalagi kalau misalnya kumpul stresnya itu udah menumpuk gitu kan. Ay (S1. W1. N30. binge-watching. Ia menambahkan bahwa dampak setelah binge-watching juga berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu sehingga ia merasa kesulitan ketika ingin menyelesaikan tugas kuliah setelah aktivitas binge-watching. Autugasnya pun jadi kayak kalau udah malam gitu kan kak, jadi kan udah kebablasan sampe malam gitu kan, jadi kan otak pun kadang udah mulai agak lambat gitu jadi besok aja lah entah pagi Ay (S1. W2. N12. Subjek 2 (TYLS) Dampak dari segi produktivitas Dampak negatif lainnya yaitu a. Perilaku binge-watching Perilaku binge-watching adalah sehari-hari. PNA perilaku menonton film atau suatu mengungkapkan bahwa ia merasa program serial dengan jumlah tontonan bersalah dan menyesal setelah binge- minimal 2 episode atau lebih dengan watching karena waktu yang ia gunakan durasi tontonan minimal 30 menit atau untuk menonton seharusnya dapat lebih dan dilakukan secara terus menerus dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas dalam waktu yang singkat. Subjek 2 menyatakan bahwa di luar fungsi dengan lebih maksimal. AuKadang-kadang menyesal juga, menonton sebagai strategi koping, ia Tugas jadi kayak terbengkalai juga melakukan aktivitas menonton karena gitu kayak deadliner lah gitu kan. Udah mudah untuk diakses dengan adanya menjelang deadline baru terpikir lagi gitu berbagai aplikasi dan platform yang kan karena udah kebablasan nonton film memfasilitasi aktivitas menonton. AuPertama itu gampang ya kalau tadi Jadi kayak Auih, seharusnya bisa lho. kayak lebih. lebih bagus nilaiku untuk ke menonton, kalau kita lagi bosan atau ngisi materi ini gitu kan kak rupanya jadi kayak waktu-waktu luang untuk menonton itu terganggu karena aku udah di fokus kayaknya gampang bisa melalui media YouTube terus sekarang juga udah banyak nonton, gitu-gitu sih. Ay aplikasi ya banyaklah sekarang semua film (S1. W2. N34. udah pada di aplikasi kan Jadi lebih mudah C Dampak dari segi kesehatan fisik PNA juga merasakan adanya ajaAy (S2. W1. N6. dampak negatif yang mengganggu kesehatannya, ia merasa bahwa setelah b. Motivasi menonton Subjek 2 menyatakan bahwa saat binge-watching matanya terasa berat karena lelah, kepala menjadi pusing, merasa tertekan akan suatu masalah, ia badan pun juga terasa lelah karena kurang memilih untuk menonton karena ingin istirahat akibat memaksa melakukan mencari hiburan agar tidak bosan. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Au. kalau nonton tuh nyari rasa apa ya rasa biar ini aja biar ngeluangin waktunya tuh ya nonton aja gitu biar nggak bosan gitu biar nggak stres juga, jadi nonton itu solusinya tuh nonton kalau Ay (S2. W1. N12. Dampak C Dampak segi afek Afek merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasakan atau memiliki emosi baik positif maupun negatif yang dapat terlihat dari tampilan seseorang seperti perilaku, raut wajah, intonasi suara, dan lain sebagainya. Subjek 2 mengungkapkan bahwa saat melakukan aktivitas menonton kerap muncul perasaan gelisah karena masih ada masalah yang belum terselesaikan. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa hal tersebut tidak terlalu ia pikirkan karena tontonan yang sedang dilihat membuat dia senang. AuHmm sebenernya kalau nonton itu gelisahnya ada tapi karena sambil nonton tuh jadi nggak terlalu mikirin gitu loh terus jadi happy gara-gara nontonAy (S2. W1. N24. C Dampak segi kesehatan fisik Subjek 2 menjelaskan bahwa ia juga merasakan dampak negatif dari segi kesehatan fisik setelah melakukan bingewatching. Dampak yang kerap dirasakan oleh TYLS adalah merasa lelah karena kurang beristirahat setelah menonton dalam durasi yang lama. Hal ini terjadi karena ia sering memaksakan diri untuk melanjutkan tontonan meskipun sudah mengantuk bahkan hingga tertidur. Au. kalau aku ya. kerasaAkarena kan itu menyita waktu banyak. Ke badan sih, lebih ke badan aku sih. Aku udah capek terus kan ketagihan tuh nonton kan, ketagihan jadi istirahat tuh sampai kadang aku masih mau nonton tapi aku udah ngantuk, badanku udah capek Jadi kadang si filmnya yang menonton aku tidurAAy (S2. W1. N46. C Dampak Subjek 2 juga mengungkapkan bahwa dampak negatif yang ia rasakan juga berkaitan dengan hubungannya dengan orang lain dimana saat terjadi permasalahan dengan orang lain, ida memilih untuk melakukan binge-watching untuk menghindari masalah tersebut sehingga masalah yang seharusnya diselesaikan dengan komunikasi kepada orang lain tidak terselesaikan karena ia memilih untuk melupakan masalah yang AuKadang masalah tuh gak selesai jadinya juga karena udah ditinggal tidur. Besok paginya udah baik gitu padahal masalahnya belum selesaiAy (S2. W1. N46. Dalam penelitian ini ditemukan bentuk perilaku binge-watching yang digunakan sebagai strategi koping maladaptif pada kedua subjek. Perilaku tersebut dianalisis berdasarkan faktorfaktor maladaptif menurut Ellen Skinner et al. dan faktor-faktor psikologis binge-watching menurut Mayva Flayelle et al. Pada bagian ini, peneliti akan membahas temuan di atas sejalan dengan tinjauan teoritis yang telah ditetapkan. Motivasi menonton Motivasi menonton yang mendasari perilaku binge-watching para informan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes reinforcement mechanisms yaitu suatu mekanisme yang dilakukan dengan cara menghilangkan hal yang membuat meningkatkan perasaan ataupun perilaku yang ingin dicapai. Dalam hal ini, informan 1 yaitu PNA menyatakan bahwa ia binge-watching strategi koping untuk mengurangi perasaan tertekan saat tidak memahami Hal serupa juga dirasakan oleh informan 2 TYLS dimana ia ingin mencari hiburan, mengurangi perasaan tertekan, dan mencoba menghindar dari perasaan negatif saat mengalami permasalahan. Afek Kedua subjek penelitian mengalami afek negatif saat menggunakan strategi koping binge-watching. Temuan mengenai afek negatif ini terlihat dari jawaban informan pertama yaitu PNA yang menyatakan bahwa penggunaan strategi koping dengan binge-watching hanya dapat memberikan efek positif yang sementara karena pada akhirnya ketika masalah yang ada tidak teratasi dan semakin menumpuk malah memunculkan kembali emosi negatif. Adapun afek negatif juga dialami oleh informan pertama yaitu TYLS yang masih merasa gelisah ketika menonton karena mengingat masalahnya yang belum Informan 2 juga merasakan penyesalan karena strategi koping yang juga dilakukannya untuk menghindar dari permasalahan ini membuatnya tidak menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Impulsivitas Pada hasil data penelitian terlihat adanya perilaku yang impulsif pada kedua informan saat melakukan binge-watching. Informan 1 yaitu PNA menyatakan bahwa saat menonton ia tidak memiliki perkiraan tentang waktu menontonnya sehingga membuatnya kebablasan menonton. Hal serupa juga dialami oleh informan 2 yaitu TYLS yang mengungkapkan bahwa ia tidak menetapkan batasan waktu terlebih dahulu sebelum menonton sehingga ia masih akan berusaha menyelesaikan tontonannya meskipun sudah merasa lelah dan hanya berhenti menonton hanya jika mengantuk bahkan hingga ketiduran. Kedua jawaban tersebut sesuai dengan penjelasan mengenai impulsivitas model UPPS-P pada karakteristik lack of planning informan penelitian melakukan bingewatching tanpa adanya pemikiran yang panjang (McCarty et al. , 2. SIMPULAN Berdasarkan paparan hasil dan menyimpulkan bahwa bentuk perilaku binge-watching yang termasuk sebagai strategi koping maladaptif adalah perilaku binge-watching yang dilakukan atas dasar keinginan untuk menghilangkan perasaan negatif serta lari dari permasalahan yang ada . egative reinforcement mechanis. , dilakukan secara impulsif, menimbulkan dampak negatif, serta tidak mampu mengatasi permasalahan yang ada. DAFTAR PUSTAKA