Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin ISSN: x-. EISSN: x-x Vol. No. Mei 2024 https://ejournal. id/index. php/pai Penerapan Metode Tahsin Al-QurAoan Dalam Meningkatkan Literasi AlQurAoan Jamilatul Hasanah1. Syamsul Hadi2. Husaen Sudrajat3 Pendidikan Agama Islam. STAI Al-Amin Gersik Kediri. Lombok Barat. Indonesia. jhasanah@gmail. com1, soelhadi69@gmail. com2, husaen. sudrajat@gmai. Abstract. The Qur'an tahsin method is one of the programs to improve the Qur'an literacy of students at Darul Aman Islamic Boarding School, because increasing the Qur'an literacy of students is one of the goals of researchers to be more perfect in completing researcher scripts. This study aims to determine the implementation of the Tahsin Al-Qur'an Method to Improve Al-Qur'an Literacy at Darul Aman Islamic Boarding School, and the obstacles in Tahsin AlQur'an to Improve Al-Qur'an Literacy at Darul Aman Islamic Boarding School Selagalas Mataram City. This research uses a qualitative approach, with data collection methods, field observations, interviews, and documentation studies. As for the analysis, the author uses descriptive analysis which aims to explain the characteristics and aspects relevant to the observed The results showed the implementation of the application of the Tahsin Al-Qur'an Method to Improve Al-Qur'an Literacy at Darul Aman Islamic Boarding School in Selagalas. Mataram City as follows: . The Tahsin Al-Qur'an method to improve Qur'an literacy aims to deepen the theory and practice of the application of the Qur'an related to tajweed, shifatul huruf, makharijul huruf, gharibul Qur'an and also learning songs to sing the recitation of the Qur'an, . Increase the love of female santri towards the divine Kalam, namely the Qur'an. As for the obstacles in tahsin al-qur'an at Pondok Pesantren Darul Aman Selagalas Mataram City include: . Lack of understanding of the purpose of the Tahsin Method, . Lack of awareness of santriwati that the Tahsin Method is important. Article History: Received: 22-02-2024 Accepted: 30-05-2024 Abstrak. Metode tahsin Al-QurAoan adalah salah satu program untuk meningkatkan literasi Al-QurAoan santri Di Pondok Pesantren Darul Aman, karena meningkatnya literasi Al-QurAoan Santri adalah salah satu tujuan peneliti untuk bisa lebih sempurna dalam menyelesaikan skripri peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Penerapan Metode Tahsin Al-QurAoan Untuk Meningkatkan Literasi Al-QurAoan Di Pondok Pesantren Darul Aman, dan kendala-kendala dalam Tahsin Al-QurAoan Untuk Meningkatkan Literasi Al-QurAoan Di Pondok Pesantren Darul Aman Selagalas Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data, observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik dan aspek yang relevan dengan fenomena yang Kata Kunci: Al-QurAoan, meningkatkan literasi Al-QurAoan Keywords: implementation of the Qur'an tahsin method. Qur'anic Jamilatul Hasanah et al Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penerapan Metode Tahsin Al-QurAoan Untuk Meningkatkan Literasi Al-QurAoan di Pondok Pesantren Darul Aman Selagalas Kota Mataram sebagai berikut: . Metode Tahsin Al-QurAoan untuk meningkatkan literasi al-qurAoan bertujuan untuk memperdalam teori dan praktek penerapan Al-QurAoan yang berhubungan dengan tajwid, shifatul huruf, makharijul huruf , gharibul QurAoan dan juga pembelajaran lagu untuk melantunkan bacaan al-qurAoan, . Menambah kecintaan santriwati terhadap kalam ilahi yaitu Al-QurAoan. dapun kendalakendala dalam Tahsin Al-QurAoan di pondok pesantren darul aman selagalas kota mataram meliputi: . Kurangnya pemahaman tentang tujuan dari Metode Tahsin, . Kurangnya kesadaran santriwati bahwa Metode Tahsin itu penting. Pendahuluan Al-QurAoan yang secara harfiah berarti bacaan sempurna, merupakan suatu nama pilihan Allah SWT yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-QurAoan AlKarim, bacaan sempurna lagi mulia itu. Tiada bacaan semacam Al-QurAoan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Tiada bacaan melebihi Al-QurAoan dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi masa, musim, maupun turunnya, sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya (Setiawan: Tiada bacaan seperti Al-QurAoan yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya, tetapi juga kandungannya yang tersurat, tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditimbulkannya. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku, generasi dan generasi. Kemudian apa-apa yang dituangkan dari sumber yang tak pernah kering itu, berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka, namun semua mengandung kebenaran. Al-QurAan layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Tiada bacaan seperti Al-QurAoan yang diatur tata cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, dimana tempat yang terlarang atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya (Quraish Shihab: 2. Sebagai umat Islam seharusnya kita boleh berbanga diri. Allah SWT membekali kita sebuah kitab yang sangat lengkap dan sempurna. Al Huda. As SyifaAo. Al MauAoidzah dan masih banyak lagi sebutan untuk Al-QurAoan. Allah SWT menjadikan Al-QurAoan sebagai petunjuk kehidupan manusia di dunia dan rahmat bagi seluruh alam. Selama ini Al-QurAoan tak ubahnya sebagai hiasan yang ditaruh di dalam almari, kaligrafi yang dipajang di dinding atau bahkan dijadikan mantera atau jimat yang digantungkan atau diletakkan ditempat tertentu. Tentu ini, bertentangan dengan apa yang diharapkan oleh Al-QurAan sendiri yang menawarkan dirinya untuk dibaca, seperti tertuang dalam QS. Al-Muzzammil . AuBacalah yang mudah . dari Al-QurAoan. Ay (QS. AL-Muzammil . ) Wajarlah jika Nabi Muhammad SAW dalam khutbah wadaAnya mengatakan bahwa kita umatnya tidak akan tersesat apabila kita berpegang teguh . Jamilatul Hasanah et al dua hal, salah atunya adalah Al-QurAoan. Al-QurAoan merupakan samudra ilmu yang tak akan habis dieksplorasi sepanjang masa. Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi akhir zaman itupun tak basi dan lapuk oleh waktu. Seperti dalam firman Allah SWT di dalam QS. Al-Kahfi . AuKatakanlah: AuKalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk . kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis . kalimat-kalimat Rabbku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu . Ay (QS. Al-kahfi . ) Al-QurAoan adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi SAW untuk semua manusia yang hidup sejak Nabi Muhammad diutus menjadi rasul sampai manusia yang hidup di akhir zaman. Dalam hal ini Al-QurAoan berfungsi sebagai petunjuk bagi seluruh manusia . udan lin-na. , tidak terkecuali bangsa, suku, dan agama apapun, asalkan mereka menginginkan petunjuk dari Al-QurAoan dan mereka mampu memahami serta mau menerimannya, maka mereka akan mendapatkannya. Namun, di samping itu. Al-QurAoan secara khusus menyatakan selain sebagai petunjuk juga berfungsi sebagai rahmat bagi orang-orang yang meyakininya . ahmatan li al-muqinii. dan orang-orang yang mengimani . ahmatan li al-mukminii. , artinya Al-QurAoan akan menjadi petunjuk serta merahmati kepada orang-orang yang memiliki keyakinan dan keimanan terhadap Al-QurAoan (Samsul Ulum: 2. Dalam beberapa buku, penulis perhatikan bahwa ada bebrapa kaidah yang harus dijaga seorang penghafal Al-QurAoan salah satu diantaranya adalah memperbaiki bacaan lebih didahulukan daripada menghafal, yang dimaksud memperbaiki disini meliputi perbaikan baris, makhraj, dan sifat bacaan, ini adalah salah satu alasan pentingnya mempelajari tahsin Al-QurAoan. Dalam membaca Al-QurAoan, kita wajib membacanya dengan baik dan benar. Yang dimaksud dengan bacaan yang baik dan benar adalah bacaan yang sesuai dengan ilmu tajwid yang telah ada. Karena Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan Al-QurAoan dan membacanya secara bertajwid kepada para sahabat, kemudian tabiAoin dan tabiAo tabiAoin, begitu juga para salafus-Shaleh. Seperti firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqoroh . AuOrang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Ay (QS. Al-Baqarah: . Pengertian ilmu tajwid sendiri ialah memperbaiki, membuat baik, membuat bagus akan sesuatu apa saja (Maftu Basthul Birri:2. Oleh karena itu ilmu tajwid sangat penting dalam pembacaan Al-QurAoan. ilmu tajwid menuntun kaum muslimin untuk mengetahui tata cara melafalkan ayat-ayat Al-QurAoan dengan baik dan benar. Sehinngga diharapkan dengan belajar ilmu tajwid, tidak sekedar tahu tentang kaidah tata cara membaca saja, tetapi juga dapat memahami isi kandungan Al-QurAoan tersebut, sampai akhirnya dapat mengaplikasikan isi dari pada kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari. Literasi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap santri. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Kemampuan literasi meliputi seluruh keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis, metode tahsin Al-QurAoan di Pondok Pesantren Darul Jamilatul Hasanah et al Aman untuk meningkatkan literasi al-qurAoan amat sangat penting untuk diperhatikan, karena jikalau santriwati kehilangan perhatian tentang hal tersebut maka akan sangat beresiko jika sudah memasuki jenjang berikutnya Penerapan tahsin pada santri Darul Aman Selagalas akan dilaksanakan setiap hari setelah sholat ashar di masjid al-fatih Darul Aman, materi yang diajarkan pada saat pembelajaran yaitu peserta akan diminta untuk mengucapkan makhorijul huruf kemudian membaca ayat satu-persatu dengan menggunakan irama yang sudah diajarkan ustadzah tahsin tersebut, kemudian ustadzah membenarkan setiap anak dari makhorijul huruf, tajwid dan irama membaca Metode Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Maksudnya, data yang diperoleh bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi dan dokumen resmi lainnya. Sehingga yang menjadi tujuan dari peneliti kualitatif ini adalah dengan mencocokkan antara realita empirik dengan teori yang berlaku dengan menggunakan metode yang deskriptif. Pendekatan deskriptif ini bertujuan menggambarkan secara sistematis dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau daerah tertentu mengenai berbagai sifat dan factor tertentu. Sugiyono . menerangkan didalam bukunya, metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. peneliti menggunakan kualitatif bersifat deskriptif ini agar menggambarkan secara sistematis dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau daerah tertentu mengenai berbagai sifat dan factor tertentu. Prosedur pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dlam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui prosedur pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono: 2. Dalam penelitian ini peneliti mengunakan 3 metode yang sudah lazim digunakan dalam penelitia deskriptif. Metode obervasi Metode observasi . sebuah prosedur pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda-benda, waktu, peristiwa, tujuan dan perasaan. Metode observasi merupakan cara yang baik untuk mengawasi perilaku subjek penelitian seperti perilaku dalam lingkungan atau ruang, waktu dan keadaan tertentu (Djunaidi Ghony: 2. Adapun yang diobservasi oleh peneliti selama melakukan penelitian yaitu proses kegiatan Tahsin Al-QurAoan dari upaya seorang ustadz-ustadzah mengiring santri untuk berangkat ke masjid mengikuti kegiatan sampai kegiatan tahsin itu selesai dan mengabsen kehadiran santri, dengan harapan peneliti mendapatkan Jamilatul Hasanah et al sebuah gambaran bagaimana proses kegiatan Tahsin Al-QurAoan tersebut, serta faktorfaktor yang menghambat dan menunjang didlam proses kegiatan tersebut. Wawancara Wawancara merupakan kegiatan atau metode pengumpulan data yang dilakukan dengan bertatapan langsung dengan responden, sama seperti penggunaan daftar pertanyaan. Akurasi data dan perlengkapan yang akan diperoleh dalam wawancara sangat tergantung pada prosedur, kemampuan, dan penguasaan si Apakah ia mempunyai prosedur yang jitu untuk mengorek data, apakah ia mampu menguasai atau mengarahkan responden sehingga responden tertarik dan bersedia dengan senang hati meladeni pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, atau apakah ia menguasai bahan yang akan ditanyakan. Sebaiknya wawancara dilakukan setelah persiapan dimantapkan, dalam persiapan wawancara, sampel responden, kriteria-kriteria responden, pewawancara, serta interview guide, telah disiapkan lebih dulu (Moehar Daniel: 2. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan beberapa informan sebagai Ustadzah, untuk mengetahui bagaimana keadaan santri ketika kegiatan tahsin ini berlangsung dan bagaimana metode atau cara yang digunakan didalam memberikan materi tahsin. Santriwati yang mengikuti kegiatan Tahsin Al-QurAoan, untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh tahsin ini terhadap kemampuan baca Al-QurAoan. Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang suda berlalu. Dokumen biasa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Hasil penelitian dari observasi atau wawancara, akan lebih kredibel atau dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, sekolah, ditempat kerja, di masyarakat, autobiografi. Hasil penelitian juga akan semakin kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang sudah ada. Dalam penelitian ini, peneliti akan mempelajari dokumen yang berkaitan dengan tahsin Al-QurAoan yang diterapkan. Seperti silabus, buku panduan, materi tahsin, absen dan lainnya. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Dalam hal ini nasution menyatakan analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian (Sugiyono: 2. Menurut Hamidi . menyatakan bahwa Beberapa cara praktis untuk menyajikan atau menganalisis data dengan langkah-langkah berikut. Membuat catatan lapangan Menurut Akif khilmiyah . bahwa Maksud dari langkah ini adalah peneliti mencatat, merekam atau memotret apa yang didengar dan dilihat di lapangan, sebagai hasil wawancara mendalam, pengamatan dan atau membaca dokumen. Langkah ini bias disebut fase pengumpulan data . ata collectio. Jadi disetiap penelitian, peneliti selalu mencatat hal-hal yang berkaitan dengan Tahsin Al-QurAoan Jamilatul Hasanah et al seperti dimana tempat kegiatan, siapa muhassin yang mengisi Tahsin Al-QurAoan, berapa banyak peserta yang mengikutinya dan lain sebagainya. Membuat catatan penelitian Dalam langkah kedua ini, peneliti menulis kembali semua yang diperoleh dari langkah pertama, sehingga menjadi catatan yang lebih rapi, mudah difahami, enak dibaca tetapi hanya berisi yang terkait dengan yang diperlakukan. Langkah ini bias disebut sebagai fase pengurangan atau pembuangan data yang tidak diperlukan . ata Jadi seperti contoh, jika peneliti telah melakukan penelitian lapangan, catatan yang didapat itu sebisa mungkin peneliti salin disebuah buku yang rapi atau catatan yang lain dengan rapi, agar ketika dibutuhkan untuk menggali penelitian kembali peneliti dengan mudah mendapatkan atau mengambil catatan yang ada. Mengelompokkan data sejenis Yang dimaksud dengan data sejenis yaitu sekumpulan data yang merupakan jumlah indicator atau konsep internal dari satu konsep (Andrea Gideon: 2. Misalnya, jika Clifford Gerrtz meneiliti tentang keagamaan orang jawa . eligion of jav. dia menemukan ungkapan, pendapat, cerita, perilaku, lokasi beraktivitas para responden yang dia kelompokkan menjadi Audata sejenisAy. Seperti contoh, peneliti mengelompokkan siapa saja pengisi atau muhassin yang ada, mabna apa saja yang mengikuti kegiatan ini, siapa saja yang aktif dan tidak aktif, dan lain sebagainya. Melakukan interpretasi dan penguatan Maksud dari langkah ini adalah peneliti Aumeraba-rabaAy memberi arti terhadap deskriptif para responden . elompok dat. dalam menjawab permasalahan Peneliti dalam hal ini sedang dalam aktifitas konseptualisasi. Ketika peneliti sudah mampu untuk mengelompokkan data, sebenarnya sudah ada arah tertentu untuk membuat konsep. Seperti contoh setelah peneliti mendapatkan data dari wawancara ustadzah pondok pesantren, dan santriwati yang mengikuti kegiatan metode tahsin. Peneliti mulai menerka kesimpulan dari semuanya untuk menyimpulkan permasalahan atau rumusan masalah yang ada. Hasil dan Pembahasan Penerapan Metode Tahsin Dalam Pembelajaran Al-Quran Untuk Meningkatkan Literasi Al-QurAoan Di Ponpes Darul Aman Selagalas Kemampuan literasi al-qurAoan sangat diharapkan kepada santri sehingga tidak terbata-bata dan berhenti sejenak ketika membaca al-qurAoan karena harus berfikir terlebih dahulu untuk membaca huruf selanjutnya. Karena ketika sedang membaca kalau sudah tahu huruf hijaiyah, fasih dalam pelafalan makhraj dan ilmu tajwidnya maka ketika membaca Al-QurAoan menjadi lancer sesuai kaidah. Hal ini senada dengan pendapat syaifullah bahwa kemampuan literasi adalah kecakapan yang telah dipragakan peserta didik dalam membaca al-qurAoan melalui tiga komponen utama yaitu: makhraj, tajwid, dan kelancaran bacaan. yaifullah: 2. Untuk memperoleh data tentang pelaksanaan kegiatan tahsin Al-QurAoan di Pondok Pesantren Darul Aman, peneliti menggunakan pendekatan di antaranya adalah metode observasi, wawancara . , dan juga metode studi Jamilatul Hasanah et al Tujuan penerapan metode tahsin Al-QurAoan untuk meningkatkan literasi Al-QurAoan Melalui observasi . yang di lakukan oleh peneliti memperoleh informasi bahwa penerapan metode tahsin Al-QurAoan yaitu suatu proses memperdalam dan mengevaluasi teori Al-QurAoan yang berhubungan dengan tajwid, shifatul huruf, dan makharijul huruf, dan juga belajar untuk menerapkan lagu-lagu dalam melantunkan Al-QurAoan. Tahsin Al-QurAoan dilaksanakan setiap hari dari hari senin sampai hari sabtu, waktu pelaksanaannya baAoda shalat ashar berjamaAoah di masjid al-fatih, ada juga yang di tempat-tempat yang sudah di Tahsin tersebut di bimbing oleh ustadzah halaqoh masing-masing atau bisa juga disebut muhassin bagi pengajar tahsin, karena di pondok pesantren darul aman terdapat berbagai jenjang al-qurAoan, muhassin tesebut yang mengajarkan santriwati tentang ilmu tajwid, shifatul huruf, makharijul huruf beserta bagaimana cara pelafalan dan langsung praktek. Dari hasil wawancara dengan ustadzah dan santri yang jenjang tahsin dapat disimpulkan bahwasanya salah satu tujuan diadakannya kegiatan halaqoh tahsin Al-QurAoan ini ialah untuk menambah kecintaan santriwati terhadap kalam ilahi yaitu Al-QurAoan. Dengan bertambah cintanya kepada kalam Al-QurAoan maka santriwati akan akan semakin sering dan rajin melantunkan ayat-ayat suci Al-QurAoan serta menjaga dari amar maAoruf dan nahi mungkar. Metode pembelajaran tahsin Al-QurAoan untuk meningkatkan literasi al-qurAoan di pondok pesantren darul aman halaqoh 11 Menurut hasil observasi dan wawancara dengan ustadzah halaqoh atau muhassin dan santriwati dapat disimpulkan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi metode tahsin Al-QurAoan ialah dengan menggunakan beberapa variasi metode. Beberapa metode yang digunakan muhassin ketika tahsin Al-QurAoan berlangsung yaitu sebagai berikut: Metode ceramah Dalam suatu proses pembelajaran, metode ceramah adalah sebuah metode yang wajib digunakan untuk menjelaskan sebuah materi. Metode ini digunakan untuk mempermudah proses pemahan materi, khususnya disini materi tentang Tahsin Al QurAoan. Melihat karakteristik santriwati di Pondok Pesantren Darul Aman adalah santriwati yang dianggap telah memiliki daya menyerap pemahaman yang bagus, oleh karena itu metode ini sangat perlu digunakan untuk menjelaskan materi Tahsin. Kelemahan metode ini adalah santriwati yang cenderung pasif dan muhassin yang cenderung aktif. Seperti apa yang di jelaskan oleh Ani Aryati . bahwa Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, metode ceramah ialah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Dalam hal ini biasanya guru memberikan uraian mengenai topik tertentu di tempat tertentu dan alokasi tertentu pula. Metode baca simak Metode baca simak adalah yang mana muhassin menyimak bacaan santriwati yang maju satu-satu, kemudian santriwati membaca ayat-ayat Al38 Jamilatul Hasanah et al QurAoan nya lalu di simak oleh muhassinnya dan ditegur serta diberi penjelasan jika ada yang belum tepat dalam bacaan tersebut, santri yang lainnya mengaji untuk melancarkan bacaannya supaya meminimalisir bacaan yang salah ketika gilirannya di simak nanti. Kendala-Kendala Metode Tahsin dalam meningkatkan literasi Di Pondok Pesantren Darul Aman Secara keseluruhan hasil kegiatan yang dilakukan sudah dikatakan memenuhi target, karena untuk kita melihat hasil dalam metode tahsin ini apakah memenuhi target atau tidak yaitu dengan kita melihat berapa persen santri yang di jenjang tahsin lulus ke jenjang tahfizh, dalam beberapa bulan ini saja sudah hampir 60 persen santriwati-santriwati yang di jenjang tahsin sudah mampu lulus ke jenjang Salah satu metode yang digunakan yakni metode baca simak. Berikut ini akan di uraikan kendala-kendala yang terjadi dalam pembinaan metode tahsin Al-QurAoan di pndok pesantren darul aman yaitu sebagai berikut: Kurangnya Pemahaman Tentang Tujuan Dari Metode Tahsin Al-QurAoan Kurangnya pemahaman tentang tujuan sebenarnya dari Tahsin Al-QurAoan ini menjadi salah satu kendala yang ada. Dikarenakan kurangnya pemahaman akhirnya santriwati menganggap sepele kegiatan tahsin ini, mereka menganggap kalau Tahsin hanya ngaji surat-surat pendek biasa yang mana dirasa mereka telah bisa padahal dari kegiatan ini banyak sekali manfaat-manfaat yang didapat, baik itu berupa Makhorijul. Huruf. Sifatul Huruf, bahkan lagu ketika melantunkan bacaan Al-QurAoan pun di pelajari di Tahsin Al-QurAoan ini. Kurangnya kesadaran santriwati bahwa metode tahsin Al-QurAoan itu penting Karena kurangnya kesadaran sebagian santriwati tujuan di adakan kegiatan halaqoh sore, mengakibatkan mereka untuk sekedar menjalankan kewajiban saja tanpa diiringi dengan tekad dan kemauan yang kuat pun juga mengakibatkan mereka sering sekali untuk tidak benar-benar memperhatikan kaidah-kaidah cara membaca yang baik dan benar karena kurangnya kesadaran dalam diri sebagian Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai kegiatan Metode Tahsin Al-QurAoan pada Santriwati Pondok Pesantren Darul Aman Selagalas Kota Mataram, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Penerapan pembelajaran kegiatan Metode Tahsin Al-QurAoan dalam meningkatkan literasi Al-QurAoan di Pondok Pesantren Darul Aman, yaitu sebagai berikut: Metode Tahsin Al-QurAoan dalam meningkatkan literasi Al-QurAoan itu bertujuan untuk memperdalam teori serta praktek atau penerapan Al-QurAoan yang berhubungan dengan tajwid, shifatul huruf, makharijul huruf dan juga lagu-lagu dalam melantunkan atau membaca Al-QurAoan dengan baik, benar dan sesuai kaidah-kaidahnya. Menambah kecintaan dan juga iman santriwati dengan disibukkan dengan membaca Al-QurAoan. Jamilatul Hasanah et al Kendala-kendala dalam kegiatan Metode Tahsin Al-QurAoan dalam meningkatkan literasi Al-QurAoan di Pondok Pesantren Darul Aman Selagalas Kota Mataram, diuraikan sebagai berikut: Kurangnya pemahaman tentang tujuan dari Metode Tahsin. Kurangnya kesadaran santriwati bahwa Metode Tahsin itu penting. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas ada beberapa saran yang dapat diajukan, khususnya untuk lembaga yang menjadi objek penelitian ini, diantaranya sebagai Bagi lembaga Lembaga hendaknya berupaya untuk menambah gedung khusus tempat halaqoh supaya santriwati-santriwati tidak menggunakan kamar tidur untuk kegiatan halaqoh sore atau belajar Metode Tahsin. Lembaga hendaknya berupaya untuk selalu mengontrol guru-guru halaqoh supaya tetap termotivasi dalam mengajar Bagi Muhassin Muhassin hendaknya mengembangkan metode mengembangkan metode dalam pembelajaran penerapan Metode Tahsin Al-QurAoan. Muhassin hendaknya lebih menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan efektif. Bagi ustadzah Ustadzah hendaknya lebih mendukung dan memotivasi santriwati agar selalu mengikuti kegiatan Metode Tahsin dengan senang dan rajin untuk kebaikan mereka khususnya. Ustadzah hendaknya berupaya datang lebih awal supaya kegiatan belajar mengajar dapat di mulai lebih awal. Bagi santriwati Santriwati perlu memotivasi diri untuk mengikuti kegiatan metode tahsin dan mempersiapkan apa yang akan di simak lebih awal. Santriwati hendaknya mengikuti semua arahan dari ustadzahnya supaya cepat lulus ke jenjang tahfizh Daftar Pustaka