UNES Journal of Education Scienties Volume 7. Issue1. May 2023 P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII-A DI SMP NEGERI 2 KOKAS KABUPATEN FAKFAK UTILIZING THE SCHOOL ENVIRONMENT AS A SOURCE OF SOCIAL STUDIES LEARNING IN IMPROVING LEARNING OUTCOMES OF CLASS VII-A STUDENTS AT SMP NEGERI 2 KOKAS. DISTRICT FAKFAK Wa Lisda 1 . Lilis H Undang Soleh2. Yohana Dina Hindom3 123 Program Studi Pendidikan Geografi. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nuuwar Fakfak (STKIP Nuuwar Fakfa. Email : lisda. 01ff@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Koresponden Rendahnya minat siswa untuk ikut berperan aktif dalam prosses pembelajaran di kelas ketika guru menjelaskan materi pelajaran IPS. Ketika guru mengajarkan materi dengan tidak menggunakan pendekatan lingkungan, umumnya siswa susah memahami konsep-konsep IPS. Guru tidak banyak melibatkan siswa secara penuh dalam proses Pada saat proses pembelajaran berla ngs un g, siswa lebih banyak mendengarkan guru menera ngkan da ri pada aktif dalam menanggapi pertanyaan- perta n yaa n da ri Penelitian ini bertujuan adalah . Untuk mengetahui aktifitas siswa dalam memanfaatkan lingkungan pada pembelajaran IPS di kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak . Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa menggunakan pendekatan lingkungan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kela s VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan instrumen penelitian tes hasil belajar dan lembar observasi. Jumlah subyek yang diteliti adalah sebanyak 28 orang siswa Kelas VII-A Di SMP Negeri 2 Koka s Kabupaten Fakfak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Melalui penggunaan pendekatanlingkungan pada materi Flora dan Fauna di Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak dimana keseluruhan siswa . %) mencapai nilai IPS di atas KKM dimana Besarnya peningkatan rata -rata hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak setelah guru menggunakan metode diskusi pada materi Flora dan Fauna di Indonesia adalah sebesar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 13,93 . elebihi in dikator keberhasilan 10%). Wa Lisda 01ff@gmail. Kata kunci Pendekatan Lingkungan Sekolah. Sumber Belajar. Pembelajaran IPS. Hasil Belajar Open Access at: https://ojs. org/inde php/UJES Hal: 031 - 050 Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 ARTICLE INFO ABSTRACT Corresponden The low interest of students to take an active role in the learning process in the classroom when the teacher explains the social studies subject matter. When teachers teach material without using an environmental approach, students generally have difficulty understanding social studies concepts. Teachers do not involve students fully in the learning process. During the learning process, students listen more to the teacher explaining rather than being active in responding to questions from the This study aims are . To find out student activities in utilizing the environment in social studies learning in class VIIA SMP Negeri 2 Kokas. Fakfak Regency. To determine the completeness of student learning outcomes using an environmental approach to student learning outcomes in social studies learning in class VII-A of SMP Negeri 2 Kokas. Fakfak Regency. This research includes Classroom Action Research (CAR) by using research instruments on learning outcomes tests and observation sheets. The number of subjects studied were 28 students of Class VII-A at SMP Negeri 2 Kokas. Fakfak Regency. The results of the study show that Through the use of an environmental approach to Flora and Fauna materials in Indonesia, it can improve student learning outcomes in class VII-A SMP Negeri 2 Kokas. Fakfak Regency where all students . %) achieve IPS scores above the KKM while The amount of average increase The average student learning outcomes of class VII-A SMP Negeri 2 Kokas Fakfak Regency after the teacher used the discussion method on Flora and Fauna material in Indonesia was 13. 93 from cycle I to cycle II . xceeding the 10% success indicato. Wa Lisda 01ff@gmail. Keyword Environmental Approach School. Learning Resources. Social Studies Learning. Learning Outcomes Open Access at: https://ojs. org/inde php/UJES page: 031 - 050 Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. PENDAHULUAN Tenaga pendidik . eperti guru, widyaiswara, dosen, dan lain-lai. sangat berperan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, kita harus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan mutu, penghargaan, dan kesejahteraannya yang telah dan akan terusdilakukan. Harapannya, mereka akan lebih mampu bekerja sebagai tenaga professional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik. Mengajar adalah aktivitas utama bagi seorang guru. Nursid . 4: . menyatakan bahwa: AuRadius ruang lingkup pengajaran IPS di SMP dibatasi sampai gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau geografi dan sejarah. Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada pada Lingkungan murid SMP tersebutAy. Dari pernyataan di atas bahwa ruang lingkup yang dipelajari IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat. Nursid . 4: . mengatakan bahwa: AuPengajaran IPS yang melupakan masyarakat UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 sebagai sumber dan obyeknya, merupakan suatu bidang pengetahuan yang tidak berpijak kepada kenyataanAy. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar, akan memberikan pengetahuan yang nyata bagi siswa. Menurut Piaget, anak SMP pada umumnya yaitu pada taraf anak belajar mengenal sesuatu melalui benda yang nyata terlihat di lingkungan sekitarnya. Kebiasaan untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekitar dalam proses belajar mengajar merupakan wujud proses belajar mengajar dengan pendekatan ekologi. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar akan mempermudah siswa menyerap bahan materi pelajaran, lebih mengenal kondisi lingkungannya, menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya, serta akrab dengan lingkungannya. Lily Barlia . 2: . menyatakan bahwa: AuKebiasaan untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekitar dalam proses belajar mengajar merupakan wujud proses belajar mengajar dengan pendekatan ekologiAy. Tantangan mendasar dalam pengajaran IPS adalah bagaimana mencari strategi pembelajaran yang inovatif yang memungkinkan meningkatnya mutu proses Perkembangan serta kemajuan dalam bidang IPTEK memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk mempelajari cakrawala dunia, sehingga dalam hal ini siswa tidak hanya belajar di dalam kelas akan tetapi juga di luar kelas. Dengan belajar di luar kelas peserta didik akan lebih leluasa bereksplorasi, menemukan ide-ide yang diperoleh dari informasi berbagai sumber, melatih siswa utuk memecahkan suatu masalah yang ada di masyarakat mapun lainnya. Maka dengan demikian siswa bisa secara kritis dan kreatif serta dapat melakukan aktivitas dalam belajar. JJ. Rouseau, . alam Lily. B 2002:. menyatakan bahwa: AuAnak-anak sebaiknya belajar langsung dari pengalamannya sendiri, dari pada hanya mengandalkan perolehan informasi dari buku-buku, guru pertamaku adalah kakiku, tanganku dan mataku, karena dengan inderaku itu mengajariku berpikirAy. Pendekatan belajar yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran IPS di Kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak tidak hanya sebatas memberikan siswa dengan sejumlah konsep yang bersifat hafalan, melainkan terletak pada upaya agar siswa mampu menjadikan apa yang telah dipelajari sebagai bekal dengan memahami dan ikut menjalani kehidupan masyarakat di lingkungannya. Namun masih banyak yang sering terjadi pada guru hanya memberikan penjelasan yang adadi buku saja tanpa mementingkan keterampilan proses siswa dalam memecahkan suatu permasalahan yang dapat meningkatkan kemampuan Suasana belajar yang diharapkan adalah menjadikan siswa sebagai subjek yang berupaya ikut aktif dalam proses pembelajaran di kelas dengan menggali sendiri, memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari, sedangkan guru lebih banyak bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Situasi belajar yang diharapkan disini adalah siswa yang lebih banyak berperan aktif atau pendekatan yang digunakan berpusat pada siswa . tudent centered approac. Masalah yang paling mendasar yang dikeluhkan oleh siswa adalah bahwa mereka merasa bosan dan jenuh dengan keadaan kelas yang aktivitas siswa yang hanya sebatas mendengarkan penjelasan dari guru saja tanpa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Rendahnya minat siswa untuk ikut berperan aktif dalam prosses pembelajaran di kelas ketika guru menjelaskan materi pelajaran IPS. Ketika guru mengajarkan materi dengan tidak menggunakan pendekatan P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 lingkungan, umumnya siswa susah memahami konsep-konsep IPS. Guru tidak banyak melibatkan siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, siswa lebih banyak mendengarkan guru menerangkan dari pada aktif dalam menanggapi pertanyaan- pertanyaan dari Berdasarkan latar belakang ini, maka peneliti pada penelitian kali ini hendak melakukan penelitian yang diberi judul yaitu AuPemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-A di SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten FakfakAy. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Metode dan Pendekatan Penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Arikunto dkk,2007:. Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan menggunakan pendekatan spiral yang mengacu pada pendapat Kemis Mc. Taggart dalam Kasbola, . Gambar 1. Desain Penelitian Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas SMP Negeri 2 Kokas dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-A pada tahun pelajaran 2020/2021 yaitu sebanyak 28 orang. Objek dalam penelitian ini adalah pendekatan lingkungan sebaga sumber pembelajaran IPS pada materi Flora dan Fauna di Indonesia akan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 Waktu Penelitian Waktu penelitian dilakukan selama 2 bulan yakni dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2021 di kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak dengan jadwal sebagai berikut : Tabel 1. Jadwal Penelitian Kegiatan Ketemu dengan Kepsek Ketemu dengan guru IPS Masuk Siklus I Masuk Siklus II Mei Juni Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak di Kelas VII-A dengan jumlah siswa sebanyak 28 . ua puluh delapa. orang terdiri dari 13 . iga bela. orang laki-laki dan 15 . ima bela. orang perempuan. Adapun rincian siswa SMP Negeri 2 Kokas sebagai berikut : Tabel 2. Rekapitulasi Siswa SMP Negeri 2 Kokas Jenis Kelamin Kelas VII-A VII-B VII-C Vi-A Vi-C IX-A IX-B Jumlah Prosedur Penelitian Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung didalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di Penelitian tindakan kelas merupakan pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. (Arikunto, 2006:. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan sebagai strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan tindakan nyata kemudian merefleksi terhadap hasil tindakan. Penelitian tindakan cocok untuk meningkatkan kualitas subjek yang akan diteliti. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan aktivitas belaja r siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan pendekatan lingkungan. Pada pelaksanaannya, penelitian ini dilaksanakan secara kolaborasi antara peneliti dengan guru. Peneliti bertindak sebagai pengajar dan guru bertindak sebagai Dalam hal ini peneliti berkolaborasi dengan guru dengan tujuan agar lebih mudah dan teliti dalam kegiatan observasi. Adapun dalam pelaksanaannya melalui tahapan yang membentuk siklus, dapat dilihat pada bagan di bawah ini: P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Gambar 3. Alur Penelitian PTK Menurut Kemmis dan Mc. Perencanaan Tahap ini berupa menyusun rancangan tindakan yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana dan bagaimana tindakan tersebut akan dilakukan. Tahap penyusunan rencana yang penulis lakukan pada penelitian adalah sebagai Menentukan kelas penelitian Melakukan observasi kelas Menetapkan materi yang diajarkan Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Menyusun alat evaluasi berupa pre test, post tes dan evaluasi Membuat lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa selama berlangsungnya proses pelajaran. Tindakan Tahap kedua dalam penelitian tindakan kelas adalah pelaksanaan yang merupakan penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Pada tahap ini tindakan yang dilakukan peneliti secara umum yaitu: Peneliti masuk ruang kelas, memberi salam, dan berdoa bersama anak-anak, melakukan apersepsi berupa tanya jawab. Peneliti memberi pengarahan kepada siswa tentang pendekatan Peneliti membagikan siswa ke dalam beberapa kelompok Peneliti membawa siswa ke luar kelas Peneliti meminta siswa mengerjakan soal tentang materi Flora dan Fauna di Indonesia UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 Peneliti mengakhiri pertemuan dengan salam dan doAoa Observasi Observasi yaitu kegiatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mengamati dampak atas tindakan yang dilakukan. Dalam penelitian yang akan dilaksanakan, peneliti menggunakan dua pengamat, yaitu pengamat ke-1: mahasiswa sebagai teman sejawat, pengamat ke-2 guru kelas. Pada tahap pengamatan ini pengamat melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa. Refleksi (Reflectin. Refleksi adalah kegiatan untuk mengingat dan merenung kembali apa yang terjadi pada siklus I dan siklus II (Suryabrata, 2001:. Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh pelaksanaan yang sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan evaluasi oleh guru untuk menyempurnakan tindakan selanjutnya. Dalam penelitian ini refleksi dilakukan setelah selesai proses pembelajaran pada siklus I dan juga setelah observasi dilaksanakan. Refleksi dilakukan dengan berdiskusi bersama pengamat terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Hasil refleksi dari siklus I akan dilaksanakan pada siklus II sama halnya dengan pelaksanaan pada siklus 1. Instrumen Penelitian Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar pengamatan observasi dokumentasi dan hasil tes untuk masing-masing uraian sebagai Lembar Observasi Lembar observasi adalah sebuah format isian yang digunakan selama observ asi Kajian observasi dilakukan bertujuan untuk mengamati proses belajar mengajar dan juga untuk memperoleh data terkait dengan rumusan masalah dalam bentuk lembar observasi aktivitas guru yang berisi aspek-aspek antara lain persiapan, presentasi/penyajian, metode pembelajaran/ pelak sanaan pembelajaran, karakteristik pribadi guru, interaksi selama proses pembelajaran. Lembar observasi siswa yang berisi aktivitas dalam proses pembelajaran mencakup, mendengarkan penyampaian tujuan pembelajaran, melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk, melaksanakan pengamatan, mendeskripsikan hasil pengamatan, menuliskan kesimpulan hasil deskripsi di dalam LKS, menjawab pertanyaan dari guru, melaksanakan diskusi kelompok, menyimpulkan hasil kegiatan secara lisan, melakukan evaluasi Soal Tes Untuk menghimpun data tentang ketuntasan hasil belajar siswa dapat dipergunakan tes yang dibuat peneliti sendiri. Tes adalah suatu bentuk tugas yang terdiri dari sejumlah pertanyaan atau perintahperintah, diberikan kepada seorang anak atau sekelompok anak untuk dikerjakan dan respon atau jawaban anak atau kelompok anak tersebut dinilai. Jadi tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan pada siswa dengan maksud untuk memperoleh informasi kemampuan siswa. Bentuk tes ada dua yaitu pretest adalah suatu bentuk pertanyaan, yang dilontarkan guru kepada muridnya sebelum memulai suatu pelajaran. Pertanyaan yang ditanya adalah materi yang akan diajar pada hari itu . ateri Pertanyaan itu biasanya dilakukan guru di awal pembukaan pelajaran. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Post test merupakan bentuk pertanyaan yang diberikan setelah pelajaran/materi telah disampaikan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Lembar Observasi Observasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Lembar pengamatan aktivitas guru digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran melalui penilaian diri dengan menggunakan pendekatan lingkungan. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai guru,lembar observasi diberikan kepada pengamat untuk diisi sesuai Adapun pengamatnya adalah guru kelas yang mengajar di sekolah yang diteliti Lembar pengamatan observasi aktivitas siswa digunakan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Lembar pengamatan diisi lima menit sesuai dengan petunjuk. Adapun pengamatnya adalah mahasiswa Prodi PGSD. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pencatatan mengenai guru dan aktivitas belajar sisw a selama pembelajaran IPS berlangsung dengan menggunakan pendekatan lingkungan. Tes Tes adalah suatu bentuk tugas yang terdiri dari sejumlah pertanyaan atau perintah-perintah, diberikan kepada seorang anak atau sekelompok anak untuk dikerjakan dan respon atau jawaban anak atau kelompok anak tersebut dinilai. Jadi tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan pada siswa dengan maksud untuk memperoleh informasi kemampuan siswa. Tes merupakan serentetan pertanyaan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan maupun kemampuan yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Tes yang diberikan pada siswa dalam penelitian dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran setelah diterapkan pendekatan lingkungan. Tes awal . terdiri 10 soal dilaksanakan untuk melihat pengetahuan materi prasyarat yang telah dimiliki siswa. Tes hasil belajar dilaksanakan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan siswa terhadap materi Flora dan Fauna di Indonesia. Data tentang ketuntasan hasil belajar sisw a dikumpulkan melalui pemberian post test diakhir pembelajaran yang berjumlah 10 soal dan evaluasi akhir yang diberikan setelah proses pembelajaran selesai. Teknik Analisa Data Adapun data-data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis berdasarkan rumusan masalah penelitian, yaitu sebagai berikut: Aktivitas Siswa Data hasil observasi yang didapat melalui lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk melihat proses dan perkembangan aktivitas yang terjadi selama pembelajaran Data jumlah siswa yang terlibat dalam masing-masing aktivitas dan dipersentasekan dengan rumus : UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 P = yce ycA x100% Keterangan: = frekuensi aktifitas siswa = jumlah aktifitas seluruhnya = angka presentasi yang dicari (Anas Sudijono, 2006:. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Ketuntasan hasil belajar siswa adalah prosentasi hasil belajar sisw a se lama dan setelah melakukan proses belajar mengajar di kelas dengan tetap merujuk pada KKM Mata Pelajaran IPS. Adapun rumus menghitung prosentase ketuntasan adalah sebagai berikut : (Anas Sudijono, 2006:. Analisis presentase Prosentase ketuntasan = jumlah siswa yang nilainya tuntas jumlah siswa keseluruhan x 100% Sumber : Kasbola . Rata-rata hasil belajar siswa Rata-rata hasil belajar adalah nilai perbandingan antara jumlah keseluruhan nilai siswa dibagi dengan jumlah siswa secara keseluruhan, adapun rumusnya sebagai berikut : rata-rata = jumlah keseluruhan nilai siswa jumlah siswa keseluruhan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Tempat Penelitian Keadaan Umum SMP Negeri 2 Kokas Tempat SMP Negeri 2 Kokas Distrik Kokas Kabupaten Fakfak berdiri diatas tanah yang 580,655 m2 yang sudah dipagar permanen . ermasuk pagar hidu. Luas tanah/persil yang diakui menurut status kepemilikan dan penggunaan. Luas tanah seluruhnya 4. 580,655 m2 , bangunan 775 m2 dan halaman/taman 500m2 , penggunaan lapangan olahraga 600 m2 , kebun dan lain-lain 2. 705,655 m2 . Sarana dan Prasarana Adapun sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar siswa di SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak dapat tersaji dalam tabel 4. bawah ini. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Tabel 3. Sarana dan Prasarana Kondisi Uraian Vol. Keadaan Bangunan Ruangan kelas Ruangan Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Rumah Dinas WC Guru WC Siswa Bak penampungan air Meubeler Meja Guru Kursi Guru Meja Siswa Kursi Siswa Lemari Papan Tulis Rak Buku Perpustakaan i Perlengkapan Olahraga Bola Volley Bola Kaki Raket Bulu Tangkis Lapangan Tenis Meja Matras IV Perlengkapan Tata Usaha Komputer Printer Komputer Mesin Stensil V Buku dan Alat Pendidikan Tiap Mata Pelajaran Pendidikan Agama PKn Pendidikan Kewarganegaraan (PK. Matematika IPS IPS SBK Pendidikan Jasmani Mulok/Bahasa Inggris Sumber : Data SMP Negeri 2 Kokas. Juni 2021 Baik Rusak Ringan Rusa Berat UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 Jumlah Guru dan Siswa Keadaan Guru dan Staf TU . Kepala Sekolah : 1 Guru ASN : 11 orang . Guru Honor : 7 Tata Usaha : 1 Jumlah : 20 orang Keadaan Siswa Siswa SMP Negeri 2 Kokas Distrik Kokas Kabupaten Fakfak berjumlah 191 orang dengan rincian sebagai berikut: Tabel 4. Rekapitulasi Siswa SMP Negeri 2 Kokas Jenis Kelamin Kelas VII-A VII-B VII-C Vi-A Vi-C IX-A IX-B Jumlah Jumlah Sumber. SMP Negeri 2 Kokas. Fakfak Tahun 2021 Jumlah keseluruhan siswa pada SMP Negeri 2 Kokas Distrik Kokas Kabupaten Fakfak pada bulan berjalan sebanyak 191 orang. Identitas Responden Data siswa kelas VII-A berdasarkan jenis kelamin Jumlah siswa kelas VII-A diklasifikasikan menurut jenis kelamin, maka jumlah siswa menurut jenis kelamin tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5. Data siswa berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Jumlah Sumber : Data Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas. Juni 2021 Dari tabel 2 di atas diketahui bahwa para siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah sebanyak 13 . iga bela. orang dan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 . ima bela. Data siswa kelas VII-A Berdasarkan Umur Jumlah siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak ini diklasifikasikan menurut umur yang dimiliki, maka dapat dilihat pada tabel berikut ini. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Tabel 6. Data siswa berdasarkan umur Umur Jumlah 11 tahun 12 tahun Jumlah Sumber : Data Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas. Juni 2021 Dari data yang telah diolah pada tabel 3 diatas diperoleh bahwa dari jenjang umur siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak, untuk usia 11 tahun berjumlah 15 . ima bela. orang dan untuk usia 12 tahun berjumlah 13 . iga bela. Pembahasan Siklus Pertama Dalam tahap perencanaan, guru merancang rencana perbaikan pembelajaran dan tindakan yang akan dilaksanakan, memeriksa kembali rancangan rencana perbaikan pembelajaran dan tindakan yang akan dilaksanakan, menyiapkan alat peraga dan sarana lain yang akan dipergunakan dalam pembelajaran, mengantisipasi tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran, menyiapkan LKS dan lembar observasi, memantapkan keyakinan diri dan mengecek kesediaan kelas pada saat perbaikan Dalam tahap pelaksanaan, guru menyampaikan salam dan berdoa serta menanyakan keadaan siswa, apersepsi dengan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran yang akan ditempuh , membagi siswa ke dalam kelompok besar . -8 sisw. dan memberikan tema diskusi kepada siswa. Guru menempelkan gambar berbagai macam keragaman Flora dan fauna di Indonesia. Siswa diminta menggamati gambar berbagai macam keragaman flora dan fauna di Indonesia sambil mendengarkan penjelasan guru. Guru bertanya mengenai meteri pembelajaran. Guru menjelaskan tentang kegunan keramaan flora dan fauna di Indonesia. Siswa bertanya mengenai materi pembelajaran. Salah satu siswa diminta ke depan untuk menempelkan gambar kegunaan Keragaman flora dan fauna di Indonesia sesuai pada tempatnya. Siswa kembali diminta menjelaskan tentang gambar keragaman flora dan fauna di Indonesia yang sudah di tempelkan tersebut. Guru bertanya kepada siswa. Berdasarkan hasil data observasi dan hasil belajar yang diperoleh kemudian didiskusikan dengan guru kelas. Dari hasil diskusi degan sejawat menunjukkan bahwa dalam kegiatan perbaikan pembelajaran IPS tentang Flora dan Fauna di Indonesia siklus I cukup menunjukkan keberhasilan. Ada sebagian siswa yang sudah memperoleh hasil belajar yang melampaui KKM. Tapi masih ada siswa yang belum melampaui KKM karena masih belum berani bertanya dan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang salah. Hal ini dikarenakan pada saat diskusi, siswa tersebut hanya bermain dan tidak ikut serta dalam diskusi Selain itu, jumlah siswa per kelompok tergolong cukup banyak sehingga siswa yang lain hanya berharap kepada siswa yang mampu untuk Untuk itu berdasarkan diskusi dengan guru kelas, diperlukan tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus II. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 Tabel 4. 5 Rekapitulasi Hasil Pembelajaran Siklus I Pada Materi Flora dan Fauna di Indonesia (KKM = . No. Nama Siswa Siklus I Anak 1 Anak 2 Anak 3 Anak 4 Anak 5 Anak 6 Anak 7 Anak 8 Anak 9 10 Anak 10 11 Anak 11 12 Anak 12 13 Anak 13 14 Anak 14 15 Anak 15 16 Anak 16 17 Anak 17 18 Anak 18 19 Anak 19 20 Anak 20 21 Anak 21 22 Anak 22 23 Anak 23 24 Anak 24 25 Anak 25 26 Anak 26 27 Anak 27 28 Anak 28 Jumlah Nilai Rata-Rata Prosentase ketuntasan 67,14 35,71 Ketuntasan hasil belajar siswa adalah prosentasi hasil belajar siswa selama dan setelah melakukan proses belajar mengajar di kelas dengan tetap merujuk pada KKM Mata Pelajaran IPS. Adapun menghitung prosentase ketuntasan adalah sebagai berikut : jumlah siswa yang nilainya tuntas Prosentase ketuntasan = x 100% jumlah siswa keseluruhan Prosentase ketuntasan = x 100% P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Prosentase ketuntasan = 3,71% Rata-rata hasil belajar adalah nilai perbandingan antara jumlah keseluruhan nilai siswa dibagi dengan jumlah siswa secara keseluruhan, adapun perhitungannya sebagai berikut : jumlah keseluruhan nilai siswa rata-rata = jumlah siswa keseluruhan rata-rata = rata-rata = 67,14 Gambar 2. Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VII-A Siklus 1 Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Siklus Kedua Dalam tahap Perencanaan, guru merancang rencana perbaikan pembelajaran dan tindakan yang akan dilaksanakan, memeriksa kembali rancangan rencana perbaikan pembelajaran dan tindakan yang akan dilaksanakan, memeriksa semua alat peraga dan sarana lain yang akan digunakan, mengantisipasi tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran, menyiapkan lembar observasi, memantapkan keyakinan diri dan mengecek kesediaan guru kelas pada saat perbaikan. Dalam tahap pelaksanaan, guru menyampaikan salam, berdoa dan menanyakan keadaan siswa, apersepsi dengan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya, menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran yang akan ditempuh, membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang heterogen . -5 sisw. dan memberikan tema diskusi kepada siswa, guru menempelkan gambar berbagai macam keragaman Flora dan fauna di Indonesia, siswa diminta menggamati gambar berbagai macam keragaman flora dan fauna di Indonesia sambil UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 mendengarkan penjelasan guru, guru bertanya mengenai meteri pembelajaran, guru bersama-sma dengan siswa keluar dari kelas untuk melihat secara langsung, guru menjelaskan tentang keragaman Flora dan Fauna di Indonesia, siswa bertanya mengenai materi pembelajaran, salah satu siswa diminta kedepan untuk menempelkan gambar, siswa kembali diminta menjelaskan tentang gambar keragaman flora dan fauna di Indonesia yang sudah di tempelkan guru bertanya kepada siswa. Berdasarkan hasil diskusi guru kelas dalam kegiatan perbaikan pembelajaran IPS tentang Flora dan Fauna di Indonesia menunjukkan pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dari perencanaan, pelaksanaa serta pada tahap evaluasinya sudah dipersiapkan dengan matang. Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Pembelajaran Siklus II Pada Materi Flora dan Fauna di Indonesia (KKM = . No. Nama Siswa Anak 1 Anak 2 Anak 3 Anak 4 Anak 5 Anak 6 Anak 7 Anak 8 Anak 9 Anak 10 Anak 11 Anak 12 Anak 13 Anak 14 Anak 15 Anak 16 Anak 17 Anak 18 Anak 19 Anak 20 Anak 21 Anak 22 Anak 23 Anak 24 Anak 25 Anak 26 Anak 27 Anak 28 Jumlah Siklus II P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 No. Nama Siswa Siklus II Nilai Rata-Rata Prosentase ketuntasan 81,07 Ketuntasan hasil belajar siswa adalah prosentasi hasil belajar siswa selama dan setelah melakukan proses belajar mengajar di kelas dengan tetap merujuk pada KKM Mata Pelajaran IPS. Adapun menghitung prosentase ketuntasan adalah sebagai berikut : jumlah siswa yang nilainya tuntas Prosentase ketuntasan = x 100% jumlah siswa keseluruhan Prosentase ketuntasan = x 100% Prosentase ketuntasan = 3,71% Rata-rata hasil belajar adalah nilai perbandingan antara jumlah keseluruhan nilai siswa dibagi dengan jumlah siswa secara keseluruhan, adapun perhitungannya sebagai berikut : jumlah keseluruhan nilai siswa rata-rata = jumlah siswa keseluruhan rata-rata = rata-rata = 81,07 Gambar 3. Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VII-A Siklus 2 Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Grafik Ketuntasan Dengan melihat data di atas dapat dilihat ketuntasan belajar siswa dari setiap siklus, sebagian besar mengalami peningkatan : Sebelum siklus kesatu siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal mencapai 35,71% atau terdapat 10 siswa dari 28 siswa yang mencapai KKM . UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 Pada siklus kedua jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal meningkat menjadi 100% atau 28 siswa dari 28 siswa. Gambar 4. Bagan Ketuntasan belajar materi Flora dan Fauna di Indonesia siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak Siklus 1 Siklus 2 Tuntas Tidak Tuntas Pembahasan Hasil Siklus Dalam kegiatan perbaikan pembelajaran IPS dengan materi Flora dan Fauna di Indonesia diperlukan suasana yang kondusif, yang dapat mencapai hasil yang Dari uraian di atas dari setiap siklus mengalami peningkatan yang signifikan, peningkatan yang signifikan ini terjadi karena guru telah memperbaiki kinerja secara sistematis dan berkelanjutan dari siklus 1 sampai Pada siklus 1 kinerja guru yang telah bagus adalah metode mengajar yang digunakan sudah tepat, guru sudah menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi, strategi pembelajaran yang menggunakan metode diskusi sehingga siswa terlihat aktif dalam pembelajaran. Pada siklus 2 guru dalam menanamkan konsep dengan menggunakan metode pendekatan lingkungan. Pada perbaikan pembelajaran terlihat pula peningkatan hasil belajar sisw a dari siklus I sampai siklus II. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 65,36 atau yang mencapai KKM hanya 35,71%, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 81,07 atau yang mencapai KKM meningkat pula menjadi 100%. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II terjadi karena guru telah memperbaiki kinerjanya dalam proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode diskusi. Metode diskusi digunakan guru untuk memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Metode yang digunakan guru dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kelancaran proses belajar mengajar. Oleh sebab itu metode P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 mengajar yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan keperluan dan situasi yang sedang berlangsung agar tujuan pembelajaran berhasil dengan baik. Melalui pemanfaatan pendekatan lingkungan pada materi Flora dan Fauna di Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak dimana keseluruhan siswa . %) mencapai nilai IPS di atas KKM. Besarnya peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak setelah guru menggunakan metode diskusi pada materi Flora dan Fauna di Indonesia adalah sebesar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 15,71 . elebihi indikator keberhasilan 10%). Berdasarkan hasil pembahasan dapatlah dikemukakan bahwa penggunaan metode diskusi pada materi Flora dan Fauna di Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak. Hipotesis tindakan telah SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan penulis pada Bab IV sebelumnya dapat menyimpulkan sebagai berikut : Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan lingkungan mata pelajaran IPS, agar tidak monoton atau membosankan selalu dimulai dengan pertanyaan dan motivasi belajar kemudian menyajikan alat peraga berkaitan dengan materi yang akan disampaikan guna untuk merangsang pengetahuan siswa dari pengalaman yang telah diketahui, jangan menggunakan metode ceramah kurang efektif membuat materi yang disampaikan tidak jelas serta terarah akan siswa menjadi pasif dan guru yang aktif, cukup menjelaskan secara singkat, jelas padat memberikan kemudahan pemahaman dalam mengembangkan pola pikir siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak Melalui penggunaan pendekatan lingkungan pada materi Flora dan Fauna di Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak dimana keseluruhan siswa . %) mencapai nilai IPS di atas KKM dimana besarnya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Kokas Kabupaten Fakfak setelah guru menggunakan metode diskusi pada materi Flora dan Fauna di Indonesia adalah sebesar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 15,71 . elebihi indikator keberhasilan 10%). Saran Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka saran-saran yang diperlukan adalah sebagai berikut : Guru harus menguasai berbagai metode mengajar untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 031-050 Guru dalam memberikan pertanyaan harus memberikan waktu untuk siswa berfikir. Pemahaman siswa menjadi meningkat apabila guru menggunakan alat peraga dan metode yang tepat dalam pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA