Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Google Sites untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Materi Jurnal Penyesuaian Alifia Ganeshi Anggarini1. Khusnul Hidayati2 . Farida Setyaningtum3 Universitas PGRI Madiun. Madiun. Indonesia SMKN 2 Jiwan. Madiun. Indonesia Email: alifia. anggarini@gmail. com, khusnul. hidayati@smkn2jiwan. faridastyaningrum@unipma. Abstrak Pada penelitian yang di ulas ini bertujuan guna membentuk peningkatan hasil belajar pada peserta didik pada pembelajaran kognitif mata pelajarn akutansi. Dasar materi jurnal penyesuaian melalui implementasi media pembelajaran dengan berbasis Google Sites. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak akibat penggunaan media pembelajaran yang konvensional dan kurang Pada tahap metode ini penelitian yang di ulas menggunakan (PTK) dengan melaksanakan 2 siklus yaitu tahapan perencanaan kemudian pelaksanaan, dilanjutkan observasi, dan refleksi. Pada penelitian kali ini subjek yang di ambil dari 28 siswa kelas X AKN 5 SMKN 2 Jiwan. Pada tahapan berikutnya peneliti melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Pada siklus pertama , media pembelajaran yang dinamai Sitesuai diimplementasikan dan menunjukkan hasil peningkatan nilai rata-rata 75,53 dengan ketuntasan klasikal sebesar 67,85%, meskipun belum mencapai indikator keberhasilan. Setelah dilakukan perbaikan pada media, hasil siklus kedua menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata 89,82 dan persentase ketuntasan belajar sebesar 89,28%. Pada hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Google Sites yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi akuntansi, mendorong keterlibatan aktif, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi digital berbasis kebutuhan peserta didik sebagai strategi pembelajaran efektif dalam konteks pendidikan Kata Kunci: Google Sites. Media Pembelajaran. Hasil Belajar. Akuntansi Dasar. Jurnal Penyesuaian. PTK PENDAHULUAN Dalam kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat ini sangat berdampak pada Proses pembelajaran yang semula bersifat konvensional kini mulai bertransformasi ke arah digital, di mana teknologi menjadi salah satu solusi yang lebih interaktif, fleksibel, dan efisien (Waliulu et al. , 2. Pemanfaatan media pembelajaran digital dinilai mampu menjadi sarana kebutuhan peserta didik dalam mengakses materi pembelajaran dengan lebih mudah, kapan pun dan di mana pun mereka berada (Widianto. Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong pemanfaatan teknologi sebagai bagian integral. Dalam proses pengajaran, media pendidikan berbasis teknologi informasi tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berperan sebagai faktor utama dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan kepercayaan diri siswa dalam memanfaatkan teknologi secara lebih tepat dan bermanfaat. (Maghfiroh, 2. Oleh karena itu, diperlukan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pengembangan dan inovasi. Langkah ini mendorong peserta didik agar terbiasa memanfaatkan teknologi pada proses belajar mengajar, sekaligus membekali mereka untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman (Putri & Susilowibowo, 2. Pada pemebelajran akuntansi memerlukan pemahaman konseptual dan kemampuan praktik secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi memahami materi akuntansi tidak mudah karena terbatasnya media ajar yang digunakan, serta penyampaian materi yang masih yang kurang fleksibel. Dalam hal ini juga akan menurunkan motivasi belajar (Rahmawati & Putri, 2. Dengan penerapan Google Sites dapat mempermudah kegiatan belajar karena aksesnya yang mudah juga gratis. Dalam konteks pembelajaran. Google Sites dapat digunakan sebagai penyajian materi pelajaran, latihan soal, video pembelajaran, dan forum diskusi dalam satu platform yang mudah diakses. Dengan tampilan yang user-friendly mulai dari adanya Google Forms. Google Drive, dan YouTube. Media ini berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran, terutama dalam pembelajaran akuntansi yang memerlukan penjelasan bertahap dan latihan yang konsisten (Hidayati et al. , 2. Namun demikian, masih sedikit guru yang menggunakan platform seperti Google Sites secara optimal. Dalam hal ini peneliti menyimpulkan perlu adanya penelitian tentang bagaimanakah implementasi atau tindakan langsung penggunaan sebagai suatu alat ajar serta bagaimana peran pesertadidik apakah mendapatkan suatuu peningkatan dari hasil belajar pada penggunaan media ajar Beberapa studi sebelumnya mengindikasikan bahwa integrasi media digital mampu meningkatkan suatu motivasi. Pengembangan e-learning berbasis Google Sites dinilai efektif mendorong peningkatan prestasi belajar siswa (Dewi, 2. Peningkatan hasil belajar tampak secara bertahap seiring dengan intensitas pemanfaatan media pembelajaran digital, di mana media berbasis Google Sites memiliki potensi yang mendukung pencapaian akademik peserta didik (Islanda & Darmawan, 2. Hasil penelitian Sapulete et al. menegaskan penggunaan media Google Sites dalam konteks pembelajaran di era digital saat ini secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Selanjutnya, penerapan EModul Google Sites dengan pendekatan Problem Based Learning terbukti mampu mencapai hasil antusiasme belajar siswa serta capaian nilai post-test mereka (Efendi & Insani, 2. Penggunaan media pembelajaran Google Sites dalam kelompok eksperimen juga menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan dan berdampak positif terhadap peningkatan nilai peserta didik (Darojah & Cholik, 2. Dengan demikian. Google Sites sebagai alat bantu penyampaian materi, juga sebagai media yang memperkuat pengalaman belajar yang kontekstual, fleksibel, serta responsif terhadap dinamika perkembangan teknologi dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Berdasarkan Hasil observasi yang dilakukan olehpeneliti, peneliti menemukan beberapa kekurangan yaitu masih rendahnya pemahaman materi pada peserta didik yang dapat berdampak buruk dalm proses belajra mengajar. Peserta didik merasa malas untuk belajar karena harus membaca buku paket dan kesulitan dalam mempelajari materi akuntansi terutama jurnal penyesuaian yang membutuhkan pemahaman dan telaah lebih. Peneliti juga menemukan rendahnya proses mengajar guru yang belum menggunakan bahan ajar yang fleksibel, maka dalam hal itu peneliti menekankan penelitian tentang media google sides Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 sebagai bahan ajar baru dalam upaya dapat meningkatkan hasil pemeblajaran khusunya pada materi akutansi. METODE Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian (PTK) dimana terjadi tindakan langsung di lapangan. Dan ada dua siklus tahapan yang di gunakan. Penelitian dilakukan selama bulan Januari-Februari 2025. Materi atau subjek pembelajaran digunakan didik yakni jurnal penyesuaian. Sumber data mencakup informasi yang diperoleh dari peneliti sendiri, kemudian peserta didik, dan guru pengampu Akuntansi Dasar di SMKN 2 Jiwan. Berikut pengumpulan data yang dilakukan peneliti Observasi,kemudian dilanjutkan wawancara dan Pemilihan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling, dengan jumlah 28 peserta didik kelas X AKN 5 yang menjadi subjek utama pada penelitian ini. Instrumen yang digunakan oleh penelitii yaitu tes, kemudian lembar observasi dan juga catatan harian. Tahap pelaksanaan penelitian ini adalah implementasi Google Sites sebagai mediaa pembelajaran yang dapat disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Tahapan Penelitian Siklus Tahapan Identiifikasi Masalah Perencanaan Pelaksanaan Observasi Refleksi Perencanaan Pelaksanaan Observasi Refleksi Deskripsi Melakukan pengamatan terhadap proses belajr mengajr di kelas untuk menemukan dan merumuskan permasalahan yang muncul. Menyusun rancangan media pembelajaran Google Sites. Menerapkan media ajar Google Sites dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Melaksanakan kegiatan pengamatan dengan memanfaatkan lembar observasi dan catatan harian guna mendokumentasikan proses pembelajaran. Melakukan analisis dan penilaian terhadap tindakan yang telah dijalankan untuk meninjau keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Menyempurnakan media ajar Google Sites berdasarkan hasil refleksi dari siklus sebelumnya. Melakukan penerapan media ajar yang telah direvisi pada kegiatan velajar mengajar selanjutnya. Melakukan observasi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan observation sheet atau lembar observasi serta catatan harian. Mengevaluasi tingkat keefektifan guna menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Berdasarkan Tabel 1. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus yaitu Siklus I dan Siklus II. Setiap siklus melalui tahapan perencanaan, kemudian tahapan pelaksanaan,tahapan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 yang ketiga yaitu observasi, dan yang terakhir adalah refleksi. Pada Siklus I, dilakukan tahapan dnegan mengamati suatu permasalahan. Selanjutnya dilakukan perencanaan dengan merancang media ajar Google Sites, lalu media tersebut diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar Setelah pelaksanaan, dilakukan observasi menggunakan lembar yang telah disediakan yaitu observasi dan catatan harian. Hasil yang di dapat pada tahap observasi kemudian dianalisis dalam tahapan yaitu refleksi guna menilai keefektian tindakan yang telah di terapkan. Refleksi ini menjadi dasar untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran telah Jika tujuan belum tercapai, maka akan di lakukan Siklus II. Dalam siklus ini, peneliti akan melakukan revisi terhadap media ajar yang telah mendapatkan hasil dari Siklus I. Media telah direvisi kembali diimplementasikan dalam pembelajaran, lalu dilakukan observasi seperti pada siklus sebelumnya. Setelah itu, dilakukan refleksi untuk menganalisis hasil observasi dan tes di Siklus II. Diharapkan, akhir Siklus II, tujuan pembelajaran dapat mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil belajar kemudian dievaluasi pada setiap siklus untuk melihat apakah ada peningkatan tindakan yang dilakukan. Dalam Indikator guna mencapai keberhasilan pada penelitian yang telah dilakukan ini, apabila peserta didik mengalami suatu peningkatan pada hasil belajar mengajar Akuntansi Dasar setelah memanfaatkan media ajar Google Sites pada siklus ke I ke siklus ke II. Evaluasi dilakukan dengan cara menganalisis nilai rata rata seluruh siswa atau peserta didik. Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Jiwan untuk mata pelajaran kejuruan atau produktif, pencapaiaan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah 80 untuk aspek Kedua indikator tersebut dihitung dengan menggunakan rumus tertentu guna memperoleh gambaran objektif terhadap keberhasilan pada proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Perhitungan ini menggunakan rumus berikut: Nilai rata rata yang dihasilkan dari peserta didik keseluruhan. ycu ycu = ycuycu Ket: x = rata rata hitung x = jumlah dari nilai data n = jumlah data Persentase dari hasil ketuntasan belajar klasikal yang dihitung dengan menggunakan rumus ycAyc yayaA = ( ycI x 100%) Ket: KB = Ketuntasan nilai belajar Ns = Jumlah dari peserta didik yang memperoleh nilai Ou 75 S = Jumlah dari peserta didik Apabila minimal 80% peserta didik memenuhi Krriteria Ketuntasan Minimun (KKM), maka kegiatan ini dianggap berhasil. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan penelitian yang pertama adalah identifikasi masalah yang dilakukan pada 20 Januari 2025. Berdasarkan hasil observasi pada kelas X AKN 5 ditemukan bahwa guru tidak memanfaatkan media pembelajraran dengan baik. Hal tersebt dibuktikan degan media yang digunakan guru hanya berupa buku paket siswa. Dan juga guru tidak memanfaatkan media ajar teknologi karena pembelajaran akuntansi masih konvensional, monoton dan satu arah. Berdasarkan pada hasil wawancara yang dilakukan pada peserta didik di kelas X AKN 5 media ajar yang diberikan oleh guru hanya buku paket dan media tersebut kurang interaktif. Hal tersebut membuat mereka merasa malas untuk belajar karena harus membaca buku paket dan kesulitan dalam mempelajari materi akuntansi terutama jurnal penyesuaian yang membutuhkan pemahaman dan telaah lebih. Pada penggunaan media ajar yang monoton dan satu arah dapat menyebabkan rendahnya motivasi terhadap siswa atau peserta didik. Karena media ajar yang membuat seorang pelajar termotivasi adalah dengan menggunakan media ajar yang menarik (Maharani et al. , 2. Hasil wawancara peserta didik didukung dengan bukti dokumentasi nilai yang diperoleh peserta didik pada materi jurnal penyesuaian, dari nilai yang telah diperoleh 57% peserta didik belum mendapatkan ketuntasan hasil dari belajar mengajar pada materi ini. Berdasarkan hasil yang dilakukan peneliti yaitu observasi, kemudian dilanjutkan dengan wawancara dan dokumentasi pada tahapan identifikasi maka peneliti meengambil kesimpulan bahwa guru hanya buku paket siswa yang menyebabkan peseta didik merasa kurang termotivasi belajar atau bisa disebut kurangnya media ajar yang di berikan. Penelitian Siklus I Pada penelitian pada siklus I terjadi pada 10 Februari 2025 Pada siklus I adalah tahap perencanaan dimana peneliti telah menyiapkan media ajar berdasarkan hasil identifikasi Tahap perencanaan meliputi penyusunan modul ajar, menyusun media pembelajaran berbasis Google SitesA menyusun soal evaluasi dan menyusun rubrik penilaian. Media pembelajaran yang dirancang dinamai dengan nama Sitesuai, yang memuat menumenu interaktif seperti video pembelajaran, bahan bacaan digital, asesmen, dan permainan Penggunaan E-Modul dapayt menjadi media ajar yang efektif pada proses belajar (Efendi & Insani, 2. Penggunaan teknologi ini selaras dengan prinsip blended learning sebagai suatu peningkat peran belajar mengajar pada siswa. Dapat dipahami bahwa pemanfaatan e-learning memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam proses belajar, karena memungkinkan mereka untuk secara mandiri mencari dan menemukan informasi, memperkaya materi pembelajaran, serta memperbarui pengetahuan dan keterampilan yang Kondisi ini sejalan dengan prinsip pembelajaran aktif, di mana peserta didik berperan sebagai subjek yang terlibat secara aktif dan bertanggung jawab dalam membangun pemahamannya sendiri selama proses pembelajaran berlangsung. (Puspitarini, 2. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Tabel 2. Hasil Belajar Peserta Didik Siklus I Hasil Belajar Siklus I Hasil Tes Siklus I Nilai tertinggi. Nilai teredah. Nilai rata-rata. 75,53 Presentase ketuntasan belajar klasikal. 67,85% Indikator keberhasilan Belum tercapai Hasil siklus I menunjukkan terdapat peningkatan dengan rata-rata nilai menjadi 75,53 dan memperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal 67,85%. Meskipun belum berhasil, peningkatan ini menunjukkan media Sitesuai mulai memberikan dampak peningkatan terhadap pemahaman peserta didik. Akan tetapi berdasarkan refleksi, ditemukan kendala teknis seperti tampilan flipbook yang terlalu kecil di layar smartphone dan kurangnya variasi contoh soal. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi digunakan, penting juga untuk mempertimbangkan user experience dan konten yang kontekstual. Sehingga peneliti melakukan siklus II. Penelitian Siklus II Siklus II ini dilakukan dengan refleksi pada siklus sebelumnya pada tanggal 17 Februari 2025. Tabel 3. Hasil Belajar Peserta Didik Siklus II Hasil Belajar Siklus I Nilai tertinggi Nilai teredah Nilai rata-rata Presentase ketuntasan belajar klasikal Indikator keberhasilan Hasil Tes Siklus II 89,82 89,28% Tercapai Pada siklus II, penyempurnaan terhadap media ajar dengan menambahkan lebih banyak contoh transaksi jurnal penyesuaian dan memperbaiki tampilan bahan bacaan agar lebih ramah perangkat. Hasil dari perbaikan ini sangat signifikan, nilai peserta didik meningkat 89,82 dan persentase kategori ketuntasan belajar mencapai 89,28%. Hasil ini lebih dari indikator KKM yang di tetapkan yaitu minimal 80% Peningkatan yang terjadi mengindikasikan bahwa media pembelajaran interaktif mampu menambah kebuutuhan proses belajr mengajar. Kenaikan hasil belajar tampak berlangsung dengan penggunaan media ajar yang dimodifikasi berdasarkan umpan balik peserta didik serta penyesuaian strategi Temuan ini menghasilkan media ajar Google Sites memiliki potensi signifikan dalam mendukung peningkatan prestasi akademik peserta didik (Islanda & Darmawan, 2. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 KESIMPULAN Berdasarkan dalam hasil yang telah dilakukan pada penelitian peneliti menarik kesimpulan bahwa media ajar Google Sites yang dinamai Sitesuai dapat digunakan sebagai media ajar yang dapat meingkatkan tingkat belajar pada proses belajr mengajar khusunya pada mata pembelaran jurnal penyesuaian di kelas X AKN 5. Pada tahap awal, identifikasi masalah menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi yang dilakukan masih bersifat konvensional, monoton, dan kurang memanfaatkan teknologi sehingga dapat berdampak pada motivasi belajar peserta didik, yang tercermin dari sebelumnya mencapai ketuntasan secara klasikal sebesar 57%. Melalui pengembangan media Sitesuai pada siklus I, terjadi peningkatan 75,53 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 67,85%, meskipun indikator keberhasilan belum tercapai. Refleksi terhadap kendala teknis yang muncul menjadi dasar perbaikan pada siklus II. Setelah dilakukan penyempurnaan, siklus II menunjukkan hasil yang lebih optimal nilai rata 89,82 dan ketuntasan belajar sebesar 89,28%, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, media pembelajaran Sitesuai terbukti efektif pada mata pembelajarann akuntansi yang bersifat abstrak, serta mampu membangun keterlibatan aktif. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital yang dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA