Kuncoro Darumoyo. Rahmadi. Arie Rakhman. Edwin Wahyu Dirgantoro, & Bonita Amalia: Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional Balago Pendidikan Karekter: Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Melalui Permain Olahraga Tradisional Balogo Kuncoro Darumoyo Pendidikan Jasmani. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat darumoyo@ulm. Rahmadi Pendidikan Jasmani. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat rahmadi@ulm. Arie Rakhman Pendidikan Jasmani. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat rakhman@ulm. Edwin Wahyu Dirgantoro Pendidikan Jasmani. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat dirgantoro@ulm. Bonita Amalia Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari bonitaamalia@uniska. Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan implementasi permainan tradisional Balogo sebagai sarana pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Tapin Tengah. Kalimantan Selatan. Balogo merupakan permainan tradisional khas masyarakat Banjar yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan moral. Dalam dunia pendidikan, permainan tradisional dapat menjadi media yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, karena memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kawasan Kecamatan Tapin Tengah Kalimantan Selatan, serta dokumentasi kegiatan siswa di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan Balogo dilakukan baik melalui kegiatan pembelajaran tematik yang terintegrasi dalam kurikulum PJOK. Pembentukan ekstrakurikuler dengan guru PJOK bertindak sebagai pembina memiliki peran sentral dalam merancang kegiatan, membimbing pelaksanaan, serta mengevaluasi perkembangan karakter siswa selama bermain. Selain itu, penyelenggaaraan festival olahraga tradisional Balogo oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Tapin Tengah turut mendukung pelestarian permainan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Permainan Balogo terbukti mampu membentuk karakter siswa melalui pembiasaan sikap positif yang muncul secara alami dalam aktivitas bermain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Balogo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media edukatif yang relevan untuk membentuk generasi yang berkarakter sekaligus mencintai budaya bangsa. Kata kunci: Balogo, permainan tradisional, pendidikan karakter, sekolah dasar PENDAHULUAN Sistem Pendidikan Nasional dirancang tidak hanya sekedar mencerdaskan pendidikan di Indonesia juga memiliki tujuan untuk membentuk manusia yang Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 301 - 312 beriman, memiliki akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016, pendidikan karakter sangat penting untuk diselenggarakan. Sekolah Pendidikan, berkewajiban dalam menyelenggarakan menumbuhkan sifat dan karakter yang baik bagi tiap peserta didik. Pendidikan pendidikan untuk membentuk kepribadian siswa dengan menitik beratkan pada ranah perilaku budi pekerti, sehingga mampu menghasilkan siswa yang memiliki karakter positif dalam tindakan nyata seperti sopan menghormati hak orang lain, pekerja keras dan sebagainya Cahyani dkk. Fokus pendidikan karakter pada Kurikulum pendidikan nasional meliputi penguatan karakter sikap religius, rasa nasionalis, jiwa mandiri, semangat gotong royong, dan nilai integritas kepada para siswa Budiman dan Karyati . Karakter yaitu keunikan yang dimiliki individu yang dapat dilihat dari cara berkepribadian, berpendirian, bersosial, dan bekerja sama baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat Rianto dan Yuliananingsih . Pada sumber yang lain menyebutkan karakter merupakan kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi mempengaruhi cara pandang, sikap, dan cara bertindak seseorang. Tindakan tersebut dipengaruhi oleh nilai, norma dan moral sehingga memiliki sifat jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan hormat kepada orang lain Mashuri dan Pratama Pembentukan karakter berjalan seumur hidup selama seseorang berinteraksi dengan orang lain. Akan tetapi, menurut Saputra. Y . pendidikan karakter yang baik bisa dimulai sejak dini agar memiliki fondasi karakter yang baik sehingga kelak menjadi sebuah kebiasaan baik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter pada dunia pendidikan terutama pendidikan sekolah dasar dapat melalui pengenalan pada permainan olahraga tradisional. Permainan tradisional mengandung nilai nilai budaya yang ada pada masyarakat sekitar sehingga akan membantu dalam interaksi sosial mereka di tengah masyarakat. Menurut Sholikin dkk. meningkatkan keterampilan sosial anak. Pada saat anak bermain olahraga tradisional mereka dapat mengekspresikan dirinya, sehingga dapat memunculkan kreatifitas serta keterampilan yang mampu melatih bekerjasama, sikap disiplin, jujur dan Penanaman pendikan karakter pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah Menurut Samsurrijal. A . dunia anak adalah dunia bermain, sehingga pembiasaan atau penanaman nilai karakter pada anak sangat efektif apabila dilakukan dengan cara Permainan tradisional Indonesia dapat dikenalkan untuk membentuk nilainilai karakter pada mereka. Sejarah budaya masyarakat Indonesia sangat berperan dalam perkembangan olahraga tradisional di Indonesia. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam permainan olahraga tradisional muncul sejak ratusan tahun lalu. Nilai-nilai ini merupakan hasil proses interaksi sosial melalui budaya yang dimiliki bangsa Kuncoro Darumoyo. Rahmadi. Arie Rakhman. Edwin Wahyu Dirgantoro, & Bonita Amalia: Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional Balago Indonesia. Menurut Suryawan IG Agung Jaya . meskipun permainan olahraga tradisional sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, namun ternyata masih memiliki peran edukatif yang mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter yang relevan untuk situasi saat ini. Salah tradisional yang dimiliki Kalimantan Selatan Permainan Olahraga Tradisional Balogo. Menurut Fajriani. K . permainan tradisional Balogo merupakan permainan tradisional dari Kalimantan Selatan yang mengandung nilai-nilai budaya dan warisan leluhur. Sedangkan menurut Wulandari. D . Balogo merupakan permainan olahraga tradisional yang berasal dari Kalimantan yang yang memuat nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya seperti kerjasama, sportivitas, kesabaran dan juga penyusunan strategi. Balogo sendiri merupakan permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Nama balogo berasal dari kata logo, yang berarti permainan dengan alat yang bernama logo. Logo terbuat dari batok kelapa dengan diameter sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm. Sebagian besar terbuat dari dua lapisan yang direkatkan dengan aspal atau dempul agar lebih berat dan kuat. Bentuk alat pembuat logo bervariasi, ada yang berbentuk bidawang . ura-kur. , biuku . ura-kur. , segitiga, layang-layang, daun, dan bulat Basuki. S dan MuAoin. F . Balogo tradisional suku Banjar yang dapat dimainkan oleh semua kalangan usia. Terdapat sebuah lagu daerah Banjar yang menceritakan permainan tradisional balogo Lismawati. L . Istilah Balogo sendiri berasal dari kata AulogoAy dengan memiliki tambahan awalan AubaAy yang dalam Bahasa Banjar berarti bermain. Hal ini semakin menguatkan bahwa permainan olahraga tradisional Balogo merupakan permainan tradisional kas Kalimantan Selatan. Permainan olahraga tradisional Balogo masih sering dimainkan di wilayah Kalimantan Selatan melalui beberapa event yang rutin diselenggarakan. Menurut Amalia. B dkk. pada tahun 2023 telah diselenggarakan Festival Permainan Tradisional Balogo se-Kalimantan Selatan di Barito Kuala. Selaian itu dibeberapa Kabupaten di wilayah Kalimantan Selatan selalu menyelenggarakan lomba permainan tradisional pada saat perayaan 17 Agustus atau perayaan menyambut berbagai acara Pada Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (POTRADNAS) IX Tahun 2023 yang diselenggarakan Provinsi Jawa Barat dipertandingkan berbagai jenis olahraga tradisional yang berasal dari seluruh daerah di Nusantara. Olahraga tradisional Balogo merupakan salah satu dipertandingkan dalam event tersebut. Hal ini menunjukkan permainan olahraga tradisional Balogo telah dikenal tidak hanya oleh masyarakat Kalimantan Selatan namun telah dikenal secara nasional. Pengenalan olahraga tradisional untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa dapat melalui pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Menurut Rachmawati. N dkk. secara integral membekali siswa berupa pengalaman belajar secara kognitif berupa pemahaman terkait gaya hidup sehat, psikomotorik berupa kemampuan Gerak, serta nilai afektif berupa kejujuran, tanggung jawab, disiplin, sportif, fairplay, empati, dan Menurut Susanto nilai-nilai Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 301 - 312 disekolah dalam proses pembelajaran dapat tradisional yang terdapat pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dab Penerapan aktivitas permainan olahraga tradisional pada matapelajaran PJOK akan mendapat manfaat ganda yang bisa Selain sebagai penerusan nilai dan spirit kearifan lokal, pemanfaatan permainan olahraga tradisional untuk pendidikan karakter juga dapat melestarikan warisan budaya berupa permainan tradisional tersebut Susanto . Pada saat ini Kelompok Kerja Guru (KKG) guru PJOK sekolah dasar (SD) di seluruh Tapin Tengah yang beranggotakan 21 sekolah telah melaksanakan sosialisasi permainan olahraga tradisional Balogo. Sosialisasi tersebut diikuti oleh para guru PJOK yang menjadi anggota KKG guru PJOK Kecamatan Tapin Tengah. Pembekalan tentang permainan olahraga tradisional Balogo kepada para guru PJOK di Kecamatan Tapin Tengah itu diharapkan dapat mengenalkan permainan tersebut kepada peserta didik. Beberapa faktor dan kondisi pasti akan mempengaruhi masing-masing guru dalam tradisional Balogo tersebut kepada para Masing-masing individu maupun sekolah pasti memiliki kondisi dan keadaan yang berbeda. Pastinya ada sekolah yang dengan mudah dapat mengenalkan permainan tradisional Balogo ini kepada siswa karena memiliki sarana prasarana untuk itu. Namun bisa jadi ada beberapa sekolah yang dengan keadaanya akan kesulitan menerapkan atau mengenalkan olahraga tradisional Balogo secara masif kepada siswa. Maka sangat penting untuk mengetahui sejauh mana penerapan permainan olahraga tradisional Balogo untuk pendidikan karakter siswa Sekolah Dasar di kawasan Tapin Tengah. Selain itu penting juga untuk menggali nilai-nilai karakter siswa yang terbentuk dari penerapan dan pengenalan permainan olahraga tradisional Balogo di lingkungan sekolah. METODE Penelitian permainan olahraga tradisional Balogo dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa oleh oleh guru PJOK Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Tapin Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam praktik penerapan permainan olahraga Balogo dan melihat nilai-nilai karakter yang terbentuk dari penerapan pendidikan karakter melalui permainan olahraga tradisional Balogo dari perspektif para guru. Subjek penelitian adalah guru PJOK Sekolah Dasar di Kecamatan Tapin Tengah. Kabupaten Tapin. Provinsi Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tapin Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi, strategi, dan nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui permainan Balogo. Observasi berlangsung guna melihat implementasi secara langsung, sedangkan dokumentasi memverifikasi data hasil wawancara dan Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, dengan tahapan: . Kuncoro Darumoyo. Rahmadi. Arie Rakhman. Edwin Wahyu Dirgantoro, & Bonita Amalia: Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional Balago reduksi data, . penyajian data, dan . penarikan kesimpulan, sesuai model Miles dan Huberman. Untuk menjaga validitas data, dilakukan triangulasi metode dan triangulasi sumber, serta member checking kepada informan untuk memastikan keakuratan interpretasi data. antara lain memasukkan pada kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), kegiatan ektrakulikuler, dan festival olahraga Memasukkan Kurikulum Matapelajaran PJOK Koordinator KKG PJOK Kecamatan Tapin Tengah mengungkapkan semua sekolah yang menjadi anggota KKG telah tradisional Balogo dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan. Informasi ini dikuatkan dengan bukti sudah disusunya modul ajar matapelajaran PJOK oleh tim KKG PJOK Kecamatan Tapin Tengah yang memuat materi permainan olahraga tradisional Balogo lengkap dengan cara permainannya. Koordinator KKG PJOK Kecamatan Tapin Tengah menuturkan permainan Balogo permainan tradisional asli Kalimantan Selatan. Saat ini di Kabupaten Tapin rutin mengadakan Festival pemainan tradisional Balogo. Menurut Tamyiz. M . dalam tulisannya di Lentera Kalimantan telah dilaksanakan Art Festival Tapin 20204, dimana permainan tradisional Balogo menjadi sorotan utama karena Penjabat Bupati Tapin. Syarifuddin, dan Ketua DPRD Tapin. Haji Yamani ikut serta dalam perlombaan olahraga tradisional Balogo pada event ini. Event dilakukan secara umum yang bisa diikuti anak-anank, para pemuda ataupun orang tua, namun peserta masih didominasi orang tua. Partisipasi anak muda dan anak-anak masih sangat minim dalam event tersebut. Menurut salah satu guru PJOK pada saat wawancara menyataka dimasukkannya permainan olahraga tradisional Balogo dalam kurikulum matapelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan HASIL DAN PEMBAHASAN Permainan mengandung nilai-nilai yang baik untuk pembentukan karakter siswa, seperti religius, jujur, mampu bekerjasama, sportif, tanggung jawab, disiplin, percaya diri dan lain-lain Atmaji. T . Melihat begitu besar manfaat permainan olahraga tradisional maka penting untuk menerpakan permainan olahraga dilingkungan sekolah dalam rangka Pendidikan karakter untuk para siswa. Penelitian ini bermaksud menggali informasi terkait penerapan permainan Balogo Pendidikan karakter siswa Sekolah Dasar di kawasan Kecamatan Tapin Tengah. Kabupaten Tapin. Provinsi Kalimntan Selatan. Pencarian informasi dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada guru PJOK Sekolah Dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Tapin Tengah pada saat agenda kordinasi rutin yang diselenggarakan setiap Selain itu data pendukung diperoleh dari dokumentasi RPP dan Silabus dan dokumentasi kegiatan. Dari hasil wawancara kepada guru yang hadir pada acara tersebut didapatkan informasi bahwa sudah semua sekolah mengenalkan olahraga tradisional Balogo pada siswanya. Ada beberapa cara para guru dalam mengenalkan permainan olahraga tradisional Balogo ini kepada siswanya. Penerapan permaianan olahraga tradisional yang sudah dilakukan di sekolah selama ini Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 301 - 312 merupakan salah satu bentuk upaya melestarikan budaya lokal Kalimantan Selatan. Selain mengenalkan budaya, dalam permainan olahraga tradisional Balogo ini juga terkandung nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diimplementasikan untuk pendidikan karakter pada siswa. Permainan Balogo mengandung nilai kearifan lokal berupa filosofis yang diwariskan oleh para leluhur sebagai kebiasaan nenek moyang suku Banjar di Kalimantan Wulandari. D . Menurut Lismawati. L . kearifan lokal terkandung nilai keluhuran budi pekerti dan kebaikan di dalamnya. Nilai kearifan lokal menjadi norma dan acuan dalam berperilaku serta mengandung nilai religi, moral dan Pendidikan karakter erat kaitannya dengan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). PJOK berperan dalam pembentukan karakter siswa karena dalam pelajaran pendidikan jasmani mengandung nilai-nilai sportivitas dengan mengajarkan secara langsung dan siswa langsung mempraktekkannya Mashuri dan Pratama . Permainan tradisional berpotensi untuk mengembangkan keterampilan sosial anak sekolah dasar. keterampilan sosial anak yang diperoleh dari permainan tradisional atara lain keterampilan bekerja keterampilan menaati peraturan, dan keterampilan menghargai orang lain Basuki. S dam MuAoin. F . Integrasi pendidikan nilai . ke dalam materi pendidikan jasmani sangat penting untuk kesiapan peserta didik dalam menghadapi setiap permasalahan dalam Penerapan permaianan Balogo Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan memiliki manfaat yang besar dalam pembentukan karakter siswa. Menurut Irmawati dan Resviya . pelaksananan permainan Balogo pembelajaran mata pelajaran Penjas mengandung nilai-nilai edukatif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Secara holistik media pembelajaran Balogo secara aktif menstimulasi anak untuk belajar melalui interaksi sosial dengan orang yang lebih dewasa dan teman sebaya di lingkungannya, merangsang kreativitas, dan mengembangkan kecakapan hidup seperti nilai sportivitas, kerjasama dan saling menghargai. Mashuri Pratama menyatakan hal yang perlu diperhatikan dalam merapankan permainan olahraga tradisional untuk pendidikan karakter dalam matapelajaran Pendidikan Jasmani Olahrga dan Kesehatan harus dimulai dari pengenalan nilai-nilai karakter baik yang Kemudian pembelajaran nilai-nilai karakter melalui praktek permainan olahraga tradisional sehingga siswa memiliki pengalaman secara langsung dan dapat menemukan nilai-nilai karakter yang dibutuhkan untuk menjadi individu yang baik. Kegiatan Ektrakulikuler Pendidikan karakter merupakan sebuah proses penamaman nilai-nilai kebaikan dengan membiasakan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Abidin . pendidikan karakter merupakan upaya pembentukan kecerdasan seseorang dalam bernalar, penghayatan dalam bertindak dan bersikap, serta pengamalan dalam bentuk perilaku yang luhur. Hal ini terwujud dari hasil interak sosial pada lingkungannya. Pembentukan karakter pada siswa tidak dapat hanya sekedar memberikan secara Kuncoro Darumoyo. Rahmadi. Arie Rakhman. Edwin Wahyu Dirgantoro, & Bonita Amalia: Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional Balago teori, namun harus diberikan contoh teladan yang baik berupa perilaku sehari-hari serta pembiasaan kepada peserta didik dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan Beberapa guru PJOK pada saat berdiskusi menyampaikan dalam upaya memberikan pendidikan karakter melalui permainan tradisional Balogo, mereka Ektrakulikuler ini dilakukan diluar jam pembelajaran dengan jadwal rutin setiap minggu sekali. Mereka berharap dengan diadakan ektrakulikuler permainan olahraga tradisional Balogo dapat memberikan menanamkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam permainan olahraga tradisional Balogo. Pendidikan karakter dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang bisa dilaksanakan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan sarana yang efektif dalam mewujudkan pendidikan karakter siswa, karena mampu memberikan pengalaman praktis dan penerapan nilai-nilai yang diajarkan Alivia dan Sudadi . Selain itu Arifudin. O . menyatakan kegiatan ekstrakurikuler disekolah bertujuan agar peserta didik dapat memiliki nilai-nilai pembentukan pribadi dan moral siswa. Selain itu Lestari. Y . berpendapat bahwa ekstrakurikuler sebuah kegiatan yang tepat untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian siswa dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan. Alivia. T dan Sudadi. S . nilai karakter yang harus dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler minimal mengandung nilainilai kepemimpinan, kerjasama, disiplin, kebersamaan, keberanian, tanggung jawab dan kekompakan. Dari informasi yang didapatkan, belum semua Sekolah Dasar di Kecamatan Tapin Tengah permainan olahraga tradisional Balogo. Hal tersebut disebabkan belum dimasukkannya tradisional Balogo pada kurikulum sekolah. Beberapa sekolah masih melakukan kajian untuk memasukkan ekstrakulier permainan olahraga tradisional Balogo di sekolah. Perencanaan tersebut disusun guna menyiapkan berbagai kegiatan yang akan dilakukan guna mencapai tujuan di masa yang akan datang. Menurut Alivia. T & Sudadi. S . dalam lembaga pendidikan formal, penting untuk memiki perencanaan yang terstruktur dan teratur. Manajemen yang baik harus melalui tahapan perencanaan hingga pengawasan sehingga dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Orang tua dan guru penting untuk dilibatkan karena dapat mensupport serta berkolaborasi untuk pengembangan karakter peserta didik. Arifudin, . perencanaan pendidikan karakter yang terintegrasi dengan kegiatan ekstrakurikuler dapat disusun setiap tahun dalam program kerja sekolah. Meskipun secara resmi ektrakulikuler permainan olahraga tradisonal Balogo belum terbentuk di sekolah, beberapa guru mengungkapkan di sekolah mereka telah permainan olahraga tradisional Balogo. Sarana ini dapat dimanfaatkan siswa dalam proses pembelajaran maupun di luar Para memanfaatkan sarana tersebut untuk bermain Balogo memanfaatkan waktu istirahat jam pelajaran. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 301 - 312 Selain itu sarana dan prasarana permainan Balogo ini juga sering digunakan siswa diluar jam sekolah. Banyak anak-anak yang bermain pada waktu sore ataupun waktu libur sekolah karena kebanyakan siswa bertempat tinggal tidak jauh dari Festival Olahraga Tradisional Balogo. Ketua KKG PJOK Kecamatan Tapin Tengah mengukapkan saat ini tim KKG telah memiliki agenda rutin untuk menyelenggarakan Festival Permianan Olahraga Tradisonal Balogo diselenggarakan setiap tahun. Agenda ini diselenggarakan pada saat peringatan hari Pendidikan Nasional yang diikuti tim dari Sekolah Dasar yang berada di kawasan Kecamatan Tapin Tengah. Tercatat sebanyak 21 Sekolah Dasar rutin turut serta dalam event yang diselenggarakan. Para guru yang tergabung dalam KKG PJOK Kecamatan Tapin Tengah memiliki Festival Permianan Olahraga Tradisonal Balogo secara rutin setiap tahun dapat meningkatkan minat siswa bermain permainan tradisional Balogo. Beberapa guru menyampaikan saat ini para siswa sangat antusias dalam berlatih permainan tradisonal Balogo di sekolah. Mereka rutin berlatih berlatih pada saat kegiatan ekstrakulikuler maupun pada saat ada waktu senggang di luar jam permbelajaran. Cahya dkk. mengatakan untuk meningkatkan minat pada olahraga tradisonal dapat diselenggarakan turnamen dalam bentuk event agar dapat memberikan peluang prestasi. Sementara itu Puspodari. Himawanto W dan Junaidi. S . dalam penelitiannya disebutka festival olahraga tradisional sangat efektif menarik minat masyarakat olahraga Masyarakat. Terdapat peningkatan masyarakat yang aktif dalam giat olahraga masyarakat dan olahraga tradisional. Dengan diadakan Festival Permianan Olahraga Tradisonal Balogo secara rutin setiap tahun, para siswa akan termotivasi untuk berprestasi dan terus meningkatkan keterampilannya dalam bermain Balogo. Minat dan motivasi berkompetisi siswa perlu diarahkan dan ditanamkan nilai-nilai foreplay sebagai wujud implementasi pendidikan karakter untuk mereka. Dalam sebuah kompetisi juara bukan tujuan satusatunya. Nilai-nilai patuh terhadap peraturan, saling menghargai, disiplin, percaya diri, kerjasma, dan percaya kepada teman perlu ditanamakan kepada seluruh Nilai-Nilai Karakter Permainan Balogo Telah diketahui permainan olahraga tradisional memiliki nilai-nilai karakter Nilai karakter yang terkandung permainan tradisional beragam sesuai jenis dan bentuk permainannya. Suryawan. IG Agung Jaya . menyatakan permainan dan olahraga tradisional merupakan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing daerah di Indonesia. Permainan tradisional di Indonesia sangat beraneka-ragam, masing-masing memiliki nilai edukasi didalamnya tergantung bentuk permainannya. Nilai edukasi tersebut timbul dari norma dan tatanan hidup masyrakat itu sendiri. Dari bentuk permainan olahraga tradisional Balogo dapat digali nilai-nilai karakter seperti demokratis, kerjasama tim, percaya kepada teman, bertanggungjawab, percaya diri, pantang menyerah dan sportive mengakui kemenangan lawan. Nilai demokratis dalam permainan Balogo tercermin pada saat awal sebelum memulai pertandingan, tim berkumpul untuk melakukan suit atau hompimpa untuk Kuncoro Darumoyo. Rahmadi. Arie Rakhman. Edwin Wahyu Dirgantoro, & Bonita Amalia: Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional Balago menentukan tim mana yang memulai Tim mempersilahkan tim yang terpilih untuk memulai memukul logo terlebih dahulu. Tim yang tidak memukul logo akan menempatkan logo mereka sebagai sasaran tim pemukul logo. Selain itu, apabila logo yang dipukul oleh tim pemukul. Selain itu poin yang didapat oleh tim akan disepakati bersama oleh kedua tim. Ketika ada perselisihan dalam pelaksanaan, kedua tim akan berdiskusi terlebih dahulu untuk kesepakatan, jika tidak memperoleh kesepakatan baru memanggil tim juri untuk memberi keputusan. Nilai kerjasama tim dalam permainan Balogo terlihat bagaimana tim mengatur strategi siapa yang melakukan pukulan logo terlebih dahulu dan logo lawan mana yang menjadi sasaran terlebih dahulu. Masingmasing pemain akan memiliki tugas seusai dengan kemampuan. Pemain dalam satu tim akan melakukan pukulan kepada logo secara bergantian dengan jumlah pukulan masing-masing pemain telah disepakati oleh kedua tim di awal permainan. Diperlukan kerjasama tim yang baik dengan mengatur strategi siapa yang akan memukul terlebih dahulu sesuai kondisi logo lawan yang tesisa dalam permainan. Nilai karakter percaya kepada teman ini muncul pada saat tim sudah menentukan pemain lebih dulu memukul logo. Semua pemain tim akan memberi semangat kepada teman yang akan bertugas memukul logo dan percaya teman tersebut dapat melakukan dengan baik. Apapun hasil pukulan yang dilakukan teman, semua pemain akan memberi support dengan melakukan tos bersama. Disituasi tanggungjawab dan percaya diri tercermin dalam permainan Balogo. Pada saat pemain dipercaya tim untuk melakukan pukulan logo, mereka akan berusaha semaksimal mungkin melakukan pukulan logo dengan baik sehingga dapat merobohkan logo lawan yang dipasang. Dibutuhkan rasa percaya diri pada pemain pada saat melakukan pukulan logo. Support yang selalu diberikan oleh rekan memberi motivasi pemukul logo untuk melakukan pukulan dengan baik. Nilai pantang menyerah tercermin pada saat pemain yang melakukan pukulan logo gagal melakukan dengan baik. Pemain tidak putus asa dan menyerah karena masih ada kesempatan selanjutnya ataupun kesempatan teman tim lain yang bergantian memukul logo. Mereka selalu menjaga asa untuk dapat memenangkan pertandingan semaksimal mungkin. Kekompakan tim dan keberhasilan tim dalam permainan Balogo. Apabila tim mengalami kekalahan maka harus sportive dengan menerima kekalahan dan mengakui kemenangan tim Tim yang menang harus menghargai lawan untuk tidak mengejek secara Dalam permainan Balogo, tim yang menang disebut sebagai jenggot. Lismawati . mengatakan regu yang menjadi pemenang akan mendapat gelar AojanggutAo dan regu yang kalah harus mengizinkan dagunya dielus-elus oleh regu pemenang sambil mengucapkan kata janggut secara berulang-ulang. Hal yang sama disampaikan Basuki. S & MuAoin. F . , di akhir permainan pihak yang menang disebut jenggot dan boleh mengelus dagu atau jenggot pihak yang kalah sambil berulang kali meneriakkan jenggot, hal ini menanamkan kita untuk mau mengakui kekalahan dari tim lawan. Wulandari. D . menyebutkan dalam permainan Balogo mengutamakan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 301 - 312 perselisihan pertandingan dan selalu patuh dalam mengikuti peraturan yang sudah disepakati diawal permainan. Kelapang hati pada saat tim mengalami kekalahan merupakan wujud sportivitas dalam permainan ini. Sementara itu Normuliati. S dan Urahmah. N . mangatakan dari tata cara bermaim, permainan tradisional Balogo mencerminkan nilai-nilai kehidupan yaitu nilai kejujuran, daya saing, kerjasama, kreativitas, dan menerima kekalahan dengan perasaan rela. Permainan Balogo menanamkan nilai-nilai budaya misalnya, kerja sama tim, mengelola emosi diri sendiri, keinginan untuk menang dalam permainan, menerima kekalahan, dan hubungan sosial dengan teman dan tetangga yang bermain Pada pertandingan, pemain dituntut memiliki kecerdasan emosional, yaitu dengan mengelola emosi diri sendiri, terutama ketika permainan dilakukan secara Cara memotivasi diri sendiri bersikap empati terhadap sesama tim dan lawan, serta menjalin hubungan sosial dengan pemain dan penonton. Permianan olahrag tradisional Balogo implementasi pendidikan karakter di Nilai-nilai terkandung dalam permainan olahraga tardisional Balogo antara lain demokratis, kerjasama tim, percaya kepada teman, bertanggungjawab, percaya diri, pantang menyerah dan sportive dengan menerima kekalahan serta mengakui kemenangan Perlu edukasi dan pembiasaan kepada siswa agar nilai-nilai karakter tersebut tumbuh dan melekat pada pribadi Saran Bedasarkan hasil penelitian yang mengimplementasikan permainan olahraga tradisional Balogo dalam pendidikan karakter siswa, maka peneliti memberikan saran untuk penelitian selanjutnya lebih memfokuskan metode yang paling efektif untuk membentuk karakter siswa melalui permainan olahraga tradisional Balogo dengan mengkaji kelebihan dan kekurangan masing-masing. DAFTAR PUSTAKA