Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 PERENCANAAN PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN TULANGAN Ae KLUDAN MENGGUNAKAN MDP Melvin Hilman Aqil. Anik Budiati. *] Universitas Bhayangkara Surabaya e-mail: . Anikbudiati2013@ubhara. ABSTRACT Tulangan Ae Kludan road section is classified as a primary collector road connecting Kenongo Village. Tulangan District, to Kludan Village. Kludan District. Sidoarjo Regency. East Java Province. The existing condition of the road utilizes flexible pavement with 2 lanes and 2-way traffic, an average road width of 7 meters, and a total length of 6. 10 kilometers. There are several damaged points on the road Therefore, this article presents a rigid pavement road design with a planned lifespan of 40 years, using the 2024 Road Pavement Design Manual method. Based on the CBR characteristic data at 90%, a CBR value of 34% was obtained. Road equipment includes street lighting, road markings, and traffic The design results show a pavement thickness of 280 mm, a working slab of 150 mm, and shoulders consisting of rigid pavement with a thickness of 350 mm, a base layer of aggregate A, and 150 mm of structural concrete with an Fc' of 20 MPa. For the geometric design of the road, the horizontal alignment resulted in 8 spiral-circle-spiral curves. For road equipment, 79 points were determined, along with 165 points for single street lighting. Keywords: Horizontal Alignment. Rigid Pavement. Road Pavement Design ABSTRAK Ruas Jalan Tulangan Ae Kludan termasuk jalan kolektor primer yang menghubungkan dari Desa Kenongo. Kecamatan Tulangan ke Desa Kludan. Kecamatan Kludan. Kabupaten Sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Kondisi eksisting jalan ini menggunakan perkerasan lentur . lexible pavemen. dengan 2 jalur 2 arah, lebar jalan rata - rata 7 meter dan panjang total ruas jalan 6,10 kilometer. Terdapat beberapa titik kerusakan pada permukaan jalan. Maka pada artikel ini dilakukan perencanaan jalan rigid pavement dengan umur rencana 40 tahun. Metode yang digunakan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Bedasarkan data CBR nilai karakteristik 90% di dapatkan nilai CBR 34%. Perlengkapan jalan meliputi PJU, marka jalan raya serta rambu Ae rambu lalu lintas. Dari hasil didapatkan 280 mm, lantai kerja 150 mm dengan bahu jalan berupa perkerasan kaku dengan tebal 350 mm dengan lapis pondasi agregat A dan 150 mm beton struktur FcAo 20 Mpa. Pada perencanaan geometri jalan alinyemen horizontal diperoleh 8 lengkung spiral Ae Circle Ae Spiral. Pada perlengkapan jalan diperoleh 79 titik dan penerangan jalan umum Tunggal 165 titik. Kata kunci: Horizontal Alignment. Rigid Pavement. Road Pavement Design PENDAHULUAN Ruas jalan Kludan Ae Tulangan merupakan jalan menghubungkan dari desa Kludan kecamatan Tanggulangin, ke desa Kenongo, kecamatan Tulangan yang berada di Kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur. Ruas jalan ini termasuk fungsi jalan kolektor dan akses alternatif menuju sidoarjo barat. Wilayah tersebut merupakan permukiman, komersial dan Pendidikan. Bedasarkan survey di lapangan ruas jalan Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 Kludan Ae Tulangan eksisting menggunakan perkerasan lentur (Flexible Pavemen. dengan lebar jalan 7,00 meter dan Panjang ruas jalan 6,10 kilometer, terdapat bahu jalan dengan lebar 1,5. Data CBR yang dikeluarkan dari CV Padi Cipta Mandiri nilai CBR 26%. Perencanaan perkerasan kaku pada ruas jalan Tulangan Ae Kludan karena banyaknya kendaraan besar sering melewati sehingga dapat digunakan untuk menahan beban kendaraan yang dilewati. Dan mampu mengurai kemacetan yang berada di sidoarjo kota. Bedasarkan latar belakang, dilakukan perencanaan desain perkerasan kaku (Rigid Pavemen. pada ruas jalan Tulangan Ae Kludan dengan umur rencana 40 tahun, dan mengenai penentuan konstruksi yang tulangan, sambungan dan ketebalan. METODE PENELITIAN 1 Lokasi Penelitian Lokasi antara di ruas jalan Desa Kenongo. Kecamatan Tulangan dan Desa Kludan. Kecamatan Tanggulangin. Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur. panjang ruas jalan 6,10 kilometer, lebar jalan 7 meter dan terdapat bahu jalan dengan lebar 1,5 meter. Gambar 1 Peta Administrasi Kabupaten Sidoarjo Gambar 2 Peta Lokasi Perencanaan Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 2 Data Perencanaan data perencanaan meliputi : Data Lalu Lintas Harian (LHR) Data Lalu Lintas Harian (LHR), dilakukan dengan cara survey lapangan secara pada Lokasi studi selama 3 hari mulai jam 06. 30 sampai 17. 00 dengan pembagian karakteristik golongan kendaraan yang disesuaikan berdasarkan Pd. T-19-2004-B Data Geometri Data geometri aktual, meliputi lebar badan jalan, bahu jalan, panjang ruas dan kondisi ruas eksisting jalan di Lokasi studi. Data California Bearing Ratio (CBR) Data California Bearing Ratio (CBR) diperoleh dari CV. Padi Cipta Mandiri 1 Diagram alir Langkah Ae Langkah penelitian dapat dilihat pada Gambar 3. Diagram alir ini menjelaskan secara umum dari awal perencanaan hingga akhir perencanaan. Gambar 3 Diagram Alir Metode Penelitian Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Data Data Lalu Lintas Harian Tabel 1 Data LHR di Ruas Jalan Tulangan Ae Kludan LHR . end/har. Golongan Jenis Kendaraan . Sepeda motor Sedan. Jeep Suburban. Combi. Minibus Pick up. Micro truk Bus Kecil Bus Besar Truk ringan 2 sumbu Truk sedang 2 sumbu Truk 3 sumbu Truk gandeng Truk semi trailer Kendaraan tidak bermotor Jumlah . umber : survey secara langsun. Data Geometri Aktual - Menggunakan tipe jalan 2 jalur 2 arah terbagi . /2 UD) - Panjang ruas jalan yaitu 6,10 kilometer - Lebar badan jalan 7,00 kilometer Data California Bearing Ratio (CBR) Tabel 2 Data CBR Titik No Nilai CBR (%) . umber : survey secara langsun. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 2 Analisa Data California Bearing Ratio (CBR) Persen yang sama atau lebih besar Grafik Penentuan CBR 90% CBR (%) Gambar 4 Grafik Nilai Karakteristik CBR Tanah Dasar . umber : survey secara langsun. Nilai CBR nilai karakteristik yang digunakan CBR 90% dari data, sehingga didapatkan nilai adalah CBR 34% Lalu Lintas Harian (LHR) Perhitungan Kelompok Sumbu Kendaraan Niaga Faktor pertumbuhan lalu lintas yang digunakan untuk perencanaan kaku yaitu tahun 2023 Ae 2063. Ruas jalan tersebut termasuk kategori jalan kolektor dengan nilai faktor pertumbuhan lalu lintas . 3,5% untuk 20 tahun pertama dan 4,5% diasumsikan pada sisa tahun perencanaan. Bedasarkan data lalu lintas harian rata Ae rata, maka dapat dianalisis perhitungan Kelompok Sumbu Kendaraan Niaga (Tabel . Tabel 4 Perhitungan Kelompok Sumbu Kendaraan Niaga LHR LHR 2024 Jumlah Sumbu Kelompok Sumbu Kendaraa n Niaga (A) (B) = (A)*. 3,5%) (D) (E) = (B)*(D) (F) = (B)*365*DD*DL*R(Ao24-. Mobil Penumpang Kendaraan Lain 948,97 423,45 974,60 657,96 760,03 948,97 Jenis Kendaraan Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. ESA 5 (Ao24 Ae Ao. ESA 5 (Ao31 Ae Ao. (F) = (B)*365*DD*DL*R(Ao31-. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 423,45 137,43 Total 166,56 umber : Hasil Analis. Bedasarkan hasil dari Tabel 4 perhitungan Kelompok Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN), didapatkan 2,3 x 107, atau termasuk perkerasan kaku untuk dengan beban lalu lintas berat. Perhitungan Repetisi Sumbu yang Terjadi Data lalu lintas diperlukan dalam perencanaan perkerasan beton semen adalah sumbu dan distribusi beban serta jumlah masing Ae masing jenis sumbu beban yang diperkirakan selama (UR) Umur Rencana. Tabel 5 Repitisi Sumbu yang Terjadi Jenis Sumbu Beban Sumbu Jumlah Sumbu Porporsi Beban Porposi Sumbu Lalu Lintas Rencana (A) (B) (C) (D) (E) (F) (G) = (D)*(E)*(F) 3,06 0,3 % 0,50 166,56 424,59 5,02 0,1 % 0,50 166,56 808,20 96,1 % 0,50 166,56 167,07 6,25 3,3 % 0,50 166,56 245,94 7,56 0,2 % 0,50 166,56 616,40 Beban Sumbu 5,94 0,3 % 0,48 166,56 466,18 0,1 % 0,48 166,56 808,20 11,76 0,2 % 0,48 166,56 616,40 99,3 % 0,48 166,56 871,75 Beban Sumbu 18,75 93,8 % 0,002 166,56 245,94 22,68 0,63 % 0,002 166,56 616,40 Beban Sumbu STRT STRG STdRG Repetisi Yang Terjadi . umber : Hasil Analis. 3 Perhitungan Tebal Beton Data perencanaan : Nama Jalan Jenis Perkerasan Klasifikasi Jalan Tipe Jalan Kuat tekan beton . Kuat tarik lentur beton (Fc. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. = Ruas Jalan Tulangan Ae Kludan = Semen bersambung dengan Tulangan (JRCP) = Kolektor Primer =2/2 UD . jalur 2 arah tak terbag. =Fs 45 kg/cm2 = K400 = Fc 33,2 Mpa =K*(F. 0,5 Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 =0,75 x . 0,5 =4,32 Mpa - Bahu jalan =Ya - Pondasi Bawah =Beton Kurus Tb. 150 mm - Lebar Jalan =7,00 Meter - Umur Rencana (UR) =40 Tahun - Perkembangan Lalu Lintas =3,50% - SCBR Tanah Dasar =26% - Tebal taksiran beton =180 mm - Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN) = 2,3 x 107 Bedasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 untuk jenis perkerasan Beton Semen bersambung dengan tulangan (JRCP), tebal minimun yaitu 180 mm. sedangkan untuk ketebalan fondasi bawah minimun 150 mm menggunakan beton kurus. Perhitungan tebal beton yang akan digunakan dengan cara memilih tebal taksiran beto dan analisa total fatik serta kerusakan erosi bedasarkan, komposisi lalu lintas sesuai dengan Umur Rencana (UR). Jika fatik atau erosi lebih dari 100%, maka tebal taksiran dinaikkan dan proses perencanaan Tebal rencana merupakan tebal taksiran yang paling kecil atau sama dengan 100% dari total kerusakan fatik atau total kerusakan erosi. Perhitungan analisis fatik dan erosi yang telah ditentukan taksiran ketebalan beton rencana (Tebal taksiran 180 m. yang akan digunakan sesuai dengan Pd T-142003. Tabel 6 Perhitungan Analisis Fatik dan Erosi (Tebal beton 180 m. Jenis Sumbu Beban Sumbu Ton Ton STRT STRG Beban Rencana per Roda Repetisi yang Terjadi . Faktor Tegangan dan Erosi Analisi Fatik Analisi Erosi Repetisi Ijin Persen Rusak Repetisi Ijin Persen Rusak 0,26 3,06 424,59 5,02 808,20 TE = 1,00 167,07 FRT = 0,23 6,25 245,94 FE = 1,88 7,56 616,40 5,94 32,67 466,18 6,40 1,22 23,29 3,01 623,19 622,98 TE = 1,5 31,07 808,20 FRT = 0,35 11,76 32,34 616,40 FE = 2,48 871,75 18,75 245,94 TE = 1,25 2,33 22,68 616,40 FRT = 0,29 6,40 STdRG Analisi Fatik Analisi Erosi Repetisi Ijin Persen Rusak Repetisi Ijin Persen Rusak 653,14 635,95 Beban Sumbu . umber : Hasil Analis. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 Bedasarkan perhitungan faktor analisa fatik dan analisa erosi, ketebalan beton sebesar 180 mm tidak memadai untuk beban lalu lintas sehingga ketebalan beton harus ditambahkan sehingga total dari masing Ae masing analisa fatik maupun erosi adalah 100%. Maka diperlukan ketebalan sebesar 280 mm. Tabel 7 Perhitungan analisis fatik dan erosi (Tebal beton 280 m. Jenis Sumbu Beban Sumbu Ton Ton STRT STRG Beban Rencana per Roda Repetisi yang Terjadi . Faktor Tegangan dan Erosi Analisi Fatik Analisi Erosi Repetisi Ijin Persen Rusak Repetisi Ijin Persen Rusak 3,06 424,59 5,02 808,20 TE = 1,00 167,07 FRT = 0,23 6,25 245,94 FE = 1,88 7,56 616,40 5,94 32,67 466,18 TE = 1,5 31,07 808,20 FRT = 0,35 11,76 32,34 616,40 FE = 2,48 871,75 18,75 245,94 TE = 1,25 22,68 616,40 FRT = 0,29 STdRG Beban Sumbu Hasil dari analisa fatik dan erosi pada tabel 9, tebal beton yang memadai untuk dilintasi oleh beban lalu lintas pada desain perkerasan kaku ini adalah 280 mm. Bahwa hasil dari presentase analisa fatik dan erosi sebesar 0 % < 100 % (OK). Perhitungan Sambungan Sambungan Memanjang Sambungan memanjang dipasang tie bar, dengan baja tulangan siri BjTs 420A. panjang tie bar 700 mm, jarak antar tier bar 600 mm, dan diameter tier bar minimun 16 Sambungan Melintang Sambungan Melintang dipasang dowel, berupa baja polos BjTP 280. Dengan panjang dowel 450 mm, jarak antar tulangan 300 mm, dan diameter dowel minimal 38 mm. Untuk Cutting Rigid Pavement harus dipotong dengan kedalaman 1/4 Ae 1/3 tebal beton. Perhitungan Tulangan Data perencanaan : - Tebal pelat beton - Lebar pelat (A. - Panjang Pelat (L) - Koefisien gesek (AA) Kuat tarik ijin tulangan (OI. - Berat isin beton (M) - Gravitasi Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. = 280 mm = 2 x 3,5 m = 5,00 m = 1,0 = 500 Mpa = 2400 kg/m3 = 9,81 m/detik2 Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 - Tebal beton Tulangan melintang dan memanjang = 280 yuNOyaOycAOyciOEa yceyc 1,0 ycu 5 ycu 2400 ycu 9,81 ycu 0,28 2 ycu 500 = 32,96 mm2/m As min = 0,1% x h x 1. As min = 0,1% x 280 x 1,000 = 280 mm . Mencari jarak tulangan yca ycu 0,25yuU ycu ycc2 s pilih = 150 mm As pakai As pakai yayc 1000 ycu 0,25 ycu 3,14 ycu 82 = 179 mm yca ycu 0,25 ycu yuU ycu ycc2 yc 1000 ycu 0,25 ycu 3,14 ycu 82 = 334,9 = 335 mm2/m Besi OI8 Ae 150 As > As min 335 mm2/m > 280 mm2/m (OK) Hasil perencanaan seperti pada Gambar Detail Potongan Melintang. Detail Potongan Memanjang dan Detail Penulangan Perkerasan Beton. Gambar 5 Detail Pemotongan Melintang Gambar 6 Detail Penotongan Memanjang Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 231 - 240 Gambar 7 Detail Penulangan Perkerasan Beton KESIMPULAN Pada Ruas Jalan Tulangan Ae Kludan dengan panjang ruas 6,10 kilometer menggunakan desain perkerasan kaku berupa material beton semen Fs 45 kg/cm2 dengan ketebalan beton 280 mm dan pondasi bawah menggunakan beton kurus dengan mutu FcAo 8- 11 Mpa dan ketebalan beton 150 mm. Tulangan yang digunakan untuk memanjang dan melintang yaitu OI8 Ae 150 mm. sedangkan untuk sambungan melintang (Dowe. menggunakan diameter OI38 mm, jarak antar sambungan 300 mm dan panjang dowel 450 mm. untuk sambungan memanjang (Tier ba. menggunakan diameter OI16 mm. panjang antar sambungan 700 mm dan jarak antar sambungan 600 mm. REFERENSI