Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember PENGARUH MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PRILAKU MENYIMPANG ANAK DI KELAS 8 DAN 9 PADA SMPN 2 SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Abusiri Khs. Guru SMPN 2 Sumberjambe Abstrak : Media sosial akun facebook dan prilaku menyimpang anak menjadi pembicaraan dikalangan pemerhati dunia informasi dan Dengan seringnya membuka dan menambah banyak pertemanan didunia maya akan berdampak terhadap prilaku seseorang. Penelitian ini mencoba mengembangkan pengaruh facebook terhadap prilaku menyimpang siswa kelas 8 dan 9 di SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten Jember tahun pelajaran 2015/2016. Setelah dilakukan survey awal dengan pertimbangan siswa sebagai subyek penelitian dapat memberi jawaban akurat berkaitan dengan kegiatan mereka di sekolah. Subyek siswa ini dipakai karena mereka tergolong remaja yang rawan dengan prilaku menyimpang. Pengamatan selama tiga kali salah satunya dengan menyebar angket kepada siswa ternyata cukup mengejutkan bahwa memiliki facebook tidak berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak, bahkan diantara mereka yang memiliki maupun yang tidak memiliki akun face book hampir berimbang . Dari 221 siswa yang diteliti 106 siswa atau 48 % memiliki akun facebook, dan 115 siswa atau 53 % tidak memilikinya. Kata kunci : media sosial, facebook, prilaku menyimpang. Pendahuluan Menghadapi tantangan globalisasi teknologi informasi dan komunikasi memerlukan peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Sejarah peradaban maanusia antar zaman mengalami perkembangan yang sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi . isebut : Infoko. yang sangat pesat. Artinya pada saat ini infokom merajai peradaban baru di abad pasar bebas (MEA). Pendekatan infokom menjadi panglima peradaban melompati sain dan teknologi konvesional yang mulai ditinggalkan. Kecenderungan kunci Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember . ey trend. dalam arus globalisasi memiliki dampak langsung terkait dengan pendidikan, karena manusia bukan saja memasuki abad baru melainkan juga peradaban baru (Semiawan, 1997: . Dan manusialah yang memegang kendali untuk mengubah peradaban yang serba majemuk. Perkembangan teknologi infokom ternyata membawa dampak pada masyarakat luas terutama anak usia sekolah. Teknologi dunia maya yang dikenal dengan teknologi informasi berbasis internet bukan barang baru yang sulit dihindari. Facebook salah satu dari sekian banyak situs media sosial sangat digandrungi masyarakat. Fasilitas ini digandrungi lapisan masyarakat karena mereka begitu bebasnya mengunduh informasi media sosial tersebut terutama dalam mencari pertemanan. Dalam hal media sosial Facebook pada awalnya merupakan jejaring social yang bersifat mencari pertemanan didunia maya. Namun kemudian dengan sangat cepat mengalami perkembangan merambah ke jaringan yang lebih luas dan bebas. Bahkan terkadang disalahgunakan. Sehingga pemerintah berencana mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang konten multimedia. Facebook merupakan bagian dari teknologi informasi dan komunikasi dengan menyediakan berbagai fasilatas kemudahan. Jaringan dunia maya ini bagi para penggunanya disebut jejaring sosial atau media sosial, dimana sesama individu dapat berinteraksi tanpa batas keseluruh pelosok dunia. Di dunia maya saat ini mengenal beberapa jaringan internet yang lebih popular dengan nama jejaring pertemanan. Misalnya Facebook. Blog. Friendster. Twitter. Instagram. What App. Masing-masing jaringan tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan. Tapi tujuannya sama yaitu dikategorikan sebagai Ausocial networking websiteAy. Dengan demikian facebook dapat didefinisikan sebagai Facebook adalah jaringan sosial dunia maya yang berisi berita dan kabar terbaru tentang jaringan pertemanan (Kapang, 2009: . Dengan demikian Facebook telah menjadi bagian hidup dari masyarakat saat ini, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga bagi anakanak. Penggunanya yang bergabung dalam grup suatu Aukomunitas dunia mayaAy yang dapat dan berkoneksi untuk mendapatkan informasi seputar pribadi dan lingkungan penggunanya. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Selama ini penggunaan facebook bagi sebagian masyarakat dianggap cukup meresahkan dan mudorat. Tentu saja amat dibutuhkan kepedulian orang tua dan juga para pendidik untuk mencegah anak terkena dampak negatif dari akun canggih ini. Namun ada yang menganggap penggunaannya masih dalam taraf kewajaran dan Dengan demikian bermanfaat atau tidak tergantung dari para penggunanya. Sehingga untuk mengkatagorikan prilaku yang bermanfaat atau mudorat masih harus dibuktikan dengan penelitian. Sejarah Facebook Sebenarnya facebook yang menjamur akhir-akhir ini sudah dikenal sejak 2004 di Amerika Serikat. Facebook pertamakali dilaunching oleh seorang lulusan Harvard Ardsley High School. Pada awalnya hanya memiliki anggota dari Harvard College. Dalam waktu singkat facebooker memperluas keanggotaannya ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College. Boston University dl. Kemudian jaringan dikembangkan ke beberapa perusahaan besar yang memiliki sekolah tingkat atas. Pada tahun 2006 orang dengan mudah menggunakan alamat surat apapun dapat mendaftar di Facebook. Pada tahun 2007, situs Facebook memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar diantara situs-situs yang berfokus pada Sehingga dalam kurun waktu 2 tahun peringkatnya mengalami kemajuan yakni dari posisi ke-60 menjadi ke-7 situs paling sering dikunjungi. Tahun 2008. Facebook semakin popular. Perkembangannya mencapai kulminasi setelah presiden terpilih Amerika Serikat Barrack Obama dalam setiap kampanye melalui media informasi Facebook. Pada tahun 2009. Facebook adalah konten dengan jangkauan terluas. Disamping melalui sistem komputerize. Facebook juga dapat diakses melalui Gatway . , smartphon (HP cerda. yang sudah deprogram dengan situs Facebook. Penelitian ini hanya akan membahas pengaruh prilaku yang ditimbulkan anak didik disekolah yang menggunakan facebook. Seberapa besar perubahan prilaku setelah menggunakan facebook. Pada prinsipnya prilaku mudorat atau perbuatan merugikan pihak lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan tergantung bagaimana menyikapinya. Dikalangan anak biasanya kenakalan remaja atau popular disebut penyimpangan sosial tidak berbeda dengan prilaku menyimpang. Prilaku menyimpang adalah prilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik sudut Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember . pembenarannya sebagai bagian dari makhluk sosial. Para ahli psikologi dalam memberi definisi tentang kenakalan remaja berbedabeda. Menurut Singgih D. Gunarso . dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan menjadi dua kelompok yang bertalian dengan norma-norma hukum, yakni : . Kenakalan yang bersifat asusila yang sulit digolongkan sebagai pelanggar hukum, . Kenakalan yang melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku. Prilaku dalam Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja . atasan usia remaja tidak jelas, biasanya yang disebut remaja 15-17 tahun, tapi dengan perkembangan jaman 11 tahun termasuk remaj. Jika merujuk pada Prilaku tercela . khlak mazmuma. dikategorikan sebagai prilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma agama yang berlaku di Kartini Kartono . 8: . menyebut remaja yang nakal itu sebagai anak cacat sosial atau cacat mental yang disebabkan pengaruh sosial lingkungan sekitar. Lingkungan sosial pada saat ini bukan lagi lingkungan dunia nyata, tapi lingkungan dunia maya. Mereka dinilai sebagai kelainan yang diistilahkan penyakit sosial AukenakalanAy. Maka kenakalan remaja didefinisikan kelainan tingkah laku/tindakan remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku. Dan prilaku menyimpang itu baik langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik . agian dari remaj. di kelas. Tentu saja berpengaruh di lingkungan sekolah. Mengacu pada Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menyalahgunakan jejaring sosial termasuk menyalahgunakan Facebook merupakan pelanggaran hukum yang bersifat melanggar Undang-undang RI di atas. Sanksinya dikenai pasal 27 dengan perbuatan yang dilarang atau Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal tentang : perlindungan anak dianggap sama dengan perbuatan yang dilakukan orang dewasa. Dan pelanggaran semacam ini adalah kenakalan khusus, seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks bebas, pemerkosaan. Dampak Pacebook bagi remaja Remaja disebut juga kebanyakan anak usia sekolah mempunyai prilaku yang yang labil. Sehingga diperlukan penanganan yang serius terhadap prilaku menyimpang mereka. Sungguh sangat mengejutkan atas keputusan bahtsul masaAil yang digelar Forum Musyawarah Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Pondok Pesantren Putri Jawa Timur d i Pesantren Lirboyo Kediri (Jawa Pos, 22 Mei 2. dengan multi tafsir tentang halal dan haramnya Facebook. Namun demikian pernyataan itu dapat dilihat dari sudut pandang positif dan negatif penggunaan Facebook. Hasil temuan di internet pengguna Facebook didominasi kalangan remaja dan anak muda. Oleh Karena penggunanya kalangan anak muda maka serta merta akan menimbulkan dampak . entunya positif dan negati. Mengapa hal demikian terjadi ? Jawabannya adalah Facebook dapat dengan mudah diakses oleh siapapun asalkan mahir berkomputer sebagai prasyarat utama menjalankannya. Dampak yang paling nyata adalah apabila dalam keluarga terjadi mis komunikasi biasanya remaja mencari tempat curhat diluar rumah. Prilaku menyimpang Problem sosial yang hangat menjadi perbincangan saat ini adalah menghilangnya beberapa anak perempuan di Semarang. Surabaya. Bandung dan terakhir Yogyakarta. bahkan masih ada di kota lain, perempuan menghilang dari rumah tanpa pamit ortu entah Fenomena ini menjadi headline berita di media massa dan Begitu dilacak ternyata anak perempuan tersebut menghilang akibat dari perkenalannya dengan lelaki yang tak jelas identitasnya lewat jejaring sosial Facebook Bahkan berita terakhir yang dilansir media massa sangat mengejutkan adalah seorang mahasiswi kebidanan di Tangerang menghilang ssetelah berkenalan dengan seorang laki-laki dua bulan lalu lewat Facebook. Ternyata setelah dilacak selama lima hari ia bersama seorang laki-laki berada dipenginapan Cipitung Jawa Barat. Problem semacam ini dapat dikategorikan sebagai prilaku Disebut demikian karena terdapat penyimpangan prilaku dalam setiap keputusan untuk bertindak. Menurut Masngudin HMS AuPrilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat mebahayakan tegaknya sistem sosial. Masalahnya apakah penyalahgunaan jejaring pertemanan Facebook termasuk prilaku menyimpang yang disengaja? Jika prilaku menyimpang yang dilakukan remaja dengan sengaja maka ia dikategorikan AukenakalanAy. Namun tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian (Soerjono Soekanto, 1988, . Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada orang awam tidak terwujud penyimpangan. Prinsip Kesadaran Masyarakat Kajian tentang Facebook dan prilaku menyimpang belum sepenuhnya dilakukan penelitian dan dikembangkan keabsahannya untuk menyadarkan masyarakat. Perlakuan ini dikembangkan agar masyarakat ikut membimbing dan membina agar remaja berhatihati dalam mengarungi kehidupan. Remaja diberi kebebasan untuk mengelola kegiatan diri dan menjaga agar sadar disekitar mereka masih ada lingkungan masyarakat yang harus dihargai. Perlu kerjasama yang baik antara remaja dan lingkungan sosialnya terutama lingkungan keluarga. Dari kerjasama inilah diperlukan prinsip dasar pendidikan moral dengan payung hukum kesadaran masyarakat dalam memberikan pembinaan. Menyikapi kondisi kesadaran masyarakat dengan kultur yang menjadikan remaja pada posisi kebutuhan, bukan kepentingan, apalagi kepentingan politik sesaat. Bantuan dan kerjasama masyarakat dengan pihak lain utamanya sekolah kaadang-kadang hanya sekedar pertemuan rutinitas dan monoton. Kehadiran masyarakat ( ansich orang tua remaja ) ke sekolah yang dilakukan dua kali setahun dilatar belakangi sikap komensalisme. Biasanya mereka hadir dalam kapasitas mengambil buku laporan hasil belajar dan mendengarkan informasi persekolahan. Belum tentu ada komunikasi tentang penyadaran Kerjasama antara sekolah dan masyarakat mendapat apresiasi yang keliru. Kerjasama selalu ditafsiri hanya untuk menarik dana. Belum pernah tercetus untuk membantu pengembangan lembaga dengan menyediakan sarana prasarana yang memadahi. Hal ini diasumsi dengan beberapa kemungkinan. Pertama. orang tua sebenarnya mampu, hanya kesadaran rendah. Kedua, orang tua tidak mampu, mempunyai kesadaran tinggi. Ketiga, orang tua tidak mampu dan kesadaran rendah. Dari beberapa pengamatan tentang kesadaran masyarakat. Masyarakat bila dimintai sumbangan uang tunai merasa keberatan, tetapi bantuan berupa barang dengan sukarela diantar ke madrasah/sekolah. Sehingga madrasah/sekolah dengan program yang dirancang untuk membangun pusat sumber belajar belum Bahkan walau sudah merintis kerjasama dampak nyata akan dirasakan remaja itu sendiri. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Ini disebabkan prinsip berikut : prinsip pengembangan pembinaan moral belum dikondisikan secara optimal. prinsip motivasi dalam mengenal lingkungan belum dilakukan secara efektif, optimal. Prinsip pengalaman belajar menyimpang dari tujuan peningkatan kompetensi, toleransi dan keterampilan hidup. Penyediaan media belajar yang sesuai kebutuhan keterampilan Alat evaluasi tingkah laku remaja belum dikembangkan secara Kerangka Konsep Diri Pada prinsipnya kenakalan merujuk pada suatu bentuk prilaku umum yang tidak sesuai dengan norma-norma hidup dalam masyarakatnya, remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat (Kartini Kartono, 1988: . Oleh karenanya dalam mengantisipasi agar kenakalan tidak meluas perlu adanya upaya untuk mencegah dan menyembuhkan bagi yang terjangkit cacat sosial tersebut. Wisnubrata Hendrojuwono dalam jalaluddin Rakhmad ( 1993:. ada tiga komponen konsep diri, yaitu : Komponen sosial. Atau yang lebih dikenal dengan konsep diri fisik yaitu kesan yang dimunculkan berupa penampilan jasmani. Atau disebut daya tarik bentuk tubuh. Keyakinan semacam ini merupakan kelebihan fisik yang harus dijaga baik oleh diri sendiri maupun orang dekatnya. Konseptual. Atau konsep psikologis yaitu konsep tentang kemampuan dengan sosial khusus dari kemampuan dan tidak Komponen sikap yaitu perasaan dirinya sendiri terhadap status dan masa depan, sikap harga diri, rasa bangga, rasa malu. Dalam kedewasaan melibatkan keyakinan, komitmen sebagai falsafah Dari komponen konsep diri hal perlu diwaspadai munculnya hidup sendiri yang apatis, menyimpang dari konsep hidup untuk mengasah kemampuan berfikir logis. Kemudian sikap hidup yang jauh dari harga diri tanpa keyakinan pasti. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Facebook dalam Perspektif Pendidikan Islam. Dalam perspektif pendidikan Islam, jika Facebook dikoneksikan dengan pendidikan anak dan menghasilkan prilaku menyimpang maka dalam hukum fiqih cenderung dihukumi haram. Tetapi bila dilihat dari perspektif kebutuhan akan informasi positif merupakan peluang untuk berbagi informasi . baik pribadi maupun lingkungan masyarakat. Islam telah mengatur resiko kerusakan alam semesta dan isinya yang diakibatkan manusia. Suatu kerusakan yang terjadi sebagian besar adalah ulah manusia. Kenakalan remaja merupakan konsekuensi yang harus ditanggung dan diupayakan untuk dicegah. Demikian pula untuk menyembuhkan kenakalan tidak sepatutnya dihadapkan pada Seharusnya kenakalan disembuhkan dengan mendatangkan Facebook tidak perlu ditolak sekiranya membawa kemaslahatan dan membawa kesembuhan nakalnya remaja. Alternatif semacam itu sebaiknya diantisipasi dengan menjaga dan membimbing mereka agar tidak teledor kearah yang negatif. Bila terjadi keteledoran facebook wajib ditolak kehadirannya. Dalam ushul fiqh As ea aA AuSegala sesuatu . tergantung pada tujuannyaAy A Ase s asa eOs oUaieA Ai iOsie acaA AuMenolak kerusakan lebih diutamakan daripada Dan berlawanan antara mafsadat dan maslahah didahulukan menolak yang mafsadaAy. (Abdul Mudjib:, 2001: 10, . Tetapi dari perspektif Islam banyak pendapat yang menyatakan Facebook halal, yang diharamkan adalah bila facebook disalahgunakan (Arif Rachman Hakim. Dialog TV One, 14/2/2. Bahkan bila tidak ingin disalahgunakan kata bijak dari Umar bin Khattab r. AuDidiklah anakmu sesuai jamannya, karena mereka hidup bukan dijamanmuAy (Banner TV One, 14/2/2. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Facebook dalam Perspektif Pendidikan Anak Belum ada penelitian yang konkrit adanya dampak terhadap dunia Sementara ini yang menjadi bukti bahwa face book berpengaruh tidak langsung terhadap dunia pendidikan. Seperti tibatiba anak menghilang dijemput seseorang sepulang sekolah dan tidak pulang kerumah. Ini membuktikan bahwa sudut pandang pendidikan masih belum memberikan nuansa terhadap menjamurnya facebook dikalangan anak didik. Oleh karena itu banyak faktor kepentingan yang akan mengubah prilaku anak didik didunia pendidikan terutama di lingkungan sekolah. Dari sekian banyak kepentingan terssebut pendidikan menempatkan kebutuhan utama dari dampak globalisasi. Sebagaimana pendapat Fantini yang dikutip Cyril Poster : AuKita sekarang memasuki abad pendidikan dimana belajar akan menjadi sangat dihargai dan penting dari semua proses sepanjang hidupAy. 0: . Walaupun disadari bahwa masih banyak kelemahan yang harus dihindari oleh dunia pendidikan terutama yang menyangkut managerial, metodologi pembelajaran maupun faktor pendukungnya. Banyak pengelola lembaga pendidikan dengan manajemen yang carutmarut, sarana prasarana rusak. SDM rendah, kebijakan dilaksanakan tidak sesuai standar nasional pendidikan kemudian digantikan dengan sistem pendidikan yang diharapkan mayarakat. Tetapi kita tidak menyadari ada sisi lain yang belum ditangani maksimal yaitu lengahnya pengawasan terhadap anak didik. Ada stigma mengatakan meraih keberhasil disatu sisi belum tentu akan sukses disis lain, sehingga untuk mengahiri stigma pendidikan kita tidak berkualitas sehingga tidak memiliki arah dan tujuan yang Sejak lama Para pakar pendidikan dengan analisis dan kesimpulan yang berbeda bahwa pendidikan itu dapat merubah wajah dunia dengan tiga faktor, : Pertama, kebijakan. Kebijakan adalah suatu kaidah yang terkait dengan segala tata aturan sebagai dasar berpijak dalam mengelola pendidikan. Kedua. Sistem. Sistem merupakan suatu bentuk wajah pendidikan yang didalamnya terdiri dari komponenkomponen yang tidak terpisahkan. Ketiga. Manajemen. Manajemen adalah suatu proses pengelolaan pendidikan dengan cara pemberdayaan sumber-sumber belajar yang melibatkan semua komponen lain untuk mencapai suatu tujuan pendidikans eacara efektif dab efisien (Qomari, 2007: . Dengan demikian faktor penentu prilaku peserta didik bukan hanya di lihat dari aspek kognitif yang melahirkan konseptor tetapi mematikan nilai sikap dan psikomotoriknya. Ini semakin menjauhkan Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember diri dari prinsip pendidikan yang mengajarkan antara teori dan praktek, antara kognisi, konasi dan psikomotrik, sehingga terjadi sinergi keseimbangan hidup jasmani dan hidup rohani. Jika kondisi demikian dikonjungsi dengan pendidikan agama Islam akan terjadi sinergi yang konsisten. Sehingga tercipta pendidikan Islam yang kaaffah, rahmatan lil Aalamin. Pertanyaannya bagaimana peran lembaga pendidikan ebagai pencetak kualitas yang mewarnai peradaban Islam? Akar masalah pendidikan terletak pada komponen yang ada didalam lembaga. Mampukah menyimpang remaja yang ditimbulkan oleh menjamurnya globalisasi informasi dan komunikasi. Realita yang timbul dikalangan anak didik facebook tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia pendidikan anak. Hal ini dibuktikan setelah diadakan observasi dikalangan peserta didik di SMPN 2 Sumberjambe, dari jumlah 221 peserta didik kelas 8 dan 9, yang memiliki akun facebook 106 peserta Minimnya peserta didik yang memiliki media sosial akun facebook karena mereka tidak tahu cara menggunakan akun tersebut. Dari bentuk berdasarkan sifat-sifatnya terbagi kedalam : Berdasar sifat positif yaitu dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif dan memperkaya Berdasar sifat negatif yaitu penyimpangan yang bertindak kearah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah, selalu mengakibatkan hal yang buruk. seperti pencurian, perampokan, dan akhlak mazmumah Dari penyimpangan bentuk sifat negatif terbagi lagi kedalam : penyimpangan primer . rymary deviatio. ialah penyimpangan yang dilakukan hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. iswa masuk sekolah telambat dengan alaasan kendaraan macet, melanggar tata tertib sekola. Penyimpangan sekunder . econdary deviatio. ialah penympangan yang nyata dan sering terjadi sehingga berakitab cukup paran serta mengganggu orang lain . ebiasaan menim-minuman keras. Penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh sifat negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan facebook. Rumusan Masalah Dari beberapa bentuk penyimpangan sosial masalah dibatasi pada bentuk beradasarkan sifat negatif. Masalah utama dalam rumusan ini Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember dapat dirumuskan. Apakah dengan memiliki/tidak memiliki akun facebook berpengaruh terhadap prilaku menyimpang peserta didik di kelas 8 dan 9 pada SMP Negeri 2 Sumberjambe. Secara khusus dapat dirumuskan sebagai berikut : Adakah pengaruh siswa yang memiliki akun facebook terhadap prilaku menyimpang anak? Adakah pengaruh siswa yang tidak memiliki facebook terhadap prilaku menyimpang anak? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Facebook terhadap prilaku menyimpang peserta didik di kelas 8 dan 9 pada SMP Negeri 2 Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penyajian laporan data deskriptif karena bertujuan untuk memperoleh informasi yang terjadi mengenai pengaruh facebook terhadap prilaku menyimpang peserta didik kelas 8 dan 9 SMPN 2 Sumberjambe kabupaten Jember. Ini dibenarkan dengan pengertian penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilka data deskriptif berupa kata-kata atau pernyataan lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Bogjan dan Biklen . Populasi penelitian ini ialah siswa SMPN 2 Sumberjambe Jember tahun pelajaran 2015/2016 sebagai subyek penelitian. Sampling diambil secara purposive sampling. pemilihan sampel berdasarkan pada karakateristik tertentu yang dianggap punya sangkut paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui serberlumnya (Ismanto,Daryanto, 2015: ). Sedang samplenya dari 12 kelas yang ada hanya diambil 8 kelas kelas 8 dan 9. Jadi jumlah keseluruhan sampel yang diambil cukup representattif yaitu sebanyak 215 orang dari jumlah siswa 359. Alasan pengambilan sample berdasarkan pengamatan sementara dari kelas tersebut cukup mewakili dan peneliti sudah mengenal karakter anak didik. Teknik pengumpulan data diawali dengan menggunakan teknik observasi umum. Dari hasil observasi dilanjutkan teknik quesioner yang didukung oleh angket yang disebar kepada peserta didik. Penggunaan teknik wawancara hanya dilakukan pada orang-orang tertentu yang terkait dengan subyek penelitian terutama Kepala Sekolah, guru BK dan wali kelas. Untuk memperoleh data yang akurat peneliti telah menyebar angket kepada peserta didik beradasar sampel Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember yang telah diambil. Maka penelitian terfokus pada segi proses. Proses pendapat/jawaban dari responden yang terlibat dalam penggunaan Kemudian dideskripsikan sesuai dengan data yang didapat dari pengamatan, angket dan para pihak yang terlibat dalam penanganan masalah dihadapi peserta didik. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui keterlibatan peserta didik dalam penyimpangan sosial yang disebut prilaku menyimpang. Ini dilakukan karena peneliti terlibat langsung dan beretindak sebagai pelaku utama, karena peneliti terlibat dari awal merencanakan, melaksanakan, sampai akhirnya membuat laporan. Pembahasan Analisis Hasil Kegiatan Dari pengamatan awal atau sebelum penelitian dilakukan, peneliti mengadakan pengamatan atau observasi umum yang dilanjutkan audiensi dengan kepala sekolah, guru BK dan guru mata pelajaran. Adalah masalah yang penting melakukan persiapan dan perencanaan penelitian serta time sschedule. Kemudian dipersiapkan data seluruh peserta didik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam prilaku menyimpang. Dari hipotesis yang dilakukan diperoleh deskripsi bahwa yang memiliki akun facebook tidak ada kelainan prilaku yang terjadi pada Artinya dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan facebook sebesar 106 responden . %) dari 221 siswa tidak Ini menunjukkan hampir semua siswa yang menggunakan facebook tidak terkena dampak yang signifikan terhadap prilaku menyimpang. Tetapi diantara mereka ada 7 siswa dari jumlah 221 peserta didik yang diteliti mempunyai prilaku menyimpang berdampak negatif setelah diakumulasi hasilnya 1,94 %. Dari hasil prosentase tersebut masih dikategorikan belum menjurus pada tindakan yang krusial yaitu prilaku menyimpang. Artinya masih dalam batas kewajaran atau dari devisiasi yang ada dikategorikan memiliki prilaku terpuji (Akhlak mahmuda. Selanjutnya dari responden yang tidak memiliki akun facebook tidak termasuk dalam pembahasan karena yang dinilai hanya responden yang memilikinya. Tetapi sebagai bahan pembanding yang tidak memiliki dengan yang memiliki akun facebook, selisih perbedaannya 9 responden . ,1 %). Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Hasil Pengamatan Prilaku Menyimpang Dalam tahap pengamatan adalah pengamatan terhadap prilaku menyimpang siswa yang memiliki akun facebook selama pelaksanaan penelitian: pengamatan dilakukan terhadap anak yang sering ditangani guru BK, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka yang memiliki akun facebook. Fenomena anak yang mengalami dampak dari pengaruh facebook terhadap prilaku menyimpang : , anak merasa takut bila ditanya tentang keterlbatannya dalam prilaku menyimpang, . Anak menunjukkan rasa pesimis, dan merasa bersalah. Cara untuk menyembuhkan rasa ketagihan terhadap pengaruh facebook dalam prilaku menyimpang dengan melakukan pendekatan terus-menerus, serta sosialisasi peraturan/perundangundangan , diantaranya : Memberikan pengertian kepada mereka bahwa memiliki akun facebook adalah bernilai positif, dan melakukan sosialisasi peraturan yang berlaku . engaplikasikan tata tertib: . hal masuk sekolah, . kewajiban murid, . hak-hak murid, . hal pakaian dan rambut, . larangan murid, . hal les privat, . lain-lain. Catatan semua orang tua/wali murid secara sadar dan positif membantu agar peraturan tata tertib harus ditaati. Hasil Angket Prilaku Menyimpang Sebagaimana rencana yang telah diprogram, tahap awal meneliti kegiatan anak yang menggunakan faceabook yang berdampak terhadap prilaku menyimpang dikelas. Peneliti ingin mengetahui perkembangan prilaku yang lebih konkrit dengan menyebar angket yang diberikan diakhir kegiatan. Karena diawal kegiatan sebelum penyebaran angket dilakukan observasi umum yang berpedoman pada tata tertib sekolah. Dari hasil angket yang dikembalikan data skor rata-rata peserta didik yang dijadikan sampel menunjukkan kategori tidak menyimpang atau tidak berprilaku menyimpang. Sehingga dari hasil penyebaran angket didapatkan data skor peserta didik yang dijadikan sampel 221 orang menunjukkan kategori baik. Sedangkan kesembilan peserta didik mendapatkan prosentase 2,5 % lebih tinggi 0,5 %. Walaupun selisihnya tidak signifikan dengan jumlah siswa yang berprilaku terpuji, namun perlu diadakan pembinaan prilaku sekalipun prilaku itu sebatas mengganggu atau usil teman sekelasnya. Gangguan itu terutama pada jam kosong pelajaran didalam kelas maupun diluar kelas ketika jam Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Berdasarkan data di lapangan dapat disajikan hasil penelitian tentang kenakalan siswa sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya dengan penggunaan facebook pada SMP Negeri 2 Sumberjambe Kabupaten Jember. Adapun ukuran yang digunakan untuk mengetahui kenakalan seperti yang disebutkan dalam kerangka konsep yaitu . kenakalan biasa . Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan dan . Kenakalan Khusus. Responden dalam penelitian ini dari kelas 8 dan 9 berjumlah 221 responden, dengan jenis kelamin laki-laki 143 responden, dan perempuan 78 Mereka berumur antara 13 tahun sampai 15 tahun. Dari data angket diperoleh bahwa : Bentuk sikap/lisan dan bentuk perbuatan dibedakan kedalam peserta didik yang memiliki dan yang tidak memiliki akun facebook. Yang memiliki akun facebook 106 . %) lebih kecil daripada yang tidak memiliki 115 respondon . %). Ini berarti mempunyai jumlah perbedaan yang tidak signifikan. Selengkapnya prosentase dari tiap item pertanyaan dalam angket dapat ditunjukkan tabel berikut : hasil penelitian dapat ditunjukkan pada tabel sebagai berikut : Dari 106 responden yang memiliki akun facebook, indicator prilaku yang mendapat respon 5 rating nilai tertinggi terhadap prilaku menyimpang sebagai berikut : Yang membolos sekolah 0 rsponden . ,0 %), berarti yang tidak pernah membolos 83 . , kadang-kadang membolos sekolah 23 . ,7 %). Suka mencuri atau ngutil punya teman 85 responden . ,2 %). Berlaku pelecehan terhadap lawan jenis 93 responden . ,7 %). Tidak mabuk-mabukan minuman keras 104 . ,1 %) Mengkonsumsi narkoba/obat terlarang nihil responden . ,0 %), tertinggi adalah tidak mengkonsumsi narkoba/obat terlarang 106 responden . %). Tabel 1 : Hasil Angket Prilaku Peserta Didik yang Memiliki Akun Facebook : Pernyataan/Jawaban No. Item Pertanyaan Kadangkadang Tidak bentuk sikap/lisan Suka berbohong 26 24,5 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 Membaca buku non pelajaran . uku fiksi Melihat gambar untuk orang dewasa Menonton film untuk orang dewasa Bentuk Perbuatan Pergi keluar rumah tanpa pamit Keluyuran/begadang AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember 24 22,6 40 37,7 63 59,4 48 45,3 69 65,1 Membolos sekolah 83 78,3 Suka merokok 82 77,4 Mabuk minuman keras Kebut-kebutan di Mengkonsumsi narkoba/obat terlarang Suka mencuri/ngutil punya teman Suka berkelahi Berlaku pelecehan terhadap lawan jenis 1,9 104 98,1 0,0 106 85 80,2 69 65,1 93 87,7 Sumber adaptasi : Masngudin (---- : 56 52,8 N : Responden Dari 115 responden yang tidak memiliki akun facebook, prilaku yang tidak mendapat respon adalah prilaku tidak mengkonsumsi narkoba/obat terlarang 115 responden . ,0 %), dan kadangkadang suka berbohong 90 responden . ,3 %). Yang terendah. Prilaku yang mendapat respon dengan 5 pengaruh nilai tertinggi terhadap prilaku menyimpang adalah : Yang membolos sekolah 0 rsponden . ,0 %), berarti yang tidak pernah membolos 83 . Suka mencuri atau ngutil punya teman 85 responden . ,2 %). Berlaku pelecehan terhadap lawan jenis 93 responden . ,7 %). Tidak mabuk-mabukan minuman keras 104 . ,1 %) Mengkonsumsi Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember narkoba/obat terlarang nihil responden . ,0 %), tertinggi adalah tidak mengkonsumsi narkoba/obat terlarang 106 responden . %). Tabel 2 : Hasil Angket Prilaku Peserta Didik yang Tidak Memiliki Akun Facebook : Pernyataan/Jawaban Item Pertanyaan bentuk sikap/lisan Kadangkadang Suka berbohong Membaca buku non pelajaran . uku fiksi dll. Melihat gambar untuk orang Menonton film untuk orang Bentuk Perbuatan Pergi keluar rumah tanpa Keluyuran/begadang Membolos sekolah 12,2 101 Suka merokok Mabuk minuman keras 0,9 114 Kebut-kebutan di jalanan Mengkonsumsi narkoba/obat terlarang Suka mencuri/ngutil punya Suka berkelahi Berlaku pelecehan terhadap lawan jenis 0,0 115 0,87 11,3 101 Tidak Sumber adaptasi : Masngudin (---- : . N = Responden Dari hasil analisis data, baik siswa yang memiliki akun facebook maupun tidak selisih pengaruhnya berkisar 9 siswa . ,1%). Ini menunjukkan bahwa memiliki/tidak memiliki akun facebook tidak berpengaruh terhadap prilaku menyimpang siswa. Bentuk sikap/ lisan bagi yang memiliki maupun tidak memiliki Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember mempunyai bentuk sikap yang sama. Demikian pula Bentuk perbuatan baik yang memiliki mapun yang tidak memiliki akun facebook mempunyai prilaku yang sama pula. Catatan Akhir Facebook sebagai jejaring sosial dari segi manfaat dikategorikan halal dan dikategorikan haram apabila disalahgunakan . embawa Memiliki atau tidak memiliki akun facebook tidak berpengaruh terhadap prilaku menyimpang. Antara Facebook dengan dampak positif prilaku peserta didik di SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten Jember mempunyai nilai positif. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik yang memiliki akun facebook tidak berpengaruh terhadap prilaku menyimpang. Antara penggunaan facebook dengan dampak negatif prilaku menyimpang peserta didik tidak mempunyai dampak negatif. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik yang tidak memiliki akun facebook tidak berpengaruh terhadap prilaku menyimpang. Daftar Rujukan Abdul Mudjib, . Kaidah-Kaidah Ilmu Fiqih/Al-Qowaidul Fiqhiyyah. PT Kalam Mulia. Jakarta. Abu Ahmadi, . Psikologi Sosial. PT Bina ilmu. Surabaya. Arif Rachman Hakim, . Dialog TV One. Jakarta, 14 Pebruari 2010 Efri Widianti, . Makalah Remaja dan Permasalahannya: Bahaya Merokok. Penyimpangan Seks pada Remaja, dan Bahaya Penyalahgunaan Minuman Keras/Narkoba. Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Keperawatan. Jatinangor Fathiyaturrahmah. Safruddin Edi Wibowo, . Peranan Ibu dalam Pendidikan Anak. Perspektif QurAoan. Penerbit Dinas pendidikan jember bekerjasama denganMadania Center Press. Jember Gunarso. Singgih D, at al, . Psikologi Remaja. BPK Gunung Mulya. Jakarta Ismanto Sertiyabudi dan Daryanto . Panduan Penerlitian Ilmiah. Penerbit Gava Merdia,Yogyakarta. Cetak. I, 2015 Kartono. Kartini, . Psikologi Sosial 2. Kenakalan Remaja. Rajawali. Jakarta Masngudin, ( ). Kenakalan Remaja sebagai Prilaku Menyimpang Hubungannya dengan Keberfungsuan Sosial Keluarga. Kasus di Pondok Pinang Pinggiran Kota Metropolitan Jakarta. Peneliti pada Puslitbang UKS. Badan Litbang Sosial Depsos RI. Jakarta Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Nabil Harun. Emha, . Menjernihkan Fatwa Facebook. Opini Jawa Pos. Edisi 28 Mei 2009, halaman 6. Surabaya Rachman Hakim. Arief, . Dialog tentang Larangan Facebook. TV One, edisi 12 Pebruari 2010. Jakarta. Rakhmat. Jalaluddin, . Keluarga Muslim dalam Masyarakat Modern. Penerbit PT Remaja Rosda Karya. Bandung Soerjono Soekanto, . Sosiologi Penyimpangan. Rajawali. Jakarta Suryabrata. Sumadi, . Psikologi Pendidikan. Cet. Ke-12. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Undang-Undang RI, . Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Penerbit Pustaka Yustisia. Yogyakarta. Undang-Undang, . Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. PT Visi Media. Jakarta Yusman Kapang. Fredy, . Planet Facebook, 6 Jurus Ampuh Menguasai Facebook. PT Cemerlang Publishing. Yogyakarta Zainal Aqib . Model-Model. Media, dan Stratetegi Pembelajaran Kontekstual (Inovati. CV Yrama Vidya. Bandung. Cet. IV-20143 Zainal Aqib, . Penelitian Tindakan Kelas,Untuk : Guru,