Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 4004/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani Taufiqqurrahman, 2Irma Septiana Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Kota Mataram. Indonesia SMK Negeri 2 Lingsar Article Info Article history: Received 19 Oktober 2022 Publish 21 November 2022 Keywords: Tari Kreasi Mamaq. Ni Putu Ari Handayani Info Artikel Article history: Received 19 Oktober 2022 Publish 21 November 2022 Abstrak Kreativitas adalah upaya seseorang dalam menciptakan hal yang bersifat baru. Untuk menciptakan suatu hal yang baru dapat dilakukan dengan berfikir, berimajinasi, lalu mencoba untuk dituangkan dengan berbagai bentuk seperti gerak, suara, bunyi, gambar, dan lain sebagainya. Seorang pencipta biasanya dapat terinspirasi dari alam semesta. Seperti yang dikemukakan oleh Soedarso . interaksi antara manusia dan alam sekitar banyak hubungannya dengan penciptaan karya seni baik dari sisi motivasi penciptaan maupun hasilnya kemudian. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriftif Kualitatif sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya, metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian bahwa sebelum tari dimulai Ni Putu Ari Handayani mempersiapkan peranti pendukung seperti: . memilih ramuan-ramuan . , . proses penghalusan dari ramuan . , . memasukkan bahan yang sudah halus ke mulut . , . membersihkan gigi dengan tembakau . Sedangkan untuk melihat proses kreatif dari tari ciptaan Ni Putu Ari Handayani akan di jumpai pada elemen . Eksplorasi (Rangsangan Visual. Rangsangan auditif. Rangsangan Kinestik. Rangsang Id. Improvisasi. Evaluasi. Pembentukan ABSTRACT Creativity is a person's efforts to create something new. To create something new, it can be done by thinking, imagining, then trying to put it in various forms such as motion, sound, sound, image, and so on. A creator can usually be inspired by the universe. stated by Soedarso . the interaction between humans and the surrounding nature has a lot to do with the creation of works of art, both in terms of the motivation for creation and the results later. The type of research method used in this research is descriptive qualitative method, while the data collection techniques are carried out using several methods including observation, interviews, and documentation. From the results of the study that before the dance began. Ni Putu Ari Handayani prepared supporting devices such as: . selecting the ingredients . , . the process of refining the ingredients . , . inserting the smooth ingredients into the mouth . , 4 ) cleaning the teeth with tobacco . Meanwhile, to see the creative process of the dance created by Ni Putu Ari Handayani, it will be found in elements . Exploration (Visual Stimulation. Auditive Stimulation. Kinesthetic Stimulation. Idea Stimulu. Improvisation. Evaluation. Formation This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Author Coresspondent Taufiqqurrahman Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Kota Mataram. Indonesia taufiqgople15@gmail. PENDAHULUAN Kreativitas adalah upaya seseorang dalam menciptakan hal yang bersifat baru. Untuk menciptakan suatu hal yang baru dapat dilakukan dengan berfikir, berimajinasi, lalu mencoba untuk dituangkan dengan berbagai bentuk seperti gerak, suara, bunyi, gambar, dan lain sebagainya. Seorang pencipta biasanya dapat terinspirasi dari alam semesta. Seperti yang dikemukakan oleh Soedarso . interaksi antara manusia dan alam sekitar banyak hubungannya dengan penciptaan karya seni baik dari sisi motivasi penciptaan maupun hasilnya kemudian. Kreativitas sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekosistem tari. Melalui sebuah karya tari, seorang seniman menunjukkan eksistensinya. Hasil karya tari merupakan wujud dari kemampuan manusia dalam menggali pandangan-pandangan terhadap pengalaman-pengalaman hidupnya, dan menjadikan suatu karya yang dapat dinikmati oleh orang lain (Neolaka, 2018:. 2808 | Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Seperti yang dijelaskan Hawkins (Hadi, 1990:. unsur utama dalam tari adalah dorongan Salah satu contoh event yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yakni kegiatan Festival Tari Tradisi tingkat anak-anak. Kegiatan Festival ini menjadi wadah bagi para seniman untuk menampilkan dan memperkenalkan budaya dan tradisi yang berkembang disetiap daerah diseluruh NTB. Selain itu upaya bagi seniman untuk mulai memperkenalkan bagi anak-anak tentang budaya dan tradisi yang berkembang dan dapat direpresentasikan dalam bentuk pertunjukan seni, khususnya seni tari. Salah satu koreografer yang ikut andil dalam kegiatan festival ialah Ni Putu Ari Handayani yang lebih akrab dipanggil Ari ini menampilkan sebuah karya tari kreasi anak dengan tema Mamaq. Menurut Ari sebagai koreografer asal Lombok sekaligus pembina Sanggar tari Devayoni dalam wawancara . -11-2. menjelaskan bahwa latar belakang menggagas konsep aktivitas makan sirih pinang untuk memperkenalkan kepada anak-anak budaya yang cukup berkembang di daerah Lombok. Inisiatif ini cukup menarik bagi koreografer untuk merpresentasikan aktivitas keseharian menjadi sebuah konsep koreografi. Pada proses penciptaan karya ini seniman/koreografer tidak terlepas pada acuan proses penciptaan yakni eksplorasi, improviasi, dan Guna untuk menjadikan karya tersebut menjadi koreografi yang baik, menarik, dan dapat memberikan kesan dan pesan yang cepat diterima oleh khalayak. Pada penelitian ini akan difokuskan pada proses garapan tari mamaq pada usia anak-anak. mengingat bahwa tarian ini tidak hanya pernah dimainkan oleh para penari tingkat anak-anak saja, melainkan dapat dimainkan oleh penari kalangan remaja, dewasa, hingga kalangan orang tua . buibu dan bapak-bapa. Demikian dilakukan guna melihat berbagai tantangan atau kesulitan yang ditemukan oleh penata tari dalam menjelaskan dan mempraktikkan proses makan sirih pinang yang dilakukan oleh kalangan kakek-kakek dan nenek-nenek ke dalam bentuk gerak tari. Dalam penelitian karya ini peneliti tertarik untuk meneliti objek ini melihat sejauh mana penata tari dalam menghadapi penari yang memiliki latar belakang yang sangat berbeda terlihat dari segi usia, anak-anak dan orang tua jompo. Bagaimana usia anak-anak dapat memerankan karakter orang tua dalam sebuah gerak. Sehingga dari latar belakang diatas peneliti terdorong untuk meneliti Proses Kreativitas Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani pada usia anak-anak. Lebih lanjut Sumandiyo . mengemukakan seni tari sebagai ekspresi manusia yang bersifat estetis merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dalam masyarakat yang penuh makna. Keindahan tari tidak hanya keselarasan gerakan-gerakan badan dalam ruang dengan diiringi musik tertentu, tetapi seluruh ekspresi itu harus mengandung maksud-maksud tari yang dibawakan. Dalam perspektif yang berbeda bahwa ilmu kebudayaan mengajarkan bahwa manusia banyak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh alam sekitarnya (Soedarso, 2006:. Dengan begitu proses penciptaan suatu karya tidak lepas dari interaksi dua belah pihak yaitu seniman dan alam. Alam menjadi salah satu kebutuhan untuk seniman untuk memicu timbulnya suatu gagasan untuk menciptakan suatu hal. Seperti halnya ketika melihat sebuah pohon yang bergerak karena tertiup oleh angin. Seorang seniman akan melihat dan dapat membayangkan gerak pohon tersebut apabila diaktualisasikan kedalam gerakan. Demikian salah satu gambaran dalam menciptakan suatu bentuk karya. Untuk melihat sejauh mana hasil dari penelitian ini peneliti perlu membuat rumusan masalah diaman rumusan masalah yakni Bagaimana Proses Kreativitas Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani pada usia anak-anak dan selanjutnya tujuan dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat mendeskripsikan proses krativitas Tari Kreasi Mamaq yang ditarikan oleh kalangan anak-anak. METEDO PENELITIAN Jenis Dan Rancangan Penelitian Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriftif Kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitain yang bertujuan untuk melukiskan 2809 | Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 secara sistematis fakta-fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, baik berupa keadaan, permasalahan, sikap, pendapat, kondisi, prosedur atau sistem secara faktual dan cermat (Soewadji, 2012:. Dengan menggunakan metode ini dimaksudkan untuk menjelaskan dan menggambarkan seluruh hasil penelitian yang dilakukan pada proses kreativitas tari kreasi mamaq. Lokasi Dan Waktu Penelitian Peneltian proses kreativitas Tari Kreasi Mamaq Karya Ari Devayoni berlokasikan di Sanggar Seniman yang terletak di Jalan Asahan Raya No. 17 Perumahan Lingkungan Asahan. Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela. Kota Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Waktu Penelitian, penelitian dimulai sejak awal juli sampai Desember. Sumber Data Dalam Penelitian Sumber data dalam penelitian merupakan hal yang penting untuk didapatkan oleh peneliti agar tujuan yang diinginkan dapat terpenuhi dengan baik. Sumber data dalam teknik pengumpulan data menurut Sugiyono . dapat menggunakan Sumber Primer, dan Sumber Sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya, metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi . Wawancara Pada penelitian ini, peneliti melakukan sesi wawancara untuk mendapatkan data yang Wawancara yang dilakukan dalam proses penelitian dilakukan dengan berapa orang yang terlibat dalam proses tari mamaq, diantaranya: Ni Putu Ari Handayani S. Sn . selaku koreografer, wawancara dilakukan beberapa kali yaitu pada tanggal 7 November 2019 dan 7 Desember 2019. Kia Anantia Rizkika . selaku penari, wawancara dilakukan ditempat kediaman penari pada tanggal 10 Desember 2019. Muhaimi . selaku penggarap musik, wawancara dilakukan dikediamannya, 11 Januari 2020. Dokumentasi Teknik Analisis Data Analisis dilakukan peneliti mulai dari sebelum di lapangan, selama di lapangan, dan selesai dari lapangan. Miles dan Huberman . alam Rohidi, 2011: . telah menggambarkan tiga aliran utama dalam analisis, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dari dua yang pertama, dan telah memberi kerangka dasar bagi analisis yang dijalani. Reduksi Data Penyajian Data Penarikan Kesimpulan HASIL DAN PEMBAHASAN Kreativitas Tari Mamaq Proses kreatif yang dilakukan oleh Ni Putu Ari Handayami guna mengekspresikan gagasan yang diperoleh dari ransangan lingkungan sekitar menghasilkan sebuah ide yang menarik. Budaya mamaq yang cukup berkembang didaerah sendiri akan menarik perhatian bagi masyarakat umumnya dalam menyaksikan sebuah kondisi sosial yang digandrungi oleh para lansia dengan dikemas ulang menjadi sebuah pertunjukan yang dapat mengundang tawa. Faktor merupakan sebuah alasan yang dapat memantik seseorang dalam menunjukkan sebuah alasan perubahan. Demikian dalam garapan tari mamaq yang dikemas berbalik pada kondisi nyata akivitas mamaq yang penuh dengan keseriusan menjadi nuansa komedi. Faktor utama usia penari, usia penari menjadi faktor utama dalam pemilihan konsep nuansa komedi. Akan 2810 | Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 menimbulkan sebuah kelucuan ketika anak-anak dengan kondisi wajah polos kemudian berlagak seperti orang tua. Selain itu, dapat memberikan dedikasi dan tantangan bagi anakanak dalam memerankan sebuah karakter yang cukup dirasa berat mampu dilakukan. Tari Mamaq merupakan tari keasi baru yang diciptakan oleh seniman Ni Putu Ari Handayani pada tahun 2015. Ni Putu Ari Handayani seorang koreografer muda berasal dari Lombok merupakan pendiri sekaligus pimpinan sanggar tari Devayoni. Ari Devayoni merupakan panggilan akrab yang dilontarkan oleh kerabat sekaligus keluarganya. Ari dikenal sebagai penata tari yang cukup produktif dalam mengembangkan ekosistem tari didaerah Lombok, dapat dilihat dari berbagai karya tari yang telah disajikan pada sebuah event-event. Baik event yang diselenggarakan di daerah Lombok maupun luar daerah, dan di selenggarakan oleh kalangan pemerintahan maupun kegiatan sosial lainnya. Tercatat karyanya berjumlahkan 15 yang terhitung mulai dari tahun 2015 hingga tahun 2019 diantaranya. Kasmaran. Barong Tengkok. Mamaq. Bisoq Meniq. Pertiwi. Nyebuk. Perang Topat. Enggang Tambok. Lapah. Awan Jiwa. Nine Month. Perempuan Ibu Bumi. Kasih. Dedare Lempot, dan Hauhayang. Karya tari mamaq merupakan hasil dari pengalaman koreografer terhadap kegiatan sosial masyarkat di daerah Lombok yang dilihat masih dilestarikan, sehingga koreografer tertarik untuk menggarap kegiatan mamaq kedalam sebuah seni pertunjukan . Aktivitas mamaq merupakan kegiatan mamaq atau mengunyah sirih pinang yang di lakukan oleh kaum nenek-nenek dan kakek-kakek. Mengunyah sirih pinang cukup diandrungi oleh para orang tua karena di percaya bahwa manfaat yang dikandung oleh sekawanan sirih, pinang dan lainnya mampu menjadi obat bagi tubuh manusia, salah satu contohnya ialah untuk menguatkan gigi. Dari ketertarikan tersebut koreografer tidak hanya diam menikamti rasa ketertarikan itu dengan cara membayangkan saja. Namun koreografer langsung melihat ke tempat dan ikut belajar mamaq di sebuah desa Sesela yang terdapat sekumpulan orang tua melakukan kegiatan Observasi menjadi langkah awal bagi koreografer untuk mendapatkan inspirasi gambaran untuk memulai proses garapan. Penentuan tema dan konsep merupakan jantung dalam menentukan keberhasil sebuah karya yang dapat dicerna dengan baik oleh penikmat Oleh karena itu korografer berinisiatif dengan mengunjungi dan merasakan langsung terkait sensasi ketika melakukan mamaq/mengunyah sirih pinang. kegiatan ini juga diterapkan juga terhadap para penari. Para penari diikut sertakan dalam proses kunjungan dan diminta untuk ikut mempraktikkan mamaq guna memberi gambaran awal tentang konsep garapan yang akan dilakukan. Oleh karena itu para penari akan memiliki bekal tentang konsep yang akan mereka lakukan sebelum tahap latihan gerak di studio. Melalui kegiatan tersebut secara tidak langsung langkah awal dan tujuan koreografer untuk memperkenalkan suatu budaya yang cukup berkembang di daerah Lombok terhadap para penari yang masih anak-anak berjalan dengan baik. Mengingat tujuan dari penata tari/koreografer mengangkat cerita tentang kebudayaan yang diakui masih cukup berkembang hingga kini. Melihat langsung bagaimana proses dan bahan yang digunakan untuk mamaq serta mempraktikkan hal tersebut menjadi bahan ajar ketika akan memulai proses praktik Karya ini merupakan hasil pengkristalan dari karya koreografi lingkungan, kemudian di kembangkan kedalam karya tari kreasi, sehingga terciptalah karya tari kreasi Mamaq. Proses Penciptaan Tari Mamaq Tari sebagai salah satu cabang dari seni pertunjukan, proses penciptaan dan pertunjukan yang tidak dapat dilakukan oleh seorang diri. Seorang koreografer harus melibatkan dan bekerja dengan berbagai unsur seperti penari, penata lampu, penata musik, penata panggung, dan penata busana. Demikian harus dilakukan untuk menunjang gagasan-gagasan artistiknya. Oleh karena itu dibutuhkan kematangan konsep untuk memudahkan kerja seluruh tim artistik. Untuk menciptakan sebuah tarian harus melalui proses atau tahapan yang tidak singkat, karena tahapan memiliki perannya masing-masing dalam keberhasilan sebuah karya. Selain tahapan, dalam proses penciptaan mengandung elemen-elemen koreografi, dan faktorfaktor mempengaruhi proses kreatif dalam penciptaan. 2811 | Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 . Eksplorasi Eksplorasi merupakan tawap awal dalam proses penciptaan, yaitu proses penjajagan terhadap objek atau fenomena dari luar dirinya, suatu pengalaman untuk mendapatkan rangsangan, sehingga dapat memperkuat daya kreativitas. Eksplorasi termasuk proses berfikir, berimajinasi, merenungkan, merasakan, kemudian menginterprestasikan kedalam bentuk gerak. Eksplorasi tari mamaq dilakukan melalui beberapa rangsangan. Rangsangan tersebut antara lain sebagai berikut: Rangsangan Visual Rangsang visual dilakukan dengan mengamati proses mamaq di desa Sesela, tempat para nenek-nenek melakukan mamaq yang ada di Gunung Sari dimulai dari: . memilih ramuan-ramuan . , . proses penghalusan dari ramuan . , . memasukkan bahan yang sudah halus ke mulut . , . membersihkan gigi dengan tembakau . Melihat proses mamaq tersebut, koreografer tertarik akan proses tersebut untuk digarap menjadi sebuah pertunjukan. Karena ketertarikannya, koreografer tidak hanya fokus pada proses mamaq saja melainkan mengamati bentuk gesture dari para pemamaq, dan mengamati tata cara interaksinya. Teknik tersebut digunakan untuk kebutuhan improvisasi gerak yang akan diciptakan. Rangsang auditif Rangsang auditif dilakukan dengan mengamati suara-suara yang ada pada lingkungan Sesela dengan mendengarkan suara ketika proses melocok/penghalusan ramuan untuk pencaharian gerak dan merepresentasikan kedalam musik iringan ketika garapan nanti. Rangsang Kinestik Rangsang kinestik dilakukan dengan mencari gerak-gerak pengembangan gaya gemetar dan proses ketika memulai mamaq hingga selesai. Rangsang Ide Setelah koreografer melakukan penjajakan dengan rangsang visual, auditif, dan kinestik, timbullah ide untuk menggarap sebuah tarian yang mengangkat tema dari proses mengunyah sirih pinang/mamaq yang berusaha mempresentasikan kedalam sebuah bentuk gerak. Wawancara Ari (. Seperti halnya dalam proses awal penari dan koreografer menyaksikan dan mencoba mengikuti kegiatan mamaq. Tidak lain bertujuan untuk mendapatkan info dan data sebagai bahan untuk menentukan konsep garapan. Selain itu dapat menganalisa kondisi dari tempat aktivitas berlangsung dan dapat menganalisa dari orang yang melakukan aktivitas mamaq seperti bentuk tubuh, gesture tubuh, karakter, tata pakaian dan lain sebagianya. Koreografer tentu melibatkan proses pengamatan ini bersama para penari. Tujuan untuk memberikan gambaran awal tentang tema yang akan diangkat. Demikian juga bermanfaat bagi para penari guna sebagai bekal ketika proses garapan gerak dan pendalaman karakter yang akan dimainkan. Improvisasi Improvisasi merupakan penemuan gerak secara kebetulan walaupun gerak-gerak tertentu muncul dari gerak-gerak yang pernah dipelajari sebelumnya, tetapi ciri spontanitas pertanda hadirnya tahap improvisai. Melanjutkan dari tahap eksplorasi, tahap improvisasi ini dimulai dengan cara mencari pose-pose atau bentuk tubuh ketika bungkuk yang gemetar dan proses mamaq ketika mamaq. Koreografer juga menemukan gera-gerak yang masih terinspirasi dari proses mamaq yakni posisi duduk ketika mamaq, kaki kanan ditekuk sampai tegak dan kaki kiri ditekuk ke dalam. Selain itu pengembangan gerak posisi kuda-kuda, dan tangan kanan menjulur kedepan seolah-olah menggambarkan bentuk dan gesture tubuh orang tua yang sedang berjalan dan menggunakan tongkat. Pengembangan gerak pada waktu proses 2812 | Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 membersihkan mamaq tersebut dengan gerakan maju kedepan bentuk badan dari bungkuk dan tegak dilakukan bergantian dan posisi tangan berada didalam mulut. Selain itu koreografer juga mengembangkan gerak-gerak pada situasi yang sering terjadi disuatu tempat, seperti dua orang yang sedang asik melakukan kegiatan mencari kutu, kemudian hadir beberapa orang menghampiri dan membuat masalah dengan sengaja salah seorang penari yang jahil melarikan kotak yang berisikan ramuan untuk mamaq/penginang. Dengan cepat para penari mengejar untuk merebut penginang Kondisi tersebut menggambarkan bahwa mamaq merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi dalam keseharian para pemamaq. Selain itu tahap pencaharian gerak dilakukan dengan merespon kain yang digunakan sebagai properti yakni kain. Kain melingkar pada tubuh bagian pinggang, menyerupai ketika laki-laki menggunakan sarung. Gambaran ini menyampaikan pakaian keseharian yang digunakan oleh orang-orang mamaq. Kemudian sarung tersebut menutupi badan dari atas kepala sampai kebawah. Pada garapan tari ini koreografer memilih konsep garapan yang bernuansa komedi. Mengingat penari yang dihadapi masih anak-anak, sehingga akan sangat menarik ketika proses mamaq yang digandrungi oleh para kaum orang tua ketika diperankan oleh anakanak. Namun tidak mudah bagi koreografer menghadapi para penari yang belum mampu memerankan karakter nenek-nenek. Dalam tahap ini semua penari belajar penghayatan menjadi seorang nenek-nenek dan mengkayalkan mimik wajah dari nenek-nenek tersebut. Proses pendalaman karakter ini merupakan tantangan bagi koreografer ketika menghadapi para penari. Para penari dalam hal ini harus fokus dan menghancurkan rasa malu ketika berekspresi sesuai dengan arahan koreografer. pada garapan ini selain bernuansa komedi, garapan ini juga sangat menekankan ekspresi. Ketika ekspresi dengan baik maka kesan komedinya berhasil. Evaluasi Evaluasi merupakan tahap seleksi dari tahap ekplorasi dan improvisasi. Evaluasi yaitu proses penyeleksian dari berbagai motif yang telah didapat untuk dipilih motif-motif gerak yang sesuai dengan tema gerakan yaitu proses mamaq. Selain itu ide-ide liar yang didapat pada proses improvisasi dipilah-pilah yang cocok dan sesuai dengan konsep dan di padatkan, agar dapat dilakukan proses kurasi sesuai dengan tema yang diangkat. Tahap ini juga dapat menambah gerakan dan memilah kembali gerak yang pernah diberikan oleh koreografer sebelumnya. Pertimbangan ini dilakukan melihat sejauh mana kemampuan para penari dalam menerima gerakan yang diberikan oleh koreografer. Pembentukan Pembentukan merupakan tahap akhir pada proses koreografi. Proses pembentukan dilakukan dengan merangkai berbagai gerak yang telah dipilah-pilah pada proses evaluasi menjadi sebuah karya yang utuh. Pada tahap ini koreografer sudah mulai membagi tari menjadi tiga bagian mulai dari pembukaan, tengah, dan penutup. bagian awal atau pembukaan dimulai dengan gerak berputar dengan tubuh pada posisi duduk . aki kanan diangkat sampai posisi tegak dan kaki kiri dimasukkan kedala. bagian tengah dipilih dengan gerakan eksplorasi proses mamaq, gerakan menghaluskan mamaq/melocok. bagian penutup, yaitu proses mamaq bersama. Adapun elemen-elemen dalam tari mamaq ini terdiri dari tema, gerak, iringan, tata rias, tata busana, properti, dan pola lantai. KESIMPULAN Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa proses kreatif tari kreasi mamaq karya Ni Putu Ari Handayani dapat dilihat dari . Eksplorasi, merupakan tawap awal dalam proses penciptaan, yaitu proses penjajagan terhadap objek atau fenomena dari luar dirinya, suatu pengalaman untuk mendapatkan rangsangan, sehingga dapat memperkuat daya Eksplorasi termasuk proses berfikir, berimajinasi, merenungkan, merasakan, kemudian menginterprestasikan kedalam bentuk gerak. Eksplorasi tari mamaq dilakukan melalui 2813 | Proses Kreatif Tari Kreasi Mamaq Karya Ni Putu Ari Handayani (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 beberapa rangsangan. Improvisasi, merupakan penemuan gerak secara kebetulan walaupun gerak-gerak tertentu muncul dari gerak-gerak yang pernah dipelajari sebelumnya, tetapi ciri spontanitas pertanda hadirnya tahap improvisai. Melanjutkan dari tahap eksplorasi, tahap improvisasi ini dimulai dengan cara mencari pose-pose atau bentuk tubuh ketika bungkuk yang gemetar dan proses mamaq ketika mamaq. Evaluasi, merupakan tahap seleksi dari tahap ekplorasi dan improvisasi. Evaluasi yaitu proses penyeleksian dari berbagai motif yang telah didapat untuk dipilih motif-motif gerak yang sesuai dengan tema gerakan yaitu proses mamaq. Selain itu ide-ide liar yang didapat pada proses improvisasi dipilah-pilah yang cocok dan sesuai dengan konsep dan di padatkan, agar dapat dilakukan proses kurasi sesuai dengan tema yang . Pembentukan, merupakan tahap akhir pada proses koreografi. Proses pembentukan dilakukan dengan merangkai berbagai gerak yang telah dipilah-pilah pada proses evaluasi menjadi sebuah karya yang utuh. Pada tahap ini koreografer sudah mulai membagi tari menjadi tiga bagian mulai dari pembukaan, tengah, dan penutup. bagian awal atau pembukaan dimulai dengan gerak berputar dengan tubuh pada posisi duduk . aki kanan diangkat sampai posisi tegak dan kaki kiri dimasukkan kedala. bagian tengah dipilih dengan gerakan eksplorasi proses mamaq, gerakan menghaluskan mamaq/melocok. bagian penutup, yaitu proses mamaq SARAN Diharapkan dari hasil penelitian ini mampu menjadi media untuk melestarikan kebudayaan daerah terutama dibidang seni tari, maka disarankan . Disarankan Steakholder terkait agar mampu memfasilitasi dan menjembatani proses kreatifitas yang dihasilkan oleh para seniman seperti Ni Putu Ari Handayani. hasil karya seperti tari mamaq ini terus dikembangkan menjadi karya yang produktif yang dapat menjadi identitas kebudayaan. hasil penelitian ini dapat menjadi khasanah baru untuk penelitian berikutnya dibidang kesenian dan kebudayaan yang hanya di Lombok NTB tetapi juga di wilayah Nusantara. DAFTAR PUSTAKA