PENDEKATAN ESTIMASI KOHESI DAN SUDUT GESER DALAM MENGGUNAKAN NILAI KUAT TARIK DAN KUAT TEKAN UNIAKSIAL BATUAN APPROACH FOR ESTIMATING COHESION AND ANGLE OF INTERNAL FRICTION USING UNIAXIAL COMPRESSIVE AND TENSILE STRENGTH VALUES OF ROCKS Sari Melati1*. Romla Noor Hakim2. Eko Santoso3. Muhammad Zaini Arief4 Program Studi Teknik Pertambangan. Fakultas Teknik. Universitas Lambung Mangkurat Laboratorium Teknologi Mineral dan Batubara. Fakultas Teknik. Universitas Lambung Mangkurat Studio Permodelan dan Perencanaan Tambang. Fakultas Teknik. Universitas Lambung Mangkurat Program Studi Rekayasa Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ach. Yani KM 36,5 Banjarbaru. Kalimantan Selatan. Indonesia, 70714 *Penulis korespondensi: sari@ulm. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 29th June 2025 Received in revised from 22th August 2025 Accepted 28th August 2025 Available online November 2025 Keywords: Cohesion Tensile strength Uniaxial compressive strength Empirical equation Friction angle Rock characteristics, such as failure criteria, play a critical role in the assessment of stability in rock engineering, alongside design Stability in rock engineering is cohesion . and friction angle (A) are parameters of failure criteria obtained by performing direct shear test or triaxial test. However, the measurements require a certain number of intact rock samples. On the restricted condition or preliminary study, an approach involves for predicting both Using data statistical analysis of Uniaxial Compressive Strength (A. and Brazilian Tensile Strength (A. of limestone and gypsum, empirical equations to predict c dan A were resulted in this Cohesion is strongly determined by At with average constants in equations: c = 1. 81At dan c = 1. 84At, for limestone and Cohesion of limestone depends on Ac with average constant in equation: c = 0. 22Ac. Friction angle and rock strength ratio (Ac/A. are related by exponential equations: c/At = 2. 0314A dan Ac/At = 3. 0183A, for limestone and gypsum, respectively. This approach using constructed empirical equations provides the prediction of c and A that relevant with theoretical values, indicated 8% and 8. 22% relative deviations. These empirical equations are useful for predicting the values of c and A. ABSTRAK Kata Kunci: Kohesi Kuat Tarik Kuat Tekan Uniaksial Persamaan Empiris Sudut Geser Dalam Karakteristik batuan seperti kriteria runtuh, di samping faktor desain, sangat berperan pada penilaian kestabilan dalam rekayasa batuan. Kohesi . dan sudut geser dalam (A) merupakan parameter kriteria runtuh yang umumnya diperoleh melalui uji kuat geser atau uji Akan tetapi, pengujian-pengujian tersebut membutuhkan jumlah sampel yang cukup dan kondisi sampel yang utuh. Pada kondisi jumlah sampel terbatas atau studi awal . , pendekatan lain dibutuhkan untuk menduga kedua parameter Melalui analisis statistik dan korelasi terhadap data hasil uji ABSTRAK kuat tekan uniaksial (Uniaxial Compressive Strength atau A. dan kuat tarik (Brazilian Tensile Strength atau A. dari sampel batugamping dan gipsum, hubungan empiris untuk memprediksi kohesi dan sudut geser dalam diberikan sebagai hasil dari penelitian Kohesi sangat ditentukan oleh kuat tarik, dengan konstanta ratarata pada persamaan: c = 1. 81At dan c = 1. 84At, untuk batugamping dan gipsum. Kohesi juga ditentukan oleh kuat tekan pada batugamping dengan konstanta rata-rata persamaan: c = 0. 22Ac. Sudut geser dengan rasio kekuatan batu (Ac/A. membentuk hubungan eksponensial. Ac/At = 2. 0314A dan Ac/At = 0183A, untuk batugamping dan gipsum, berturut-turut. Pendekatan dengan persamaan empiris yang dibangun memberikan prediksi c dan A yang cukup relevan dengan hasil perhitungan teoritis, yang ditunjukkan dengan perbandingan relatif 2. 8% dan Persamaan-persamaan empiris tersebut bermanfaat untuk prediksi nilai c dan A. How to Cite This Article: Melati. , dkk . Pendekatan Estimasi Kohesi dan Sudut Geser Dalam berdasarkan Kekuatan Batuan. INTAN: Jurnal Penelitian Tambang, 8. , 42Ae51. https://doi. org/10. 56139/intan. Selain itu, parameter kuat tekan uniaksial dan kuat tarik (Ac/A. serta Modulus Young (E) dan Poisson Ratio (AA) merupakan parameter-parameter untuk model konstitutif elastik dan getas . Oleh karena itu, uji kuat tarik dan kuat tekan lebih mungkin untuk diprioritaskan pada kondisi jumlah sampel yang terbatas. PENDAHULUAN Karakteristik batuan, seperti kriteria runtuh, berperan penting dalam penentuan kestabilan suatu proyek rekayasa batuan, selain faktor desain. Kohesi . dan sudut geser dalam atau sudut gesek dalam (A) merupakan parameter pada kriteria runtuh model konstitutif Mohr-Coulomb. Pada konstitutif ini, elastoplastis ketika dikenai tegangan prinsipal mayor dan minor . Batas antara deformasi elastik dan plastis didefinisikan oleh parameter kriteria runtuh. Sampai saat ini. Mohr-Coulomb masih menjadi kriteria runtuh yang umum digunakan untuk simulasi numerik batuan dan tanah baik pada penggalian permukaan maupun bukaan bawah tanah . ,4,. Estimasi parameter geoteknik menjadi salah satu topik menarik yang sering ditemui dalam kajian maupun penelitian sebelumnya dan banyak membantu dalam pendekatan praktis . Estimasi parameter geoteknik, seperti kekuatan geser . , modulus deformasi . , maupun sifat hidro-mekanik batuan . , terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya teknologi pengujian laboratorium, metode in-situ, serta pendekatan numerik dan berbasis machine learning . Namun, karakteristik batuan seringkali bersifat spesifik sehingga ektensi data empiris perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk memberikan hasil prediksi yang lebih relevan dan representatif. Pada penelitian ini dibandingkan dua geomaterial dengan perbedaan karakter kekuatan ekstrim: batuan kuat yang diwakili batugamping dan geomaterial lemah yang diwakili Sedikitnya lima data dari pengujian di laboratorium berupa uji kuat geser dan triaksial biasanya digunakan untuk membangun satu kurva instrinsik kriteria Mohr-Coulomb . Pengujian-pengujian tersebut membutuhkan sejumlah sampel dalam kondisi utuh, set apparatus spesifik, dan prosedur pengujian yang harus dilakukan dengan baik. Pada tahap prospeksi atau studi awal . reliminary stud. dimana perolehan sampel masih terbatas, diperlukan pendekatan lain untuk menduga nilai c dan A yang merupakan parameter persamaan kriteria runtuh Mohr-Coulomb. Pada penelitian ini, suatu pendekatan untuk menduga kohesi dan sudut geser dalam, dua parameter yang mendefinisikan kekuatan geser batuan, diusulkan melalui pembuatan persamaan empiris dari data-data uji lab kuat tekan dan kuat tarik batuan. Mempertimbangkan ketersediaan data empiris kuat tekan, kuat tarik, kohesi, dan sudut geser dalam, serta kemungkinan korelasi yang kuat antarparemeter, tujuan dari studi ini adalah memberikan persamaanpersamaan empiris dan konstanta-kontansta yang Adapun uji kuat tekan uniaksial dan kuat tarik membutuhkan masing-masing satu sampel untuk mendapatkan satu pengujian . Kuat tarik biasanya didapat dari uji kuat tarik tidak langsung (Brazilian Tensile Strength Tes. yang menggunakan alat yang sama dengan alat untuk uji kuat tekan uniaksial, sehingga teknis dan prosedur pengujian lebih sederhana dibanding uji kuat geser dan uji dapat dimanfaatkan untuk memprediksi c dan A dari Ac dan At. (R. paling tinggi sebagai persamaan empiris karena RA adalah ukuran statistik yang menunjukkan proporsi variabilitas dari variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model regresi. Pada penelitian ini, variabel dependen adalah kohesi dan sudut gesek dalam, sedangkan kuat tarik dan kuat tekan sebagai variabel independen. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitiatif yang mengandalkan pengukuran objektif dan analisis matematis . terhadap sampel data. Data yang digunakan berupa data sekunder, yang terdiri atas 20 data kuat tarik dan kuat tekan batugamping serta 15 data kuat tarik dan kuat tekan gipsum. Data sekunder sampel batugamping diperoleh dari data uji laboratorium kuat tekan dan kuat tarik yang dilakukan oleh Nazir et al . Sampel batugamping disebutkan didapat dari Malaysia. Tidak ada perlakuan khusus terhadap sampel, selain preparasi ukuran sampel sesuai standar uji kuat tekan dan kuat tarik . Data sekunder gipsum diperoleh dari data uji laboratorium kuat tekan dan kuat tarik yang dilakukan oleh Heidari et al . Sampel gipsum tersebut diambil dari Formasi Gachsaran (Miosen Awa. dari Cekungan Zagros, di bagian barat daya Iran. Kondisi sampel relatif segar, meskipun terdapat sedikit perubahan warna permukaan sampel sebagai indikasi pelapukan ringan . Hipotesis . ugaan sementar. yang diajukan ialah ada hubungan antara Ac dan At dengan parameter c dan A, dengan karakteristik berbeda pada batugamping dan gipsum, yang merepsentasikan batuan kuat dan lemah. Gambar 1. Diagram prosedur penelitian Terakhir, persamaan yang dipilih akan diuji untuk validasi menggunakan 35 data sekunder hasil perhitungan kohesi dan sudut gesek dalam batuan beku dan sedimen. Data sekunder diambil dari penelitian yang dilakukan oleh Sivakugan et al, 2014. Sampel batuan terdiri atas: batuan beku asam butiran sedang, batuan batuan karbobat teralterasi, batuan vulkanik asam butiran sedang, batuan sedimen butir halus, dan batuan breksi . Data tersebut kemudian diseleksi untuk menghindari hasil yang bias. Pemilihan data dengan kriteria sudut gesek dalam harus lebih dari 10C. Kemudian terpilih sebanyak 29 data yang dapat diproses. Perbedaan nilai prediksi dan hasil pengujian dianalisis untuk menilai kualitas relevansi penerapan konstanta dan persamaan yang diperoleh dari studi ini. Alur penelitian ini digambarkan dengan flow chart pada Gambar 1. Sebaran data kuat tekan dan kuat tarik kedua sampel dianalisis untuk menentukan jenis distribusi data. Selanjutnya, bagaimana kuat tarik dan kuat tekan mengontrol nilai c dan A dianalisis dengan memplot data dan menentukan sifat korelasinya. Jika antar parameter membentuk trend, persamaan dapat diberikan untuk memprediksi c dan A. Jika belum ada kecenderungan yang jelas, maka dicoba analisis lanjutan berupa hubungan parameter dengan rasio kekuatan ( yca ). Ratio kuat tekan Ayca dan kuat tarik Ayc Ayc Kriteria Runtuh Mohr-Coulomb disebut juga dengan nisbah ketangguhan . oughness rati. atau indeks brittle yang disebut juga BI atau brittleness index . Kriteria runtuh Mohr-Coulomb menyatakan bahwa kuat geser (A) dari suatu geomaterial isotropik berhubungan dengan tegangan normal An yang bekerja pada bidang runtuh dengan normal n dengan A = yca An f Model-model persamaan yang diuji terhadap diagram hubungan antarparameter kohesi dan sudut gesek dalam dengan kuat tarik dan kuat tekan, terdiri atas persamaan linier, logaritma, dan eksponensial. Sistem persamaan linier satu variabel adalah sistem persamaan dengan hanya terdapat sebuah variabel saja berpangkat 1. Bentuk umumnya: ax b = 0, dengan a dan b adalah bilangan bulat bukan nol dan b Persamaan logaritma adalah sebuah persamaan dalam bentuk logaritma yang memiliki variabel di bagian basis atau numerik atau keduanya. Secara umum, bentuk persamaan logaritma adalah sama dengan bentuk umum logaritma yaitu alog b = ny = axb. Bentuk fungsi exponential adalah y = n expkx c, dimana k dan c konstanta, n C 0. Dari ketiga persamaan ini, dipilih yang koefisien determinasinya yang mana c adalah kohesi. faktor gesekan adalah f = tan A, dan A merupakan sudut geser . Ketika runtuh, (A. dan tegangan-tegangan utama (A1. A2. dihubungkan oleh: An = (A1 A. - (A1 - A. sin A A = (A1 - A. cos A . dimana A1 adalah tegangan prinsipal maksimum dan A3 adalah tegangan prinsipal minimum ketika runtuh. Parameter c dan A ditentukan melalui persamaanpersamaan: (A1 - A. - (A1 A. sin A - 2c cos A = 0 A1 - A3 = k A3 d Dimana . 2 sin A 1 - sin A . d = 2c cos A . Gambar 3. Penempatan sampel pada uji kuat tekan Kuat tarik Selubung atau kurva Mohr-Coulomb dibentuk dari data-data uji lab. Sebagai contohh, pada Gambar 2, dari 5 data tegangan prinsipal mayor dan tegangan minor hasil uji triaksial, diperoleh kurva linier MohrCoulomb. Konstanta d = 2 c cos A menunjukkan intercept dimana garis selubung memotong sumbu tegangan deviatorik A1 - A3. Kuat tarik tidak langsung atau yang disebut dengan kuat tarik Brazilian diperoleh melalui pengujian dengan menempatkan sampel pada mesin tekan seperti terlihat di Gambar 4. Kuat tarik contoh batuan (A. dapat dihitung menggunakan persamaan . dengan diketahui beban runtuh (F), diameter (D) dan tebal . dari contohh batuan . At = . ADt Arah gaya tekan Pelat tekan Kuat tekan uniaksial Rangka mesin tekan Kuat tekan uniaksial didefinisikan sebagai nilai tekanan pada saat contoh batuan hancur dengan kondisi tekanan pemampatan sama dengan nol. Kuat tekan uniaksial dinyatakan dengan persamaan . , dimana Ac adalah kuat tekan uniaksial contoh batuan. F merupakan gaya yang bekerja saat contoh batuan runtuh, dan A merupakan luas penampang awal contoh batuan yang tegak lurus arah gaya . Pada Gambar 3, diberikan ilustrasi penempatan sampel pada uji kuat tekan uniaksial batuan. Gambar 4. Penempatan sampel pada uji kuat tarik tidak langsung Hubungan teotiritis c dan A dengan kekuatan Lingkaran Mohr untuk uji UCS,seperti terlihat pada Gambar 5, memberikan hubungan teoritis antara c dan A dengan kekuatan batuan, yaitu: A = sin Luas penampang awal dihitung menggunakan rumus luas lingkaran sebagaimana persamaan . , dimana r adalah radius penampang melintang contoh yang dikenai tekanan, dan bilangan A bernilai . C = Ayca = ya Ac = ya A = Ar2 Sampel Gambar 2. Selubung Mohr-Coulomb Ayc = . Ac At A - 4Et Ac - 2Et 5 Ac At OoAt (Ac - 3Et ) 2c cos A 1- sin A c cos A 2- sin A 2 . - sin A) 1- sin A . Hubungan kohesi dan sudut gesek dalam dengan kekuatan batuan Plotting data kohesi terhadap kuat tekan dan kuat tarik menunjukkan adanya korelasi linier positif (Gambar 7 dan Gambar . Kohesi batugamping dan gipsum sangat ditentukan oleh kuat tarik gipsum, kuat tarik batugamping, dan kuat tekan batugamping. Kuat tekan gipsum terlihat memberikan trend kohesi yang acak dan cenderung menurun. Artinya, pada material yang sangat lunak seperti gipsum, kohesi tidak didefinisikan oleh kuat tekannya. Plotting data sudut gesek dalam terhadap kuat tekan dan kuat tarik tampak acak dan tidak memberikan trend yang jelas, selain bahwa terdapat perbedaan karakter area sebaran data antara batugamping dan gipsum (Gambar . Analisis lanjutan berupa hubungan antara sudut gesek dalam dengan rasio kekuatan atau brittleness indeks (BI) memberikan pola yang sangat baik, khususnya pada batugamping. BI memiliki hubungan eksponensial positif dengan sudut gesek dalam (Gambar . Persamaan-persamaan dari analis korelasi data hasil prediksi berdasarkan perhitungan teoritis kohesi dan sudut gesek dalam, dirangkum pada Tabel 2. Sebagai tambahan, diberikan pula konstanta sebagai pendekatan praktis untuk menduga kisaran nilai kohesi dari kekuatan Gambar 5. Ilustrasi tegangan pada uji kuat tarik tidak langsung . HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi data kekuatan Distribusi data kuat tarik batugamping menceng kanan . ositive ske. dan terdapat outlier 14. 2 MPa. Nilai tengah 6. 72 MPa < rata-rata 7. 15 MPa. Kuat tarik gipsum lebih rendah dari batugamping dengan distribusi data normal . oxplot simetri. Nilai 85 MPa C rata-rata 3. 852 MPa. Kuat tekan batugamping paling tersebar datanya dengan rentang 18 Ae 100. 7 MPa dan deviasi 19. 04 MPa. Distribusi data menceng kanan . ositive ske. Nilai 55 MPa < rata-rata 59. 64 MPa. Distribusi data kuat tekan gipsum mendekati normal . oxplot simetri. dimana nilai tengah 21. 46 MPa C rata-rata 98 MPa. Jadi, dari distribusi data hasil uji kuat tekan dan kuat tarik ini, diketahui bahwa data batugamping lebih tersebar dan memiliki distribusi positive skew, sedangan data batugamping rentang datanya lebih kecil dan distribusi data normal. Validasi hasil Persamaan empiris dari studi ini . = 1. 74At 0. dan Ac/At = 2. 0314A) digunakan untuk memprediksi nilai c dan A dan membandingkannya dengan data hasil perhitungan teoritis pada sampelsampel batuan kuat dari jenis batuan beku dan Hasil perhitungan teoritis, prediksi dari persamaan empiris, dan perbandingan relatifnya diberikan pada Tabel 3. Kohesi batuan beku dan sedimen dapat diduga dengan baik menggunakan persamaan empiris dari data batugamping yang diberikan sebagai hasil studi Ini ditunjukkan dengan perbedaan relatif rata-rata Sudut gesek dalam juga dapat diprediksi menggunakan persamaan empiris batugamping dengan perbandingan relatifnya yang lebih signifikan Hasil prediksi dari penelitian ini dapat dikatakan telah memberikan tingkat keyakinan 59% dan 91. 88%, dan koefisien determinasi 0. Ae 0. Ini dapat dikatakan cukup layak apabila disandingkan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti lain, yang telah memprediksi parameter kohesi dan sudut gesek dalam menggunakan regresi berganda dan metode penanganan data grup, algoritma machine learning, regresi dan analisis soft computing, serta fusi elemen hingga dan machine learning. Koefisien determinasi hasil prediksi . berturutturut disebutkan: R2 0. 6 Ae 0. 51 Ae 0. R2 > 0. Ae . Prediksi kohesi dan sudut gesek dalam Kohesi dan sudut gesek dalam teoritis hasil prediksi menggunakan persamaan 11 dan 12 disajikan pada Tabel 1. Kohesi batugamping dan gipsum diperoleh ada pada rentang 5. 29 Ae 24. 89 MPa dan 4. 46 Ae 9. MPa. Sudut gesek dalam batugamping dan gipsum diperoleh ada ada rentang 36. 95C - 49. 34C 49. Perbandingan relatif antara dua jenis sampel memberikan kohesi yang lebih tinggi pada batugamping di samping gipsum, yang mana ini selaras dengan nilai kuat tekan dan kuat tariknya. Adapun untuk sudut gesek dalam, rata-rata nilai prediksi untuk batugamping relatif lebih tinggi dua kali dari nilai prediksi untuk gipsum. Ini juga dapat menjadi indikasi bahwa karakteristik nilai A sesuai dengan karakteristik kekuatannya. Gambar 6. Boxplot data kuat tekan dan kuat tarik sampel yang dianalisis Tabel 1. Prediksi kohesi dan sudut gesek dalam dari kekuatan batuan Batugamping No Data Ac (MP. At (MP. Gipsum A (C) c (MP. Ac (MP. At (MP. A (C) c (MP. Min Maks Rerata c - Ac Batugamping y = 1,7418x 0,4683 RA = 0,9951 Kohesi (MP. Kohesi (MP. c - At Batugamping y = 4,0516x 7,241 RA = 0,9234 Kuat tarik (MP. Kuat tekan (MP. Gambar 7. Analisis Korelasi Kohesi Dengan Kuat Tarik Dan Kuat Tekan Batugamping c - At Gipsum c - Ac Gipsum y = 2,066x - 0,8164 RA = 0,9581 Kohesi (MP. Kohesi (MP. Kuat tarik (MP. Kuat tekan (MP. Gambar 8. Analisis Korelasi Kohesi Dengan Kuat Tarik Dan Kuat Tekan Gipsum Sudut Gesek Dalam (C) Kuat tarik batugamping kuat tekan batugamping kuat tarik gipsum kuat tekan gipsum Kekuatan (MP. Gambar 9. Sebaran Data Sudut Gesek Dalam Dan Kekuatan Batuan BI - A Gipsum BI - A Batugamping y = 3,6936e0,0183x RA = 0,9706 y = 2,1624e0,0314x RA = 0,9949 BI = Ac/At BI = Ac/At A (C) A (C) Gambar 10. Hubungan BI = Ac/At dan A Tabel 2. Persamaan Empiris Untuk Prediksi c dan A dari Ac dan At Dari hasil validasi ini dan perbandingan dengan hasil prediksi dari metode lainnya, sangat disarankan untuk mempertimbangkan karakteristik kekuatan batuan dalam memprediksi parameter kuat geser batuan . ohesi dan sudut gesek dala. menggunakan persamaan empiris. Dengan demikian, ekstensi database . enambahan dat. dari berbagai formasi batuan di seluruh dunia akan sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman bersama terhadap antarparameter propertis gemekanika batuan. Sampel Batugamping Gipsum Persamaan c = 1. 74At 0. c = 4. 05Ac 7. Ac/At = 2. c = 1. 81At c = 0. 22Ac c = 2. 066At - 0. Ac/At = 3. c = 1. 84At Tabel 3. Persamaan Empiris Untuk Prediksi c dan A dari Ac dan At Perhitungan teoritis Persamaan empiris Perbandingan relatif (%) Nomor Data C (MP. A (C) C (MP. A (C) A Ratarata divalidasi menggunakan data sekunder propertis hasil uji lab sampel-sampel batuan beku dan batuan sedimen, yang memberikan perbandingan relatif baik, yaitu 2. 8% dan 8. Dengan demikian, persamaan teoritis dan empiris hubungan c. Ac. At, keduanya dapat berguna untuk memprediksi parameter yang belum diketahui, khususnya pada batuan kuat seperti batugamping. Adapun pada geomaterial yang lunak seperti gipsum, pendekatan menggunakan persamaan empiris masih terdapat kelemahan, yaitu kohesi sulit ditentukan dari kuat KESIMPULAN Melalui penelitian ini diusulkan pendekatan baru untuk memprediksi kohesi dan sudut geser dalam, yaitu menggunakan persamaan empiris yang dibangun dari hasil uji lab kuat tarik dan kuat tekan Parameter model konstitutif Mohr-Coulomb berupa c dan A telah dihitung menurut data sekunder hasil uji kuat tekan dan kuat tarik batugamping dan Persamaan empiris yang menghubungkan antara kekuatan sampel dengan parameter c dan phi juga telah berhasil didapatkan. Persamaan empiris dari batugamping yaitu c = 1. 74At 0. 47 dan Ac/At = 0314A memiliki koefisien determinasi (R. Persamaan-persamaan yang dibangun telah Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan memperluas cakupan jenis batuan sampel-sampel yang diuji untuk menambah pemahaman tentang pengaruh antarpropertis, menambah jumlah data dengan data pengujian batu yang sama dari formasi berbeda, dan peluang pemanfaatan machine learning untuk pengolahan data dalam jumlah besar. shear testing for rock fractures. Proceedings of the Geo Niagara, 2021. Mahdi. and A Alrazzaq. Rock mechanical properties: A review of experimental tests and prediction approaches. Iraqi Journal of Oil and Gas Research (IJOGR), 3. , pp. Zou. and Cvetkovic. A new approach for predicting direct shear tests on rock International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences, 168, . Hussain. Muhammad Khan. Emad, . Naji. Cao. Gao. Ur Rehman. Raza. Cui. Salman. Alarifi. An appropriate model for the prediction of rock mass deformation modulus among various artificial intelligence models. Sustainability, 14. , p. Asem. Gardoni. Rock foundation design: A database approach. In Databases Data-Centric Geotechnics . CRC Press. Mahmoodzadeh. Mohammadi. Ghafoor Salim. Farid Hama Ali. Hashim Ibrahim, . Nariman Abdulhamid. Nejati. Rashidi. Machine learning techniques to predict rock strength parameters. Rock Mechanics and Rock Engineering, 55. , . Suleymanov. El-Husseiny. Glatz. and Dvorkin. Rock physics and machine learning comparison: elastic properties prediction and scale dependency. Frontiers in Earth Science, 11, p. Ulusay. , & Hudson. SM for Determining the Uniaxial Compressive Strength and Deformability of Rock Materials Ae 1979. In R. Ulusay, & J. Hudson. The Complete ISRM Suggested Methodsfor Rock Characterization. Testing Monitoring: International Society of Rock Mechanics. Ulusay. , & Hudson. SM for Determining the Uniaxial Compressive Strength and Deformability of Rock Materials Ae 1979. In R. Ulusay, & J. Hudson. The Complete ISRM Suggested Methods for Rock Characterization. Testing Monitoring: International Society of Rock Mechanics. Nazir. Momeni. JahedArmaghani. , & Amin. Correlation between unconfined compressive strength and indirect tensile strength of limestone rock samples. Electron J Geotech Eng. :1737-46. Heidari. Khanlari. , & Kaveh. Predicting the Uniaxial Compressive and Tensile Strengths Predicting the Uniaxial Compressive and Tensile Strengths. Rock Mech Rock Eng. PERNYATAAN KONTRIBUSI Penulis 1, 2, 3, dan 4 melakukan literature review, mengumpulkan data sekunder dari penelitian terdahulu, mengolah dan menganalisis data. Kemudian, penulis mendapatkan persamaan dan tingkat kepercayaan hasil secara terukur. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada tim editorial . ditor dan mitra bestar. dari Jurnal Intan yang membantu dalam proses pengulasan artikel ini. Terima kasih juga disampaikan kepada rekan-rekan dosen Program Studi Teknik Pertambangan. instruktur, asisten, dan mahasiswa yang tergabung dalam tim riset di Laboratorium Teknologi Pertambangan: Erwin Ramadhan. Rizky Hidayat. Halimatus SaAodiah. Pipit Helda Juliani, dan semua personel yang tidak dapat disebutkan satu per satu. DAFTAR PUSTAKA