Linguistik Indonesia. Februari 2025, 137-153 CopyrightA2025. Masyarakat Linguistik Indonesia ISSN cetak 0215-4846. ISSN online 2580-2429 Volume ke-43. No. POLEMIK PILPRES 2024: ANALISIS METAFORA KONSEPTUAL Mas Uliatul Hikmah1. Hermina Sutami2 Universitas Indonesia1,2 uliatul@ui. id1, a. hermina@ui. Abstract The Indonesian political contest in 2024 presents a complex polemic, encompassing issues such as fraud, non-compliance with the constitution, the New Order era, the Reform era, and power struggles. These polemics are reflected by Tempo media through the use of metaphors. Metaphors simplify abstract concepts and provide readers with a concrete understanding of the unfolding issues. This qualitative descriptive study aims to analyze the metaphors and the image schemas formed in Tempo magazine articles related to the 2024 Presidential Election in Indonesia. The study uses conceptual metaphor theory and image schema analysis. The data reveals there are eight metaphors used by Tempo, which are mapped into source domains and target domains, uncovering their image schemas. These eight metaphors demonstrate how Tempo leverages metaphors to make the complexities of the 2024 Presidential Election more comprehensible to its readers. Keywords: Conceptual metaphors, 2024 presidential election, image schema. Tempo Abstrak Situasi kontestasi politik tahun 2024 di Indonesia memiliki polemik yang kompleks karena bersinggungan dengan kecurangan, ketidakpatuhan pada konstitusi, era Orde Baru, era Reformasi, dan praktik-praktik perebutan kekuasaan. Polemik tersebut direfleksikan oleh media Tempo dengan penggunaan metafora. Metafora membantu menyederhanakan konsep abstrak dan memberikan pemahaman konkret kepada pembaca tentang polemik yang terjadi. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis metafora dan skema citra yang terbentuk dalam artikel majalah Tempo terkait Pilpres 2024 di Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori metafora konseptual dan skema citra. Berdasarkan data, terdapat delapan metafora yang digunakan Tempo. Metafora tersebut dipetakan ke dalam ranah sumber dan ranah target, kemudian ditemukan skema citranya. Delapan metafora yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Tempo menggunakan metafora untuk menjelaskan polemik Pilpres 2024 menjadi sesuatu yang dapat dipahami oleh pembacanya. Kata kunci: Metafora konseptual. Pilpres 2024, skema citra, majalah Tempo PENDAHULUAN Metafora erat kaitannya dengan penggunaan bahasa sehari-hari. Danesi . , seorang pakar semiotika, mengatakan bahwa metafora digunakan sebagai strategi untuk menjelaskan hal-hal abstrak melalui pemahaman hal-hal yang konkret. Untuk itu, metafora bukanlah hal yang baru dalam linguistik. Studi ini menjadi topik penelitian yang banyak dilakukan dalam berbagai bahasa karena tidak lepas dari pemahaman manusia. Secara historis, metafora dikemukakan pertama kali oleh filsuf Aristoteles, yang mengatakan bahwa metafora hanyalah sebuah fitur hiasan belaka (Yu, 1. Pendapat ini kemudian disanggah oleh peneliti lainnya, seperti Reddy . dan Musolff & Zinken . Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami Mereka mengatakan bahwa fungsi metafora tidak hanya untuk hiasan semata dalam bahasa. Lebih jauh dari itu, metafora membantu kita untuk memahami sesuatu yang abstrak atau yang bersifat konseptual dengan memberikan gambar yang konkret. Reddy . serta Lakoff & Johnson . menambahkan bahwa metafora tidak hanya berfokus pada penamaan atau penyebutan dari sesuatu yang bersifat abstrak atau konseptual. Metafora juga menggambarkan cara berpikir manusia dalam menjelaskan sesuatu yang dialami dalam hidup sehari-hari. Hasil dari pengalaman sehari-hari tersebut diolah dan disusun secara cermat dengan menyandingkan, membandingkan, mengibaratkan, atau mempertentangkan, sehingga menjadi sebuah makna baru yang memiliki sifat metaforis (Rahyono, 2. Hal ini pernah ditegaskan oleh Geeraerts . dengan memasukkan metafora ke dalam studi kognitif linguistik karena berkaitan dengan bagaimana manusia memanfaatkan bahasa untuk menjelaskan dan memahami sebuah konsep. Bahasa merefleksikan situasi komunikasi yang terjadi sehari-hari, termasuk pada momentum politik 2024, yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpre. Bahasa menjadi sebuah alat atau strategi komunikasi yang bersifat mempengaruhi. Ini didukung oleh Johnstone . yang mengatakan bahwa penentuan strategi persuasif berdasarkan pilihan bahasa, budaya, dan situasi retorikal. Untuk itu, penggunaan metafora menjadi suatu strategi persuasif yang digunakan media dalam menjelaskan polemik Pilpres 2024. Salah satu media nasional yang berani dan menjunjung independensi adalah Tempo . Tempo mempunyai majalah digital yang menyajikan laporan-laporan investigatif dan Menurut pengamatan penulis. Tempo cukup sering menggunakan metafora dalam tulisan-tulisannya, khususnya yang terkait dengan ihwal Pilpres 2024. Atas dasar tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti metafora-metafora yang digunakan oleh majalah Tempo terkait Pilpres Untuk menganalisis metafora, peneliti menggunakan teori metafora konseptual yang dikembangkan oleh Lakoff & Johnson . dan teori skema citra oleh Cruse & Croft . Metafora konseptual merupakan hasil dari konstruksi mental berdasarkan prinsip analogi yang melibatkan konseptualisasi suatu unsur pada unsur yang lain, meliputi transfer dari ranah sumber . ource domai. ke ranah sasaran . arget domai. Analisis dengan pemetaan ranah sumber dan ranah target tersebut akan makin komprehensif bila dilengkapi dengan teori skema citra. Skema citra dapat menjelaskan proses manusia dalam memberikan pemaknaan dan memetakan interaksi antara dirinya dengan objek di luar dirinya (Hampe & Grady, 2005. Kyvesces, 2. Penelitian sebelumnya yang membahas tentang metafora dalam bidang media dan politik dilakukan oleh Pipit & Maili . Penelitian yang berjudul AuAnalisis Metafora Konseptual dalam Artikel Politik AoMenata Ulang KoalisiAoAy tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi konsep metafora dengan mengaitkan ranah sumber dan ranah target dalam artikel politik AuMenata Ulang KoalisiAy pada harian Kompas. Penelitian tersebut menemukan bahwa konsep metafora yang ada pada artikel tersebut mengarah pada jenis metafora struktural berdasarkan topik koalisi, pemerintahan, politik, dan partai. Penelitian lainnya yang membahas metafora konseptual dalam bidang politik dilakukan oleh Silvania dkk. Penelitian yang berjudul AuKonseptualisasi Metafora dalam Rubrik Opini Harian Fajar: Kajian Semantik KognitifAy tersebut bertujuan untuk mengetahui konseptualisasi metafora dalam rubrik opini harian Fajar tahun 2021 melalui kajian semantik Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa harian Fajar menggunakan metafora Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis dengan proporsi metafora ontologis lebih dominan dibandingkan lainnya. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, pembahasan metafora pada pemberitaan politik di Indonesia belum cukup komprehensif karena tidak menyertakan analisis skema citra. Untuk itu, rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citra dari metafora yang ada pada majalah Tempo? Selanjutnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ranah sumber, ranah target, serta skema citra dari metafora konseptual yang muncul dalam artikel majalah Tempo terkait topik Pilpres 2024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis maupun praktis. Peneliti berharap penelitian ini dapat melengkapi dan memperkaya penelitian sebelumnya mengenai metafora konseptual secara komprehensif, khususnya pada situasi Pilpres 2024. Kemudian secara praktis, penelitian ini bermanfaat bagi praktisi, seperti jurnalis dan pembaca dalam memahami metafora yang dimunculkan pada artikel-artikel yang disuguhkan oleh Tempo. LANDASAN TEORETIS Teori metafora konseptual dicetuskan pertama kali oleh Lakoff & Johnson . Teori tersebut bermula sejak Lakoff & Johnson . dan Reddy . menyanggah pendapat yang membatasi bahwa metafora hanyalah soal hiasan bahasa. Mereka mengatakan bahwa metafora adalah sebuah konsep. Lakoff . kemudian menambahkan bahwa konsep-konsep tersebut merupakan perwujudan . dari pengalaman sehari-hari manusia yang dituangkan melalui fitur metafora. Lakoff & Johnson . mengatakan bahwa metafora konseptual adalah bagian dari pikiran manusia dan metafora linguistik merupakan bagian alami dari bahasa manusia. Metafora dipengaruhi oleh konsep-konsep dari sifat tubuh, interaksi lingkungan, praktik sosial, dan budaya manusia sehingga metafora disebut sebagai fenomena alam. Lakoff & Johnson . menjabarkan lebih lanjut bahwa metafora memiliki dua komponen yang mendasarinya, yaitu ranah sumber . ource domai. dan ranah target . arget domai. Ranah sumber merupakan ranah konsep yang menjadi dasar dari konseptualisasi atau refleksi, sedangkan ranah target merupakan area konsep yang menunjukkan area penerapan metafora. Kemudian ranah sumber dan ranah target disandingkan berdasarkan pada kesamaan karakteristik keduanya. Catatan Lakoff & Johnson . mengatakan bahwa metafora konseptual bukan berdasarkan pada persamaan, namun keterkaitan antar elemen dalam ranah sumber dan ranah target yang didasari pada pengalaman sehari-hari yang dirasakan oleh manusia. Cruse & Croft . 4: . memiliki pendapat yang sedikit berbeda. Mereka mengatakan ada alasan mengapa orang menggunakan metafora. Menurut mereka, kata literal memiliki efek yang berbeda dengan metafora. Metafora secara konseptual memiliki tiga komponen, yaitu ranah sumber . ource domai. , ranah target . arget domai. , dan seperangkat hubungan pemetaan atau penyesuaian . set of mapping or correspondence. Pemetaan tersebut oleh Cruse & Croft . disebut sebagai skema citra dengan tujuh pembagian sebagai berikut. Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami Tabel 1. Pemetaan skema citra (Cruse & Croft, 2. Space Scale Container Force Unity/Multiplicity Identity Existence Up-down. Front-back. Left-right Near-far. Center-periphery. Contact. Path Containment. In-out. Surface. Full-empty. Content Balance. Counterforce. Compulsion. Restraint. Enablement. Blockage. Diversion. Attraction Merging. Collection. Splitting. Iteration. Part-whole. Mass-count. Link Matching. Superimposition Removal. Bounded space. Cycle. Object. Process Penelitian ini menggunakan teori metafora konseptual dari Lakoff & Johnson . dengan memetakan metafora ke dalam ranah sumber . ource domai. dan ranah target . arget Selanjutnya metafora akan dianalisis skema citranya berdasarkan teori skema citra dari Cruse & Croft . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berbentuk kata, frasa, klausa hingga kalimat yang mengandung ungkapan metaforis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga artikel yang terkait dengan Pilpres 2024 pada majalah Tempo. Artikel pertama terbit pada 12 November 2023 dengan judul AuDemi Demokrasi. Gibran Seharusnya Mundur sebagai CawapresAy. Artikel tersebut terbit saat masa pencalonan Capres Ae Cawapres pada Pilpres 2024 dengan polemik perubahan Pasal 169 huruf q UndangUndang Pemilihan Umum di Majelis Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilai oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) melanggar etik dan memiliki konflik kepentingan. Artikel kedua terbit pada 25 Februari 2024 dengan judul AuGodaan Hak Angket Kecurangan Pemilihan PresidenAy. Artikel ini terbit 11 hari setelah hari pencoblosan dengan polemik Hak Angket sebagai upaya untuk menunjukkan pelaku kecurangan pemilu. Kemudian, artikel yang ketiga berjudul AuDagang Sapi Politik IndonesiaAy yang terbit pada 24 Maret 2024 setelah KPU mengumumkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Teknik simak mula-mula digunakan untuk menyimak dengan membaca tiga artikel Tempo yang telah ditentukan. Kemudian peneliti mengumpulkan metafora yang terdapat dalam tiga artikel tersebut dengan teknik catat. Penyajian data dalam penelitian ini dilakukan dengan membuat tabulasi berdasarkan ranah target dan ranah sumber dari suatu metafora konseptual yang ada sesuai dengan teori Lakoff & Johnson . Setelah dianalisis, peneliti mengidentifikasi skema citra berdasarkan teori Cruse & Croft . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pengamatan pada sumber data, ditemukan delapan frasa yang bersifat metaforis, yaitu AuAnak Haram KonstitusiAy. AuProduk Gagal ReformasiAy. AuMesin KekuasaanAy. AuPemburu KekuasaanAy. AuKue KekuasaanAy. AuPolitik Dagang SapiAy. AuTawar Menawar KursiAy, dan AuDarah Biru di PDI PerjuanganAy. Metafora tersebut kemudian dipetakan dalam ranah sumber dan ranah target, kemudian dicari skema citranya yang sesuai. Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 Anak Haram Konstitusi AuPrabowo Ae Gibran, dengan demikian, menjadi kandidat paling buruk dalam sejarah Indonesia modern: produk gagal reformasi bersanding dengan anak haram konstitusi. Jika Gibran tak mundur, tatanan bernegara akan makin rusak karena Jokowi makin tergoda menyalahgunakan kekuasaan untuk memenangkan anaknya. Ay (Tempo, 12 Nov. Frasa anak haram merupakan metafora karena biasanya digunakan untuk ranah keluarga, namun dalam hal ini digunakan untuk ranah politik. Konteks dari metafora tersebut menjelaskan posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang legitimasinya cacat formal berdasarkan Pasal 169 huruf q Undang-Undang Pemilihan Umum. Berdasarkan pasal tersebut. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menilai bahwa penetapan Gibran sebagai calon Wakil Presiden telah melanggar etik dan memiliki konflik kepentingan. Metafora anak haram digunakan Tempo untuk memudahkan masyarakat dalam menjelaskan posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat yang tidak sah dalam konstitusi. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citranya. Tabel 2. Ranah sumber dan ranah target metafora AuAnak HaramAy RANAH SUMBER AuANAK HARAMAy RANAH TARGET AuKANDIDAT TIDAK SAHAy ANAK KANDIDAT usia muda/belum dewasa HARAM tidak sah tidak resmi dalam hukum di luar perkawinan A A A A A A A jabatan tertentu usia sesuai peraturan TIDAK SAH A A di luar standar/prosedur tidak sesuai aturan/hukum A citra buruk Pemetaan frasa Aoanak haramAo dan Aokandidat tidak sahAo dimulai dengan mencari makna literal setiap kata. Tabel 2 menunjukkan bahwa AoanakAo merupakan keturunan dari suatu keluarga untuk meneruskan generasi. Ranah sumber AoanakAo sebagai keturunan membantu menjelaskan kata AokandidatAo sebagai calon dalam kontestasi politik yang berkaitan dengan jabatan tertentu. AoAnakAo memiliki fungsi menurunkan atau mewarisi, sedangkan AocalonAo mempunyai fungsi bahwa seseorang akan menduduki jabatan tertentu untuk melanjutkan kinerja dari pengampu jabatan Kata AoanakAo merujuk pada seseorang yang masih muda atau belum dewasa. Ini terkait dengan sosok Gibran Rakabuming Raka yang belum mencapai usia minimal yang telah ditentukan oleh Undang-Undang Pemilu sebagai syarat untuk maju menjadi calon Wakil Presiden RI. Dengan demikian, metafora AoanakAo digunakan Tempo untuk merefleksikan fakta bahwa Gibran adalah kandidat yang belum cukup umur dalam kontestasi Pilpres 2024. Selanjutnya adalah kata AoharamAo. Kata tersebut menunjukkan status yang tidak sah, tidak resmi dalam konteks hukum, atau di luar perkawinan sah dalam konteks keluarga. Konsep ini membantu ranah target untuk menjelaskan calon yang statusnya tidak sesuai aturan hukum. Tempo menggunakan kata tersebut untuk merefleksikan status Gibran Rakabuming Raka sebagai calon yang statusnya tidak sesuai dengan konstitusi. Kata AoharamAo juga memiliki stigma sosial yang buruk di masyarakat. Sama halnya dengan kandidat yang tidak sah, kata ini diasosiasikan Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami mempunyai stigma sosial yang buruk dalam dunia politik. Dalam hal ini, anak haram konstitusi menggambarkan status Gibran Rakabuming Raka yang dinilai sebagai kandidat tidak sah dalam kontestasi Pemilu 2024. Tempo menggunakan metafora tersebut dengan mencocokkan elemenelemen metafora yang berasal dari ranah keluarga ke ranah politik. Berdasarkan pemetaan ranah sumber dan ranah target di atas, metafora anak haram konstitusi tergolong dalam skema citra IDENTITY Ae MATCHING. Metafora anak haram dalam ranah keluarga digunakan untuk membantu pembaca dalam memahami status Gibran melalui elemen yang relevan dalam konsep kandidat yang tidak sah dari konstitusi. Produk Gagal Reformasi AuPrabowo Subianto yang manut pada skenario Jokowi membuktikan ia bukan negarawan, melainkan hanya pemburu kekuasaan. Majalah ini, pada 2013, pernah menyebut Prabowo sebagai produk gagal reformasi. Ia jenderal tentara yang menjadi bagian mesin kekuasaan Orde Baru. Ia pula yang berusaha menumpas gerakan reformasi dengan menculik para aktivis prodemokrasi tapi bisa melenggang masuk gelanggang melalui alat demokrasi yang sah, yakni partai politikAy (Tempo, 12 Nov. AuPrabowo-Gibran, dengan demikian, menjadi kandidat paling buruk dalam sejarah Indonesia modern: produk gagal reformasi bersanding dengan anak haram konstitusi. Jika Gibran tak mundur, tatanan bernegara akan makin rusak karena Jokowi makin tergoda menyalahgunakan kekuasaan untuk memenangkan anaknyaAy (Tempo, 12 Nov. Frasa produk gagal reformasi digunakan untuk menjelaskan konsep generasi yang buruk pada peristiwa tahun 1998. Metafora Aoproduk gagal reformasiAo merujuk pada sosok Prabowo Subianto yang adalah salah satu tokoh yang terlibat pada masa itu. Tempo menceritakan bahwa Prabowo Subianto adalah sosok yang berusaha menumpas gerakan reformasi dengan cara menculik para aktivis pro-demokrasi. Menurut Tempo, fakta tersebut menjadi semakin ironis karena Prabowo Subianto yang mengacak-acak demokrasi pada masa Orde Baru justru mempunyai tiket yang sah sebagai calon Presiden pada Pilpres 2024. Dari berbagai situasi sejarah yang melibatkan Prabowo Subianto pada masa Orde Baru. Tempo memberi label kepada Prabowo Subianto sebagai Aoproduk gagal reformasiAo. Tabel 3 di bawah ini menunjukkan bahwa frasa Aoproduk gagal reformasiAo pada ranah sumbernya mengacu pada konsep AogenerasiAo. AoburukAo, dan Aoperistiwa tahun 1998Ao. Kata AoprodukAo mempunyai makna literal sebagai suatu benda yang berwujud. Dalam konteks ini. AoprodukAo terkait dengan generasi yang juga berwujud, yaitu sekumpulan manusia yang berperan penting dalam era Orde Baru hingga Reformasi. Selanjutnya. AoprodukAo merupakan sesuatu yang didapatkan melalui Metafora ini membantu merefleksikan kata AogenerasiAo sebagai sekumpulan orang yang dididik dalam situasi yang sama. Dalam konteks ini, generasi Orde Baru adalah generasi yang mengalami situasi di masa Orde Baru secara langsung. AoProdukAo sebagai sebuah hasil merupakan barang yang siap untuk didistribusikan atau dijual. Makna ini membantu merefleksikan AogenerasiAo sebagai hasil dari didikan generasi sebelumnya, yaitu golongan yang telah melewati masa Orde Lama hingga Orde Baru. Seluruh makna tersebut mengacu pada Prabowo Subianto sebagai tokoh muda pada masa itu yang merupakan Jenderal Tentara yang menjadi kepanjangan tangan dari Soeharto, presiden pada masa Orde Baru. Prabowo sebagai generasi pada masa tersebut diumpamakan oleh Tempo sebagai produk pada masa Orde Baru hingga Reformasi. Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 Tabel 3. Ranah sumber dan ranah target AuProduk Gagal ReformasiAy RANAH SUMBER AuPRODUK GAGAL REFORMASIAy A A A PRODUK hasil: barang jadi GAGAL tidak sesuai standar produksi tidak tercapai kualitasnya RANAH TARGET AuGENERASI YANG BURUK SETELAH MASA ORDE BARUAy GENERASI A manusia A dididik A turunan BURUK REFORMASI tidak bermoral tidak ideal tidak memenuhi harapan PERISTIWA 1998 unjuk Rasa besar tragedi Trisakti Soeharto mengundurkan diri pemilu demokratis Berikutnya adalah kata AogagalAo, yang makna literalnya adalah kualitas yang tidak sesuai dengan standar produksi. Makna ini merefleksikan orang tertentu pada satu generasi dengan kualitas yang tidak memenuhi harapan. Metafora Aoproduk gagalAo menunjukkan bahwa dalam suatu masa produksi ada produk yang berkualitas buruk. Tempo merefleksikan metafora ini pada Prabowo Subianto sebagai tokoh yang tidak memenuhi harapan masyarakat. Dalam hal ini. Tempo menggunakan kata yang biasanya digunakan pada ranah industri untuk ranah politik. Selanjutnya, kata AoreformasiAo melengkapi metafora Aoproduk gagalAo yang menunjukkan sebuah momentum. Reformasi sebagai momentum tahun 1998 merujuk pada peristiwa-peristiwa besar di Indonesia, yaitu unjuk rasa mahasiswa yang menuntut reformasi pemerintah dan tragedi Trisakti yang menyebabkan tewasnya empat mahasiswa Universitas Trisakti. Reformasi juga berarti perubahan, dan makna ini digaungkan sebagai tujuan dari para demonstran untuk melengserkan Soeharto yang telah menjabat selama 32 tahun. Dengan demikian. Aoproduk gagal reformasiAo dalam konteks ini digunakan untuk merefleksikan generasi yang buruk pada 1998. Metafora ini digunakan Tempo untuk menunjukkan bahwa Prabowo Subianto adalah seseorang dari generasi yang buruk padahal ia telah melalui demokrasi di masa Orde baru. Berdasarkan ranah sumber dan ranah target di atas, skema citra metafora Aoproduk gagal reformasiAo termasuk dalam kategori IDENTITY Ae MATCHING. Tempo mencocokkan elemenelemen pada produk gagal reformasi untuk menjelaskan konsep generasi yang buruk pada peristiwa tahun 1998. Pemburu Kekuasaan AuPrabowo Subianto yang manut pada skenario Jokowi membuktikan ia bukan negarawan, melainkan hanya pemburu kekuasaan. Majalah ini, pada 2013, pernah menyebut Prabowo sebagai produk gagal reformasi. Ia jenderal tentara yang menjadi bagian mesin kekuasaan Orde Baru. Ia pula yang berusaha menumpas gerakan reformasi dengan menculik para aktivis Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami prodemokrasi tapi bisa melenggang masuk gelanggang melalui alat demokrasi yang sah, yakni partai politikAy (Tempo, 12 Nov. Metafora Aopemburu kekuasaanAo merefleksikan konsep seorang oportunis yang mengejar jabatan sebagai Presiden. Jejak Prabowo yang mengikuti tiga kali kontestasi Pilpres direfleksikan oleh Tempo sebagai Aopemburu kekuasaanAo dan bukan negarawan, karena pada pencalonannya yang ketiga, ia justru mengikuti skenario yang dibuat oleh Jokowi, padahal Jokowi adalah lawannya pada dua Pilpres sebelumnya. Menurut Tempo. Prabowo adalah orang yang paling diuntungkan pada Pilpres 2024 karena mendapat dukungan langsung dari Jokowi. Dukungan Jokowi kepadanya disebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citranya. Tabel 4. Ranah sumber dan ranah target AuPemburu KekuasaanAy RANAH SUMBER AuPEMBURU KEKUASAANAy RANAH TARGET AuOPORTUNIS PEMERINTAHAy PEMBURU OPORTUNIS hewan dimakan hewan dijual A A A A A A A A A A KEKUASAAN keuntungan pribadi dukungan publik PEMERINTAH hak memerintah bertanggung jawab reputasi sosial kedudukan tinggi Tabel 4 menunjukkan bahwa metafora AopemburuAo menjelaskan konsep seseorang yang Pemburu pada dasarnya memiliki sifat yang ambisius, kompetitif, dan strategis. Sifat tersebut merefleksikan sifat yang sama dari seorang oportunis sebagai pribadi yang ambisius, kompetitif, dan strategis. Sifat AopemburuAo ditumpangkan oleh Tempo kepada Prabowo Subianto yang mengikuti kontestasi Pilpres hingga ketiga kalinya. Selanjutnya, target yang dituju oleh pemburu adalah hewan yang dapat dimakan atau dijual, sedangkan target dari seorang oportunis adalah jabatan, keuntungan pribadi, kekuasaan, dukungan publik, atau citra. Metafora AopemburuAo yang digunakan dalam konteks ini berasal dari ranah hutan sebagai alam bebas tempat hewan liar berada, sedangkan konsep dari oportunis identik dengan kehidupan sosial dan politik. Selanjutnya adalah AokekuasaanAo. Kekuasaan sebagai metafora menjelaskan konsep jabatan dalam pemerintahan, yang dalam konteks ini adalah jabatan Presiden yang ingin didapatkan oleh Prabowo Subianto. Kekuasaan memiliki hak untuk memerintah dan begitu juga dengan jabatan sebagai Presiden yang mempunyai hak untuk memerintah. Kekuasaan juga dapat Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 diasosiasikan dengan kapital dan kekayaan. Aspek ini membantu menjelaskan mengapa jabatan tersebut menjadi sesuatu yang dikejar karena turut mendapatkan reputasi sosial dan kedudukan yang tinggi. Kekuasaan bisa berada dalam lingkup apa pun dalam sebuah instansi atau pemerintahan, sedangkan jabatan sebagai pejabat pemerintah ada pada lingkup negara. Elemen-elemen yang dimiliki pemburu bertumpang tindih dengan konsep oportunis. Pemburu yang awalnya menargetkan hewan-hewan di hutan ditumpangkan dengan elemen kekuasaan sehingga mempunyai target tujuan lain yaitu kapital dan kekayaan. Tumpang tindih antar elemen tersebut membuat identitas baru pada metafora pemburu yang mestinya berada di hutan menjadi pemburu yang ada di ranah politik sehingga menciptakan pemahaman yang Berdasarkan hal tersebut, skema citra dari metafora pemburu kekuasaan adalah IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION. Mesin Kekuasaan "Prabowo Subianto yang manut pada skenario Jokowi membuktikan ia bukan negarawan, melainkan hanya pemburu kekuasaan. Majalah ini, pada 2013, pernah menyebut Prabowo sebagai produk gagal reformasi. Ia jenderal tentara yang menjadi bagian mesin kekuasaan Orde Baru. Ia pula yang berusaha menumpas gerakan reformasi dengan menculik para aktivis prodemokrasi tapi bisa melenggang masuk gelanggang melalui alat demokrasi yang sah, yakni partai politikAy (Tempo, 12 Nov. Frasa mesin kekuasaan merupakan metafora karena kata mesin berasal dari ranah industri yang digunakan untuk menjelaskan konsep agen pemerintah yang berasal dari ranah Prabowo Subianto dalam pemberitaan Tempo disebutkan sebagai agen pemerintahan Orde Baru untuk menumpas gerakan reformasi dengan cara menculik para aktivis pro-demokrasi. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citranya. Tabel 5. Ranah sumber dan ranah target AuMesin KekuasaanAy A A A A A A A A A RANAH SUMBER AuMESINAy MESIN tidak memiliki emosi mempercepat proses KEKUASAAN A A A A A A A A A RANAH TARGET AuAGENAy AGEN memiliki emosi aktif melaksanakan tugas PEMERINTAH hak memerintah bertanggung jawab reputasi sosial kedudukan tinggi Tabel 5 menjelaskan metafora AomesinAo sebagai konsep AoagenAo. Mesin mempunyai makna literal benda, yang dalam ranah target merefleksikan sesuatu yang berwujud, yaitu manusia. Hakikat dari benda merupakan sesuatu yang tidak bernyawa sehingga tidak memiliki emosi. Agen merujuk pada manusia yang pada hakikatnya memiliki emosi. Metafora mesin yang dilekatkan Tempo pada sosok Prabowo Subianto direfleksikan sebagai mesin yang tidak memiliki emosi. Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami Mesin termasuk perkakas yang berfungsi untuk membantu seseorang dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu agar lebih mudah. Mesin merupakan perkakas yang dalam konsep agen memberikan makna literal sebagai perantara. Sebagai perkakas, mesin membantu manusia dalam mengerjakan sesuatu yang sulit dilakukan dengan tangan kosong, sedangkan perantara merupakan kepanjangan tangan atau delegasi dari seseorang yang mempunyai otoritas yang lebih tinggi. Ini juga sejalan dengan fungsi mesin yang membantu seseorang untuk mempercepat proses, sehingga metafora mesin membantu menjelaskan tugas agen sebagai seseorang yang diutus untuk aktif dalam pelaksanaan tugas. Dalam konteks yang disebutkan pada metafora ini. Tempo menggambarkan Prabowo Subianto sebagai agen yang maknanya bertumpang tindih dengan mesin sebagai benda yang tidak memiliki emosi dan menjadi kepanjangan tangan Soeharto pada era Orde Baru. Kata lainnya yang berpasangan dengan mesin adalah kekuasaan. Metafora kekuasaan pada pembahasan metafora ini sama dengan pembahasan pada metafora pemburu kekuasaan pada Tabel 4, yaitu pemerintah. Prabowo Subianto direfleksikan sebagai mesin pemerintah Orde Baru yang sedang berkuasa kala itu. Elemen-elemen yang terdapat pada mesin bertumpang tindih pada agen dan menciptakan identitas baru yang lebih kompleks. Mesin yang berada pada ranah industri sebagai mesin produksi, mesin cetak, atau semacamnya ditumpangkan pada ranah politik sebagai alat untuk membantu kekuasaan sehingga menjadi metafora mesin kekuasaan. Dengan demikian, metafora mesin kekuasaan digunakan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang Prabowo Subianto sebagai Agen Pemerintah pada masa Orde Baru untuk menumpas gerakan-gerakan reformasi atas perintah Presiden Soeharto. Metafora ini menjadi lebih kompleks karena menghilangkan sisi kemanusiaan dan digantikan dengan benda yang melakukan tugas sesuai dengan perintah penguasa. Atas dasar analisis tersebut, skema citra dari metafora mesin kekuasaan adalah IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION. Kue kekuasaan AuBerbagai kecurangan dalam pemilihan presiden 2024 seharusnya lebih cukup untuk jadi alasan bagi Dewan Perwakilan Rakyat mengajukan hak angket. Di tengah pembagian kue kekuasaan setelah pemilihan umum, elite partai politik diuji: memilih untuk menjaga kesehatan demokrasi Indonesia atau sekedar memburu kursi demi kepentingan merekaAy (Tempo, 25 Feb. AuKeseriusan itu teruji di tengan pembagian kue kekuasaan setelah pemilu. Presiden Jokowi telah memasukkan Partai Demokrat ke pemerintahan, dengan menjadikan ketua umumnya. Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Koalisi Prabowo-Gibran juga hampir dipastikan mengajak partai anggota koalisi lain untuk bergabung dengan pemerintahan mendatang atas nama stabilitas politik. Tawaran posisi ini membuat elite partai bisa jadi tidak akan serius mempersoalkan aneka kecurangan yang terjadi selama proses pemilihan presiden. Mereka bahkan akan menggunakannya sebagai alat tawar-menawar. Apalagi, kecuali PKS, semua partai kini masih menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi. Ay (Tempo, 25 Feb. Frasa kue kekuasaan merupakan metafora karena memberikan gambaran konkrit yang berasal dari ranah makanan untuk menjelaskan konsep jabatan yang ada pada ranah politik. Pembagian kue kekuasaan pada artikel yang ditulis oleh Tempo digunakan untuk menjelaskan situasi politik di Indonesia setelah hari pemilihan. Partai-partai politik di luar koalisi Prabowo- Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 Gibran mestinya dapat mengajukan hak angket untuk mengusut kecurangan pemilu. Namun kenyataannya, partai-partai tersebut tergoda dengan ajakan Prabowo-Gibran untuk bergabung dengan pemerintahan atas nama stabilitas politik. Artikel tersebut menjelaskan situasi partaipartai yang tergoda oleh pembagian jabatan dalam pemerintahan. Atas dasar situasi tersebut. Tempo menggunakan metafora kue kekuasaan untuk menjelaskan konsep jabatan pemerintah. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citranya. Tabel 6. Ranah sumber dan ranah target AuKue KekuasaanAy A RANAH SUMBER AuKUEAy KUE RANAH TARGET AuJABATANAy JABATAN o memiliki nilai o memiliki kuasa o ada kebanggaan o ada keuntungan A o asam o asin o manis A A A o besar o kecil o sedang hidangan seremonial: o ulang tahun o pernikahan hidangan penutup o dipotong o dibagikan KEKUASAAN A posisi/kedudukan: o tinggi o rendah periode/waktu A A o diberhentikan o diberikan PEMERINTAH hak memerintah bertanggung jawab reputasi sosial kedudukan tinggi A A A A A A A A A A Metafora AokueAo dianggap sebagai AojabatanAo. Pemetaan metafora AokueAo dan AojabatanAo dimulai dengan mencari makna literal setiap kata. AoKueAo tergolong jenis makanan, dan makanan merupakan kebutuhan primer manusia untuk hidup. Apabila dikaitkan dengan konsep jabatan, kue dapat dikonseptualisasikan sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kue memiliki berbagai macam rasa, seperti asam, asin, dan manis. Rasa beragam dari kue membuat kue menjadi sesuatu yang enak untuk dinikmati. Kue juga biasanya dibuat dengan bentuk yang menarik sehingga banyak orang ingin mencoba atau memakannya. Makna literal dari kue dengan rasa asam, asin, dan manis tersebut membantu menjelaskan konsep kata jabatan sebagai sesuatu yang memiliki prestise. Prestise dalam konteks jabatan adalah sesuatu yang memiliki nilai, kekuasaan, kebanggaan, dan keuntungan. Makna ini diproyeksikan pada ranah target bahwa jabatan menjadi sesuatu yang menarik karena memiliki unsur-unsur tersebut, dan hal ini berkorelasi dengan jabatan yang menggiurkan. Dari aspek dimensi, makna literal dari kue yaitu Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami berukuran besar, kecil, dan sedang. Aspek tersebut membantu memproyeksikan kata jabatan yang memiliki posisi atau kedudukan yang tinggi maupun rendah. Ragam dari ukuran kue menunjukkan perbedaan strata pada suatu jabatan. Kue sebagai hidangan yang bersifat seremonial biasanya ada pada momentum ulang tahun dan pernikahan. Makna ini dalam konsep jabatan dikonseptualisasikan seperti periode atau waktu yang berhubungan dengan momentum. Begitu pula dengan jabatan yang dapat bersifat seremonial pada suatu kegiatan, sehingga terbatas pada suatu periode atau waktu. Secara urutan, kue menjadi makanan yang dinikmati sebagai hidangan Dalam konsep jabatan, ini menjadi sebuah imbalan yang diberikan setelah sesuatu selesai dikerjakan. Selanjutnya, kue dapat dipotong dan dibagikan. Aktivitas ini membantu menjelaskan konsep jabatan sebagai sesuatu yang bisa diberhentikan atau diberikan. Berdasarkan elemen-elemen tersebut, kue menjelaskan bagaimana konsep jabatan yang diperebutkan oleh koalisi dan non-koalisi dari Prabowo-Gibran. Alih-alih membuat hak angket berhasil, imingiming kue menjadi perebutan partai-partai yang semula tidak mendukung pasangan Prabowo Gibran. Kata yang mendampingi metafora kue adalah kekuasaan. Kata tersebut pada konteks ini mempunyai kesamaan dengan metafora pemburu kekuasaan pada Tabel 4 dan mesin kekuasaan pada Tabel 5. Metafora kekuasaan dalam hal ini adalah pemerintah. Elemen-elemen yang terdapat pada kue bertumpang tindih dengan metafora jabatan. Kue yang berasal dari ranah makanan digunakan untuk memperjelas menariknya sebuah jabatan yang bersanding dengan kekuasaan. Atas dasar tersebut, skema citra yang terbangun dalam metafora kue kekuasaan adalah IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION. Metafora kue yang ditumpangkan pada kekuasaan menjadi identitas baru yang lebih kompleks dengan membuat variasi baru yang disebut kue kekuasaan. Metafora ini digunakan agar pembaca Tempo dapat memahami betapa menggiurkannya jabatan pemerintah hingga diperebutkan. Dagang Sapi AuTiap lima tahun, politik dagang sapi berulang terjadi di Indonesia. Praktik tawar-menawar kursi kabinet itu terjadi antara partai politik dan calon presiden yang dinyatakan menang oleh Komisi Pemilihan Umum. Partai meminta jatah berdasarkan tetes keringat yang mereka jatuhkan untuk memenangkan si kandidat. Partai non koalisi ditawari jabatan agar AujinakAy di badan legislatif kelakAy (Tempo, 2024. AuDengan hak prerogatifnya. Prabowo punya kesempatan membentuk kabinet zaken, cabinet ahli yang tak pernah terwujud dalam politik Indonesia sejak awal kemerdekaan. Kabinet zaken bisa ia manfaatkan untuk memperbaiki Republik dan memikat publik pada pemilu lima tahun lagi. Karena itu. AurekonsiliasiAy-nya dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh patut Politik dagang sapi telah dimulai dan kita belum boleh optimis pada masa depan IndonesiaAy (Tempo, 24 Maret 2. Paragraf di atas adalah penggalan dari opini yang berjudul AuDagang Sapi Politik IndonesiaAy. Frasa dagang sapi merupakan metafora karena dagang sapi berasal dari ranah peternakan, namun dalam hal ini digunakan untuk menjelaskan situasi politik di Indonesia. Tempo mengatakan bahwa politik di Indonesia masih berlandaskan pada politik dagang sapi. Metafora tersebut digunakan untuk memperjelas situasi Pemilu di Indonesia setiap tahunnya dengan mengumbar janji besar bagi-bagi jabatan jika terpilih. Cara tersebut digunakan untuk membentuk koalisi partai pendukung yang di kemudian hari mengisi jabatan-jabatan Menteri atau jabatan Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 lainnya dalam pemerintahan. Tempo menjelaskan situasi tersebut dengan menggunakan metafora dagang sapi. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citranya. Tabel 7. Ranah sumber dan ranah target AuDagang SapiAy RANAH SUMBER AuDAGANG SAPIAy DAGANG A barang dengan barang A barang dengan uang tawar-menawar jual-beli RANAH TARGET AuJANJI BESARAy JANJI A suara dengan jabatan A suara dengan hadiah A negara A provinsi A kota/kabupaten. A kecamatan. A kelurahan/desa. A negosiasi A transaksi BESAR A ukuran kedudukan A Menteri A kepala daerah A komisaris A mewah A nilai A kuasa SAPI ukuran besar A Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa metafora dagang sapi digunakan untuk menjelaskan konsep janji besar. Kata dagang memiliki makna literal AobarterAo yang berkorelasi dengan kata AoimbalanAo pada ranah target. Imbalan dalam konteks politik merupakan sesuatu yang didapatkan setelah memberikan sesuatu. Barter dalam konsep dagang adalah menukar barang dengan barang atau menukar barang dengan uang. Dalam konteks politik, ini berkorelasi dengan pertukaran secara transaksional, yaitu menukar suara dengan jabatan atau menukar suara dengan hadiah. Dagang merupakan aktivitas yang terjadi di pasar atau toko. Metafora ini membantu menjelaskan konsep janji sesuai konteks pilpres yang melibatkan wilayah negara, provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa, dan wilayah-wilayah kecil lainnya. Kemudian aktivitas yang menyertai kata dagang adalah tawar-menawar dan jual beli. Kata ini dianggap berkorelasi dengan aktivitas negosiasi dan transaksi pada ranah target. Dari serangkaian makna tersebut, dagang yang bersifat transaksional menjadi gambaran Pilpres yang terjadi setiap lima tahun sekali terutama pada Pilpres 2024 ini. Selanjutnya adalah metafora AosapiAo yang merefleksikan sesuatu yang besar. Kata AosapiAo merujuk pada hewan berukuran besar dan mahal harganya. Ukuran dalam ranah target dianggap sebagai ukuran dari suatu kedudukan yang besar atau tinggi, seperti menteri, kepala daerah, atau Kemudian makna literal AomahalAo dianggap sebagai AoprestiseAo yang dikaitkan dengan sesuatu yang mewah, bernilai, dan berkuasa. Metafora ini menunjukkan bentuk dari janji-janji dalam setiap momentum Pilpres melalui ukuran sapi sebagai hewan yang besar, gemuk, dan Metafora dagang sapi dalam konteks ini direfleksikan sebagai janji besar atau mulukmuluk. Pada konteks Pemilu 2024, metafora dagang sapi menjadi sebuah ajang janji besar setiap Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami lima tahun sekali untuk partai/organisasi koalisi bahkan non-koalisi dengan tujuan menjinakkan. Dalam hal ini. Tempo memberikan IDENTITY konsep janji besar dengan sesuatu yang jelas pada pengalaman yaitu dagang sapi. Hal ini menunjukkan sisi MATCHING atau pencocokan antara metafora dagang sapi dengan janji besar. Tawar Menawar Kursi Kabinet AuTiap lima tahun politik dagang sapi berulang terjadi di Indonesia. Praktik tawar menawar kursi kabinet itu terjadi antara partai politik dan calon presiden yang dinyatakan menang oleh Komisi Pemilihan Umum. Partai meminta jatah berdasarkan tetes keringat yang mereka jatuhkan untuk memenangkan si kandidat. Partai non koalisi ditawari jabatan agar AujinakAy di badan legislatif kelakAy (Tempo, 24 Maret 2. Paragraf di atas adalah penggalan opini yang berjudul AuDagang Sapi Politik IndonesiaAy. Frasa tawar menawar kursi merupakan ungkapan metaforis karena frasa tersebut berasal dari ranah perdagangan namun digunakan untuk menjelaskan konsep pada ranah politik. KPU secara resmi mengumumkan bahwa pemenang pemilu adalah pasangan Prabowo-Gibran. Partai-partai koalisi sibuk melakukan tawar menawar kursi. Tawar menawar kursi bukanlah makna harfiah berupa transaksi jual beli di pasar, melainkan negosiasi jabatan untuk menduduki jabatan-jabatan dalam pemerintahan. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target, dan skema citranya. Tabel 8. Ranah sumber dan ranah target AuTawar Menawar Kursi KabinetAy A A RANAH SUMBER AuTAWAR-MENAWAR KURSIAy TAWAR MENAWAR harga yang sesuai A A A KURSI tempat duduk besar, kecil, sedang event/kegiatan A A A A A RANAH TARGET AuNEGOSIASI JABATANAy NEGOSIASI JABATAN memberikan nilai memberikan kuasa ada kebanggaan ada keuntungan A tinggi, rendah Tabel 8 menunjukkan bahwa metafora tawar menawar kursi digunakan untuk menjelaskan konsep negosiasi jabatan yang terjadi dalam dunia politik. Makna literal menawar dalam ranah sumber dikonseptualisasikan dengan aktivitas berunding pada negosiasi. Pada ranah sumber, tujuannya adalah untuk mendapatkan harga yang sesuai, sedangkan pada ranah target tujuannya adalah untuk mendapatkan kesepakatan yang diinginkan. Tawar menawar adalah frasa yang sering digunakan di pasar maupun toko, sedangkan negosiasi dekat dengan tempat seperti lembaga, pemerintahan, atau organisasi. Metafora tawar-menawar yang berada pada ranah Linguistik Indonesia. Volume ke-43. No. Februari 2025 perdagangan merefleksikan makna negosiasi yang dilakukan partai-partai koalisi PrabowoGibran sebagai pemenang pemilu melalui tetes keringat yang dikeluarkan. Kata selanjutnya adalah metafora kursi yang dikonseptualisasikan sebagai jabatan. Kursi mempunyai makna literal tempat duduk. Makna literal tersebut merefleksikan konsep dari jabatan sebagai posisi dalam suatu instansi. Kursi sebagai tempat duduk memberikan kenyamanan, begitu pula dengan jabatan yang mempunyai nilai, kuasa, kebanggaan, dan keuntungan. Kursi memiliki beragam ukuran, seperti besar, kecil, dan sedang. Jabatan memiliki kedudukan berupa tinggi atau Kursi dalam jumlah banyak digunakan untuk kegiatan tertentu. Begitu juga dengan jabatan yang dalam skala besar diperebutkan atau dibagikan dalam momen lima tahunan, yaitu Pemilu. Makna kursi dalam konteks politik tak hanya dipahami dengan wewenang, tetapi juga kursi dalam bentuk sesungguhnya yang dikhususkan untuk jabatan tertentu seperti Menteri. Wakil Menteri, atau jabatan-jabatan tinggi lainnya. Metafora kursi bertumpang tindih dengan konsep jabatan karena telah dipahami sebagai makna yang kompleks dalam ranah politik. Metafora tawar menawar kursi digunakan dalam konteks Pilpres untuk menjelaskan konsep negosiasi jabatan yang dilakukan oleh partai politik dan calon presiden. Skema citra metafora ini masuk dalam kategori IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION karena menciptakan identitas baru yang mengandung informasi dari citra asli kursi. Darah Biru di PDI Perjuangan AuSebagai petugas partai dan presiden yang tak punya darah biru di PDI Perjuangan, sepuluh tahun silam Jokowi menyadari posisi politiknya lemah. Karena itu, ia menciptakan koalisi besar. Kue Menteri ia berikan kepada tokoh di luar partai yang menyumbangkan logistic dalam pemenangan pemilihan presiden . Di DPR. Jokowi mendapat dukungan 80 persen. Politik pun mati karena DPR, meminjam syair Iwan Fals, sekadar nyanyian lagu setujuAy (Tempo, 24 Maret Paragraf di atas adalah penggalan opini yang berjudul AuDagang Sapi Politik IndonesiaAy. Frasa AuDarah Biru PDI PerjuanganAy merupakan metafora karena frasa tersebut berasal dari ranah kerajaan atau aristokrasi, namun pada konteks ini digunakan untuk menjelaskan situasi politik, khususnya pada salah satu partai. Metafora tersebut menjelaskan konsep pengagungan keturunan Soekarno dalam partai PDI Perjuangan (PDIP). Situasi tersebut direfleksikan oleh Tempo dengan metafora darah biru. Berikut pemetaan ranah sumber, ranah target dan skema citranya. Tabel 9. Ranah sumber dan ranah target AuProduk Gagal ReformasiAy A A A A RANAH SUMBER AuDARAH BIRUAy sebagai raja RANAH TARGET AuKETURUNAN SOEKARNOAy keturunan Presiden pertama dihormati atas jasa besar sebagai Ketua Umum Pada Tabel 9, metafora darah biru digunakan untuk menunjukkan konsep keturunan Soekarno yang begitu kental dengan ideologi dan sejarah PDIP. Makna literal bangsawan membantu mengkonseptualisasi keturunan dari Presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Ini menunjukkan adanya hubungan darah yang tidak bisa dipungkiri. Darah biru dalam Mas Uliatul Hikmah. Hermina Sutami masyarakat adalah seseorang yang dimuliakan. Di Indonesia, khususnya PDI Perjuangan, trah Soekarno adalah keturunan yang dihormati karena peran besar Soekarno dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Sesorang yang berdarah biru kerajaan mempunyai tugas untuk menjaga tradisi-tradisi yang telah ada. Dalam hal ini. PDI Perjuangan menjaga semangat nasionalisme melalui ajaran-ajaran Soekarno, yaitu Marhaenisme. Selain itu, darah biru atau keturunan bangsawan biasanya menempati posisi-posisi penting di kerajaan. Hal ini dianggap sebagai tradisi turun temurun untuk menjaga marwah kerajaan. Pada PDI Perjuangan, keturunan Soekarno mendapatkan posisi-posisi penting dalam partai, seperti Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, namun ini juga karena Megawati adalah pendiri dari partainya. Situasi pada penggunaan metafora tersebut menunjukkan posisi Jokowi yang bukan merupakan keturunan dari Soekarno. Jokowi sadar bahwa posisi politiknya lemah sehingga ia membuat koalisi besar untuk mewujudkan tujuannya pada Pilpres 2024. Berdasarkan uraian tersebut, skema citra yang muncul dalam metafora Darah Biru di PDI Perjuangan adalah IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION. Konsep darah biru ditumpangkan pada ide elitisme dalam partai PDI Perjuangan yang pendirinya adalah anak dari Soekarno. KESIMPULAN Penelitian tentang metafora konseptual dalam wacana politik Pilpres 2024 menunjukkan bahwa majalah Tempo secara strategis menggunakan metafora untuk mempengaruhi opini publik. Berdasarkan delapan metafora yang telah dianalisis, ditemukan dua jenis skema citra IDENTITY, . Skema Citra IDENTITY Ae MATCHING didapatkan melalui pemetaan ranah target dari metafora dan ranah sumber dari konsep yang ingin dijelaskan. Dari ranah tersebut ditemukan bahwa metafora memiliki kecocokan elemen-elemen untuk menjelaskan konsep dari realitas politik yang relevan secara langsung. Metafora dari skema citra IDENTITY Ae MATCHING adalah: Anak Haram Konstitusi. Produk Gagal Reformasi, dan Politik Dagang Sapi. Skema citra IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION didapatkan melalui pemetaan ranah target dari metafora dan ranah sumber dari konsep yang ingin dijelaskan. Dari kedua ranah tersebut ditemukan bahwa antar ranah sumber dan ranah target bertumpang tindih dan membentuk gambaran baru yang lebih kompleks. Metafora dari skema citra IDENTITY Ae SUPERIMPOSITION adalah: Pemburu Kekuasaan. Mesin Kekuasaan. Kue Kekuasaan. Tawar Menawar Kursi, dan Darah Biru di PDI Perjuangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa metafora konseptual digunakan media Tempo untuk menyederhanakan konsep abstrak, memperkuat citra, dan menyampaikan kritik terhadap fenomena politik secara lebih efektif. CATATAN Penulis berterima kasih kasih kepada mitra bestari yang telah memberikan saran-saran berharga untuk perbaikan makalah ini. DAFTAR PUSTAKA