https://greenpub. org/JPMPT. Vol. No. Oktober - Desember 2025 DOI: https://doi. org/10. 38035/jpmpt. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Penyuluhan Strategi Distribusi dan Rantai Pasok Pupuk Organik untuk Mendorong Peningkatan Penjualan pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) RPTA Meruya Jakarta Barat Agung Suprayitno1. Lutfi Alhazami2 Universitas Dian Nusantara. Indonesia, agung. suprayitno@dosen. Universitas Dian Nusantara. Indonesia, lutfi. alhazami@dosen. Corresponding Author: agung. suprayitno@dosen. Abstract: Organic fertilizer plays an important role in supporting sustainable agriculture. however, improvements in product quality are not always accompanied by increased sales performance, particularly in community-based enterprises. This activity was conducted at the Community Empowerment Institution through Demo Care in RPTA West Jakarta, which faces limitations in distribution strategy and supply chain management. The objective of this study was to identify existing distribution and supply chain conditions and to evaluate the role of counseling in improving participantsAo understanding. The method used was a community service approach with descriptive and evaluative methods involving 47 Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments supported by observation and discussion. The results showed that participantsAo initial understanding ranged from 38Ae45 percent in the pre-test, which increased to 83Ae96 percent in the post-test across all evaluated aspects. The highest improvement occurred in inventory management with an increase of 57. 4 percent. The study concludes that counseling is an effective nonformal educational approach to enhance human resource capacity and serves as an initial step toward improving distribution and supply chain management practices in community-based organic fertilizer enterprises. Keyword: distribution strategy, supply chain management, organic fertilizer, community Abstrak: Pupuk organik memiliki peran penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan, namun peningkatan kualitas produk belum selalu diikuti dengan peningkatan kinerja penjualan, khususnya pada usaha berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat melalui Demo Care di RPTA Jakarta Barat yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan distribusi dan rantai pasok pupuk organik. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi kondisi strategi distribusi dan manajemen rantai pasok serta mengevaluasi peran penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman pengelola dan Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan deskriptif dan evaluatif yang melibatkan 47 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre- 333 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT. Vol. No. Oktober - Desember 2025 test dan post-test yang didukung oleh observasi dan diskusi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman awal peserta berada pada kisaran 38Ae45 persen dan meningkat menjadi 83Ae96 persen setelah penyuluhan pada seluruh aspek yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada pengelolaan persediaan sebesar 57,4 persen. Kesimpulannya, penyuluhan efektif sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan menjadi dasar awal perbaikan pengelolaan distribusi dan rantai pasok pupuk organik berbasis pemberdayaan Kata Kunci: strategi distribusi, manajemen rantai pasok, pupuk organik, pemberdayaan PENDAHULUAN Pupuk organik memiliki peran strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan karena mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi dampak lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia sintetis. Namun demikian, peningkatan kualitas produk pupuk organik belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kinerja penjualan, khususnya pada unit usaha berbasis komunitas. Di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melalui Demo Care di RPTA Jakarta Barat, pupuk organik telah diproduksi namun masih dalam skala kecil, dan jangkauan pasar masih terbatas akibat kendala dalam hal strategi distribusi dan pengelolaan rantai pasok. Distribusi merupakan bagian penting dari manajemen rantai pasok . upply chai. yang berfungsi menyalurkan produk dari produsen ke konsumen secara tepat waktu, dalam jumlah yang sesuai, dan dengan biaya yang efisien. Ketidaktepatan strategi distribusi dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, penumpukan persediaan, serta meningkatnya biaya logistik yang berdampak negatif terhadap penjualan. Kotler dan Keller . menyatakan bahwa distribusi merupakan elemen penting dalam bauran pemasaran yang menentukan kemudahan akses konsumen terhadap produk. Dalam konteks pupuk organik, efektivitas distribusi juga berpengaruh terhadap kualitas produk karena karakteristiknya yang sensitif terhadap waktu simpan dan kondisi Manajemen rantai pasok didefinisikan sebagai koordinasi sistematis terhadap aliran material, informasi, dan keuangan yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemasok hingga konsumen akhir (Mentzer et al. , 2. Chopra dan Meindl . menegaskan bahwa tujuan utama manajemen rantai pasok adalah menciptakan nilai melalui integrasi perencanaan permintaan, produksi, persediaan, dan distribusi. Dalam konteks agribisnis dan produk pertanian. Waluyo . menekankan bahwa penguatan manajemen rantai pasok berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperlancar aliran distribusi, serta meningkatkan kinerja penjualan melalui keterpaduan antar pelaku rantai pasok. Hasil penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa desain jaringan distribusi yang tepat berkontribusi signifikan terhadap kinerja rantai pasok. Abdul dan Evitha . menyatakan bahwa perancangan jaringan distribusi yang terintegrasi mampu meningkatkan efektivitas penyaluran produk, menekan biaya distribusi, serta memperbaiki tingkat pelayanan kepada Temuan tersebut relevan dengan kondisi LPM RPTA Jakarta Barat yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan saluran distribusi pupuk organik, sehingga diperlukan penguatan pemahaman dan penerapan konsep distribusi dan rantai pasok yang sesuai dengan skala dan karakteristik lembaga. Pada tingkat lembaga pemberdayaan masyarakat, keterbatasan pemahaman terhadap konsep dan praktik distribusi serta manajemen rantai pasok sering kali menjadi penghambat dalam pengembangan usaha. Oleh 334 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT. Vol. No. Oktober - Desember 2025 karena itu, penyuluhan dipandang sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelola dan anggota LPM. Penyuluhan merupakan proses pembelajaran nonformal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran agar mampu mengadopsi inovasi secara mandiri (Mardikanto, 2. Melalui penyuluhan strategi distribusi dan rantai pasok pupuk organik, diharapkan pengelola LPM RPTA Jakarta Barat mampu memahami keterkaitan antara perencanaan pasokan, pengelolaan persediaan, dan strategi distribusi sehingga terjadi perbaikan pengelolaan penyaluran produk dan peningkatan penjualan. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan kegiatan ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kondisi dan karakteristik strategi distribusi serta pengelolaan rantai pasok pupuk organik yang diterapkan pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melalui Demo Care di RPTA Jakarta Barat saat ini? Bagaimana peran kegiatan penyuluhan strategi distribusi dan rantai pasok dalam meningkatkan pemahaman pengelola dan anggota LPM serta mendorong perbaikan pengelolaan penyaluran pupuk organik di RPTA Jakarta Barat? METODE Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan deskriptif dan evaluatif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi awal strategi distribusi dan pengelolaan rantai pasok pupuk organik yang diterapkan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melalui Demo Care di RPTA Jakarta Barat, sedangkan pendekatan evaluatif digunakan untuk menilai peningkatan pemahaman peserta setelah pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Subjek kegiatan adalah anggota Demo Care yang terlibat dalam produksi dan penyaluran pupuk organik di LPM RPTA Jakarta Barat. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan sekaligus menjadi responden evaluasi adalah sebanyak 47 orang. Seluruh peserta dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tanpa dilakukan pemilihan sampel, mengingat jumlah anggota yang terbatas dan tujuan kegiatan yang bersifat peningkatan kapasitas komunitas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di lingkungan RPTA Jakarta Barat sebagai lokasi operasional LPM melalui Demo Care. Pelaksanaan kegiatan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi hasil, yang dilakukan dalam satu rangkaian kegiatan terstruktur pada tahun pelaksanaan. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi instrumen evaluasi dan instrumen pendukung. Instrumen evaluasi berupa soal pre-test dan post-test yang dirancang untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait konsep dasar manajemen rantai pasok, strategi distribusi, serta keterkaitannya dengan pengelolaan persediaan dan peningkatan penjualan pupuk organik. Instrumen pendukung berupa lembar observasi dan panduan diskusi digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan distribusi serta menggali pengalaman peserta dalam praktik penyaluran produk selama ini. Prosedur pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi awal dan diskusi singkat dengan pengelola LPM untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam distribusi dan rantai pasok pupuk organik. Selanjutnya, peserta diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan penyuluhan yang mencakup penyampaian materi konsep manajemen rantai pasok, strategi distribusi yang sesuai dengan skala usaha komunitas, serta diskusi interaktif yang mengaitkan materi dengan kondisi nyata di lapangan. Setelah kegiatan penyuluhan selesai, peserta diberikan post-test sebagai bentuk evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah kegiatan. 335 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT. Vol. No. Oktober - Desember 2025 Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pre-test dan post-test dianalisis dengan membandingkan skor rata-rata untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Data hasil observasi dan diskusi dianalisis secara naratif untuk memperkuat pemahaman mengenai kondisi distribusi dan rantai pasok pupuk organik serta respon peserta terhadap materi yang diberikan. Melalui metode pelaksanaan ini, kegiatan pengabdian diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola serta anggota LPM dalam menerapkan strategi distribusi dan manajemen rantai pasok pupuk organik yang lebih terencana, efisien, dan sesuai dengan karakteristik usaha berbasis komunitas. Foto Kegiatan Penyuluhan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Evaluasi pemahaman peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test yang terdiri atas empat pertanyaan utama terkait manajemen rantai pasok dan strategi distribusi pupuk Penilaian didasarkan pada jumlah peserta yang mampu menjawab dengan benar setiap pertanyaan. Jumlah peserta kegiatan adalah 47 orang. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pemahaman awal peserta masih relatif rendah, terutama pada aspek pengelolaan persediaan dan keterkaitan distribusi dengan peningkatan penjualan. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan, terjadi peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang diukur dengan variasi tingkat pemahaman antar Ringkasan hasil evaluasi disajikan pada tabel berikut. 336 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT. Vol. No. Oktober - Desember 2025 Tabel. Perubahan Tingkat Pemahaman Peserta Sebelum dan Sesudah Penyuluhan . = . Peserta Paham Peserta Paham Peningkatan Aspek yang Dinilai Pre-Test . Post-Test . Pemahaman (%) Konsep dasar manajemen rantai Strategi distribusi pupuk organik Pengelolaan persediaan produk Hubungan distribusi dengan peningkatan penjualan Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa sebelum kegiatan penyuluhan tingkat pemahaman peserta berada pada kisaran 38Ae45 persen. Setelah kegiatan, tingkat pemahaman meningkat menjadi sekitar 83Ae96 persen pada setiap aspek yang diukur. Variasi hasil posttest menunjukkan adanya perbedaan tingkat penyerapan materi antar topik, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pengelolaan persediaan produk. Pembahasan Hasil kegiatan ini menjawab rumusan permasalahan pertama terkait kondisi strategi distribusi dan pengelolaan rantai pasok pupuk organik di LPM RPTA Jakarta Barat. Rendahnya hasil pre-test menunjukkan bahwa distribusi dan rantai pasok selama ini belum dikelola berdasarkan pemahaman konseptual yang terintegrasi, melainkan masih bersifat operasional sederhana. Variasi hasil post-test menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan, meskipun tingkat pemahaman antar aspek tidak sepenuhnya seragam. Aspek pengelolaan persediaan menunjukkan peningkatan paling tinggi karena materi ini berkaitan langsung dengan permasalahan yang sering dihadapi peserta dalam praktik sehari-hari, seperti penyimpanan dan ketersediaan produk pupuk organik. Dengan demikian, rumusan permasalahan kedua mengenai peran kegiatan penyuluhan dapat terjawab. Penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pengelola dan anggota LPM terhadap konsep distribusi dan manajemen rantai pasok pupuk organik. Peningkatan pemahaman ini diharapkan menjadi dasar awal bagi perbaikan praktik distribusi secara lebih terencana dan berkelanjutan di LPM RPTA Jakarta Barat. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan strategi distribusi dan manajemen rantai pasok pupuk organik pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melalui Demo Care di RPTA Jakarta Barat menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam penyaluran pupuk organik bukan semata-mata pada kapasitas produksi, melainkan pada keterbatasan pemahaman pengelola dan anggota terhadap konsep distribusi dan rantai pasok yang terintegrasi. Kondisi awal menunjukkan bahwa distribusi masih dipahami sebagai aktivitas operasional sederhana, tanpa perencanaan persediaan dan keterkaitan dengan peningkatan penjualan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test membuktikan bahwa kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan pada seluruh aspek yang diukur, yaitu konsep dasar manajemen rantai pasok, strategi distribusi, pengelolaan persediaan, serta hubungan distribusi dengan kinerja penjualan. Peningkatan pemahaman ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi nonformal efektif digunakan sebagai langkah awal dalam memperbaiki pengelolaan distribusi pada usaha berbasis komunitas. Perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan ini memberikan kontribusi pada bidang teknik industri dan sains terapan, khususnya dalam penerapan prinsip manajemen rantai pasok dan distribusi pada skala usaha kecil dan komunitas. Penyuluhan berfungsi sebagai 337 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT. Vol. No. Oktober - Desember 2025 sarana transfer pengetahuan untuk menjembatani konsep manajemen rantai pasok dengan praktik operasional sederhana yang mudah dipahami dan diterapkan oleh pelaku usaha Dengan meningkatnya pemahaman tersebut. LPM memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan perencanaan distribusi yang lebih efisien, mengurangi potensi pemborosan, serta mendukung keberlanjutan penjualan pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan merupakan bagian penting dari perbaikan sistem distribusi dan rantai pasok, serta menjadi langkah strategis dalam pengembangan usaha pupuk organik berbasis pemberdayaan masyarakat. REFERENSI