Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA BERBASIS EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Gratia Wirata Laksmi1*. Emenina Tarigan2. Triana Rosalina Dewi3. Rahmat Ingkadijaya4 Institut Pariwisata Trisakti laksmi@iptrisakti. id1*, emenina@iptrisakti. trianadewi@iptrisakti. id3, rachmatingkadijaya@iptrisakti. ABSTRACT Dusun Sambirejo and Dusun Tapansari, located in Desa Watusigar. Ngawen Subdistrict. Gunung Kidul Regency. Central Java, hold considerable untapped creative economic potential, particularly in the tourism sector. This potential stems from the area's natural beauty, cultural traditions, and unique local products such as traditional hats, soy milk, horticultural snacks, recycled crafts, and herbal medicine. However, several challenges have been identified, including limited community skills in producing creative products, lack of knowledge regarding effective packaging techniques, and restricted market access. The goal of this community service activity is to strengthen the entrepreneurial capacity of the community through creative economy initiatives in both villages. The method employed is a participatory ethnographic approach, which provides an in-depth understanding of the social and cultural environment of the target community. The results of this initiative indicate a high potential for developing a creative economy based on the area's natural and cultural wealth. This potential can be optimized through innovations in attractive and environmentally friendly packaging, improvements in production efficiency, and broader marketing strategies, including digital These innovations are expected to enhance the economic value of local products, expand market access, and significantly contribute to the economic improvement of the community at both regional and national levels. Keywords: tourist village, creative tourist village, creative economy, product innovation, community service Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 ABSTRAK Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari, yang terletak di Desa Watusigar. Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Jawa Tengah, memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar dan belum dimanfaatkan, terutama di sektor pariwisata. Potensi ini berasal dari keindahan alam, tradisi budaya, dan produk lokal unik seperti topi tradisional, susu kedelai, camilan hortikultura, kerajinan daur ulang, dan obat herbal. Namun, beberapa tantangan telah teridentifikasi, termasuk keterbatasan keterampilan masyarakat dalam memproduksi produk kreatif, kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengemasan yang efektif, dan terbatasnya akses Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan masyarakat melalui inisiatif ekonomi kreatif di kedua desa tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan etnografis partisipatif, yang memberikan pemahaman mendalam tentang lingkungan sosial dan budaya komunitas sasaran. Hasil dari inisiatif ini menunjukkan potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kekayaan alam dan budaya daerah tersebut. Potensi ini dapat dioptimalkan melalui inovasi dalam pengemasan yang menarik dan ramah lingkungan, perbaikan efisiensi produksi, dan strategi pemasaran yang lebih luas, termasuk pemasaran digital. Inovasiinovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, memperluas akses pasar, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di tingkat regional maupun nasional. Kata Kunci: desa wisata, desa wisata kreatif, ekonomi kreatif, inovasi produk, pengabdian masyarakat Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENDAHULUAN Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan desa wisata berbasis ekonomi kreatif di Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari. Desa Watusigar. Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata menjadi salah satu strategi penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan budaya lokal. Dalam hal ini, ekonomi kreatif memegang peran penting sebagai pendorong utama dalam menciptakan produk wisata yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal, pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis produk kreatif, termasuk kerajinan tangan, kuliner lokal, dan seni budaya tradisional. Namun, meskipun potensi tersebut ada, terdapat sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh mitra kami di desa ini. Beberapa masalah utama yang dihadapi adalah terbatasnya keterampilan masyarakat dalam menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi, kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengemasan yang menarik dan ramah lingkungan, serta terbatasnya akses pasar untuk produk lokal. Selain itu, meskipun ada beberapa inisiatif sebelumnya oleh berbagai universitas untuk menggali potensi desa wisata di Watusigar, sebagian besar program tersebut belum mengoptimalkan pengembangan kapasitas kewirausahaan lokal secara Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada masyarakat dengan memperkenalkan inovasi dalam pengemasan produk, pelatihan kewirausahaan, serta strategi pemasaran yang lebih luas, termasuk pemanfaatan pemasaran digital. Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari riset lapangan oleh tim doktoral Institut Pariwisata Trisakti, dengan tujuan untuk membantu memetakan dan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di Desa Watusigar. Sebelumnya, desa ini telah mendapat perhatian dari beberapa tim pengabdian masyarakat, seperti Universitas Kristen Duta Wacana yang telah mengembangkan inovasi produk (Wiyatiningsih et al. berbasis eco-print di Watusigar (Kinanthi et al. , 2. , dan Universitas Atmajaya yang menggali potensi desa wisata di desa terdekat. Desa Wisata Beji, yang hanya berjarak 4,8 km dari Desa Watusigar (Sagarmatha et al. , 2. Berdasarkan hasil-hasil tersebut, tim pengabdian kami berfokus untuk lebih mendalami potensi yang ada di Dusun Sambirejo Dusun Tapansari, mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pengembangan desa wisata sangatlah penting. Kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah akan menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan pengembangan desa wisata (Uhai, 2. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat lokal dalam hal pengelolaan desa wisata berbasis ekonomi kreatif menjadi hal yang sangat diperlukan. Pelatihan yang berfokus pada tata kelola dan inovasi produk, seperti pengemasan yang menarik dan ramah lingkungan, akan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi wisata secara efektif (Wisnumurti et al. , 2. Dengan demikian, pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif di Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal, sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya dan lingkungan setempat. Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan desa wisata berbasis ekonomi kreatif di Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari. Desa Watusigar. Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata menjadi salah satu strategi penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan budaya lokal. Dalam hal ini, ekonomi kreatif memegang peran penting sebagai pendorong utama dalam menciptakan produk wisata yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal, pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. PELAKSANAAN DAN METODE Metode pelaksanaan yang kami gunakan adalah pendekatan etnografi. Pendekatan etnografi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diterapkan secara mendalam dan partisipatif sehingga memungkinkan tim pengabdian untuk memahami lingkungan sosial budaya masyarakat Pendekatan etnografi dalam pengabdian masyarakat merupakan metode pelaksanaan yang menekankan pemahaman mendalam tentang latar belakang sosial dan budaya kelompok sasaran. Strategi ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan wawasan yang bermakna. Namun, inisiatif pengabdian masyarakat yang menggunakan metode ini sering kali dilakukan pada tahap awal, sehingga menghasilkan evaluasi penilaian masyarakat yang tidak lengkap. Salah satu contoh penerapan metode etnografi yang baru adalah inisiatif layanan masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dirancang untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan yang bermutu. Studi ini menunjukkan bahwa metodologi yang inklusif dan berbasis Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 teknologi digunakan untuk memastikan peran praktik pendidikan dalam konteks lokal. Meskipun demikian, karena program ini baru saja diterapkan, studi komprehensif tentang dampaknya terhadap masyarakat belum dilakukan (Arifah et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk memahami kebutuhan masyarakat, hasil program memerlukan waktu tambahan untuk evaluasi menyeluruh. Begitu pula dalam konteks pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang, ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan saat ini masih dalam tahap pengenalan dan pendampingan. Meskipun telah melibatkan peserta UMKM secara langsung, namun belum dapat dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap keberhasilan program karena masih dalam tahap pengembangan (Syah & Sahro, 2. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan waktu dan pengalaman yang mendalam dalam pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan pengkajian secara Metode etnografi sering kali menemui kendala dalam evaluasi karena karakteristik kualitatifnya dan penekanan pada pemahaman yang Metodologi etnografi memerlukan waktu yang cukup untuk pengumpulan data dan analisis yang komprehensif sebelum dilakukan evaluasi (Yusanto, 2. Oleh karena itu, berkaca dari beberapa studi kasus pengabdian masyarakat yang menggunakan metode etnografi, kami selaku tim pelaksana pengabdian masyarakat belum dapat menggunakan evaluasi kepada masyarakat secara efektif dikarenakan proses yang kami lakukan merupakan tahap awal dan diharapkan dapat bersifat berkelanjutan. Tim pengabdian yang terdiri dari 17 mahasiswa yang terbagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari 3-4 mahasiswa yang mendapatkan alokasi lokasi pengabdian 2-3 dusun dengan 1-2 dosen pembimbing. Kelompok pengabdian kami terdiri dari 3 mahasiswa dan mendapatkan 2 lokasi pengabdian yaitu Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari di Desa Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Watusigar. Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Program pengabdian yang dilaksanakan oleh tim pengabdian merupakan tahap awal dan pertama kalinya perwakilan dari Institut Pariwisata Trisakti mengunjungi Desa Watusigar. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan pada Desa Watusigar untuk dapat mengembangkan desa Watusigar yang sudah memiliki branding Desa Wisata Sembrani untuk dapat mengembangkan Desa Wisata Sembrani menjadi Desa Wisata Mandiri dan dapat sepenuhnya memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat. Pelaksanaan kegiatan yang kami lakukan merupakan tahap inisiasi atau tahap awal perkenalan dan pendekatan dengan Desa Watusigar. Sehingga, program pengabdian yang kami lakukan fokus pada edukasi sebagai bentuk pendekatan serta melakukan proses identifikasi potensi wisata dan potensi permasalahan pada kedua dusun. Tahapan pelaksanaan yang kami lakukan terdiri dari observasi, edukasi, wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD) yang kami lakukan sebagai bentuk pelaksanaan pengabdian. FGD dilaksanakan pada Kamis . September 2. dan Jumat . September 2. yang dilaksanakan pada Taman Joglo Soka. Partisipan yang secara aktif hadir dalam FGD adalah lurah. Carik atau Sekretaris Desa, 12 Kepala Padukuhan atau kepala dusun dan juga warga lokal yang terlibat langsung dalam diskusi terkait produk kearifan lokal. Tema diskusi yang kami lakukan pada tanggal 5 September 2024 adalah terkait dengan kolaborasi dan kemitraan pengembangan desa wisata di Desa Watusigar. Sedangkan, pada tanggal 6 September 2024, tema diskusi yang kami laksanakan adalah melaksanakan paparan hasil dari observasi, wawancara mendalam, dan edukasi yang kami lakukan di tiap Dusun. Kelompok kami melaksanakan edukasi terkait dengan kewirausahaan berbasis sadar wisata dengan tujuan meningkatkan kesadaran pengelolaan Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 usaha kecil secara optimal. Edukasi kami lakukan secara informal melalui pemaparan singkat dengan topik Aupengelolaan usaha kecil secara optimalAy yang dilakukan dengan kunjungan ke usaha kecil unggulan yang telah diseleksi oleh tiap kepala padukuhan yang ada di tiap dusun. Pertemuan diikuti oleh para pelaku usaha dan beberapa anggota usaha. Untuk melaksanakan diskusi dan pertanyaan mendalam, langkah awal yang dilakukan adalah menentukan topik pembahasan dan pertanyaan untuk mendukung penyusunan laporan pengabdian. Setelah itu, tim pengabdian melakukan observasi langsung ke Dusun Sambirejo, didampingi oleh kepala padukuhan setempat. Tim diarahkan untuk meninjau potensi ekonomi kreatif seperti Bank Sampah Kenanga dan Homestay Joglo Eyangku. Selanjutnya, tim mengunjungi Dusun Tapansari, di mana mereka mengamati pembuatan jamu tradisional seperti kunyit asam, beras kencur, paitan, dan daun sirih, serta produksi caping dari bambu, susu kacang kedelai, keripik talas dan singkong. Potensi terakhir yang dilihat adalah kesenian tari jathilan. Selama observasi, tim juga memberikan penyuluhan informal tentang kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha dalam mengelola usaha mereka. Wawancara singkat dilakukan dengan warga lokal untuk menggali pengalaman dan kendala dalam pembuatan serta pemasaran produk. Setelah wawancara. Focus Group Discussion (FGD) diadakan dengan kepala padukuhan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tim pengabdian di balai pertemuan Joglo Taman Soka untuk membahas hasil observasi dan strategi pengembangan ke depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari Dusun Sambirejo dan Tapansari terletak di bersebelahan yang keduanya masuk ke dalam Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Sambirejo dan Tapansari merupakan bagian dari Desa Watusigar. Terdapat total 12 dusun di Desa Watusigar. Kedua dusun ini berada di wilayah perbukitan karst yang khas dengan lanskap alam yang berbukit-bukit, dan sebagian besar lahan di sekitarnya digunakan sebagai lahan pertanian kering dan hortikultura. Tantangan ini berdampak signifikan pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih, yang merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat setempat. Sebagian besar penduduk Dusun Sambirejo dan Tapansari bekerja sebagai petani dan Sistem pertanian di dusun ini masih bersifat tradisional dengan mengandalkan musim hujan sebagai sumber irigasi utama. Tanaman yang ditanam di sini antara lain jagung, singkong, kacang tanah, dan beberapa jenis tanaman hortikultura. Selain sektor pertanian, masyarakat juga aktif dalam memproduksi kerajinan tangan, salah satunya adalah pembuatan caping . opi petan. yang menjadi salah satu produk unggulan desa. Pembuatan caping dilakukan secara turun-temurun dan menjadi simbol kehidupan agraris masyarakat Gunung Kidul. Dusun Sambirejo dan Tapansari juga memiliki potensi besar dalam hal pengolahan produk lokal lainnya, seperti susu kedelai dan kudapan Produk-produk tersebut dikembangkan oleh kelompok-kelompok kecil di dusun ini, yang memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan melalui inovasi produk dan pengembangan pasar. Selain itu, produksi jamu tradisional juga masih eksis di kalangan masyarakat sebagai bagian dari budaya kesehatan setempat. Di sisi lain. Dusun Tapansari juga memiliki potensi wisata kesenian budaya dan kuliner budaya yang belum sepenuhnya tergali. Masyarakat dusun yang memiliki karakteristik wirausahawan merupakan aset berharga yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif. Namun, kurangnya Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 infrastruktur, pengetahuan, dan keterampilan dalam mengelola potensi ini menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat Secara sosial, masyarakat Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari masih memegang erat nilai-nilai budaya dan adat istiadat Jawa. Berbagai upacara adat dan tradisi lokal masih dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya. Hal ini menciptakan suasana yang kuat akan tradisi dan kehidupan komunal yang harmonis di tengah masyarakat. Kondisi Dusun dan Pemetaan Masalah Dusun Tapansari dan Sambirejo Dusun Tapansari dan Dusun Sambirejo terletak di Desa Gunung Kidul. Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal dengan topografi khas daerah perbukitan kapur serta iklim yang relatif kering. Kedua dusun ini memiliki potensi wisata yang kaya namun secara ekonomi masih menghadapi sejumlah tantangan. Penduduk di kedua dusun ini mayoritas bekerja di sektor pertanian subsisten, dengan pendapatan yang masih relatif rendah dan tingkat pendidikan yang cenderung terbatas. Kondisi geografis dan demografis di Dusun Tapansari dan Sambirejo dikelilingi oleh lanskap alam yang indah seperti persawahan dan perbukitan yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, kondisi infrastruktur seperti jalan, aksesibilitas transportasi, serta fasilitas umum masih belum memadai, terutama di musim hujan ketika jalan menjadi sulit dilalui. Jumlah penduduk di kedua dusun ini tergolong kecil dengan kepadatan penduduk yang rendah, sebagian besar terdiri dari masyarakat usia produktif namun dengan keterampilan yang masih terfokus pada sektor pertanian tradisional. Dalam pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif, sektor ini memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan. Ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi yang menitikberatkan pada ide, kreativitas, dan inovasi, serta berpotensi memberikan nilai tambah yang besar ketika digabungkan dengan pengembangan pariwisata. Bagi Dusun Tapansari dan Sambirejo, pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak transformasi desa menjadi destinasi wisata yang unik dan menarik. Meskipun potensi ekonomi kreatif di Dusun Tapansari dan Sambirejo sangat besar, terdapat tantangan yang harus diatasi. Kelompok pengabdian kami melaksanakan kunjungan ke beberapa unit usaha unggulan di Dusun Tapansari Sambirejo, kewirausahaan, dan diskusi terkait pengembangan usaha. Unit usaha yang kami kunjungi di Dusun Sambirejo adalah bank sampah yang dikelola oleh kelompok perempuan sadar lingkungan di dusun Sambirejo dan pondok Sedangkan, unit usaha yang kami kunjungi di Dusun Tapansari adalah unit usaha susu kedelai dan camilan hortikultura, unit usaha jamu, dan unit usaha caping. Tantangan utama adalah kurangnya keterampilan manajerial dan inovasi di kalangan pelaku usaha lokal. Para pengelola unit usaha masih melakukan operasi bisnis skala kecil, belum memperhitungkan keuntungan, serta belum merencanakan perencanaan bisnis berkelanjutan. Tema topik diskusi yang banyak kami diskusikan adalah perihal keuntungan yang didapatkan, pengemasan produk, serta strategi bisnis. Temuan kami adalah unit bisnis yang kami kunjungi masih menjalankan usahanya dengan cara tradisional tanpa memperhatikan tren pasar yang berkembang. Sebelum melakukan pemetaan masalah, tim pengabdian melaksanakan edukasi terkait dengan pengelolaan usaha kecil secara optimal dengan topik cara untuk mengelola bisnis secara strategis, pengemasan produk, serta pemasaran digital melalui sosial media. Edukasi dilaksanakan secara Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 informal dengan sistem tanya jawab. Sembari kami mengajukan beberapa pertanyaan untuk dapat membantu memetakan masalah-masalah yang dihadapi yang berhubungan dengan pengelolaan usaha kecil. Hasil dari diskusi tersebut kami harapkan dapat menjadi modal pemetaan kebutuhan pendampingan dan pelatihan Dusun Tapansari dan Sambirejo di masa Tim pengabdian melakukan pemetaan masalah di Dusun Tapansari Sambirejo pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif, antara lain: . Kondisi infrastruktur yang kurang memadai menjadi hambatan utama. Jalan desa yang masih belum diaspal dan sulit dilalui oleh kendaraan besar seperti bus wisata menghambat potensi pengunjung datang dalam jumlah besar. Ketiadaan fasilitas penunjang wisata seperti homestay, pusat informasi, maupun tempat makan yang layak juga menurunkan daya tarik wisata. Masyarakat lokal masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan terkait pengelolaan pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelayanan wisata. Minimnya pelatihan dan akses terhadap informasi terkait ekonomi kreatif menyebabkan masyarakat sulit memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. Rendahnya sadar wisata. Meskipun memiliki masyarakat telah memiliki sejumlah papan bertulis Sapta Pesona yang diletakkan di beberapa lokasi strategis di dusun, namun, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menerapkan Sapta Pesona belum . Dusun Tapansari dan Sambirejo belum terhubung dengan baik dalam jaringan promosi pariwisata regional maupun nasional. Hal ini membuat potensi desa wisata mereka belum dikenal luas oleh wisatawan, baik domestik maupun internasional. Keterbatasan ini diperparah oleh kurangnya strategi pemasaran dan promosi yang efektif dari pemerintah desa maupun pelaku usaha lokal. Masyarakat masih bergantung pada Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 pengepul ataupun tengkulak dalam memasarkan produknya. Ketiadaan modal dan investasi yang cukup menjadi penghambat pengembangan desa Usaha ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan dan kuliner lokal belum berkembang maksimal karena terkendala oleh modal usaha serta akses terhadap teknologi dan peralatan. Potensi Wisata Ekonomi Kreatif di Dusun Tapansari dan Sambirejo Dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki potensi yang kaya dan beragam untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis ekonomi Potensi ini mencakup kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang dapat diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman wisata yang unik dan menarik bagi pengunjung. Pemetaan potensi wisata di kedua dusun ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang mengintegrasikan sektor ekonomi kreatif untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata ini. Tim pengabdian masyarakat melakukan pemetaan potensi wisata berdasarkan kunjungan ke unit-unit usaha unggulan yang dipandu oleh Kepala Padukuhan. Hasil dari kunjungan ke unit-unit usaha tersebut kami tuangkan ke dalam tabel 1 yang tertera dibawah sebagai Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Tabel 1. Pemetaan Unit Bisnis di Dusun Tapansari dan Dusun Sambirejo Dusun Dusun Tapansa Dusun Sambire Kategori Unit Bisnis Lingkung Budaya an Desa Kuliner Fasilitas Pendukung Rumah Ibadah (Gereja. Pura. Masji. Signage/penu njuk jalan Holtikultura 3. Jeep Jangkrik Pertanian Susu Kedelai Olahan Tidak Tari Jathilan Caping Jamu Minuman Bunga Seni Bank Sampah Thoklik Kerajinan daur ulang Sepah Tidak Samun Holtikultura Olahan . elom Homestay Mushola Signage/pen unjuk jalan Sumber : Olahan tim PKM . Potensi wisata alam dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki lanskap alam yang indah, terdiri dari perbukitan kapur dan sawah yang menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Mayoritas masyarakat dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki mata pencaharian petani. Sehingga, keindahan alam berupa hamparan sawah ini dapat dikombinasikan dengan kegiatan ekonomi kreatif seperti fotografi alam, pembuatan kerajinan dari bahanbahan alami, serta paket wisata edukasi yang mengajarkan wisatawan tentang flora dan fauna lokal. Potensi alam ini juga mendukung konsep wisata minat khusus seperti ekowisata dan agrowisata yang semakin diminati wisatawan, terutama yang mencari pengalaman berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Potensi budaya lokal dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki kekayaan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. Tradisi seni seperti tari-tarian tradisional jathilan, kesenian musik tradisional bambu . elompok seni musik Sepah Samu. , dan kesenian musik khas tradisional kentongan (Thokli. yang masih dipertahankan oleh masyarakat dapat diintegrasikan sebagai bagian dari daya tarik wisata dusun. Pertunjukan seni budaya ini dapat dikemas dalam bentuk festival atau pementasan rutin yang dapat dilakukan pada balai pertemuan Desa Watusigar AuJoglo Taman SokaAy yang dapat menarik wisatawan domestik maupun internasional. Selain itu, ritual adat dan perayaan tradisional dapat dikemas sebagai daya tarik wisata budaya yang otentik. Masyarakat lokal dapat dilibatkan sebagai pelaku utama dalam berbagai aktivitas budaya ini, sehingga wisatawan dapat merasakan pengalaman yang lebih otentik. Kerajinan tangan dan produk lokal dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki kerajinan tangan yang berbasis pada bahan olahan sampah seperti anyaman bambu yang diolah menjadi caping dan anyaman daur ulang yang berasal dari plastik bekas bungkusan produk yang diolah menjadi kerajinan tangan seperti tas, dompet, dan hiasan rumah merupakan salah satu potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di kedua dusun ini. Masyarakat lokal dapat diberdayakan untuk memproduksi kerajinan tangan yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasar pariwisata. Dengan peningkatan keterampilan desain dan inovasi produk, kerajinan ini dapat dikemas sebagai suvenir eksklusif bagi wisatawan. Pemetaan potensi ini juga mencakup identifikasi bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi produk kerajinan kreatif, seperti bambu dan kayu yang melimpah di daerah Kuliner tradisional dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki potensi kuliner lokal yang berbasis pada resep-resep tradisional dapat menjadi salah Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 satu daya tarik utama dalam pengembangan wisata ekonomi kreatif. Dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki produk unggulan kuliner berupa olahan hortikultura yang diolah menjadi keripik pisang, keripik talas, keripik singkong, kudapan jagung, susu kedelai, dan olahan jamu herbal memiliki cita rasa khas yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata gastronomi. Potensi ini dapat diintegrasikan dengan aktivitas wisata seperti kelas memasak, di mana wisatawan dapat belajar memasak makanan lokal langsung dari masyarakat setempat. Selain itu, promosi kuliner lokal melalui festival makanan atau pasar tradisional yang dihadirkan secara rutin dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Wisata edukasi dan partisipatif dusun Tapansari dan Sambirejo memiliki potensi besar dalam mengembangkan wisata edukasi partisipatif, di mana wisatawan diajak untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif desa. Misalnya, wisatawan dapat mengikuti proses pembuatan kerajinan tangan, belajar cara menanam padi atau tanaman lokal, atau ikut serta dalam kegiatan budaya sehari-hari. Wisata edukasi ini tidak hanya memberikan pengalaman yang mendalam bagi wisatawan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang mereka Potensi Pengembangan Inovasi Produk di Dusun Tapansari dan Sambirejo Dusun Tapansari dan Sambirejo di Kabupaten Gunung Kidul. Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki sejumlah produk lokal yang kaya akan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi. Beberapa produk lokal utama di desa ini, seperti caping, susu kedelai, olahan kudapan hortikultura, hasil olahan kerajinan sampah, dan jamu, dapat ditingkatkan Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 nilainya melalui pendekatan kreatif dan inovatif, sehingga menjadi lebih kompetitif di pasar. Pemetaan potensi pengembangan inovasi produk ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat mengangkat nilai ekonomi produk-produk tersebut sekaligus menjaga kearifan lokal dan memperluas jangkauan pemasaran produk desa. Caping . opi petani tradisiona. sebagai produk lokal yang umum digunakan oleh petani, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk mode atau dekorasi unik. Inovasi pada caping dapat dilakukan melalui modifikasi desain, penggunaan motif tradisional atau ornamen budaya, dan pengenalan warna-warna modern yang lebih menarik minat pasar perkotaan. Selain itu, caping dapat dijadikan suvenir eksklusif bagi wisatawan yang mencari produk-produk etnik khas. Penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan atau daur ulang juga dapat menjadi inovasi baru dalam pengembangan produksi caping yang sejalan dengan tren Pemasaran caping yang lebih inovatif dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan desainer mode lokal maupun nasional, sehingga produk ini tidak hanya dijual sebagai alat kerja atau topi tani, tetapi juga sebagai aksesori mode yang memiliki daya tarik estetis dan simbol budaya. Selain itu, berkolaborasi dengan pemilik kios tempat wisata yang tepat juga dapat membuka segmentasi pasar wisatawan untuk menjadikan caping sebagai oleh-oleh khas Gunung Kidul. Susu kedelai merupakan produk yang memiliki potensi besar dalam pasar kesehatan dan gaya hidup sehat. Inovasi produk susu kedelai di Dusun Tapansari dan Sambirejo dapat diarahkan pada pengembangan varian rasa baru, seperti kombinasi dengan buah-buahan lokal yang banyak diproduksi di Gunung Kidul . isalnya nangka, pisang, atau melo. , penambahan bahan-bahan fungsional seperti madu, jahe, atau rempah-rempah lokal yang kaya manfaat kesehatan, atau inovasi olahan resep susu kedelai menjadi Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 bentuk kuliner misalnya pudding susu kedelai atau yoghurt susu kedelai. Kemasan yang modern dan praktis, seperti dalam bentuk botol ramah lingkungan atau kemasan yang menarik untuk dijual di pasar swalayan atau toko kelontong, juga dapat menambah daya tarik produk ini. Pemasaran susu kedelai bisa diperluas melalui promosi di media sosial, terutama dengan menyasar konsumen yang peduli kesehatan. Selain itu, penyelenggaraan kelas memasak atau pelatihan tentang manfaat susu kedelai dan cara pembuatannya bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung. Hasil hortikultura yang dapat diolah menjadi kudapan sehat dan Inovasi pada olahan kudapan hortikultura dapat dilakukan dengan menciptakan variasi produk seperti keripik sayur, olahan buah kering, atau kudapan berbasis sayuran dan buah lokal yang disajikan dengan sentuhan Kudapan ini bisa dipasarkan sebagai oleh-oleh khas yang sehat dan ramah lingkungan, terutama dengan adanya tren makanan sehat di kalangan Dalam pengembangan produk ini, inovasi dapat dilakukan melalui penggunaan teknologi pengolahan yang lebih canggih untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk, serta melalui kemasan yang menarik dan ramah lingkungan. Pemasaran kudapan hortikultura dapat difokuskan pada konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, termasuk melalui saluran daring yang menargetkan konsumen di perkotaan dan pasar internasional. Hasil olahan kerajinan sampah dari Dusun Sambirejo juga memiliki potensi dalam pengembangan produk kerajinan yang berasal dari sampah atau barang bekas. Inovasi dalam olahan kerajinan sampah dapat menciptakan produk-produk kreatif seperti perhiasan daur ulang, aksesori mode, hingga dekorasi rumah yang bernilai seni tinggi. Penggunaan teknik modern seperti daur ulang plastik menjadi bahan tekstil, pembuatan tas atau Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 dompet dari limbah kain, atau kreasi lampu hias dari bahan limbah anorganik dan juga pembuatan lilin serta sabun cuci batangan dari limbah minyak jelantah dapat memperkuat posisi produk ini di pasar. Pemasaran produk kerajinan sampah dapat dilakukan dengan menekankan nilai keberlanjutan dan kontribusi produk-produk ini terhadap pelestarian Dengan narasi kuat terkait isu lingkungan, produk-produk ini dapat menarik perhatian konsumen yang peduli terhadap isu hijau dan Selain itu, kolaborasi dengan seniman atau desainer lokal untuk menciptakan koleksi edisi terbatas dari bahan daur ulang dapat menjadi daya tarik tambahan. Gambar 3. Produk Bank Sampah Kenanga Sumber: Tim PKM . Jamu tradisional sebagai warisan budaya kesehatan tradisional, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang relevan dengan gaya hidup modern. Inovasi pada jamu dapat mencakup modifikasi rasa agar lebih sesuai dengan selera masyarakat perkotaan, inovasi resep Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 olahan jamu . ocktail jamu, jamu latte, jamu milkshak. , pengembangan varian jamu instan yang praktis, atau pengemasan dalam bentuk minuman botol siap saji. Jamu juga dapat dikombinasikan dengan tren kesehatan modern, seperti superfood atau bahan alami lainnya yang sedang populer di pasar internasional. Pengembangan jamu sebagai produk unggulan juga dapat didorong melalui pengemasan yang lebih higienis dan menarik serta melalui promosi di media sosial. Selain itu, jamu dapat dipasarkan melalui kafe atau restoran yang mengusung konsep kesehatan dan kebugaran, sehingga memperluas jangkauan pasarnya tidak hanya sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai produk gaya hidup. KESIMPULAN Berdasarkan latar belakang dan tujuan pengabdian masyarakat pengembangan potensi desa wisata berbasis ekonomi kreatif di Dusun Sambirejo dan Dusun Tapansari menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya Kondisi kedua dusun ini, meskipun menghadapi sejumlah tantangan seperti aksesibilitas yang terbatas dan infrastruktur yang belum memadai, memiliki berbagai potensi alam, budaya, serta produk kreatif yang belum optimal dikembangkan. Kunjungan serta pengabdian yang kami laksanakan bertujuan untuk menanamkan pola pikir serta meningkatkan keterampilan kewirausahaan, membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan usaha kecil yang optimal serta membantu memetakan permasalahan dan mencarikan solusi berupa inovasi kepada usaha kecil di kedua dusun agar dapat bersaing. Pemetaan masalah di kedua dusun mengidentifikasi berbagai tantangan seperti kurangnya keterampilan pengemasan produk, terbatasnya pengetahuan pemasaran, serta keterbatasan akses pasar bagi produk-produk Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Namun, di sisi lain, terdapat potensi besar dalam wisata ekonomi kreatif yang berbasis pada keindahan alam, tradisi budaya, serta produkproduk khas seperti caping, susu kedelai, kudapan hortikultura, kerajinan dari sampah, dan jamu. Dengan inovasi dalam pengemasan produk, proses produksi, dan pemasaran, produk-produk ini dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan bernilai ekonomi lebih tinggi. Secara keseluruhan, pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif di kedua dusun ini memiliki prospek yang cerah untuk meningkatkan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat, serta melestarikan budaya dan Dengan pendampingan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Sambirejo dan Tapansari dapat menjadi model desa wisata kreatif yang sukses di masa depan. Kami berharap dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat membantu menjembatani hubungan baik kantar Desa Watusigar dengan Institut Pariwisata Trisakti. Institut Pariwisata Trisakti pun dapat membina Desa Watusigar menjadi desa wisata mandiri yang memiliki daya saing. Dengan terjalinnya kerjasama yang baik dapat memberikan manfaat untuk kedua belah pihak yaitu Institut Pariwisata Trisakti mendapatkan laboratorium desa wisata untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan pengalaman praktek dan secara langsung sedangkan masyarakat desa mendapatkan pendamping yang dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal melalui pemberian edukasi dan pembinaan dalam bentuk penyuluhan, pendampingan, sosialisasi, dan lainlain. Saran untuk masyarakat Desa Watusigar dalam pengembangan desa wisata meliputi menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan seperti universitas dan sektor swasta untuk pelatihan dan pengembangan, menetapkan citra merek yang menarik untuk produk desa, serta melakukan Gratia Wirata Laksmi. Emenina Tarigan. Triana Rosalina Dewi, dan Rahmat Ingkadijaya Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 pemantauan dan evaluasi program secara berkala. Selain itu, penting untuk memberikan pelatihan kewirausahaan guna meningkatkan kemandirian pengembangan, dan mendiversifikasi produk serta layanan dengan paket perjalanan tematik dan produk kuliner lokal yang inovatif. Rekomendasi untuk pengembangan dusun Sambirejo dan Tapansari secara berkelanjutan meliputi empat poin utama: meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan pembuatan dan pengemasan produk untuk meningkatkan nilai pasar barang lokal seperti topi dan makanan ringan. mengembangkan pemasaran digital dan platform e-commerce untuk mempromosikan dan menjual produk lokal, sehingga meningkatkan penetrasi pasar domestik dan internasional. menyediakan program wisata informatif yang memungkinkan wisatawan belajar dari penduduk setempat tentang kerajinan dan kuliner, sehingga meningkatkan daya tarik wisata. serta meningkatkan inisiatif pengelolaan limbah dengan pendidikan daur ulang dan pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang untuk menciptakan produk inovatif sekaligus mengatasi masalah lingkungan. Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA