Devotion E-ISSN : 2962-2832 Jurnal Pengabdian Masyarakat Available Online at Vol. No. 1 (Oktobe. :1-8 https://ejournal. id/ojs/index. php/dev Pelatihan Musik Pengiring Dan Nyanyian Jemaat Di Gmit HalAoo Bieto. Klasis Amarasi Barat Hendrik Lenama1*. Patce Orianus Snae2. Cikita Ludji Dima3 Institut Agama Kristen Negeri Kupang lenama@gmail. ABSTRACT Community Service carried out by the Church Music Study Program is carried out at the GMIT Hal'o Bieto Congregation. West Amarasi Class with the aim of instilling correct learning and practice regarding Music Accompanying Congregational Singing. Congregational Chanting Proctor/Guide and Choir and can be applied in Church worship. This activity is targeted at children who are involved in Church Music, with the aim of cultivating a basic understanding of Church Music so that in the future it can be continued for the future development of Church Music at GMIT Hal'O Bieto. The method used is the Demonstration Method which fits the PKM Activity Theme, namely Training in Accompaniment Music and Congregational Singing in order to improve the musical quality of PKM participants. The PKM Team for the Ecclesiastical Music Study Program conducted training for Congregational Singing Guides and Ligurgic Choirs with the hope of supporting Primary Music in Congregational worship at GMIT Hal'O Bieto and also training for Accompaniment Music or Secondary Music to support Congregational singing so that the congregation can meet God and the message from the congregation can be conveyed well. The training process is divided into several groups, namely. Church Keyboardist group. Congregational Singing Guide group and Choir Group with good and correct technique. Keywords. Community Service. Church Music. Congregational Songs ABSTRAK Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Musik Gereja dilaksanakan di Jemaat GMIT HalAoo Bieto. Klasis Amarasi Barat dengan tujuan menanamkan pembelajaran dan praktk yang benar mengenai Musik Pengiring Nyanyian Jemaat. Prokantor/Pemandu Nyayian Jemaat dan Paduan Suara serta dapat diterapkan dalam peribadatan di Gereja. Kegiatan ini ditergetkan kepada anak-anak yang terlibat dalam anggota Musik Gereja, dengan alasan penanaman pemahaman dasar Musik Gereja agar kedepannya bisa diteruskan untuk perkembangan Musik Gereja di GMIT HalAoO Bieto kedepannya. Metode yang digunakan adalah Metode Demostrasi yang cocok dengan Tema Kegiatan PKM Yaitu Pelatihan Musik Pengiring Dan Nyanyian Jemaat demi meningkatkan kualitas Musikalitas peserta PKM. Tim PKM Prodi Musik Gerejawi melakukan pelatihan Pemandu Nyanyian jemaat dan Paduan Suara Ligurgi dengan Harapan mendukung Musik Utama dalam peribadatan Jemaat di GMIT HalAoO Bieto dan juga pelatihan Musik Pengiring atau Musik Sekunder untuk mendukung nyanyian Jemaat agar jemaat dapat berjumpa dengan Tuhan dan pesan dari jemaat dapat tersampaikan dengan baik. Proses pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu. kelompok Keyboardis Gereja, kelompok Pemandu Nyanyian Jemaat dan Kelompok Paduan Suara dengan Teknik yang baik dan benar. Kata Kunci. Pengabdian Kepada Masyarakat. Musik Gereja. Nyanyian Jemaat PENDAHULUAN Musik ibadah atau dapat juga disebut musik gerejawi muncul pertama kali pada jaman abad pertengahan . dengan bentuk musik monofoni yaitu musik Gregorian, musik vocal dengan satu suaratan pairingan. Musik ibadah pada gereja Kristen Protestan mulai muncul pada musik vokal di Jerman dengan tokohnya yaitu Martin Luther yang juga tokoh besar reformasi agama Kristen Protestan. Prier . menjelaskan bahwa salah satu reformasi gereja yang diperjuangkan oleh Luther adalah mengikutsertakan jemaat pada ibadat dengan bernyanyi bersama. Seperti yang telah diketahui sebelumnya awal munculnya musik gereja dikalangan gereja Katolik, nyanyian dalam liturgi baik itu mazmur dan nyanyian non-resitatif hanya dinyanyikan oleh seorang penyanyi/solis pada jaman musik Gregorian dan setelah jaman itu musik gereja hanya dinyanyikan oleh sekelompok paduan suara karena telah berkembang juga teori harmoni, maka Marthin Luther memperjuangkan reformasi gereja untuk jemaat turut dilibatkan dalam nyanyian ibadah. Pada umumnya umat biasa memahami liturgi sebagai upacara dan aturan ibadat publik Gereja. Menurut Vatikan II makna dan hakekat liturgi bukan terletak pada aturan, tata urutan, dan petugas liturgi seperti biasa dipikirkan orang, melainkan pada misteri perjumpaan Allah dan manusia melalui Yesus Kristus dalam Roh Kudus (Prier, 2. Musik memiliki tempat atau kedudukan yang sangat penting dalam liturgi. Musik merupakan bagian liturgi itu sendiri yang penting, musik memberikan kemeriahan dan keangungan bagi perayaan liturgi, dalam istilah yang tajam musik harus melayani liturgi. Kriteria utama suatu musik liturgi adalah suatu lagu dan musik dapat membantu orang dalam berliturgi, yaitu berjumpa dengan Tuhan dan sesamanya. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa hampir disetiap gereja memiliki musik pengiring guna untuk menghidupkan suasana peribadahan. Musik pengiring dalam mengiringi nyanyian jemat sangat mempengaruhi suasana peribadatan, karena mampu menciptakan suasana yang agung dan jemaat dapat menyampaikan pesan secara mendalam kepada Sang pencipta. Maka dalam mengiringi jemaat, diperlukan pengetahuan dan kemampuan music yang memadai untuk dapat menunjang peribadatan. Pada Jemaat GMIT Oemathonis Bkait Klasis Amarasi Timur, sudah memiliki pemusik dalam mengiringi peribadatan. Namun perlu diperdalam pengetahunan dan kemampuan musikalitasnya karena teknik mengiringinya yang masih dilatih secara otodidak tanpa dibekali oleh pengetahuan music gereja yang baik dan benar. Maka hal itu menyebabkan sering terjadinya kesalahan-kesalahan kecil pada saat bernyanyi antara music pengiring dan nyanyian jemaat. Berdasarkan fenomena tersebut di atas, maka dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat kali ini akan diadakan pelatihan musik pengiring nyanyian jemaat dengan melibatkan beberapa alat music tambahan seperti gitar, keyboard dan Kajon untuk menambah suasana peribadahan menjadi lebih ekspresif. Iringan musik dalam ibadah Ekspresif pada umumnya dilaksanakan dalam ibadah aliran Kharismatik yang cenderung memakai style atau penggayaan dalam iringan musik misalnya lagu-lagu yang dipakai adalah lagu-lagu Pop (Banoe, 2. Penyebab dari Kesalahan Pemain Musik Beberapa penyebab kesalahan yang terjadi pada pemain musik dalam mengiringi peribadatan adalah: . Kurangnya wawasan dalam penguasaan . Kurangnya wawasan dalam menggunakan pola iringan yang sesuai. Kurangnya latihan sebelum melayani dalam mengiringi peribadatan. Kurangnya interaksi dan komunikasi antara pemimpin ibadah dan pemusik. Adapun solusi dari kesalahan pemusik yang bisa mengatasi kesalahan dari pemusik yaitu: . Latihan sebelum melayani dalam ibadah. Jemaat bisa membiayai pemusik untuk mengikuti kursus. Melakukan evaluasi seperti dalam satu minggu berjalan satu sampai tiga hari pemusik melaksanakan latihan dalam penguasaan lagu maupun penguasaan dalam memainkan alat musik (Frisilia, 2. METODE PENELITIAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Musik Gereja meliputi pelatihan Musik Pengiring Nyanyian Jemaat. Pelatihan Prokantor/Pemandu Nyanyian Jemaat, dan Pelatihan Paduan Suara. Target dari kegiatan ini adalah peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan materi yang telah diajarkan dalam beribadatan dengan baik agar pesan dari nyanyian yang disampaikan dapat tersampaikan kepada Tuhan Sang Pencipta. Adapun sasaran kegiatan yaitu Pemusik Gereja. Pemandu Nyanyian Jemaat dan Paduan Suara yang aktif mengambil bagian dalam Peribadatan di Gereja. Sebagian besar dari mereka yang sering terlibat dalam peribadatan adalah anak-anak. Hal ini juga mempercepat pelatihan dan mencapai target karena anak-anak lebih muda menangkap dan menerapkan materi yang di ajarkan. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Program Studi Musik Gereja dilakukan pada hari Senin s/d Kamis, 9 s/d 12 Desember 2024 yang bertempat di Jemaat GMIT HalAoo. Klasis Amarasi Barat. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Program Studi Musik Gereja dilakukan secara bertahap. Mulai dari Survei Lokasi untuk melihat Kebutuhan, kondisi jemaat, waktu yang tepat dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan peribadatan gereja berhubungan dengan Tema dari kegiatan PKM. Berdasarkan hasil survei Lokasi awal, maka kegiatan PKM oleh Program Studi Musik Gereja dilakukan selama empat . hari dan diikuti oleh peserta kegiatan yaitu anak-anak yang terlibat dalam Peribadatan Gereja. Metode yang digunakan adalah Metode Demostrasi yang cocok dengan Tema Kegiatan PKM Yaitu Pelatihan Musik Pengiring Dan Nyanyian Jemaat. Metode Demontrasi merupakan cara penyajian Pelajaran dengan memeragakan atau mempertunjukan/mempraktekkan kepada siswa suatu proses, situasi atau keadaan tertentu yang sedang dipelajari yang sering disertai dengan penjelasan lisan (Djamarah, 2. Pada kegiatan ini pemateri akan mempraktekkan pembelajaran mengenai Musik Gereja yakni. Musik Pengiring. Pemandu Nyanyian Jemaat, dan Paduan Suara kepada seluruh peserta Kegiatan PKM. Metode Demontrasi akan digunakan selama Kegiatan PKM demi meningkatkan kualitas Musikalitas peserta PKM. Metode Demostrasi merupakan sebuah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruan (Syaiful Sagala, 2. Pelatihan Musik Gereja yakni. Musik Pengiring. Pemandu Nyanyian Jemaat, dan Paduan Suara berhubungan dengan tingkah laku yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pesan dari nyanyian maupun musik agar dapat tersampaikan dengan baik. Hal ini membangun suasana peribadatan yang semakin Agung, sehingga jemaat dapat menyampaikan pesan kepada Tuhan Sang Pencipta. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Oleh Program Studi (Prod. Musik Gerejawi (MUGER). Jurusan Musik Gereja dan Peribadatan Kristen. Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK). Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang di awali dengan Sambutan dari Patce Orianus Snae selaku anggota Tim PKM sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Studi Musik Gereja. Dalam sambutannya. Patce Snae menjelaskan Tujuan dari PKM Prodi MUGER yang dilakukan pada Jemaat GMIT HalAoO Bieto. Klasis Amarasi Barat yaitu untuk meningkatkan kualitas Ibadah Gereja dengan diberikannya pelatihan keterampilan musik dan nyanyian serta mendukung peningkatan kualitas liturgi Gereja. Selain itu. PKM Prodi MUGER ini juga untuk memperdayakan komunitas gereja dan melestarikan budaya Musik Gereja yang ditanamkan pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Gambar 1. Pembukaan Kegiatan oleh TIM PKM Kegiatan PKM Prodi MUGER juga diterima dengan baik oleh Jemaat di GMIT HalAoO Bieto. Klasis Amarasi Barat yang disampaikan oleh Ibu Pendeta Leny Oktoviana Jo. Si Teol dalam sambutannya mengatakan bahwa kiranya kedepan banyak kolaborasi antara Program Studi Musik Gereja dan GMIT HalAoo Bieto untuk mendukung dan mengembangkan Musik Gereja di GMIT HalAoO Bieto menjadi lebih baik dan berkembang. Gambar 2. Sambutan Ibu Pendeta Leny Oktoviana Jo. Si Teol Awal memulai kegiatan. Patce Orianus Snae sebagai Pemateri memberikan pemahaman umum tentang pengertian, fungsi tujuan dari Musik Gereja serta Aspek-aspek yang terdapat dalam Musik Gereja. Musik Gereja merupakan musik yang digunakan dalam dalam ibadah yang bertujuan untuk memperdalam pengalaman Rohani Jemaat untuk memuji Tuhan serta mendukung berbagai aspek Liturgi dari Pujian. Doa, dan Pembacaan Alkitab. Musik Gereja menjadi sarana untuk memperkuat hubungan Spiritual antara Jemaat dan Tuhan yang Maha Kuasa. Musik Gereja terbagi dalam dua jenis yaitu Musik Primer dan Sekunder. Musik Primer merupakan musik yang memiliki Peran Utama dan penting dalam peribadatan dan Liturgi. Beberapa contoh Musik Gereja Primer yaitu Hymne. Paduan Suara Liturgi dan Nyanyian Jemaat. Sedangkan Musik Gereja Sekunder adalah musik yang melengkapi atau mendukung Musik Utama dalam Ibadah yang meliputi Musik Pengiring. Musik Koor Non-liturgi (Solo. Vokal Grub dan Paduan Suar. Berdasarkan penjelasan materi di Atas maka Tim PKM Prodi Muger melakukan pelatihan Pemandu Nyanyian jemaat dan Paduan Suara Ligurgi dengan Harapan mendukung Musik Utama dalam peribadatan Jemaat di GMIT HalAoO Bieto dan juga pelatihan Musik Pengiring atau Musik Sekunder untuk mendukung nyanyian Jemaat agar jemaat dapat berjumpa dengan Tuhan dan pesan dari jemaat dapat tersampaikan dengan baik. Proses pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu. kelompok Keyboardis Gereja, kelompok Pemandu Nyanyian Jemaat dan Kelompok Paduan Suara sebagai berikut. Pelatihan Pemandu Nyanyian Jemaat Pemandu Nyanyian Jemaat memiliki peran sangat besar dalam peribadatan karena memiliki tugas sebagai pemandu yang mengarahkan jemaat untuk bernyanyi selama peribadatan dengan baik dan benar. Pada proses pelatihan, pemateri mengajarkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memandu nyanyian jemaat. Sebagai pemandu nyanyian jemaat harus memiliki kepercayaan diri, serta musikalitas yang mumpuni. Sebagai pemandu jemaat juga harus dapat membaca notasi dengan baik, menjaga ritme, ketukan dan tempo agar jemaat dapat mengikuti dengan benar. Pemateri pada pelatihan ini adalah Patce Orianus Snae. Sn dan dibantu Oleh Intan Taneo. Materi yang diberikan pada pelatihan ini adalah pemandu lagu diajarkan untuk membacakan Notasi pada buku Nyanyian Jemaat (Kidung Jemaat. Pelengkap Kidung Jemaat, dan Nyanyian Rohan. Pemateri memberikan pengenalan notasi dari Not Penuh . Not Setengah . Ketu. Not seperempat . Ketu. Not Seperdelapan . /2 Ketu. Not Seperenambelas . /4 Ketu. dan Not Sepertigapuluhdua . /8 Ketu. Setelah penjelasan nilai ketukan, pemateri langsung memberikan contoh membaca pada Nyanyian Jemaat. Kegiatan ini dilakukan selama proses Pelaksanaan PKM. Selain itu, pemateri juga memberikan cara menyanyikan nyanyian jemaat sesuai dengan tema lagu, baik itu sedih. Gembira. Sukacita. Pemujaan. Pengharapan dan sebagainya. Adapula penjelasan mengenai pengenalan nada dasar dan tempo agar pemandu lagu dapat membawakan nyanyian sesuai dengan tempo dan nada dasar yang benar agar dapat dinyanyikan oleh seluruh Jemaat. Gambar 3. Pelatihan Prokantor/Nyanyian Jemaat Pelatihan Paduan Suara Paduan suara memiliki bagian terpenting dalam Peribadatan karena dapat menjadi musik Utama (Paduan Suara Liturg. ataupun musik Sekunder atau Pendukung (Koor Musik/ Paduan Suar. Pelatihan Paduan Suara oleh tim PKM Prodi MUGER di tergetkan kepada anak-anak, dengan alasan penanaman pemahaman dasar Musik Gereja agar kedepannya bisa diteruskan untuk perkembangan Musik Gereja di GMIT HalAoO Bieto kedepannya. Pelatihan Paduan Suara diberikan oleh Patce Orianus Snae. Sn dan Intan Yosina Taneo yang memiliki keahlian di bidang Vokal. Pada Pelatihan ini, pemateri memberikan bagaimana cara bernyanyi Paduan suara dengan baik dan benar. Hal ini diawali dengan bagaimana cara melakukan pemanasan sebelum bernyanyi lagu yang ditentukan. Pemanasan dilakukan dengan tujuan terbukanya pita suara untuk menghasilkan vocal yang baik. Gambar 4. Pelatihan Paduan Suara Selain itu, pemateri juga memberikan Teknik untuk membentuk vocal yang bulat agar Ketika dinyanyikan dapat menghasilkan vocal yang baik dan bulat. Teknik ini diharapkan oleh pelatih agar Ketika bernyanyi dimana pun itu, peserta dapat terbiasa untuk menghasilkan vocal yang baik. Gambar 5. Teknik Pemanasan dan Olah Vokal Pelatihan selanjutnya adalah bagaimana bernyanyi dengan pembagian suara. Dalam hal ini, pelatihan akan dibagi persuara yaitu suara Sopran. Alto dan Tenor. Pembagian ini dilakukan agar peserta dapat focus dan mengenal suaranya tanpa terpengaruhi dengan suara Mengingat waktu PKM yang singkat, maka kelompok pembagian suara ini juga diharapkan dapat memaksimalkan waktu Latihan sehingga menghasilkan hasil yang Gambar 6. Kelompok Pembagian Suara Pelatihan Musik Pengiring Musik Pengiring menjadi bagian pendukung Musik Utama (Nyanyian Jemaa. yang perlu dipersiapkan dengan baik. Pada pelatihan ini. Hendrik Lenama. Sn dan Cikita Tamariska Ludji Dima sebagai pemateri memberikan teknik mengiringi Nyanyian Jemaat yang Baik dan Benar. Untuk mengiringi nyanyian jemaat, seorang pemain musik (Keyboardi. harus memiliki keahlihan dalam membaca Notasi serta kemampuan dalam membawakan lagu sesuai dengan tema lagu. Hal pertama yang dilakukan oleh pemateri adalah pengenalan notasi dari Not Penuh . Not Setengah . Ketu. Not seperempat . Ketu. Not Seperdelapan . /2 Ketu. Not Seperenambelas . /4 Ketu. dan Not Sepertigapuluhdua . /8 Ketu. Gambar 7. Penjelasan Ketukan untuk Iringan Nyanyian Jemaat Pemateri selanjutnya menjelaskan pemilihan Nada Dasar. Tempo dan penentuan Akord sesuai dengan buku Nyanyian Jemaat Edisi Akord yang digunakan pada saat Latihan maupun mengiringi Nyanyian Jemaat kedepannya. Hal ini dilakukan agar pemain music dapat mengiringi Nyanyian Jemaat dengan menggunakan Nada Dasar. Tempo dan penentuan Akord yang baik dan benar. Gambar 8. Pengenalan Chord. Nada Dasar dan Tempo Tahap selanjutnya, pemateri memberikan Teknik Penjarian Piano dan pola iringan dalam mengiringi Nyanyian Jemaat. Selain itu, pemateri juga memberikan rumus serta pasangan akord agar peserta dapat menerapkan akord dengan pasangan yang benar. Gambar 9. Pengenalan Teknik Penjarian KESIMPULAN Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Program Studi Musik Gereja dilaksanakan di Jemaat GMIT HalAoo Bieto. Klasis Amarasi Barat dengan tujuan menanamkan pembelajaran dan praktk yang benar mengenai Musik Pengiring Nyanyian Jemaat. Prokantor/Pemandu Nyayian Jemaat dan Paduan Suara serta dapat diterapkan dalam peribadatan di Gereja. Kegiatan ini ditergetkan kepada anak-anak yang terlibata dalam anggota Musik Gereja, dengan alasan penanaman pemahaman dasar Musik Gereja agar kedepannya bisa diteruskan untuk perkembangan Musik Gereja di GMIT HalAoO Bieto kedepannya. Metode yang digunakan adalah Metode Demostrasi yang cocok dengan Tema Kegiatan PKM Yaitu Pelatihan Musik Pengiring Dan Nyanyian Jemaat demi meningkatkan kualitas Musikalitas peserta PKM. Tim PKM Prodi Musik Gerejawi melakukan pelatihan Pemandu Nyanyian jemaat dan Paduan Suara Ligurgi dengan Harapan mendukung Musik Utama dalam peribadatan Jemaat di GMIT HalAoO Bieto dan juga pelatihan Musik Pengiring atau Musik Sekunder untuk mendukung nyanyian Jemaat agar jemaat dapat berjumpa dengan Tuhan dan pesan dari jemaat dapat tersampaikan dengan baik. Proses pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu. Keyboardis Gereja, kelompok Pemandu Nyanyian Jemaat dan Kelompok Paduan Suara dengan Teknik yang baik dan benar. Pada Kelompok Prokantor/Pemandu Nyanyian Jemaat, materi yang diberikan pada pelatihan ini adalah pemandu lagu diajarkan untuk membacakan Notasi pada buku Nyanyian Jemaat (Kidung Jemaat. Pelengkap Kidung Jemaat, dan Nyanyian Rohan. , ketukan dan penghayatan terhadap nyanyian. Pada Kelompok Paduan Suara diajarkan membacakan Notasi, ketukan dan penghayatan terhadap nyanyian serta pemanasan dan olah vocal sebelum bernyanyi. Sedangkan pada musik iringan diajarkan Pengenalan Notasi. Nada Dasar. Chord. Teknik Iringan dan Penjarian. Kegitana ini dilakukan selama kegitan PKM. DAFTAR PUSTAKA