Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 302-307 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Hubungan antara Organisasi BEM dengan perilaku Pro-Sosial Mahasiswa STIAB Smaratungga Ipaha,1. Mujiyantob,2. Supartonoc,3 abc Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha STIAB Smaratungga Jl. Semarang -Solo. Km . Ampel. Boyolali. Jawa Tengah *Email Corresponding: ipah2021@sekha. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 20 September 2023 Direvisi: 20 Oktober 2023 Disetujui: 25 November 2023 Tersedia Daring: 1 Januari 2024 Kata Kunci: Organisasi BEM Perilaku Pro-sosial Mahasiswa Keywords: BEM Organization Student Pro-Social Behavior ABSTRAK Keanggotaan dan keterlibatan aktif dalam BEM memberi siswa kesempatan untuk menumbuhkan bakat kepemimpinan mereka, mengawasi tim, dan mengawasi usaha yang menguntungkan bagi siswa dan komunitas di sekitar Selain itu. BEM berperan dalam mendukung kode etik, integritas, dan tanggung jawab dalam anggotanya, sehingga membentuk perilaku siswa dengan cara yang bermartabat. Investigasi ini menggunakan teknik kuantitatif, menggunakan desain penelitian korelasional, untuk memastikan dan meneliti hubungan antara entitas organisasi BEM dan sikap prososial mahasiswa di STIAB Smaratungga. Hasil yang diperoleh dari analisis data mengungkapkan korelasi afirmatif antara keanggotaan BEM dan perilaku prososial siswa, dengan persamaan regresi yang menguatkan hubungan ini. Oleh karena itu, temuan ini menguatkan gagasan bahwa keterlibatan dalam BEM memiliki kapasitas untuk membentuk perilaku prososial siswa di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga, yang, pada gilirannya, dapat memberikan pengaruh yang menguntungkan pada lingkungan kampus dan masyarakat pada umumnya. ABSTRACT Membership and active involvement in BEM provides students with the opportunity to grow their leadership talents, supervise teams, and oversee ventures that benefit students and the surrounding campus community. BEM plays a role in supporting a code of ethics, integrity, and responsibility in its members, thereby shaping student behavior in a way that is achieved. This investigation uses quantitative techniques, using a correlational research design, to ascertain and examine the relationship between the BEM organizational entity and students' prosocial attitudes. STIAB Smaratungga. The results obtained from data analysis reveal an affirmative correlation between BEM membership and students' prosocial behavior, with the regression equation strengthening this relationship. Therefore, these findings strengthen the idea that involvement in BEM has the capacity to shape students' prosocial behavior at the Smaratungga College of Buddhist Studies (STIAB), which in turn can have a beneficial influence on the campus environment and society in general. A2024. Ipah. Mujiyanto. Supartono This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Di era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat seperti saat ini, kompetensi Abad-21 menjadi sangat penting bagi setiap individu yang ingin berhasil kedalam dunia Pendidikan dan masyarakat modern. Kompetensi ini mencakup keteraampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi segala tantangan yang terus berubah di abad-21 ini beberapa aspek sebagai kunci dari kompetensi abad-21 termasuk keteraampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan berkomunikasi dengan efektif, literasi digital merupakan kemampuan Ipah et. al (Hubungan Antara Organisasi Dengan BEM. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 302-307 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. dalam bekerja secara kolaboratif. Pembentukan perilaku pro-sosial dikalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga juga dapat dipengaruhi oleh dinamika sosial dan budaya yang ada disekitar kampus. Nilai-nilai gotong royong, dan semangat sosial yang tercermin dalam budaya lokal mendorong mahasiswa untuk memiliki sikap peduli terhadap sesama dan Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial, pelayanan masyarakat pengabdian masyarakat menjadi bagian integral dari budaya akademik di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Selain itu peran lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan tidak boleh dibaikan. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga telah mengembangkan berbagai inisiatif dan program pendidikan karakter yang bertujuan untuk memupuk nilai-nilai pro-sosial di antara mahasiswanya (Pitaloka & Ediati. Pendidikan ini memiliki integrasi nilai-nilai pro-sosial dalam penyelenggaraan kegiatan sosial, dan memberikan kesempatan Perilaku sosial saat ini sangat penting dalam perkembangan siswa, karena mereka adalah katalis untuk perubahan positif dalam masyarakat. Berbagai faktor, seperti kesamaan dan tanggung jawab, model langsung, dan pengaruh prososial, mempengaruhi perilaku pro-sosial individu (Baron dan Branscombe, 2012: . Kampus ini berfungsi sebagai platform bagi siswa untuk mengeksplorasi ranah pendidikan dan menumbuhkan potensi mereka, yang terkait erat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Tindakan pro-sosial dapat sangat bervariasi di antara siswa, karena siswa yang terlibat aktif dan kurang terlibat menunjukkan perilaku pro-sosial yang berbeda. Perbedaan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Triyatno dan sukmawati dalam artikel jurnal mereka berjudul AuPerbedaan Perilaku Pro-Sosional Antara Siswa Aktif dan Non aktif dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Sekolah Tinggi Studi Buddhis (STIAB) SmaratunggaAy (Volume 2. No 2, 2. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memainkan peran penting dalam membentuk perilaku siswa di Sekolah Tinggi Studi Buddhis Smaratungga (STIAB). Berfungsi sebagai platform untuk partisipasi aktif. BEM memungkinkan siswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan inisiatif yang berkontribusi pada pengembangan perilaku pro-sosial Dalam kegiatan organisasi untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan berkontribusi pada kemajuan kampus serta kesejahteraan mahasiswa secara keseluruhan Berikut adalah beberapa cara dimana BEM berkaitan erat dengan dengan perilaku prososial mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Melalui keanggotaan daan partisipasi aktif dalam BEM. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilam kepemimpinan. Mereka dapat belajar memimpin tim, mengorganisir dan mengelola proyek-proyek yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat yang ada di sekitar kampus. Anggota BEM terlibat dalam berbagai kegiatan yang melibatkan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dosen, staf dan pihak eksetnal. Hal ini membantu mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi, negosiasi, dan di plomasi yang penting dalam kehidupan akademik dan profesional. BEM dapat menginisiasi dan mengkordinasikan kegiatan dan pelayanan maasyarakat bagi mahasiswa. Hal ini menciptakan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan membentuk perilaku pro-sosial sebagai wadah organisasi. BEM memiliki peran dalam mempromosikan nilai-nilai etika, integritas, dan tanggung jawab diantara anggotanya. Ini membentu membentuk perilaku mahasiswa yang bermartabat dan tanggung jawab. Melalui keanggotaan dalam BEM, mahasiswa memiliki kesempatan untuk membangun hubungan dengan sesama mahasiswa, dosen, staf, dan pihak eksternal. Ini membantu membentuk keterampilan sosial dan memperluas jaringan profesional mereka. Ipah et. al (Hubungan Antara Organisasi Dengan BEM. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 302-307 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Dengan keterlibatan dalam BEM, mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan, mengasah keterampilan, dan membentuk sikap pro-sosial yang akan membawa dampak positif dalam lingkungan kampus dan masyarakat secara luas. BEM menjadi salah satu wadah penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan kampus dan membentuk karakter yang unggul di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara organisasi (BEM), dengan perilaku pro-sosial mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Metode Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Desain Penelitian Teknik yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan penelitian korelasional. Seperti yang dinyatakan oleh Arikunto . penelitian korelasional mengacu pada metodologi yang diadopsi oleh peneliti dengan tujuan memahami besarnya hubungan antara dua atau lebih variabel, tanpa memperkenalkan modifikasi, penambahan, atau manipulasi pada data yang ada. Alasan di balik penggunaan penelitian korelasi dalam penelitian ini adalah untuk memeriksa dampak variabel independen pada variabel dependen. Populasi dan sampel Menurut Sugiyono . , populasi dapat didefinisikan sebagai area luas yang terdiri dari entitas atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu, yang diidentifikasi peneliti untuk tujuan pemeriksaan dan analisis selanjutnya. Akibatnya, populasi mewakili keseluruhan materi yang diselidiki. Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari 32 siswa dari BEM Sekolah Tinggi Studi Buddhis (STIAB) Smaratungga. Variabel penelitian Investigasi ini memusatkan perhatiannya pada variabel dependen, khususnya perilaku prososial siswa yang berasal dari STIAB Smaratungga. Sebaliknya, variabel minat yang tetap independen adalah Organisasi BEM, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddhis (STIAB) Smaratungga. Hasil dan Pembahasan Data yang diperoleh dari upaya penelitian ini menjadi sasaran pemeriksaan statistik melalui pemanfaatan perangkat lunak IBM SPSS. Secara khusus. Statistik 21 digunakan untuk tujuan ini dan analisis selanjutnya dilakukan dengan cara yang dijelaskan di bawah Tabel 1 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Dependent Variable: Y Std. Error Standardized Coefficients Beta Ipah et. al (Hubungan Antara Organisasi Dengan BEM. Sig. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 302-307 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Dari tabel yang disediakan, terlihat bahwa nilai Konstanta . adalah 116,41, sedangkan nilai BEM Organisasi setara dengan 0,245. Akibatnya, persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut: Y=116,418 0,245=116,868. Persamaan dapat ditafsirkan sebagai berikut: Pertama. Konstanta 116,418 menandakan bahwa nilai konsisten dari variabel Organisasi BEM adalah 116,418. Kedua, koefisien regresi X 0,248 menunjukkan bahwa untuk setiap 1% peningkatan nilai variabel independen, variabel dependen meningkat sebesar 0,248. Mempertimbangkan nilai signifikansi tabel koefisien, diperoleh nilai signifikan 0,000<0,05, membangun hubungan antara variabel X (Organisasi BEM) dan variabel Y (Perilaku pro-sosial Menganalisis nilai-t, diamati bahwa nilai 5. 975 lebih besar dari 1. Ini menegaskan bahwa variabel X (Organisasi BEM) memang terkait dengan variabel Y . erilaku pro-sosial Sisw. Berdasarkan langkah-langkah analisis data tersebut, dapat disimpulkan oleh peneliti bahwa ada hubungan antara penerapan Organisasi BEM dan persamaan regresi Y=116,418 0,245=116,868 Y. Hasil ini diperkaut oleh penelitian yang dilakukan oleh Ummi Salamah, . hubungan antara religiulitas dengan perilaku prososial pada Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Riau. Analisis momen produk pearson dilakukan dalam penyelidikan ini untuk memeriksa hubungan antara tingkat religiusitas dan sikap pro-sosial di antara siswa yang mengkhususkan diri dalam Komunikasi Dakwah dan UIN SUSKA Riau. Temuan yang diperoleh dari analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Koefisien korelasi 0,589 mengungkapkan hubungan positif antara tingkat religiusitas dan sikap pro-sosial yang ditunjukkan oleh siswa. Ini menandakan bahwa individu dengan tingkat religiusitas yang lebih tinggi lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku pro-sosial. Selanjutnya, skor penting 0,00 . <0. menunjukkan bahwa hubungan antara religiusitas dan sikap pro-sosial signifikan secara statistik. Akibatnya, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yang menegaskan korelasi positif dan signifikan antara religiusitas mahasiswa fakultas dan sikap pro-sosial mereka, dianggap dapat diterima. Secara keseluruhan, temuan ini menawarkan bukti empiris yang mendukung hubungan positif antara religiusitas dan sikap pro-sosial di antara siswa dekwah dan mereka yang belajar komunikasi di UIN SUSKA Riau. Bagian hasil dan pembahasan menyajikan hasil-hasil yang diperoleh dan cara Uraian harus komprehensif namun tetap ringkas dan padu. Pembahasan hasil penelitian meliputi kelebihan dan kekurangan, termasuk pengujian. Oazly Williandi Edwin . perbedaan perilaku prososial pada Mahasiswa Psikologi Universitas Medan area ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Menurut hasil yang diperoleh dari perhitungan nilai rata-rata teoritis dan praktis, dapat disimpulkan bahwa perilaku prososial dikategorikan tinggi, karena skor rata-rata empiris 98,85 melebihi skor rata-rata yang Selanjutnya, perilaku prososial yang ditunjukkan oleh individu dengan ciriciri kepribadian ekstrovert juga dapat digambarkan sebagai tinggi, mengingat bahwa skor ratarata empiris 92,21 melampaui skor rata-rata hipotetis 85. Sebaliknya, perilaku prososial yang ditunjukkan oleh individu dengan tipe kepribadian introvert dapat dianggap rendah, karena skor rata-rata empiris 75,13 lebih kecil dibandingkan dengan skor rata-rata hipotetis 85. Siti Dina Zakiroh. Muhammad Farid . perilaku prososial dan unit-unit kegiatan Tingkat rata-rata perilaku pro-sosial di antara siswa tidak menunjukkan perbedaan yang patut dicatat antara mereka yang secara aktif berpartisipasi dalam unit yang berpusat di sekitar seni Islam dan spiritualitas. Demikian pula, tidak ada perbedaan signifikan yang diamati dalam perilaku pro-sosial rata-rata siswa yang terlibat dalam unit yang berfokus pada penggemar seni dan alam. Sejalan dengan itu, tidak ada perbedaan penting yang ditemukan dalam perilaku pro-sosial rata-rata siswa yang berpartisipasi dalam unit kegiatan Pecinta Spiritual dan Alam Islam . =>0. 05, tidak signifikan secara statisti. Akibatnya, hipotesis tidak dapat diterima. Namun demikian, temuan lain menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan Ipah et. al (Hubungan Antara Organisasi Dengan BEM. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 302-307 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. dalam perilaku pro-sosial rata-rata antara siswa laki-laki dan perempuan . = 0,01, tidak signifikan secara statisti. , sehingga membuat hipotesis yang berkaitan dengan perbedaan ini Rata-rata perilaku pro-sosial di antara mahasiswa perempuan diamati lebih tinggi daripada perilaku pro-sosial rata-rata di antara siswa laki-laki. Temuan penyelidikan ini menetapkan bahwa tindakan altruistik yang ditunjukkan oleh siswa tidak dapat berfungsi sebagai standar untuk membedakan antara tingkat pencapaian skolastik yang tinggi dan rendah. Dalam arti yang lebih luas, temuan ini juga menunjukkan bahwa individu yang memperoleh nilai rata-rata mulai dari 2,9 hingga 4,00 menunjukkan kecenderungan yang berkurang terpadap perilaku prososial. Akibatnya, disarankan agar siswa menumbuhkan perilaku prososial yang ditingkatkan dan menguntungkan melalui keterlibatan sosial yang mendukung peningkatan kinerja akademik. Dzikrina Anggie Pitaloka1. Annastasia Ediati2 . rasa syukur dan kecenderungan perilaku prososial pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Penelitian ini mencakup kelompok 79 mahasiswa sarjana psikologi, yang berasal dari Universitas Diponegoro. Kelompok ini terdiri dari 29 pria dan 50 wanita, dipilih dengan cermat menggunakan metode pengambilan sampel yang bertujuan. Proses pengumpulan data menggunakan skala terima kasih, yang terdiri dari 35 item validitas yang tak terbantahkan dan membanggakan koefisien reliabilitas @932. Selain itu, skala kecenderungan perilaku pro-sosial digunakan, menampilkan 10 item validitas yang tidak dapat disangkal dan menunjukkan koefisien reliabilitas @. 0,607. Analisis data berikutnya dilakukan melalui teknik analisis yang belum sempurna. Temuan ini mengungkapkan korelasi positif yang signifikan secara statistik antara tingkat syukur dan kecenderungan perilaku pro-sosial . =0. p=0. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa seiring dengan meningkatnya tingkat rasa syukur, demikian juga kecenderungan perilaku pro-sosial di kalangan mahasiswa psikologi di Universitas Diponegoro. Kesimpulan Hasil dari wacana ini adalah bahwa di era globalisasi dan teknologi abad ke-21, kemahiran seperti kemampuan berpikir kritis, daya cipta, keterampilan komunikasi, dan literasi digital sangat penting untuk pencapaian di ranah pendidikan dan masyarakat modern. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga diakui memainkan peran penting dalam membentuk perilaku pro-sosial mahasiswa melalui prinsip-prinsip gotong royong dan etos sosial yang tercermin dalam budaya lokal. Selain itu, pengaruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai organisasi di kampus sangat mempengaruhi perilaku pro-sosial Melalui keanggotaan dan partisipasi aktif di BEM, siswa disajikan dengan prospek menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, berkontribusi pada kemajuan kampus, dan terlibat dalam upaya pro-sosial untuk komunitas tetangga. Temuan Investigasi ini menggunakan metodologi korelasi untuk menjelaskan tingkat hubungan antara variabel organisasi BEM dan perilaku pro-sosial siswa. Hasil analisis data dicontohkan dalam persamaan regresi yang mengungkapkan korelasi yang menguntungkan antara variabelvariabel ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan dalam BEM memiliki kemampuan untuk membentuk sikap pro-sosial siswa yang menghadiri Sekolah Tinggi Studi Buddhis Smaratungga (STIAB). Mengingat temuan ini, menjadi jelas bahwa lembaga pendidikan dan organisasi siswa mengambil peran penting dalam membentuk karakter siswa dan meningkatkan kontribusi mereka kepada masyarakat. Selanjutnya, hasil penyelidikan ini menawarkan wawasan tambahan tentang pentingnya keterlibatan dalam organisasi pro-sosial dan inisiatif dalam membentuk siswa yang ambisius dan memberikan pengaruh positif di kampus dan lingkungan Ipah et. al (Hubungan Antara Organisasi Dengan BEM. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 302-307 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Daftar Pustaka