JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. ANALISIS POTENSI PEMANENAN AIR HUJAN UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI NEGERI PASSO BENTENG KARANG KECAMATAN BAGUALA. KOTA AMBON Dewi Cantika Putri. Warniyati. Monica R. Tutkey. Tri O. Sihombing. 1, 2, 3, . Teknik Sipil. Universitas Pattimura dewicantikaputri@gmail. com, . warniyaties@gmail. com, . monicatutkey@gmail. sihombing@lecturer. ARTICLE HISTORY Received: August 8, 2025 Revised February 28, 2026 Accepted: March 14, 2026 Online available: March 18, 2026 Keyword: Clean Water. Rainfall. Rainwater Harvesting, *Correspondence: ABSTRACT Negeri Passo Benteng Karang, a hamlet in Baguala Sub-district, is located in a hilly area with rocky soil, making it challenging to access groundwater sources. Despite having one borehole and a single reservoir, the community frequently faces clean water shortages, as the current supply is insufficient for daily needs. To address this issue, a cost-effective and efficient solution, namely rooftop rainwater harvesting (RWH), is proposed. This study analyzes climate, rainfall using the Gumbel method, community water demand, planned discharge using the rational method, and the potential of RWH. The results indicate a maximum harvestable water volume of 4,133. 5 mA/day with rainfall exceeding 100 mm, while the clean water demand is 144 mA/day. Thus, the clean water needs of Negeri Passo Benteng Karang can be fully met through the implementation of the RWH method. Name: Dewi Cantika Putri E-mail: dewicantikaputri@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 PENDAHULUAN Air merupakan elemen esensial dalam kehidupan manusia, digunakan dalam berbagai aktivitas seharihari seperti pertanian, industri, dan kebutuhan rumah Salah satu sumberd daya alam yang paling melimpah di permukaan bumi ialah air. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan air terutama air bersih, terus meningkat. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas, khususnya di wilayah yang sulit mengakses air bersih, seperti daerah perbukitan (Pengajar dkk. , 2. Artikel ini Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. bertujuan untuk membantu mengatasi masalah kekurangan air bersih di Negeri Passo Benteng Karang. Kecamatan Baguala. Kota Ambon, secara efisien dan Secara administratif. Negeri Passo Benteng Karang terletak di Kecamatan Baguala. Kota Ambon. Provinsi Maluku. Secara geografis, wilayah ini berada di daerah perbukitan dengan struktur tanah berbatu, berjarak sekitar 14 km dari pusat Kota Ambon, dan memiliki luas wilayah 11,38 kmA dari total luas Kecamatan Baguala (BPS, 2021 dalam Ralahalu dkk. Wilayah ini terdiri dari 2 RW dan 10 RT. Saat ini, masyarakat setempat hanya mengandalkan pasokan Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. air dari satu sumur bor yang dioperasikan dengan pompa bertenaga surya untuk memenuhi kebutuhan Namun, sulitnya menemukan sumber mata air akibat kondisi tanah berbatu membuat masyarakat tidak dapat membangun sumur pribadi. Selain itu. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak dapat menjangkau wilayah ini karena keterbatasan ekonomi masyarakat yang mayoritas berada pada level menengah ke bawah. Kendala utama adalah debit air dari sumur bor yang sangat terbatas, hanya sekitar 0,5-1 liter/detik, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan 1. jiwa penduduk. Selain itu. Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku hanya memiliki satu reservoir berkapasitas 100 mA . anjang 8 m, lebar 6 m, tinggi 2,1 . , yang memerlukan waktu tiga hari untuk terisi Distribusi air dilakukan secara bergilir berdasarkan jadwal, dan selama musim hujan, pompa tidak berfungsi karena ketiadaan energi surya yang menyebabkan kekurangan pasokan air. Akibatnya, masyarakat terpaksa membeli air tambahan untuk memenuhi kebutuhan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan solusi yang lebih hemat biaya dan efisien, salah satunya adalah sistem pemanenan air hujan (Rooftop Rainwater Harvestin. Sistem ini memungkinkan pengumpulan air hujan untuk kebutuhan air bersih sekaligus dapat mengurangi risiko Penulis berpendapat bahwa sistem distribusi air saat ini kurang efektif karena debit air yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan harian masyarakat, dan pasokan hanya tersedia pada waktu tertentu sesuai Dengan meningkatnya kebutuhan air di masa depan, diperlukan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan air. Oleh karena itu, penelitian ini akan menghitung secara teknis dan mengkaji potensi pemanenan air hujan untuk mengetahui seberapa besar air hujan yang dapat dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan harian di Negeri Passo Benteng Karang. Penelitian ini melibatkan analisis iklim dan curah hujan, evaluasi kebutuhan air masyarakat, perhitungan debit air hujan, serta kajian potensi pemanenan air hujan sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan air Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan ketersediaan air bagi masyarakat Negeri Passo Benteng Karang, sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA 1 Tinjauan Pustaka Penelitian terdahulu tentang pemanenan air hujan (PAH) menjadi dasar untuk memastikan orisinalitas dan relevansi penelitian ini. Pamungkas dkk. di Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Nusa Penida menghitung kebutuhan air domestik 405,5 liter selama musim kering, dengan luas atap 68,54 mA dan bak penampung 48,41 mA, sementara Miu dkk. di Desa Pelehu. Gorontalo, merancang PAH untuk mengatasi air keruh dan asin menggunakan metode rasional. Studi lain oleh Pamungkas dkk. di Desa Seraya. Bali, mencatat potensi air hujan 241,7 juta liter/tahun, memenuhi 92,53% kebutuhan air lokal. Penelitian Artiningrum dkk. di Desa Cikalong. Bandung Barat, menghasilkan potensi PAH 552 mA/tahun, rata-rata 52 mA/rumah/tahun, dan Salindeho dkk. di Desa Kawahang. Siau, merancang sistem PAH dengan luas atap 121,2 mA dan bak penampung 3,375 mA untuk air minum. Tinjauan ini memperkuat pentingnya PAH sebagai solusi penyediaan air bersih. 2 Air Air merupakan kebutuhan utama untuk kehidupan, mendukung aktivitas rumah tangga, industri, dan produksi, namun peningkatan populasi meningkatkan risiko krisis air akibat ketimpangan pasokan dan kebutuhan. Air bersih harus memenuhi standar Permenkes RI No. 32 Tahun 2017, yaitu jernih, tidak berbau, suhu A3AC, kadar besi maksimum 1,0 mg/L, bebas bakteri patogen, dan bebas zat radioaktif seperti sinar alfa, beta. Standar ini memastikan air layak untuk higiene sanitasi, seperti mandi dan mencuci, meskipun pengolahan tambahan diperlukan untuk konsumsi 3 Hujan Hujan, sebagai bagian siklus hidrologi, vital untuk menyediakan air bagi kehidupan, terjadi saat awan tak mampu menahan butir air, namun sering terbuang ke saluran drainase. Dengan pengelolaan yang baik, hujan dapat menjadi sumber air bersih, terutama di wilayah dengan keterbatasan air, seperti Negeri Passo Benteng Karang. Siklus hidrologi melibatkan penguapan air dari laut dan daratan, pembentukan awan, dan presipitasi sebagai hujan atau salju, yang mengalir ke sungai atau meresap ke tanah. Pemanenan air hujan menjadi solusi strategis untuk memanfaatkan sumber air ini, mengurangi ketergantungan pada sumber air lain. 4 Iklim dan Cuaca Iklim adalah rata-rata kondisi cuaca dalam jangka panjang, sedangkan cuaca mencakup perubahan jangka pendek di atmosfer. Di Indonesia, klasifikasi iklim menggunakan metode Schmidth-Ferguson berdasarkan curah hujan, menghitung rata-rata bulan kering (<60 Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. dan basah (>100 m. untuk menentukan tipe iklim melalui rasio Q . enis ikli. desain sistem pemanenan air hujan. Standar Deviasi Oc fd ycAycc = Ta . Dengan: Md = Rerata periode bulan kering Oc yceycc = Frekuensi bulan kering atau bulan dengan curah hujan dibawah 60 mm/bulan ycN = Lamanya penelitian dalam tahun ycIycc = OoycuOe1 OcycuycnOe1. cuycn Oe ycuI )2 a. Dengan: Sd: Standar deviasi curah hujan Xr: Nilai curah hujan rata-rata Xi: Nilai pengukuran dari suatu curah hujan ke-i N: Jumlah data curah hujan Oc fw ycAyc = a . Dengan: Md = Rerata periode bulan basah Oc yceycc = Frekuensi bulan basah atau bulan dengan curah hujan diatas 100 mm/bulan ycN = Lamanya penelitian dalam tahun Metode ini mengelompokkan iklim dari sangat basah (Q < 14,3%) hingga sangat kering (Q > 700%), membantu memahami pola curah hujan di lokasi Klasifikasi ini mendukung perencanaan sistem pemanenan air hujan yang sesuai dengan karakteristik iklim Negeri Passo Benteng Karang. 5 Kondisi Wilayah Analisis Curah Hujan Data curah hujan untuk penelitian ini bersumber dari Balai Wilayah Sungai Maluku, diukur di Pos Pantau Amaori. Negeri Passo Benteng Karang, pada ketinggian 659 m dengan koordinat 3A39'10. 25" LS, 128A15'51. 44" BT. Pos ini beroperasi sejak 2014 dan menyediakan data penting untuk analisis hidrologi. Data rata-rata curah hujan tahunan dari 2015 hingga 2023 digunakan untuk memahami pola curah hujan di wilayah penelitian. Informasi ini menjadi dasar untuk merancang sistem pemanenan air hujan yang efektif guna memenuhi kebutuhan air masyarakat setempat. 6 Analisis Hidrologi Analisis hidrologi dimulai dengan pemilihan data curah hujan melalui metode partial duration series, diikuti perhitungan parameter statistik seperti rata-rata, standar deviasi, koefisien variasi, skewness, dan Curah hujan dianalisis menggunakan distribusi Normal. Log Normal. Gumbel, dan Log Pearson i untuk periode ulang 2 tahun hingga 100 tahun, dengan sebaran digambarkan pada kertas Kecocokan distribusi diuji dengan metode ChiKuadrat dan Smirnov-Kolmogorov untuk memastikan akurasi model. Intensitas hujan dihitung menggunakan metode Mononobe, mengubah data harian menjadi jamjaman, mendukung perhitungan debit air hujan dan Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Koefisien Skewness yayc = I)3 ycuyOc. aycuyci ycUycnOeyaycuyciycU . cuOe. cuOe. yycI 3 a . Dengan: Cs: Koefisien Skewness Sd: Standar deviasi curah hujan Log ycUI : Nilai curah hujan rata-rata LogXi: Nilai pengukuran dari suatu curah hujan ke-i N: Jumlah data curah hujan Koefisien Kurtosis I)4 ycu 2 yOc. aycuyci ycU OeyaycuyciycU ycn yayco = . cuOe. cuOe. cuOe. yycI a. Dengan: Ck: Koefisien Kurtosis Sd: Standar deviasi curah hujan Log ycUI : Nilai curah hujan rata-rata LogXi: Nilai pengukuran dari suatu curah hujan ke-i N: Jumlah data curah hujan Koefisien Variasi (C. ycI yayc = yaycuyciycU a. Dengan: Cv: Koefisien Variasi S: Standar deviasi curah hujan Log ycUI : Nilai curah hujan rata-rata Distribusi Normal ycUycN = ycUI yaycN y ycI a . Dengan: ycUycN : Perkiraan nilai yang diharapkan terjadi dengan periode ulang T-tahunan ycUI : Nilai rata-rata hitungan variat (X. ycI : Standar deviasi yaycN : Faktor frekuensi, nilainya bergantung dari T. Nilai koefisien untuk distribusi Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Distribusi Log Normal yaycuyciycUycN = yaycuyciycUI yaycN y ycI a . Dengan: yaycuyciycUycN : Nilai logaritma hujan rencana dengan periode yaycuyciycUI : Nilai rata-rata logaritma Distribusi Gumbel ycUycN = ycUI ycI y ya a . Dengan: ycUycN : Hujan rencana atau debit dengan periode ulang T ycUI: Nilai rata-rata sampel ycI: Standar deviasi ya: Faktor probabilitas untuk nilai-nilai ekstrem Gumbel. Distribusi Log Pearson i yaycuyciycUycN = yaycuyciycUI K y S a. Dengan: yaycuyciycUycN : Nilai logaritma hujan rencana dengan periode yaycuyciycUI : Nilai rata-rata logaritma ycI : Standar deviasi yayc : Koefisien skewness yayco : Koefisien kurtosius yayc : Koefisien keragaman ya : Variabel standar untuk X yang besarnya tergantung koefisien skewness metode uji Chi-kuadrat ya = 1 a. 3,3 log . Dengan: K: Kelas distribusi 7 Analisis Debit Air Hujan Debit air hujan dihitung dengan metode rasional (Triatmodjo, 2. , menggunakan rumus: ycE = 0,00278 yyayyayya a. Dengan: XT: Curah hujan rencana untuk periode ulang T Xr: Hujan rata-rata k : Variabel Reduksi dari nilai Cs Sd: Standar deviasi Metode ini memberikan estimasi debit air hujan yang akurat untuk kebutuhan desain sistem pemanenan air hujan. Dengan mempertimbangkan intensitas hujan dan karakteristik wilayah, perhitungan ini membantu Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. menentukan kapasitas penampungan air di Negeri Passo Benteng Karang. 8 Pemanenan Air Hujan (Rooftop Rainwater Harvestin. Pemanenan air hujan (PAH) mengumpulkan air dari atap bangunan untuk keperluan domestik seperti mandi dan mencuci, atau diolah menjadi air minum. Sistem ini mencakup atap sebagai penangkap, pipa penyalur, bak penampung, dan saluran pembuangan untuk air awal yang kotor, mengurangi limpasan dan meningkatkan cadangan air tanah (Pamungkas dkk. PAH menjadi solusi efektif untuk menyediakan air di daerah dengan sumber terbatas. Komponen seperti bak penampung dirancang berdasarkan volume air hujan, periode kering, kebutuhan air, serta memastikan penyimpanan maksimal untuk mendukung kebutuhan masyarakat. 9 Analisis Jumlah Air yang Dapat Dipanen Perhitungan jumlah air hujan yang dapat dipanen memerlukan data luas atap . , curah hujan rata-rata tahunan . dan perkiraan angka untuk koefisien runoff menggunakan 0,8 untuk bangunan atap. ycI = ya C a. ycIC ya Dengan: S = Jumlah air yang dapat dipanen . C = Faktor kehilangan . R = Curah hujan rata-rata . A = Luas atap bangunan . Rumus diatas untuk memperkirakan potensi air hujan yang dapat ditampung, dengan koefisien 0,8 mengindikasikan bahwa 1 mm curah hujan pada 1 mA atap menghasilkan 0,8 liter air. Perhitungan ini penting untuk merancang sistem pemanenan air hujan yang efisien di Negeri Passo Benteng Karang 10 Kebutuhan Air Kebutuhan air domestik . inum, masak, mand. dan non-domestik . nstitusi dan industr. meningkat seiring pertumbuhan penduduk, menuntut sumber air Di Negeri Passo Benteng Karang, sumur bor bertenaga surya dengan debit terbatas berdasarkan jadwal, sehingga masyarakat sering membeli air tambahan. Menurut SNI-6728. 1:2015, kebutuhan air bersih rumah tangga bervariasi: 60-90 L/orang/hari untuk daerah semi-urban, hingga 150-200 L/orang/hari untuk Untuk daerah pedesaan seperti Passo Benteng Karang, kebutuhan diperkirakan 90 L/orang/hari, menjadi dasar perencanaan sistem pemanenan air hujan. Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada area distribusi jaringan dengan sumber mata air dari sumur bor di Negeri Passo Benteng Karang Kecamatan Baguala Kota Ambon dengan titik koordinat 3A38'45. 73"S, 128A15'53. 11"E. Lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Data curah hujan memegang peranan penting dalam analisis hidrologi, mencakup informasi temporal . untut wakt. yang menunjukkan tren hujan di suatu lokasi, serta spasial . yang menggambarkan daerah dengan curah hujan berlebih atau kekurangan, sehingga mendukung strategi pengelolaan sumber daya air (Syaifullah. , 2. Dalam penelitian ini, data sekunder berupa curah hujan tahunan dari 2015 hingga 2023 digunakan, bersumber dari Pos Amaori, pos hujan terdekat dengan lokasi penelitian di Negeri Passo Benteng Karang, dengan fokus pada data hujan harian di atas 100 mm . ujan sangat leba. sesuai Tabel 1. Tabel 1. Curah Hujan Maksimum Harian Pos Pantau Amaori Sumber: penulis, 2025 Gambar 1. Lokasi Penelitian 2 Teknik Pengumpulan Data Sebelum dilakukannya sebuah penelitian diperlukan pengumpulan data. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dibuat secara langsung oleh peneliti untuk keperluan Data sekunder adalah data-data yang telah ada sebelumnya dan dikumpulkan peneliti yang diperoleh dari instansi-instansi terkait. Beberapa data yang akan digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan survei langsung ke lokasi Data primer tersebut berupa jumlah rumah, luas atap dan jenis atap. Data sekunder berupa curah hujan rata-rata yang diperoleh dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku dan informasi sumber air bersih rumah tangga. 3 Metode Analisis Pada tahap ini dilakukan beberapa proses analisis tahapan penelitian. Analisis penelitian dibagi menjadi beberapa tahapan, antara lain: Analisis jenis iklim Analisis curah hujan Analisis kebutuhan air penduduk Analisis potensi pemanenan air hujan Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Sumber: Penulis,2025 Dalam penelitian ini, data curah hujan harian selama 8 tahun . 5Ae2. dari Balai Wilayah Sungai Maluku diolah dan direkap secara tahunan, lalu dikelompokkan ke dalam tiga periode untuk analisis klasifikasi iklim menggunakan metode SchmidthFerguson. Hasil analisis menunjukkan dari 97 bulan pengamatan, terdapat 44 bulan kering . urah hujan 100 m. , sebagaimana tercantum dalam Tabel 2. Dengan persamaan 1 dan persamaan 2, rata-rata periode bulan kering dihitung sebagai 44/9 OO 5 bulan dan bulan basah 22/9 OO 2 bulan. Berdasarkan hal tersebut Negeri Passo Benteng Karang diklasifikasikan memiliki iklim tipe A . angat basa. Tabel 2. Periode Bulan Kering. Bulan Lembab dan Bulan Basah Tahun 2015-2023 Sumber: Penulis,2025 Analisis curah hujan rencana di Negeri Passo Benteng Karang dilakukan dengan empat metode distribusi frekuensi Normal. Log Normal. Gumbel, dan Log Pearson i, untuk memperkirakan potensi hujan Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. berdasarkan data dari tahun 2015 hingga 2023. Berikut penjelasan singkat dan hasil perhitungan untuk masingmasing metode, dengan fokus pada periode ulang 2 tahun hingga 100 tahun. Distribusi Normal Metode ini menghitung curah hujan rata-rata . cuI) dan standar deviasi (S. dari data curah hujan, kemudian menentukan hujan rencana (XT) dengan (KT). Berdasarkan data, curah hujan rata-rata adalah 162. mm dan standar deviasi 56. 00 mm. Untuk periode ulang 2 tahun, nilai KT adalah 0, menghasilkan hujan 54 mm. Hasil untuk periode lain ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 5. Parameter Statistik Metode Distribusi Gumbel Tabel 3. Parameter Statistik Metode Distribusi Normal Sumber: Penulis,2025 Sumber: Penulis,2025 Distribusi Log Normal Metode ini menggunakan logaritma data curah hujan untuk menghitung log rata-rata (Log ycuI), standar deviasi (Sd Log X), dan koefisien variasi (C. Dari data, log rata-rata adalah 2. 19 mm, standar deviasi 0. mm, dan koefisien variasi 0. Untuk periode ulang 2 tahun, nilai KT adalah -0. 03, menghasilkan log hujan 18 mm, atau setara dengan hujan rencana 36 mm. Tabel 4. Parameter Statistik Metode Distribusi Log Normal Distribusi Log Pearson Tipe i Metode ini menghitung log rata-rata, standar deviasi, dan koefisien skewness dari data logaritma curah hujan. Dari data, log rata-rata adalah 2. 19 mm, standar deviasi 0. 14 mm, dan koefisien skewness 0. Untuk periode ulang 2 tahun, nilai KT adalah -0. menghasilkan log hujan rencana 2. 18 mm, atau setara dengan hujan rencana 151. 36 mm. Tabel 6. Parameter Statistik Metode Distribusi Log Pearson Tipe i Sumber: Penulis,2025 Sumber: Penulis,2025 Distribusi Gumbel Metode Gumbel menggunakan curah hujan ratarata dan standar deviasi yang sama dengan distribusi Normal, ditambah perhitungan koefisien variasi (C. dan koefisien skewness (C. Dari data, rata-rata adalah 54 mm, standar deviasi 56. 00 mm. Cv = 0. 34, dan Cs = 1. Untuk periode ulang 2 tahun, faktor probabilitas (K) dihitung berdasarkan variabel reduksi, menghasilkan hujan rencana 154. 19 mm. Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Uji Chi-Kuadrat Uji Chi-Kuadrat bertujuan menentukan distribusi dengan simpangan maksimum terkecil dibandingkan nilai kritis, menggunakan rasio kuadrat selisih jumlah data per kelas terhadap total data. Nilai X2 harus lebih kecil dari nilai kritis (X2c. pada taraf signifikansi 5%. Tabel 7. Rekapan Uji Chi-Kuadrat Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Sumber: Penulis,2025 Sumber: Penulis,2025 Menghitung Intensitas Hujan Berdasarkan uji Chi-Kuadrat dan SmirnovKolmogorov, distribusi Gumbel ditentukan sebagai distribusi yang paling sesuai untuk data curah hujan di Negeri Passo Benteng Karang. Intensitas hujan dihitung menggunakan metode Mononobe untuk mengubah data curah hujan harian menjadi curah hujan per jam, dengan durasi hujan 2 jam. Hasil intensitas hujan untuk periode ulang 2 hingga 100 tahun dan berbagai durasi hujan hingga 24 jam divisualisasikan dalam Kurva IDF pada Gambar 2. Analisis Debit Banjir Rencana Debit banjir rencana di Negeri Passo Benteng Karang dihitung menggunakan metode rasional dengan koefisien aliran C = 0. 85, luas daerah tangkapan 3. Ha, dan intensitas hujan untuk periode ulang 2 tahun 11 mm/jam, menghasilkan debit banjir 143 m3/s. Hasil untuk periode ulang lainnya ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 10. Curah Hujan Rencana Sumber: Penulis,2025 Sumber: penulis, 2025 Gambar 2. Kurva IDF Intensitas Curah Hujan Tabel 8. Curah Hujan Rencana Sumber: Penulis,2025 Tabel 9. Curah Hujan Rencana Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Luas Atap Bangunan Berdasarkan survei, total luas atap bangunan dari 281 rumah di Negeri Passo Benteng Karang adalah 509 m2 atau 3,351 Ha. Analisis Jumlah Air Hujan yang dapat Dipanen Perhitungan jumlah air hujan yang dapat dipanen dihitung dengan menggunakan rumus yang dapat dilihat pada Persamaan 13. ycI = 0,8 y 154,19 ycoyco y 33. 509 yco2 ycI = 0,8 y 1,5419 yccyco y 3. 900 yccyco2 ycI = 4. 462,2 ycoycnycyceyc/Eaycaycycn Jadi, potensi maksimum air hujan yang dapat dipanen di Negeri Passo Benteng Karang diperoleh hasil 462,2 liter/hari atau 4133,5 m3/hari. Analisis Kebutuhan Air Berikut ini adalah kebutuhan air dihitung SNI-6728. 1:2015 pemakaian kebutuhan air bersih rumah tangga Kebutuhan air penduduk perdesaan = 1600 y 90 ya = 000 ya/Eaycaycycn Kebutuhan air penduduk perdesaan = 1600 y 90 ya = 144 m3 / hari. Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Untuk A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 Volume 16. No. Juni 2026 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Analisis Perbandingan Kebutuhan Air dengan Air hujan yang Dipanen Mengacu pada survei di lapangan terkait keadaan dan luas bangunan rumah di Negeri Passo Benteng Karang, sebagian besar sudah dalam keadaan baik dengan atap rumah sudah terbuat dari Genteng. Dengan kondisi tersebut seharusnya pemanenan air hujan dapat dilakukan secara maksimal. Penggunaan air bersih di Negeri Passo Benteng Karang digunakan untuk beberapa aktivitas penggunaan air seperti: kegiatan mencuci, mandi, menyiram tanaman, minum ternak dan lain-lain. Berdasarkan perhitungan potensi jumlah air hujan yang dapat dipanen diperoleh hasil sebesar 4133,5 m3/hari. Setelah diketahui potensi pemanenan air hujan di lokasi tersebut, selanjutnya mencari kebutuhan air per orang per hari sebanyak 144. L/hari atau 144 m3/hari. Maka dapat dilakukan perbandingan total penggunaan air dengan jumlah air yang dapat dipanen adalah sebagai berikut. = yaycycoycoycaEa ycaycnyc ycycaycuyci yccycaycyycayc yccycnycyycaycuyceycu Oe ycycuycycayco ycyyceycuyciyciycycuycaycaycu ycaycnyc = 4133,5 yco3 /Eaycaycycn Oe 144 yco3 /Eaycaycycn = 3989,5 yco3 /Eaycaycycn. Kemudian persentase pemenuhan kebutuhan air bersih dapat dilihat dengan perhitungan sebagai yaycycoycoycaEa ycaycnyc ycycaycuyci yccycaycyycayc yccycnycyycaycuyceycu y 100 % ycycuycycayco ycyyceycuyciyciycycuycaycaycu ycaycnyc = 144 y 100 % = 2. 870 % . coyceycoyceycuycEayc. Apabila terjadi satu kali hujan dengan dengan intensitas 154,19 mm/hari maka total air yang dapat dipanen adalah 4133,5 m3. Dengan penggunaan air 144 m3/hari maka air yang dipanen tersebut dapat digunakan selama 29 hari. Perhitungannya adalah sebagai berikut. Total air yang dapat dipanen Lama penggunaan air = total penggunaan air Lama penggunaan air= 144 = 28,7 C 29 hari Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air masyarakat di Negeri Passo Benteng Karang bisa terpenuhi dengan pemanfaatan teknik pemanenan air hujan dengan catatan apabila curah hujan diatas 100 mm. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa potensi pemanenan air hujan di Negeri Passo Benteng Karang, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. Jumlah kebutuhan air bersih di Negeri Passo Benteng Karang adalah 144. 000 liter/hari atau 144 m3/hari. Dewi Cantika Putri, et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Jumlah debit air maksimum yang dapat dipanen di Negeri Passo Benteng Karang sebesar 4. m3/hari Kebutuhan air bersih di Negeri Passo Benteng Karang dapat terpenuhi di atas 100% dengan penggunaan metode pemanenan air hujan apabila terjadi hujan dengan curah hujan diatas 100 mm. Saran Berdasarkan penelitian ini, dapat dibuat percontohan instalasi pemanenan air hujan di Negeri Passo Benteng Karang sebagai model pengelolaan sumber daya alternatif yang berkelanjutan. Apabila penelitian ini akan dikembangkan lebih lanjut, disarankan agar memperhatikan kondisi khusus seperti kualitas air hujan yang ditampung. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi teknis terhadap desain tangki penyimpanan dan sistem penyaringan. DAFTAR PUSTAKA