JIEP: Journal of Islamic Education Papua DOI: 10. 53491/jiep. Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024, pp. 31 Ae 45 ISSN 3021-7180 (Onlin. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Surah An-NisAAo Ayat 36: Kajian Tafsir Al-Munr Karya Wahbah Zuhaili Agus Susilo Saefullah1. Faturohman2 1Universitas Singaperbangsa Karawang, 2IAI Persis Bandung agussaefullahppssnj@gmail. com1, faturohman. 0944@gmail. Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam QS. An-NisAAo ayat 36 melalui perspektif Tafsir Al-Munr karya Wahbah Zuhaili. Ayat ini menekankan pentingnya bertauhid, berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, fakir miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif analisis teks untuk mengidentifikasi tema, pola, dan konsep yang muncul, serta menghubungkannya dengan konsep pendidikan karakter dalam Islam serta untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai pesan moral dan etika yang disampaikan di Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan dalam ayat ini meliputi nilai religius, nilai tanggung jawab, nilai peduli sosial, nilai bersahabat atau komunikatif, dan nilai demokratis. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk individu yang taat beribadah hanya kepada Allah, bersikap adil, menghormati hak-hak orang lain, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Internalisasi nilai-nilai ini dalam berbagai sektor pendidikan sangat relevan dalam membentuk karakter bangsa yang beradab dan berakhlak. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. QS. An-NisA' Ayat 36. Tafsir Al-Munir Abstract. This research examines the values of character education contained in QS. AnNisA' verse 36 through the perspective of Tafsir Al-Munr by Wahbah Zuhaili. This verse emphasizes monotheism's importance: doing good to parents, relatives, orphans, the poor, near and far neighbors, colleagues. Ibn Sabil, and servants. The research method used is a qualitative study of text analysis to identify emerging themes, patterns, and concepts, relate them to the idea of character education in Islam, and produce a comprehensive understanding of the moral and ethical messages conveyed therein. Research findings show that the values taught in this verse include religious values, responsible values, social care values, friendly or communicative values, and democratic values. The conclusion of this research shows that implementing these values in everyday life can form individuals who obediently worship only Allah, act pretty, respect the rights of others, and contribute positively to society. Internalizing these values in various educational sectors is relevant in forming a civilized and moral national character. Keywords: Character Education. QS. An-NisA' Verse 36. Tafsir Al-Munir A2024 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. Pendahuluan Berbagai peristiwa yang melanda lapisan masyarakat maupun kalangan pemuda dan pelajar, menunjukkan keguncangan kondisi kehidupan saat ini, terutama dalam aspek perilaku tercela seperti ketidakadilan hukum bagi masyarakat kecil, korupsi yang dinilai lumrah di lingkungan pejabat, tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba dan perilaku amoral lainnya. Dalam hal ini pendidikan diharapkan menjadi solusi yang bisa meminimalisasi kondisi tersebut. Pendidikan memberikan kesempatan kepada manusia untuk tumbuh dan berkembang secara wajar dan sempurna, sehingga mereka sadar akan pentingnya melaksanakan fungsi sebagai manusia. Muchtar Heri Jauhari dalam bukunya AuFikih PendidikanAy mendefinisikan bahwa pendidikan adalah suatu proses untuk mendewasakan manusia, dengan kata lain AumemanusiakanAy manusia (Trismawat, 2. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan dari guru ke murid, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter yang mendalam demi tercapainya keberhasilan individu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan mendorong manusia untuk mendapatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan . serta terbentuknya pribadi yang berkarakter yang baik . (Saefullah. Sementara itu Alfaruq dalam (Dari et al. , 2. dalam menegaskan bahwa Pengembangan karakter siswa didukung melalui pendidikan yang memperhatikan aspek sosial, emosional, dan etika mereka. Upaya untuk membentuk karakter siswa ini disebut sebagai pendidikan karakter, seorang guru perlu secara konsisten menanamkan nilai-nilai karakter pada para siswa. Istilah karakter berasal dari bahasa Yunani "Charassian," yang berarti menandai atau memberi tanda. Karakter berfokus pada penerapan prinsip-prinsip kebaikan dalam tindakan atau perilaku seseorang. Oleh karena itu, orang yang tidak jujur, kejam, rakus, dan memiliki perilaku amoral disebut memiliki karakter buruk, sedangkan orang yang bertindak sesuai dengan prinsip moral disebut memiliki karakter mulia (Ani Nur Aeni, dkk , 2017: . (Al-Ghazali, 1. memandang karakter sebagai sesuatu yang lebih mendekati Akhlak, yaitu perilaku spontan seseorang yang sudah menyatu dalam dirinya sehingga saat muncul tidak memerlukan pemikiran lebih lanjut. (Ramayulis, 2. menyebutkan bahwa khuluq . memiliki ekuivalensi makna dengan http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Salah satu pola pendidikan yang bisa ditawarkan dalam pembentukan karakter adalah dengan pendidikan karakter degan pendekatan ajaran Islam (Chaq & Mahmudin. Agama Islam memiliki pedoman kehidupan yang akan menghantarkan pengkajinya pada kehidupan yang mulia. Pundi-pundi ilmu tentang problema kehidupan sudah tercatat penuh keindahan di dalam Al-QurAoan. Al-QurAoan memegang peran sentral sebagai sumber nilai-nilai pendidikan karakter dalam Islam. Al-QurAoan terkhusus QS. An-NisAAo ayat 36 menekankan pentingnya bertauhid, berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, fakir miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya. Ayat ini relevan dalam pembentukan karakter karena mengajarkan nilai-nilai fundamental seperti ketuhanan, kasih sayang, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap sesama. Dengan menerapkan ajaran ini, individu diajarkan untuk taat beribadah hanya kepada Allah, bersikap adil, menghormati hak-hak orang lain, dan berkontribusi positif dalam Nilai-nilai tersebut membentuk karakter yang empatik, toleran dan peduli, yang sangat penting menciptakan kehidupan yang harmonis dan bermartabat. Oleh karena itu, sangat relevan jika penulis tertarik meneliti nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Al-QurAoan QS. An-NisAAo ayat 36 menurut Tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili. Tafsir Al-Munir adalah tafsir kontemporer yang akomodatif bagi beragam masyarakat Indonesia karena ditulis secara sistematis, mudah dipahami, dan menggunakan bahasa yang sederhana serta efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam ayat tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis teks (Ahyar, 2. Tujuannya adalah untuk memahami dan menginterpretasikan makna yang terkandung dalam teks melalui pendekatan deskriptif dan interpretatif pada Q. An-NisAAo ayat 36. Dengan menggunakan sumber data primer yaitu kitab Tafsir al-Munr fi al-AoAqdah wa al-SyarAoah wa al-Manhaj karya Wahbah Zuhaili didukung dengan sumber sekunder pada buku-buku dan artikel-artikel lainnya yang terkait dengan pendidikan karakter, penelitian ini berupaya untuk menggali informasi yang relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kandungan Q. S An-NisAAo http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. Melalui proses ini, peneliti mengidentifikasi tema, pola, dan konsep yang muncul, serta menghubungkannya dengan konsep pendidikan karakter dalam Islam, untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai pesan moral dan etika yang disampaikan dalam surat An-Nisa ayat 36. Hasil dan Pembahasan Biografi dan Karya-Karya Wahbah Zuhaili Wahbah bin Syekh Musafa al-Zuhaili, lahir di Dair AoAtiyah, sebuah pelosok di kota Damaskus. Suriah, pada tahun 1351 H. /1932 M. Wahbah menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiah di kampungnya dan melanjutkan ke jenjang pendidikan formal Wahbah kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Syariah Universitas Damaskus dan meraih gelar sarjana pada tahun 1953 M. Ia melanjutkan studi di Universitas al-Azhar. Kairo, dalam bidang Syariah, serta memperoleh ijazah dengan konsentrasi bahasa Arab pada usia 24 tahun. (Hariyono, 2. Pada tahun 1963. Wahbah mulai mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Syariah Universitas Damaskus. Karir akademiknya berkembang pesat, dan tak lama kemudian ia diangkat sebagai pembantu dekan di fakultas tersebut. Dalam waktu yang relatif singkat setelah pengangkatannya sebagai pembantu dekan, ia juga menjadi dekan dan Ketua Jurusan Fiqh al-Islami. Saat ini, ia menjabat sebagai guru besar dalam bidang hukum Islam di salah satu universitas di Suriah. (Ghofur, 2013: . Popularitas keilmuan Wahbah sebanding dengan produktivitasnya dalam Selain menghasilkan makalah dan jurnal ilmiah, ia telah menyelesaikan lebih dari 30 buku. Di antaranya. Ul al-Fiqh al-Islamy . , al-Fiqh al-IslAmy wa Adillatuhu . Tafsir al-Munr . Aar al-arb fi al-Fiqh al-Islamy. Takhrj wa Tahqq Wahbah AhAd "Tuufat al-FuqahAAo" . NaeariyyAt al-UammAn aw AukAm al-MasAoliyyat al-Madaniyat wa al-JanA'iyat fi al Fiqh al-IslAmy, al-WaAya wa alWaqf, at-Tanwr fi at-Tafsr 'ala HAmasy Al-Qur'An al-'Aem. Al-Qur'An Syar'at alMujtamaAo dan yang lainnya. (Ghofur, 2013: . Sebagaimana disampaikan dalam muqaddimah kitabnya, metode dan kerangka pembahasan Wahbah Zuhaili dalam tafsirnya adalah: Membagi ayat-ayat Al-QurAoan ke dalam satuan-satuan topik dengan judul-judul dan Menjelaskan kandungan setiap surat secara global. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Menjelaskan aspek kebahasaan. Menyampaikan sebab-sebab turunnya ayat dalam riwayat yang paling shahih dan mengesampingkan riwayat yang lemah, serta menerangkan kisah-kisah paraNabi dan peristiwa-peristiwa besar Islam seperti Perang Badar dan Uhud, dari buku-buku sirah yang paling dapat dipercaya. Tafsir dan penjelasan. Hukum-hukum yang dipetik dari ayat-ayat Menjelaskan balAgah . dan i'rAb . banyak ayat agar hal itu dapat membantu untuk menjelaskan makna bagi siapa pun yang menginginkannya, tetapi dalam hal ini saya menghindari istilah-istilah yang menghambat pemahaman tafsir bagi orang yang tidak ingin memberi perhatian kepada aspek . alAgah dan i'rA. (Wahbah Zuhaili, 2. Penamaan. Keutamaan dan kandungan Surat An-Nisa Surat An-NisA' adalah surah ke-4 dalam Al-Quran yang terdiri dari 176 ayat. Surat ini disebut dengan surah An-NisAAo al-kubrA (Tsaqofi et al. , 2. Nama tersebut diberikan karena surat ini mengandung banyak ayat yang mengatur berbagai aspek kehidupan perempuan, termasuk hukum-hukum yang berkaitan dengan hak-hak perempuan, kewajiban mereka, serta masalah-masalah keluarga seperti perkawinan, warisan, dan perlindungan terhadap perempuan. Menurut Wahbah Zuhaili terdapat keutamaan dalam QS. An-NisAAo ini, hal itu sejalan dengan hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Kitabnya al-Mustadrak melalui Abdurrahman bin Abdullah bin MasAoud, ia berkata AuSesungguhnya di dalam surah An-NisA' terdapat lima ayat yang saya tidak akan mau menukarnya meski dengan dunia Lima ayat tersebut adalah. Al-QurAoan QS. An-NisAAo ayat 40,31,48,116,64. Ay Ayat-ayat ini merupakan keutamaan dan prinsip-prinsip penting dalam Islam yaitu. Allah tidak akan berbuat Zalim walaupun sebesar biji zarrah, serta bila terdapat kebaikan sebesar zarrah. Allah hendak melipatgandakannya dan memberikan pahala Ini menunjukkan keadilan serta kemurahan Allah dalam membalas perbuatan Allah Menjanjikan pengampuan dosa-dosa kecil untuk mereka yang senantiasa menghindari dosa-dosa besar. http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. Dosa Menyekutukan Allah (Syiri. tidak akan di ampuni Allah, dan di ayat ke 116 merupakan penegasan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya. Ini menekankan bahaya serta keutamaan menghindari syirik dalam Islam juga menggarisbawahi pentingnya konsisten tauhid dalam Islam. Allah mengutus rasul-rasul untuk ditaati dan menjadi penolong bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya. Ayat 64 ini menekankan pentingnya mengikuti ajaran Rasul dan bertobat untuk mendapatkan ampunan-Nya. Surah An-NisA' mengandung penjelasan tentang berbagai hukum yang mengatur kehidupan keluarga inti dan besar, mencakup masyarakat Islam dan hubungannya dengan masyarakat lainnya, menekankan kesatuan asal-usul manusia. Surah ini juga menetapkan takwa kepada Allah sebagai pengawas hubungan sosial, baik dalam kesendirian maupun di depan umum. Secara mendalam, surah ini mengupas hukum-hukum perempuan sebagai anak dan istri, hak-hak mereka dalam kepemilikan harta, pernikahan, dan warisan, serta prinsip qiwAmah . suami sebagai tanggung jawab bukan kekuasaan Selain itu. Surah An-NisA' menggarisbawahi hubungan sosial yang toleran, solidaritas, dan kerja sama, serta aturan interaksi internasional, baik dalam keadaan damai maupun perang. Penjelasan ini termasuk bantahan terhadap Ahli Kitab dan serangan terhadap kaum munafik, bertujuan menegakkan komunitas masyarakat Islam yang bersih dari akidah sesat, menuju tauhid murni yang rasional dan menenangkan jiwa. QS. An-NisAAo ayat 36 beserta penafsiran Wahbah Zuhaili dan nilai-nilai pendidikan Wahbah Zuhaili memberikan judul khusus untuk penafsiran Surat An-Nisa' ayat 36, yaitu AkhlAq al-QurAn. AoIbAdatuLlAh Waudah wa al-IusAn li al-WAlidain wa al-AqArib wa alJrAn (Akhlak Al-Quran: Ibadah Hanya kepada Allah semata, berbakti kepada Kedua Orang Tua. Kerabat dan Tetangg. Judul ini merangkum beberapa aspek penting dari ayat tersebut yang mencerminkan prinsip-prinsip etika dan moral dalam Islam. Allah subuAnahu wa taAoAla berfirman. Ae aE eO a aN a eOU acO aaEe aO a aaE eO aI a e aUIU acOa aO Ee aC e N aOEe aO N NIO aOEe aI N aE e aeO aOEe a a aOA a e aAcEE aO aaE A a AaO e aa O NA AcEE aaE aaO ac aI eI aaE aIA a AEe aC e N aOEe a a Ee a aI a aO acEA a a aEe a eeI a aO e aI acE a eO aE o aO aI aIEa aE e aOe aI aI a eaE a acI NA AaI e a UaE Aa eaO U oA http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Terjemahannya: AuSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. Ay (Q. AnNisAAo . : . Urutan ayat ini dimulai dengan menyebutkan kewajiban manusia terhadap Allah. Ada dua alasan mengapa urutan ayat ini dimulai dengan poin tersebut. Pertama, prinsipprinsip fundamental agama adalah ibadah dan kesucian niat. tanpa niat yang tulus untuk melakukan keduanya, setiap amal yang dilakukan oleh seorang hamba tidak akan diterima oleh Allah subuAnahu wa taAoAla. Kedua, ini menunjukkan bahwa hal-hal yang dijelaskan setelahnya akan menjadi sangat penting, terutama dalam konteks hubungan antar manusia (Wahbah Zuhaili, 2. Kemudian Wahbah Zuhaili membagi kepada 13 macam akhlak yang terkandung dalam ayat ini: Beribadah semata hanya kepada Allah (AoIbAdatuLlah wauda. Wahbah Zuhaili mendefinisikan Ibadah dengan arti penyerahan diri kepada Allah dengan melaksanakan apa yang Dia perintahkan dan meninggalkan apa yang Dia larang, baik itu dalam amalan batiniah seperti keikhlasan dan tawakal, maupun dalam amalan lahiriah seperti salat, puasa, dan zakat. Allahlah yang menciptakan seluruh alam semesta, termasuk diri kita sendiri, dan Dia juga yang terus memberikan rezeki dan karunia kepada semua ciptaan-Nya. Oleh karena itu, hanya kepada Allahlah yang layak disembah oleh semua makhluk dan tidak boleh ada sekutu bagi-Nya. Hal ini mengajarkan siswa untuk memahami bahwa Allah adalah pencipta dan pemberi rezeki, sehingga hanya kepada-Nya kita harus menyembah (Wahbah Zuhaili, 2. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai ketaatan, ketundukan, dan rasa syukur kepada-Nya. Pendidikan dalam islam memiliki ideologi altauud sedangkan diluar islam memiliki ideologi yang bersumber dari ideologi ciptaan manusia seperti humanisme, materialisme, kapitalisme dan sebagainya maka Dilarang syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun (Aoadam al-sirk bihi syaia. Di dalam Al-QurAoan maupun hadis Rasulullah allallAhu 'alaihi wa sallam biasanya kedua kata ini selalu bergandengan, hal ini disebabkan karena tauhid . Allah adalah fondasi keimanan dan penghancur keimanan dan amalan-amalan adalah kesirikan kepada-Nya. Sebagaimana dalam hadis Rasulullah ketika bertanya kepada para http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. sahabatnya, "Apakah kamu tahu apa hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-Nya?" Muaz menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. " Nabi bersabda, "Kewajiban hamba adalah menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. " Lalu Nabi bertanya lagi, "Apa hak yang akan Allah berikan kepada hamba-Nya jika mereka melaksanakan hal tersebut?" Nabi menjelaskan, "Allah tidak akan mengazab mereka. " (HR Imam Ahmad. Bukhari. Muslim, at-Tirmidzi, dan Ibnu Maja. Terdapat banyak bentuk perilaku menyekutukan Allah. Salah satunya adalah sikap orang musyrik Arab yang menyembah patung dan menjadikannya sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah (Q. Yunus: . Bentuk kemusyrikan lainnya adalah sikap kaum Nasrani yang menyembah dan menganggap Nabi Isa 'alaihis salAm sebagai tuhan mereka (Q. at-Taubah: . Tauhid atau mengesakan Allah merupakan fondasi utama dalam keimanan. Menyadarkan siswa bahwa menyekutukan Allah atau syirik adalah dosa besar yang merusak keimanan. Melalui pendidikan agama, siswa diajarkan untuk menjauhi segala bentuk kemusyrikan, seperti penyembahan berhala atau keyakinan bahwa ada kekuatan lain yang setara dengan Allah. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kewajiban utama seorang hamba adalah beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Berbakti kepada kedua orang tua . irr al-wAlidai. Birr al-wAlidain berarti menaati orang tua dalam hal-hal yang baik, membantu dan mendukung mereka, serta berusaha memenuhi permintaan mereka tanpa melakukan sesuatu yang dapat menyakiti mereka. (Wahbah Zuhaili, 2. perintah birr al-wAlidain tidak hanya terdapat dalam ayat ini, akan tetapi terdapat juga dalam ayat yang lain seperti Firman Allah subuAnahu wa taAoAla. AuTuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan AuahAy dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang Ay (Q. al-IsrAAo. : . Kami mewasiatkan kepada manusia . gar berbuat bai. kepada kedua orang Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) AuBersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Ay Hanya kepada-Ku . Ay (Q. Luqman . : . http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Ibnu al-AoArabi berkata, "Birr al-walidain adalah salah satu prinsip utama dalam agama yang wajib dijalankan. Berbuat baik kepada orang tua dapat dilakukan melalui ucapan dan tindakan. Mengenai ucapan. Allah menjelaskan dalam Q. al-IsrAAo. : 23 bahwa orang tua memiliki hak mutlak untuk mendapatkan kasih sayang dan memiliki hak khusus dalam hubungan keluarga. Ay Birr al-walidain atau berbuat baik kepada orang tua adalah prinsip dasar dalam Islam. Ini mencakup ketaatan, penghormatan, dan kasih sayang kepada orang tua. Siswa diajarkan untuk membantu orang tua, memenuhi kebutuhan mereka, dan tidak menyakiti perasaan mereka. Firman Allah dalam QS. Al-Isra . : 23 dan QS. Luqman . : 14 menekankan pentingnya berbuat baik kepada orang tua, khususnya ketika mereka sudah lanjut usia. Berbuat baik kepada karib kerabat Karib kerabat adalah keluarga dekat seperti saudara laki-laki, saudara perempuan, paman dari pihak ayah maupun ibu, serta anak-anak mereka (Wahbah Zuhaili, 2009. Cara berbuat baik kepada mereka adalah dengan menunjukkan kasih sayang dan bergaul bersama mereka dengan baik. Dalam hal ini Allah subuAnahu wa taAoAla berfirman: e a AcEE aE aI aEa eOA AaE aaC eO UA a AcEE ac aacE eO a a aEa eO aI a aN aO e aaE e a aI a acI NA a A aOac aCO NA. Terjemahannya: Au. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan . hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. Ay (Q. An-NisAAo . : . Dengan cara ini, ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat, menciptakan hubungan harmonis dalam masyarakat, dan berdampak positif pada kehidupan negara. Ini mengajarkan siswa untuk menjaga hubungan baik, memberikan bantuan, dan menunjukkan kasih sayang kepada kerabat. Berbuat baik kepada anak-anak yatim Allah subuAnahu wa taAoAla telah memberikan perintah ini di awal surah dan di berbagai ayat lainnya. Anak yatim adalah mereka yang kehilangan ayah sebagai penopang Ibnu Abbas berkata, "Anak yatim harus dikasihi dan dididik. Jika seseorang diberikan wasiat oleh orang tua yang meninggal, ia harus sungguh-sungguh menjaga harta tersebut. Hal ini penting untuk mengajarkan siswa bagaimana menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada anak yatim, serta membantu memenuhi kebutuhan mereka. Ini termasuk memberikan perlindungan dan mendidik mereka dengan baik. Prinsip ini http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. didasarkan pada banyak ayat Al-QurAoan dan hadis yang menekankan pentingnya memperhatikan anak yatim. Berbuat baik kepada orang-orang miskin Mereka adalah orang-orang yang memiliki kebutuhan hidup tetapi tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhinya. Berbuat baik kepada mereka dapat dilakukan dengan memberikan sedekah atau menolak permintaan mereka dengan cara yang baik. (Wahbah Zuhaili, 2009. Sebagaimana diterangkan oleh Allah subuAnahu wa taAoAla, "Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya. " (Q. as-uA . : . Dengan cara inilah prinsip solidaritas sosial akan terwujud di tengah-tengah masyarakat muslim. Berbuat baik kepada tetangga yang mem-punyai hubungan dekat . l-jAr i al- qurbA) Mereka adalah orang-orang yang berdekatan dengan kita, entah itu dekat secara geografis, memiliki hubungan kekerabatan, atau memiliki kesamaan dalam keyakinan Cara berbuat baik kepada tetangga dekat adalah dengan memberikan bantuan, menjalin hubungan persahabatan yang erat, saling menyayangi, dan menciptakan kebahagiaan bersama. Ini mengajarkan siswa untuk menunjukkan sikap ramah, membantu, dan memelihara hubungan yang baik dengan tetangga. Hadis Nabi Muhammad allallAhu 'alaihi wa sallam menegaskan pentingnya menghormati dan menjaga hubungan harmonis dengan tetangga. Berbuat baik kepada tetangga jauh ( al-jAr al-junu. Mereka adalah tetangga yang tinggal jauh dari tempat tinggal kita atau yang tidak memiliki ikatan kekerabatan dengan kita. Islam menekankan pentingnya umatnya untuk selalu berbuat baik kepada tetangga, bahkan jika mereka bukan Muslim. Rasulullah mencontohkan hal ini dengan menjenguk anak tetangganya yang beragama Yahudi. Ketika Ibnu Umar menyembelih seekor kambing. Rasulullah bertanya kepada pembantunya, "Apakah kalian sudah memberi tetangga kita yang Yahudi? Apakah kalian sudah memberi tetangga kita yang Yahudi?". Aisyah berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. AaI a aE a ae aOE Oa e aA eO aaI aEe a a a acac a aIIe a aI ac aN a aO aO aa aNA Artinya: " Malaikat Jibril terus memberikan nasihat kepada saya tentang pentingnya memperhatikan tetangga, sehingga saya mulai berpikir bahwa Malaikat Jibril http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 mungkin akan menetapkan hak bagi tetangga untuk mendapatkan bagian warisan. (HR Baihaq. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. AaI eI aE aI Oa e aI aI a a acEE aOEe aO eO aI eE a a Aa eE aO eE a eI a a aNA Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia harush memuliakan tetangganya. " (HR Bukhari dan Musli. Kriteria tetangga bergantung pada norma kebiasaan . l-'ur. Seperti yang ditetapkan oleh Hasan al-Bashri, tetangga dianggap sebagai empat puluh rumah dari tempat tinggal kita, diukur dari setiap arah mata angin yang berbeda. Ada berbagai cara untuk berbuat baik kepada tetangga. Salah satunya adalah dengan membantu mereka jika mereka membutuhkan, berinteraksi dengan mereka dengan baik, menghindari melakukan tindakan yang dapat menyakiti mereka, memberikan hadiah, mengundang mereka makan bersama, mengunjungi mereka, menjenguk mereka ketika mereka sakit, dan sebagainya. Kisah tentang Rasulullah allallAhu 'alaihi wa sallam yang menjenguk tetangga Yahudi menunjukkan pentingnya sikap inklusif dan toleransi. Berbuat baik kepada kawan yang berada di dekatnya . l-Ahib bi al-Janb. Yaitu teman-teman yang bersama dia dalam waktu tertentu, seperti teman di masa belajar, dalam perjalanan, rekan kerja, teman di masjid, atau dalam suatu majelis. Hal ini mengajarkan siswa untuk menjalin hubungan yang positif, saling membantu, dan menghormati teman-teman mereka. Persahabatan yang baik membangun rasa solidaritas dan kepercayaan. Berbuat baik kepada orang yang sedang dalam perjalanan . bnu sab. Mereka adalah orang-orang yang melakukan perjalanan jauh dan kehabisan harta, atau dalam beberapa pandangan, mereka adalah tamu. Berbuat baik kepada mereka melibatkan memberikan bantuan agar mereka dapat kembali ke daerah asal mereka atau membantu mereka mencapai tujuan mereka. Pendidikan ini menekankan pentingnya nilai keramahan dan kepedulian terhadap orang asing atau tamu. Berbuat baik kepada hamba sahaya baik laki-laki maupun perempuan Ketika menjelang akhir hayatnya. Rasulullah memberikan wasiat tentang hal ini. Imam Ahmad dan al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Anas mengatakan, "Wasiat umum Rasulullah allallAhu 'alaihi wa sallam ketika beliau akan meninggalkan dunia ini adalah http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. shalat dan . erbuat baik kepad. hamba sahaya. " Salah satu cara untuk berbuat baik kepada mereka adalah dengan memerdekakan mereka atau membantu dalam proses pembayaran tebusan untuk mereka. Siswa diajarkan untuk memperlakukan semua orang dengan adil dan manusiawi, termasuk mereka yang berada dalam posisi yang lebih rendah secara sosial. Wasiat Rasulullah allallAhu 'alaihi wa sallam tentang pentingnya salat dan perlakuan baik terhadap hamba sahaya menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Haramnya al-ikhtiyAl dan al-tafAkhur Al-ikhtiyAl merujuk pada sifat sombong yang terlihat dari sikap dan perilaku seseorang, sementara al-tafAkhur adalah sifat sombong yang terpancar dari gaya bicara dan isi pembicaraannya. Orang yang memiliki kedua sifat ini sangat tidak disukai oleh Allah subuAnahu wa taAoAla karena mereka meremehkan hak-hak orang lain dan berusaha untuk menyamai sifat-sifat yang dimiliki Allah subuAnahu wa taAoAla. (Wahbah Zuhaili, 2. Ini mengajarkan siswa untuk bersikap rendah hati, tidak merendahkan orang lain, dan tidak membanggakan diri secara berlebihan. Sikap rendah hati membantu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan harmonis. Implementasi Nilai-Nilai dalam Pendidikan Modern Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter adalah upaya untuk menanamkan prinsip-prinsip moral yang mendalam pada kehidupan individu sehari-hari. Lima nilai penting yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan karakter yang terdapat dalam Al-QurAoan surat An-Nisa ayat 5 mencakup ketaatan kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, kepedulian sosial, persahabatan dan solidaritas, menjauhi sifat sombong. Ketaatan kepada Allah . ilai religiu. Ketaatan kepada Allah merupakan dasar dari segala nilai moral dalam pendidikan Implementasi nilai ini dapat dimulai dengan mengajarkan pentingnya beribadah dan berdoa, serta mendorong siswa untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap tindakan Ini juga mencakup penanaman rasa syukur, ketaatan pada ajaran agama, dan penghindaran dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Melalui berbagai kegiatan seperti doa bersama, pembelajaran agama, dan diskusi moral, siswa dapat dibimbing untuk selalu mengutamakan ketaatan kepada Allah dalam hidup mereka. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Nilai tanggung jawab Berbuat baik kepada orang tua adalah nilai kedua yang sangat penting. Pendidikan karakter harus menekankan pentingnya menghormati dan mencintai orang tua. Implementasi nilai ini dapat dilakukan melalui pengajaran tentang pentingnya rasa hormat, kasih sayang, dan ketaatan kepada orang tua. Selain itu, siswa dapat didorong untuk membantu orang tua dalam pekerjaan rumah tangga dan selalu bersikap sopan dan Program-program seperti kunjungan ke rumah orang tua siswa atau proyek yang melibatkan kerja sama dengan keluarga juga dapat memperkuat nilai ini. Selanjutnya, berbuat baik kepada kerabat, anak yatim, dan orang miskin adalah nilai yang menunjukkan kepedulian sosial dan empati. Implementasi nilai ini melibatkan pendidikan mengenai pentingnya membantu sesama, terutama mereka yang kurang Kegiatan seperti penggalangan dana, kunjungan ke panti asuhan, dan partisipasi dalam kegiatan sosial dapat membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai ini dalam kehidupan nyata. Diskusi dan refleksi tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap orang lain juga sangat penting untuk memperkuat pemahaman siswa. Nilai peduli sosial Bersikap baik terhadap tetangga dekat maupun jauh menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita. Nilai ini dapat diimplementasikan dengan mendorong siswa untuk selalu bersikap ramah, membantu, dan peduli terhadap tetangga mereka. Program seperti kegiatan gotong royong, acara lingkungan, dan proyek komunitas dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan tetangga mereka. Pembelajaran tentang etika sosial dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam lingkungan tempat tinggal juga dapat mendukung implementasi nilai ini. Nilai bersahabat/komunikatif kebaikan kepada teman, musafir, dan budak menekankan pentingnya sikap inklusif dan penghormatan terhadap semua orang, tanpa memandang status sosial atau asal usul. Implementasi nilai ini bisa melalui pendidikan yang menekankan pentingnya toleransi, penghormatan, dan bantuan kepada semua orang. Siswa dapat diajarkan untuk selalu bersikap baik dan membantu teman-teman mereka, serta menyambut dan membantu musafir atau pendatang baru. Program mentoring, pertukaran pelajar, dan kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kelompok dapat membantu mengembangkan sikap inklusif ini. http://e-journal. id/index. php/jiep Agus Susilo Saefullah & Faturohman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. Nilai Demokratis Mengajarkan kerendahan hati dan menghargai orang lain. Implementasinya dalam pendidikan modern melibatkan program pengembangan karakter yang menekankan pentingnya kerendahan hati, empati, dan sikap positif terhadap orang lain. Sekolah dapat menyelenggarakan lokakarya, seminar, dan pelatihan tentang kecerdasan emosional dan etika sosial, serta memberikan penghargaan bagi siswa yang menunjukkan perilaku baik. Dengan memberikan pengajaran yang konsisten dan melibatkan siswa dalam kegiatan praktis, nilai-nilai di atas dapat ditanamkan dalam kepribadian siswa. Hal ini akan membantu mereka berkembang menjadi individu yang tidak hanya pintar secara intelektual tetapi juga memiliki kekayaan nilai-nilai moral dan etika. Kesimpulan Penjelasan Wahbah Zuhaili tentang 13 macam akhlak dalam al-QurAoan menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Diantara nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam QS. An-NisAAo ayat 36 yang penulis dapati adalah nilai religius, nilai tanggung jawab, nilai peduli sosial, nilai bersahabat atau komunikatif, dan nilai demokratis. Tafsir Al-Munr menekankan bahwa implementasi nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk individu yang taat beribadah hanya kepada Allah, bersikap adil, menghormati hak-hak orang lain, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Internalisasi nilai-nilai ini dalam berbagai sektor pendidikan sangat relevan dalam membentuk karakter bangsa yang beradab dan berakhlak. Daftar Pustaka