Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengadaan Taman Baca Bagi Anak-Anak dan Remaja Usia Sekolah di Desa Oetulu Nusa Tenggara Timur Hendrikus Hironimus Botha1. Yohanes Fritantus2. Yoakim Rembu3 Universitas Timor. Indonesia hendrabotha@gmail. com1, yfritantus@gmail. com2, s2yoakimrembu@gmail. Submitted: 09th February 2025 | Edited: 07th May 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Botha. Fritantus. , & Rembu. Pengadaan Taman Baca Bagi Anak-Anak dan Remaja Usia Sekolah di Desa Oetulu Nusa Tenggara Timur. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 393-403. ABSTRACT This Community Service activity aims to improve literacy skills for school-age children and adolescents in Oetulu Village. Musi District. North Central Timor Regency. Community service is carried out in several stages, namely coordinating/communicating with the Oetulu Village Government. Surveying and determining the location of the reading park. Procurement of books and supporting facilities for the reading park. Arranging the location of the reading park. Operation of the reading park by the community service team and the community and Assistance in managing the reading The results of the implementation of community service activities carried out in several stages are the availability of a community reading park for school-age children and adolescents in Oetulu Village. Keywords: Procurement. Mentoring. Reading Park. Literacy PENDAHULUAN Peningkatan sumber daya manusia merupakan salah satu strategi tepat dalam upaya untuk mewujudkan tujuan negara yang termatub dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi Aomemajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social. Negara melalui pemerintah telah menelurkan berbagai kebijakan dan program-program turunannya, dengan harapan agar kehidupan masyarakatnya dapat mengalami peningkatan baik dari aspek ekonomi, social, politik dan Pendidikan serta aspek-aspek kehidupan lainnya. Namun untuk mewujudkan tujuan negara yang begitu mulia di atas tentunya pemerintah tidak dapat melakukannya sendiri, sehingga kolaborasi dengan berbagai stakeholders sangatlah diperlukan, terlebih khusus berkaitan dengan misi peningkatan sumber daya manusia. Ketika berbicara mengenai peningkatan sumber daya manusia, kita tidak hanya bersandar pada fasilitas dan program-program Pendidikan formal yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan oleh faktor keterbatasan dari setiap Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. fasilitas maupun program Pendidikan yang belum mampu menjangkau dan dijangkau oleh masyarakat (Manembu, 2. Penulis dapat menggambarkan beberapa keterbatasan dari fasilitas Pendidikan yang disediakan oleh pemerintah, misalnya sekolah yang tidak semua dapat dinikmati oleh setiap elemen masyarakat karena faktor biaya, jarak dan berbagai faktor lain. Selain itu jam operasional sekolah yang terbatas . hari A 6 ja. sehingga masih terdapat waktu-waktu luang lainnya yang terbuang dan dihabiskankan oleh anak-anak untuk menonton televisi atau HP dan bermain game. Faktor lainnya adalah aktivitas pembelajaran yang masih berpatokan pada kurikulum sehingga menyebabkan peserta didik sulit untuk mendapatkan ilmu selain dari apa yang diajarkan (Yulasteriyani, 2. Berkaitan dengan jam operasional sekolah yang terbatas menggambarkan bahwa Pendidikan bukan semata tugas dari Lembaga Pendidikan saja melainkan juga merupakan tugas dari orang tua, namun sayangnya tidak semua orang tua menyadari akan hal ini, atau kalaupun mereka tahu tentang tugas dan tanggjungjawab tersebut, kegiatan mereka sehari-hari difokuskan pada upaya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang menyebabkan anak-anak tidak mendapat perhatian (Noviandari, 2024. Harianto & Wibowo, 2. Tingkat literasi masyarakat memiliki hubungan vertikal terhadap kualitas bangsa. Tolak ukur kemajuan serta peradaban suatu bangsa adalah budaya membaca yang telah mengakar pada masyarakatnya. UNESCO menyatakan dari 1000 orang penduduk Indonesia, ternyata hanya satu orang yang memiliki minat baca. Indeksi minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Masyarakat Indonesia rata-rata membaca 0-1 buku setiap tahun (Sihombing, 2. Dilatarbelakangi oleh situasi yang digambarkan di atas maka diperlukan fasilitas penunjang Pendidikan lainnya yang dapat dihadirkan dilingkungan masyarakat sehingga dapat memberikan kesempatan lebih kepada anak-anak dan remaja usia sekolah untuk dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mereka. Salah satu fasilitas penunjang yang dimaksudkan di sini adalah taman bacaan masyarakat. Menurut Amrin . taman bacaan masyarakat merupakan sebuah unit layanan berbagai kebutuhan bahan bacaan, informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh sekelompok masyarakat yang tinggal disuatu wilayah untuk meningkatkan minat baca dan mewujudkan masyarakat berbudaya baca. Definisi lain mengenai taman bacaan masyarakat dijelaskan dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat . , bahwa taman Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. bacaan masyarakat adalah sebuah tempat yang didirikan dan dikelola oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memberikan layanan bahan bacaan bagi masyarakat sebagai sarana pembelajaran seumur hidup untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Taman bacaan masyarakat dapat merupakan alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan remaja untuk dapat memanfaatkan waktu luang ketika jam pelajaran di sekolah telah usai. Taman baca juga dapat menjadi menu baru untuk menggugah dan mendekatkan masyarakat secara umum dan anak-anak serta remaja secara khusus dengan jendela ilmu berupa buku (Sopakua, et al. , 2. Anak-anak dan remaja perlu diperhatikan dalam hal pengayaan ilmu pengetahuan karena dengan pengetahuan setidaknya mereka akan mengerti dan memahami hal-hal yang selama ini mereka abaikan dan anggap tidak penting menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masa depan mereka (Noya, et al. , 2. Kehadiran taman baca di lingkungan masyarakat tentunya akan memberikan dampak pada peningkatan literasi dikalangan masyarakat secara umum dan anak-anak serta remaja secara khusus. Literasi adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu dengan tepat melalui kegiatan membaca, menulis, menyimak atau berbicara (Budiharto, 2. Pendapat lain mennyatakan bahwa Literasi adalah keahlian yang berhubungan dengan kegiatan membaca, menulis, dan berfikir yang berfokus untuk peningkatan kemampuan memahami informasi secara kritis, kreatif dan inovatif (Suyono, 2. Literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis tetapi meliputi keterampilan berfikir kritis memanfaatkan sumber pengetahuan yang berbentuk cetak, visual, maupun digital. Melalui membaca akan meningkatkan pengetahuan masyarakat, yang akan berimbas pada meningkatnya tatanan ekonomi di mana peningkatan tersebut akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Dengan membaca, kepribadian seseorang akan terbentuk menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh dari semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, rohani, emosional maupun sosial. Pola ini akan terwujud dalam tingkah laku dan usahanya menjadi manusia yang berperikemanusiaan. Dalam upaya pembentukan kepribadian dapat juga dilakukan melalui tulisan yang termuat di dalam buku-buku, karena dengan membaca buku seseorang akan memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas, dari situ ia dapat Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga akan terbentuk pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bertolak dari gambaran fenomena di atas maka penulis bersama tim tertarik untuk melakukan pengabdian dengan judul AuPengadaan dan Pendampingan Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Bagi Anak-anak dan Remaja Usia Sekolah di Desa Oetulu Kecamatan Musi Kabupaten Timor Tengah UtaraAy Solusi permasalahan. Pada penjelasan sebelumnya telah diuraikan secara umum tentang masalah dan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Pokok persoalan yang dihadapi oleh kelompok mitra adalah terbatasnya fasilitas penunjang Pendidikan, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya anak-anak dan remaja usia sekolah di luar jam pembelajaran di Lembaga Pendidikan formal (TK/SD/SMP/SMA). Oleh karena itu untuk dapat mengatasi masalah yang telah dipaparkan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah dengan mengadakan taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan remaja usia sekolah di kelompok mitra dalam upaya peningkatan literasi dan sumber daya manusia melaui budaya membaca. Setalah taman baca tersedia, tim juga akan mendampingi proses pengelolaan taman baca tersebut hingga masyarakat dapat mengelolahnya secara mandiri. METODE Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu dari tridharma Perguruan Tinggi. Oleh karenanya kegiatan pengabdian menjadi salah satu tugas dan kewajiban yang harus diwujudkan oleh setiap akademisi di perguruan tinggi manapun sebagai bentuk kontribusi Lembaga Pendidikan untuk menunjang program Pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Pengabdian masyarakat secara jelas didefinisikan di dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 sebagai kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang telah dilaksanakan ini didasari pada semangat keterlibatan akademisi dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masayarakat. Metode merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. optimal (Sanjaya: 2. Selain itu metode juga didefinisikan sebagai alat yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelasanaan suatu strategi (Hasibuan dan Mudjiono: 2. Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode merupakan cara yang digunakan untuk melaksanakan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu Metode pelaksanaan pengabdian ini disesuaikan dengan target pencapain sehingga dilakukan dalam beberapa tahap antara Berkoordinasi/komunikasi dengan Pemerintah Desa Oetulu. Survei dan penentuan lokasi taman baca. Pengadaan buku dan fasilitas pendukung taman baca. Penataan lokasi taman baca. Pembentukan Tim Pengelolah Taman Baca Penyampain materi pembekalan bagi Tim Pengelolah Taman Baca yang telah dibentuk oleh pemerintah desa Peresmian dan Serah Terima Taman Baca dari Tim Pengabdian kepada Mitra Survei dan penentuan lokasi taman baca Pengadaan buku dan fasilitas pendukung Penataan lokasi taman Pembentukan Tim Pengalolah Taman Baca Peresmian dan Serah Terima Taman Baca dari Tim Pengabdian Kepada Mitra Sumber: Olahan Tim Pengabdian, 2024 Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Oetulu Kecamatan Musi Kabupaten Timor Tengah Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 Bulan yang dimulai sejak tanggal bulan Juni dan berakhri di bulan November 2024. PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahapan awal yang dilakukan adalah pelaksanaan survei dan penentuan Lokasi taman Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2024 di Desa Oetulu yang diawali dengan membangun komunikasi bersama pihak Pemerintah Desa Oetulu. Hasil komunikasi tersebut, pemerintah desa memberikan apresiasi dan bersedia memberikan dukungan yang dibuktikan dengan penyerahan salah satu ruangan yang ada di lingkungan kantor desa untuk dijadikan sebagai taman bacaan. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 2. Survei dan Komunikasi bersama Pemerintah Desa Oetulu Selanjutnya Tim Pengabdian melakukan proses pemesanan buku yang akan digunakan sebagai bahan bacaan bagi anak-anak dan remaja usia sekolah. Pemesanan ini dilakukan melalui media social TikTok dengan jumlah buku sebanyak 40 eksemplar yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2024 dan pemesanan secara langsung pada penertbit Gramedia dengan jumlah buku sebanyak 39 eksemplar yang dilakukan pada tanggal 08 Agustus 2024. Proses pengiriman buku membutuhkan waktu beberapa minggu, oleh karena itu sembari menunggu buku-buku yang dipesan tim pengabdian melakukan pembenahan ruangan yang akan digunakan sebagai taman bacaan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2024. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. mendesain ruangan dengan menggambar beberapa tokoh cartoon pada beberapa sisi ruangan dan merapihkan rungan. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 3. Penataan Ruang yang akan dijadikan Lokasi Taman Baca Pada tanggal 14 Oktober Tim Pengabdian menerima buku-buku yang telah dipesan. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 4. Bukti Pemesanan Buku Setelah memastikan bahwa buku-buku yang dipesan telah diterima oleh tim pengabdian, maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan penataan ruang dan penataan buku-buku pada rak yang telah disiapkan. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdi, 2024 Gambar 5. Penataan Ruang dan Buku-buku Kegiatan lanjutan yang dilakukan adalah Tim Pengabdian melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Oetulu untuk Menyusun dan menetapak Surat Keputusan Pembentukan Taman Baca. Kegiatan tersebut terlaksana pada tanggal 28 Oktober 2024 dengan melibatkan Tim Pengabdian. Ibu Kepala Desa Oetulu dan beberapa perangkat Desa. Hasil dari koordinas yang dilakukan adalah diterbitkannya Surat Keputusan Kepala Desa Oetulu Nomor 22/KEP/KDO/XI/2024 tentang Pembentukan Taman Bacaan Masyarakat Tapenpah tertanggal 19 November 2024. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 6. Koordinasi Tim Pengabdian bersama Pemerintah Desa Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 Setelah e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Surat Keputusan Kepala Desa Oetulu Nomor 22/KEP/KDO/XI/2024 tentang Pembentukan Taman Bacaan Masyarakat Tapenpah, tim pengabdian memfasilitasi kegiatan pembekalan bagi Tim Pengelolah Taman Baca yang dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan pemateri yang merupakan salah satu pegiat literasi untuk memberikan pemahaman kepada Tim Pengelolah Taman Baca tentang apa saja yang harus dilakukan untuk memastikan eksistensi dan kebermanfaatan taman baca yang telah disediakan. Judul materi yang dibawakan adalah Taman Baca: Kenyataan. Keberlangsungan dan Keberlanjutan. Kegiatan ini melibatkan Tim Pengelolah Taman Baca. Perangkat Desa Oetulu. Tim PKM dan beberapa siswa yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 7. Pembekalan bagi Tim Pengelolah taman Baca Setelah pembekalan bagi Tim Pengelola Taman Baca selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian dan serah terima taman baca. Seremonial penyerahan taman baca dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Pemerintah Desa Oetulu, yang ditandai dengan penyerahan simbolis buku bacaan. Buku tersebut diserahkan oleh ketua Tim Pengabdian kepada Kepala Desa Oetulu sebagai tanda formalitas serah terima pengelolaan taman Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan literasi di desa dan mempererat hubungan antara pihak pengabdian dengan masyarakat setempat dalam meningkatkan akses terhadap sumber daya bacaan. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 8. Serah Terima Taman Baca Oetulu Setelah pelaksanaan peresmian dan serah terima taman baca dilakukan, para siswa yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut diberikan kesempatan untuk memanfaatkan buku-buku yang telah disediakan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian, terlihat bahwa para siswa begitu antusias membaca buku-buku yang disediakan di taman baca Desa Oetulu. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan taman baca tersebut, telah menjawab kebutuhan para siswa akan buku-buku bacaan yang dapat membangkitkan semangat mereka untuk meningkatkan kemampuan literasi. Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2024 Gambar 9. Aktivitas membaca para siswa di Taman Baca Desa Oetulu KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pengadaan dan Taman Bacaan Masyarakat merupakan sebuah upaya nyata demi meningkatkan kemampuan literasi bagi anak-anak dan remaja usia sekolah di Desa Oetulu Kecamatan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Musi Kabupaten Timor Tengah Utara. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak antara lain. Pemerintah Desa Oetulu sebagai mitra. Para guru dan Kepala sekolah serta para siswa di Desa Oetulu, dan Pegiat Literasi. Oleh karena itu Tim PKM menghaturkan terimakasih atas kontribusi yang sudah diberikan oleh beberapa pihak tersebut. Secara khusus, ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Timor yang telah membiayai keseluruhan kegiatan PKM ini. Kehadiran Taman Baca di Desa Oetulu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kemampuan literasi dari generasi penerus. DAFTAR PUSTAKA