12 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ZAT BESI (FE) TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI ZAT BESI (FE) PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 Ni Kadek Ayu Dwi Utami. Tr. Keb. ,M. Kes* Komang Srititin Agustina. Kes* *D3 Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Triatma Mulya K. Jembrana Jln. Danau Batur. Lelateng. Kec Negara. Kabupaten Jembrana. Bali 82218 Email: dwi. utami@triamtmamulya. ABSTRAK Pendahuluan : Latar Belakang. Indonesia memiliki prevelensi anemia defisiensi zat besi yang cukup tinggi yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Penyebab utama anemia merupakan defisiensi zat besi dalam darah. Ekspansi massa sel darah merah ibu dan pertumnbuhan janin dan plasenta mengakibatkan kebutuhan zat besi menjadi tiga kali lipat selama kehamilan Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan kriteria ibu hamil Trimester pertama Usia Kehamilan 0-12 minggu dengan hb 8-10 gr%. Data pengetahuan dan kepatuhan diperoleh dari wawancara dengan kuesioner. Analisa bervariasi dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil :. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas ibu hamil dengan pengetahuan kurang dan tidak patuh sejumlah 16 responden. Diskusi : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum tablet Fe, kejadian anemia, dan menganalisis hubungan pengetahuan kepatuhan minum tablet Fe dengan kejadian anemia. Kata Kunci : Pengetahuan. Anemia. Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe ABSTRACT Introduction : Indonesia has a high prevalence of iron deficiency anemia that occurs due to iron deficiency in the blood. The main cause of anemia is iron deficiency in the blood. Expansion of maternal red blood cell mass and growth of the fetus and placenta results in a threefold increase in iron requirements during pregnancy Methode This study uses an analytical survey method with a Crosectional approach. The number of respondents in this study was 30 people with the criteria of pregnant women in the first trimester of gestational age 0-12 weeks with HB 8-10 g%. Knowledge and compliance data were obtained from interviews with questionnaires. Varied analysis was carried out with the Chi-Square test. Result : The results of this study indicate that the majority of pregnant women with less knowledge and disobedience are 16 respondents. Discussion : This study aims to determine adherence to taking Fe tablets, the incidence of anemia, and to analyze the relationship between knowledge of adherence to taking Fe tablets and the incidence of anemia. Keywords : Knowledge. Anemia, the obedience to consuming Fe Tablets PENDAHULUAN Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi dengan kadar hemoglobin (H. < 11 gr% ditandai dengan keluhan badan lemas, pucat, mata berkunang-kunang bahkan jantung Cara meningkatkan kesehatan ibu selama hamil adalah dengan meningkatkan nutrisi dan gizi selama masa kehamilan. Penilaian status kesehatan ibu hamil dapat dinilai melalui pengukuran kadar hb yang diketahui dapat mendiagnosis terjadinya anemia. Beberapa penelitian mengatakan bahwa anemia dalam kehamilan merupakan faktor resiko perinatal yang merugikan seperti. BBLR dan (Fajrin, 2. Zat besi . dalam tubuh digunakan untuk membuat hemoglobin dan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. Tubuh membutuhkan zat besi . untuk membuat lebih banyak darah memasok ke janin. (Pratiwi & Safitri, 2. Kebutuhan ibu hamil akan zat besi . meningkat sebesar 200-300% untuk itu suplementasi zat besi . diberlakukan bahkan kepada wanita yang berstatus gizi baik. Dalam keadaan tidak hamil sekalipun kebutuhan zat besi . harus tetap terjaga melalui menu makanan sehat dan seimbang, tetapi pada saat hamil kebutuhan zat besi . tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang namu dibutuhkan suplemen yang berupa zat besi . Suplementasi zat besi . merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan konsumsi zat besi . dan mematuhi aturan konsumsi zat besi . (Kowel et al. , n. Menurunkan angka kematian ibu (AKI) adalah indikator utama dalam upaya pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Tanti, n. Menurut WHO tahun 2018 lebih dari 40% ibu hamil di dunia mengalami (Barelli et al. , 2. Menurut data Riskesdas . , pada bagian cakupan tablet tambah darah (TTD), ibu hamil yang memperoleh TTD Ou 90 butir, hanya 38,1% nya yang mengonsumsi Ou 90 butir, sisanya yaitu 61,9% mengonsumsi < 90 butir. Data tersebut berarti bahwa 61,9% ibu hamil tidak mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Dinas Kesehatan Provinsi Bali, prevalensi anemia selama kehamilan di Provinsi Bali mengalami peningkatan yaitu 18% tahun 2018 dan 23,91% tahun 2019, sedangkan di Kabupaten Jembrana yang mengalami anemia pada masa kehamilan sebesar 10,5% pada tahun 2020 dan meningkat dari tahun sebelumnya hanya 8,7%. Pengetahuan adalah salah satu faktor penting untuk membentuk suatu sikap yang (Tanti, 2. Untuk membentuk dan menciptakan suatu sikap dan tindakan yang baik maka dibutuhkan pengetahuan yang baik pula. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan mengenai tablet zat besi . dan akibat yang ditimbulkan apabila kekurangan zat besi . dalam kehamilan akan menyadari pentingnya mengkonsumsi tablet zat besi . dan mematuhi aturan yang sudah di berikan oleh tenaga kesehatan. (Tanti, 2. Ada menyebabkan rendahnya tingkat konsumsi zat besi . yaitu faktor teknis dan non teknis. Faktor teknis seperti rencana dan pelaksanaan kegiatan tidak dilaksanakan tepat waktu, sarana yang kurang, dan transportasi yang kurang mendukung. Faktor non teknis yaitu ibu hamil tidak mengetahui jadwal, waktu dan tempat kegiatan atau pelayanan, faktor tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu hamil. Saat ini pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan anemia yaitu dengan perbaikan gizi pada keluarga. Kebijakan pemerintah tentang anemia terdapat pada standar pelayanan kebidanan yaitu terdapat pada standar 6 yang mengatur peran bidan dalam pengelolaan anemia pada kehamilan. Bidan dapat melakukan tindakan pencegahan, penemuan dan rujukan pada kausu anemia. (Fajrin, 2. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian apakah ada pengaruh kepatuhan ibu hamil konsumsi zat besi (FE) terhadap kejadian anemia pada TM 1 di Puskesmas 1 Negara. METODE Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Kecamatan Negara pada bulan Mei- Juli 2021. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang ada di Kecamatan Negara yang 571. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik sampling dan 30 orang ibu yang memenuhi criteria inklusi dan Data pengetahuan dan kepatuhan responden diperoleh dengan cara wawancara yang menggunakan kuesioner. Pengumpulan data meliputi Editing. Coding. Entry, dan Tabulating. Analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk memperoleh informasi secara umum mengenai karakteristik responden dan untuk analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan 95%. HASIL Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Kecamatan Negara Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total 26,6% 16,6% 56,6% Berdasarkan table 1 menunjukkan mempunyai pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 8 . ,6%) responden. Sebagian kecil yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 5 . ,6%) responden dan yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 17 . ,6%) responden. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (F. di Puskesmas 1 Negara Kepatuhan Patuh Tidak Patuh Total Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa reponden patuh sebanyak 9 . %) responden dan reponden yang tidak patuh sebanyak 21 . %) responden. Tabel 3 Distribusi Hubungan Pengetahuan Kepatuhan Ibu Mengkonsumsi Zat Besi . Penget Baik Cukup Kurang Total Patu 2 6, 1 3, Kepatuhan Tidak Total Patuh 1,25 6,85 Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 8 responden . ,6%) yang memiliki pengetahuan baik, 6 responden . %) patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi (F. dan 2 responden . ,8%) tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi (F. Kemudian dari 5 responden . ,6%) yang memiliki pengetahuan cukup, 2 ,6%) mengkonsumsi tablet zat besi (F. dan 3 responden . ,25%) tidak patuh. Selanjutnya dari 17 responden . ,6%) yang memiliki pengetahuan kurang, hanya 1 responden . ,3%) yang patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi (F. dan 16 responden . ,85%) tidak patuh. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p-value = 0,000 . <0,. yang berarti Ha diterima H0 di tolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (F. di Puskesmas 1 Negara. PEMBAHASAN Pengetahuan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (F. Pengetahuan adalah dominan yang penting dalam terbentuknya perilaku terbuka atau open behavior (Donsu, 2. Hal Suriasumantri Nurroh pengetahuan adalah suatu hasil tau dari manusia atas penggabungan atau Kerjasama antara suatu subyek yang mengetahui dan obyek yang diketahui. Segenap apa yang diketahui tentang sesuatu obyek tertentu. Pengetahuan sangat berperan penting untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil minum tablet zat besi dan menunjukan bagaimana ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi . sehingga dapat meningkatkan kualitas status gizi pada ibu hamil. (Tanti, , 2. Semakin banyak pengetahuan ibu hamil tentang manfaat mengkonsumsi tablet zat besi . , semakin banyak pertimbangan untuk mengkonsumsi zat besi . Sesuai teori diatas ibu hamil akan melakukan kunjungan ulang dan patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi . karena ibu hamil sudah mengetahui manfaat tablet zat besi . bagi kesehatannya dari kunjungan pemeriksaan yang dilakukan, dan mengetahui akibat dari tidak patuh mengkonsumsi tablet zat besi . (Tanti, , 2. Hasil uji statistik chi-square pada table 1 diperoleh ibu yang berpengetahuan baik berjumlah 8 . ,6%) orang, ibu berpengetahuan cukup 5 . ,6%) orang, dan berpengetahuan kurang 17 . ,6%) orang. Berdasarkan disimpulkan bahwa masih rendahnya mengkonsumsi tablet zat besi untuk mencegah anemia dalam kehamilan di Puskesmas 1 Negara. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh M. Hidayat di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi dengan desain penelitian Cross Sectional yang menunjukan hasil serupa bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Zat Besi . Kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi . adalah ketaatan ibu hamil untuk melaksanakan Kesehatan mengkonsumsi tablet zat besi . (Sonia. Program pemerintah di Indonesia tahun 2014 mengharuskan setiap ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi selama masa kehamilan minimal 90 tablet selama 90 hari untuk mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan. Zat besi yang terdapat pada makanan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada ibu dan janin, sehingga diberikan tablet zat besi . untuk tambahan asupan besi. Namun program ini seringkali terhambat karena terjadinya ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi . , dengan demikian ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet zat besi . berarti tidak memenuhi kebutuhan zat besi dalam Akibatnya, peningkatan kasus anemia kehamilan terutama anemia defisiensi. (Erwin et al. Tujuan Indonesia program ini yaitu untuk mencegah terjadinya anemia kehamilan, zat besi . yang diserap oleh makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi . bagi ibu dan janin. Oleh karena itu diberikan tambahan melalui tablet zat besi . Menurut Wahara . cara-cara untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil untuk meminum tablet zat besi, yaitu : Memberikan informasi tujuan dari pemberian tablet zat besi Perilaku ibu hamil yang menyadari pentingnya mengkonsumsi tablet zat besi . Tenaga Kesehatan memebikan petunjuk dan cara meminum tablet zat besi . Dukungan dari keluarga dan tenaga Kesehatan dalam mengkonsumsi tablet zat besi . Berdasarkan table 2 dari 30 responden diperoleh sebanyak 9 . %) orang ibu hamil patuh mengkonsumsi tablet zat besi . dan 21 . %) orang ibu hamil tidak patuh mengkonsumsi tablet zat besi . di Puskesmas 1 Negara. Adapun penyebab kurang patuhnya ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe yaitu dipengaruhi oleh efek samping yang kurang nyaman dirasakan oleh ibu hamil ketika mengkonsumsi tablet Fe, seperti mual dan muntah (Amni, 2. Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Zat Besi . Zat besi salah satu komponen penting dari Hemoglobin dalam sel darah merah dan myoglobin dalam sel darah merah yang mengandung sekitar 60% dari total zat besi Menurut Yeni et al. , faktorfaktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil mengonsumsi zat besi (F. meliputi pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kegunaan zat besi. Rendahnya pengetahuan merupakan salah satu akibat resiko terjadinya Banyak faktor yang menyebabkan anemia pada ibu hamil salah satunya mengkonsumsi tablet zat besi, ketidaksadaran para Wanita pada saat hamil bahwa mereka membutuhkan zat besi . dua kali lipat, cara penyampaian dalam penyuluhan tidak mencapai keberhasilan yang pasti, (Pratiwi & Safitri, 2. Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa dari 8 . orang ibu hamil dengan pengetahuan baik, 6 . %) ibu yang patuh mengkonsumsi tablet zat besi dan 2 ( 7%) ibu tidak patuh mengkonsumsi zat besi. Dari 5 . ,6%) orang Ibu hamil dengan pengetahuan cukup, 2 . %)orang patuh mengkonsumsi zat besi dan 3 . %) orang tidak patuh. Dari 17 . ,6%) orang Ibu hamil dengan pengetahuan kurang, 3 . %) orang patuh mengkonsumsi zat besi dan 14 . ,6%) orang tidak patuh mengkonsumsi zat besi. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,000 . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang manfaat zat besi . untuk mencegah anemia di Puskesmas 1 Negara. Akibatnya masih rendah kesadaran ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi . Penelitian ini sejalan dengan penelitian Rena Regina Erwin. Rizanda Machmud. Bobby Indra Utama tahun 2013. SIMPULAN Berdasarkan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang zat besi terhadap kepatuhan mengkonsumsi zat besi pada ibu hamil Trimester I di Puskesmas 1 Negara dapat diambil kesimpulan bahwa ibu yang tidak patuh mengkonsumsi zat besi lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 14 . orang hal ini menunjukan bahwa Pengetahuan ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi . SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas dapat dikemukakan beberapa saran yaitu : Bagi Puskesmas 1 Negara diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi petugas mengenai pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi zat besi sehingga dapat digunakan untuk membuat kebijakan atau suatu rencana kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan penegtahuan ibu hamil terhadap kepatuhan mengkonsumsi zat besi untuk mencegah terjadinya Bagi Institusi Pendidikan ( Universitas Triatma Mulya Jembran. dengan adanya penelitian ini dapat menjadi pengetahuan ibu dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi . untuk mencegah anemia pada Bagi Peneliti Lain diharapkan dapat mencari alternatif lain yang dapat mengkonsumsi tablet zat besi . DAFTAR PUSTAKA