p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL Tuti Sriwedari1. Saffanah Alya Zahra2. Mhd. Rasyid Alfarisi3. Dhiya Atikah4. Ramadan Pulungan5. Siti Salwa Azalia6 Universitas Negeri Medan. Jl. William Iskandar. Medan. Indonesia Email: tutisriwedari@unimed. Article History Received: 19-10-2025 Revision: 12-11-2025 Accepted: 12-11-2025 Published: 30-11-2025 Abstract. This study aims to examine in depth the application of the ActivityBased Costing (ABC) method in supporting managerial decision-making through a literature review approach. The ABC system is considered more accurate in cost calculation because it traces expenditures based on activities that consume resources. This research employs a qualitative method using a literature review through an analysis of national journal articles, textbooks, and other relevant scientific publications. The analysis results show that ABC contributes to improving the accuracy of cost information, operational efficiency, and the quality of managerial decisions. Several studies indicate that ABC assists managers in identifying value-added activities, controlling overhead costs, and formulating more effective business strategies. Nevertheless, challenges remain in its implementation, particularly among small and medium-sized enterprises, due to limited data availability and managerial understanding. Overall. ABC functions not only as a cost calculation tool but also as a strategic management system that supports decision-making and organizational competitiveness. Keywords: Activity-Based Costing, managerial decision-making, efficiency, cost management, literature review. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) dalam mendukung proses pengambilan keputusan manajerial melalui pendekatan studi literatur. Sistem ABC dianggap lebih akurat dalam perhitungan biaya karena menelusuri pengeluaran berdasarkan aktivitas yang mengonsumsi sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur melalui telaah artikel jurnal nasional, buku teks, dan publikasi ilmiah lainnya yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ABC berkontribusi dalam meningkatkan akurasi informasi biaya, efisiensi operasional, dan kualitas keputusan manajerial. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ABC membantu manajer dalam mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah, mengendalikan biaya overhead, serta merumuskan strategi bisnis yang lebih efektif. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapannya, khususnya pada usaha kecil dan menengah karena keterbatasan data serta pemahaman manajerial. Secara keseluruhan. ABC tidak hanya berfungsi sebagai alat penghitungan biaya, tetapi juga sebagai sistem manajemen strategis yang mendukung pengambilan keputusan dan daya saing organisasi. Kata Kunci: Activity-Based Costing, pengambilan keputusan manajerial, efisiensi, manajemen biaya, studi literatur. How to Cite: Sriwedari. et al. Penerapan Metode Activity Based Costing Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7336-7342. 54373/ifijeb. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A PENDAHULUAN Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki sistem pengelolaan biaya yang akurat dan efisien agar mampu bertahan serta mengambil keputusan manajerial yang tepat. Salah satu tantangan utama dalam manajemen modern adalah menentukan biaya produk atau jasa secara realistis sehingga keputusan tidak menimbulkan distorsi terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sistem biaya tradisional seringkali hanya mengalokasikan biaya overhead berdasarkan volume atau jam kerja, tanpa memperhatikan aktivitas yang sebenarnya mengkonsumsi sumber daya. Sebagai solusi atas keterbatasan tersebut, metode Activity-Based Costing (ABC) dikembangkan sebagai pendekatan yang menelusuri biaya berdasarkan aktivitas yang memicu pengeluaran . ost drive. Menurut Listiadi . , penerapan ABC mampu meningkatkan ketepatan dalam pembebanan biaya dan mengurangi distorsi yang dihasilkan oleh sistem biaya Kajian yang dilakukan oleh Ilyas . juga menunjukkan bahwa topik ABC semakin banyak dibahas dalam literatur nasional, terutama dalam konteks efisiensi manajerial dan optimalisasi pengelolaan biaya. Lebih lanjut, penelitian oleh Mendrofa et al. enemukan bahwa penerapan sistem ABC dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi aktivitas yang menyebabkan pemborosan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional. Nasution et al. ( 2. juga menyebutkan bahwa metode ini dapat memperbaiki keakuratan dalam alokasi biaya pada berbagai jenis organisasi, baik manufaktur, jasa, maupun UMKM. Namun, penerapan ABC di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. Fadiyah & Machdar . mengemukakan bahwa perusahaan sering kesulitan beradaptasi dari sistem tradisional ke sistem ABC karena kurangnya pemahaman mendalam terhadap aktivitas biaya serta keterbatasan data yang rinci. Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengulas penerapan metode Activity-Based Costing dalam pengambilan keputusan manajerial melalui pendekatan studi literatur menggunakan sumber-sumber penelitian nasional terkini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana metode ABC berkontribusi terhadap peningkatan kualitas informasi biaya dan efektivitas pengambilan keputusan dalam organisasi bisnis modern. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi literatur . iterature revie. , yaitu pendekatan penelitian yang dilakukan dengan menelaah dan mensintesis berbagai sumber ilmiah tanpa Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A melibatkan pengumpulan data lapangan secara langsung. Menurut Sugiyono . , studi literatur dilakukan untuk memperoleh landasan teoretis dan temuan penelitian terdahulu sebagai dasar analisis. Sumber literatur dalam penelitian ini diperoleh dari jurnal nasional terakreditasi, buku teks akuntansi manajemen, serta publikasi ilmiah yang diakses melalui Google Scholar dan Garuda Ristekdikti dengan kriteria pemilihan meliputi relevansi topik, keterbaruan publikasi, dan kredibilitas sumber. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi sebagaimana dikemukakan Bungin . untuk mengidentifikasi tema utama dan menarik kesimpulan konseptual terkait penerapan metode Activity-Based Costing dalam mendukung pengambilan keputusan Pendekatan ini juga sesuai dengan pandangan Creswell . yang menyatakan bahwa literature review berfungsi sebagai dasar teoretis untuk membangun argumen ilmiah dan memperkuat kerangka konseptual penelitian. Dengan demikian, sintesis literatur dalam penelitian ini selanjutnya digunakan untuk merumuskan model konseptual dan agenda penelitian terkait implikasi penerapan Activity-Based Costing dalam pengambilan keputusan manajerial lintas sektor. HASIL Berdasarkan telaah terhadap berbagai sumber literatur, penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pengambilan keputusan manajerial di berbagai sektor bisnis. Metode ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem penentuan biaya, tetapi juga sebagai instrumen manajemen strategis yang berperan dalam meningkatkan akurasi informasi biaya, efisiensi operasional, serta transparansi manajerial (Gunawan, 2020. Mulyadi, 2016. Setiawan, 2. Sistem ABC menelusuri biaya berdasarkan aktivitas yang benar-benar mengonsumsi sumber daya, sehingga informasi biaya yang dihasilkan menjadi lebih representatif dibandingkan pendekatan konvensional yang berbasis volume produksi. Penelitian oleh Mulyadi . menegaskan bahwa penerapan ABC membantu perusahaan dalam mengidentifikasi aktivitas yang bernilai tambah dan mengurangi pemborosan sumber daya. Gunawan . juga menemukan bahwa sistem ini mempermudah perusahaan dalam menentukan harga pokok produksi secara lebih akurat serta mendukung penetapan harga jual yang rasional. Selanjutnya. Setiawan . menyoroti bahwa ABC meningkatkan efisiensi operasional dengan menyediakan informasi detail tentang konsumsi biaya di setiap aktivitas. Sejalan dengan itu. Hartati & Rahman . menambahkan bahwa sistem ini berperan penting dalam memberikan data biaya berbasis aktivitas yang akurat untuk Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A menilai kinerja antar departemen. Selain itu. Riyanto & Sari . menyatakan bahwa ABC turut memperkuat daya saing perusahaan melalui pengendalian biaya dan perbaikan strategi Untuk memperjelas hasil sintesis literatur yang telah dikaji, disajikan Tabel 1 berikut yang merangkum manfaat penerapan ABC, bukti pendukung dari literatur, serta jenis keputusan manajerial yang terbantu oleh metode ini. Tabel 1. Sintesis Hasil Literatur Penerapan Activity-Based Costing (ABC) No. Manfaat Activity-Based Costing (ABC) Meningkatkan Jenis Keputusan Manajerial yang Terbantu akurasi Mulyadi . menyatakan bahwa ABC Penetapan Bukti dari Literatur (Kutipa. dan membantu perusahaan menelusuri biaya pokok produksi dan mengurangi distorsi biaya berdasarkan yang penentuan harga jual mengonsumsi sumber daya. yang lebih rasional. Mengidentifikasi aktivitas Gunawan . dan Setiawan . Pengendalian biaya dan menemukan tidak efisiensi bernilai tambah. ABC membantu dan dengan efisiensi produksi. memfokuskan sumber daya pada aktivitas bernilai tambah. Meningkatkan Hartati & Rahman . menjelaskan Evaluasi kinerja dan informasi bahwa ABC menghasilkan data biaya penganggaran objektivitas berbasis aktivitas yang akurat untuk berbasis aktivitas. penilaian kinerja. Mendukung menilai kinerja departemen. perumusan Riyanto & Sari . menegaskan bahwa Perencanaan strategi bisnis berbasis ABC nilai dan daya saing. Membantu instrumen strategis pengendalian biaya dan peningkatan daya pengambilan saing perusahaan. keputusan investasi. memahami Nasution et al. dan Mendrofa et al. Pengoptimalan hubungan antara aktivitas, . menyoroti peran ABC dalam sumber daya dan biaya, dan nilai yang identifikasi aktivitas yang menyebabkan pengembangan strategi efisiensi. Meskipun manfaat ABC telah banyak dibuktikan, sejumlah penelitian juga menyoroti kendala implementasinya, khususnya di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM). Wibowo . menjelaskan bahwa keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman akuntansi manajemen, serta tidak tersedianya data biaya yang detail menjadi hambatan utama. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Keterbatasan dukungan teknologi informasi juga memperparah kesulitan UKM dalam mencatat serta mengklasifikasikan aktivitas biaya secara sistematis. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan implementasi ABC bergantung pada kesiapan organisasi, dukungan manajemen puncak, dan kemampuan perusahaan mengintegrasikan sistem informasi akuntansi yang Sebagai alternatif, model Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) yang dikembangkan oleh Kaplan & Anderson . dapat menjadi solusi bagi UKM. Model ini menyederhanakan proses perhitungan dengan menggunakan waktu sebagai dasar estimasi biaya, sehingga tidak membutuhkan data aktivitas yang kompleks. Pendekatan TDABC memungkinkan UKM memperoleh informasi biaya yang akurat dengan cara yang lebih efisien dan mudah diterapkan, tanpa harus melakukan klasifikasi aktivitas secara mendetail. Dengan demikian. TDABC dapat menjadi model penerapan ABC yang lebih realistis dan sesuai dengan kapasitas organisasi berskala kecil dan menengah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Activity-Based Costing (ABC) memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pengambilan keputusan manajerial. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai metode penentuan biaya yang akurat, tetapi juga sebagai alat strategis bagi manajemen dalam mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah, mengendalikan biaya, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Hasil sintesis berbagai penelitian menunjukkan bahwa ABC mampu memberikan informasi biaya yang lebih relevan dan mendukung keputusan yang berbasis pada aktivitas nyata di dalam organisasi. Penelitian ini juga menegaskan bahwa implementasi ABC masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada organisasi berskala kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia, data biaya, serta dukungan sistem informasi. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan ABC sangat bergantung pada kesiapan manajerial dan komitmen organisasi dalam mengoptimalkan fungsi sistem tersebut. Dari sisi implikasi teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman bahwa ABC tidak hanya dapat digunakan untuk menentukan biaya, tetapi juga dapat berperan sebagai sistem informasi manajerial yang strategis. Secara praktis, hasil kajian ini memberikan manfaat bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi pengendalian biaya dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis aktivitas. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Sebagai saran penelitian lanjutan, disarankan agar peneliti selanjutnya melakukan pengujian empiris untuk melihat efektivitas penerapan ABC pada berbagai sektor industri. Selain itu, perlu dilakukan penelitian yang mengkaji integrasi sistem ABC dengan teknologi digital dan sistem akuntansi modern, agar penerapan metode ini semakin relevan dengan kebutuhan organisasi di era transformasi digital. REKOMENDASI Berdasarkan hasil kajian, penerapan metode Activity-Based Costing direkomendasikan bagi organisasi yang memiliki struktur biaya kompleks atau tingkat persaingan yang tinggi, guna memperoleh informasi biaya yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Perusahaan disarankan untuk melakukan proses implementasi ABC secara bertahap, dimulai dari identifikasi aktivitas inti dan penyusunan data biaya yang terstruktur, sebelum memperluas penerapan pada seluruh unit bisnis. Perusahaan juga disarankan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dan sistem informasi sebelum menerapkan ABC. Pelatihan internal, sosialisasi prosedur baru, serta penguatan sistem data akuntansi diperlukan untuk meminimalkan resistensi organisasi dan memastikan keandalan informasi yang dihasilkan. Dukungan manajemen puncak juga menjadi faktor kritis dalam proses implementasi, sehingga perlu disertai komitmen kebijakan dan alokasi sumber daya yang memadai. Selain itu, organisasi perlu secara berkala mengevaluasi hasil penerapan ABC untuk memastikan manfaatnya terhadap efisiensi aktivitas dan kinerja keuangan. Evaluasi berkala akan membantu perusahaan dalam menyesuaikan model biaya dengan dinamika operasional serta mengoptimalkan penggunaan informasi biaya dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, penerapan ABC tidak hanya berfungsi sebagai alat penghitungan biaya, tetapi juga sebagai komponen integral dalam peningkatan efektivitas kebijakan manajerial dan daya saing perusahaan. REFERENSI