Available at: https://stt-su. id/e-journal/index. php/immanuel/index Volume 5. No 2. Oktober 2024 . DOI: https://doi. org/10. 46305/im. e-ISSN 2721-432X p-ISSN 2721-6020 Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Pendidikan Agama Kristen Betieli Gulo, 2Rayani Arnidar Gulo, 3Anugerah Jaya Zai, 4Sesilia Hia, 5Liami Gulo 1, 2, 3, 4, 5Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi Nias Barat tielgulo8@gmail. Abstract: The average attention span of students in the process of teaching and learning activities in class is between ten and twenty minutes. After that, the teacher reacts to being sleepy, disturbing friends, being busy with his own activities, going in and out of class and sometimes finding it difficult to return to a conducive This problem is very serious and has the potential to reduce students' interest in learning about Christian Religious Education subject matter. The Ice breaking learning strategy is able to change a passive atmosphere into an active one. This strategy can be used by teachers to increase students' interest in receiving the material This research aims to determine the effectiveness of the ice breaking learning strategy in increasing students' interest in learning and returning students' attention to Christian Religious Education material. This research uses qualitative research based on library research. Researchers search for and analyze research in the form of journals, proceedings, books and other articles related to the research title and then write them down as research results. From the results of the analysis, it was found that the application of the ice breaking learning strategy was able to develop and optimize students' brains and creativity, train them to think systematically to solve problems and increase their self-confidence. Therefore, teachers need to carefully consider using the ice breaker learning method and choose the type of ice breaker used based on the principles of motivation, synchronization, appropriate situation, and does not contain elements of SARA and pornography. Keywords: Effectiveness. ice breaking. interest in learning. Abstrak: Rata-rata rentang perhatian naradidik dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas antara sepuluh sampai dua puluh menit. Setelah itu, reaksi mengantuk, mengganggu teman, sibuk pada kegiatan sendiri, keluar masuk kelas ditemui guru dan terkadang sulit dikembalikan pada keadaan yang kondusif. Permasalahan ini sangat serius dan berpotensi mengurangi minat belajar siswa pada materi pelajaran pendidikan agama Kristen. Strategi belajar ice breaking mampu mengubah suasana yang pasif menjadi aktif. Strategi ini dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan minat siswa untuk menerima materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efetivitas strategi belajar ice breaking dalam meningkatkan minat belajar siswa serta mengembalikan perhatian siswa pada materi pendidikan agama Kristen. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis library research. Peneliti mencari dan menganalisis litertur penelitian dalam bentuk jurnal, prosiding, buku, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dari hasil analisis ditemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran ice breaking mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan berpikir dan kreatifitas siswa, melatih berfikir sistematis untuk Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 141 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA memecahkan masalah serta dapat meningkatkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan dengan matang untuk menggunakan metode pembelajaran ice breaking dan memilih jenis ice breaking yang digunakan berdasarkan prinsip motivasi, sinkronisasi, tepat guna, tidak mengandung unsur SARA dan pronografi. Kata kunci: Efektivitas. ice breaking. minat belajar. Pendahuluan Pendidikan Agama Kristen merupakan sarana pendidikan kristiani untuk menanamkan nilai-nilai Alkitab kepada siswa yang diwujudkan dalam karakter dan perilaku setiap hari. Pendidikan agama Kristen bertujuan sebagai usaha sistematis untuk membawa orang-orang yang tidak tahu apa-apa supaya dibawa keluar dari kegelapan pikiran menuju terangnya pengetahuan dan kebijaksanaan. 1 Melalui pendidikan agama Kristen, siswa akan memperoleh pengetahuan yang berbasis kristiani dalam merespon segala hal tentang fenomena-fenomena yang ada. Oleh karena itu, pendidikan agama Kristen seharusnya disajikan dengan berbagai usaha dan upaya sehingga naradidik mengerti materi pembelajaran yang diajarkan oleh guru. Melalui konsep pemikiran tersebut, pendidikan agama Kristen akan diminati dan dipelajari secara mendalam lebih dari materi pelajaran yang lain. Keberhasilan pembelajaran tergantung dari seorang guru memaksimalkan segala upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2 Pembelajaran yang menyenangkan dibuktikan dengan keaktifan dan keikutsertaan siswa dari awal sampai dengan pembelajaran selesai. Pembelajaran yang menyenangkan tergantung dari bagaimana guru mengolah pelaksanaan pembelajaran dengan menciptakan suasana yang menarik perhatian siswa ketika siswa mulai kelihatan mengantuk, hilang fokus apalagi jika pembelajaran menuntut untuk berpikir kritis, waktu belajar siang hari, pembelajaran yang menuntut perdebatan, dan sebagainya. Dengan demikian, kompetensi seorang guru mendapatkan perhatian khusus seperti guru wajib secara aktif mengembangkan diri dan berusaha menguasai strategi belajar dengan mempelajari metode belajar ice breaking. Mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan menuntut guru untuk menguasai strategi belajar ice breaking minimal untuk mewujudkan tujuan pembelajaran itu sendiri, yakni dengan guru berlaku profesional dalam meningkatkan minta belajar siswa serta berkemampuan menerapkan strategi yang baik agar kegiatan belajar mengajar efektif, terarah dan menyenangkan. Telaumbanua mengatakan. Aupendidik tidak sebatas memindahkan pengetahuan baru kepada seluruh siswanya melainkan juga menjalankan peranannya dalam mengembangkan potensi naradidik pada pencapaian tujuan Maspa Makkawaru. AuPentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan Dan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan,Ay Jurnal Konsepsi Vol. No . 2 Martinus Laia. AuAnalisis Model Pengajaran Tuhan Yesus Berdasarkan Matius 5:13-16: Teladan Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen,Ay Formosa Journal of Multidisciplinary Research 1, no. 533Ae42, https://doi. org/10. 55927/fjmr. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 142 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 2. Oktober 2024 3 Hal pendidik menyelesaikan permasalahan ini yakni dengan memiliki pengetahuan yang utuh tentang strategi belajar untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran. Menurut Dewi, et al, dalam memilih strategi pembelajaran wajib disesuaikan pada karakter siswa sehingga menarik perhatian siswa kembali pada materi yang sedang diajarkan, menghilangkan rasa jenuh dan membuat siswa bersemangat karena menarik dan menyenangkan. 4 Penyeleksian suatu strategi pembelajaran yang efektif harus dengan pertimbangan yang mencakup seluruh perangkat pembelajaran, seperti keadaan lingkungan, bahan belajar yang memadai, karakter peserta didik yang dihadapi sehingga tujuan pembelajaran yang dikehendaki tercapai. Strategi belajar ice breaking menjadi salah satu strategi yang efektif dalam proses pembelajaran mengatasi kejenuhan, rasa bosan, mengantuk dan ketegangan yang terjadi dalam kelas. Atau dapat dikatakan Auice breakingAy adalah kegiatan mencairkan suasana kelas menjadi kondusif, bersemangat, tidak membuat mengantuk serta memberi perhatian dan rasa senang kepada guru yang sedang berbicara. Demikian pendapat Syah Nanda Hidayatullah bahwa Auice breakerAy diterapkan untuk membuat situasi belajar dari pasif menjadi aktif, kaku menjadi gerak, dan jenuh menjadi riang. 5 Melalui suasana belajar yang aktif sudah tentu menunjukkan minat belajar yang tinggi, terlebih pada pelajaran pendidikan agama Kristen. Turunnya minat belajar siswa sangat berpengaruh pada prestasi siswa serta pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini sangat perlu diantisipasi sebab berakibat buruk bagi siswa, guru, orang tua dan sekolah. 6 Mai Sri Lena berkata bahwa menciptakan minat dan semangat belajar pada diri siswa sangat penting. 7 Dan disimpulkan oleh Krisna bahwa suasana belajar yang menyenangkan dalam arti tidak menimbulkan perasaan paksaan dan tekanan terhadap sesuatu yang dikerjakan siswa. 8 Dalam hal ini ketika siswa terlibat dan bersemangat dalam proses pembelajaran, siswa akan cenderung mencapai hasil yang lebih baik. Pada penelitian sebelumnya Elisabet Lastri Tumanggor,9 mengatakan bahwa motivasi belajar timbul karena adanya keinginan atau dorongan pada diri siswa untuk mengikuti Arozatulo Telaumbanua. AuKreativitas Guru Agama Kristen Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa,Ay SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen vol. 1, no. : 116. 4Aini Shivana Savitri et al. AuPeran Strategi Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa,Ay Jurnal: Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora vol. 13, no. : 506. 5Syah Nanda Hidayatullah. AuPenerapan Ice Breaking Pada Proses Belajar Mengajar Siswa Kelas X TPM SMK Negeri 7 Surabaya Pada Mata Pelajaran K3,Ay JPTM: Vol. 1, no. : 86. 6 Prima Rias Wana. Marina Gusnia Ruchiyat, and Siti Nurhidayah. AuPengaruh Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal : Jendela Pendidikan 4, no. : 111. 7 Mai Sri Lena. AuEfektivitas Implementasi Ice Breaking Untuk Meningkatkan Minat Dan Semangat Belajar Siswa,Ay Pustaka:Jurnal Bahasa Dan Pendidikan Vol 3. No. 8 Krisna J. AuPenerapan Pendekatan PAIKEM (Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif Dan Menyenangka. Pada Pembelajaran Pidato Persuasif: Suatu Kajian,Ay Jurnal: Universitas Batang Hari Jambi 20, no. : 871. 9 Elisabet Lastri Tumanggor. AuPengaruh Teknik Ice Breaking (Mencairkan Suasan. Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi Di SMP Satu Atap Negeri 5 Pengururan Mata Pelajaran Pendidikan Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 143 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA Dalam konteks ini guru dituntut memiliki kemampuan untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Guru harus menciptakan suasana belajar yang Pada penelitian lainnya dikemukakan oleh Fini Dwi Haryati, 10 bahwa untuk menginvestigasi manfaat dari penggunaan model pembelajaran dengan ice breaking sehingga menghasilkan manfaat pertama menciptakan suasana yang kondusif dan kedua meningkatkan keakraban antara peserta didik. Sedangkan penelitian ini, yang menjadi fokus adalah sejauh mana efektifitas strategi ice breaking terhadap minat belajar siswa pada materi pendidikan agama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efektivitas penerapan strategi belajar Auice breakingAy terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Kristen. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk memberikan pandangan terhadap keefektifan strategi belajar Auice breakingAy terhadap minat belajar siswa pada materi pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Tujuan ini diinisiasi karena pembelajaran kurang efektif oleh karena itu memerlukan strategi belajar Auice breakingAy dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen disebabkan karena minimnya pengetahuan guru terhadap strategi belajar Auice breakingAy, belum maksimalnya kreatifitas guru dalam mengajar, dan kurangnya sumber daya manusia dalam mengikuti perkembangan pendidikan atau pengembangan diri. II. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library Library research merupakan pendekatan yang berfokus pada analisis jurnal, prosiding, buku, dan temuan penelitian yang telah dipublikasikan. 11 Penelitian ini menggunakan literatur sebagai sumber data yang dapat memberikan hasil yang valid dan dapat dipercaya. Adlin, et al. , mengatakan bahwa metode penelitian pustaka dapat dijelaskan sebagai metode dengan pengumpulan data melalui cara memahami, mempelajari teori-teori sebelumnya dari sumber-sumber literatur yang memiliki kaitan dengan topik penelitian yang dilakukan. 12 Adapun beberapa tahapan dan teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, pertama melakukan pencarian buku dan literatur yang berhubungan dengan penelitian, kedua melakukan validasi sumber data untuk menentukan buku dan literatur yang relevan, ketiga melakukan analisis pada sumber literatur . embaca buk. untuk dituangkan pada penelitian, keempat menuliskan hasil analisis pada pembahasan penelitian yang berkaitan dengan judul atau fokus penelitian. Agama Kristen Dan Budi Pekerti Tahun Pelajaran 2023/2024,Ay Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter 1, no. 10 Fini Dwi Haryati. AuImplementasi Ice Breaking Sebagai Pematik Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI,Ay Jurnal Al-Ilmi 4, no. 11 Sonny Eli Zaluchu. AuMetode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. : 249Ae66. 12(M. N et al. , 2022, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 144 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 2. Oktober 2024 i. Hasil dan Pembahasan Penerapan Strategi Belajar Ice Breaking dalam Pendidikan Agama Kristen Pada mulanya kata AystrategiAy digunakan dalam lingkungan militer yang dikenal dengan strategi perang. Namun seiring dengan perkembangnya istilah strategi diadopsi dalam berbagai aspek yang memiliki esensi pengertian berdasarkan pada bidang yang Termasuk bidang pendidikan menggunakan istilah ini yang dikenal dengan strategi Dalam mewujudkan capaian tujuan pembelajaran, pendidik wajib memiliki strategi yang baik dan tepat guna. Isnut Hidayat mengatakan pertama sekali pemakaian istilah strategi dikembangkan oleh dunia militer yang kemudian diterapkan pada penggunaan seluruh sumber daya dan kekuatan untuk memperoleh kemenangan dalam Strategi belajar pada dasarnya sejumlah rencana/pola kegiatan proses belajar mengajar disusun oleh pengajar supaya tercapai tujuan pembelajaran. Pernyataan yang sama diungkap oleh Syaiful, bahwa strategi belajar bisa dipahami sebagai rencana awal dalam mewujudkan aktifitas mengajar sehingga tercapinya tujuan yang ditetapkan. 14 Artinya sejumlah aktifitas belajar terencana yang dipilih dan digunakan dengan pendekatan kontekstual, karakteristik, kondisi sekolah, lingkungan sekitar serta tujuan khusus Sedangkan menurut Rowntree . alam Sanjaya, 2. yang dikutip oleh Yunita. , et al. strategi pembelajaran dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, strategi penyampaian penemuan pembelajaran atau dikenal dengan Exposition-discovery learning, sedangkan jenis kedua adalah group-individual learning. Kedua jenis strategi ini dapat dibedakan sikap guru dalam menerapkan. Pada jenis strategi expisition guru menyampaikan pembelajaran secara langsung dan diharapkan naradidik menguasainya secara menyeluruh, jadi sumber utama pada strategi ini adalah guru. Sedangkan jenis strategi kedua guru lebih fokus pada kemandirian belajar anak didik, yang tetap didampingin oleh guru sehingga hubungan interaksi siswa dengan guru dalam kelas layaknya fasilitator. 15 Maka, dari beberapa uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi belajar adalah sejumlah rencana . lan a, plan b, dst. ) yang dengan sengaja dibuat oleh tenaga pendidik dalam mewujudkan tujuan pembelajaran. Isnu Hidayat. Strategi Pembelajaran Yang Populer (Yogyakarta: Diva Press, 2. Syaiful Bahri Djamarah. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2. 15Yunita Sarah Beis. Steaven Octavianus, and Dwi Novita Sari. AuAnalisis Implementasi Strategi Belajar Interaktif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen,Ay Jurnal : Pendidikan Agama Kristen Regula Fidei vol. 5, no. : 150. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 145 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA Integrasi Strategi Ice Breaking pada Materi Pendidikan Agama Kristen Kegiatan belajar mengajar yang jenuh tidak ada sedikit pun suasana riang tentu membawa siswa tidak semangat dan mengantuk. Rizki Edmi Edison mengatakan AuOtak manusia umumnya bekerja maksimal dalam mengikuti pelajaran selama 20 menit saja, selebihnya akan menurun dan berpindah pada aktifitas yang lain seperti menggangu dan keluar masuk kelas. Masih ada guru tidak mengetahui soal ini. Pernyataan ini juga dibuktikan Munah. , et al. , pada hasil pengamatannya saat melihat 20 menit pertama pembelajaran begitu antusias, penuh keceriaan dan terjadi interaksi yang baik antara guru dan siswa. Namun setelah itu keadaan kelas berangsur-angsur ribut, hilang konsentrasi, sibuk sendiri, mengganggu teman bahkan keluar dari kelas dengan alasan ke toilet. 16 Karena itu, sebaiknya guru memperhatikan waktu antara 20-30 menit dalam menyampaikan pembelajaran, hendaknya diberi waktu kepada siswa untuk menggerakkan badan, berdiri atau melakukan ice breaking pencairan suasana kelas, dengan itu siswa dapat terlibat aktif dan kembali belajar dengan suasana seperti pada awalnya dengan konsentrasi lebih baik. Ice breaking sangat membantu dalam mencairkan suasana kelas. Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari ice breaking ketika diterapkan di dalam kelas, diantaranya: Pertama, menjaga stamina belajar siswa. Banyak guru yang menggunakan strategi konvesional ketika siswa mulai ribut dan tidak fokus pada saat materi disampaikan yakni melakukan disiplin fisik, marah-marah dengan suara yang besar dan kasar, mengeluarkan siswa dari dalam kelas dengan penuh ancaman, sehingga siswa dengan rasa takut dan terpaksa memberi perhatian namun kosong dan mencoba lari namun takut, hanya taat dengan terpaksa dilakukannya dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Tindakan di atas tidak relevan pada era pendidikan saat ini, namun yang perlu diupayakan oleh seorang guru adalah menguasai strategi ice breaking untuk terus menjaga stamina belajar para siswanya. Utomo Dananjaya mengatakan Auguru yang tidak mampu menggerakkan hasrat siswa untuk belajar, kemudian melakukan dan berbuat tindakan yang berbeda dari yang konvesional adalah guru kreatif. 17 Menjadikan suasana kelas kondusif dan menarik kembali perhatian siswa adalah kepiawaian guru dalam mengelolah kelas dengan baik. Kedua, menarik perhatian peserta didik. Dari asal usul kata ice breaking berarti: Aumenghidupkan kembali suasana yang kaku atau dingin menjadi bergembira. 18 Ice breaking ini sangat bermanfaat untuk kembali menciptakan kegairahan siswa dalam belajar. Menurut Elisabet Lastri Tumangger bahwa ice breaking merupakan peralihan situasi dari yang Munah Rai Putri. Slamet Tryadi, and Hendra Setiawan. AuKeefektifan Model Pembelajaran Example Non-Example Terhadap Kemampuan Menulis Teks Negosiasi Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Telukjambe Barat Tahun Ajaran 2022/2023,Ay Jurnal: Pendidikan Tambusai vol. 7, no. : 17759. 17Dananjaya, 2013. 18Sunarto, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 146 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 2. Oktober 2024 membosankan, mengantuk menjadi suasana yang ceria dan menyenangkan. 19 Suasana belajar yang membosankan karena kurang adanya fariasi akan menimbulkan kejenuhan atau membosankan pada siswa dan akan mudah menimbulkan keletihan. Ice breaking dapat digunakan sebagai strategi untuk menarik kembali perhatian peserta didik sehingga akan meningkatkan pemahaman materi yang diberikan oleh guru. Pembelajaran yang efektif akan ada apabila ice breaking diselipkan dalam proses Ice breaking dapat digunakan oleh pendidik diwaktu kapanpun karena bersifat fleksibel dan mudah digunakan. Strategi ice breaking lebih mengutamakan suasana proses belajar yang ceria, semangat dan tidak membosankan baik dilakukan secara individual maupun kelompok. Hal ini sangat cocok dipadukan dengan teori behaviorisme yang dicetuskan oleh Thordhike dimana letak fundamental sebuah pembelajaran dihadirkan oleh pembentukan dan pengoneksian berbagai indra manusia yang dihadirkan dalam bentuk tingkah laku aktif dalam belajar. Tingkah laku aktif inilah yang menjadi tujuan pembelajaran disertai ice breakingAy. Berdasarkan teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa ice breaking merupakan sebuah kegiatan yang bermanfaat untuk mengubah kondisi kelas ketika pembelajaran yang sebelumnya menjenuhkan dan membosankan menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan kembali kondusif. Ketiga, terciptanya kondisi yang kondusif di antara siswa. Kondusif dalam kegiatan belajar adalah terciptanya suasana kenyamanan saat belajar, terciptanya suasana ketertiban pada kegiatan berbagai tugas dan saling mendukung antara satu dengan yang lain termasuk di dalam proses pembelajaran. Ice breaking didefinisikan sebagai cara yang menyenangkan untuk mendukung tujuan presentasi. Menurut Slamet tujuan dilaksanakannya ice breaking adalah untuk menciptakan suasana yang seimbang dimiliki oleh siswa di dalam kelas dengan kegiatan belajar mengajar atau suasana yang sama antar peserta didik dan kegiatan pembelajaran di kelas. Artinya menghilangkan pembatas bagi peserta didik agar tidak terdapat tembok antara yang pandai dan tidak, antara kaya dan tidak, antara cantik dan 20 Dengan adanya ice breaking maka peserta didik akan berpeluang meraih citacitanya, dan mampu berdampingan belajar dengan sesama dalam kondisi bersaing sehat. Keempat, menciptakan motivasi dan minat belajar siswa. Peranan seorang pengajar dalam memotivasi naradidiknya sangatlah penting, jika tidak ada motivasi seseorang dalam belajar, maka kemungkinan besar pemahaman tentang materi yang diterima tidak ada. Betieli Gulo mengatakan minat belajar siswa dalam kelas modal utama dalam mencapai Elisabet Lastri Tumangger. AuPengaruh Teknik Ice Breaking Terhadap Mptivasi Belajar Siswa Di Kelas VII Di SMP 1 Atap Negeri 5 Pengurungan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Tahun Pelajaran 2023-2024,Ay Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1. No. 20Selamet Windarto, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 147 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA tujuan pembelajaran. 21 Teori Gestalt sebagaimana dikutip oleh sunarto juga berpendapat Aumencapai prestasi tidak mungkin tidak dibarengi kegigihan belajar, sama halnya dengan belajar tidak mungkin tanpa kemauan yang tinggi, maka metode menarik yang disuguhkan guru pada proses belajar mengajar akan mendorong siswa lebih giat dan semangat dalam 22 Jadi, seorang guru hendak terus memberi dorongan bagi murid-muridnya. Diakhiri oleh Soentanto bahwa: Auguru adalah insinyur hati. Mengembangkan Strategi Belajar Ice Breaking dalam Pembelajaran Pembelajaran pendidikan agama Kristen memiliki keunikan karena mengajar dan melaksanakan pendidikan berdasarkan nilai-nilai Alkitab. Kendatipun demikian, pendidikan agama Kristen tidak hanya sebatas diajar tanpa memanfaatkan media lain. Oleh karena itu, berikut ini merupakan teknik penggunaan strategi belajar ice breaking dalam pendididikan agama kristen dengan menggunakan media lain. Pertama, browsing and sharing. Strategi ini dikenal dengan arti mencari dan berbagi. Menerapkan strategi ini sangat gampang, hanya diperlukan usaha aktif mencari diberbagi sumber seperti buku, majalah, jurnal, internet dan teman. Sunarto mengatakan hal yang paling mudah mengumpulkan berbagai jenis ice breaking adalah mencari dan meminta dari teman, atau guru yang telah mengikuti pelatihan. 24 Selain itu dapat juga browsing di internet. Kedua, modification. Strategi ini akan sangat baik apabila guru telah menerapkan langkah Menurut Sunarto memodifikasi ice breaking Audengan cara merubah beberapa bagian dari jenis ice breaking yang sudah ada sesuai dengan selera kita. 25 Strategi yang agak kreatif dalam mengembangkan ice breaking adalah dengan cara memodifikasi. Ketiga. Inovasi pertama kali dikemukakan oleh Scumpeter pada tahun 1934. Inovasi adalah mengkreasikkan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi baru. Menurut Wikipedia inovasi didefinisikan sebagai berikut Inovation is the creation of better or more effective product, process, services technologis, or ideas that ar accepted by markets government and society. Inovation differs from invention in that innovationrefers to the use of a new idea ot method, whereas invention refers more directly to the creation of the idea or method itself. 26 Maka inovasi berarti tindakan kreatif yang lebih menarik, baik dan terupdate sehingga diterima oleh semua kalangan. Ada banyak orang yang merasa kehabisan ide untuk berinovasi khususnya bagi mereka yang memiliki banyak beban kehidupan. Contohnya seorang pengajar ketika tidak bisa membuat siswanya senang dan memahami materi yang Di dalam Yakobus 5:1 jelas mengatakan bahwa apabila diantara kamu ada Betieli Gulo. AuPenerapan Manajemen Kelas Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kurikulum Merdeka,Ay Khamisyim: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen vol. 1, no 2 . : 77. 22Sunarto. Op. cit, hal. 23Ken Kawan Soentanto, hal. 24Sunarto,Op. cit, hal. 25Ibid, hal. 26Sunarto, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 148 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 2. Oktober 2024 yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah yang memberikan pada semua orang yang murah hati tanpa mencela maka hal itu akan diberikan kepadanya. Dengan itu seorang pengajar yang kekurangan inovasi harus berpegang pada Allah Sang pemberi hikmat bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Akses menemukan jenis ice breaking sangat mudah, dengan membaca buku maupun artikel saja sudah cukup. Namun di bawah ini peneliti menguraikan beberapa jenis ice breaking yang efektif meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Kristen berserta dengan contohnya dapat disesuaikan oleh guru sesuai dengan topik atau tema-tema yang sedang diajarkan. Pertama. Jenis Yel-yel. Jenis ini sangat baik dan berhasil dalam merangsang aspek psikologi anak untuk masuk dalam kegiatan belajar, terlebih pada jam awal pembelajaran. Selain itu, jenis yel-yel ini juga sangat efektif membangun kerja sama dalam kelompok Jenis ice breaking ini baik digunakan pada jam-jam awal pembelajaran berlangsung. Contoh jenis ice breaking dalam bentuk yel-yel: Mana dimana anak paling hebat. Anak paling hebat adalah anak Tuhan Mana dimana anak paling pintar. Anak paling pintar rajin ke gereja Anak paling pintar rajin ke sekolah Anak paling pintar taat orang tua Anak paling pintar adalah anak Tuhan. Menerapkan ini, biasanya sangat bervariasi dan kreatif, apabila guru memberikan instruksi agar setiap kelompok siswa didik menyanyikannya dengan gerakan. Kedua, jenis riddles. Riddles adalah teka-teki dengan berbagai tema, seperti humor hingga misteri, biasanya dipakai untuk menguji kecerdasan dan kecepatan berpikir Contohnya sebagai berikut: Clue : Bumi itu bulat Pertanyaan : 100 6 = ? Jawaban Penjelasan : Karena clue adalah bumi bulat, maka yang perlu diperhatikan adalah jumlah lingkaran di pertanyaan. Karena itu hanya angka Au0Ay pada 100 lah yang dianggap menjadi jawaban. Contoh kedua . Clue : Pagi Hari Aku ada Dua Malam Hari Aku ada Satu Tempatku ujung Topi. Kalau tidak ada Aku. Dunia dan Cinta tidak ada Pertanyaan: Siapakah Aku ? Jawaban : Huruf i Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 149 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA Penjelasan : Pada kalimat pertama ada dua huruf i, kalimat kedua ada satu huruf i, kalimat ketiga huruf i berada diujung kata topi dan kalimat keempat kata dunia dan cinta tanpa huruf i menjadi duna dan cnta. Ketiga. Jenis Tepuk Tangan. Jenis ini sangat sering digunakan oleh siapapun. Mungkin karena teknik tepuk merupakan teknik ice breaking yang paling mudah, dan tidak memerlukan persiapan yang membutuhkan banyak waktu. Aji Rachmat Musyafa mengatakan Auteknik tepuk tangan untuk ice breaking ini sangat efektif sekali digunakan dalam mengembalikan konsentrasi siswa dalam Kelas Belajar Mengajar (KBM)Ay 27 Ada banyak jenis mulai dari yang hanya sekadar tepuk tangan sampai dimodifikasi dengan konten materi pelajaran. Misalnya jika guru berkata YESUS maka peserta didik menjawab dengan cara tepuk penuh semangat BAIK. Contoh lainnya adalah sebagai berikut: Tabel 1. Jenis Ice Breaking Tepuk Tangan prok3x Cinta Allah prok3x Ibu bapak Tepuk Cinta prok3x Nenek kakek prok3x Teman-teman prok3x Adik kakak CintaA. cinta seeAmua!!! SemangatAA. prok 3x Tak mengantukAprok 3x Tepuk Semangat Tak menyerahAprok 3x Selalu yakinAprok 3x Pasti suksesAprok 3x Yey!!!. Prok. 3x Jempol kanan Tepuk Jempol Prok. 3x Jempol kiri Prok. 3x Jempol dua SemangatA. Keempat, jenis tebakan lucu. Tebak-tebakan lucu bisa menjadi salah satu game yang mampu menyegarkan suasana, membuat seseorang tertawa dan kembali tenang. Tertawa adalah obat penenang tanpa efek samping. Tebak-tebakan lucu ini bisa dilakukan dengan mengaitkan materi pelajaran yang akan disampaikan. Contoh tebakan lucu dengan jawabannya: Aji Rachmat Musyafa, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 150 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 2. Oktober 2024 Tabel 2. Contoh Jenis Ice Breaking Tebakan Lucu Jika seorang peternak memberi makan dan memelihara seekor ayam jantan dengan benar, berapa Ayam jantan tidak bertelur rata-rata jumlah telur yang akan dihasilkan oleh hewan tersebut? Apa yang punya banyak gigi tapi Sisir tidak menggigit? Kenapa pohon kelapa di depan rumah harus ditebang? Binatang apa yang tidak Soalnya kalau di cabut susah. Kaki Seribu, karena kehabisan dijinkan bermain bola ? waktu memakai sepatu Kelima, jenis teka-teki untuk materi pendidikan agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen merupakan pelajaran yang harus dimengerti oleh peserta didik, karena Pendidikan Agama Kristen berbicara bagaimana Allah menebus dosa-dosa manusia dengan memberikan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus (Yohanes 3: . Untuk bisa membuat siswa memahami kebaikan Allah maka jenis ice breaking teka-teki ini bisa menjadi salah satu strategi dalam proses belajar. Misalnya sebagai berikut: Tabel 3. Jenis Ice Breaking Teka-teki Materi PAK Apa persamaan Allah. Yesus dan Roh Apa yang setiap di hirup dan di buang tetapi tidak dapat dipegang? Aku ada sebelum semua ada. Aku bisa mati dan bangkit. Siapakah Aku? Mereka semua satu esensi. Nafas Yesus Aku adalah sebuah pohon yang berbuah, buahku dilarang dimakan oleh penciptaku, aku memiliki dua pengetahuan, dan aku berada di tengah-tengah taman. Siapakah Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Keenam, jenis lagu kreatif. Melalui lagu yang kreatif, siswa bisa belajar bernyanyi, dan dapat menumbuhkan semangat yang baru. Namun dalam memilih sebuah lagu pengajar harus berhati-hati. Firman Tuhan berkata di dalam Amsal 13:16 AuOrang bijaksana berpikir dahulu sebelum bertindakAy. Aji Rachmat Musyafa juga mengatakan bahwa Aubeberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat lagu kreatif adalah pemilihan lagu dan Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 151 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA komunikasi dengan pesertaAy . Seorang guru yang kreatif dalam mengajar tentunya disukai oleh naradidiknya dan mengajak siswa untuk bernyanyi sebelum dan sesudah proses pembelajaran sangat baik. Tabel 4. Jenis Ice Breaking Lagu Kreatif Judul Lagu Lirik Lagu Anak Tuhan Bila kau anak Tuhan tepuk tangan Bila kau anak Tuhan tepuk paha Bila kau anak Tuhan tertawalah Bila kau anak Tuhan teriaklah AuAnak TuhanAy Bila kau anak Tuhan mari kita lakukan Bila kau anak Tuhan semuanya!!! Siap belajar Tangan ke atas memuji Tuhan Tangan kesamping berbuat baik Tangan ke depan tidak mencuri Tenangkan hati siap belajar. Keselamatan Cari ilmu bersama Yesus Dari mana datangnya hujan Dari langit turun ke bumi Dari mana keselamatan Dari Yesus Juruselamat Kasih sayangNya Kasih sayang-sayangNya Percaya pada Yesus ada keselamatan. Cari ilmu bersama Yesus Bawa kabar kesuksesan Cari ilmu bersama Yesus Bersama Yesus Fokus fokus fokuslah kamu Ketujuh, jenis permainan . Jenis permainan atau game merupakan bentuk ice breaking yang sering sekali dilakukan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Rachmat Musyafa mengatakan Aupermainan untuk ice breaking adalah kegiatan simulasi yang melibatkan siswa dalam proses belajarAy. 29 Menurut Sutomo Dananjaya permainan sebagai media pembelajaran melibatkan siswa dalam proses pengalaman dan sekaligus menghayati tantangan, mendapat inspirasi, terdorong untuk kreatif dan berinteraksi dalam kegiatan dengan sesama siswa dalam melakukan permainan yang telah disiapkan. 30 Dengan adanya games dalam pembelajaran, semangat dari peserta didik akan muncul, dan saling berinteraksi dengan peserta lain. Musyafa. Op. cit, 61 Ibid, hal. 30Dananjaya. Op. cit, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 152 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 2. Oktober 2024 Prinsip Pemilihan Strategi Ice Breaking pada Pembelajaran Harus diakui bahwa tidak semua ice breaking dapat dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen. Guru wajib mempertimbangkan dengan matang jenis ice breaking yang hendak digunakan. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan beberapa prinsip sebagai poin penting yang perlu dipertimbangkan oleh guru untuk menentukan jenis ice breaking yang digunakan dan sesuai dengan makna atau tema pembelajaran yang sedang dipelajari. Pertama, motivasi. Dengan ice breaking diharapkan siswa yang belum termotivasi untuk mengikuti pembelajaran menjadi termotivasi, atau siswa yang sudah jenuh mengikuti proses pembelajaran dapat kembali kepada performa awal. Sunarto mengatakan bahwa Autujuan utama ice breaking adalah meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaranAy. 31 Dengan dilakukannya ice breaking motivasi siswa menjadi tinggi sehingga mempunyai rasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran. Kedua, sinkron. Ice breaking dalam pembelajaran adalah bagian yang tak terpisahkan dari seluruh proses pembelajaran dan harus sinkron dengan pembelajaran tersebut. Kata sinkron dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah Ausuatu hal yang dilakukan diwaktu yang bersamaanAy. Sebagaimana dikatakan oleh Sunarto bahwa Auakan sangat baik jika ice breaking yang dipilih adalah ice breaking yang sesuai atau sinkron dengan materi yang dibahas pada saat ituAy. Dengan demikian, ice breaking akan mempunyai daya penguat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ketiga, tepat situasi. Ice breaking yang dilaksanakan serampangan dikhawatirkan justru akan merusak situasi yang sudah kondusif. Sunarto mengatakan bahwa Ausituasi pembelajaran menjadi membingungkan jika ice breaking diberikan pada waktu-waktu yang tidak tepatAy. 34 Dalam hal ini, seorang guru harus perlu waspada dalam memberikan ice breaking kepada naradidiknya dan dilakukan pada situasi yang tepat. Keempat, tidak mengandung unsur sara dan pornografi. Ice breaking yang diberikan kepada siswa hendaknya merupakan ice breaking yang mempunyai nilai positif terhadap rasa kesatuan. Sunarto mengatakan bahwa Ausebagai pendidik harus memilih jenis ice breaking yang edukatif, sopan dan tidak mengandung unsur SARAAy. 35 Hal-hal yang mengandung unsur membedakan atau menghina suku, agama, ras, golongan dan mengandung unsur pornografi harus dihindarkan, sekalipun hal tersebut sebagai lelucon Sebab Firman Tuhan berkata dalam Kolose 3:14 AuKenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakanAy. Firman Tuhan ini sangat mendorong orangorang yang telah percaya kepada-Nya untuk menghidupi dan melakukannya bagi kemuliaan Tuhan. Sunarto, hal. 105, 2019. Bahasa. Op. cit, hal. 33Sunarto, hal. 106, 2019. 34Sunarto, hal. 106, 2019. 35Ibid, hal. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 153 B. Gulo et al: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat BelajarA IV. Kesimpulan Melakukan ice breaking dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen sangatlah berpengaruh karena ice breaking dapat membuat suasana kelas yang tidak kondusif menjadi sangat kondusif, penuh semangat dan mengembalikan perhatian naradidik. Dalam hal ini ice breaking bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar terkhususnya pada pembelajaran pendidikan agama Kristen. Menerapkan ice breaking di waktu-waktu tertentu pada proses pembelajaran pendidikan agama Kristen tentunya memiliki tujuan, yakni terciptanya kondisi-kondisi yang equal . antara sesama siswa dalam kelas, menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara siswa, terciptanya kondisi yang dinamis diantara siswa, menimbulkan kegairahan . antara sesama siswa untuk melakukan aktivitas selama proses pembelajaran, dan membangun kembali suasana belajar agar serius, santai, dan menyenangkan. Ada beberapa manfaat melakukan aktifitas ice breaking, diantaranya adalah menghilangkan kebosanan, kejenuhan, kecemasan, dan rasa mengantuk, karena murid keluar sementara dari pembelajaran dengan melakukan sebuah aktivitas gerak yang bebas dan ceria, manfaat lainnya adalah melatih berfikir secara kreatif dan luas dari siswa, mengembangkan dan mengoptimalkan otak dan kreatifitas siswa, melatih berfikir sistematis untuk memecahkan masalah serta dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa startegi ice breaking yang diterapkan guru sangat menentukan minat belajar siswa selama proses pembelajaran pendidikan agama Kristen. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan dengan matang untuk menggunakan metode pembelajaran ice breaking dan memilih jenis ice breaking yang digunakan berdasarkan prinsip motivasi, sinkronisasi, tepat situasi, dan tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Referensi