569 JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 PENDIDIKAN KARAKTER PADA PONDOK PASANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SURAKARTA Oleh Alfauzan Amin1. Hairun NisaAo2 1,2Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Email :1 alfauzan_amin@mail. uinfasbengkulu,2 hairunnisa. wahyuni@gmail. Article History: Received: 01-02-2023 Revised: 11-02-2023 Accepted: 25-03-2023 Keywords: Assalaam, boarding school. Solo. Karakter. Pendidikan. Abstract: This research aims to determine the need for sustainability in order to awaken and strengthen the awareness and also the belief of the Indonesian people that a better future must be pursued by building and strengthening the character of the Indonesian people. This study also discusses the existence of the Assalaam Islamic Modern Islamic Boarding School in forming an education program that has character and has important spiritual aspects such as memorizing the letters in the Qur'an and also the nature of Amanah which is applied with habit while at the boarding school and that is one of the character education processes that is reflected in the rules of modern Islamic boarding schools Assalaam. The research method used in this study is the Library Research method, which is a series of activities related to the method of gathering library information, reading and writing and processing research material. The data analysis technique that the authors use in this study is content analysis or what is often called content analysis. This content analysis is used to compare one research with other research in accordance with this article. It is a research that uses bibliographical sources from articles and journals to obtain research information. PENDAHULUAN Dewasa ini terjadi kegelisahan tentang rusaknya karakter anak bangsa. Karena sudah menyimpang atau bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Banyak pihak menilai lemahnya karakter bangsa merupakan masalah nasional. Hal itu wajar terjadi karena Pendidikan telah mengalami disorientasi. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan sebagai bentuk interaksi individu dengan lingkungannya baik itu secara formal maupun non formal untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem Pendidikan nasional mengakui ada tiga jalur Pendidikan, yaitu Pendidikan formal, nonformal, informal. Ketiga jalur Pendidikan ini saling melengkapi dan memperkaya. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis,nonformal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, dan informal adalah proses berlangsungnya sepanjang usia sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari. Salah satu cara untuk memberikan bekal kepada manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia adalah pendidikan. Pendidikan memiliki tujuan sebagai arah dan citacita pencapaian dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan memiliki model sebagai strategi pencapaian tujuan pendidikan1. pendidikan adalah sebuah cara yang dapat di peroleh banyak orang untuk mendapatkan ilmu yang kemudian akan dijadikan sebagai dasar utama dalam bersikap dan bertingkah laku. Sejak jaman dahulu pendidikan di indonesia tidak bisa dilepaskan dari agama. Sebelum kedatangan pengaruh agama islam, terdapat beberapa ciri pendidikan yang terpengaruh agama Hindu dan Buddha, bersifat informal dan aristokratis yang hanya diikuti golongan raja dan bangsawan. Setelah masuknya pengaruh agama islam, bermunculan berbagai lembaga pendidikan bercirikan pengajaran agama Islam, diantaranya pendidikan masjid, langgar dan surau yang dikelolah oleh amil yang juga bertugas sebagai pendidik agama. Lembaga pendidikan lainnya adalah pondok pasantren yang menjadi tempat dakwah Islam sekaligus sebagai tempat proses belajar-mengajar. Pasantren mengambil pola pendidikan padepokan tetapi mengubah bahan dan materi yang diajarkan dan melakukan perubahan secara perlahan-lahan tata nilai dan kepercayaan masyarakat setempat. Istilah pasantren berasal dari kata santri yang berarti murid dalam bahasa Jawa dan pondok yang berasal dari bahasa Arab funduuq yang berarti penginapan2. Untuk mengatur aktivitas keseharian di pondok pasantren. Kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik tingkatnya. Tujuan para santri dipisahkan dari keluarga adalah agar mereka bisa belajar hidup mandiri dan bisa lebih fokus meningkatkan hubungan dengan guru dan Tuhan. Selain itu ada juga pendidikan madrasah yang dicetuskan oleh Nizam el-Mulk pada abad ke 11 di Arab. Beliau mengadakan pembaruan dengan menambah ilmu-ilmu yang bersifat keduniawian, seperti astronomi dan ilmu Dampaknya adalah berkembang pula beberapa lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang menyerupai madrasah, seperti meunasah, rangkang, dayah. Namun demikian pendidikan pondok pasantren merupakan sistem pendidikan yang asli dari Indonesia (Syaharuddin, 2. Pada tahun 1990 munculah sekolah-sekolah berasrama bisa disebut dengan boarding school. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi Pendidikan Indonesia yang selama ini berlangsung dipandang belum memenuhi harapan yang ideal, boarding school yang pola pendidikannya menyeluruh lebih memungkinkan untuk menciptakan lingkungan Pendidikan yang ideal dan melahirkan orang-orang yang akan dapat membawa gerbong dan motor pergerakan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan agama. Proses membina kepribadian seseorang dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui Ismail. Konsep Pendidikan KH. Ahmad Dahlan (Studi Tentang Filosofi Pendidikan . Tujuan Pendidikan. Model Pendidikan , dan Pembaharuan Pendidika. Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan 6. : 6573. Agus Darwanto. Studi Perbandingan Tingkat Capaian Pendidikan Pada Model Boarding school dan Sekolah Umum Reguler, (Cilacap: Cilacap Research Community: 2. , h. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 system boarding school yang merupakan Lembaga sosial yang memiliki fokus utama pada pembentukan karakter peserta didik, selain mendapatkan pengetahuan umum di sekolah, akan tetapi pada realitanya peserta didik lebih banyak menghabiskan waktunya di luar sekolah dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Di kota Solo, sejarah pendidikan pasantren tidak bisa dilepaskan dari Pondok Pasantren Modern Islam Assalaam yang berlokasi di Solo Sukoharjo. Pondok Pasantren Islam Assalaam, biasa di singkat dengan PPMI Assalaam adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang didirikan oleh Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (MPI) yang didirikan oleh H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT. Tiga Serangkai Solo. Sebelum PPMI Assalaam berdiri kegiatan pendidikan yang dilakukan adalah kegiatan Madrasah Diniyyah Awaliyah (MDA), kemudian atas tuntutan masyarakat YMPI mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MT. dengan sistem asrama yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Modern yang waktu itu diberi nama Pondok Pesantren Punggawan, meminjam nama desa dimana kegiatan pendidikan dipusatkan. Pada tanggal 20 Juli 1985 nama Assalaam secara resmi digunakan, serta sekaligus menandai awal mula digunakannya kampus baru di desa Pabelan Kartasura Sukoharjo di atas areal tanah wakaf seluas 5,6 Ha dari keluarga H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah. Bangunan yang terdapat pada saat itu terdiri dari ruang kelas, gedung olah raga (GOR), asrama santri, perumahan guru dan pengasuh, dapur dll. Bersamaan dengan itu pula didirikan Madrasah Aliyah (MA) sebagai kelanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MT. Assalaam, serta sebagai jawaban dari tuntutan masyarakat terhadap PPMI Assalaam. Pada tahun 1986/1987 didirikan Madrasah Takhasush sebuah kelas persiapan untuk calon santri yang akan melanjutkan ke MA Assalaam yang berasal dari SMA umum di luar Assalaam. Pada tahun 1988/1989 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Assalaam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan pendidikan yang terjadi di luar Assalaam. Memasuki tahun pelajaran 2005/2006. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di dirikan. yang mengambil program keahlian Komputer dan Jaringan dan Persiapan Grafika. SMK bermaksud untuk mencetak tenaga profesional dengan tetap berwawasan pada nilai-nilai Keislaman3. Pasantren hadir dalam berbagai situasi dan kondisi dan hampir dapat dipastikan bahwa Lembaga ini, meskipun dalam keadaan yang sangat sederhana dan karakteristik yang beragam, tidak pernah mati. Demikian pula dengan semua komponen didalamnya seperti Kyia atau ustadz serta para santri senantiasa mengabdikan diri mereka demi kelangsungan pasantren4. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses dalam kehidupan yang bertujuan mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan, sehingga untuk menjadi seorang yang terdidik itu menjadi penting. Namun Pendidikan disekolah hanya bersifat transfer nilai dimana guru memberikan materi atau bahan ajar dan muridnya hanya menerima dan di uji dalam ujian disetiap akhir smester, menurut Margaret Mead . alam Manan, 1989:. : AuSekolah hanya meneruskan yang telah dimulai oleh keluarga sehingga diperlukan keluarga yang lebih lentur dimana dapat Yety dan Novianni. Strategi Pengembangan Kurikulum Pondok Pasantren Modern Islam Assalaam Surakarta. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 09 No. , 67-75. Abdul Tolib. PENDIDIKAN DI PONDOK PASANTEN MODERN. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. 1 No. (Desember 2. , 61-66. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 mengantarkan anak pada tahapan pemdidikan yang sesuai dengan kebutuhan merekaAy Pendidikan karakter sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia , pendidikan karakter merupakan sifat-saifat psikologis, tingkah laku, atau budi pekerti yang menjadi khas Sehingga karakter seseorang dapat menjadi pembeda dengan orang lain. Pendidikan karakter di dalamnya terdapat proses penanaman tiga hal utama, yaitu: Ahlak Etika / Moral Nilai pendidikan karakter merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menanamkan nilai keagamaan, etika, dan nilai-nilai positif kepada anak sehingga terbentuklah moral pada diri Moral yang yang telah disebutkan diatas adalah kebiasaan, adat istiadat, dan perilaku yang sudah menjadi suatu kebiasaan, atau bisa dikatakan bahwa moral merupakan sopan Seringkali orang yang berlaku berbeda atau berlawanan dengan kebiasaan di lingkungan tertentu akan di katakana tidak bermoral. Model pendidikan pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan islam yang tertua di wilayah indonesia yang pada awal kemunculannya hanya sebatas perkumpulan untuk mengaji dan berdakwah. Pesantren memiliki peranan penting dalam penyebaran agama islam di Indonesia karena menjadi pusat dakwah dan pusat perkembangan Islam. Pesantren dianggap berbeda karena kekhasannya yaitu para santri bermukim di asrama dalam kawasan pesantren berdampingan dengan pemukiman para kyai dan guru. Pesantren telah di akui perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga mampu membentuk karakter serta menanamkan moral dan akhlak kepada santrinya, terutama pada masa kolonial. Tidak sedikit pemimpin bangsa dimasa pasca kemerdekaan tahun 1945 adalah alumni atau setidaknya pernah merasakan bermukim dan menuntut ilmu agama di lembaga pendidikan pondok pesantren, namun pesantren sering di kaitkan dengan anakanak nakal, atau anak-anak yang tidak dapat terkontrol apabila di sekolahkan di sekolah umum atau dengan kata lain merupakan bengkel moral. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian daftar pustaka atau sering diartikan sebagai Library Research, ialah dengan membaca buku ataupun informasi tertulis yang berkesinambungan dengan penulisan penelitian ini. Dalam hal ini peneliti menganalisa sebagian informasi terkait dengan Analisis Implementasi Pendidikan Karakter Pada Boarding School Of Assalaam jurnal dan artikel para peneliti yang masih relavan dengan judul yang akan di telaah atau dikaji5. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan jurnal ini ialah, penulis mengutip informasi dari sumber sekunder, seperti artikel, jurnal, buku dan website yang berhubungan dengan analisis mengenai Analisis Implementasi Pendidikan Karakter Pada Boarding School Of Assalaam jurnal. Mujayyanah. Fauziyah. Benny Prasetiya, and Nur Khosiah. Konsep Pendidikan Akhlak Luqmanul Hakim ( Kajian Tafsir Al-Misbah Dan Al-Maraghi ). Ay Jurnal Penelitian IPTEKS 6 . : 52Ae61. https://doi. org/10. 32528/ipteks. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian adalah analisis isi yang sering disebut dengan content analysis. Analisis ini digunakan untuk membandingkan satu riset dengan riset yang sesuai dengan artikel ini. Beberapa teknik pengumpulan data yang di pergunakan dalam upaya untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang gejala atau fenomena sosial budaya yang terdapat di lapangan yaitu: Observasi, wawancara dan Observasi awal dilakukan pada tanggal 16, 17 dan 18 bulan Januari 2022 oleh Namun sebelumnya penulis sering mengunjungi lokasi penelitian demi bersilaturahmi dengan para ustad dan ustadzah. Pada observasi awal dapat di gambarkan bagaimana kondisi lingkungan PPMI Assalaam. Lingkungan yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah lingkungan pondok sisi bagian santriwati, sehingga peneliti dapat mengamati aktivitas para santriwati dimulai sejak santriwati pulang dari masjid. Pada saat observasi di lokasi penelitian dapat dilihat bagaimana cara santri berpakaian, bagaimana santri dalam berbahasa guna berkomunikasi, dan peneliti dapat menyusun jadwal kegiatan saantri selama melakukan observasi dari pagi hingga malam. Gambaran yang di dapat oleh peneliti dapat memudahkan bagi peneliti dalam melakukan Penelitian ini juga menggunakan metode wawancara yang mencakup lima informan yaitu ustadzah Titin selaku pengajar di Pondok pesantren modern Islam Assalaam, santri yang menjabat sebagai pengurus pondok bagian bahasa, pengurus pondok bagian humas dan juga alumni pondok pesantren modern Islam Assalaam. HASIL DAN PEMBAHASAN Ada beberapa model Lembaga Pendidikan di Indonesia, seperti sekolah umum di bawah Departemen Pendidikan dan Kedudayaan yaitu TK. SD. SMP. SMA dan SMK, madrasah di bawah Departemen Agama seperti MI. MTS. MA. Lembaga Pendidikan setara Pendidikan formal di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yaitu PKBM serta Pendidikan setara Pendidikan formal di bawah Departemen Agama yaitu Pondok Pasantren. Pada Penanaman kedisiplinan dalam rangka pembentukan karakter dan pembentukan moral pada santri di tekankan pada beberapa kegiatan santri. Ketika lalai dalam pelaksanaan kegiatan selama di PPMI Assalaam maka santri dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan Tata Tertib kegiatan santri selama santri TIBSAR pasal-pasal di buku tata tertib santri terdapat pengelompokan pasal pasal penting yang bertujuan untuk kedisiplinan santri, antara lain adalah: Kedisiplinan ibadah Kedisiplinan etika Kedisiplinan penididikan dan pengajaran Disiplin organisasi Disiplin berbahasa resmi Pondok . rab dan inggri. Disiplin menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan Disiplin hidup sehat Disiplin hidup di Asrama Disiplin mengelolah keuangan Kesembilan disiplin tersebut dirangkum dalam buku tata tertib santri yang wajib ditaati dan selalu diterapkan oleh kesantrian melalui organisasi pengurus Pondok. Hal tersebut merupakan wujud dari dari model pembelajaran Scaffolding dengan metode a. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 Kehidupan santri selama berada di pondok telah terjadwal sehingga para santrii hanya perlu menaati jadwal harian secara disiplin. Setiap kegiatan yang dijadwalkan untuk santriwati assalam memiliki maksud dan tujuan bagi santriw yang menjalankannya, ketika ada pelanggaran atau ketidak patuhan santri maka akan ada bentuk hukuman agar santri tetap mematuhi peraturan dan jadwal yang sudah di tentukan. Bentuk hukuman yang di berlakukan juga beragam dan memiliki tingkatan sesuai dengan jenis pelanggaran atau ketidak patuhannya terhadap aturan dan jadwal yang berlaku, karena setiap kegiatan memiliki tingkat kepentingan yang berbeda antar satu dengan yang lainnya. Segala jenis kegiatan yang bersifat non formal dibawah tanggung jawab kesantrian dan kepondokan di PPMI Assalaam memiliki pengurus yang mengawasi dan bertanggung jawab di bawah Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (OpMIA). yang berperan mendisiplinkan para santri, seperti kegiatan pramuka, olahraga, pergi ke masjid 5 waktu, segala kegiatan bahasa, dan kegiatan sehari hari di luar jam sekolah Apabila santri tidak mengikuti kegiatan, atau mengikuti namun tidak disiplin maka ada sanksi yang telah di tentukan berdasarkan peraturan tata tertib santri. Setiap bidang OPPMIA memiliki peraturan yang telah ditetapkan berdasarkan tata tertib santri yang telah ditetapkan oleh yayasan. Setiap bidang juga telah mengkatagorikan manakah yang termasuk kedalam pelanggaran ringan, sedang, dan berat. Proses pendidikan karakter akan berjalan melalui penerapan tata tertib santri dimana sanksi yang diberikan bersifat mendidik dan memberikan tambahan pengetahuan atau ilmu baru kepada santri. Santri dibiasakan untuk memiliki rasa malu untuk melanggar karena sanksi yang diberikan juga bersifat sanksi sosial. Berikut ini merupakan pelanggaran yang paling banyak dilakukan. Pembiasaan terhadap tata tertib sejak awal tahun ajaran baru dan mulai dikenalkan lalu diterapkan kepada para sanri baru menjadikan santri mulai terbiasa mengikuti seluruh tata tertib selama siklus 24 jam PPMI Assalaam. Satu persatu bentuk pembiasaan di perkenalkan seperti : Tepat waktu ke masjid. Tepat waktu disetiap kegiatan baik formal maupun non formal. Disiplin menjaga kebersihan lingkungan , dan lain sebagainya. Model pembiasan yang berlaku pada PPMI Assalam disebut sebagai pengkondisian , yaitu suatu usaha untuk membentuk perilaku tertentu dengan cara mempraktekkan secara berulangulang (Sanjaya, 2009:. Menurut Gagne model pembelajaran seperti ini disebut sebagai Direct method karena digunakan secara sengaja dan bertujuan untuk mengubah perilaku (Gagne, 1992: . Model pengkondisian tergolong dalam pendekatan Pada kesehariannya belajar dengan model seperti diatas merupakan bentuk dari modifikasi tingkah laku individu sebagai hasil dari pengalaman yang terbentuk dari latihan terus menerus atau pembiasaan. Secara garis besar Sistem pendidikan pada PPMI Assalam bertujuan untuk membentuk beberapa aspek penting seperti spiritual atau keagamaan seperti hafal suratsurat yang ada didalam Al-quran dan juga pengamalannya seperti sifat amanah dan menjadi imam atau berpidato dalam bahasa arab. Ketiga aspek itulah yang nantinya membedakan sistem pendidikan PPMI Assalam dengan sistem pendidikan pada umumnya. seperti yang telah dijelaskan oleh Dwi cahyani mengenai tujuan pembiasaan yaitu: AuTujuannya untuk membiasakan para santri berlaku disiplin, memiliki perilaku yang baik sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Tata tertib menjadikan para santri untuk bisa a. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 memenuhi nilai keagamaan, nilai moral, dan sosial. Kalo gak ada tata tertib ya bisa-bisa kehidupan pondok akan bebas dan tidak ada pencapaian yang di dapat oleh para santri setelah lulus. Ay Kehidupan selama di PPMI Assalam telah diatur sedemikian rupa dan di harapkan santri dapat meraih manfaat untuk kehidupan setelah lulus dari pondok dan semakin baik apabila disertai dengan pembiasaan diri selama di PPMI Assalaam yang dapat konsisiten bersifat selamanya tanpa dilupakan. Seperti yang telah di ceritakan oleh Nadira AsAoad selaku alumni Assalaam , berikut : Au dulunya biasa puasa senin dan kamis sampe sekarang akupun masih menjalankan. Dulu di pondok dilarang dengerin musik, dan akupun sampai sekarang gasuka dengerin lagu takut apa yang udah aku pelajari hilang dari pikiran. Masih banyak kebiasaan di pondok yang belum hilang. Ay Boarding school adalah Lembaga Pendidikan di mana para peserta didik tidak hanya belajar, tetapi juga bertempat tinggal dan hidup menyatu di Lembaga tersebut. Elemen atau komponen boarding school terdiri dari fisik yang terdiri dari sarana ibadah, ruang belajar dan asrama serta non fisik yang berupa program aktivitas yang tersusun secara rapi dengan segala aturan yang telah ditentukan beserta sanksi yang menyertainya untuk terselenggaranya Pendidikan yang berorientasi pada mutu (Acmad, 2. Dengan demikian boarding school adalah penjelmaan dari pondok pasantren dengan manajemen yang lebih modern. PPMI Assalaam solo merupakan salah satu pondok pasantren yang menerapkan system boarding school dengan adanya transformasi, baik kultur, system dan nilai yang ada di pondok pasantren. PPMI assalaam banyak melakukan terobosan-terobosan baru di Adanya pengembangan kurikulum. Tiga kurikulum yang masuk dan dijadikan sebagai pedoman kurikulum PPMI Assalaam diataranya adalah memadukan kurikulum Kemendikbud. Kurikulum Kemenag, dan Kurikulum Muatan local termasuk muatan local berbasis pondok pasantren. Dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan tantangan global, pendidikan yang terdapat dalam Pendidikan PPMI Assalaam berusaha mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum. Perencanaan penerapan pola pendidikan PPMI Assalam dirancang secara Adapun penerapan pola pendidikan PPMI Assalaam dirancang secara komprehensif atau bersifat mampu menerima keterpaduan antara dua sistem manhaj pendidikan. Diantaranya adalah pola pendidikan salafiyah yang lebih pada sistem tradiosional serta sistem modern yang kerap kali disebut dengan istilah Majmaul Bahraini. Kurikulum yang dirancang dan dikembangkan, diharapkan nantinya mampu mewujudkan para santri agar memiliki ilmu pengetahuan yang luas baik ilmu Islam maupun dinul Islam, baik dalam berakidah shalihah yang mantap, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ditunjang dengan akhlakul karimah. Melengkapi sarana penunjang proses pembelajaran, seperti perpustakaan, buku-buku klasik dan kontemporer, majlah, sarana berorganisasi, sarana olahraga, internet dan lain-lain. Memberikan kebebasan kepada santri yang ingin mengembangkan talenta masingmasing baik yang berkenaan dengan pemikiran, ilmu pengetahuan, teknologi maupun a. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 PPMI Assalaam bukan hanya sebagai tempat belajar, melainkan tempat proses hidup itu sendiri dalam bentuk umum. Santri umumnya memiliki kebebasan untuk mempelajari baerbagai kegiatan di pasantren, walaupun kebebasan ini masih dibatasi. Namun demikian, pengaturan Pendidikan di PPMI Assalaam mengandung fleksibelitas bagi perubahan dan perkembangan system Pendidikannya terutama dalam segi Pendidikan non formal. Lebih dari itu, erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, pesantren modern menjadi stimulator yang dapat memancing dan meningkatkan rasa ingin tahu santrinya secara berkelanjutan. Sementara dalam pengembangan pendidikan, pesantren modern memiliki tanggung jawab sebagai sekolah umum berciri khas Islam agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Disisi lain. PPMI Assalaam mengedepankan kemampuan sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat sekarang, diantaranya kemampuan untuk mengetahui pola perubahan dan dampak yang akan ditimbulkan. Sehingga mampu mewujudkan generasi yang tidak hanya pintar secara keilmuan tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai dampak positif dan negatif, maka diperlukan beberapa strategi yang mencakup: Motivasi kreatifitas anak didik kea rah pengembangan IPTEK di mana nilai-nilai Islam menjadi sumber acuannya. Mendidik ketrampilan kemenfaatan produk IPTEK bagi kesejahteraan hidup umat manusia yang menciptakan jalinan kuat antara ajaran agama dan IPTEK 7. KESIMPULAN Hasil pembahasan diatas memberikan simpulan bahwa setiap lembaga pendidikan memiliki berbagai cara atau metode dalam menerapkan pendidikan karakter dimana pelajaran yang memuat nilai, etika dan ajaran agama merupakan hal utama yang menjadi Pada Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam memiliki tata tertib santri yang digunakan sebagai pembiasaan yang diaplikasikan dalam jadwal santriwati berupa siklus kegiatan 24 jam. Tata tertib yang di terapkan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam berbeda dengan tata tertib yang di jalankan di sekolah umum yang biasanya berupa Penerapan tata tertib santri di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam menggunakan model pembelajaran Scaffolding yaitu dengan menempatkan orang yang telah menguasai pembelajaran . uru atau sesama murid yang lebih panda. menjadi pembimbing murid. Jadwal kegiatan yang bersifat berulang disetiap harinya menjadi sarana penerapan pembiasaan bagi para santri dengan diawasi oleh para pengurus pondok. Segala kegiatan terdapat bidang pengurus yang berbeda-beda untuk mendampingi dan mengawasi para santri. Santri baru telah di sosialisasikan mengenai tata tertib pondok di awal tahun ajaran belajar mengajar dan setelahnya para santriwati baru juga diwajibkan untuk langsung menerapkan segala tata tertib tersebut. bagi santri yang melanggar maka akan Yety dan Novianni. Strategi Pengembangan Kurikulum Pondok Pasantren Modern Islam Assalaam Surakarta. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 09 No. , 70. Abdul Tolib. PENDIDIKAN DI PONDOK PASANTEN MODERN. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. 1 No. 1 (Desember 2. , h. https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora Vol. No. 5 Maret 2023 dipanggil dan diberikan sanksi sebagai proses belajar karena sanksi yang diberikan oleh pengurus pondok bersifat pendidikan dan pemberian rasa malu sehingga santri tidak ingin pendidikan pondok pesantren dimana para santri bermukim disuatu lingkungan yang didalamnya para santri wajib untuk menaati segala peraturan kyai, selain mendapatkan ilmu agama santriwati juga dituntut untuk berperilaku disiplin. Sistem pendidikan pondok pesantren seperti yang ada di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam sesuai dan tepat dalam penerapan pendidikan karakter karena para santriwati mendapatkan pembelajaran selama 24 jam penuh dan proses tranfer nilai, etika dan agama berjalan secara terus menerus melalui jadwal kegiatan siklus 24 jam dan tata tertib beserta sanksinya kepada santri yang di aplikasikan di dalamnya juga bersifat terus menerus. Pembelajaran secara terus menerus dan berulang di PPMI Assalaam yang merupakan bentuk dari penerapan tata tertib santri sebagai pendidikan karakter dapat memudahkan para santriwati untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga santriwati dapat meraih pendidikan formal yang baik dan dapat bersaing dengan sekolah umum tanpa melupakan pentingnya pendidikan agama, etika, dan nilainilai baik sebagai pembentuk moral bagi Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam menerapkan tata tertib berupa pemberian sanksi langsung sehingga santriwati dapat langsung mempertanggung jawabkan kesalahannya tersebut dengan menjalankan sanksi yang telah di tetapkan. Namun secara pelaksanaan keduanya direalisasikan seperti sekolah pada umumnya. Adapun kegiatan dalam kegiatan sehari-hari, pelaksanaannya diatur oleh system asrama, sebagaimana pondok pada umumnya. Menggunakan tata tertib, disiplin dan tanggung jawab. Berdasar pada pola pendidikan seperti itu. PPMI Assalam mengembangkan kurikulum melalui komponen-komponen kurikulum. Empat dari komponen-komponen yang ada, diantaranya adalah tujuan, isi kurikulum, strategi dan evaluasi. Demikian juga santri yang mengikuti program boarding school lebih tinggi tingkat keceerdasan IQ. EQ, dan SQ-nya dibandingkan siswa non boarding. DAFTAR PUSTAKA