Dedikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat LPPM UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Vol. No. January-June, 2026, pp. ISSN:2716-0319 DOI:10. 32678/dedikasi. License: CC-BY & A: the author. Optimalisasi Pemahaman Qasidah Burdah Al-Bushiri untuk Meningkatkan Praktik Keagamaan Komunitas Kampung Malaysia Raya. Kuala Lumpur Malaysia Merry Choironi1. Muhammad Walidin2. Masyhur3. Bety4. Faqihul Anam5. Ulil Albab6. Isnaini Rahmawati7. Dolla Sobari8. Susi Herti Afriani9. Munandar10. Fitria Oryza11. Iffah Putri Lestari12. Dahfa Hidayat13 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia * Corresponding author E-mail: merychoironi_uin@radenfatah. id (Merry Choiron. * Article History: Received: April 07, 2026 Revised: May 05, 2026 Accepted: May 06, 2026 Keywords: Abstract: This community service program focuses on optimizing the understanding of Qasidah Burdah Al-Bushiri to enhance religious practices among the community of Kampung Malaysia Raya. Kuala Lumpur. Malaysia. The program aims to deepen religious comprehension. Arabic literary literacy, and preserve Malay Islamic culture through the introduction, study, and contextual appreciation of Qasidah Burdah as a classical Islamic literary heritage. Employing participatory and spiritual-reflective approaches, the program involves direct engagement with the local womenAos community to collectively read, interpret, and internalize the spiritual messages of the Qasidah Burdah. This initiative also serves as an application of Arabic language and literature knowledge beyond theory, fostering academic and cultural collaboration between Indonesia and Malaysia. The expected outcome is strengthened religious practice, cultural identity, and community solidarity amid rapid urbanization and modernization pressures in Kuala Lumpur. Qasidah al-Burdah. Salawat. Kampung Malaysia Raya Pendahuluan Kuala Lumpur sebagai ibu kota Malaysia kini mengalami transformasi sosial dan fisik yang cepat seiring perkembangan globalisasi, urbanisasi, dan modernitas. Menurut penelitian tentang urbanization and growth of Greater Kuala Lumpur, kawasan metropolitan ini terus berkembang tanpa batasan pertumbuhan wilayah yang jelas, sehingga mempercepat erosi kawasan kampung tradisional dan perubahan bentuk hunian masyarakat menjadi kawasan perkotaan yang padat dan vertikal. Pertumbuhan pesat ini ditandai oleh pembangunan besarbesaran proyek properti, jaringan infrastruktur, dan hunian vertikal untuk mengakomodasi momentum urbanisasi yang semakin tinggi (Muhammad Yazrin Yasin. Muhammad Azmi Bin Mohd Zain and Hassan 2. Perubahan lanskap fisik ini berdampak langsung pada banyak komunitas tradisional, termasuk kampung-kampung Melayu yang semula memiliki pola kehidupan komunal yang kuat. Dalam konteks pengembangan kawasan seperti Bangsar South, misalnya, transformasi kawasan kampung tradisional menjadi kawasan pembangunan modern seperti hunian dan proyek komersial sering memunculkan semacam gentrifikasi, di mana identitas lokal dan hubungan sosial yang kuat di dalam komunitas cenderung tereleminasi atau teralienasi oleh logika pasar dan gaya hidup urban modern. Selain itu, proses urbanisasi dan modernitas ini sering dikaitkan dengan pergeseran nilai keagamaan dan praktik spiritual masyarakat urban. Berdasarkan kajian sosiologis, modernisasi sering menyebabkan perubahan pola pikir dan perilaku yang lebih rasional, individualistis, serta sekular, sehingga berpotensi mengurangi keterikatan masyarakat terhadap tradisi dan praktik religius yang bersifat komunal (Abdi Rahmat 2. Hal ini selaras dengan temuan dalam studi Islam kontemporer yang menunjukkan bahwa modernisasi dan globalisasi memperlemah praktik keagamaan tradisional dan identitas komunitas, terutama di kalangan generasi muda (Anantyasari 2. Dalam konteks komunitas Melayu Muslim di Malaysia, tradisi lokalAitermasuk tradisi keagamaan seperti pembacaan dan pemahaman Qasidah Burdah Al-BushiriAitidak hanya menjadi ekspresi spiritual tetapi juga menjadi identitas budaya yang mengikat komunitas. Studi tentang konstruksi sosial tradisi Islam pada komunitas Melayu menekankan bahwa nilai-nilai komunal dan praktik spiritual merupakan bagian penting dari identitas sosial yang memperkuat solidaritas kelompok (Jubba et al. Namun, gelombang modernitas yang kuat, urbanisasi yang cepat, dan gaya hidup modern di Kuala Lumpur bisa mengikis pemahaman terhadap tradisi-tradisi tersebut, terutama jika tidak ada strategi yang jelas untuk mempertahankannya dalam kehidupan urban. Fakta lainnya, menurut artikel urban development dan transformasi tradisi di kota-kota besar, migrasi dari desa dan kampung ke pusat kota seringkali membuat bentuk kehidupan tradisional kehilangan relevansi karena tekanan kebutuhan hidup modern yang menuntut efisiensi waktu, pekerjaan dan konsumsi. Hal ini berpotensi mengurangi partisipasi aktif masyarakat dalam praktik keagamaan yang bernafaskan tradisi, sehingga menyebabkan fragmentasi nilai sosial komunal (MexicoHistorico. com n. Perkembangan struktur hunian vertikal seperti apartemen yang menggantikan kampung tapak tradisional juga memunculkan tantangan baru dalam pembentukan komunitas komunal, karena kehidupan vertikal cenderung mempromosikan hubungan sosial yang lebih individualistik dan privat dibanding kehidupan kampung yang bersifat komunal dan saling Studi kajian pembangunan apartemen di kawasan urban menunjukkan bahwa hunian vertikal sering lebih fokus pada aspek efisiensi dan modernitas, namun bisa berkontribusi pada melemahnya ikatan sosial tradisional dan relijiusitas masyarakat lokal jika tidak diimbangi oleh upaya pelestarian nilai budaya dan pendidikan religious (Larasati 2. Salah satu kampung tapak di Kualalumpur yang masih eksis adalah Kampung Raya Malaysia (Kamar. Kampung Malaysia Raya dapat disebut sebagai sebuah desa kecil di tepi selatan Kuala Lumpur, berbatasan di satu sisi dengan Lebuhraya Sungai Besi dan di sisi lain dengan terminal bus jarak jauh Terminal Bersepudu Selation (TBS) di Bandar Tasik Selatan. Kehidupan yang damai dan asri pada perumahan tapak di antara perumahan bertingkat berupa apartemen-apartemen yang menjulang tinggi menjadi pemandangan yang unik dan patut Keaslian Kampung Malaysia Raya berdampak pada kehidupan religius harus bertahan di antara gempuran modernitas. Keterjagaan dari nilai-nilai religius bisa didapatkan dari berbagai sisi, termasuk di antaranya mengoptimasilasi pemahaman terhadap pesan-pesan spiritual yang terkandung dalam Qasidah Burdah Al-Bushiri. Seiring dengan berkurangnya ruang sosial tradisional . ampung tapa. dan semakin dominannya hunian apartemen serta pola hidup individualistik, terdapat kekhawatiran bahwa tradisi religius seperti Qasidah Burdah akan terpinggirkan atau dipahami secara dangkal sebagaimana data awal bahwa kedekatan mereka tentang Qasidah Burdah hanya sekitar 70 % . ernah mendengar tapi sama. Hanya 30% dari total 30 orang yang tahu secara spesifik tentang qasidah ini, baik dari pembelajaran masa lampau ataupun dari media sosial . Kondisi ini menjadi tantangan penting yang harus diatasi melalui program pengabdian masyarakat yang menekankan pemahaman tradisi spiritual sebagai bagian dari praktik keagamaan yang relevan dan adaptif dalam konteks urban modern. Dengan demikian, keberadaan program optimalisasi pemahaman Qasidah Burdah AlBushiri tidak hanya relevan secara religius, tetapi juga strategis secara sosial budaya untuk memperkuat kembali nilai-nilai komunitas di tengah arus modernitas dan urbanisasi di Kuala Lumpur. Qasidah Burdah karya Imam al-Bushiri merupakan salah satu karya sastra Arab klasik yang memiliki pengaruh luas dalam tradisi keislaman masyarakat Muslim, termasuk di kawasan Melayu seperti Malaysia. Karya ini tidak hanya bernilai estetis dari sisi kebahasaan dan balaghah, tetapi juga mengandung pesan spiritual berupa mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW yang hidup dan diamalkan dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Namun demikian, pemahaman terhadap makna, konteks, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Qasidah Burdah sering kali terbatas pada aspek pembacaan ritual, belum sepenuhnya disertai penghayatan dan pemaknaan yang komprehensif. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, literasi sastra Arab, serta pelestarian budaya Islam Melayu melalui pengenalan, pengkajian, dan penghayatan Qasidah Burdah secara lebih mendalam dan kontekstual. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penerapan keilmuan bahasa dan sastra Arab (Mata Kuliah Naqd Ada. agar tidak berhenti pada ranah teoritis, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu. PKM ini dirancang sebagai bentuk implementasi kebijakan Merdeka BelajarAeKampus Merdeka (MBKM) berbasis pengabdian dan kolaborasi. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan PKM lintas negara, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran kontekstual yang relevan dengan bidang keilmuannya, sekaligus mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan komunikasi lintas budaya. Lebih lanjut, pelaksanaan PKM ini juga berkontribusi terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan kemitraan internasional, kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam tridarma perguruan tinggi, serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan akademik dan kultural IndonesiaAeMalaysia, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan institusional perguruan tinggi secara strategis. Secara umum kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, sastra Arab, dan budaya Islam Melayu melalui pengenalan, pengkajian, dan penghayatan Qasidah Burdah karya Imam al-Bushiri sebagai warisan sastra Islam klasik yang hidup dalam tradisi masyarakat. Metode Subjek Subjek pengabdian Adalah komunitas Wanita Kampung Malaysia Raya berjumlah kurang lebih 30 orang dengan rentang usia 40 hingga 65 tahun. Adapun latar belakang Pendidikan terlihat beragam dari mulai Pendidikan menengah 5 orang . ,67%) dan sisanya 25 orang . ,33%) memiliki Pendidikan tinggi. Sementara latar keterlibatan pada aktivitas keagamaan sebelumnya bahwa mereka secara keseluruhan . %) pernah mengecap sekolah agama rakyat semacam madrasah pada awal pendidikannya. Lokasi Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 08 November 2025. Kegiatan ini bertempat di Pejabat . Sekretariat Penduduk Persatuan Penduduk Kg. Malaysia Raya. Jalan Pauh Punggah. Kg. Malaysia Raya. Sg. Besi 57100 Kualalumpur. Pemilihan lokasi pengabdian, yaitu kampung Malaysia Raya berdasarkan pertimbangan bahwa kampung ini merupakan salah satu dari 9 kampung terjaga keasliannya di antara metropolitannya ibu kota Malaysia. Desa ini adalah kampung yang agak khas dengan sekitar 000 penduduk yang sebagian besar berbangsa Melayu yang tinggal di rumah beton modern dan beberapa rumah kayu tradisional. Di samping itu, terdapat dataran . lun-alu. , padang, warung, beberapa toko dan tempat makan, madrasah dan pembibitan tanaman kecil. Kampung Malaysia Raya dapat disebut sebagai sebuah desa kecil di tepi selatan Kuala Lumpur, berbatasan di satu sisi dengan Lebuhraya Sungai Besi dan di sisi lain dengan terminal bus jarak jauh Terminal Bersepudu Selation (TBS) di Bandar Tasik Selatan. Kehidupan yang damai dan asri pada perumahan tapak di antara perumahan bertingkat berupa apartemenapartemen yang menjulang tinggi menjadi pemandangan yang unik dan patut disyukuri. Keaslian Kampung Malaysia Raya berdampak pada kehidupan religius nan bersahabat di antara semua Perencanaan Adapun perencanaan kegiatan Pengabdian ini adalah dengan membagi tim pengabdian menjadi dua kelompok, yaitu tim perencana, analisis kebutuhan, dan evaluasi serta tim pematangan dan penguatan materi. Tim perencanaan analisis kebutuhan dan evaluasi, yang bertugas mencari informasi tentang komunitas mana di Malaysia yang cocok untuk target PKM dengan tema salawat. Tim ini juga mengidentifikasi teks shalawat yang akan dibaca dalam komunitas Jiran Wanita Kp. Malaysia Raya. Tim ini juga terlibat dalam komunikasi dengan pihak target PKM sehingga waktu dan peserta dipastikan tersedia. Sebagai tim perencana, tim ini juga terhubungan dengan tanggungjawab untuk melakukan evaluasi kegiatan. Sementara itu, tim pematangan dan penguatan materi bertugas mengumpulkan materi dan melaksanakan penguatan Qasidah Burdah bagi seluruh anggota Tim. Dalam hal ini tim ini juga menyiapkan semua sarana dan prasarana, seperti power point, teks Qasidah burdah untuk dibagikan kepada seluruh peserta. Tim juga memastikan bahwa petugas mampu melantunkan salawat dengan suara yang merdu. Pendekatan Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini digunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan partisipasif, yaitu dengan melibatkan komunitas Jiran Wanita Kp. Malaysia Raya sebagai subjek melalui praktik pembacaan Qasidah Burdah Al-Bushiri bersama Tim. Selain itu digunakan pendekatan spiritul-reflektif untuk merefleksikan cinta kepada Rasul dan membuka tabir ketauladannya. Pelaksanaan Pada fase ini, presenter utama dengan dibantu oleh presenter pendamping akan memimpin pembacaan Qasidah Burdah bersama-sama. Penyampaian materi mengungkap tabir di balik Qasidah Burdah (Pengarang. Makna, dan Hikma. Di samping itu, diadakan juga diskusi tukar informasi tentang eksistensi pembacaan Qasidah Burdah di Indonesia dan Malaysia Instrumen Evaluasi Untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi, dilakukan pre-pascatest. pertanyaan yang diajukan pada awal pertemuan diajukan Kembali di akhir pertemuan. Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah: . Apakah para Ibu sering bersalawat dalam kegiatan keseharian? . Berapakah versi salawat yang sering ibu lantunkan? . Apa pahala melantunkan salawat? . Apakah ibu mengenal al-Bushiri? . Apakah ibu pernah mendengar salawat ini? AOOA AE OI Ua c U cE C uIAh . Di samping itu, instrument evaluasi lainnya digunakan seperti pengamatan, pertanyaan, dan testimoni. Hasil Secara luas, aksi Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang di Kampung Malaysia Raya Kualalumpur bukan saja aksi komunal parsial, tetapi juga menjadi representasi penguatan hubungan akademik dan kultural kedua bangsa yang lebih luas. Kedua bangsa lahir dari akar dan rumpun yang sama, namun terpisah oleh sekat geografis kenegaraan. Terkadang hal itu berdampak pada terpisahnya aspek kebersatuan psikologis kedua bangsa. Padahal, secara kultural mereka diikat oleh satu budaya bahkan agama yang sama. Salah satu kultur yang mengikat kedua bangsa Melayu ini adalah tradisi salawatan. Pada kedua bangsa, telah tumbuh komunitas salawat yang lebih massif menambahkankan pola tradisional dan individual yang masih tetap berjalan hingga kini. Kehadiran dosen dan mahasiswa UIN Raden Fatah dalam aksi PKM ini merekatkan kembali celah yang tercipta akibat adanya sekat-sekat di atas. Adapun Media yang digunakan oleh tim PKM adalah syair al-Burdah yang mengandung unsur pujian pada Nabi Muhammad SAW. Syair ini diambil dari kitab Syarh Burdah al-Madih li al-Imam Syaraf al-Din Abi Abdillah Muhammad al-Bushiri, terbitan al-Turas al-Budailamy. Penelitian literatur dan studi linguistik menunjukkan bahwa Qasidah Burdah merupakan karya sastra Arab klasik yang menggabungkan keindahan puitis dengan kedalaman makna. Struktur syairnya yang membagi pujian, nasihat, pengakuan dosa, dan harapan syafaat memperlihatkan kekayaan estetika dan religius yang membuatnya tidak hanya dinikmati sebagai bacaan tetapi juga dimaknai secara mendalam dalam praktik ibadah komunitas (Setiawan 2. Kekayaan estetika dan relgius dalam syair al-Burdah ini diharapkan dipahami, diserap oleh komunitas wanita Kampung Malaysia Raya (Kamar. Keberadaan mereka sebagai ibu, madrasah al-ula(Supriyadi 2. , role model bagi keluarga memeliki peran penting dalam Pembangunan keluarga yang tetap memegang teguh nilai-nilai relegius di tengah hingar bingarnya kehidupan metropolitan Kualalumpur. Malaysia. Secara umum, ketercapaian program ini dapat dilihat dari table berikut ini: Tabel 1. Deskrepsi Ketercapaian Kegiatan Tujuan Realitas Memperkuat jejaring akademik Tumbuhnya komunitas salawatan di Malaysia dan Malaysia IndonesiaAe Indonesia, seperti Darul Ehsan Berselawat yang digelar di Setia Alam. Shah Alam (Malaysi. periode akhir tahun 2024Ae2025. Event Muslimah Malaysia Berselawat diadakan pada 11 Juni 2023 di Masjid Al-Ikhlas. Shah Alam (Malaysi. Adapun di Indonesia terdapat Majelis Shalawat Habib Syech (Surakart. Majelis Shalawat Habib Luthfi (Pekalonga. Majelis Shalawat Maiyah Cak Nun (Yogyakart. (Aryani 2. Memberikan pemahaman Presentasi syair al-Burdah yang mengandung unsur pujian tentang Burdah sebagai karya pada Nabi Muhammad SAW. Syair ini diambil dari kitab sastra Arab klasik Burdat al-Madih Karya Muhmmad bin SuAoaid bin Hammad al-Sanhaji al-Busairy, terbitan al-Turas alBudailamy Membangun kolaborasi antara Kolaborasi pembacaan salawat oleh dosen dan mahasiswa dan UINRF dengan Masyarakat di Kampung Malaysia Raya. Kualalumpur. Menuju Transformasi Sosial Komunitas Wanita Kampung Malaysia Raya Adalah Madrasatul ula yang menjadi role model untuk pemahaman salawat al-Burdah bagi keluarga Pre dan Post test terhadap Memberikan pertanyaan berulang, baik di awal dan di akhir pertemuan. Secara khusus, peningkatan pemahaman terhadap salawat bagi, terkhsus pemahaman tentang Burdah sebagai karya sastra Arab klasik dapat diukur dengan membandingkan jawaban peserta pada pre dan post test di awal dan akhir kegiatan, sebagaimana tabel berikut ini: Tabel 2. Hasil Jawaban Pre-Test dan Post-Test. Pertanyaan Jawaban Pre-Test Apakah para Ibu sering/akan lebih sering bersalawat dalam Kadang kadang kegiatan keseharian? . Berapakah versi salawat yang Satu versi sering ibu lantunkan? Jawaban Post-Test Sering Banyak versi Akan sering Tetap satu versi Mencoba . %) . Apa ibu tahu pahala melantunkan Tahu tapi secara Tahu secara Tahu . %) umum . %) spesifik . %) . Apakah ibu mengenal al-Busairy? Mengenal tapi Tidak mengenal kabur . %) . %) . Apakah ibu pernah mendengar Pernah salawat ini? A OO E OI Ua cAmendengar . %) AU cE C uIA Mengenal . %) Tidak pernah Tahu mendengar 30%) Mendengar . %) Di samping itu, pemahaman mereka juga dapat dilihat dengan membaca indikator pemahaman peserta saat interaksi di dalam ruang. Indikator tersebut berupa jawaban dan testimoni tentang pengaruh kegiatan terhadap peamahaman mereka akan materi yang Beberapa indikator tersebut adalah kemampuan peserta dalam melantunkan berbagai versi salawat. Dapat dikatakan bahwa 30 orang atau 100% dari peserta dapat melakukan hal ini. Beberapa di antaranya hanya akrab dengan satu versi salawat. Setelah diperkenalkan beberapa versi salawat, maka semua dapat melantunkannya. Hal yang paling penting adalah motivasi mereka untuk mendawamkan salawat setelah menerima materi tentang pahala melantukan salawat. Pada dasarnya beberapa testimoni . dari 30 atau sebanyak 10%) menyebutkan bahwa mereka terbiasa bersalawat dalam aktivitas keseharian. Dengan materi ini, 30 orang atau 100% dari peserta menjawab termotivasi saat ditanya apakah akan melantunkan salawat saat memasak, menjemur, atau kegiatan harian lainnya. Terkait dengan Qasidah Burdah, salah satu testimoni yang menarik dari Puan Aisyah bahwa ia sangat tersentuh dengan cerita kedatangan Nabi Muhammad SAW ke dalam ruang/kamar al-Busairy saat Qasidah ini ditulis. Ia meyakini, mimpi bertemu dengan nabi Muhammad adalah benar, sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim. Au Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaikuAu (HR. Buchari dan Musli. Apalagi bukti jubah Nabi Muhammad SAW yang diselimutkan pada sang penyair diukir dalam judul puisi yang akan abadi selamanya. Testimoni Puan Aisyah menjadi sampel dari keseluruhan populasi yang meyakini fadilah melantunkan salawat pada Nabi Muhammad SAW. Diskusi