PERAN RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) SINGARAJA DALAM SOSIALISASI PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI KOTA SINGARAJA Oleh : Irnawati Giri1 dan Dewa Made Joni Ardana2 Abstraksi Radio memiliki kemampuan mengirimkan transmisi dengan jangkauan yang sangat luas sehingga menjangkau daerah-daerah secara luas. Radio tidak hanya berperan sebagai penyebar informasi dan peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia, akan tetapi media radio berperan sebagai media sosialisi. Banyak media massa khususnya media radio memberitakan mengenai masalah Covid-19. Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Pemerintah terus berusaha maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Berbagai upaya telah Namun seruan itu belum sepenuhnya optimal. Berdasarkan diuraikan di atas, maka penelitian ini merumuskan permasalahan penelitian yaitu Peran RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 serta Kendala dan Upaya dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan maksud agar memperoleh gambaran secara mendalam mengenai peran RRI dalam sosialisasi. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan selanjutnya menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja telah berperan dengan baik melalui Sosialisasi Pencegahan penularan pada individu dan Sosialisasi Perlindungan kesehatan pada masyarakat yang diselenggarakan melalui Program Tanggap Bencana Covid-19 dalam bentuk Dialog Interaktif. Ad Libs, liputan terkait penanganan Covid-19, serta ajakan atau himbauan disetiap program siaran dan sosialisasi melalui media siaran iklan lewat siaran maupun media sosial. Kendala Internal yang dihadapi yaitu terbatasnya anggaran dan masih kurangnya SDM dan kendala eksternal yaiu kegiatan kegiatan diluar studio yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya pembatasan kegiatan. Sedangkan upaya Internal yaitu dengan menghubungi narasumber via telephon serta juga kegiatan sosialisasi melalui iklan atau brosur melalui media sosial dan memfokuskan penyiar-penyiar unggulan untuk mengisi acara dialog. Sedangkan upaya eksternal yaitu melalui kegiatan daring dan luring dengan tetap mengedepankan protokol Kata Kunci : Peran Radio. Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 PBPNS LPP RRI Singaraja Email. cecearin4@gmal. Staf Pengajar Fisip Universitas Panji Sakti, email. ardana@unipas. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 32 Pendahuluan Media massa merupakan alat komunikasi massa yang sangat berperan penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi kepada publik. Karena pemerintah memiliki keterbatasan dalam hal penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat luas. Tetapi cukup melalui pemberitaan di media massa, masyarakat akan dapat dengan mudah mengetahui informasi tersebut Banyak media penyampai informasi kepada masyarakat yang pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Seperti koran, televisi, internet, majalah, buku, radio dan lain sebagainya, yang fungsinya adalah sebagai penyampai informasi atau alat komunikasi masyarakat. Media Ae media tersebut setiap hari bahkan setiap saat menyajikan berita Ae berita atau informasi kepada Informasi yang disampaikan di media massa pada umumnya dinilai masyarakat memiliki krediblitas yang tinggi sehingga apa yang diungkapkan dianggap suatu kebenaran yang ada di masyarakat. Informasi juga mampu mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku manusia. Karena itulah media massa dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan atau aspirasi dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah. (Cangara. Media massa yang memberikan akses informasi kepada publik pertama kalinya melalui bidang penyiaran yaitu radio, kemudian diikuti televisi. Media Radio memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan media massa lain. Pertama, radio bersifat langsung, sehingga untuk mencapai pendengar tidak memerlukan tekhnik penyampaian yang berbelit. Kedua, tidak mengenal jarak dan waktu. Sehingga seberapa jauh pendengar masih dapat terjangkau sesuai dengan batas penyiaran yang diizinkan oleh pemerintah, dan radio dapat didengarkan kapanpun. Ketiga, radio memiliki daya tarik dan imajinasi yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh sifat siaran yang serba hidup. Suasana hidup ini diciptakan oleh musik, komentar dari penyiar, serta efek-efek suara yang digunakan (Effendi, 1. Radio memiliki kemampuan mengirimkan transmisi dengan jangkauan yang sangat luas sehingga menjangkau daerah-daerah secara luas. Radio adalah media elektronik yang bersifat khas sebagai media audio dan salah satu alat komunikasi yang sangat sederhana, murah, praktis serta dengan sifatnya yang Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 33 tembus ruang, memudahkan masyarakat masih tetap bisa mendengarkan walaupun dengan beraktivitas. Saat ini banyak sekali berdiri stasiun radio dengan berbagai macam program pilihan yang disuguhkan. Program acara antara lain program hiburan, pendidikan, maupun berbagai informasi berita dan iklan komersil. Sehingga bagi seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati hiburan dan memperoleh banyak informasi dengan cepat, akurat dan mudah tanpa harus mengeluarkan biaya, sehingga proses komunikasi antara radio dengan pendengar dapat dengan mudah dilakukan. Radio tidak hanya berperan sebagai penyebar informasi dan peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia, akan tetapi media radio berperan sebagai media sosialisasi. (Riswandi. Sosialisasi adalah proses interaksi sosial melalui mana kita mengenal caracara berpikir, berperasaan dan berperilaku sehingga dapat berperan secara efektif dalam masyarakat. Sosialisasi juga dapat diartikan sebagai proses yang dialami individu dari masyarakatnya mencakup kebiasaan, sikap, norma, nilai-nilai, pengetahuan, harapan, ketrampilan yang dalam proses tersebut ada kontrol sosial yang kompleks sehingga terbentuk menjadi individu sosial dan dapat berperan sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakatnya. Sosialisasi mempunyai arti dalam pembinaan kepribadian agar seseorang dapat hidup konform dengan tuntutan kelompok dan kebudayaannya (Ihrom 2004: . Dalam peran media sebagai media sosialisasi. Radio Republik Indonesia (RRI) merupakan satu-satunya radio yang menyandang nama negara yang siarannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara. RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang netral dan tidak komersial berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional. Besarnya tugas dan fungsi RRI yang diberikan oleh negara melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik, serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2005, mengukuhkan RRI sebagai satu-satunya lembaga penyiaran yang dapat berjaringan secara nasional dan dapat bekerja sama dalam siaran dengan lembaga penyiaran asing. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 34 Banyak media massa khususnya media radio memberitakan mengenai masalah Corona Virus Disease (COVID-. Seperti kita ketahui pada awal tahun 2020. COVID-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan. Provinsi Hubei. China. Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China. Pada tanggal 30 Januari 2020. WHO menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)/ Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Pada tanggal 12 Februari 2020. WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID-. (Kemenkes RI. Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease (COVID-. adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona adalah zoonosis . itularkan antara hewan dan manusi. Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak . ivet cat. ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia Dirjen (Kemenkes RI. Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 35 Melihat permasalahan yang terjadi. Pemerintah terus berusaha maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Berbagai upaya telah Mulai dari imbauan untuk menerapkan sosial distancing, physical distancing, hingga menggunakan masker jika keluar rumah dan sebagainya. Namun seruan itu belum sepenuhnya optimal, faktanya masih banyak warga yang berkeliaran dijalan raya, sebagian masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Maka dari itu salah satu paling efektif adalah melibatkan media massa untuk sosialisasi pencegahan dan penanggulangan COVID-19 (Kendari POS. Salah satu media yang berperan penting dalam upaya pencegahan COVID-19 di Kabupaten Buleleng adalah media penyiaran melalui Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Singaraja. Dari uraian tersebut mendorong peneliti untuk menggali informasi mengenai kontribusi atau peran Radio dalam mendukung sosialisasi pencegahan COVID-19 di Kota Singaraja. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan, yaitu : Bagaimanakah Peran Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja? Apakah Kendala Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja? Bagaimanakah Upaya Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam menghadapi kendala Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja? Metode Penelitian Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan pada situasi dan kondisi obyek yang dialami dengan sasaran untuk mendapatkan sebuah jawaban dan juga pengungkapkan berbagai persoalan yang menyangkut Peran RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid19 di Kota Singaraja. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pada tahap awal data di kumpulkan bersumber dari orang yang Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 36 dapat memberikan informasi dan pandangannya tentang peran Penyiar. Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Penyiar Radio di LPP RRI Singaraja. Narasumber Dialog Interaktif, serta pendengar setia siaran Programa 1 RRI Singaraja. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: Peran Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja meliputi : Sosialisasi Pencegahan penularan pada individu. Sosialisasi Perlindungan kesehatan pada masyarakat. Kendala Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja meliputi: Kendala Internal dan Kendala Eksternal. Upaya Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam menghadapi kendala Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja meliputi: Upaya Internal dan Upaya Eksternal. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1 Peran Radio Dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 Di dalam proses komunikasi sosial, peran ideal radio sebagai media publik adalah mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengarnya. Media Radio memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19. AuRadio menjadi salah satu media informasi yang sangat diperhitungkan, dalam menghadapi segala permasalahan yang timbul, lembaga penyiaranAy (Mastika dan Sandiasa, 2020: . Peran Radio dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 meliputi Sosialisasi Pencegahan Penularan pada Individu serta sosialisasi perlindungan kesehatan pada masyarakat. Sosialisasi Pencegahan Penularan Pada Individu Dalam sosialisasi pencegahan penuluran pada Individu yaitu pencegahan penularan Covid-19 pada individu seperti informasi membersihkan tangan secara teratur, menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan lain sebagainya melalui siaran radio. RRI Singaraja memiliki peran penting dalam sosialisasi Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 37 pencegahan Covid-19 di Kota Singaraja dimana RRI berperan penting dalam penyampaian-penyampaian informasi kepada masyarakat yang bersifat luas, masyarakat sangat membutuhkan informasi-informasi penting dalam menghadapi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan RRI Singaraja melalui kegiatankegiatan sosialisasi lewat siaran radio seperti dengan diselenggarakannya Program Tanggap Bencana Covid-19 dalam bentuk Dialog Interaktif, wawancara dengan Satgas Covid-19 selaku narasumber, liputan terkait penanganan Covid-19 di Buleleng, serta sosialisasi dilaksanakan melalui media siaran iklan lewat siaran maupun online dimedia sosial. Di dalam proses komunikasi sosial, peran ideal radio sebagai media publik adalah mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengarnya. Ada tiga bentuk kebutuhan, yaitu informasi, pendidikan, dan hiburan. Menurut Jogiyanto HM . , informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian Ae kejadian . yang nyata . yang digunakan untuk pengambilan keputusan . Hal ini dapat dicatat sebagai tandatanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Sedangkan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (UU No. 20 Tahun 2. Radio sebagai media pendidikan untuk menyampaikan materi pembelajaran pada beberapa lembaga pendidikan jarak jauh media ini sudah tidak lazim digunakan karena beberapa kelebihannya ini yakni harga relative murah dan variasi programnya lebih banyak dari pada tv, mudah dipindahkan artinya bersifat mobile sehingga memudahkan penggunanya untuk membawa kemana-mana, dapat Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 38 direkam dan diputar kembali dan masih banyak kelebihan lainnya (Yuanita. Sosialisasi Perlindungan Kesehatan Pada Masyarakat. Covid-19 merupakan penyakit yang tingkat penularannya cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan upaya perlindungan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara komprehensif. Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja berperan dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 dalam hal sosialisasi perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui program acara yang disajikan dengan tag line RRI Tanggap Bencana Covid-19, baik melalui ad libs, informasi penyiar terkait protokol kesehatan maupun statement dan press release dari Satgas Penanganan covid 19 Buleleng yang disiarkan setiap hari. Serta ajakan/himbauan disetiap program siaran, penyiar senantiasa mengajak masyarakat atau pendengar untuk selalu berpikir positif, disiplin diri dalam segala hal, berprilaku hidup bersih dan sehat, menaati aturan-aturan atau himbauan-himbauan yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng agar dipatuhi demi terlindunginya masyarakat untuk mempercepat Peran Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Singaraja. Seperti yang disampaikan dalam Jogiyanto HM . di dalam proses komunikasi sosial, peran ideal radio sebagai media publik adalah mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengarnya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan . de, gagasa. dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya komunikasi dilakukan dengan mengunakan kata - kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Komunikasi merupakan kebutuhan dasar atau primer manusia. Komunikasi merupakan sarana interaksi antar manusia yang efektif, di nyatakan berinteraksi jika manusia yang terlibat masing - masing melakukan akasi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan oleh manusia disebut tindakan komunikasi. Tindakan komunikasi menyangkut perasaan, pikiran dan perbuatan manusia. Ada tiga bentuk kebutuhan salah satunya adalah informasi. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 39 Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadiankejadian . yang nyata . yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Dalam Buku Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dalam Pencegahan COVID-19 menjelaskan penyebarluasan informasi/kampanye ini bersandar pada penggunaan teknologi dan saluran melalui media digital/sosial dan sejenisnya agar sesuai dengan kebijakan yang berlaku untuk menjaga jarak fisik. Komunikasi menggunakan sambungan internet/data seperti media digital . oran & majalah digital, website, vlog. TV, radi. , media sosial (YouTube. Facebook. Instagram. Twitte. atau media yang lebih personal seperti WhatsApp. Telegram. LINE dan sejenisnya. Semua media ini bertujuan untuk melibatkan khalayak secara aktif mencari pengetahuan dan informasi yang akurat dan benar mengenai COVID-19. (Buku Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dalam Pencegahan COVID-. 2 Kendala Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 Dalam Peran RRI Singaraja dalam sosialisasi pencegahan Covid-19 dapat dikatakan telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui beberapa kendalakelandala baik internal maupun internal dalam Sosialisasi Pencegahan Penuluaran Covid-19 di Kota Singaraja. Kendala Internal Kendala internal yang dihadapi Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 yaitu dengan terbatasnya anggaran, karena anggaran telah dipangkas untuk penanganan percepatan penanganan Covid-19 serta masih kurangnya SDM Penyiar terkait dengan dunia kesehatan. Segala sesuatu yang menghalangi kelancaran komunikasi disebut sebagai gangguan . Hambatan dalam komunikasi dalam sosialisasi, pada saat penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sering terjadi tidak Tidak dapat diterimanya pesan tersebut dengan sempurna dikarenakan perbedaan lambang atau bahasa antara apa yang dipergunakan Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 40 dengan yang diterima. Atau terdapat hambatan teknis lainnya yang menyebabkan gagasan terhadap kelancaran sistem komunikasi kedua belah pihak. Kreitner . alam Ruslan, 2. , menerangkan empat macam hambatan yang dapat menganggu dalam sistem komunikasi tersebut, salah satunya adalah Hambatan dalam proses penyampaian . rocess barrie. hambatan ini bisa datang dari pihak komunikator . ender barrie. yang mendapat kesulitan dalam penyampaian pesan- pesannya, tidak menguasai materi pesan, dan belum memiliki kemampuan sebagai komunikator yang handal. Hambatan ini bisa juga berasal dari penerima pesan tersebut . eceiver barrie. karena sulitnya komunikan dalam memahami pesan itu dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat penguasaan bahasa, pendidikan, intelektual dan sebagainya yang terdapat dalam diri komunikan. Kendala Eksternal. Kendala eksternal yang dihadapi Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 adalah kegiatan dialog interaktif dan juga kegiatan-kegiatan off air dan on air di luar studio tidak dapat dilaksanakan karena adanya pembatasan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang serta keterbatasan penyampaian informasi radio yang tidak dapat berulang-ulang mendengarkan informasi tersebut. Seperti apa yang disampaikan dalam Marhaeni, . ada beberapa hambatan dalam komunikasi yaitu : Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan, kebutuhan, atau kepentingan. Hambatan dalam penyandian/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa dipergunakan tidak jelassehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang digunakan antara si pengirim dan si penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit. Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio sehingga tidak dapat mendengar pesan dengan jelas. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 41 d. Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima. Hambatan dari penerima pesan. Misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/mendengar pesan, sikap prasangka yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut. Hambatan psikologis dan sosial kadang - kadang mengganggu komunikasi. Misalnya komunikasi yang masih trauma karena tertimpa musibah bencana 3 Upaya Menghadapi Kendala Dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Berbagai hambatan muncul dalam peranan RRI Singaraja dalam sosialisasi pencegahan Covid-19, sehingga perlu dicari jalan keluarnya agar pelaksanaanya dapat berjalan dengan baik. Adapun beberapa upaya yang dilakukan sebagai Upaya Internal. Upaya internal yang dilakukan RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 yaitu menyiasati dengan menghubungi narasumber via telephone serta juga kegiatan-kegiatan sosialisasi melalui iklan atau brosur ajakan tentang penerapan protokol kesehatan kini dilaksanakan lewat media sosial dan memfokuskan penyiar-penyiar unggulan untuk mengisi acara dialog sehingga nantinya apa informasi yang akan disampaikan narasumber dapat diterima baik oleh masyarakat. Seperti yang disampaikan Marhaeni . 9, dalam Di dalam komunikasi selain ada faktor penghambat komunikasi juga ada faktor pendukung komunikasi. faktor pendukung komunikasi yaitu sebagai berikut : Penguasaan bahasa kita ketahui bersama bahwa bahasa merupakan sarana dasar komunikasi. Sarana komunikasi, sarana yang dimaksud di sini adalah suatu alat penunjang dalam berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Kemampuan berpikir . pelaku komunikasi baik komunikator maupun audience sangat mempengaruhi kelancaran komunikasi. Selain itu dalam Effendy . Strategi dalam komunikasi memiliki fungsi yaitu menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 42 yang optimal. Dan Menjembatani Aycultural gapAy, yaitu kondisi yang terjadi akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai - nilai yang dibangun. Upaya Eksternal. Upaya eksternal yang dilakukan RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Covid-19 mengedepankan protokol kesehatan sehingga informasi dapat disampaikan oleh narasumber dengan cepat dan dimanapun mereka berada. Berdasarkan definisi Lasswell dapat diturunkan 5 . unsur komunikasi yang saling bergatung satu sama lain, yaitu : AuPertama, sumber . sering disebut juga pengirim . , penyandi . , komunikator, pembicara . atau originator. Kedua. Pesan, yaitu apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima, pesan merupakan seperangkat simbol verbal dan atau non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan, atau maksud sumber tersebut. Ketiga, saluran atau media yaitu alat atau wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima. Keempat, penerima . sering juga disebut sasaran atau tujuan . , komunikate, penyandian balik . atau khalayak, pendengar . , penafsir . , yaitu orang yang menerima dari sumber. Kelima, efek, yaitu apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan tersebut misalnya terhibur, menambah pengetahuan, perubahan sikap, atau bahkan perubahan perilakuAy. Hal tersebut diperkuat oleh Stoner, . Dalam suatu proses komunikasi, terdapat beberapa unsur pokok yang merupakan penunjang adanya Unsur - unsur tersebut adalah: Pengirim (Sende. , pengirim atau sumber pesan memprakarsai komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim adalah seorang yang mencapai informasi, kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan satu atau lebih orang. Penyandian (Encodin. , dengan mengetahui komunikator, maka kita dapat mengajukan keproses pembuatan sandi. Pesan (Messag. , hasil dari proses pembuatan sandi adalah pesan. Maksud komunikator dinyatakan dalam bentuk pesan. Pesan tersebut bersifat lisan atau bukan lisan. Saluran (Channe. , adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain, saluran sering tidak dapat dipisahkan dari pesan. Agar komunikasi efektif dan efisien, saluran harus sesuai dengan pesan. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 43 Penerima (Receive. , adalah orang yang inderanya menangkap pesan Pesan harus disesuaikan dengan latar belakang penerima. Jika pesan tidak sampai pada penerima, komunikasi tidak terjadi. Pengertian sandi (Decodin. , pengartian sandi atau penguraian isi sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkannya kedalam informasi yang bermakna. Gaduh (Nois. Gaduh atau berisik adalah salah satu faktor yang mengacaukan, membuat rancu atau mengganggu, lingkungan dan bunyi bunyian komunikasi. Umpan balik (Feed bac. adalah suatu pembalikan proses komunikasi dimana reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. Simpulan dan Saran Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat ditarik simpulan sebagai berikut : Peran Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja telah berperan dalam . Pencegahan penularan pada individu melalui penyampaian informasi penting dalam menghadapi Covid-19 kepada masyarakat dalam bentuk bentuk Program Tanggap Bencana Covid-19. Ad Libs, liputan terkait penanganan Covid-19. Perlindungan kesehatan pada masyarakat melalui penyampaian informasi oleh penyiar terkait protokol kesehatan maupun statement dan press release dari Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng serta ajakan/himbauan disetiap program siaran. Kendala Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja meliputi: Kendala Internal yaitu terbatasnya anggaran dan masih kurangnya SDM Penyiar di bidang dunia kesehatan. Sedangkan kendala eksternal yaiu kegiatan kegiatan diluar studio yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya pembatasan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang serta keterbatasan penyampaian informasi radio yang tidak dapat dilakukan berulang-ulang karena kurang fokusnya masyarakat dalam mendengarkan Upaya Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam menghadapi kendala Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 44 meliputi: Upaya Internal yaitu dengan menghubungi narasumber via telephon serta juga kegiatan sosialisasi melalui iklan atau brosur melalui media sosial dan memfokuskan penyiar-penyiar unggulan untuk mengisi acara dialog. Sedangkan upaya eksternal yaitu melalui kegiatan daring dan luring dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Berdasarkan Kesimpulan yang diperoleh, maka disarankan hal-hal sebagai Badan Informasi Publik terus melaksanakan kewajibannya menyediakan dan memberikan informasi yang bersifat terbuka, mudah diakses oleh masyarakat, menguntungkan masyarakat terkait dengan kegiatan sosialisasi dalam Pencegahan Penularan Covid-19. Keberhasilan Pelaksanaan Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 bukan hanya kesiapan dari Badan Publik sebagai pihak penyedia informasi, melainkan juga perlu adanya dukungan dari masyarakat yang ikut serta memantau dan mengkritisi setiap informasi kebijakan publik agar nantinya informasi-informasi yang dikeluarkan dapat menambah wawasan dalam menangani Covid-19 sesuai dengan harapan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA