JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 TINGKAT STRES DAN KOPING INDIVIDU DENGAN DERAJAT DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Suci Anggraeni. Angeline Febriyani Monteiro . Eva Agustina Yalestyarini. Nur Yeny Hidajaturrokhmah. , 1,2,3,4 Fakultas Keperawatan dan Kebidanan,UNIVERSITAS STRADA Indonesia sucianggraeni@strada. ABSTRACT Stress is one of the causes of primary dysmenorrhea. Mild stress is a stressor that is faced regularly which can last for minutes or hours. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and individual coping with the degree of dysmenorrhea in female adolescents at SMPN 1 Bandung. Bandung District. Tulungagung Regency. This study used a correlation analysis design with a cross-sectional approach. The population of this study were 177 female students of SMPN 1 Bandung who had experienced dysmenorrhea. The sampling technique in this study used stratified random sampling, the instruments used were questionnaires, and statistical tests used interval regression. The results of each variable obtained respondents who experienced severe stress levels were 64 respondents . 16%), respondents who had good individual coping were 67 respondents . 85%), respondents who experienced mild dysmenorrhea were 70 respondents . 55%). %). The results of the linear regression statistical test obtained a coefficient value of 0. 727 and a p-value of 0. 000 <0. 05, so it can be concluded that there is a relationship between stress levels and individual coping with the degree of dysmenorrhea in female adolescents at SMPN 1 Bandung. Bandung District. Tulungagung Regency. The linear regression coefficient value of 0. 727 indicates that the strength of the relationship between these three variables is in the strong category. Stress is one of the causes of dysmenorrhea in female adolescents so that stress level management is needed, controlling stress levels, and providing individual coping education to adolescents. Suggestions that can be given to schools are to pay more attention to the stress levels of female students who experience dysmenorrhea so that dysmenorrhea pain in female students does not increase and can interfere with learning concentration. Keywords: Dysmenorrhea. Individual Coping. Female Adolescents. Stress PENDAHULUAN pengalaman atau goncangan yang menimpa Stres merupakan salah satu penyebab seseorang sehingga mengganggu kestabilan terjadinya dismenore pimer. Stres ringan merupakan stresor yang dihadapi secara terancam yang disertai dengan usaha yang teratur yang dapat berlangsung beberapa bertujuan mengurangi ancaman dan stres menit atau jam (Priyoto, 2. Beberapa juga merupakan suatu reaksi fisik dan bentuk stres seperti ketegangan yang psikis yang berkaitan terhadap setiap tuntutan dalam kehidupan. sehari-hari. JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Saat stres, tubuh akan memproduksi naik turun tangga, berjalan jauh, berlari, dll. hormon adrenalin, estrogen, progesteron Oleh karena itu remaja yang mengalami dan prostaglandin yang berlebihan. Hormon mekanisme dan manajmen yang tepat untuk menimbulkan stress yang berlebihan dan berlebihan peningkatan kontraksi uterus dapat mempengaruhi Sedangkan hormon adrenalin digunakan untuk mengatasi stress pada meningkat sehingga dapat menyebabkan individu tersebut dapat dikenal dengan otot tubuh tegang dan otot rahim juga istilah mekanisme koping. tegang maka mengakibatkan dismenore Dismenore pada saat menstruasi (Sari, 2. Dismenorea tertinggi pada wanita yang mempunyai sensasi nyeri atau kram pada perut bagian dibanding dengan wanita yang mempunyai bawah yang terjadi sebelum atau selama tingkat stres rendah. Dismenore terjadi pada wanita dengan tingkat stress rendah sebesar menstruasi merupakan keluhan ginekologi 22%, dengan tingkat stress sedang 29% dan yang paling umum dialami mayoritas wanita dengan tingkat stress tinggi sebesar wanita usia produktif. Stres dapat terjadi Akan tetapi resiko untuk mengalami terjadi ketika mengalami dismenore. Stress dismenore ini meningkat hingga 10 kali ini terjadi ketika hormone dalam tubuh lipat pada wanita yang mempunyai riwayat mengalami peningkatan yang pada akhirnya dismenore dan stress tinggi sebelumnya, mengakibatkan uterus megalami kontraksi dibandingkan dengan wanita yang tidak mempunyai riwayattersebut sebelumnya. nyeri ini dapat menjadi stressor Prevalensi kejadian dismenore masih tinggi, berlebihan dan dapat mempengaruhi fungsi dimana angka kejadian dismenore di dunia mental dan psikis individu. Dismenore juga mencapai 90% (Holder, 2. Penelitian dapat bertambah parah apabila stressor tidak segera tertangani, beberapa hal yang menunjukkan bahwa hampir 95% wanita membuat dismenore lebih parah yaitu apabila individu tidak apat mengontrol Prevalensi di Indonesia yang terdiri atas 54,89% dismenore primer dan 45,11% Dismenorea beraktifitas berat dan aktifitas fisik seperti Amerika (Calis, (Nurul. Serikat JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Penelitian yang dilakukan pada siswa SMA atau penjual jamu keliling, bahkan tidak Negeri 2 Medan didapatkan hasil bahwa jarang pula dia menangis dan meremas- yang mengalami dismenore primer sebesar remas perutnya ketika rasa nyeri yang 85,9% (Sirait, 2. Prevalensi dismenore dirasanya sangat berat. berkisar 45-95% di kalangan wanita usia Hubungan tingkat stress dan koping produktif (Moan, 2. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 Mei 2022 yang muncul yaitu yang disertai dengan nyeri dilakukan peneliti dengan mewawancarai 5 yang tidak dapat diatasi ole beberapa siswi kelas VII dan 5 siswi kelas Vi di remaja putri dapat menimbulkan beberapa stressor yaitu contonya seperti meremas- dismenore setiap kali menstruasi. Dari hasil remas perut, menangis, berteriak, merinti, tidak dapat melakukan aktifitas, atau bakan tentang apa yang mereka rasakan dan perilaku mereka ketika saat sedang mengalami dismenore, beberapa menimbulkan rasa cemas kepada beberapa remaja putri saat akan mendekati waktu bahwa mereka merasa mual dan pusing, menstruasi, maka dari itu dibutukan koping menjadi mudah marah, mudah tersinggung, tidak bisa bersantai atau relaksasi, merasa dismenore pada waktu yang akan datang, banyak menghabiskan energi, berada pada koping individu yang dapat dilakukan dapat keadaan tegang, dan kesulitan istirahat, seperti melakukan teknik relaksasi seperti Dari hasil wawancara juga diketahui menggunakan air hangat dan juga dapat aktifitas mereka sehari-hari, mereka sering tidak dapat mengikuti pembelajaran karena menonton film, membaca, atau bermain rasa nyeri yang tidak dapat ditahan lagi, sosial media. bahkan diantara mereka ada yang mengaku Koping individu dalam menghadapi pernah pingsan dikampus karena nyeri haid yang dialamiya, sehingga dia tidak dapat dismenoe yang dialami tiap wanita berbeda- melakukan aktifitas apapun. Saat ditanya beda karena nyeri merupakan perasaan bagaimana cara siswi menyikapi dismenore subjektif yang kadang-kadang sulit dicari gejala objektifnya. (Hartati, dkk,. , 2. tiduran atau berbaring dikamar, meminum Eksplorasi pengalaman peril dilakukan jamu atau obat yang dibelinya dari warung karena pengalaman ini dapat dijadikan bermacam-macam. JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 sebagai tolak ukur atau pedoman remaja METODE PENELITIAN dalam melakukan aktfitas dan merespon Penelitian ini menggunakan desain segala sesuatunya di masa yang akan kuantitatif analitik datang (Darawan, 2. Jika seseorang cross sectional dapat menyesuaikan diri dengan perubaan untuk mempelajari dinamika korelasi antara maka ia mempunyai kemampuan untuk faktor-faktor resiko dengan efek, dengan mengadapi rangsangan baik positif maupun Mekanisme koping adalah cara pengumpulan data sekaligus pada suatu saat . oint time approac. , artinya, tiap subjek menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri penelitian hanya diobservasi sekali saja dan dengan perubahan, serta respon terhadap situasi yang mengancam (Keliat, 2. karakter atau variabel subjek pada saat Mekanisme koping individu dipengaruhi Hal ini tidak berarti bahwa oleh dua faktor yaitu faktor internal dan semua subjek penelitian diamati pada waktu faktor eksternal. Faktor internal adalah yang sama (Soekidjo, 2. Penelitian ini faktor yang berasal dari dalam diri meliputi akan menganalisis hubungan tingkat stres umur, kepribadian, intelegnsi, pendidikan, nilai kepercayaan, budaya, emosi dan dismenore pada remaja putrid di SMPN 1 Sedangkan faktor eksternal adalah Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten faktor yang berasal dari luar diri meliputi Tulungagung dengan populasi sejumlah dukungan sosial, lingkungam, keadaan 319 responden dan sampel sebanyak 177 keuangan dan penyakit. responden yang diambil dengan teknik Selain hal-hal yang dilakukan oleh dengan pendekatan suatu penelitian Sratified Random Sampling. salah satu siswi pada studi pendahuluan untuk koping individu lainnya dapat juga HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tingkat Stres Responden Kriteria Frekuensi Prosentase (%) Ringan 31,07% Sedang 32,77% Berat 36,16% Total 100,00% Sumber: Data Primer, 2024 menggunakan air hangat dan juga dapat menonton film, membaca, atau bermain sosial media. JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa mengalami tingkat stres kategori berat dengan nilai p-value 0,0000 < 0,05 sebanyak 64 responden . ,16%). maka H1 diterima maka disimpulkan Berdasarkan Tabel 2 Distribusi Frekuensi Koping Individu Responden Prosentase Kriteria Frekuensi (%) Baik 37,85% Cukup 31,64% Kurang 30,51% Total 100,00% Sumber: Data Primer, 2024 Berdasarkan bahwa secara simultan ada hubungan tingkat stress dan koping individu dengan derajat dismenore pada remaja PEMBAHASAN Tingkat Stres dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri bahwa sebagian besar responden memiliki Hasil koping individu kategori baik sebanyak 67 Penelitian responden . ,85%). bahwa sebagian responden mengalami Tabel 3 Distribusi Frekuensi Disminore Responden Kriteria Frekuensi Prosentase (%) Ringan 39,55% Sedang 28,25% Berat 32,20% Total Sumber: Data Primer, 2024 responden . ,07%), selain itu sejumlah . ,77%) . ,16%) mengalami tingkat stres berat. Menurut Proverawati . yang menyatakan bahwa pada masa remaja merupakan masa yang penuh mengalami dismenore ringan sebanyak 70 gejolak, pada masa ini mood atau responden . ,55%). suasana hati bisa berubah dengan sangat Berdasarkan cepat, perubahan mood yang drastis Tabel 4 Hasil uji statistik regresi linear No Variabel Sig Sig 1 Constand 2 Tingkat Stres . 3 Koping Individu Sumber: Data Primer, 2024 pada remaja ini seringkali dikarenakan beban tugas sekolah, pekerjaan rumah atau kegiatan sehari-hari. Selain itu menurut Ade . emosionalitas pada masa remaja dipengaruhi oleh adanya JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 turunnya kadar hormone estrogen dalam Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui tubuh pada saat menstruasi. bahwa dari total responden sejumlah 177 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui didalam data remaja putri di SMPN 1 bahwa dari total responden sejumlah 177 Bandung sebagian besarnya mengalami didalam data remaja putri di SMPN 1 stress sedang dengan jumlah 58 responden Bandung sebagian besarnya mengalami . ,77%). Hasil analisis kuisioner dari 64 stress ringan dengan jumlah 55 responden responden . ,77%) . ,07%). Hasil analisis kuisioner dari 55 stress sedang ditandai dengan tanda gejala responden . ,07%) yang mengalami yang mengalami stress ringan ditandai dengan tanda gejala beristirahat, mudah menjadi tidak sabaran, seperti kesulitan untuk tenang setelah mudah tersinggung, cenderung sulit untuk sesuatu yang mengganggu, kesulitan untuk berelaksasi atau bersantai. menolerasi gangguan-gangguan terhadap Dari hasil kuisioner yang dibagikan hal yang sedang dilakukan, mudah gelisah, oleh peneliti dengan responden sebagian dan kesulitan untuk memaklumi hal apapun yang menghalangi untuk menyelesaikan hal terkadang mengalami perubahan mood yang sedang dilakukan. yang naik turun dikarenakan stress dapat Hasil kuisioner yang dibagikan oleh terjadi pada saat individu berada dalam peneliti dengan responden sebagian besar yang menglami stres sedang terkadang mengancam seperti menstruasi pada hari mengalami perubahan mood yang naik turun dikarenakan stress dapat terjadi pada menyebabkan rasa nyeri yang akhirnya saat individu berada dalam keadaan tidak dapat menimbulkan reaksi seperti mudah nyaman atau terkesan mengancam seperti merasa kesal, sulit untuk beristirahat, mudah menjadi tidak sabaran, mudah kemudian dapat menyebabkan rasa nyeri yang akhirnya dapat menimbulkan reaksi berelaksasi atau bersantai. seperti kesulitan untuk tenang setelah Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui sesuatu yang mengganggu, kesulitan untuk bahwa dari total responden sejumlah 177 menolerasi gangguan-gangguan terhadap didalam data remaja putri di SMPN 1 hal yang sedang dilakukan, mudah gelisah. Bandung sebagian besarnya mengalami dan kesulitan untuk memaklumi hal apapun stress berat dengan jumlah 64 responden yang menghalangi untuk menyelesaikan hal . ,16%). Hasil analisis kuisioner dari 64 yang sedang dilakukan. ,16%) yang mengalami stress JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 berat ditandai dengan tanda gejala seperti untuk berfikir abstrak, dimana penalaran mudah menjadi marah karena hal-hal kecil remaja lebih mirip dengan cara ilmuan atau sepele, cenderung bereaksi berlebihan pada situasi, merasa banyak mengahabiskan penelitian yang diambil responden berusia energy karena cemas, dan berada pada 12-14 tahun yang memang sudah mencapai keadaan tegang. Hasil kuisioner yang dibagikan oleh Dari memecahkan masalah dengan baik. peneliti dengan responden sebagian besar Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui yang mengalami stres berat terkadang bahwa dari total responden sejumlah 177 mengalami perubahan mood yang naik didalam data remaja putri di SMPN 1 turun dikarenakan stress dapat terjadi pada Bandung saat individu berada dalam keadaan tidak koping individu baik dengan jumlah 67 nyaman atau terkesan mengancam seperti kuisioner dari 67 responden . ,85%) yang kemudian dapat menyebabkan rasa nyeri memiliki koping individu baik ditandai yang akhirnya dapat menimbulkan reaksi seperti mudah menjadi marah karena hal- dismenore dengan istirahat yang cukup, hal kecil atau sepele, cenderung bereaksi menggunakan kompres hangat pada daerah berlebihan pada situasi, merasa banyak perut, menggosok-gosok bagian yang terasa mengahabiskan energy karena cemas, dan nyeri, memeriksakan kedokter atau tenaga berada pada keadaan tegang. kesehatan, mengkosumsi obat anti nyeri . ,85%). Hasil Dari hasil kuisioner yang dibagikan Koping Individu dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri Hasil penelitian menunjukan bahwa oleh peneliti dengan responden sebagian besar yang memiliki koping individu baik cara mereka mengatasi dismenore yaitu sebagian besar responden memiliki koping individu baik sebanyak 67 responden nyeri, memeriksakan kedokter atau tenaga sedangkan sejumlah 54 responden . ,16%) kesehatan, mengkosumsi obat anti nyeri. memiliki koping individu kurang. Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui Menurut Berk . pada masa perut, menggosok-gosok bagian yang terasa . ,77%) memiliki koping individu cukup, menggunakan kompres hangat pada daerah . ,85%), selain itu sejumlah 56 responden bahwa dari total responden sejumlah 177 didalam data remaja putri di SMPN 1 mencapai tahap puncak yaitu tahap operasi Bandung formal . tahun-dewas. , suatu kapasitas JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 koping individu cukup dengan jumlah 56 didalam data remaja putri di SMPN 1 Bandung sebagian besarnya mengalami . ,64%). Hasil kuisioner dari 56 responden . ,64%) yang memiliki koping individu cukup ditandai . ,55%). kuisioner dari 70 responden . ,55%) yang Hasil dismenore dengan menghindari olahraga berat, menonton tv untuk mengurangi rasa dengan individu masih dapat melakukan nyeri, mendengarkan musik agar nyeri berkurang, berenang untuk mengurangi berkonsentrasi saat belajar, terasa nyeri nyeri, meminum air putih yang banyak. dibagian perut bawah. sehari-hari. Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui Dari hasil kuisioner yang dibagikan bahwa dari total responden sejumlah 177 oleh peneliti dengan responden sebagian didalam data remaja putri di SMPN 1 besar yang mengalami dismenore ringan Bandung dimana nyeri berlangsung beberapa saat koping individu kurang dengan jumlah 54 dan hanya memerlukan istirahat sejenak serta dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari kuisioner dari 54 responden . ,51%) yang sehingga tidak perlu menggunakan obat- memiliki koping individu kurang ditandai . ,51%). Hasil Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui dismenore dengan tidur dan membiarkan bahwa dari total responden sejumlah 177 saja ketika nyeri, menghindari latihan yoga, didalam data remaja putri di SMPN 1 latihan aerobic dan berjalan-jalan, mandi Bandung sebagian besarnya mengalami mengunakan air hangat, dan mencium minyak kayu putih ataupun sejenisnya. ,25%). Derajat Dismenore pada Remaja Putri Hasil penelitian menunjukan bahwa kuisioner dari 50 responden . ,25%) yang Hasil dengan individu merasakan badan menjadi lemas, aktivitas sehari-hari terganggu, tidak dismenore ringan sebanyak 70 responden nafsu makan, dan merasa pusing. ,55%), selain itu sejumlah 50 responden Dari hasil kuisioner yang dibagikan . ,25%) mengalami dismenore sedang, oleh peneliti dengan responden sebagian sedangkan sejumlah 57 responden . ,20%) besar yang mengalami dismenore sedang mengalami dismenore berat. dimana nyeri berlangsung beberapa jam dan Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui memerlukan istirahat yang cukup serta bahwa dari total responden sejumlah 177 JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 masih dapat melanjutkan sebagian aktivitas Tulungagung dengan besaran pengaruh sehari-hari 72,7%. menggunakan obat-obatan. Berdasarkan tabel 4 tabulasi silang Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui tingkat stress dengan tingkat dismenore bahwa dari total responden sejumlah 177 didalam data remaja putri di SMPN 1 Kecamatan Bandung sebagian besarnya mengalami Tulungagung yang dilaksanakan peneliti pada tanggal 22 Agustus 2022 dengan . ,20%). jumlah responden sebanyak 177 responden, kuisioner dari 57 responden . ,20%) yang diketahui bahwa sebagian responden yang mengalami tingkat stres kategori ringan dengan individu merasakan mual dan mengalami dismenore ringan sebanyak 44 muntah, rasa nyeri hingga menjalar ke responden . ,86%). Hasil punggung, tidak dapat melakukan aktivitas SMPN Bandung. Bandung. Kabupaten Berdasarkan tabel 4 tabulasi silang sehari-hari, bahkan pingsan. koping individu dengan tingkat dismenore Dari hasil kuisioner yang dibagikan oleh peneliti dengan responden sebagian Kecamatan besar yang mengalami dismenore berat Tulungagung yang dilaksanakan peneliti dimana nyeri berlangsung selama kurang pada tanggal 22 Agustus 2022 dengan lebih 2 hari dan nyeri yang dirasakan terjadi jumlah responden sebanyak 177 responden, secara terus menerus selama menstruasi, diketahui bahwa sebagian responden yang serta tidak dapat melakukan aktivitas memiliki koping individu kategori baik sehari-hari, sehingga perlu menggunakan mengalami dismenore ringan sebanyak 53 obat-obatan anti nyeri. ,94%). Pada tabulasi silang Hubungan Tingkat Stres dan Koping Individu dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri Berdasarkan hasil analisis regresi kali ini terdapat hasil yang berbeda dimana linear berganda menunjukan bahwa dengan tersebut dikarekan ada siswi awalnya nilai p-value 0,0000 < 0,05 maka H1 melakukan olahraga berat seperti basket, diterima maka disimpulkan bahwa secara volly, dll, ada juga siswi yang tidak bisa simultan ada hubungan tingkat stress dan meminum obat anti nyeri, maka mereka koping individu dengan derajat dismenore pada remaja putri di SMPN 1 Bandung koping individu lainnya seperti menggosok- Kecamatan Bandung SMPN Bandung. Bandung. Kabupaten 4 siswi yang memiliki koping individu baik justru mengalami dismenore berat. Hal Kabupaten JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 menggunakan buli-buli panas di uks, dan istirahat, namun dikarekan dismenore sudah (Hendrik, 2. terlalu parah maka hal tersebut tidak dapat Berdasarkan uraian tersebut, stress mengatasi nyeri yang dialami oleh siswi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya dismenore. Dismenore dapat Stress merupakan suatu respon diminimalkan bila kita dapat mencegah alami dari tubuh kita ketika mengalami Penjelasan yang benar tentang proses tekanan dari lingkungan. Dampak dari haid membuat kondisi emosi lebih stabil sehingga dapat mencegah timbulnya stress. mempengaruhi kesehatan mental maupun Hal ini dapat meminimalkan timbulnya Salah satu dampak dar stress terhadap dismenore saat menstruasi. kesehatan adalah dismenore. Saat seseorang Pendidikan penelitian ini yaitu pada siswi SMP kelas VII Vi. Corticotrophin Releasing Hormone (CRH) yang merupakan regulator hipotalamus dalam menyerap informasi yang diterima. Tingkat pendidikan mempengaruhi daya Andrenocorticotrophic Hormone (ACTH). tangkap terhadap pengetahuan individu (ACTH) akan menigkatkan sekresi kortisol pada suatu kejadian atau ketakutan akan suatu ancaman. Tingkat pendidikan juga menyebabkan sekresi Follicle Stimulating menjadi salah satu faktor penting yang Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone mempengaruhi persepsi seseorang untuk (LH) terhambat sehingga perkembangan folikel terganggu. Hal ini menyebabkan Notoatmodjo . Menurut Hormone-hormon Kadar progesterone yang rendah meningkatkan sintesis prostaglandin F2a seseorang makin mudah orang tersebut pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap dalam menangani E2. Ketidakseimbangan F2a (PG. peningkatan aktivasi PGF2a. Peningkatan ide-ide. Sebaliknya aktivasi menyebabkan ischemia pada sel-sel Berdasarkan mempunyai sikap positif dalam penanganan miometrium dan peningkatan kontraksi Peningkatan JURNAL EDUNursing. Vol. No. September 2024 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 dismenore lebih banyak daripada yang DAFTAR PUSTAKA