Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 PENGARUH NILAI INTRINSIK. PARENTAL INFLUENCE. Dan PERSEPSI MAHASISWA Dengan PENDEKATAN TEORI KARIER ANNE ROE Terhadap PEMILIHAN KARIR Sebagai AKUNTAN PUBLIK Bagi MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA Oleh: Sigit Hermawan. Fitri Indah Wahyu Ning Tyas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Email: sigithermawan@umsida. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai intrinsik, parental influence dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik bagi mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Alat analisis yang digunakan adalah melakukan tabulasi terhadap kuisioner, pengumpulan data yang berupa uji validitas dan reliabilitas. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh nilai intrinsik, parental influence dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik bagi mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Untuk menguji hipotesis ini digunakan alat analisis data berupa regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji validitas menunjukkan semua butir pernyataan pada kuisioner berada pada tingkat signifikansi, maka dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam penelitian ini valid. Untuk Uji Reliabilitas dari semua variabel dinyatakan reliabel. Uji F dan Uji t dengan menggunakan program IBM PASW versi 22 menunjukkan pengaruh yang signifikan antara pengaruh nilai intrinsik, parental influence dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik bagi mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya hasil hipotesis H1. H2. H3, dan H4. Kata Kunci: Nilai Intrinsik. Parental Influence. Persepsi Mahasiswa. Teori Karier Anne Roe. Pemilihan Karir. Akuntan Public. PENDAHULUAN Berkembangnya zaman dan era globalisasi dan atas diberlakukannya MEA S. Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di Indonesia menjadikan dunia bisnis semakin Dalam hal inilah yang menuntut untuk menjadikan manusia secara individual harus memiliki motivasi untuk bekerja keras, bertanggung jawab, memiliki semangat, serta selalu meningkatkan kualitas diri sendiri sebagai upaya mengantisipasi untuk menghadapi persaingan yang semakin berat dan semakin kompetitif dalam menentukan pemilihan karir. Semakin pesatnya dunia bisnis, secara tidak langsung akan banyak pula pemilihan karir yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah going international, apalagi khususnya bagi lulusan jurusan akuntansi. Pemilihan karir tentunya mengasah seseorang untuk berpendidikan, berpotensi dan mempunyai skill yang bagus. Sebagai perbandingan jumlah akuntan di Indonesia tidak sebanding dengan lulusan sarjana S1 Akuntansi, padahal jurusan akuntansi membuka peluang kerja yang cukup luas sebagai akuntan publik. Data dari IAI yang berprofesi sebagai akuntan publik tahun 2015. IAI mencatat jumlah akuntan profesional yang terdaftar sebagai anggotan IAI hanya 15. 940 orang. Berdasarkan dari data yang terdaftar menyatakan bahwa akuntansi profesional Indonesia saat ini masih di bawah negara tetangga seperti Malaysia dengan data 30. 236 orang akuntan profesional. Filipina dengan data 19. 573 orang akuntan. Singapura dengan data 27. 394 orang akuntan, dan Thailand dengan data sekitar 56. 125 akuntan. Kebutuhan dunia kerja di Indonesia akan akuntan publik jelas sangat tinggi hingga tahun ini setidaknya 226 ribu Indonesia memerlukan akuntan publik. Hal tersebut membuktikan bahwa minimnya jumlah akuntan profesional di Indonesia, masih kalah jauh dengan tenaga kerja di negara tetangga. Hasil penelitian Lukman dan Djuniati (Lukman & Juniati. Peluang dan Tantangan ASEAN Economic Community (AEC) terhadap Profesi Akuntan Indonesia, 2. menunjukan bahwa nilai intrinsik, parental influence, dan persepsi mahasiswa memiliki pengaruh untuk menentukan pemilihan karir. Penelitian yang sama oleh (Lukman & Juniati. Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta dengan Pendekatan Reasoned Action Model, 2. hanya beda selisih tahun ini menjelaskan bahwa dari perbedaan antara akuntan publik dan yang nonakuntan publik, mahasiswa lebih tertarik pada karir sebagai akuntan publik karena meski penuh tantangan namun memiliki beberapa faktor pendukung dari nilai intrinsik, parental influence, dan persepsi mahasiswa. Dalam penelitian yang dilakukan (Chan, 2. bahwa pelatihan profesional dan personalitas berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi akuntan publik. Semakin banyak pelatihan profesional yang diterima dan makin tinggi kesesuaian pekerjaan dan kepribadian maka semakin tinggi pula minat menjadi akuntan publik. Variabel penghargaan finansial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan pencapaian akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi akuntan publik. Sedangkan dalam penelitiannya (Arifianto, 2. menunjukkan bahwa teori Roe tergolong teori pilihan karir yang berdasarkan pada teori kepribadian. Komponen yang perlu diperhatikan oleh teori Roe adalah faktor hereditas atau turunan dengan melibatkan peranan orang tua dalam pelaksanaan dalam karir. Roe memandang bahwa pada prinsipnya individu memiliki berbagai potensi bawaan yang akan menentukan sifat-sifat, minat, bakat dan tempramen Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 yang akan berpengaruh besar dalam kehidupan seseorang terutama dalam pemilihan karir yang akan dilalui pada masa yang akan datang. Teori Roe berfokus pada hubungan dini dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap arah karir. Dalam objek penelitian ini peneliti mengambil sampel 150 yang dipilih untuk penelitian di UNAIR, dengan tujuan bahwa mahasiswa di UNAIR lebih memiliki potensi dalam karir sebagai akuntan publik. Tentunya prodi Akuntansi di UNAIR memiliki akreditasi yang bagus dengan status Perguruan Tinggi Negeri yang sehingga banyak lulusan dari UNAIR yang bisa menjadi peluang besar dalam pemilihan karirnya di akuntan publik. Dalam perusahaan tentunya akan lebih mempertimbangkan antara layak tidaknya seseorang dalam melamar pekerjaan sebagai akuntan publik jika dilihat dari segi lulusan universitasnya. Peneliti juga tertarik untuk melakukan penelitian kembali mengenai adanya perbedaan nilai intrinsik atau penghargaan finansial, dan persepsi yang dipengaruhi oleh pemilihan karir sebagai akuntan publik, yang sebelumnya mendapatkan hasil tidak berpengaruh dan signifikansi yang dipengaruhi oleh pemilihan karir sebagai akuntan publik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar minat mahasiswa atas pemilihan karir sebagai akuntan publik yang saat ini peran sebagai lulusan akuntansi sedikit mulai kehilangan kepercayaan akibat banyaknya dari lulusan akuntansi yang masih kalau jauh dari negara tetangga juga dilatarbelkangi syarat ketentuan menjadi akuntan publik. KAJIAN PUSTAKA Teori Karier Anne Roe Teori Roe (Roe, 1. berdasarkan hasil penelitian-penelitian yang dilakukan mengenai latar belakang perkembangan dan kepribadian para ilmuwan di berbagai bidang, antara lain ilmu-ilmu pengetahuan sosial dan ilmu-ilmu pengetahuan alam. Menurut Roe pemilihan karir adalah hubungan yang berdasarkan pada teori kepribadian. Dalam hal kebutuhan, seseorang akan memilih sesuai dengan keinginannya dalam pekerjaan yang dapat memuaskan Pandangan-pandangan yang berpengaruh yaitu teori penyaluran tenaga kejiwaan dan pengaruh pengalaman masa kecil (Murphy, 2. teori kebutuhan (Maslow, 1. , dan faktor kebutuhan. Roe memandang bahwa pada prinsipnya individu memiliki berbagai potensi bawaan yang akan menentukan sifat-sifat, minat, bakat dan tempramen yang akan berpengaruh besar dalam kehidupan seseorang terutama dalam pemilihan karir yang akan dilalui pada masa yang akan datang. Teori Roe berfokus pada hubungan dini dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap arah karir. Roe menekankan pengalaman masa kanak-kanak merupakan faktor penting dalam pemilihan okupasinya. Roe mengklasifikasikan okupasi ke dalam dua katergori utama yaitu person oriented dan nonperson oriented atau disebut sebagai Aua need theory approach to career choiceAy atau teori pemilihan karir dengan pendekatan kebutuhan, memandang pilihan karir seseorang S. Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 dipengaruhi oleh tiga komponen yang mendasar dalam hidup. Ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut: Pengaruh Hereditas terhadap Putusan Karir Seorang individu memiliki berbagai potensi dari lahir yang akan menentukan sifat-sifat, minat, bakat, dan tempramen. Pada akhirnya potensi tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang terutama dalam pemilihan karir yang akan bermetamorfosis . Seorang anak yang terlahir dari keluarga yang bekerja pada bidang jasa cenderung juga akan bekerja pada bidang jasa ketika ia dewasa kelak, demikian juga halnya dengan bidang pekerjaan lainnya. Orang tua berpengaruh besar terhadap pendapat dalam pemilihan karir bagi anak-anaknya. Pengalaman Masa Kecil Berbagai pola asuh orang tua yang diterima individu pada masa kanakkanak akan mempengaruh bagaimana pilihan karirnya di masa depan. Selain itu, suasana dan iklim yang ada di keluarga juga memiliki kontribusi besar terhadap pemilihan karir individu. Suasana yang terjadi tersebut dapat saja berupa hal yang positif, seperti kasih saying, penuh perhatian, dan saling menghargai. Suasana negatif, misalnya perlakuan kasar, kekerasan, acuh tak acuh dan keluarga yang broken home. Menurut Roe (Roe, 1. seorang individu akan memiliki dampak negatif dan positif dari keseluruhan pengalaman di masa kecil dalam lingkungan keluarga Gaya interaksi orang tua terhadap anak seperti pola pendidikan keluarga yang mendasar akan perkembangan anak yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi dan gaya hidup dewasa nanti. Kebutuhan-Kebutuhan Manusia Dalam hal ini Roe . bersepakat terhadap teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow . Secara hirarki Maslow (Maslow, 1. menyebutkan faktor motif kebutuhan individu (Alwisol, 2. Kebutuhan Fisiologis . hysiological need. Kebutuhan Keamanan . afety need. Kebutuhan dimiliki dan dicinta . elonging and love need. Kebutuhan harga diri . elf esteem need. Kebutuhan aktualisasi diri . elf actualizatio. Nilai Intrinsik Nilai intrinsik adalah nilai yang dituntut demi kepentingan diri sendiri dalam menjalankan pekerjaan. Yang termasuk dalam golongan nilai ini adalah keinginan manusia dalam memenuhi jasmani dan rohani, ilmu pengetahuan, psikologi, persahabatan, dan kebutuhan religius (Roe, 1. Lain halnya dengan (Law. Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 2. berpendapat dengan dimensi yang berbeda mengatakan sebuah karakterisasi umum pada profesional akuntan sebagai cara metodis dalam mencapai kepuasaan dari pekerjaan yang dilakukan yakni akuntan publik. Nilai intrinsik pekerjaan adalah suatu kepuasaan bagi individual atas pekerjaan yang sudah dilakukannya, seperti nilai penghargaan, kesempatan mendapatkan promosi, tanggung jawab pekerjaan, tantangan intelektual, dan pelatihan (Andriati, 2. Kepuasan kerja merupakan sikap emosional seseorang yang menyenangkan serta mencintai pekerjaannya. Sikap tersebut tercermin dari sikap moral kerja, kedisplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dapat di raih dalam dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan jabatan, perlakuan pada individual, dan suasana lingkungan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaannya daripada balas jasa walaupun balas jasa merupakan hal penting. Parental Influence Karir anak dapat ditentukan dari pengaruh orang tua. Orang tua adalah teladan yang dikagumi oleh seorang anak dari kecil, termasuk kesuksesan orang dimasa anak sudah mengenal dunia dan hendak memilih karir demi masa Selain itu, akibat ketidakberdayaan anak selalu diarahkan oleh orang tua menurut kehendak orang tua akan mempengaruhi karir mereka. Parental influence suatu komonen dari TRA model yang mencerminkan subjective norms (Law, 2. Dengan demikian, parental influence adalah pengaruh argumentasi orang tua terhadap anak dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik (Lukman & Juniati. Peluang dan Tantangan ASEAN Economic Community (AEC) terhadap Profesi Akuntan Indonesia, 2. Orang tua berperan dalam menentukan arah pemilihan karir pada anak remajanya. Jelas dari literatur bahwa hubungan orang tua dan anak sangat mempengaruhi seseorang meliputi aspirasi karir remaja. Rasa koneksi orang tua, seiring dengan tantangan dan dukungan, semuanya berperan dalam motivasi yang akan dikembangkan remaja saat membuat rencana untuk masa depan mereka. Remaja juga perlu percaya bahwa mereka dapat mengeksplorasi pilihan karir mereka dan mengembangkan identitas mereka. Proses eksplorasi ini harus didukung oleh sosok orang tua agar menjaga rasa koneksi dan menjaga agar komunikasi tetap terbuka. Beberapa orang berpendapat bahwa tanpa persetujuan orang tua, anak akan sering enggan untuk mengejar, atau bahkan mengeksplorasi, karir tertentu (Taylor. Harris, & Taylor, 2. Orang tua menunjukkan harapan mereka dengan menunjukkan dukungan yang tinggi terhadap pemilihan karir. Hal ini ditunjukkan dengan positif dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ferry (Ferry, 2. , yang melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan karir remaja di pedesaan Pennsylvania . Dengan menggunakan dua belas kelompok fokus. Ferry (Ferry, 2. mampu mengidentifikasi persepsi kelompok tentang pentingnya faktor keluarga saat memilih karir. Ferry (Ferry, 2. melaporkan bahwa, "Orang tua, diikuti oleh anggota keluarga lainnya, memberikan pengalaman belajar yang berharga melalui teladan mereka sendiri dan kegiatan pendukung yang membantu mengeksplorasi minat karir". Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 Dengan menunjukkan dukungan untuk kegiatan tertentu, orang tua menunjukkan pilihan mereka untuk pilihan karir tertentu terhadap orang lain. Tidak mengherankan, orang tua cenderung menunjukkan dukungan tambahan untuk pilihan pekerjaan yang mencerminkan kemampuan mereka sendiri (Kniveton, 2. Selain menunjukkan referensi untuk kegiatan tertentu, sebagian besar nilai dan harapan orang tua dapat dilihat dalam norma yang mereka model di rumah. Menurut Simpson (Simpson, 2. mengemukakan bahwa cara orang tua mempengaruhi nilai anak-anak mereka paling sering dilakukan melalui normanorma sosialisasi, daripada menerapkan harapan atau perilaku pemodelan yang Oleh karena itu, alih-alih memberi penghargaan kepada anak-anak karena sesuai dengan harapan orang tua, anak-anak hanya menginternalisasi norma orang tua mereka dan kemudian mengejar karir yang sesuai dengan normanorma tersebut Simpson (Simpson, 2. Walaupun pada akhirnya keberhasilan dalam menjalankan karir selanjutnya sangat tergantung pada keahlian dan profesionalisme anak yang menjalininya. Karena hal ini berkaitan dengan masalah pendidikan masa depan agar anaknya memilih program studi yang mampu menjamin kehidupan karirnya. Biasanya orang tua yang tergolong mampu secara ekonomi, menghendaki anaknya untuk memilih program studi yang cepat menghasilkan nilai materi, misalnya fakultas ekonomi . kuntansi, manajeme. , teknik, farmasi, kedokteran . mum dan gig. dan lain-lain. Anggapan orang tua anak yang mampu memasuki program ini tentu akan terjamin masa depannya. Persepsi Persepsi mahasiswa suatu proses penalaran mahasiswa setelah mempelajari/ mengalami berbagai hal dalam proses pembelajaran dan melihat kesuksesannya dalam pekerjaan mereka. Persepsi merupakan pengalaman objek atau hubunganhubungan yang bersifat subjektif dan situasional sehingga menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Penelitian (Normadewi, 2. , menjelaskan bahwa persepsi merupakan tahap mengenal lingkungannya meliputi objek, orang, dan simbol atau tanda yang melibatkan proses kognitif . Proses kognitif adalah proses rangsangan terhadap objek, orang, dan simbol dengan melalui penafsiran. Dengan kata lain, persepsi mencakup penerimaan, pengorganisasian, dan penafsiran rancangan untuk mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap. Menurut Baity (Baity, 2. , persepsi adalah proses awal seorang individu dalam menginterprestasikan kesan-kesan sensoris guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Namun apa yang diterima seseorang pada dasarnya bisa berbeda dari realitas objektif. Persepsi adalah suatu proses tentang petunjuk-petunjuk inderawi . dan pengalaman masa lampau yang relevan diorganisasikan untuk memberikan kepada kita gambaran yang terstruktur dan bermakna pada suatu situasi tertentu Ruch (Ruch, 1. Karir Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 Karir merupakan suatu aktivitas yang sangat berkaitan dengan pekerjaan dan perilkau-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut (Simamora, 2. Dalam karir adapun jenjang yang dimana sebagai tahapan-tahapan karir, adalah: Pilihan Karir . areer choic. Pada kondisi ini, seseorang mulai bertahap menemukan minat dan bakat pada jati diri, menjelajahi serta mengembangkan visi dari identitas mereka sampai pada saat orang tersebut menemukan karir yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Karir Awal . arly caree. Pada tahap ini, seseorang akan mereview pengalaman yang dahulu dan sekarang di dalam suatu instansi dan mencoba untuk menentukan apa yang menjadi harapan di masa depan. Tahap ini biasa terjadi pada rentang usia 20-39 tahun, dimana seorang manusia mulai memasuki fase percobaan dalam meniti karir. Karir Pertengahan . iddle caree. Tahap ini mulai terjadi pada saat seseorang mulai beranjak menuju suatu tahap stabilisasi dimana orang tersebut dianggap produktif, menjadi semakin unggul, memegang tanggungjawab yang erat, serta menentukan . suatu rencana karir dalam jangka panjang. Fase Karir Akhir dan Pensiun Suatu kondisi saat seseorang mulai melepaskan tanggungjawab tugasnya dan merencanakan untuk pensiun. Pemilihan Karir Menurut (Setyawardani, 2. menjelaskan bahwa pemilihan karir merupakan suatu tahap dari individu untuk mempersiapkan dirinya dalam memasuki tahapan yang berhubungan dengan pekerjaan. Menurut (Marliyah & Dewi, 2. pilihan karir merupakan suatu proses ketika remaja mengarahkan dirinya pada tahap baru dalam kehidupannya, melihat posisi mereka dalam kehidupan pembuatan keputusan karir mereka. Akuntan Publik Akuntan publik, auditor independen, auditor eksternal ketiganya merupakan sebuah profesi yang sama dengan istilah yang berbeda-beda. Akuntan publik adalah seorang auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam hal audit atas laporan keuangan. Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah suatu organisasi akuntan publik yang memperoleh izin dengan peraturan perundang-undangan yang berusaha di bidang pemberian jasa profesional dalam praktik akuntan publik. Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 Izin untuk menjalankan praktik sebagai akuntan publik diberikan langsung oleh Menteri Keuangan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor No 43/KMK. 017/1997 dalam (Mulyadi, 2. dengan syarat-syarat sebagai berikut: Berdomisili di wilayah Republik Indonesi yang dibuktikan dengan KTP (Kartu Tanda Pendudu. atau bukti lainnya yang sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. Dinyatakan lulus dalam ujian sertifikasi akuntan publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Memiliki nomor regrister negara untuk akuntan. Menjadi anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Memiliki sekurang-kurangnya pengalamn kerja selama tiga tahun dan memiliki sekurang-kurangnya pengalamn sebagai akuntan dengan reputasi yang baik di bidang audit umum selama tiga ribu jam. Telah menduduki jabatan sebagai manajer atau ketua tim dalam audit umum sekurang-kurangnya selama satu tahun. Menurut Mulyadi (Mulyadi, 2. , jenjang karir akuntan publik dijabarkan sebagai berikut: Auditor junior, memiliki tugas dalam melaksanakan dan bertanggung jawab untuk membuat kertas kerja yang berfungsi sebagai dokumentasi pekerjaan audit yang telah dikerjakan. Auditor senior, bertindak sebagai pengawas dalam mengarahkan dan mereview pekerjaan auditor junior dan bertanggung jawab dalam mengusahakan waktu audit dan waktu audit agar sesuai dengan rencana. Manajer, sering disebut sebagai pengawas audit. Bertugas dalam membantu peran auditor senior dalam menyusun program audit dan waktu audit, secara spesifik manajer bertugas untuk mereview kertas kerja, laporan audit, dan management letter. Partner, bertanggang jawab terhadap hubungan dengan klien serta bertanggung jawab secara menyeluruh mengenai auditing. Kualifikasi yang dibutuhkan dari akuntan publik meliputi intellectual yang dapat dilihat dari indeks prestasi akademis, interpersonal skill yang akan membawa kemudahan dalam berkomunikasi dengan pihak lain. Setidaknya ketiga aspek tersebut akan tercermin di dalam sisi independensi, integritas, loyalitas, dan kinerja yang akan menjadi hal yang paling dilihat dari sosok akuntan publik. METODE PENELITIAN Berdasarkan permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yang dijelaskan oleh Hermawan dan Amirullah (Hermawan & Amirullah, 2. metode penelitian yang mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan operasionalisasi variabel masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi pengguna model penelitian sejenis. Penelitian yang menjadi objek berlokasi pada Universitas Airlangga yang memfokuskan pada Fakultas Ekonomi yang berada di Kampus B yang tepatnya beralamat di Jl. Airlangga No. Airlangga. Gubeng. Kota SBY. Jawa Timur Penelitian ini mengambil dari seluruh jumlah mahasiswa akuntansi semester 6 dan 8 di Universitas Airlangga yang sebanyak 150 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pertanyaan atau Untuk mengukur pendapat responden digunakan Skala Likert tentang lima angka yaitu angka 5 untuk pendapat sangat setuju (SS) dan angka 1 untuk sangat tidak setuju (STS). Perinciannya adalah sebagai berikut: Angka 1 Angka 2 Angka 3 Angka 4 Angka 5 Sangat Tidak setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Cukup Setuju (CS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Penelitian ini menggunakan analaisis regresi linier berganda. Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (Sugiyono, 2010:. Maka analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2. Dimana analisis regresi linier berganda dirumuskan: Keterangan: Pemilihan karier sebagai akuntan publik Konstanta Koefisien Regresi Nilai intrinsik Parental influence Persepsi mahasiswa Standar Error Penelitian ini menggunakan uji serempak atau uji F dengan dasar nilai signifikan F pada output hasil regresi yang menggunakan SPSS dengan significance level 0,05 ( = 5%). Penelitian ini menggunakan uji-t dengan melihat apakah signifikan dari masing-masing variabel pada output dari regresi yang menggunakan SPSS dengan significance level 0,05 ( = 5%). Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah analisis regrei berganda. Pada dasarnya analisis regresi digunakan untuk memperoleh persamaan regresi dengan cara memasukkan perubahan satu demi satu, sehingga dapat diketahui pengaruh yang paling kuat hingga yang paling Untuk menentukan persamaan regresi dapat dilihat di tabel bawah ini: Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 Tabel 1. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 2,031 2,066 ,160 ,048 Model (Constan. Nilai Intrinsik Parental Influence Persepsi Mahasiswa ,167 ,403 Standardized Coefficients Sig. ,983 3,331 ,327 ,001 2,048 7,559 ,042 ,000 Beta ,082 ,053 ,250 ,115 ,572 Dependent Variable: Pemilihan karier sebagai Akuntan Publik Sumber: Data diolah melalui IBM PASW 22 Uji regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan maupun parsial antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Dari hasil analisis menggunakan software PASW versi 22 di atas maka persamaan regresi menjadi seperti berikut: Y = 2,031 0,160 X1 0,167 X2 0,403 X3 Dari hasil persamaan tersebut diatas, maka dapat diartikan bahwa: Nilai konstanta adalah 2,031. Hal ini berarti tanpa adanya pengaruh variabel independen yaitu nilai instrinsik (X. , parental influence (X. , dan persepsi mahasiswa (X. maka nilai variabel dependen yaitu pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y) sebesar 2,031. Nilai koefisien regresi dari nilai instrinsik (X. 0,160 artinya bahwa setiap penambahan satu satuan variabel nilai instrinsik (X. , akan mengakibatkan kenaikan variabel pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y) sebesar 0,160 dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah konstan. Nilai koefisien regresi dari parental influence (X. sebesar 0,167 artinya bahwa setiap penambahan satu satuan variabel parental influence (X. , akan mengakibatkan kenaikan variabel pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y) sebesar 0,167 dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah konstan. Nilai koefisien regresi dari persepsi mahasiswa (X. sebesar 0,403 artinya bahwa setiap penambahan satu satuan variabel persepsi mahasiswa (X . , akan mengakibatkan kenaikan variabel pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y) sebesar 0,403 dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah Koefisien Korelasi Berganda (R) Model Summary Tabel 2. Koefisien Korelasi Berganda (R) Model Summary Model Adjusted R Std. Error of Square Square The Estimate ,879a ,772 ,767 2,449 Predictors: (Constan. Persepsi Mahasiswa. Parental Influence. Nilai Intrinsik Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 Sumber : Data diolah Melalui IBM PASW 22 Analisis korelasi berganda digunakan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dari hasil analisis diatas dengan software PASW versi 22 didapat bahwa pada tabel model summary nilai koefisien korelasi berganda adalah 0,879. Hal ini mengindikasikan bahwa antara variabel nilai instrinsik (X. , parental influence (X. , dan persepsi mahasiswa (X. terhadap variabel pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y) memiliki hubungan positif yang sangat kuat, sesuai dengan yang dikatakan oleh Sugiyono . bahwa, koefisien korelasi 0,80 sampai dengan 1,000 berarti korelasi sangat kuat. Koefisien Determinasi R Square (R . Model Summary Koefisien determinasi R square (R . adalah alat analisis untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel independen terhadap variabel dependen. Dari hasil analisis di atas dengan software PASW versi 22 pada model summary didapat bahwa nilai koefisien determinasi R square (R . sebesar 0,772 artinya 77,2% bahwa variabel nilai instrinsik (X. , parental influence (X. , dan persepsi mahasiswa (X. mempengaruhi variabel pemilihan karier sebagai akuntan public (Y) sebesar 77,2% sedangkan sisanya . -77,2=22,8%) dipengaruhi oleh variabel lain. Pada uji hipotesis ini menggunakan uji F, dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara bersama-sama antara variabel independen yaitu nilai instrinsik (X. , parental influence (X. , dan persepsi mahasiswa (X. terhadap variabel dependen yaitu pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y). Tabel 3. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression 2965,296 988,432 Residual 875,877 5,999 Total 3841,173 Sig. 164,762 ,000b Dependent Variable: Pemilihan karier sebagai Akuntan Publik Predictors: (Constan. Persepsi Mahasiswa. Parental Influence. Nilai Intrinsik Sumber: Data diolah melalui IBM PASW 22 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel ANOVA di atas yang menggunakan software PASW vesi 22 diperoleh nilai F dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05 maka H4 diterima. Artinya terdapat pengaruh nilai intrinsik, parental influence, dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe berpengaruh terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Pada pengujian hipotesis Uji t untuk Tabel 4 sebagi berikut: Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 Tabel 4. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. 2,031 ,160 Standardized Coefficients Sig. ,983 3,331 ,327 ,001 Beta 2,066 ,048 Nilai Intrinsik ,250 Parental Influence ,167 ,082 ,115 2,048 ,042 Persepsi Mahasiswa ,403 ,053 ,572 7,559 ,000 Dependent Variable: Pemilihan karier sebagai Akuntan Publik Sumber : Data diolah melalui IBM PASW 22 Pada uji hipotesis ini menggunakan uji t dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara sendiri antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari hasil perhitungan menggunakan software PASW versi 22 pada tabel Coefficient diperoleh nilai variabel nilai intrinsik adalah 3,331 dan parental influence adalah 2,048 lalu persepsi mahasiswa adalah 7,559. Berdasarkan tabel 5 uji t dapat dijelaskan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada variabel nilai intrinsik diperoleh dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 maka H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh nilai intrinsik terhadap pemilihan karier sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universias Airlangga Surabaya. Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada variabel parental influence diperoleh dengan tingkat signifikansi 0,042 < 0,05 maka H2 diterima. Artinya terdapat pengaruh parental influence terhadap pemilihan karier sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada variabel persepsi mahasiswa diperoleh dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik yang mahasiswa akuntansi Universias Airlangga Surabaya. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis No Hipotesis Nilai Kesimpulan Signifikansi 0,001 0,042 0,000 0,000 Diterima Diterima Diterima Diterima Sumber : Data Diolah Melalui IBM PASW 22 Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dalam penelitian ini bahwa semua variabel independen menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik. Nilai Intrinsik Berpengaruh Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik Nilai intrinsik adalah suatu tindakan yang menuntut seseorang demi kepentingan diri sendiri dalam menjalankan pekerjaan. Yang termasuk dalam golongan nilai ini adalah keinginan manusia dalam memenuhi jasmani dan rohani, ilmu pengetahuan, psikologi, persahabatan, dan kebutuhan religious. Nilai intrinsik juga dapat dikatakan sebagai suatu kepuasan bagi seseorang atau Kepuasan kerja merupakan sikap emosional seseorang yang menyenangkan serta mencintai pekerjaannya. Sikap tersebut tercermin dari sikap moral kerja, kedisplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dapat di raih dalam dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan jabatan, perlakuan pada individual, dan suasana lingkungan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaannya daripada balas jasa walaupun balas jasa merupakan hal penting. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori nilai intrinsik yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki nilai intrinsik dalam pekerjaan maka akan mencerminkan sikap moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja yang menghasilkan kepuasan kerja seperti memperoleh pujian hasil kerja, perlakuan pada individual, dan suasana lingkungan kerja dalam pekerjaannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel nilai intrinsik diperoleh dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 maka H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh nilai intrinsik terhadap pemilihan karier sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universias Airlangga Surabaya. Hal ini menunjukkan konsistensi dengan penelitian Lukman dan Djuniati (Lukman & Juniati. Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta dengan Pendekatan Reasoned Action Model, 2. dan (Lukman & Juniati. Peluang dan Tantangan ASEAN Economic Community (AEC) terhadap Profesi Akuntan Indonesia, 2. menjelaskan bahwa nilai intrinsik berpengaruh secara signifikan dan positif pada mahasiswa untuk cenderung memilih karier sebagai akuntan publik daripada non akuntan publik. Penelitian yang dilakukan oleh Sari (Sari L. & Sukanti, 2. menunjukkan bahwa nilai intrinsik pekerjaan pada profesi akuntan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi pemilihan karier sebagai Akuntan. Parental Influence Berpengaruh Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik Karir anak dapat ditentukan dari pengaruh orang tua. Orang tua adalah teladan yang dikagumi oleh seorang anak dari kecil, termasuk kesuksesan orang dimasa anak sudah mengenal dunia dan hendak memilih karir demi masa Parental influence suatu komponen dari TRA model yang S. Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 mencerminkan subjective norms (Law, 2. Dengan demikian, parental influence adalah pengaruh argumentasi orang tua terhadap anak dalem pemilihan karir sebagai akuntan publik. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa parental influence bahwa orang tua lebih cenderung menunjukkan harapan kepada anaknya dalam pemilihan karir. Hal ini terjadi karena orang tua lebih mempunyai referensi pengalaman kerja yang berharga melalui teladan mereka sendiri dan kegiatan pendukung yang membantu mengeksplorasi minat karir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel parental influence diperoleh dengan tingkat signifikansi 0,042 < 0,05 maka H2 diterima. Artinya terdapat pengaruh parental influence terhadap pemilihan karier sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Hal ini menunjukkan konsistensi dengan penelitian yang dilakukan oleh Lukman dan Djuniati (Lukman & Juniati. Peluang dan Tantangan ASEAN Economic Community (AEC) terhadap Profesi Akuntan Indonesia, 2. dan (Lukman & Juniati. Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta dengan Pendekatan Reasoned Action Model, 2. menjelaskan bahwa parental influence berpengaruh secara signifikan dan positif pada mahasiswa untuk cenderung memilih karier sebagai akuntan publik daripada non akuntan Beberapa orang berpendapat bahwa tanpa persetujuan orang tua, anak akan sering enggan untuk mengejar, atau bahkan mengeksplorasi, karir tertentu (Taylor. Harris, & Taylor, 2. Orang tua menunjukkan harapan mereka dengan menunjukkan dukungan yang tinggi terhadap pemilihan karir. Hal ini ditunjukkan dengan positif dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Ferry, 2. , yang melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan karir remaja di pedesaan Pennsylvania . Dengan menggunakan dua belas kelompok fokus, (Ferry, 2. mampu mengidentifikasi persepsi kelompok tentang pentingnya faktor keluarga saat memilih karir. (Ferry, 2. melaporkan bahwa, "Orang tua, diikuti oleh anggota keluarga lainnya, memberikan pengalaman belajar yang berharga melalui teladan mereka sendiri dan kegiatan pendukung yang membantu mengeksplorasi minat karir". Dengan menunjukkan dukungan untuk kegiatan tertentu, orang tua menunjukkan pilihan mereka untuk pilihan karir tertentu terhadap orang lain. Tidak mengherankan, orang tua cenderung menunjukkan dukungan tambahan untuk pilihan pekerjaan yang mencerminkan kemampuan mereka sendiri (Kniveton, 2. Selain menunjukkan referensi untuk kegiatan tertentu, sebagian besar nilai dan harapan orang tua dapat dilihat dalam norma yang mereka model di rumah. Menurut (Simpson, 2. mengemukakan bahwa cara orang tua mempengaruhi nilai anak-anak mereka paling sering dilakukan melalui normanorma sosialisasi, daripada menerapkan harapan atau perilaku pemodelan yang Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Dibabe. Wubie, & Wondmagegn, 2. dengan hasil yang sama bahwa pengaruh faktor sosial keluarga berpengaruh positif dan signifikansi terhadap pilihan akuntansi sebagai profesi akuntan publik dalam pemilihan karir. Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. 112-129 Persepsi Mahasiswa dengan Pendekatan Teori Karier Anne Roe Berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik Penelitian (Normadewi, 2. , menjelaskan bahwa persepsi merupakan tahap mengenal lingkungannya meliputi objek, orang, dan simbol atau tanda yang melibatkan proses kognitif . Proses kognitif adalah proses rangsangan terhadap objek, orang, dan simbol dengan melalui penafsiran. Dengan kata lain, persepsi mencakup penerimaan, pengorganisasian, dan penafsiran rancangan untuk mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan persepsi adalah proses awal seseorang dalam menginterprestasikan sesuatu atau kesan yang guna memberikan arti lingkungan mereka. Hal tersebut terjadi karena dengan adanya persepsi masing-masing individual maka akan memberikan informasi atas kesan bahwa persepsi mahasiswa memiliki hasil yang positif dalam menen tukan pemilihan karirnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi mahasiswa diperoleh dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik yang mahasiswa akuntansi Universias Airlangga Surabaya. Penelitian yang dilakukan oleh Lukman dan Djuniati (Lukman & Juniati. Peluang dan Tantangan ASEAN Economic Community (AEC) terhadap Profesi Akuntan Indonesia, 2. dan (Lukman & Juniati. Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta dengan Pendekatan Reasoned Action Model, 2. menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa berpengaruh secara signifikan dan positif pada mahasiswa yang cenderung memilih karir sebagai akuntan publik daripada non akuntan Hasil tersebut didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Lestari & Yadnyana, 2. , dan (Sugahara. Hiramasu, & Boland, 2. yaitu persepsi mahasiswa tentang profesi akuntan publik memiliki pengaruh yang signifikan dan positif pada mahasiswa yang cenderung memilih karir sebagai akuntan publik daripada non-akuntan publik. Penelitian yang sama dilakukan oleh (Lestari & Yadnyana, 2. menunjukkan mahasiswa jurusan akuntansi memiliki persepsi dan minat positif terhadap profesi akuntan publik secara simultan. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan pada perspektif mahasiswa akuntansi terhadap profesi akuntan publik. Nilai Intrinsik. Parental Influence. Dan Persepsi Mahasiswa Dengan Pendekatan Teori Karier Anne Roe Berpengaruh Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik Hasil penelitian yang menguji H4 menyatakan bahwa H4 diterima. Hal ini menunjukkan variabel nilai intrinsik, parental infleunce, dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe berpengaruh secara simultan terhadap pmilihan karir sebagai akuntan publik. Dari hasil analisis diatas dengan software IBM PASW versi 22 didapat bahwa pada tabel model summary nilai koefisien korelasi berganda adalah 0,879. Hal ini mengindikasikan bahwa antara variabel S. Hermawan. Tyas / Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. (Des 2. 112-129 nilai instrinsik (X. , parental influence (X. , dan persepsi mahasiswa (X. terhadap variabel pemilihan karier sebagai akuntan publik (Y) memiliki hubungan positif yang sangat kuat, sesuai dengan yang dikatakan oleh (Sugiyono, 2. bahwa, koefisien korelasi 0,80 sampai dengan 1,00 berarti korelasi sangat kuat. Berdasarkan tabel uji F, dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara bersama-sama antara variabel independen yaitu nilai instrinsik (X. , parental influence (X. , dan persepsi mahasiswa (X. terhadap variabel dependen yaitu pemilihan karier sebagai ankuntan publik (Y). Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa dengan adanya variabel bebas tersebut dapat meningkatkan kemampuan diri seseorang mahasiswa untuk mempertimbangkan dan menganalisis informasi. Hal tersebut dapat menghasilkan keputusan dalam memilih karir sebagai akuntan publik. Berdasarkan dari hasil perhitungan pada tabel ANOVA di atas yang menggunakan software IBM PASW vesi 22 diperoleh nilai dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka H4 diterima. Artinya terdapat pengaruh nilai intrinsik, parental influence, dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe berpengaruh terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universitas Airlangga Surabaya SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan secara parsial bahwa nilai intrinsik berpengaruh positif dan signifikansi terhadap pemilihan karier sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universias Airlangga Surabaya, parental influence terdapat pengaruh positif dan signifikansi terhadap pemilihan karier sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universitas Airlangga Surabaya, persepsi mahasiwa dengan pendekatan Teori Karier Anne Roe terdapat pengaruh positif dan signifikansi terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik yang mahasiswa akuntansi Universias Airlangga Surabaya. Sedangkan secara simultan bahwa nilai intrinsik, parental influence, dan persepsi mahasiswa dengan pendekatan Teory Karier Anne Roe terdapat pengaruh positif dan signifikansi terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik bagi mahasiswa akuntansi Universitas Airlangga Surabaya. Journal of Applied Business and Economic Vol. 5 No. 2 (Des 2. DAFTAR PUSTAKA