Jasmiati, et al. Hubungan pengetahuan ibu dengan A. Asuhan Kebidanan Pada Ny. S Dengan Nifas Post Operasi Seksio Cesarea Di Ruang Kebidanan RSUD Datu Beru Aceh Tengah Midwifery Care For Mrs. S With Postpartum Post-Cesarean Section In The Obstetrics Room Of Datu Beru Regional Hospital. Central Aceh Selvia Zuhra Putri1*. Rayana Iswani2. Barirah Madeni3. Hasritawati4 1-4Prodi Kebidanan Aceh Tengah Poltekkes Kemenkes Aceh *E-mail: szuhraputri@gmail. ARTICLE INFO ABSTRAK Kata Kunci : Asuhan Perawatan postpartum. operasi seksio cesarea Latar Belakang: Seksio sesarea bertujuan untuk mengatasi komplikasi pada ibu ataupun janin yang tidak dapat dilahirkan secara pervaginam ataupun tindakan yang dilakukan untuk menghindari dampak yang lebih buruk pada itu ataupun janin jika kehamilan tersebut dilanjutkan atau dipertahankan. Seksio sesarea didefinisikan sebagai proses melahirkan janin melalui insisi pada dinding perut dan insisi pada dinding uterus ibu Tujuan: Untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu partus dengan metode seksio sesarea. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan studi kasus asuhan kebidanan pada Ibu Nifas Post SC, menggunakan metode penelitian studi penelaahan kasus dengan cara meneliti suatu permasalahan yang berhubungan dengan kasus itu sendiri, faktor- faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dan kondisi kasus akibat suatu perlakuan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa asuhan kebidanan berupa kunjungan masa nifas paling sedikit 4 kali dapat mengurangi kematian ibu pada masa nifas. Kesimpulan: Masa nifas merupakan masa pemulihan organ reproduksi paska persalinan dan merupakan masa yang penting bagi ibu maupun Maka dengan standar kunjungan ibu nifas yang telah ditetapkan dapat mengurangi komplikasi yang dapat terjadi pada ibu. Keywords : Midwifery care. Puerpenium post-cesarean section History: Submited 08/09/2025 Revised 02/10/2025 Accepted 18/10/2025 Published 01/12/2025 Penerbit ABSTRACT Background: Cesarean section aims to overcome complications in the mother or fetus that cannot be delivered vaginally or actions taken to avoid worse impacts on it or the fetus if the pregnancy is continued or Cesarean section is defined as the process of delivering a fetus through an incision in the abdominal wall and an incision in the uterine wall of the mother. Objective: To provide midwifery care to parturition mothers with the cesarean section method. Method: This research design uses a case study of midwifery care for Post-SC Postpartum Mothers, using a case study research method by examining a problem related to the case itself, influencing factors, special events that arise in connection with the case, as well as actions and conditions of the case due to a treatment. Results: The results of the study found that midwifery care in the form of postpartum visits at least 4 times can reduce maternal mortality during the postpartum period. Conclusion: The postpartum period is a period of recovery of reproductive organs after childbirth and is an important period for both mothers and babies. So with the established standard postpartum visits can reduce complications that can occur in the mother. FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Jasmiati, et al. Hubungan pengetahuan ibu dengan A. PENDAHULUAN itu, ibu pasca seksio caesarea sering mengalami hambatan dalam proses ketidaknyamanan, sehingga dibutuhkan dukungan tepat dalam inisiasi menyusu dini (IMD) dan keberlanjutan pemberian ASI (Nasriani, 2021. Oriza, 2019. Rutiani & Fitriana, 2. Perawatan post natal (PNC) adalah bagian mendasar dari perawatan ibu, bayi baru lahir sehingga dapat membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh (Rahayu et al. , 2. Asuhan komprehensif pada periode postpartum komplikasi, mempercepat pemulihan fisik, serta mendukung kesehatan mental Bidan memiliki peran strategis dalam melakukan pemantauan kondisi vital, perawatan luka operasi, manajemen nyeri, pencegahan infeksi, dukungan laktasi, serta edukasi terkait perawatan diri dan tanda bahaya postpartum. Pendekatan asuhan kebidanan yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan, meningkatkan kualitas hidup ibu pasca melahirkan (Khasanah & Sulistyawati. Rahayu et al. , 2024. Sentilhes et , 2016. Wahyuni & Nurlatifah, 2. Namun demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa banyak ibu pasca seksio caesarea belum menerima asuhan postpartum yang optimal, baik karena pemantauan pasca pulang. Kondisi ini menjadi alasan pentingnya penyusunan dan publikasi laporan kasus atau penelitian terkait asuhan kebidanan postpartum pada ibu post seksio caesarea sebagai upaya memperkuat praktik berbasis bukti. Dokumentasi dan publikasi ilmiah mengenai asuhan Seksio sebagai proses melahirkan janin melalui insisi pada dinding perut dan insisi pada dinding uterus ibu. Seksio sesarea bertujuan untuk mengatasi komplikasi pada ibu ataupun janin yang tidak dapat dilahirkan secara pervaginam ataupun menghindari dampak yang lebih buruk pada itu ataupun janin jika kehamilan tersebut dilanjutkan atau dipertahankan (Nasriani, 2. Seksio sesarea merupakan salah satu tindakan obstetri yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan janin ketika persalinan pervaginam tidak memungkinkan atau berisiko tinggi. Dalam satu dekade terakhir, angka menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data WHO, angka seksio sesarea idealnya berada pada kisaran 10Ae 15%, namun pada praktiknya angka tersebut terus meningkat akibat berbagai faktor seperti perubahan indikasi klinis. Indonesia. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) juga melaporkan tren peningkatan terhadap kualitas asuhan postpartum pada kelompok ibu ini (Jatmiko & Wahyuni, 2019. Rahmawati et al, 2. Masa postpartum pada ibu post seksio caesarea memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dibandingkan dengan postpartum normal. Proses pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang karena adanya luka operasi, nyeri insisi, peningkatan risiko infeksi, keterbatasan mobilisasi dini, serta gangguan proses involusi uterus. Selain FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Jasmiati, et al. Hubungan pengetahuan ibu dengan A. kebidanan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan mutu pelayanan, mendorong praktik klinis yang aman, serta menjadi acuan bagi bidan dalam memberikan pelayanan yang sesuai Dengan demikian, penelitian atau laporan naskah asuhan kebidanan postpartum pada ibu post seksio memberikan gambaran komprehensif mengenai kebutuhan ibu, intervensi yang diberikan, serta hasil asuhan yang berdampak terhadap peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan ibu setelah menjalani operasi. Dari hasil pemeriksaan ditemukan data objektif yaitu : keadaan umum baik, kesadaran : Composmentis, pemeriksaan TTV. Tekanan darah : 110/80 mmHg. Nadi : 80 x/m. Respirasi : 20 x/m, suhu : 36,5o C. Lochea rubra berwarna merah segar, ditemukan pada hari ke-3. Involusi uteri 2 jari di bawah pusat. Pemeriksaan fisik pada ibu Nifas dalam batas normal. Berdasarkan hasil pengkajian data subjektif dan objektif pada ibu nifas Ny. ditentukan dari hasil Analisa data yaitu Ny. S kunjungan post SC hari ke-3 dengan fisiologi. Penatalaksanaan yang diberikan adalah memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam keadaan normal serta pencapaian yang dilakukan adalah mengganti perban Post SC Ny. mengkaji luka jahitan, membersihkan serta menutup Kembali luka dengan perban yang baru, memberikan edukasi perawatan luka, gizi, tanda infeksi pada luka jahitan serta personal hygiene dan Kesimpulan dalam perawatan ibu dalam keadaan normal (Puspitasari et al. , 2011. Saputra, 2. Edukasi kepada ibu tentang gizi yang dapat membantu penyembuhan luka jahitan post SC. Pasien setelah operasi membutuhkan perawatan gizi penyembuhan luka, pemulihan, dan mencukupi kebutuhan gizi. Perawatan memberikan diet tinggi kalori dan tinggi (TKTP) kebutuhan energi dan protein yang mengurangi kerusakan jaringan tubuh, menurunkan kadar sel darah putih, meningkatkan kadar albumin, serta membuat berat badan berada pada rentang normal (Nisak, 2024. Putri. Edukasi kepada ibu tentang persona hygiene seperti Ganti pembalut 3 kali sehari jika basah maka lap dengan METODE Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi . ase menggambarkan secara komprehensif postpartum pada ibu post seksio Pendekatan ini dipilih untuk kebutuhan asuhan, intervensi kebidanan yang diberikan, serta hasil asuhan yang diperoleh selama periode postpartum awal hingga akhir masa pengamatan. Asuhan diberikan pada Ny. S usia 29 tahun dengan Post SC hari ke-3 sudah dilakukan pada hari Senin. Tanggal 10 Oktober 2025 di RSUD Datu Beru. Ruang Rawat Kebidanan. Takengon. Kecamatan Kebayakan. Kabupaten Aceh Tengah pada pukul 09. 00 WIB s/d selesai HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan dari Hasil pengkajian data subjektif, ibu mengatakan sedikit nyeri dibagian luka post operasi SC dan selain itu ibu tidak ada keluhan apapun dan ibu mengatakan sangat senang dengan kelahiran bayinya. ASI ibu yang keluar FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Jasmiati, et al. Hubungan pengetahuan ibu dengan A. memperhatikan balutan luka, pastikan balutan luka tetap kering dan segera Ganti apabila perban lembab (Dewi et al. Hayati, 2020. Laksmi et al. , 2. Edukasi mobilisasi dini pada ibu juga diberikan mengingat pentingnya mobilisasi agar mempercepat pemulihan luka. Hal yang bisa terjadi post operasi mengakibatkan rasa sakit yang membuat pasien takut untuk mobilisasi sehingga menggangu pergerakan pasien, sehingga Luka yaitu suatu kondisi dimana jaringan tubuh. Mobilisasi dini pasca dilakukan sesegera mungkin. Pergerakan tubuh post operasi menjadi keharusan dalam mengurangi hari rawat dan penyembuhan luka. Akan tetapi, pada kenyataannya masih ada pasien yang merasa takut untuk mengerakan tubuh post operasi. Mobilisasi dini terbukti mempercepat pemulihan fungsi fisiologis, mengurangi risiko tromboemboli, dan meningkatkan kerja gastrointestinal. Pada kasus ini, ibu yang dimobilisasi hari pertama perbaikan cepat pada hari kedua dan mampu berjalan mandiri pada hari Hal rekomendasi WHO postpartum care yang menyarankan mobilisasi 6Ae12 jam pasca (Ditya et al. , 2016. Marieta & Dikson, 2023. Windarti & Zuwariah. Edukasi kepada ibu tentang tanda infeksi pada luka jahitan. Tanda-tanda adanya infeksi pada luka post operasi mengeluarkan pus, rasa nyeri, edema sekitar luka jahian, serta adanya peningkatan suhu tubuh pasien post operasi (Kusumaningrum & Kartikasari. Marieta Dikson. Puspitasari et al. , 2. FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 KESIMPULAN DAN SARAN Asuhan kebidanan postpartum pada ibu post seksio caesarea dalam studi kasus ini menunjukkan bahwa pendekatan asuhan yang komprehensif, terstruktur, meningkatkan proses pemulihan ibu secara signifikan. Pengkajian yang lengkap dan tepat waktu memungkinkan identifikasi dini terhadap masalah aktual maupun potensial yang mungkin timbul pada periode postpartum. Masalah utama seperti nyeri luka operasi, ketidaknyamanan dalam menyusui, serta risiko infeksi dapat ditangani secara efektif melalui intervensi kebidanan yang Pelaksanaan asuhan berdasarkan langkah-langkah tindakan yang spesifik, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan ibu. Hasil asuhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi ibu secara bertahap: nyeri berkurang, mobilisasi meningkat, berlangsung normal, dan luka operasi menunjukkan penyembuhan yang baik tanpa komplikasi. Selain itu, edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri ibu dalam melakukan perawatan diri serta merawat bayi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan postpartum yang terstandar dan berbasis bukti sangat penting bagi ibu post seksio caesarea untuk mencegah komplikasi, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Jasmiati, et al. Bidan diharapkan melakukan memudahkan identifikasi masalah dan evaluasi asuhan. Penting bagi bidan untuk memberikan konseling yang mobilisasi dini, personal hygiene, serta tanda bahaya postpartum. Bidan perlu meningkatkan pemberdayaan ibu dan mendukung keberhasilan laktasi dan perawatan mandiri setelah pulang. DAFTAR PUSTAKA