JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 4 No. Received 24 Oct 2023, revision 17th Nov 2023, accepted 24th Dec 2023, published 31st Dec 2023 Kombinasi Analisis SWOT. Pestel, dan Mckinsey 7s untuk Menganalisis Lingkungan Bisnis Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Blitar Adiguna Sasama Wahyu Utama1. Hindra Kurniawan2. Rani A. Normawati 3 1,2, 3 Operasionalisasi Perkantoran Digital. Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar e-mail : adigunautama@akb. hindrajq@akb. id2, raniarifah@akb. Penulis Korespondensi. Adiguna Sasama Wahyu Utama. Operasionalisasi Perkantoran Digital. Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar e-mail: adigunautama@akb. A B S T R A K Objektif. Wilayah Blitar merupakan wilayah dengan potensi ekonomi yang bagus namun potensi tersebut belum dapat dioptimalkan dengan baik. Oleh karena itu sebagai Perguruan Tinggi Negeri Vokasi di Blitar. Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar membentuk Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar. Untuk mencapai tujuan dari inkubator bisnis dan merespon segala dinamika yang ada di lingkungan internal maupun eksternal organisasi maka perlu dilakukan penyusunan strategi yang dilakukan melalui analisis SWOT. McKinsey7S, dan PESTEL. Material and Metode. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang relevan dengan inkubator bisnis. Faktor internal diidentifikasi dengan menggunakan kerangka kerja McKinsey 7S dan dirangkum ke dalam IFAS sementara faktor eksternal diidentifikasi dengan menggunakan analisis PESTEL dan dirangkum ke dalam EFAS. Hasil dari IFAS dan EFAS dikombinasikan menjadi SFAS yang dapat digunakan dalam perumusan strategi Hasil. Berdasarkan analisis didapatkan bahwa faktor internal yang paling memberikan dampak adalah kompetensi yang dimiliki oleh staf, sementara faktor eksternal yang paling memberikan dampak adalah sarana dan fasilitas yang diberikan oleh AKB selaku organisasi induk. Kesimpulan. Pendekatan holistik yang menggabungkan analisis SWOT, kerangka kerja McKinsey 7S, dan analisis PESTEL dapat membantu inkubator bisnis untuk lebih spesifik dalam menganalisis kondisi lingkungan Ketiga metode ini memberikan wawasan mendalam tentang faktor internal dan eksternal yang relevan dengan inkubator bisnis, sehingga membantu dalam mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategisnya. Kata kunci : Strategi. Inkubator Bisnis. Analisis SWOT. Model McKinsey 7S. Analisis PESTEL A B S T R A C T Objective. Blitar is a region with good economic potential, but this potential has not been fully optimized. Therefore, as a State Community College in Blitar. Putra Sang Fajar State Community College established the Putra Sang Fajar Business Incubator. To achieve the goals of the business incubator and respond to all the dynamics in the internal and external environment of the organization, it is necessary to develop a strategy through SWOT analysis. McKinsey7S, and PESTEL analysis. Materials and Methods. SWOT analysis is used to identify internal and external factors that are relevant to a business incubator. Internal factors are identified using the McKinsey 7S framework and summarized into IFAS, while external factors are identified using PESTEL analysis and summarized into EFAS. The results of IFAS and EFAS are combined into SFAS, which can be used in strategy formulation. Results. Based on the analysis, we conclude that the most impactful internal factor is the competencies of the staff, while the most impactful factor is the support from AKB as upper organization. Conclusion. A holistic approach that combines SWOT analysis, the McKinsey 7S framework, and PESTEL analysis can help business incubators to be more specific in analyzing its business environment. The combination of these three methods provides deep insights into the internal and external factors relevant to the business incubator and helps to identify the steps needed to achieve its strategic goals. Keywords : Strategy. Business Incubator. SWOT Analysis. McKinsey 7S Model. PESTEL Analysis 200 | Doi : 10. 46510/jami. 157 | ISSN 2722-4406 . /2722-4414. | https://journal. 201 | 10. 46510/jami. PENDAHULUAN Wilayah Blitar merupakan wilayah dengan berbagai potensi ekonomi. Sebagai penghasil komoditas telur terbesar di Jawa Timur dan juga salah satu yang terbesar di Indonesia, wilayah Blitar juga merupakan penghasil komoditas ikan koi yang sudah menembus pasar internasional. Blitar juga memiliki kemudahan akses dan fasilitas transportasi yang menghubungkan wilayah tersebut dengan hampir seluruh kota besar di Pulau Jawa. Dengan kondisi demikian maka Blitar memiliki potensi untuk menjadi salah satu wilayah sentra ekonomi di Propinsi Jawa Timur. Namun realita yang ada menunjukkan bahwa wilayah Blitar masih dianggap sebagai kota untuk pensiunan. Sebagian besar aktivitas usaha dan bisnis di kota Blitar masih dijalankan secara tradisional dan belum terlalu banyak bersentuhan dengan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan yang ada. Oleh karena itu sebagai Perguruan Tinggi Negeri Vokasi di Blitar. Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar membentuk Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar. Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Blitar dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar Nomor 1278 Tahun 2022 Tentang Pengangkatan Pengelola Inkubator Bisnis Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar. Inkubator bisnis melakukan kegiatan inkubasi bisnis, yaitu program atau fasilitas yang dibangun untuk tujuan mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan rintisan . tart-u. maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Caranya dengan memberikan layanan dan dukungan berupa pembinaan, koneksi jaringan, ruang fisik atau fasilitas untuk berkegiatan, hingga modal usaha dan Di berbagai wilayah di dunia, inkubator bisnis adalah mekanisme kunci untuk membuat kewirausahaan, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi lebih berkelanjutan di masyarakat (Lin-Lian et al. , 2. Dengan adanya Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar diharapkan mampu memfasilitasi generasi muda di Blitar Raya untuk dapat mengembangkan bisnis sendiri, mengoptimalkan potensi daerahnya, dan pada akhirnya akan mengembangkan perekonomian di wilayah Blitar Raya. Meskipun demikian inkubator bisnis yang berada di lingkungan perguruan tinggi merupakan suatu mata rantai dalam suatu sistem yang kompleks. Dengan demikian keberhasilannya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti situasi makroekonomi, sistem hukum di mana inkubator tersebut menjalankan aktivitasnya, dan budaya kewirausahaan, tetapi juga faktor internal seperti teknisilmiah, kemampuan staf akademik perguruan tinggi, aktivitas tim, akses terhadap sumber keuangan dan program (Doga-Myrzac, 2. Untuk mencapai tujuan dari inkubator bisnis dan merespon segala dinamika yang ada di lingkungan internal maupun eksternal organisasi maka perlu dilakukan penyusunan strategi. Penyusunan strategi merupakan hal yang sangat vital dalam pencapaian visi dan misi sebuah organisasi. Dengan merumuskan dan menyusun strategi maka sebuah organisasi akan dapat merencanakan langkah Ae langkah yang diperlukan untuk mewujudkan visi dan misi serta memenangkan kompetisi. Ada beberapa alasan mengapa penyusunan strategi diperlukan bagi keberhasilan sebuah organisasi, diantaranya adalah strategi bisnis yang berkualitas baik dapat mempengaruhi pasar organisasi dan menciptakan keunggulan kompetitif, yang mengarah pada pengembangan komersial berkelanjutan dan kelangsungan organisasi (Abdulwase et al. , 2. Tanpa strategi sebuah organisasi bisa jadi hanya 202 | 10. 46510/jami. akan beroperasi dalam mode reaktif, bergerak mengatasi masalah yang muncul tanpa pandangan untuk jangka panjang sehingga keberlanjutan dan kelangsungan organisasi tidak akan berjalan semestinya dalam jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan tanpa adanya strategi yang jelas organisasi akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan bertahan di tengah perubahan yang cepat. Strategi bisnis jiga memainkan peranan penting dalam efisiensi dan perilaku organisasi (Lin et al. , 2. Dengan strategi yang jelas maka organisasi akan dapat mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dengan tepat sehingga organisasi tidak perlu mengeluarkan usaha berlebih untuk mencapai tujuannya. Lebih lanjut, strategi bisnis seperti strategi keunggulan biaya dan strategi diferensiasi, secara signifikan memoderasi budaya, perencanaan, kompensasi bagi anggota, kontrol administratif, dan kinerja bisnis (Rehman et al. , 2. yang pada akhirnya akan membantu organisasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang membedakan organisasi dari pesaingnya. Analisis SWOT merupakan salah satu management tools yang banyak digunakan dalam perumusan strategi. Dalam analisis SWOT kita akan melakukan evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki serta dihadapi oleh organisasi (Parameswari et al. , 2. Analisis SWOT banyak digunakan karena berbagai alasan, diantaranya adalah analisis SWOT merupakan instrumen bisnis yang efektif dan cara untuk mengoptimalkan aktivitas organisasi (Ivanenko, 2. , membantu menciptakan solusi optimal, serta menunjukkan area baru yang memerlukan analisis dan penelitian untuk pengembangan lebih lanjut (Paulikovy et , 2. Model SWOT yang mengintegrasikan keberlanjutan sebagai pilar dan menempatkan nilai-nilai dan dampak sebagai pusat perumusan strategis, tidak hanya penting bagi perusahaan untuk beradaptasi dan bertindak secara berkelanjutan, namun juga merupakan alat penting untuk inovasi yang terbuka (Pereira et al. , 2. Analisis SWOT, bila diterapkan dengan benar, tetap menjadi kerangka kerja menyeluruh yang bermanfaat, yang antara lain membantu menjembatani perdebatan pedagogi Auteori versus praktikAy tentang cara terbaik mengajarkan perumusan strategi (Lohrke et al. , 2. Dalam penerapannya Analisis SWOT sebagai management tools dapat digabungkan dengan berbagai management tools lainnya. Contoh management tools yang dapat digunakan bersamaan dengan analisis SWOT adalah analisis PEST atau PESTEL. PEST atau PESTEL adalah singkatan dari Politik. Ekonomi. Sosial. Teknologi. Ekosistem, dan Legal. Analisis PEST dan PESTEL dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi serta ekosistem dan legal yang signifikan yang berdampak pada transformasi organisasi dan membantu untuk mengidentifikasi langkah-langkah spesifik untuk setiap kelompok faktor guna meningkatkan proses yang dapat digunakan untuk mengembangkan program dan rencana bagi organisasi (Kurakova, 2. maupun jika suatu organisasi memasuki arena pasar yang baru atau ingin berganti pasar (Sukiennik & Kowal, 2. Analisis PESTEL dan analisis SWOT dapat diintegrasikan untuk mengungkap akar keberhasilan dan kegagalan proyek-proyek di masa lalu atau yang sedang berlangsung, dan lebih jauh lagi, analisis ini memberikan wawasan berharga tentang peluang dan tantangan yang disebabkan oleh isu-isu terkini (Yang et al. , 2. Dalam 203 | 10. 46510/jami. penerapannya pengintegrasian analisis PESTEL ke dalam analisis SWOT dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kesempatan ( opportunit. dan ancaman . yang berasal dari lingkungan eksternal organisasi. Management tools lain yang dapat diintegrasikan dalam analisis SWOT adalah model McKinsey 7S. Model McKinsey 7S adalah sebuah model diagnostik yang menilai kemampuan organisasi dari 7S yang ada dalam organisasi, yaitu shared values . ilai bersam. , staff . , strategi, struktur, sistem, style . , dan skills . Dilihat dari sudut pandang personel dan administrasi menemukan bahwa elemen nilai-nilai bersama paling signifikan mempengaruhi kemampuan ini, diikuti oleh staf, strategi, struktur, sistem, gaya, dan keterampilan (Park et al. , 2. MATERIAL DAN METODE Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal . ekuatan dan kelemaha. dan eksternal . eluang dan ancama. yang relevan dengan Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Blitar. Metode ini membantu dalam pemahaman mendalam tentang posisi saat ini dan prospek masa depan dari inkubator bisnis. Kerangka kerja McKinsey 7S digunakan untuk mengevaluasi elemen Ae elemen internal yang berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi. Tujuh elemen yang dinilai dalam kerangka kerja ini meliputi: Strategy . Structure . Systems . Shared Values . ilai bersam. Skills . Staff . , dan Style . aya bekerj. Elemen Ae elemen internal yang dihasilkan melalui analisis McKinsey7S akan dirangkum dalam sebuah framework yang disebut Internal Factor Analysis Summary (IFAS). Penggunaan IFAS bertujuan untuk memahami sejauh mana elemen-elemen internal ini saling terkait dan sejalan dengan tujuan inkubator bisnis. Analisis PESTEL digunakan untuk mengidentifikasi faktor Ae faktor eksternal yang dapat memengaruhi strategi inkubator bisnis. Faktor Ae faktor eksternal seperti politik, ekonomi, sosial, teknologi, ekologi/ekosistem, dan legal dirangkum dalam sebuah framework yang disebut External Factor Analysis Summary (EFAS). Penggunaan EFAS bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi tren dan perubahan yang akan mempengaruhi peluang yang dapat dimanfaatkan serta ancaman yang perlu HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian, kami menggabungkan ketiga metode analisis di atas untuk merumuskan rekomendasi strategi yang komprehensif. Penggabungan ketiga metode analisis di atas dirasakan mampu membuat diskusi dan analisis untuk perumusan strategi menjadi lebih fokus dan terarah. Diskusi dan analisis yang dilakukan mencakup identifikasi prioritas kebijakan, perubahan internal yang diperlukan, dan peluang strategis yang dapat digarap oleh Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Blitar. Langkah pertama dalam perumusan strategi adalah dengan melakukan analisis faktor internal organisasi. Faktor internal yang dimaksud di sini adalah segala faktor yang berasal dari dalam organisasi sehingga organisasi memiliki kuasa untuk mengendalikan faktor Ae faktor tersebut. Untuk memudahkan dan memastikan agar faktor Ae faktor yang dibahas tetap relevan dengan kondisi organisasi maka kami 204 | 10. 46510/jami. menggunakan kerangka kerja McKinsey 7S seperti yang terlihat pada gambar berikut Gambar 1. Kerangka Kerja McKinsey 7S Semua faktor Ae faktor internal yang termasuk dalam kerangka kerja McKinsey 7S kami diskusikan dengan pengurus organisasi kemudian dikelompokkan dan dirangkum ke dalam Internal Factors Analysis Summary (IFAS). Pengelompokkan faktor Ae faktor internal tersebut dilakukan agar analisis dapat dilakukan secara lebih mudah dan sederhana. Hasil dari pengelompokkan dan analisisnya dapat dilihat pada tabel IFAS di bawah ini: Tabel 1. Internal Factors Analysis Summary (IFAS) Internal Factors Analysis Summary (IFAS) Skor Bobot Skor Tertimbang Kekuatan Struktur Organisasi Sederhana Latar belakang dan jenjang pendidikan staff 0,15 0,75 Misi dan Motivasi Mengembangkan Kewirausahaan 0,15 Gaya kepemimpinan fleksibel Kelemahan 0,05 0,15 Pengalaman mengelola inkubator bisnis 0,15 Sistem dan prosedur masih belum sempurna Strategi belum jelas Gaya kepemimpinan kurang baik dalam monitoring 0,05 Shared values belum terlalu tertanam Jejaring dengan AIBI 0,05 Total Berdasarkan hasil analisis pada tabel dilihat bahwa faktor internal terbesar untuk hal kekuatan adalah latar belakang dan jenjang pendidikan yang dimiliki oleh staff inkubator bisnis, sementara untuk kelemahan adalah kurangnya pengalaman yang dimiliki oleh staf pengurus dalam mengelola inkubator bisnis. Sementara itu gaya kepemimpinan dan jejaring dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia dianggap belum relevan dengan kondisi saat ini. 205 | 10. 46510/jami. Langkah berikutnya setelah faktor Ae faktor internal diidentifikasi adalah dengan melakukan analisis faktor Ae faktor yang berasal dari eksternal organisasi. Faktor eksternal yang dimaksud di sini adalah segala faktor yang berasal dari luar organisasi dan biasanya organisasi tidak memiliki kuasa untuk mengendalikan faktor Ae faktor Meskipun demikian organisasi harus bisa beradaptasi dan merespon faktor Ae faktor tersebut. Untuk memudahkan dan memastikan agar faktor Ae faktor yang dibahas tetap relevan dengan kondisi organisasi maka kami menggunakan analisis PESTEL seperti yang terlihat pada gambar berikut ini: Gambar 2 Komponen Analisis Pestel Sumber: https://paydia. id/analisis-pestel-untuk-strategi-bisnis/ Semua faktor Ae faktor eksternal yang termasuk dalam analisis PESTEL kami diskusikan dengan pengurus organisasi kemudian dikelompokkan dan dirangkum ke dalam External Factors Analysis Summary (EFAS). Seperti halnya pada IFAS, pengelompokkan faktor Ae faktor eksternal tersebut dilakukan agar analisis dapat dilakukan secara lebih mudah dan sederhana. Hasil dari pengelompokkan dan analisisnya dapat dilihat pada tabel EFAS di bawah ini: Tabel 2. External Factors Analysis Summary (EFAS) Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS) Skor Bobot Skor Tertimbang Kesempatan Kebijakan Prodi dan Institusi AKB Sarana dan Fasilitas AKB 0,15 0,75 Kemajuan Teknologi dan AI 0,05 Semangat Mahasiswa Baru Kemudahan legalitas untuk tenant Ancaman 0,05 Kurangnya pendanaan Kualitas input tenant Ekonomi dan SDM Masyarakat Budaya negatif dari lingkungan 0,05 0,15 Total Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas dapat dilihat bahwa faktor eksternal terbesar untuk hal kesempatan adalah sarana dan fasilitas yang diberikan oleh AKN Putra Sang Fajar Blitar sebagai organisasi induk. Sementara untuk ancaman adalah 206 | 10. 46510/jami. kurangnya kualitas input tenant yang berakibat pada susahnya mendapatkan tenant yang sesuai serta terhambatnya operasional organisasi. Sementara itu kemajuan teknologi, kemudahan legalitas, serta budaya negatif dari lingkungan dianggap masih dapat diatasi dengan kondisi saat ini. KESIMPULAN Pendekatan holistik yang menggabungkan analisis SWOT, kerangka kerja McKinsey 7S, dan analisis PESTEL membantu Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Blitar untuk mengembangkan strategi yang kuat dan berkelanjutan. Penggabungan ketiga metode ini memberikan wawasan mendalam tentang faktor internal dan eksternal yang relevan dengan inkubator bisnis dan membantu dalam mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategisnya. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi implementasi strategi yang diusulkan dan mengukur dampaknya terhadap perkembangan bisnis di Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Blitar. Selain itu, analisis yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor eksternal yang telah diidentifikasi dalam analisis PESTEL dapat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan dalam konteks yang lebih spesifik. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada para responden dan civitas academica Program Studi Operasionalisasi Perkantoran Digital Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar untuk diskusi, saran, serta ide Ae ide yang kosntruktif. Semoga hasil penelitian ini bukan sekedar terbit di jurnal ilmiah tetapi yang lebih penting adalah dapat diimplementasikan oleh pelaku usaha. DAFTAR PUSTAKA