Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Partisipasi Pokdarwis Dalam Pengembangan Wisata Halal Di Desa Sesaot Noni Antika Khairunnisah Magister Manajeman Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram Noniantika526@gmail. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana bentuk partisipasi Pokdarwis, pendukung dan penghambat peran pokdarwis di desa sesaot kecamatan narmada dalam mengembangkan pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang membahas tentang partisipasi kelompok sadar wisata dalam pengembangan pariwisata halal didesa sesaot kecamatan narmada kabupaten lombok barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi Pokdarwis didesa sesaot sangat besar. Mulai dari inisiatif pembentukan Pokdarwis, manajerial destinasi, pemberdayaan maupun partisipasi masyarakat. Adapun 2 faktor pendukung dan penghambat diantaranya: a. dari factor penghambat yaitu Lemahnya pemahaman dan pengetahuan anggota Pokdarwis mengenai pariwisata serta kurangnya dana membuat anggotanya belum maksimal dalam berpartisipasi. factor pendukung, adapun faktor dukungan dan motivasi dari luar seperti sumber daya alam, dukungan dan peran pemerintah, keterlibatan organisasi seperti sustainable tourism observatory (STO), turut menjadi penggerak dan pendukung anggota pokdarwis untuk terus berpacu mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata di desa sesaot. Sehingga wisata Sesaot saat ini sudah sampai pada tahap pemanfaatan hasil. Keywords: Partisipasi. Pokdarwis. Pengembangan Pariwisata. Desa Sesaot PENDAHULUAN Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Salah satu kunci keberhasilan dari kegiatan pariwisata adalah potensi yang dimiliki dari objek wisata tersebut sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung, baik wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. Salah satu potensi wisata yang menjadi daya tarik sebagai destinasi yang diminati wisatawan adalah wisata alam (Putri. Sesaot merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Hutan lindung Sesaot adalah wisata hutan yang terdapat Desa Sesaot, sekitar 5 km sebelah Utara Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Kondisi hutan yang sangat alami dengan sumber mata air yang berasal dari Gunung Rinjani ini membuat hutan lindung Sesaot layak untuk sarana melepas lelah. Berada di desa yang mayoritas penduduknya Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan berasa dari Suku Sasak akan dimanjakan dengan udara sejuk dan nuansa khas alam. Desa wisata merupakan bentuk alternative pariwisata yang mampu menyumbang perubahan-perubahan positif terhadap sumber daya sosial, ekonomi dan budaya di daerah perdesan. Bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. yang merupakan lembaga sosial bottom up yang terbentuk atas inisiatif warga pemerhati daerah Potensi alam dan sosial budaya yang unik dan menarik membawa daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pengembangan desa wisata merupakan bagian dari penyelenggaraan pariwisata yang terkait langsung dengan jasa pelayanan yang membutuhkan kerjasama dengan berbagai komponen penyelenggaraan Pariwisata yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pokdarwis berperan sebagai motivator, penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata atau lokasi tersebut dari daya tarik wisata sehingga dapat menjalankan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index peran sebagai tuan rumah yang baik bagi berkembangnya kepariwisataan yang ada di daerah tersebut, serta memiliki kesadaran akan peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk Proses pembentukan Pokdarwis terdapat 2 . pendekatan yautu inisiatif dari masyarakat lokal dan inisiatif dari instansi terkait dibidang kepariwisataan. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Kelompok Sadar Wisata Yatmaja, 2019 dalam buku pedoman kelompok sadar wisata . 2: . dijelaskan kelembagaan ditingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan aktif sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya sapta pesona dalam meningkatkan pembangungan daerah melalui kepariwisataan dan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Tujuan Pembentukan pokdarwis Yatmaja, 2019 dalam buku pedoman kelompok sadar wisata . 2: . tujuan dari pembentukan pokdarwis adalah: Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan. Serta dapat bersinergi dan bermitra dengan stakeholder yang terkait dalam peningkatan kualitas perkembangan kepariwisataan didaerah. Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai sapta pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan didaerah dan manfaatannya kesejahteraan masyarakat. Memperkenalkan, memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada dimasing-masing daerah. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Dari tujuan pembentukan pokdarwis diatas, dapat diartikan bahwa terdapat dua unsur pemberdayaan masyarakat dan pengembangan Peningkatan peran dan posisi masyarakat sebagai subjek hingga penumbuhan sikap masyarakat sebagai tuan rumah mengidikasikan bahwa perlunya dilakukan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat seperti yang disebutkan diatas tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi bagaimana masyarakat dapat memiliki kepercayaan dan harga diri serta nilainilai sosial budyaa yang dapat ditempatkan secara seimbang dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan yang tidak menciptakan ketergantungan sehingga terbentuk kemampuan dan kemandirian masyarakat. Kemudian perlunya pembangunan pariwisata berkelanjutan didasari oleh memperkenalkan, melestarikan, dan memanfaatkan potensi yang ada didaerah sehingga dapat memperhatikan keseluruhan dampak yang ditimbulkan dari adanya pembangunan dan pengembangan kepariwisataan mulai dari factor ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Tugas Pokok dan Fungsi Pokdarwis Berdasarkan buku pedoman kelompok sadar wisata . 2: . dalam kegiatan kepariwisataan adalah: Sebagai penggerak sadar wisata dan sapta pesona dilingkungan wilayah di destinasi . Sebagai mitra pemerintah dan pemerintah daerah . abupaten/kot. dalam upaya perwujudan pengembangan sadar wisata Bentuk Pembinaan Pokdarwis Menurut Buku pedoman kelompok sadar wisata . bahwa bentuk pembinaan pokdarwis dapat dipilahkan menjadi 2 . model pembinaan, yaitu pembinaan langsung dan pembinaan tak langsung. Pembinaan secara langsung Pembinaan yang dilakukan dalam bentuk interaksi dan tatap muka langsung antara unsur Pembina dengan pokdarwis sebagai Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index pihak yang dibina. Bentuk pembinaan langsung dapat dilakukan melalui temu wisaca, jambore dan lain-lain. Pembinaan secara tak langsung Pembinaan yang dilakukan oleh unsur pembinaan melalui pemanfaatan media massa . aik media cetak maupun elektroni. maupun media publikasi lainnya. Keanggotaan Berdasarkan buku panduan kelompk sadar wisata . Syarat-syarat umum keanggotaan pokdarwis adalah sebagai berikut: Bersifat sukarela . Memiliki dedikasi dan komitmen dalam pengembangan kepariwisataan . Msayarakat yang bertempat tinggal disekitar lokasi daya tarik wisata dan memilki kepedulian terhadap periwisata . Mempunyai mata pecaharian atau pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan barang atau jasa bagi kebutuhan wisatawan, baik langsung maupun tak langsung. Jumlah anggota setia pokdarwis, minimal 15 Pokdarwis dengan jumlah anggota yang rerlatif kecil dapat dilengkapi dengan hanya dua seksi atau tanpa seksi-seksi dan tanpa anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART). Jabaran unsur dari masing-masing pengurus pokdarwis tersebut diatas, dapat dilihat dibawah . Pembina Unsur Pembina, dapat dibagi dalam 2 . tingkat yaitu Pembina langsung dan Pembina tak langsung . Unsur-pembina langsung pokdarwis adalah Pembina ditingkat lokal/daerah yaitu: pemerintah daerah cq. Dinas kabupaten/kota . Unsur Pembina tak langsung adalah . aitu kementrian pariwisata dan ekonomi Direktoral pengembangan destinasi pariwisata, direktorat pemberdayaan masyaraka. dan/atau provinsi . inas di tingkat Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 i. Penasehat Penasehat dapat dipilih dan ditunjuk dari tokoh masyarakat setempat yang pandang mampu dan dapat menjadi teladan. Pimpinan Unsur pimpinan tediri dari ketua, wakil Unsur pimpinan pokdarwis diutamakan seorang yang memiliki kesadaran untuk memajukan dan mengembangkan pariwisata di daerahnya, membina masyarakat sadar wisata dan turut melaksanakan sapta pesona dalam kehidupan sehari-hari. Pemimpin dipilih berasal dari anggota itu sendiri atau yang ditunjuk oleh anggota. Sekretariat Setiap pokdarwis memiliki ruang secretariat yang berfungsi sebagai kesekretariatan dan tempat pertemuan para anggota. Sekretariat pokdarwis mencatat/mendokumentasikan setiap kegiatan organisasinya. Anggota Terdiri drai anggota masyarakat yang berada/tinggal disekitar lokasi daya tarik wisata yang dengan sukarela menyatakan diri sebagai anggota. Seksi-Seksi Masing-masing memiliki pokdarwis terdiri dari seorang penanggungjawab/koordinator dengan dibantu oleh beberapa anggota pokdarwis lainnya. Keamanan dan ketertiban Kebersihan dan keindahan Daya tarik wisata dan kenangan Hubungan pengembangan sumber daya manusia Pengembangan usaha Kegiatan pokdarwis Menurut buku pedoman kelompok sadar wisata . 2: 27-. Di lihat dari kegiatan pokdarwis meliputi: Mengembangkan kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan para anggota pokdarwis dalam bidang kepariwisataan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Mengembangkan dan kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para anggota dalam mengelola bidang usaha pariwisata dan usaha terkait lainnya Mengembangkan kegiatan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar menajdi tuan rumah yang kepariwisataan didaerahnya Mngembangkan dan melaksanakan kegiatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan daya tarik pariwisata setempat melalui upaya-upaya perwujudan sapta pesona Mengumpulkan, mengolah dan memberikan pelayanan informasi kepariwisatan kepada wisatawan dan masyarakat setempat. Dasar Hukum Pokdarwis (Buku Pedoman Kelompok Sadar Wisata, 2012: . beberapa dasar hukum yang menjadi paling dalam penyusunan pedoman kelompok sadar wisata ini adalah sebagai Undang-undang Nomor 10 tahin 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaga Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 11, tambahan Lembaran Negara Nomor 4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang kebijakan pembangunan kebudayaan dan pariwisata Peraturan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata Nomor PM. 07/HK. 001/MKP2007 tentang kedua atas perarturan menteri kebudayaan dan pariwisata nomor PM. 17/HK. 001/MkP-2005 tentang organisasi dan tata kerja departemen kebudayaan dan Peraturan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata NO. PM. 04/UM. 001/MKP/80 tentang sadar wisata Peraturan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata NO. PM. 17/PR. 001/MKP/2010 tentang rencana strategis Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata tahun 2010-2014. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian kualitatif deskriptif ini peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada obyek tertentu secara jelas dan Penelitian ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2. Tahap-Tahap Penelitian Tahapan-tahapan Penelitian dilakukan dengan cara : Observasi Observasi menganalisis dan membuat catatan secara sistematis atau langsung di lapangan, peneliti mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang permasalahan yang diamati. Observasi yang dilakukan dengan cara melihat langsung bentuk partisipasi Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata halal di Desa Sesaot. Wawancara Wawancara pengumpulan data yang dilakukan dengan bertanya langsung kepada informan yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan. Wawancara mengumpulkan data secara menyeluruh atau mendalam dari beberapa pihak atau anggota Pokdarwis yang terlibat langsung di Desa Sesaot. Dokumentasi Dokumentasi merupakan pengumpulan data dengan menggunakan sumber-sumber dokumentasi baik berupa foto, atau dokumen yang berhubungan dengan pengembangan pariwisata halal di Desa Sesaot. Deskripsi Latar. Sumber Data. Epistemologi Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sesaot. Kecamatan Narmada. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat tahun 2018 berkaitan dengan partisipasi kelompok sadar wisata (Pokdarwi. dalam pengembangan pariwisata halal di Desa Sesaot. Jenis data di dalam penelitian ini adalah data kualitatif katakata, kalimat dan gambar atau foto yang diperoleh selama proses pengamatan di lapangan atau berbagai informasi dan keterangan yang diperoleh langsung dari sumbernya, seperti para pihak yang dijadikan informan penelitian. Data sekunder yang dilakukan dalam penelitian ini dengan berbagai teori dan informasi yang diperoleh tidak langsung dari sumbernya, yaitu dari Menurut Meleong . yaitu sumber data utama dalam penelitian ini adalah foto yang didapatkan selama proses penelitian dilakukan, foto-foto, buku, laporan penelitian, media informasi, dan media lainnya. Peneliti melakukan wawancara dengan membuat janji terlebih dulu dengan informan kepala desa Sesaot, ketua pokdarwis, dan anggota Pokdarwis mengenai waktu yang lebih tepat untuk memberikan informasi. Peneliti menginformasikan bahwa setiap pembicaraan akan didokumentasikan dalam bentuk foto Proses dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Observasi dalam penelitian ini melakukan pengamatan fenomena yang terjadi terkait dengan pengembangan pariwisata halal di Desa Sesaot. Wawancara yaitu tanya jawab secara pariwisata halal di Desa Sesaot. di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat yang berkaitan dengan penelitian. Dokumentasi yaitu pengumpulan data dari sumber-sumber jurnal dan buku. Alat Pengumpulan Data Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Alat pengumpulan data dalam rencana penelitian ini adalah: Alat perekam untu membantu peneliti mengingat detail dari wawancara Alat tulis, dan buku tulis digunakan untuk Kamera digunakan untuk mendapatkan foto untuk dokumentasi. Laptop dIgunakan sebagai bahan mencari pengembangan pariwisata halal di Desa Sesaot. Analisis dan Penafsiran Data Analisis data merupakan upaya mencari sistematis catatan hasil observasi, dokumentasi pemahaman penelitian tentang kasusyang diteliti dan menyajikan sebagai temuan orang lain (Neong, 1. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Deskriptif memberikanpredikat kepada variable yang diteliti sesuai dengan kondisi yangsebenarnya, yaitu dengan cara memaparkan informasiinformasiyang akurat yang diperoleh dari ketua pokdarwis, kepala desa Sesaot, dan masyarakat yang terlibat juga ikut merasakannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi dan Peran Pokdarwis Berdasarkan hasil wawancara dengan interviewer terpilih. Pokdarwis Desa Sesaot memiliki peran dan fungsi sebagai berikut: Penggagas Desa Wisata Berdasarkan keterangan dari ketua Pokdarwis yaitu Pak Jabot, penggagas berdirinya desa wisata sesaot adalah anggota pokdarwis Didorongnya Desa Sesaot menjadi desa wisata yaitu tahun 1996 namun wisatawan mulai berdatangan pada tahun 2004 dan mendapatkan izin menjadi desa wisata yaitu tahun 2008. Manajerial destinasi Peran dan fungsi Pokdarwis sebagai manajerial destinasi ini maksudnya yaitu Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index pelaksanaan, mengontrol, melaksanakan, mengembangkan destinasi, dan mengevaluasi semua kegiatan yang sudah terlaksana. Pemberdayaan Masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara, kesuksesan destinasi-destinasi yang dikembangkan sangat didukung oleh bagaimana support masyarakat sekitar terhadap destinasidestinasi tersebut. Oleh karena itu Pokdarwis Sesaot secara aktif melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan mengadakan workshop dan pelatihan-pelatihan yang mendukung destinasi-destinasi tersebut. Mensosialisasikan desa Berdasarkan keterangan dari responden terpilih, pokdarwis senantiasa aktif dalam mensosialisasikan konsep desa wisata kemasyarakat melalui peringatan hari-hari besar islam seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan IsraAo MiAoraj. Idul Fitri. Idul Adha, dan lain sebagainya. Mempertahankan kearifan lokal Desa Sesaot. Berdasarkan keterangan dari responden terpilih. Desa wisata sesaot sampai saat ini masih dikenal sebagai desa yang mampu mempertahankan dan melestarikan kearipan lokal masyarakatnya seperti adat istiadat dan awik-awiknya. Bentuk Partisipasi Pokdarwis Di Desa Sesaot Bentuk partisipasi Pokdarwis yang dimaksud adalah berbagai program atau kegiatan yang akan dilakukan untuk mewujudkan fungsi dan tujuan Pokdarwis. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggota Pokdarwis di Desa Sesaot adalah memberikan pelayanan informasi kepada wisatawan, memberikan masukan kepada aparat pemerintah, share knowledge ke anggotaanggota Pokdarwis untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan para anggota Pokdarwis mempromosikan dan mensuport kegiatankegiatan untuk mempertahankan kearifan lokal di Sesaot, mensosialisasikan dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik untuk mendukung kegiatan kepariwisataan, serta Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 memotivasi masyarakat untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan baik alam maupun budaya sehingga menjadi daya tarik pariwisata di Desa Sesaot. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Pokdarwis Di Sesaot Faktor Pendukung Faktor pendukung utama tebentuknya pokdarwis di desa Sesaot adalah sumber daya alam yang menjadi potensi wisata. Selanjutnya adalah ada dukungan dan peran pemerintah baik tingkat Kepala Desa maupun Pemerintahan Kabupaten yang memfasilitasi baik dari pelatihan pokdarwis, kegiatankegiatan untuk pengembangan pariwisata, dan pembentukan badan hukum seperti SK Pokdarwis. Serta organisasi seperti Sustainable Tourism Observatory (STO) turut menjadi penggerak dan pendukung anggota pokdarwis dari segi akademisi dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata di Desa Sesaot. Faktor Penghambat Faktor penghambat partisipasi Pokdarwis pengetahuan anggota Pokdarwis mengenai Faktor kedua adalah keterbatasan dana, sehingga menyebabkan anggota Pokdarwis Faktor ketiga yaitu kurangnya dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat . terhadapat pengembangan pariwisata Faktor terakhir adalah terhambat dengan aturan aturan kecamatan dan daerah sehingga jadi faktor penghambat tingkat kecepatan inovasi pokdarwis sesaot. SIMPULAN Bentuk partisipasi Pokdarwis yang dimaksud adalah berbagai program atau kegiatan yang akan dilakukan untuk mewujudkan fungsi dan tujuan Pokdarwis. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggota Pokdarwis di Desa Sesaot adalah memberikan pelayanan informasi kepada wisatawan, memberikan masukan kepada aparat pemerintah, share knowledge ke anggota372 Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index anggota Pokdarwis untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan para anggota Pokdarwis mempromosikan dan mensuport kegiatankegiatan untuk mempertahankan kearifan lokal di Sesaot, mensosialisasikan dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik untuk mendukung kegiatan kepariwisataan, serta memotivasi masyarakat untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan baik alam maupun budaya sehingga menjadi daya DAFTAR PUSTAKA