Jurnal AGRINIKA. September-2021. : 108-121 Komparasi Agribisnis Jamur Tiram (Pleurotus ostreatu. Media Tanam Limbah Sabut Kelapa dan Serbuk Gergaji Yadi Heryadi1. Ristina Siti Sundari2*. Rini Agustini3. Andang Hidayat3 Fakultas Pertanian. Universitas Siliwangi. Tasikmalaya. Indonesia Fakultas Pertanian. Universitas Perjuangan. Tasikmalaya. Indonesia Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya. Jl. Leuwidahu No. Tasikmalaya. Indonesia *Korespondensi: ristina. sitisundari@yahoo. Diterima 07 Maret 2021/ Direvisi 10 September 2021/ Disetujui 15 September 2021 ABSTRAK Agribisnis jamur tiram (Pleurotus ostreatu. semakin diminati oleh karena permintaan terus meningkat. Kandungan gizinya lengkap dengan protein yang tinggi. Bahkan bagi vegetarian menjadi pengganti protein hewani. Media pertumbuhan jamur tiram biasanya menggunakan limbah serbuk gergaji. Media limbah serbuk sabut kelapa merupakan inovasi baru. Penelitian ini ingin mengetahui biaya-biaya hingga kelayakan usaha agribisnis jamur tiram menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa dan yang biasa yaitu limbah serbuk gergaji Ternyata. Biaya total setahun menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa lebih hemat Rp750. 000 dibandingkan dengan media limbah serbuk Biaya per kilogramnya sedikit lebih mahal Rp99. 21 tetapi hasil panen lebih rendah dari limbah serbuk gergaji. Jamur tiram media limbah serbuk sabut kelapa memberikan keuntungan 133. 29% dan media limbah serbuk gergaji 140. Jamur tiram media limbah serbuk gergaji memberikan keuntungan bersih/bulan rata-rata Rp2,739,694. 50, sedangkan media limbah serbuk sabut kelapa rata-rata Rp2,511,769. Kedua media untuk jamur tiram sangat layak diusahakan dengan R/C 33 dan 2. Pengusaha bisa mempertimbangkan media limbah serbuk sabut kelapa atau limbah serbuk gergaji tergantung ketersediaan di sekitar lokasi dengan informasi harga limbah sabut kelapa lebih murah daripada limbah serbuk gergaji. Kata kunci : Jamur tiram. Kelayakan. Limbah. Sabut kelapa. Serbuk gergaji ABSTRACT The agribusiness of oyster mushrooms (Pleurotus ostreatu. is getting interested due to an increase in demand. It has almost complete nutrients, high protein content that can substitute animal protein for vegetarians. The growth medium for oyster mushrooms commonly uses sawdust. The cocopeat waste medium is an innovation. The research descriptively compares production cost, yield, revenue, income, and feasibility throughout both mediums. Findings that the total cost of sawdust medium was higher 750,000IDR than cocopeat waste. In terms of income, sawdust medium earned 140. 72%, while cocopeat waste earned 133. The feasibility of sawdust waste was 2. 41 while cocopeat waste was 2. 33 as well. Otherwise, the cocopeat waste medium was higher 21IDR than sawdust waste in cost/kg yield. Net income using cocopeat waste medium was 2,739,694. 50IDR, and cocopeat waste was 2,511,769. 50IDR on average. Both cocopeat waste and sawdust waste medium are very feasible to be an agribusiness. The consideration is that the availability surrounds the production site, and cocopeat waste is cheaper than sawdust waste. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A Keywords: Cocopeat. Feasibility. Oyster mushroom. Sawdust. Waste PENDAHULUAN Indonesia memiliki kekayaan alam berbagai jenis jamur yang terkemuka di Jamur-jamur tersebut ada yang tumbuh liar mapupun yang telah secara komersial. Jamur adalah bahan pangan penuh gizi dan antioksidan yang Jenis jamur yang mudah atau sering dijumpai di pasar adalah jamur champigno (Agaricus bitorqui. , jamur shiitake (Lentinus edode. , jamur merang (Volvariella volvace. , dan jamur tiram (Pleurotus Jamur tiram lebih popular saat ini dan relatif lebih mudah dalam Agribisnis jamur tiram dapat dilakukan menjadi bisnis utama sebagai mata pencaharian baik dalam skala rumah tangga, mikro, kecil, menengah maupun sedang. Juga Popularitas jamur tiram sebagai bahan makanan yang lezat dan bergizi semakin meluas sehingga membuat aktifitas pasar perjamuran dan permintaan konsumen terhadap jamur tiram terus mengalami peningkatan di berbagai wilayah. Kebutuhan jamur tiram terus meningkat berbanding lurus pendapatan per kapita dan pola konsumsi masyarakat yang terus berubah menuju hidup lebih sehat. Kanada. Jerman. Amerika Serikat. Jepang. Hongkong. Belanda . Belgia. Italia pengkonsumsi jamur yang tinggi. Negara-negara di Eropa mengkonsumsi jamur melebihi 1,5 kg per kapita per Sehingga budidaya jamur sangat cocok untuk dilakukan dan dibudidayakan oleh Indonesia. Jamur memiliki potensi dan pangsa pasar yang sangat luas sehingga diharapkan menguntungkan dan melancarkan roda perekonomian masyarakat di Indonesia (Sundari et al. , 2017, 2019, 2. Jamur termasuk kelompok divisi tumbuhan tingkat rendah yang hidupnya menempel pada inang lain untuk mendapatkan sumber nutrisinya karena tidak berforosintesis. Pada dasarnya jamur tumbuh liar menempel pada substansi-subnstansi yang mengalami proses pelapukan oleh adanya aktifitas Namun jamur sudah banyak dibudidayakan karena tinkat permintaan yang tinggi. Pada umumnya jamur tiram ditanam pada baglog atau media tanam. Kebanyakan petani jamur tiram di Indonesia menggunakan baglog dengan bahan baku limbah serbuk gergaji . karena di sebagian daerah limbah serbuk gergaji . mudah Setiap usaha yang dijalankan terdapat beberapa kendala yang pasti dialami para pelaku usaha. Begitu juga pada usahatani jamur tiram ada beberapa kendala yang dialami oleh para petani jamur tiram. Kendala yang dialami para petani jamur yaitu kendala dalam bahan baku media tanam, kendala pada tingkat keberhasilan pembuatan baglog atau media tanam, lambatnya perkembangan miselium dan Page 109 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A lain-lain (Sunandar et al. , 2. Tingkat kontaminasi media jamur tiram pada pembudidaya jamur tiram berkisar antara 10 sampai dengan 50 persen produktivitasnya menurun. Penyebab kegagalan pada usahatani jamur tiram diantaranya alat pasteurisasi media jamur tiram yang digunakan kurang Hal ini memberi kemungkinan besar media jamur tiram tersebut tidak optimal matangnya. Alat Pasteurisasi yang digunakan biasanya meliputi ruang pasteurisasi yang tidak rapat dengan pemanas dari tungku kayu yang Bahan digunakan para pembudidaya jamur untuk budidaya jamur tiram yaitu campuran serbuk kayu, dedak, dan kalsium karbonat atau kapur pertanian. Namun sebaiknya campuran bahan baku tersebut disesuaikan menurut lingkungan dan diharapkan dapat memanfaatkan limbah sekitar tempat budidaya sehingga dapat meringankan keuntungan dari pemanfaatan limbah. Di antara contoh pemanfaatan limbah yang dapat digunakan yaitu: limbah eceng gondok, limbah kertas, dan lain . Serbuk kayu: Pada umumnya pembudidaya menggunakan bahan baku media tanam jamur tiram adalah limbah penggergajian kayu atau lebih dikenal dengan serbuk kayu. Bahan tersebut mudah dijumpai dan mudah didapat dalam jumlah banyak di sebagian daerah. Serbuk kayu yang dapat digunakan meliputi hampir semua mengandung kadar getah yang tinggi seperti pohon pinus, karet, dan lain-lain. Limbah serbuk sabut kelapa: juga dapat dijadikan bahan baku media tanam jamur tiram, bahan tersebut mudah dijumpai dan harganya lebih murah dibandingkan dengan bahan baku lain karena limbah serbuk sabut kelapa sering dianggap sudah tidak memiliki kegunaan. Namun faktor yang serbuk sabut kelapa sebagai media tanam jamur tiram adalah lamanya waktu proses sterilisasi. Dedak: Dedak pengilingan padi yang umum digunakan dalam budidaya jamur tiram. Dedak berfungsi sebagai nutrisi tambahan dalam media tanam, semua jenis dedak padi dapat digunakan namun yang paling baik adalah dedak yang paling atau sering disebut bekatul. Dedak yang digunakan sebaiknya tidak lebih dari 15 hari dari hasil penggilingan padi dan tidak digunakan terlalu banyak tumbuhnya jamur lain sejenis jamur oncom dan lain-lain. Kalsium Karbonat (CaCO. : Untuk meningkatkan pH pada media tanam jamur para pembudidaya biasanya menggunakan kalsium karbonat atau sering disebut Penggunaan kalsium karbonat dapat diganti dengan kapur sirih, tepung cangkang kerang dan lain sebagainya. Pemakaian sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya, seperti a. Kondisi lingkungan berkisar antara 15 derajat Celcius sampai dengan 20 derajat celcius menggunakan Kalsium Karbonat 3 persen. Kondisi lingkungan berkisar antara 21 derajat celcius sampai dengan 27o Celcius menggunakan Kalsium Karbonat 2,5 Kondisi lingkungan berkisar antara 28o Celcius Ae 32o Celcius menggunakan Kalsium Karbonat 2 Penggunaan kalsium karbonat yang berlebihan dapat menghambat Page 110 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A sedangkan kurangnya penggunaan kalsium karbonat dapat mempercepat pertumbuhan belatung pada media Permasalahan yang dialami oleh petani jamur tiram adalah saat terjadi kenaikan harga limbah serbuk gergaji yang merupakan bahan baku paling utama untuk media tanam jamur tiram. Pemanfaatan limbah yang berasal dari serbuk sabut kelapa sebagai media tanam jamur tiram merupakan inovasi Limbah serbuk sabut kelapa sebelumnya sebagai media tanam Namun penggunaannya hanya dipakai satu kali musim penanaman sehingga terdapat limbah serbuk sabut kelapa yang tidak termanfaatkan. Banyaknya limbah serbuk yang berasal dari sabut kelapa bekas media tanam kekhawatiran bagi sebagian petani kemungkinan bahwa limbah tersebut akan menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit khususnya di bidang Hal ini merupakan solusi alternatif masalah bagi para petani jamur tiram ketika terjadi kenaikan harga pada limbah serbuk gergaji . yang merupakan bahan baku utama media tanam dalam usaha jamur tiram (Fatmawati, 2017. Hasriani et al. Prasetyawan, 2009. Rambey et , 2. Penelitian media limbah serbuk sabut kelapa dan limbah serbuk gergaji secara teknis cukup banyak dilakukan seperti untuk pertumbuhan padi (Antoro & Nelvia, 2018. Yulia et al. , 2. , bibit kakao (Hasriani et al. , 2013b. Saputra et , 2. , kelapa sawit (Andri et al. , pembibitan meranti (Marjenah, 2. , kentang (Putra et al. , 2. hidroponik (Hasriani et al. , 2013a. James et al. , 2. , tanaman hias chrysanthemum (Singh et al. , 2. bahkan sebagai peredam dan bahan konstruksi bangunan di lahan basah (Danley-Thomson et al. , 2. Memanfaatkan limbah serbuk sabut kelapa untuk media tumbuh jamur tiram ini masih tergolong ide baru sehingga diperlukan penelitian secara Terutama penelitian untuk mengetahui tingkat produksi, biaya oprasional, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usaha agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk sabut kelapa dibandingkan dengan limbah serbuk gergaji. BAHAN DAN METODE Pengumpulan Data Penelitian ini mengambil data primer dan sekunder dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan data primer dan sekunder dilakukan untuk menggambarkan mengenai struktur biaya, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan agribisnis jamur tiram yang biasa mennggunakan media limbah serbuk gergaji dengan inovasi baru menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa. Data primer diperoleh dari hasil pemberian kuisioner kepada responden atau narasumber sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Data kualitatif primer juga diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara kepada masyarakat yang berlokasi dekat dengan lokasi penelitian. Data sekunder didapatkan dari buku, catatan, dokumen, dan referensi lainnya yang terkait dengan penelitian ini. Penentuan penelitian ini menggunakan teknik Page 111 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A pembudidaya jamur tiram di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. memiliki pengalaman dalam budidaya jamur tiram yang menggunakan media limbah serbuk gergaji yang juga mencoba menggunakan limbah serbuk sabut kelapa sebagai media tanam jamur tiram alternatif. Menurut (Wang, 2. peneliti mengumpulkan data yang diperlukan dengan pertimbangan dan informasi di dalam kategori yang telah Variabel-variabel dioperasikan dalam penelitian ini diantaranya: Pemanfaatan limbah yaitu kegiatan atau tindakan yang dilakukan manusia untuk menambah nilai jual dan kegunaan dari barang sisa yang dianggap sudah tidak bernilai dan tidak digunakan seperti limbah industri maupun rumah tangga Petani . agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji dan media limbah serbuk sabut kelapa sebagai responden Definisi Opersionalisasi Variabel Pemanfaatan limbah yaitu kegiatan atau tindakan yang dilakukan manusia untuk menambah nilai jual dan kegunaan dari barang sisa yang dianggap sudah tidak bernilai dan tidak digunakan seperti limbah industri maupun rumah tangga. Petani . adalah petani yang melakukan usahatani jamur tiram dengan media serbuk kayu dan media limbah cocopeat sebagai responden penelitian. Biaya produksi berupa semua nilai dalam suatu proses produksi untuk menghasilkan suatu barang/jasa atau produk yang siap dipasarkan. Yang terdiri dari biaya tetap (Fixed Cos. dan biaya variabel (Variabel Cos. Biaya tetap (Fixed Cos. adalah nilai biaya yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dipakai dalam satu kali periode produksi. Penyusutan biaya peralatan dalam budidaya jamur tiram ini yaitu: Penyusutan alat, dinilai dengan satuan rupiah (R. Menurut Suratiyah . penyusutan alat bisa dihitung menggunakan metode garis lurus . traight-line metho. Penyusutan= . Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dihitung dengan satuan rupiah dalam satu kali proses produksi (Rp/proses produks. Biaya variabel (Variabel Cos. yaitu dipengaruhi oleh jumlah produksi dan dihitung dalam satu kali periode Biaya variabel pada budidaya jamur tiram ini yaitu . Serbuk kayu, dihitung karung yang (Rp/Karun. Limbah cocopeat, dihitung dalam (Rp/Karun. Dedak, dihitung dengan satuan rupiah per kilogram (Rp/K. Kapur pertanian, dihitung dengan satuan rupiah per kilogram (Rp/K. Bibit jamur, dihitung dengan satuan rupiah per botol (Rp/Boto. Plastik PP, dihitung dengan satuan rupiah per kilogram (Rp/K. Alkohol, dihitung dengan satuan rupiah per liter (Rp/Lite. Page 112 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A . Spirtus, dihitung dalam satuan rupiah per liter (Rp/Lite. Koran bekas, dihitung dalam satuan rupiah per kilogram (Rp/K. Isi ulang Gas LPG, dihitung dalam (Rp/Tabun. Tenaga kerja, dihitung dalam satuan rupiah per satu kali proses produksi atau selama empat Hasil dikeluarkan dari suatu proses produksi yaitu produk olahan berbahan baku sorgum yang dinilai dengan satuan kilogram . Harga jual untuk setiap produk hasil olahan sorgum yang dinilai dengan satuan rupiah (R. Pendapatan adalah semua uang atau alat pembayaran lain yang diterima dari kegiatan usaha pada satu periode waktu. Penerimaan adalah pendapatan yang telah dikurangi dengan beban usaha dan pajak pada periode waktu tertentu. R/C ratio: jumlah rasio yang keuntungan relatif yang akan didapatkan dalam suatu kegiatan Pengambilan keputusan pada R/C ini, yaitu : R/C > 1, berarti usahatani layak R/C = 1, berarti usahatani impas R/C < 1, berarti usahatani tidak layak dijalankan Penelitian membandingkan ditinjau dari data yang terkumpul setelah peristiwa yang dipermasalahkan terjadi. Analisis Data Biaya semua pengorbanan yang diperlukan untuk menghasilkan produk dalam suatu proses produksi yang siap dipasarkan. Biaya tetap (Fixed Cos. ukurannya tidak ditentukan oleh jumlah produk dan digunakan dalam satu periode produksi. Penyusutan biaya peralatan dalam budidaya jamur tiram ini yaitu : . Penyusutan alat, dinilai dalam Rupiah (R. Menurut (Shinta, 2011. Suratiyah, 2. nilai penyusutan alat dihitung . traight-line Formula yang digunakan Penyusutan = . PBB dihitung dalam rupiah dalam satu periode produksi (Rp/periode Sedangkan Biaya Variabel (Variabel Cos. biaya-biaya yang ukurannya dipengaruhi oleh jumlah produksi dan dipakai dalam satu kali periode produksi. Hasil produksi yaitu hasil yang dikeluarkan dari suatu proses produksi dalam satuan kilogram . Harga jual untuk setiap produk hasil panen dinilai dengan satuan rupiah (R. Pendapatan pembayaran lain yang diterima dari kegiatan usaha pada satu periode Penerimaan adalah pendapatan yang telah dikurangi dengan beban usaha dan pajak pada periode waktu R/C Ratio adalah jumlah rasio perbandingan untuk melihat keuntungan relatif yang akan didapatkan dalam suatu kegiatan usaha. Pengambilan keputusan pada R/C ini, yaitu : R/C > 1, maka agribisnis jamur tiram layak R/C = 1, maka agribisnis jamur tiram impas. R/C < 1, maka agribisnis jamur tiram tidak layak Page 113 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A Untuk mengetahui besarnya total biaya produksi dari agribisnis jamur tiram bermedia limbah serbuk gergaji dan jamur tiram bermedia limbah serbuk sabut kelapa, maka digunakan rumus sebagai berikut : TC = TFC TVC . Dimana: TC = Biaya total agribisnis jamur tiram. TFC= Biaya Tetap agribisnis jamur tiram TVC= Biaya Tidak Tetap agribisnis jamur Untuk mengetahui besarnya total penerimaan dari agribisnis jamur tiram bermedia limbah serbuk gergaji dan jamur tiram bermedia limbah serbuk sabut kelapa rumusnya sebagai berikut : TR = Y. Py . Dimana: TR: Penerimaan Total agribisnis jamur tiram Y : Jumlah Produksi agribisnis jamur tiram Py : Harga Produksi agribisnis jamur tiram. Sedangkan besarnya pendapatan dari agribisnis jamur tiram bermedia limbah serbuk gergaji dan jamur tiram bermedia limbah serbuk sabut kelapa, rumusnya sebagai berikut : I = TR Ae TC . Dimana: I : Pendapatan agribisnis jamur tiram TR : Penerimaan Total agribisnis jamur TC : Biaya Total agribisnis jamur tiram Untuk kelayakan atau R/C ratio dari agribisnis jamur tiram bermedia limbah serbuk gergaji dan jamur tiram bermedia limbah serbuk sabut kelapa, maka rumusnya sebagai berikut : Dimana: R/C : Besarnya pendapatan yang diperoleh dari setiap rupiah yang diperoleh dari agribisnis jamur tiram TR : Penerimaan Total agribisnis jamur TC : Biaya total agribisnis jamur tiram Analisis R/C ratio digunakan untuk mengatahui kelayakan usaha agribisnis jamur tiram yang dijalankan. Pengambilan keputusan pada analisis R/C ini, yaitu jika: R/C > 1, maka agribisnis jamur tiram layak untuk R/C = 1, berarti agribisnis jamur tiram impas . gribisnis yang diusahakan tidak untung dan tidak rug. dan R/C < 1, maka agribisnis jamur tiram tidak layak untuk dilanjutkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil komponen-komponen biaya dan hasil yang menjadi pengeluaran ataupun pemasukan dari kegiatan agribisnis jamur tiram. Hal ini sejalan dengan pendapat (Nazir, 2. penelitian komparasi yaitu jenis penelitian untuk membandingkan suatu variabel tertentu yang berpengaruh pada objek yang Kegiatan produksi agribisnis jamur tiram pada 4 unit banguan dengan ukuran yang sama yaitu 4 m x 8 Proses produksi dilakukan 3 kali dalam setahun. Perhitungan tingkat bunga modal disesuaikan dengan KUR yang berlaku pada Bank BRI yaitu sebesar 7 persen setahun. Dalam satu kali prosed produksi diketahui tingkat bunga sebesar 1. 75 persen. Hasil panen jamur tiram dipasarkan dengan dua rantai pasar yaitu dari produsen yang langsung diterima konsumen dan dari produsen yang bertahap melalui distributor baru ke konsumen. Sistem transaksi yang dijual secara langsung kepada konsumen maupun melalui Page 114 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A langsung, setiap penjualan jamur tiram responden selalu mencatat sebagai transaksi rutin. Hal ini merupakan salah satu manajemen pemasaran yang cukup efektif (Kotler, 2013, 2011, 2012b, 2012a. Kotler & Keller, 2. Tabel 1. Biaya total usaha jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji dan limbah serbuk sabut kelapa (R. Limbah Serbuk Limbah Serbuk No. Uraian Selisih Gergaji Sabut Kelapa Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Biaya Total Agribisnis Jamur Tiram terdiri dari biaya tetap (Fixed Cos. dan biaya tidak tetap (Variable Cos. Biaya tetap yang telah dikeluarkan untuk agribisnis Jamur Tiram dengan media serbulk gergaji sebesar Rp208. yang terdiri dari penyusutan alat Rp164. 700 dan buang modal tetap Rp3. Biaya dikeluarkan untuk agribisnis Jamur Tiram sebesar Rp7. 000 yang terdiri dari limbah serbuk gergaji . , bekatul . , dolomit, bibit jamur, plastic PP, alcohol, spirtus, koran bekas. LPG 3 kg, tenaga kerja. Keseluruhan biaya variable dan biaya non variable disebut biaya total, yang dibutuhkan menjadi Rp7. Dengan biaya total sebesar itu dapat memanen jamur tiram sebanyak 1. 874,67 kg dalam satu periode produksi. Hasil panen dijual ke Rp7. Dengan asumsi langsung terjual habis, hasil penjualan diterima sebesar Rp14. 025 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp6. yaitu sebesar 181 persen. Agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji dikalkulasi membutuhkan biaya Rp4. 148,52 per kilogram hasil panen sebesar 2,41. Hal ini berarti setiap 1 memperoleh keuntungan sebesar 2, 41 Biaya Total Agribisnis Jamur Tiram dengan media limbah serbuk gergaji terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak Biaya tetap yang dikeluarkan untuk agribisnis Jamur Tiram dengan Rp208. 102 yang terdiri dari penyusutan alat sebesar Rp164. 700 dan buang modal tetap sebesar Rp3. Biaya tetap yang dikeluarkan sama dengan biaya tetap dengan media limbah serbuk Biaya variable yang dikeluarkan untuk agribisnis Jamur Tiram sebesar Rp7. 000 yang terdiri dari limbah serbuk gergaji . , bekatul . , dolomit, bibit jamur, plastic PP, alcohol, spirtus, koran bekas. LPG 3 kg, tenaga kerja. Keseluruhan biaya variable dan biaya non variable disebut biaya Rp7. Dengan biaya total sebesar itu dapat memanen jamur tiram 751,50 kg dalam satu periode produksi. Hasil panen dijual ke Rp7. Dengan asumsi langsung terjual habis, hasil penjualan diterima Rp13,136,250. keuntungan yang diperoleh sebesar Rp5,609,148. 00 yaitu sebesar 175 Agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji dikalkulasi Page 115 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A membutuhkan biaya Rp4,297. 52 per kilogram hasil panen dengan tingkat kelayakan usaha sebesar 2,33. Hal ini mengeluarkan biaya 1 rupiah akan menghasilkan keuntungan sebasar 2, 33 Tabel 2. Keuntungan, biaya per Kg hasil, persen keuntungan dan kelayakan usaha pada luas bangunan 4 m x 8 m dengan media serbuk gergaji . Media Media Limbah Limbah Uraian Selisih serbuk gergaji Sabut Kelapa Biaya Total (R. 7,777,102. 7,527,102. 00 250,000. Hasil Produksi . 1,874. 1,751. Harga per kg 7,500. 7,500. Penerimaan (R. 14,060,025. 00 13,136,250. 00 923,775. Keuntungan/pendapatan 6,282,923. 5,609,148. 00 673,775. (R. Biaya per kg hasil (R. 4,148. 4,297. Persen keuntungan (%) Kelayakan Usaha Analisis deskriptif (Tabel . menunjukkan bahwa selama satu kali proses produksi dengan media limbah serbuk gergaji menghasilkan 1. 84,67 kg jamur tiram sedangkan media limbah serbuk sabut kelapa menghasilkan 751,50 kg, selisih 123,17 kg. Produsen menjual hasil panen jamur tiram kepada Rp7. menggunalam media limbah serbuk gergaji maupun limbah serbuk sabut Pengepul datang langsung ke lokasi produksi. Produsen menjual hasil panen ke konsumen langsung lebih tinggi daripada ke pengepul yaitu Rp10. 000 Ae 14. 000 per kg. Hal ini akan berdampak kepada keuntungan dan tingkat kelayakan usaha. Hal ini dikarenakan konsumen langsung membeli jamur tiram dalam jumlah sedikit hanya untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya. Itupun konsumen masih diuntungkan karena membeli langsung ke produsen dengan harga beli yang lebih murah jika dibandingkan dengan membeli ke pasar tradisional maupun pasar swalayan. sini terbentuk market share dan consumer share yang sama-sama diuntungkan (Wilbur & Farris, 2. melalui saluran distribusi (Tian & Jiang. Limbah serbuk gergaji memliki kelebihan dan kekurangan sebagai media tanam. Kelebihannya adalah mudah menyimpan dan menyerap air, berpori, teksturnya ringan, ramah Kekurangannya sedikit unsur hara, mudah diserang jamur, hanya cocok untuk perakaran lembab, banyak mengandung tanin. Serbuk kayu sebagai media tanam biasanya digunakan jika menanam menggunakan pot atau polybag. Serbuk ini dipilih karena teksturnya yang ringan, perkembangan akar akan lebih cepat. Memiliki pori-pori porositas yang tinggi namun masih bisa diatur kepadatanya. Untuk mendapatkan tingkat porositas yang diinginkan bisa dilakukan dengan mengatur rasio air yang akan diberikan. Jadi berfungsi sebagai pelembab tanah. Namun Page 116 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A kekurangannya, yaitu sangat mudah Jangan membiarkan tanaman terlalu lama dalam keadaan lembab maka dengan kondisi media ini perakranan akan mati. Intensitas cahaya yang cukup sangat Biaya produksi agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji lebih tinggi Rp250,000 selisihnya dari media limbah serbuk sabut kelap. Masing-masing sebesar Rp7,777,102 rupiah dan 7,527,102 rupiah. Besarnya jumlah biaya produksi disebabkan karena kualitas ataupun kuantitas bahan dan alat yang digunakan saat proses (Felicia & Gultom, 2018. Oentoe, 2013. Rasul. Agung Abdul Wijiharjono. Nuryadi Setyowati, 2. Total penerimaan selama satu kali proses produksi agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji adalah sebesar Rp14,060,025. 00 dan jamur tiram dengan media limbah serbuk Rp13,136,250. penerimaan lebih kecil Rp923,775. jika menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa. Pendapatan merupakan selisih antara total penerimaan dengan total biaya produksi maka pendapatan atau keuntungan bersih agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji adalah sebesar Rp6,282,923. 00 dan jamur tiram dengan media limbah serbuk Rp5,609,148. Ada selisih keuntungan sebesar Rp673,775. Jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji memberikan keuntungan bersih tiap bulan rata-rata 2,739,694. 50 rupiah, sedangkan media limbah serbuk sabut kelapa rata-rata 2,511,769. 50 rupiah per Limbah serbuk sabut kelapa juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang mirip dengan limbah serbuk gergaji. Kelebihannya menyimpan dan meyerap air, memiliki tekstur yang menyerap air tanah, ramah Sedangkan kekurangannya adalah sedikit unsur hara, kurang sesuai untuk akar tanaman yang tidak menyukai kondisi mengandung tanin. Jika di lokasi banyak terdapat limbah serbuk sabut kelapa . yang harganya lebih murah daripada limbah serbuk gergaji . maka biaya media akan lebih murah. Jika di lokasi tidak terdapat media limbah serbuk gergaji . , akan ada tambahan biaya transportasi untuk . , sehingga biaya produksi akan lebih mahal. Dalam penelitian ini kedua media tersebut ada di sekitar lokasi Biaya per kg hasil jika menggunakan limbah serbuk gergaji . membutuhkan Rp4,148. dan jika menggunakan limbah serbuk sabut kelapa . membutuhkan Rp4,297. 52, lebih tinggi sebesar Rp149. Hasil kelayakan usaha untuk agribisnis jamur tiram dengan media limbah serbuk gergaji . 41 lebih besar senilai 0. 07 selisihnya dari media limbah serbuk sabut kelapa . Sehingga dapat diketahui bahwa keduanya memberi keuntungan yang besar sehingga layak untuk Hal ini dapat diartikan setiap biaya satu rupiah yang dikeluarkan pada agribisnis jamur tiram dengan media . mendapat keuntungan sebesar 1. rupiah dan untuk jamur tiram dengan media limbah serbuk sabut kelapa . Page 117 of 121 D. Yadi Heryadi. Komparasi Agribisnis Jamur A 33 rupiah. Peluang usaha dan potensi keuntungan jamur tiram masih terbuka lebar. Prospek pasar jamur tiram juga sangat luas (Zulfarina et al. , 2. Pengepul datang langsung ke lokasi produksi. Produsen menjual hasil panen ke konsumen langsung lebih tinggi daripada ke pengepul yaitu Rp10. 000 Ae 14. 000 per kg. Hal ini akan berdampak kepada keuntungan dan tingkat kelayakan usaha. KESIMPULAN Kesimpulan Biaya total selama setahun menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa lebih hemat Rp750. dibandingkan dengan media limbah serbuk gergaji. Biaya media limbah serbuk sabut kelapa per kilogramnya sedikit lebih mahal 99. 21 rupiah tetapi hasil panen lebih rendah dari limbah serbuk gergaji yaitu 123. 7 rupiah. Jamur tiram dengan media limbah serbuk sabut 29% dan media sawdust 140. Jamur tiram dengan media serbuk gergaji memberikan keuntungan bersih tiap bulan rata-rata 2,739,694. rupiah, sedangkan media limbah serbuk sabut kelapat rata-rata 2,511,769. rupiah per bulan. Kedua media untuk jamur tiram sangat layak diusahakan dengan R/C ratio media limbah serbuk sabut kelapa 2,33 dan media sawdust 2,41. Pengusaha agribisnis jamur tiram bisa mempertimbangkan keputusan menggunakan media limbah seruk sabut kelapa atau limbah serbuk gergajit tergantung ketersediaan di sekitar lokasi dengan informasi harga limbah serbuk sabut kelapa lebih murah daripada limbah serbuk gergaji. Saran Penggunaan media limbah serbuk sabut kelapa bagus digunakan sebagai media tumbun jamur tiram sebagai media bahan pengganti serbuk gergaji jika ketersediaanya berkurang. Bisa digunakan sebagai media utama karena harganya yang lebih murah dari pada Perlu penelitian lebih lanjut mengenai tingakt efisiensinya, baik efisiensi teknis maupun ekonomis. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada narasumber pengusaha agribisnis Jamur Tiram di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. DAFTAR PUSTAKA