I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 DOI : 10. 56696/jaka. http://publikasi. id/index. php/jaka FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR TECHNOLOGY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar Jl. Kamboja No 11 A. Denpasar. Bali. Indonesia Corresponding Author: yuriamendra@unmas. 1,2,3 Diterima: Juli 2025. Direvisi: Oktober 2025. Dipublikasikan: Januari 2026 ABSTRACT Company financial performance is a description of the financial condition of a company that is analyzed using financial analysis tools, so that the company's financial condition can be known which reflects performance during a certain period. This study aims to analyze the effect of investment opportunity set, growth opportunity, company size, managerial ownership and asset growth on financial performance in technology sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 20212023. The population of this study is technology sector companies listed on the IDX in 2021-2023. The purposive sampling method was used to select the sample. The samples obtained were 29 technology sector companies, so the total sample was This study used multiple linear regression data analysis techniques. The results showed that investment opportunity set, growth opportunity and managerial ownership had a positive effect on financial performance, while company size and asset growth did not affect financial performance. Suggestions for further research are to expand research variables such as dividend policy, liquidity, leverage and expand research locations, for example the food and beverage, property and mining sectors. Keywords: Asset Growth. Financial Performance. Firm Size. Growth Opportunity. Investment Opportunity Set. Managerial Ownership ABSTRAK Kinerja keuangan perusahaan merupakan gambaran tentang suatu kondisi keuangan perusahaan yang dianalisis dengan menggunakan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui tentang kondisi keuangan perusahaan yang mencerminkan kinerja selama periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investment opportunity set, growth opportunity, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial dan pertumbuhan aset terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor technology yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2023. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor technology terdaftar di BEI Tahun 2021-2023. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih Sampel yang diperoleh sebanyak 29 perusahaan sektor technology, sehingga total sampel adalah 87. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investment opportunity set, growth opportunity dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sedangkan ukuran perusahaan dan pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah agar memperluas variabel penelitian seperti kebijakan dividen, likuiditas, leverage serta memperluas lokasi penelitian, contohnya sektor makanan dan minuman, properti dan juga pertambangan. Kata Kunci: Growth Opportunity. Investment Opportunity Set. Kepemilikan Manajerial. Pertumbuhan Aset. Kinerja Keuangan. Ukuran Perusahaan. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi saat ini menunjukkan peningkatan pesat yang berdampak signifikan pada kehidupan manusia, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas dalam berbagai sektor seperti pendidikan, perbankan, bisnis, transportasi, dan komunikasi (Hidayat et al. , 2. Menurut Semuel Abrijani, perkembangan teknologi dan telekomunikasi Journal Accounting. Finance and Auditing. Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 diperkirakan terus berlanjut hingga 2023. Sektor teknologi mengalami fluktuasi yang signifikan pada tahun 2022 yang mencerminkan perubahan pandangan investor pada perusahaan sektor Meskipun demikian, sektor teknologi tetap stabil dan diyakini dapat kembali mendominasi pasar karena manfaatnya yang besar bagi masyarakat (Rahayu, 2. Kecepatan peningkatan teknologi juga menuntut kemampuan menganalisis laporan keuangan yang tepat untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif. Manajer harus cermat dalam memilih informasi guna memahami kondisi perusahaan dan merencanakan masa depan. Meskipun menghadapi tantangan, perusahaan harus meningkatkan kompetitivitas dan beradaptasi dengan lingkungan untuk mencapai tujuan utama, yaitu meraih keuntungan maksimal dan menjaga kelangsungan bisnis (Aini et al. , 2. Sumber: w. Gambar 1 Return on Asset (ROA) Perusahaan Technology yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Berdasarkan data pada Gambar 1, dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi fluktuasi atau ketidakstabilan profitabilitas perusahaan technology di Indonesia, bahkan ada pula perusahaan yang mengalami kerugian. Hal ini yang membuat peneliti ingin mengetahui penyebab ketidakstabilan profitabilitas sebagai proksi dari kinerja keuangan yang diperoleh. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu Keberhasilan dan efisiensi penggunaan aset perusahaan adalah parameter penting dalam mengukur profitabilitas perusahaan oleh karena itu, profitabilitas dapat dinilai dengan membandingkan laba yang dihasilkan dengan total aset atau modal perusahaan (Septiano et al. Profitabilitas merupakan faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu Untuk dapat bertahan, perusahaan harus mampu memperoleh keuntungan, karena tanpa keuntungan, perusahaan akan kesulitan untuk menarik modal eksternal. Profitabilitas I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A tidak hanya berpengaruh pada kondisi finansial perusahaan saat ini, tetapi juga pada kemampuannya untuk berkembang di masa depan. Dalam upaya meningkatkan profitabilitas, perusahaan perlu mengelola berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan mereka, termasuk faktor-faktor seperti investment opportunity set (IOS), growth opportunity, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, dan pertumbuhan aset. IOS, misalnya, memiliki dampak signifikan terhadap kinerja keuangan, di mana semakin besar kesempatan investasi yang dimiliki, semakin besar pula potensi kinerja keuangan yang dapat tercapai (Antari dkk. Hayati dkk. , 2. Faktor growth opportunity juga memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Perusahaan yang memiliki kesempatan pertumbuhan yang tinggi, seperti investasi pada aset tetap baru dan ekspansi pasar, cenderung memiliki potensi keuntungan yang lebih besar. Penelitian oleh Setiyowati et al. dan Suhi et al. menunjukkan bahwa pertumbuhan yang signifikan dapat mendorong peningkatan profitabilitas Namun, hal ini tidak berlaku pada semua perusahaan, seperti yang dinyatakan oleh Prasetyo & Sulastiningsih . , yang menemukan bahwa growth opportunity tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, ukuran perusahaan juga berperan dalam pencapaian profitabilitas, karena perusahaan besar biasanya memiliki akses yang lebih mudah untuk memperoleh sumber pendanaan dan peluang investasi yang menguntungkan (Aisyah & Satrio, 2022. Vidyasari et al. , 2. Kepemilikan manajerial dan pertumbuhan aset juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Kepemilikan saham oleh manajer dapat mengurangi biaya keagenan dan menyesuaikan kepentingan antara manajer dan pemegang saham, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (Fitriana & Komala, 2. Demikian pula, pertumbuhan aset yang signifikan dapat memberikan sumber daya tambahan yang dibutuhkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasional dan profitabilitas (Amelya & Dermawan, 2. Meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan mengalami dampak positif dari faktor-faktor tersebut, seperti yang ditemukan oleh Firdayani et al. yang menunjukkan bahwa pertumbuhan aset tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama Tahun 2021-2023. TINJAUN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Teori Sinyal (Signaling Theor. Signaling Theory, yang pertama kali dikemukakan oleh Michael Spence pada tahun 1973, menggarisbawahi pentingnya peran informasi dalam hubungan antara manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya investor. Teori ini berpendapat bahwa terdapat ketimpangan informasi antara perusahaan dan investor, di mana manajemen perusahaan memiliki informasi yang lebih baik mengenai kondisi perusahaan. Ross . mengembangkan teori ini dengan menyatakan bahwa eksekutif perusahaan yang memiliki informasi lebih mengenai perusahaan akan terdorong untuk menyampaikannya kepada calon investor untuk meningkatkan harga saham perusahaan. Laporan keuangan perusahaan berfungsi sebagai sinyal bagi investor. jika laporan menunjukkan kinerja yang baik, misalnya melalui laba yang meningkat, maka ini akan dianggap sebagai sinyal positif yang menarik Sebaliknya, jika laba menurun, ini dianggap sebagai sinyal negatif yang dapat mengurangi minat investor (Mariani & Suryani, 2. Dalam konteks ini, laporan keuangan tidak hanya menyajikan angka-angka, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang Journal Accounting. Finance and Auditing. Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 mengirimkan sinyal tentang kinerja perusahaan kepada pasar. Teori Agensi (Agency Theor. Teori agensi pertama kali dikenalkan oleh Alchian dan Demsetz . dan diperluas Jensen dan Meckling . Menurut Jensen dan Meckling . , teori agensi merupakan sebuah kontrak antara agent dan principal. Teori ini menjelaskan bahwa hubungan agensi terjadi ketika satu orang atau lebih . memperkerjakan orang lain . untuk melakukan suatu jasa dan memberikan keputusan pengambilan wewenang kepada agen tersebut (Lesmono & Siregar, 2. Perbedaan kepentingan principal dan agent dapat menciptakan peluang terjadinya kecurangan. Dalam teori ini dijelaskan bahwa salah satu sifat manusia ialah memprioritaskan kepentingan diri sendiri (Sutisna, et al. , 2. Principal sering kali berfokus untuk memaksimalkan keuntungan dari modal yang telah dikeluarkan. sisi lain, agent memiliki insentif untuk bertindak tidak sepenuhnya sesuai dengan kepentingan prinsipal, misalnya dengan memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk kepentingan Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan mekanisme insentif yang tepat agar agen dapat bertindak sesuai dengan kepentingan principal dan tidak menimbulkan agency problem (Zulaikha, 2. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan gambaran keadaan keuangan perusahaan yang dianalisis dengan menggunakan alat analisis keuangan, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan keuangan perusahaan yang mencerminkan kinerja dalam kurun waktu Dalam arti lain, kinerja keuangan adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai sejauh mana perusahaan telah mengikuti aturan keuangan dengan tepat dan efektif (Fujianti, 2. Investment Opportunity Set Investment opportunity set (IOS) dapat mengindikasikan seberapa besar kesempatan investasi yang bisa diambil oleh perusahaan berdasarkan proyeksi pengeluarannya di masa Investor dapat menggunakan IOS untuk mendeteksi kemungkinan pertumbuhan IOS perusahaan dapat mempengaruhi cara penilaian manajer, pemilik, investor dan kreditor terhadap perusahaan. IOS merupakan opsi untuk berinvestasi pada suatu proyek yang memiliki net present value positif. IOS merupakan peluang investasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan keuntungan besar di waktu yang akan datang. Namun, jumlah peluang ini bergantung pada pengeluaran yang ditetapkan oleh manajemen di masa depan, dan mempengaruhi pandangan manajer, pemilik investor, dan kreditor (Antari et al. , 2. Dalam penelitian ini investment opportunity set diproksikan dengan market to book value of equity (MVE/BVE). Growth Opportunity Growth opportunity adalah peluang pertumbuhan suatu perusahaan di masa mendatang (Sihombing et al. , 2. Kemungkin adanya peluang pertumbuhan perusahaan mencerminkan kemampuan perusahaan untuk bertahan dan perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh akan menarik investor karena berpotensi menghasilkan hasil terbaik di masa depan. Pertumbuhan perusahaan adalah indikator kemampuan perusahaan untuk mengelola posisi ekonominya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara umum (Sormin, 2. Dalam penelitian ini growth opportunity dapat diukur dengan price earnings ratio (PER). Ukuran Perusahaan Ukuran sebuah perusahaan merupakan salah satu yang menentukan apakah perusahaan tersebut tergolong perusahaan kategori kecil, menengah, atau besar. Besar kecilnya suatu perusahaan dapat diukur dengan mempertimbangkan omset penjualan, jumlah produk yang dijual, modal perusahaan, dan total aset. Perusahaan besar dianggap memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan perusahaan kecil karena dianggap memiliki akses yang lebih besar untuk I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A terjun ke pasar modal (Pradista & Kusumawati, 2. Perusahaan besar memiliki margin keuntungan yang baik. Menurut teori akuntansi positif, ukuran perusahaan akan menjadi biaya politik yang akan meningkat seiring dengan besarnya ukuran dan risiko perusahaan (Sole. Perusahaan yang lebih besar mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai sumber, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dari kreditur karena perusahaan besar lebih menarik bagi para investor. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajemen merupakan bagian dari total kepemilikan saham perusahaan yang dimiliki oleh manajemen. Kepemilikan manajerial adalah kehadiran dari tim manajemen perusahaan yang meliputi manajer, direktur, atau komisaris perusahaan yang terlibat dalam pengambilan keputusan perusahaan serta memiliki kesempatan untuk memiliki saham perusahaan atau menjadi pemegang saham (Riyanti & Munawaroh, 2. Apabila pihak manajemen perusahaan yang memiliki saham perusahaan bisa meningkatkan profit perusahaan, maka insentif yang diperolehnya juga akan naik sehingga mereka akan berupaya lebih gigih untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Saat kepemilikan manajer menurun, biaya keagenan juga naik pada waktu yang bersamaan. Ini terjadi karena manajer bertindak atas kepentingan pribadinya, yang mungkin tidak selaras dengan kepentingan perusahaan (Fana & Prena, 2. Pertumbuhan Aset Menurut Putri dan Asyik . , pertumbuhan aset mendeskripsikan produktivitas suatu perusahaan dalam meningkatkan aset yang dimilki. Peningkatan ini akan berdampak pada semakin besarnya hasil operasional perusahaan. Hal ini disebabkan aset menjadi pusat dari operasional perusahaan. Maka dari itu, pertumbuhan aset dapat diinterpretasikan sebagai peningkatan jumlah aset perusahaan dari tahun ke tahun. Kenaikan aset perusahaan dapat berdampak pada valuasi perusahaan karena diharapkan akan meningkatkan kinerja operasional, menarik minat investor dan kreditor, serta memperoleh pendanaan tambahan (Husna dan Rahayu, 2. Pertumbuhan perusahaan selalu membutuhkan modal tambahan di luar sumber internal, oleh karena itu sumber pendanaan eksternal seperti pinjaman juga Pertumbuhan aset diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan aset, yang dihitung dengan membagi selisih antara aset pada waktu t dan t-1 dengan aset pada waktu t-1. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Kinerja Keuangan Investment Opportunity Set (IOS) merujuk pada kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk melakukan investasi yang dapat menghasilkan keuntungan di masa depan. IOS yang baik dapat mencerminkan potensi pertumbuhan perusahaan yang dapat meningkatkan Keputusan investasi yang diambil oleh perusahaan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan, karena investasi yang berhasil dapat menghasilkan pengembalian yang optimal. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi peluang investasi yang tersedia bagi perusahaan, semakin besar potensi untuk meningkatkan kinerja keuangan, yang tercermin dalam peningkatan profitabilitas. Oleh karena itu. IOS yang positif dapat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sebagaimana disarankan oleh teori dan penelitian terdahulu (Salsabila, 2021. Hayati et al. , 2022. Wardani & Machdar, 2. H1: Investment opportunity set berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Growth Opportunity terhadap Kinerja Keuangan Growth Opportunity mencerminkan peluang perusahaan untuk berkembang dan memperoleh keuntungan yang lebih besar di masa depan. Perusahaan yang memiliki peluang pertumbuhan yang tinggi cenderung lebih mampu memperluas usaha dan mencapai kinerja Journal Accounting. Finance and Auditing. Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 keuangan yang baik. Semakin besar potensi pertumbuhan yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula kemungkinan untuk memperoleh laba yang optimal. Perusahaan dengan growth opportunity yang baik dapat memanfaatkan peluang untuk meningkatkan profitabilitas, yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja keuangan. Hal ini dapat memberikan sinyal positif kepada investor, yang diharapkan dapat meningkatkan minat investasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa growth opportunity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sejalan dengan temuan-temuan yang ada (Sihombing et al. , 2021. Setiyowati et al. , 2020. Suhi et al. , 2. H2: Growth opportunity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Ukuran perusahaan seringkali dikaitkan dengan kinerja keuangan, karena perusahaan yang besar umumnya memiliki aset yang lebih besar, yang memungkinkan untuk memperoleh modal yang lebih banyak dan mengelola operasional dengan lebih efisien. Perusahaan besar cenderung lebih stabil, memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menghadapi tantangan operasional, serta dapat menciptakan produk dengan biaya lebih rendah, yang berkontribusi pada peningkatan profitabilitas. Dengan adanya peningkatan laba yang dihasilkan dari pengelolaan yang lebih baik, perusahaan besar menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik. Penelitian mendukung fakta bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, seperti yang ditemukan dalam studi oleh Vidyasari et al. Aisyah & Satrio . , dan Liana Susanto . H3: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Kepemilikan manajerial merujuk pada jumlah saham yang dimiliki oleh manajer perusahaan, yang berfungsi sebagai penyeimbang kepentingan antara manajer dan pemegang Semakin besar kepemilikan manajerial, semakin besar pula insentif bagi manajer untuk bertindak demi kepentingan perusahaan, mengurangi biaya keagenan, dan meningkatkan keputusan manajerial yang mendukung kinerja keuangan. Manajer yang memiliki saham perusahaan cenderung lebih termotivasi untuk meningkatkan profitabilitas karena mereka secara langsung juga memperoleh manfaat dari peningkatan tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian Fitriana & Komala . Romadoni & Pradita . , dan Zahra et al. H4: Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Pertumbuhan Aset terhadap Kinerja Keuangan Pertumbuhan aset adalah indikator penting yang menunjukkan perkembangan kapasitas perusahaan untuk memperluas operasionalnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan Perusahaan yang mengalami pertumbuhan aset yang baik dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar yang lebih besar, yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Aset yang tumbuh seiring waktu mencerminkan stabilitas perusahaan dan kemampuannya untuk mengelola operasional secara efisien, tanpa perlu menjual aset untuk menutupi biaya operasional. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan. Penelitian oleh Agustina & Handayani . Amelya & Dermawan . , dan Zulyan . menunjukkan bahwa pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. H5: Pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa variabel terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor teknologi yang I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2023. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat sekunder yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia . , yang menyediakan laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang Sampel penelitian yang terpilih berdasarkan kriteria: . Perusahaan sektor teknologi yang terdaftar secara berturut-turut tahun 2021-2023. Perusahaan sektor teknologi yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan di BEI pada tahun 2021-2023. Perusahaan sektor teknologi dalam mata uang rupiah tahun 2021-2023 yaitu sebanyak 29 perusahaan dengan 87 data pengamatan selama 3 Tahun . Data yang dikumpulkan mencakup variabel dependen, yaitu kinerja keuangan yang diukur dengan return on asset (ROA), serta variabel independen yang meliputi investment opportunity set (IOS), growth opportunity (GO), ukuran perusahaan (UP), kepemilikan manajerial (KM), dan pertumbuhan aset (PA). Data dianalisis menggunakan teknik statistika yang tepat untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian ini. Metode penelitian ini juga mengintegrasikan data kualitatif berupa gambaran umum perusahaan yang digunakan untuk memberikan konteks terkait karakteristik masing-masing perusahaan sektor teknologi yang menjadi objek penelitian. Data kuantitatif yang diperoleh berupa angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan, yang diolah menggunakan berbagai rumus untuk mengukur variabel yang ada. Sedangkan data kualitatif, yang menggambarkan situasi dan kondisi perusahaan, digunakan untuk memperkuat pemahaman tentang pengaruh variabel-variabel independen terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan di sektor teknologi, terutama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada Tabel 1 dengan 87 pengamatan, diperoleh informasi berikut: Kinerja Keuangan (ROA): Nilai minimum -1,67%, maksimum 0,25%, rata-rata 0,0143%, dan standar deviasi 0,23117%. Sebaran yang besar terlihat karena standar deviasi lebih besar dari rata-rata. Investment Opportunity Set (IOS): Nilai minimum -18,20%, maksimum 147,75%, ratarata 9,4344%, dan standar deviasi 23,83539%. Sebaran besar juga terlihat pada variabel Growth Opportunity (GO): Nilai minimum -161160,21%, maksimum 23223,63%, rata- rata 364,0749%, dan standar deviasi 3387,15893%. Standar deviasi yang jauh lebih besar menunjukkan variasi yang besar. Journal Accounting. Finance and Auditing. Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 Ukuran Perusahaan (UP): Nilai minimum 0,01%, maksimum 155,14%, rata-rata 14,3520%, dan standar deviasi 31,97023%. Variabilitas yang besar tercermin dalam standar deviasi. Kepemilikan Manajerial (KM): Nilai minimum 0,01%, maksimum 100,37%, rata-rata 22,9548%, dan standar deviasi 28,49733%. Sebaran yang besar terlihat pada data ini. Pertumbuhan Aset (PA): Nilai minimum -0,61%, maksimum 19,61%, rata-rata 0,6500%, dan standar deviasi 2,64197%. Variasi besar pada pertumbuhan aset juga terindikasi oleh standar deviasi yang lebih besar. Uji Instrumen Uji Validitas Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh bahwa setiap indikator variabel memiliki nilai signifikansi < 0,05. Hal ini berarti bahwa indikator atau pertanyaan dapat dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas, diperoleh bahwa setiap variabel memiliki nilai cronbachAos alpha > 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel telah reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan pada Tabel 3, nilai Asymp. Sig. -taile. yang diperoleh adalah 0,200 lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dalam model regresi berdistribusi normal. I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4, diperoleh bahwa semua variabel bebas memiliki nilai tolerance lebih besar dari 10% atau 0,10 serta nilai Varians Infation Factor (VIF) yang lebih kecil dari 10. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas pada variabel bebas dalam model regresi. Dengan demikian model tersebut layak digunakan. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data diolah, 2025 Hasil uji glesjer yang disajikan pada Tabel 5 menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa model regresi tersebut terbebas dari gejala heteroskedastisitas. Regresi Linear Berganda Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Sumber : Data diolah, 2025 Journal Accounting. Finance and Auditing. Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 Berdasarkan Tabel 2 maka dapat dituliskan persamaan dari regresi linear berganda sebagai berikut: ROA = -3,440 0,022IOS 0,001GO Ae 0,003UP 0,008KM Ae 0,009PA Hasil persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta () sebesar -3,440, yang berarti jika semua variabel independen (IOS. GO. UP. KM. PA) bernilai 0, maka nilai ROA adalah -3,440. Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh positif terhadap ROA dengan koefisien regresi 0,022 dan signifikansi 0,002 . ebih kecil dari 0,. , artinya setiap kenaikan satu unit IOS akan meningkatkan ROA sebesar 0,022. Growth Opportunity (GO) berpengaruh positif terhadap ROA dengan koefisien regresi 0,001 dan signifikansi 0,024 . ebih kecil dari 0,. , artinya setiap kenaikan satu unit GO akan meningkatkan ROA sebesar 0,001. Ukuran Perusahaan (UP) tidak berpengaruh terhadap ROA dengan koefisien regresi -0,003 dan signifikansi 0,791 . ebih besar dari 0,. Kepemilikan Manajerial (KM) berpengaruh positif terhadap ROA dengan koefisien regresi 0,008 dan signifikansi 0,043 . ebih kecil dari 0,. , artinya setiap kenaikan satu unit KM akan meningkatkan ROA sebesar 0,008. Pertumbuhan Aset (PA) tidak berpengaruh terhadap ROA dengan koefisien regresi -0,009 dan signifikansi 0,913 . ebih besar dari 0,. Uji Model Fit (Uji F) Tabel 6. Hasil Uji F Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji simultan . ji F) pada Tabel 6, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 yang mana lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan sudah sesuai atau fit. Hal ini berarti investment opportunity set, growth opportunity, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial dan pertumbuhan aset secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Sumber : Data diolah, 2025 I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R . pada Tabel 6, diperoleh nilai koefisien determinasi adjusted R2 sebesar 0,822 atau 82,2 persen. Hal ini dapat berarti bahwa variasi naik turunnya kinerja keuangan, sebesar 82,2 persen dipengaruhi oleh variabel investment opportunity set, growth opportunity, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial dan pertumbuhan aset, sedangkan sisanya 17,8 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar Uji t Tabel 8. Hasil Uji t Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji parsial . pada Tabel 8, diperoleh informasi sebagai . Investment opportunity set memiliki nilai thitung 3,352 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel investment opportunity set berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sehingga H1 yang investment opportunity set berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, diterima. Growth opportunity memiliki nilai thitung 2,334 dengan nilai signifikansi sebesar 0,024 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel growth opportunity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sehingga H2 yang growth opportunity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, diterima. Ukuran perusahaan memiliki nilai thitung -0,267 dengan nilai signifikansi sebesar 0,791 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sehingga H3 yang ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, ditolak. Kepemilikan manajerial memiliki nilai t hitung 2,085 dengan nilai signifikansi sebesar 0,043 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sehingga H4 yang kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, diterima. Pertumbuhan aset memiliki nilai thitung -0,110 dengan nilai signifikansi sebesar 0,913 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sehingga H4 yang pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, ditolak. Journal Accounting. Finance and Auditing. Vol. 6 (No. , 2025. Page: 61 Ae 75 PEMBAHASAN Pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Kinerja Keuangan Hasil analisis menunjukkan bahwa investment opportunity set berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian dapat ditarik keputusan bahwa H 1 yang menyatakan investment opportunity set berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel investment opportunity set merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hayati dkk. Salsabila . dan Wardani & Machdar . yang menyatakan bahwa investment opportunity set berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Growth Opportunity terhadap Kinerja Keuangan Hasil analisis menunjukkan bahwa growth opportunity memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian dapat diputuskan bahwa H 2 yang menyatakan growth opportunity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel growth opportunity merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiyowati et al. Sihombing et al. dan Suhi et al. yang menyatakan bahwa growth opportunity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Oleh karena itu, dapat diputuskan bahwa H3 yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan. Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan dapat dijustifikasi dengan alasan teoritis yakni teori keuangan seperti teori Modigliani-Miller yang menyebutkan bahwa kinerja perusahaan lebih ditentukan oleh keputusan operasional dan strategi keuangan dibandingkan ukuran perusahaan (Lau, 2. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aisyah & Satrio . Susanto . dan Vidyasari et al. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian dapat diputuskan bahwa H 4 yang menyatakan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, diterima. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel kepemilikan manajerial merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitriana & Komala . Romadoni & Pradita . dan Zahra et al. yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Pertumbuhan Aset terhadap Kinerja Keuangan Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian dapat ditarik keputusan bahwa H 5 yang menyatakan pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan aset bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan. Hasil ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustina & Handayani . Amelya & Dermawan . dan Zulyan . yang menyatakan bahwa pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. I Dewa Ayu Siswaria Ananda1. Putu Wenny Saitri2. Ni Putu Yuria Mendra3 : Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Technology A KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investment opportunity set (IOS), growth opportunity (GO), ukuran perusahaan (UO), kepemilikan manajerial (KM), dan pertumbuhan aset (PA) terhadap kinerja keuangan (ROA) pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, dapat disimpulkan bahwa: . IOS berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan teknologi yang terdaftar di BEI. GO juga berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan tersebut. ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan teknologi yang terdaftar di BEI. KETERBATASAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan untuk penelitian Pertama, nilai koefisien determinasi . djusted R-squar. hanya sebesar 82,2%, yang berarti terdapat 17,8% faktor lain yang mempengaruhi kinerja keuangan dan belum teridentifikasi dalam penelitian ini. Kedua, penelitian ini terbatas pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di BEI, sehingga hasil yang diperoleh tidak dapat digeneralisasi untuk sektor lainnya di pasar modal Indonesia. SARAN Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas variabel yang diteliti, termasuk faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan secara signifikan, seperti kebijakan dividen, likuiditas, dan leverage. Dengan memperluas cakupan variabel, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan di sektor teknologi, serta sektor lain yang terdaftar di BEI. DAFTAR PUSTAKA