JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp: 460-479 p-ISSN: 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak n page 1 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta Safira Ardina Putri *1. Eskasari Putri2 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta . Indonesia Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta . Indonesia ep122@ums. Article Info Article history: Abstract Received 17 September 2024 Received in revised form 14 Oktober 2024 Accepted 13 November 2024 Available online 14 Desember 2024 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat keamanan, fleksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial, dan kenyamanan pengguna terhadap manfaat bank digital dalam sistem pembayaran di Kota Surakarta. Studi kasus dilakukan di Kota Surakarta dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dan akan diolah dengan memanfaatkan teknologi SPSS versi 25. Fokus utama pada penelitian ini yaitu memahami bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menggunakan bank digital sebagai media transaksi Keywords: Bank Digital. Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial. Kenyamanan PENDAHULUAN Dari sekian banyak pembaruan yang dilakukan oleh teknologi digital salah satu yang penting yaitu layanan perbankan digital (Zherdetska, et al. , 2. Pada tahun 2020 Indonesia dilanda pandemi dan membuat ekonomi Indonesia tertinggal terutama pada bagian ekonomi perbankan digital, maka dari situ merupakan kesempatan bagi negara Indonesia untuk mengejar pertumbuhan ekonomi khususnya pada bidang digital. Dengan berkembangnya teknologi finansial, berbagai inovasi sistem pembayaran mulai bermunculan. Inovasi-inovasi ini mendorong lahirnya ekonomi digital, yang merupakan perkembangan ekonomi canggih yang melibatkan aktivitas baru terkait komponen virtual bisnis dan transaksi timbal balik dengan menggunakan teknologi internet sebagai alat tukar. Ekonomi digital merupakan perkembangan ekonomi kompleks yang berupa aktivitas baru terkait komponen virtual makro bisnis dan aktivitas transaksi timbal balik yang secara aktif Received September 17, 2024. Revised Oktober 14, 2024. Accepted November 13, 2024 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 menggunakan teknologi internet sebagai alat pertukaran. Bank Indonesia mulai menata ekosistem ekonomi usaha agar kondusif hal itu tercatat pada ceta biru Sistem Pembayaran Indonesia (SPI). Isi blue print mempunyai 3 visi sistem pada transaksi di Indonesia yaitu yang pertama pada perkembangan era digital sistem pembayaran berlangsung secara cepat, aman dan juga murah, lalu yang kedua aliran pada uang dan barang secara menyeluruh berlangsung sacara tertata, terintegrasi dan juga terstadarisasi, kemudian visi yang ketiga yaitu mendukung perkembangan ekonomi dan mendukung secara regulasi. Sebagai lembaga keuangan yang mendominasi pangsa pasar dibandingkan lembaga keuangan lainnya, bank memiliki peran penting dalam menggalakkan pembangunan ekonomi negara. Namun menurut The Global Findex Database pada tahun 2021 48,24% masyarakat di Indonesia diatas 15 tahun masih belum memiliki rekening bank . Situasi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti mahalnya biaya akses keuangan, terbatasnya sarana, produk ban dan lembaga keuangan tidak dapat sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan sosial, serta kurangnya informasi dan literasi keuangan. Selain masalah unbanked, terdapat 62,9 juta UMKM saat melakukan transaksi masih terbatas. Dikarenakan tingkat presentase kasus unbanked dan juga minimnya transaksi pada UMKM tinggi hal tersebut menunjukkan jika layanan jasa keuangan, produk, serta layanan perbankan tersebut dikarenakan pelayanan bank yang luas secara maksimal. Menurut Badriatul Ummah,et al. masyarakat dengan ekonomi kebawah dalam membangun usahanya masih mengandalkan tabungan sendiri daripada berinvestasi dikarenakan sulitnya akses menuju ke layanan keuangan, sementara orang yang baru saja merintis usaha, mereka mengandalkan laba usaha yang diperoleh untuk melanjutkan usahanya. Pada akhirnya, program inklusi keuangan tersebut dibuat oleh pemerintah dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan serta kemampuan masyarakat agar mempunyai akes ke berbaagai lembaga, produk, serta layanan Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyusunan dan implementasi strategi naisonal yang telah dimuali sejak tahun 2012. Strategi ini diperkuat oleh rugulasi terbaru dalam Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Transaksi keuangan melalui bank digital meliputi beberapa macam seperti transaksi pembayaran, pemijaman, investasi, transfer, perencanaan dan perbandingan produk keuangan (Rizal, et al. , 2. Di negara Indonesia, teknologi keuangan telah diatur melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 18/40/pbi/2016 yang mengatur pelaksanaan proses transaksi pembayaran. Semakin majunya perubahan zaman, membentuk masyarakat harus mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih. Meningkatnya minat masyarakat dalam penggunanaan transaksi digital dikarenakan dalam penggunaan bank digital lebih efisien dan menghemat biaya sehingga metode transaksi pembayaran menggunakan bank digital ini lebih banyak diminati oleh JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta Penyebab - penyebab dalam mendorong antusiasme masyarakat untuk menabung pada bank yaitu dikarenakan lebih terjamin, mudah serta lebih simple karena sudah terintegrasi oleh beberapa palikasi yang menbaut akses lebih mudah untuk transfer seperti bank digital (Nurika, et al. , 2. Dalam meningkatkan kepuasan pengguna dalam keuangan maka pelayanan bank dimaksimalkan dengan adanya digital perbankan yang dimana saat ini lebih dikenal sebagai mobile banking, internet banking, dll. Dengan adanya bank digital ini memudahkan dan mempercepat nasabah dalam bertransaksi. Untuk mempertahankan nasabah, tentunya kepuasan nasabah dalam menggunakan bank digital sangat penting. Sehingga perlu adanya inovasi lebih lanjut untuk memastikan klien menerima layanan terbaik. Menurut Alma . pengertian dari citra yaitu kesan dari pengetahuan dan pengalaman yang di dapat oleh seseorang dalam melakukan sesuatu. Dapat disimpulkan jika citra perusahaan terbentuk melalui perpaduan unsur verbal dan visual di dalam perusahaan baik disengaja atau tidak disengaja citra perusahaan dibentuk oleh pengaruh internail dan eksternal. Perusahaan dapat meningkatkan citra perusahaan, apabila meningkatkan kualitas yang akan dirasakan oleh nasabah. Maka dengan itu penting bagi perusahaan untuk menjaga citra perusahaan yang positif. Hal itu penting dikarenakan dapat dinikmati oleh nasabah sehingga akan menimbulkan kenyamanan pada nasabah karena adanya kualitas jasa yang baik. Fitur pada layanan bank digital penting untuk menumbuhkan kepercayaan bagi para nasabah pengguna bank digital saat membuat keputusan apakah akan melakukan pembelian secara online atau tidak. Maka dari itu fitur pada bank digital sangat penting untuk diperhatikan karena hal tersebut dapat menarik perhatian nasabah dalam menggunakan jasa bank digital. Yang dimaksud dari fitur disini yaitu merupakan kualitas, manfaat, serta aspek atau ciri khas yang menonjol dari bank digital untuk membuat nasabah tertarik dalam menggunakan layanan (Agustina, 2. Beberapa permasalahan pada bank digital yaitu cybercrime. Kejahatan ini sedang marak di bidang teknologi, karena disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menyalah gunakan data para nasabah pengguna bank digital. Keamanan sangat penting untuk para nasabah dalam penyimpanan datanya, maka dari itu perusahaan perlu menjaga kepercayaan nasabah dalam menyimpan data-datanya. Dengan cara meningkatkan kemanan yang baik, maka akan menumbuhkan rasa percaya pada perusahaan karena nasabah merasa terjamin privasi mereka. Manfaat adanya bank digital atau fintech pada sistem pembayaran, yaitu dapat mempermudahkan seseorang dalam traksaksi pembayaran karena tidak memperlukan uang tunai. Sehingga hal tersebut dapat mempersingkat transaksi pembayaran, mempermudah mendapatkan dana, serta memudahkan dalam mengelola aset sehingga lebih efisien. Manfaat lain untuk para nasabah dengan adanya pembayaran digital ini yaitu hal tersebut bisa meningkatkan keamanan dalam transaksi pembayaran dibandingkan saat bertransaksi dengan menggunakan uang tunai JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 karena hanya nasabah saja yang bisa mengakses bank digital tersebut tanpa diketahui oleh orang Menurut Syujai et al. , . di zaman sekarang yang semakin canggih penggunaan uang elektronik juga berpengaruh signifikan karena dapat membantu memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi baik pada bidang keuangan maupun kesehatan. Kesimpulan dari hasil penelitian (Widiyanti, 2. terdapat pengaruh positif pada keputusan dalam memakai e-wallet dikarenakan adanya kemanfaatan, ketertarikan akibat promosi dan juga kemudahan dalam menggunakan e-wallet dan hasil penelitian dari (Arnita1, et al. , 2. terhadap mobile banking . ank digita. berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Namun penelitian menurut (Ashsifa, 2. menunjukkan bahwa privasi berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan dan hasil penelitian menurut Samara & Susanti . menunjukkan bahwa kemudahan konsumen adalah tidak signifikan terhadap komitmen konsumen secara parsial. Namun . privasi memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan. Adanya research gap tersebut dapat menjadi celah untuk peneliti dalam melakukan pengujian terhadap variabel-variabel tersebut. Maka research gap tersebut dapat mengekplorasi lebih dalam mengenai aspek spesifik dari privasi yang berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan serta mengekplorasi faktor-faktor apa saja yang mungkin terhubung dengan kemudahan pengguna seperti kepercayaan, kualitas layanan atau persepsi nilai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat Kota Surakarta pengguna bank digital. Populasi penelitian adalah masyarakat yang menggunakan bank digital untuk transaksi pembayaran, dan sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan jumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang menetapkan kriteria tertentu, seperti usia minimal 17 tahun dan pengalaman menggunakan bank digital. Data primer diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert yang mencakup variabel independen, seperti tingkat keamanan, fleksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial, dan kenyamanan pengguna, serta variabel dependen berupa manfaat bank digital dalam sistem pembayaran. Setiap variabel independen memiliki indikator yang terukur, seperti keamanan dengan password dan enkripsi data, fleksibilitas waktu dan tempat, kepuasan pengguna berdasarkan efektivitas dan rekomendasi, citra sosial melalui promosi dan rekomendasi, serta kenyamanan pengguna melalui fitur yang mudah diakses. Validitas dan reliabilitas kuesioner diuji untuk memastikan keabsahan data. Dengan pendekatan ini, penelitian bertujuan untuk memahami faktorfaktor yang memengaruhi pengalaman dan persepsi masyarakat terhadap penggunaan bank digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Objek Penelitian Sampel atau responden yang dilakukan pada penelitian saat ini yaitu nasabah yang menggunakan layanan bank digital sebagai media untuk transaksi. Penelitiaan ini dilakukan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta menggunakaan sampel yang berjumlah 100 orang dengan penentuan sebagai berikut. Jenis Kelamin Tabel 4. 1 Identifikasi Responden Berdasarkan jenis kelamin Frequency Percent Valid Laki-Laki Perempuan Total Valid Percent Cumulative Percent Sumber data: Data Primer yang diolah 100 Sesuai pada tabel 4. 1, dapat diketahui bahwa responden laki-laki sebanyak 46 orang atau 46% sementara responden perempuan berjumlah 54 orang atau 54%. Pada penelitian ini menyatakan bahwa jenis kelamin responden paling banyak yaitu perempuan. Usia Tabel 4. 2 Mengidentifikasi Responden Berdasarkan Usia Valid 17 >17 Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber data: Data Primer yang diolah 100 Menurut pada tabel 4. 2 dapat terlihat. jika dari 100 responden terdapat 94% atau 94 responden. yang berusia >17 tahun dan terdapat 6% atau 6 orang responden yang berusia 17 tahun. Domisili Tabel 4. 3 Mengidentifikasi Responden Berdasarkan Domisili Frequency Percent Valid Surakarta Valid Percent Cumulative Percent JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Menurut pada tabel 4. 3 diketahui sebanyak. responden yang diambil untuk sampel penelitian terdapat 100% atau 100 responden yang berasal dari Kota Surakarta. Durasi Pemakaian Bank Digital Tabel 4. 4 Mengidentifikasi Responden berdasarkan Pemakaian Bank Digital Frequen Valid Cumulative Percent Percent Percent Valid Setiap Hari Beberapa Kali Dalam Seminggu Beberapa Kali Dalam Sebulan Jarang Total. Menurut pada tabel 4. 4 terbukti bahwa 37% atau 37 responden menggunakan bank digital setiap hari, 35% atau 35 responden menggunakan bank digital beberapa kali dalam seminggu, 15% atau 15 responden menggunakan bank digital beberapa kali dalam sebulan, serta 15% atau 15 responden jarang menggunakan bank digital. Analisis Data . Hasil Uji Validitas Uji validitas. diimplementasikan untuk memahami keabsahan atau ketidakabsahan suatu pernyataan kuesioner yang akan dibagikan oleh para responden, uji validitas ini juga digunakan untuk mengukur apakah butir-butir pada pernyataan di kuesioner tersebut menyampaikan suatu persoalan yang sedang diukur oleh peneliti. uji validitas . dikatakan valid apabila. hitung > dari nilai r table Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Tingkat Keamanan Pernyataan Nilai r hitung Nilai r tabel X1. 0,367 0,195 Valid X1. 0,545 0,195 Valid X1. 0,471 0,195 Valid X1. 0,468 0,195 Valid X1. 0,679 0,195 Valid Berdasarkan tabel 4. 5, indikator pernyataan variabel X1 menunjukkan hasil yang Setiap indikator pernyataan. memiliki nilai. r hitung yang. besar 0,195 . ilai JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kelima indikator pernyatan pada variabel tingkat keamanan menggunakakn 100 responden tersebut dinyatakan valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Fleksibilitas Pernyataan Nilai r hitung Nilai r tabel X2. 0,687 0,195 Valid X2. 0,678 0,195 Valid X2. 0,687 0,195 Valid X2. 0,693 0,195 Valid X2. 0,752 0,195 Valid Berdasarkan tabel 4. 6, indikator pernyataan variabel X2 menunjukkan hasil yang Setiap indikator pernyataan memiliki nilai r hitung yang lebih besar 0,195 . ilai r tabe. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kelima indikator pernyatan pada variabel fleksibilitas menggunakan 100 responden tersebut dinyatakan valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Kepuasan Pengguna Pernyataan Nilai r hitung Nilai r tabel X3. 0,732 0,195 Valid X3. 0,723 0,195 Valid X3. 0,755 0,195 Valid X3. 0,664 0,195 Valid X3. 0,700 0,195 Valid Berdasarkan. 7, indikator pernyataan variabel X3 menunjukkan hasil yang Setiap indikator pernyataan . memiliki nilai. r hitung yang lebih. besar 0,195 . ilai r tabe. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa kelima indikator pernyatan pada variabel kepuasan pengguna menggunakan 100 responden tersebut JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 dinyatakan valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Citra Sosial Pernyataan X4. X4. X4. X4. X4. Nilai r hitung 0,598 0,721 0,591 0,676 0,551 Nilai r tabel 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid. Valid. Valid. Valid. Valid. Berdasarkan tabel 4. 8, indikator pernyataan variabel X4 menunjukkan hasil yang Setiap indikator pernyataan memiliki nilai r hitung yang lebih besar 0,195 . ilai r tabe. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kelima indikator pernyatan pada variabel citra sosial menggunakan 100 responden tersebut dinyatakan valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel kenyamanan pengguna Pernyataan X5. X5. X5. X5. X5. Nilai r hitung 0,470 0,702 0,751 0,707 0,686 Nilai r tabel 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 4. 9, indikator pernyataan variabel X5 menunjukkan hasil yang Setiap indikator pernyataan . memiliki nilai r hitung yang lebih besar 0,195 . ilai r tabe. Oleh karena itu, . dapat disimpulkan bahwa kelima indikator pernyatan pada variabel kenyamanan pengguna menggunakan 100 responden tersebut dinyatakan Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Dependen Manfaat Bank Digital dalam Sistem Pembayaran Pernyataan Nilai r hitung 0,602 0,702 0,707 Nilai r tabel 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta 0,683 0,747 0,195 0,195 Valid Valid Berdasarkan tabel 4. 7, indikator pernyataan variabel dependen menunjukkan hasil yang signifikan. Setiap indikator pernyataan memiliki nilai r hitung yang lebih besar 0,195 . ilai r tabe. Oleh karena itu, dapat diputuskan bahwa kelima indikator pernyatan pada variabel dependen menggunakan 100 responden tersebut dinyatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas Uji reliabilitas diimplementasikan untuk mengetahui nilai kekonsistenan pada instrumen penelitian. Variabel dapat dikatakan reliabel apabila nilai cronbach alpha > 0,60 (Sujarweni, 2. Pada tabel dibawah memperlihatkan hasil uji reliabilitas dari 5 variabel yaitu tingkat keamanan, fleksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial, dan kenyamanan Uji reliabilitas dapat dilakukan apabila sudah dinyatakan valid pada saat melakukan uji validasi. Pengujian reliabilitas ini bertujuan untuk mengukur nilai CronbachAos Alpha dengan memanfaatkan aplikasi SPSS versi 25. Pernyataan kuesioner dapat dikatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,060 (Sujarweni, 2. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Jumlah item Reability Keterangan Coefficient (CronbachAos Alph. 0,619 Reliabel 0,777 Reliabel 0,782 Reliabel 0,744 Reliabel KNP 0,765 Reliabel MBD 0,773 Reliabel Pada tabel 5. 1 terlihat bahwa hasil dari variabel independen tingkat keamanan, fleksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial, kenyamanan pengguna serta variabel dependen manfaat bank digital dalam sistem pembayaran, menunjukkan hasil CronbachAos Alpha > 0,60. Dengan kata lain, setiap variabel menunjukkan hasil yang reliabel dan dapat menghasilkan jawaban yang tetap konsisten sepanjang waktu. Hasil. Uji. Asumsi. Klasik. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 . Uji Normalitas (Kolmogorv Smirno. Uji normalitas adalah pengujian yang diterapkan sebagai media ukur agar dapat menemukan apakah data tersebut mempunyai peredaran yang normal atau tidak, serta apakah data tersebut di . dapat dari populasi yang memiliki peredaran normal atau tidak (Gunawan, 2. Data tersebut dapat dinilai normal apabila nila dari Asymp. Sig. > 0,05. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -tailed. Berdasarkan. dari hasil. Output SPSS tersebut dapat . dilihat bahwa nilai. Asymp. Sig. -taile. adalah 0,200, yang . besar dari. 0,05. Jadi. Kesimpulannya yaitu data tersebar secara. Dan dapat. Dikerjakan lebih lanjut untuk melakukan penelitian selanjutnya. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengidentifikasi apakah terdapat keterkaitan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen (Gunawan, 2. Untuk menentukan tidak adanya indikasi multikolinearitas dapat dilihat dari nilai VIF O 10,00 dan nilai tolerance Ou 0,100 jika hasil yang di dapat sesuai dengan syarat tersebut, maka dapat disimpullkan bahwa data tersebut bebas dari gejala multikolinearitas. Tabel 5. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta Hasil Uji Multikolinearitas Model. Statistika Kolinearitas VIF Tolerance. 0,860 Keterangan. Tidak Terdapat Gejala Multikolinearitas. 0,458 Tidak Terdapat Gejala 0,325 Tidak Terdapat Gejala 0,317 Tidak Terdapat Gejala. Multikolinearitas Tidak Terdapat Gejala Multikolinearitas Multikolinearitas. Multikolinearitas KNP 0,364 Dapat dilihat tabel 5. 6 diatas merupakan hasil Output SPSS. Hail dari uji multikolinearitas diatas nilai torelance dan nilai VIF seluruh variabel independen memiliki nilai VIF O 10,00 dan nilai tolerance Ou 0,100. Sebab dari itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Uji Heterokedastisitas (Glejse. Uji heterokedastisitas digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan varians residual antara satu observasi dengan observasi lainnya dalam model regresi (Umar, 2. Uji heterokedastisitas dapat dikatakan lolos uji apabila nilai signifikansi pada semua variabel berinilai > 0,05. Tabel 5. Variabel Sig. 0,352 0,093 0,406 Keterangan Tidak. Terjadi. Heterokedastisitas. Tidak. Terjadi. Heterokedastisitas. Tidak. Terjadi. Heterokedastisitas. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n Hasil. Uji. Heterokedastisitas. p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 0,588 KNP 0,081 Tidak. Terjadi. Heterokedastisitas. Tidak. Terjadi. Heterokedastisitas. Hasil output SPSS menunjukkan. semua variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala heterokedastisitas pada masing-masing variabel. Koefisien. Determinasi. Koefisien determinasi merupakan salah satu uji yang dilakukan pada saat penelitian sebagai media untuk menghitung seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi R Square 0,737 Sumber data: Diolah menggunakan SPSS 25 Dari tabel 5. 8 diatas, diketahui jika nilai R Square sebesar 0,737. Hal ini menunjukkan bahwa 73,7% perubahan pada tingkat keamanan, fleksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial, serta kenyaman pengguna di pengaruhi oleh gaya kognitif. Sementara itu, sisanya sebesar 26,3% ini dipengaruhi oleh varibel lain di luar model penelitian ini. Uji Hipotesis . Uji F (Simulta. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta Tabel 5. Hasil Uji F (Simulta. 52,832 Sig. Kriteria pada uji F yaitu nilai Sig. < 0,05, sehingga dapat dilihat dari tabel 5. 6 bahwa hasil nilai dari uji F (Simulta. diatas yaitu Sig. 000 Dikarenakan nilai sig. 0,05. dapat diputuskan bahwa. variabel independen. berpengaruh signifikan secara. simultan terhadap variabel. Uji T (Parsia. Tabel 5. Hasil Uji T (Parsia. Variabel t-tabel t-hitung Sig Keterangan (<0. 0,195 1,112 0,269 Tidak Signifikan 0,195 2,168 0,033 Signifikan 0,195 1,981 0,004 Signifikan 0,195 2,300 0,024 Signifikan KNP 0,195 3,207 0,002 Signifikan Berdasarkan hasil uji T pada tabel 6. 0 diatas, maka analisis dari uji T tersebut yaitu: X1: Dengan nilai Sig. 0,269 yang lebih besar dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa variabel X1 tidak berpengaruh terhadap variabel Y. X2: Dengan nilai Sig. 0,033 yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari variabel X2 terhadap variabel Y. X3: Dengan nilai Sig. 0,004 yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari varibel X3 terhadap variabel Y. X4: Dengan nilai Sig. 0,024 yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari varibel X4 terhadap variabel Y. X5: Karena nilai Sig. 0,002 lebih kecil dari 0. 05, dapat diartikan bahwa variabel X5 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Analisis Regresi Berganda JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel 5. 8 Hasil analisis regresi berganda Variabel Unstandardized (Constan. -0,100 0,249 0,145 -0,096 KNP -0,290 Merujuk pada tabel 5. 6 maka di dapat persamaan sebagai berikut : -0,013 0,073X1 0,167X2 0,264X3 0,229X4 0,287X5 Konstanta sebesar -0,013 menunjukkan bahwa ketika nilai varibael independen. 0, maka nilai variabel dependen akan menjadi -0,013. Variabel tingkat keamanan memiliki nilai koefisien regresi yang negatif sebesar 0,073. Dapat ditarik kesimpulan jika variabel fleksibilitas meningkat, maka variabel Y juga akan meningkat. Variabel fleksibilitas memiliki nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,167. Dapat diartikan jika variabel fleksibilitas meningkat, maka variabel Y juga akan meningkat. Variabel kenyamanan pengguna memiliki nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,264. Dapat diartikan jika variabel kenyamanan pengguna meningkat, maka variabel Y juga akan meningkat. Variabel fleksibilitas memiliki nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,229. Dapat diartikan jika variabel citra sosial meningkat maka variabel Y juga akan meningkat. Variabel fleksibilitas memiliki nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,287, hal terssebut mengindikasikan bahwa apabila variabel kepuasan pengguna meningkat, variabel Y juga akan mengalami peningkatan. PEMBAHASAN Adanya pengaruh signifikan antara variabel independen . leksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial dan kenyamanan penggun. terhadap variabel dependen . anfaat bank digital dalam sistem pembayara. akan tetapi pada variabel independen . ingkat keamana. tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen . anfaat bank digital dalam sistem pembayara. hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilaksanakan, konfirmasi bahwa tingkat keamanan tidak berpengaruh signifikan terhadap manfaat bank digital dalam sistem pembayaran hal ini bertolak belakang dengan penelitian (Ava Dianta & Zusrony, 2. yang menunjukkan hasil keamanan berpengaruh signifikansi terhadap internet banking namun pada penelitian ini sejalan. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 Analisis Tingkat Keamanan. Fleksibilitas. Kepuasan Pengguna. Citra Sosial dan Kenyamanan Pengguna Terhadap Manfaat Bank Digital Dalam Sistem Pembayaran : Studi Kasus di Kota Surakarta Namun penelitian sesuai dengan penelitian dari (Rivaldi et al. , 2. yang menunjukkan tidak adanya pengaruh keamanan dalam menggunakan bank digital karena pada umumnya pengguna sudah mempercayai layanan teknologi bank digital tersebut. Pada variabel fleksibilitas menunjukkan. bahwa terdapat adanya pengaruh secara positif dan signifikan terhadap manfaat bank digital dalam sisteme pembayaran, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Marginingsih, 2. yang menunjukkan bahwa layanan bank digital dapat tersedia setiap saat untuk mendukung inklusi keuangan dengan memanfaatkan digitalisasi. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Setyo et al. , 2. yang menunjukkan bahwa layanan keuangan digital dengan mengandalkan teknologi yang canggih dan akses internet membuat proses transaksi yang sedang dilakukan menjadi lebih cepat. Pada variabel kepuasan pengguna menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap manfaat bank digital dalam sistem pembayaran, hal tersebut selaran dengan penelitian yang dikerjakan oleh (Putri, 2. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kualitas sistem informasi dengan kepuasan pengguna berpengaruh positif, dikarenakan semakin baik kualitas sistem informasi maka akan semakin tinggi juga tingkat kepuasan nasabah. Penelitian ini juga searah dengan (Marbun et al. , 2. bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel penggunaan sistem pembayaran QRIS dengan variabel dependen kepuasan pelanggan UMKM, hal ini menunjukkan bahwa kemudahan dalam menggunakan QRIS sangat mendukung nasabah, sehingga mereka dapat merasakan kepuasan saat memanfaatkan sistem tersebut. Pada variabel citra sosial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terdapat manfaat bank digital dalam sistem transaksi pembayaran, ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Yuniawan et al. , 2. bahwa hasil penelitian tersebut berpengaruh positif karena aktivitas pemasaran berdampak pada citra merek. Semakin giat melakukan promosi di media sosial maka akan semakin tinggi juga tingkat citra mereknya. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Mufarih et al. , 2. menunjukkan bahwa semakin tinggi atau positif citra sosial pada perbankan digital maka semakin tinggi pula persepsi pengguna terhadap manfaat aplikasi bank digital tersebut. Pada variabel kenyamanan pengguna memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap manfaat bank digital dalam sistem pembayaran hal ini di dukung dan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Angga et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kenyamanan berdampak signifikan secara parsial tehadap penggunaan mobile banking bank BPRS . Sehingga dapat disimpulkan bahwa kenyamanan pengguna bank digital sangat penting agar dapar dapat membuat nasabah merasa nyaman saat melakukan transaksi pembayaran. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis pengaruh berbagai faktor, seperti tingkat keamanan, fleksibilitas. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 460 Ae 479 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 kepuasan pengguna, citra sosial, dan kenyamanan pengguna terhadap manfaat bank digital dalam sistem pembayaran. Studi dilakukan terhadap 100 responden di Kota Surakarta untuk memahami bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi pengalaman pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas, kepuasan pengguna, citra sosial, dan kenyamanan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap manfaat bank digital, sedangkan tingkat keamanan tidak memberikan dampak yang signifikan. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan pengguna terhadap kemampuan bank digital dalam menjaga privasi dan keamanan data mereka, meskipun demikian, bank tetap perlu meningkatkan sistem keamanan untuk mengantisipasi risiko kejahatan siber di masa depan. Keberhasilan bank digital dalam meningkatkan manfaat layanannya sangat bergantung pada fleksibilitas, citra sosial, kenyamanan, dan kepuasan pengguna. Oleh karena itu, bank digital harus terus berinovasi dengan menciptakan layanan yang mudah digunakan dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi penggunanya. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk ruang lingkup yang terbatas pada Kota Surakarta, sehingga hasilnya mungkin tidak mencerminkan kondisi di wilayah lain. Selain itu, variabel yang digunakan hanya mencakup lima faktor, sementara faktor lain seperti inovasi teknologi, kepercayaan nasabah, dan promosi belum dianalisis secara mendalam. Sebagai saran, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan wilayah agar hasil yang diperoleh lebih representatif secara nasional. Selain itu, penelitian berikutnya perlu mengeksplorasi variabel lain seperti kepercayaan dan persepsi pengguna, yang relevan dalam menentukan manfaat bank digital dalam sistem pembayaran. Bagi industri perbankan, penelitian ini menyoroti pentingnya fokus pada peningkatan fleksibilitas layanan, penguatan citra sosial, dan perbaikan pengalaman pengguna untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. DAFTAR PUSTAKA