EJOIN Ae VOLUME 2 NOMOR 4 . : 694 - 697 SOSIALISASI PENYULUHAN BAHAYA BULLYING DI SMK ADZKIYA BALIKPAPAN Amir Iskandar1. Firdaus Rahmatullah2 Universitas Balikpapan. Indonesia Article Information Article history: Received March Approved April ABSTRACT Keywords: Supervision. Bullying. The Role of Schools Prevention of stopping bullying in schools can be done, among other things, by providing appropriate supervision and sanctions to the perpetrators. There are other ways, such as providing counseling through various methods, one way is by including bullying material into learning which will have a positive impact on students' personal development. The aim of this research is to find out the dangers of bullying and prevent an increase in bullying behavior among school children at Adzkiya Balikpapan Vocational School. Socialization is carried out by providing counseling and character education to students. Based on this counseling, the role of schools is expected to be able to apply it to students in their school environment ABSTRAK Pencegahan stop bullying di sekolah dapat dilakukan antara laindengan cara memberikan pengawasan dan sanksi secara tepat kepada pelaku. Adapun cara yang lain seperti melakukan penyuluhan melalui berbagai cara salah satu cara yaitu dengan memasukan materi bullying ke dalam pembelajaran yang akan berdampak positif bagi pengembangan pribadi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahaya bullying seperti apa dan mencegah terjadinya peningkatan perilaku bullying pada anak sekolah di SMK Adzkiya Balikpapan. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan serta pendidikan karakter terhadap murid. Berdasarkan penyuluhan tersebut peran sekolah diharapkan dapat menerapkannya kepada murid dalam lingkungan sekolahnya. A 2023 EJOIN *Corresponding author email: firdausrahmatullah123456@gmail. | 694 Iskandar et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 694 - 697 PENDAHULUAN Bullying adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang yang dilakukan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mendominasi orang lain secara fisik, verbal, atau emosional. Hal ini bisa terjadi di sekolah, tempat kerja, maupun online. Bentuk-bentuk bullying meliputi penganiayaan, penghinaan, penyebaran gosip, perundungan, dan lainnya. Akibat dari bullying dapat meningkatkan risiko gangguan mental, rendahnya rasa percaya diri, depresi, bahkan memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan emosional. Bullying terjadi diberbagai tempat, salah satunya yang paling sering didapati adalah sekolah halinisangat berdampak sekali terhadapkualitas hidup seorang anak. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan kedua setelah keluarga. Sekolah memegang peran penting dalam perkembangan psikologi, sosial, dan emosi seorang remaja. Lingkungan pergaulan yang positif akan berdampak pada perkembangan mental yang positif, demikianpun sebaliknya. Misalnya, kasus bullying yang banyak terjadi di lingkunga sekolah. Menggertak atau mengganggu adalah dasar kata bullying dalam bahasa Inggris . Aturan hukum terkait bullying terhadap anak sudah diatur oleh Negara dalam bentuk undang-undang sedangkan pemahaman yang jelas tentang bullying belum dimiliki oleh sebagian remaja baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah padahal bullying dapat merugikan orang lain bahkan dapat menimbulkan kerugian. hilangnya masa depan seorang anak yang menjadi korban dari perbuatan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Balikappan melakukan sosialisasi bullying di SMK Adzkiya Balikpapan agar dapat menghindari hal-hal buruk yang terjadi pada siswa sehingga dapat dicegah dengan cepat jika terindikasi bullying di lingkungan sekolah dan menerapkan silahturahmi baik sesama di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah METODE PELAKSANAAN Masyarakat yang menjadi sasaran adalah warga lingkungan sekolah SMK Adzkiya Balikpapan khususnya para siswa. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan mengumpulkan informasi dan data secara primer . awancara secara langsun. Lalu melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah dengan hasil tersebut dapat diperoleh informasi bahwa masih kurangnya pendidikan terhadapbullying di kalangan siswa. Beberapa kegiatan yang dapat saya lakukan dalam membantu permasalahan tersebut yaitu dengan memberikan penyuluhan terkait bullying di lingkungan sekolah bagaimana cara mencegah terjadinya perilaku bullying ini. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi danpembelajaran secara langsung kepadapihak sekolah tentang bahaya bullying. HASIL DAN PEMBAHASAN Bullying merupakan serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri. Bullying merupakan bentuk awal dari perilaku agresif yaitu tingkah laku yang kasar. Bisa secara fisik, psikis, melalui kata-kata, ataupun kombinasi dari Hal itu bisa dilakukan oleh kelompok atau individu. Pelaku mengambil keuntungan dari orang lain yang dilihatnya mudah diserang. Tindakannya bisa dengan mengejek nama, korban diganggu atau diasingkan dan dapat merugikan korban. Berikut merupakan beberapa jenis bullying yang sering ditemukandalam lingkungan sekolah : Bullying secara verbal. perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasakkusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying, bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu jenis yang paling mudah dilakukan dan bullying bentuk EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 695 Iskandar et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 694 - 697 verbal akan menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut. Bullying secara fisik. yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barangbarang milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakantindakan kriminal yang lebih lanjut. Cyber bullying. merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail. SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan. Bullying jenis ini biasanya dilakukan oleh kelompok remaja 36 Harefa. Manik. Serlaut. Yahaubun. Gomies. Antoni. Kesamay, & Ritiauw yang telah memiliki pemahaman cukup baik terhadap sarana teknologi informasi dan media elektronik (Sumber: dokumentasi pribad. Gambar 1. Memberikan penyuluhan kepada siswa SMK Adzkiya Balikpapan Dalam program kegiatan sosialsisasiyang dilaksanakan di kalangan siswa SMK Adzkiya dilakukan pada tanggal 17 Februari 2024 dimulai dengan mempresentasikan materi penjelasan bullying, serta memberikan himbauan kepada seluruh siswa untuk tidak melakukan bullying di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Dalam pemaparan materi saya selaku mahasiswa KKN Universitas Balikpapan terlebih dahulu menanyakan kepada seluruh siswa mengenai apa itu bullyng, namun rata-rata siswa masih belum mengerti seperti apa tindakan bullying. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 696 Iskandar et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 694 - 697 (Sumber: dokumentasi pribad. Gambar 2. Sesi tanya jawab kepada siswa SMK Adzkiya Balikpapan Setelah pemaparan materiselesai di akhir kegiatan saya melalukanevaluasi terkait materi yang disampaikan dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa yang dilakukan secara Dari hasil evaluasi tersebut menunjukan bahwa secara keseluruhan para siswa belum begitu mengetahui tentang adanya undang Ae undang dalam kasus pembulian yang marak terjadi tepatnya di bangku persekolahan maka sangat diharapkan sekali dalam kegiatan ini dapat membantupihak sekolah untuk memberikan pendidikan tentang bullying kepada siswanya agar dapat menumbuhkan kesadaran pada didri mereka bahwa pembulian merupakan suatu tindak kejahatan pidana. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan di SMK Adzkiya Balikpapan merupakan wujud kontribusi dalam pelaksanaan program kerja KKN Universitas Balikpapan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mengimplikasikan dan mentransfer keilmuan sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa/i SMK Adzkiya Balikpapan untuk menjadi generasi penerus bangsa yang taat akan peraturan dan sadar akan kejahatan. sehingga diharapkan kedepannya angka korban pembulian dan pelaku pembulian bisa teratasi. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam tulisan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada warga lingkungan sekolah SMK Adzkiya Balikpapan serta pihak-pihak lainnya yang telah membantu dalam pelaksanaan program kerja pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA