Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 14. No. Oktober 2023 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda Analysis of Effect Addited of Nira Water Fertilizer on the Growth of Caulerpa racemose Seaweed at Different Depths Baiq Nopi Kartika . Moh. Awaludin Adam *. Dewi Putri Lestari Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Mataram. NTB. Indonesia. Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lombok Utara. NTB. Indonesia. *Penulis korespondensi : email : ar. adam87@yahoo. (Diterima Agustus 2023 /Disetujui Oktober 2. ABSTRACT One effort to increase the growth of Caulerpa racemosa and support production without depending on the season is by fertilizing. This research aims to analyze the use of nira water fertilizer in the cultivation of Caulerpa racemosa seaweed at different depths. The research was carried out at the National Innovation Research Agency (BRIN) Malaka. Pemenang. North Lombok Regency. West Nusa Tenggara and took place from October to December 2022. The research materials used consisted of sea water, nira water. Vitamin B1, and Caulerpa racemose. The equipment used in this research included: stationery, concrete tubs, stones, scissors, cell phones, plastic baskets, rulers. NO2 Profi Test. NO3 Profi Test, pH meter, ris rope, analytical scales, waring, and water quality checker. This research was carried out by preparing containers, preparing containers for seeds, caring for seeds, applying nira water fertilizer, observing growth, observing water quality. The research parameters are: weight measurement, length measurement, survival and specific growth rate. The results of the NPK level test in the nira water used in this research were N total: 13 ppm. P Total: 0. 002, and N Total: 0. The results obtained were the average length of new shoots = 3. 01 cm. average weight = 88. 33 gr Ae 92. 22 gr. specific growth rate = -1. 89 % - . 04 %). survival value = 65. 67%-78%. Data analysis using the One Way Anova Test of the three treatments had no significant effect . <0. Nira water fertilizer as liquid organic fertilizer in caulerpa recemosa cultivation can support the weight and length growth of caulerpa racemosa. However, it has not been able to increase survival and specific growth rate in caulerpa racemosa. Keywords: Caulerpa racemosa, growth, organic fertilizer, nira water ABSTRAK Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan Caulerpa racemosa serta dapat menunjang produksi tanpa ketergantung dengan musim adalah dengan cara pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penggunaan pupuk air nira pada budidaya rumput laut Caulerpa racemosa dengan kedalaman yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Malaka. Kecamatan Pemenang. Kabupaten Lombok utara. Nusa Tenggara Barat dan berlangsung pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2022. Bahan penelitian yang digunakan terdiri dari air laut. Air nira. Vitamin B1, dan Caulerpa racemose. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: alat tulis, bak beton, batu, gunting, hp. To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. keranjang plastik, penggaris. NO2 Profi Test. NO3 Profi Test, pH meter, tali ris, timbangan analitik, waring, dan water quality checker. Penelitian ini dilakukan dengan persiapan wadah, persiapan wadah untuk bibit, pemeliharaan bibit, pemberian pupuk air nira, pengamatan pertumbuhan, pengamatan kualitas air. Parameter penelitian yaitu: pengukuran berat, pengukuran panjang, ketahanan hidup, dan laju perumbuhan spesifik. Hasil uji kadar NPK pada air nira yang digunakan pada penelitian ini N total: 0,13 ppm. P Total: 0,002, dan N Total: 0,002. Hasil yang diperoleh ratarata panjang tunas baru = 3,74-4,01 cm. rata-rata berat = 88,33 gr Ae 92,22 gr. laju pertumbuhan spesifik = -1,89 % - (-3,04 %). nilai ketahanan hidup = 65,67%-78%. Analisis data dengan menggunakan Uji One Way Anova dari ketiga perlakuan yaitu tidak berpengaruh nyata . <0,. Penggunaan air nira sebagai pupuk organik cair pada budidaya Caulerpa racemosa ini dapat menunjang pertumbuhan berat dan panjang dari Caulerpa racemosa tetapi belum mampu meningkatkan ketahanan hidup dan laju pertumbuhan spesifik pada Caulerpa racemosa. Kata Kunci: Caulerpa racemosa. Pupuk cair. Air nira. Pertumbuhan PENDAHULUAN Wilayah pesisir pantai di Pulau Lombok memiliki potensi sumberdaya perairan untuk pengembangan usaha di bidang perikanan . udidaya dan tangka. Salah satu potensi yang sementara dikembangkan adalah budidaya rumput laut. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya laut yang memiliki manfaat yang sangat banyak seperti dalam industri makanan, untuk farmasi, dan lain-lain karena rumput laut dapat menghasilkan agar, karaginan dan alginat. Menurut Ismianti, et al. , . rumput laut merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan, karena teknik budidayanya yang relatif mudah dan murah dengan produktivitas Salah satu jenis rumput laut yang digemari yaitu Caulerpa sp. Menurut Fatmawati, et al. yang menyatakan bahwa Caulerpa racemosa banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan medis karena mengandung antioksidan. Caulerpa racemosa dapat menangkal radikal bebas karena jenis caulerpa tersebut yang mengandung asamfolat, tiamin, dan asam askorbat. Caulerpa racemosa juga mengandung caulerpenin yang menunjukkan bioaktivitas terhadap sel line manusia dan memiliki sifat antikanker, antitumor, dan anti proliferasi. Budidaya rumput laut Caulerpa racemosa dapat dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti nutrien, suhu, salinitas, pH, dan intensitas cahaya. Nutrien merupakan unsur yang diperlukan tanaman sebagai sumber energi yang digunakan untuk menyusun berbagai komponen sel selama proses pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan Caulerpa racemosa serta dapat menunjang produksi tanpa ketergantung dengan musim adalah dengan cara pemupukan. Pemupukan merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produksi tanaman dengan penambahan nutrient (Pramita et al. , 2. Salah satu pupuk yang digunakan ialah pupuk cair nira aren . ir tua. Menurut Sargon, et al. , . yang menyatakan bahwa pupuk organik cair nira aren memiliki aroma yang khas seperti tape, dan terdapat lapisan putih pada Menurut Lukman . yang menyatakan bahwa pupuk nira aren mengandung unsur hara N. K dan Ca. Selain unsur N, terdapat unsur K pada pupuk organik cair nira aren yaitu 3,98%. Unsur N dan K pada pupuk nira aren dapat membantu proses pembelahan dan pembesaran sel yang dapat mempercepat pertumbuhan daun. Untuk memenuhi kebutuhan akan rumput laut Caulerpa racemosa, maka perlu dilakukannya usaha budidaya caulerpa untuk mendapatkan produksi yang maksimal dan secara teratur. Budidaya yang dilakukan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan Caulerpa racemosa. Suplai dapat lebih lancar, teratur dalam jumlah maupun mutunya. Kualitas dan kuantitas rumput laut yang baik dan berkelanjutan merupakan tantangan bagi usaha budidaya. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan Caulerpa racemosa dalam budidaya adalah kondisi lingkungan. Daya dukung lingkungan yang optimum terhadap pertumbuhan rumput laut sangat dipengaruhi oleh To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. lokasi dan waktu tanam rumput laut (Darmawati, 2. Oleh karena itu untuk menjamin pemanfaatan sumberdaya rumput laut secara berkelanjutan bagi pembudidaya rumput laut, maka perlu dilakukan penelitian penggunaan pupuk air nira pada budidaya rumput laut Caulerpa racemosa dengan kedalaman yang berbeda. METODE Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Malaka. Kecamatan Pemenang. Kabupaten Lombok utara. Nusa Tenggara Baratdan berlangsung pada bulan November sampai dengan bulan Desember 2023. Alat dan Bahan. Bahan penelitian yang digunakan terdiri dari air laut. Air nira. Vitamin B1, dan Caulerpa racemose. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: alat tulis, bak beton, batu, gunting, hp, keranjang plastik, penggaris. NO2 Profi Test. NO3 Profi Test, pH meter, tali ris, timbangan analitik, waring, dan water quality checker. Prosedur Penelitian Persiapan Wadah Pemeliharaan Penelitian ini menggunakan kolam beton yang berukuran 70 cm x 300 cm x 80 cm. Sebelum digunakan kelom beton dibersihkan terlebih dahulu dengan cara membuka saluran outlet pada kolam untuk menguras air pada kolam. Pembersihan kolam ini dilakukan dengan cara menyikat bagian dasar kolam serta dinding samping pada kolam guna menghilangkan lumut dan hama yang ada, kemudian kolam yang dibersihkan dibilas menggunakan air laut. Setelah dilakukan pembersihan kolam, saluran outlet pada kolam ditutup kemudian kolam diisi dengan air laut. Persiapan Wadah Bibit Rumput laut Wadah yang digunakan dalam penelitian ini berupa keranjang plastik yang berukuran 52 cm. Sebelum diletakkan ke dalam kolam beton, keranjang yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air laut kemudian dipasangkan pemberat berupa batu yang bungkus dengan waring kemudian diikat dengan tali nilon, pemberat diikat dibagian dasar keranjang. Kemudian keranjang diberi penutup berupa waring yang diikat menggunakan tali segel di tiga bagian sisi Keranjang yang digunakan sebanyak 9 unit yang diletakkan di dalam kolam beton dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan yang dimana pada perlakuan P1 pada kedalaman 5 cm. P2 pada kedalaman 10 cm, dan P3 pada kedalaman 15 cm. Pemeliharaan Bibit Rumput laut Sebelum dilakukan proses budidaya rumput laut, pengambilan bibit rumput laut dilakukan pada pagi hari yang diambil langsung dari alam. Bibit rumput laut dibungkus menggunakan karung, kemudian dimasukkan ke dalam box styrofoam. Pengangkutan bibit dari habitat aslinya menuju tempat penelitian menempuh waktu 3 jam perjalanan. Sebelum di budidayakan, bibit rumput laut diaklimatisasi terlebih dahulu selama 30 menit dengan kondisi masih di dalam karung. Kemudian setelah 30 menit, bibit rumput laut dikeluarkan dari dalam karung. Kemudian bibit rumput laut didomestikasi selama 3 hari, hal ini bertujuan untuk mengadaptasikan rumput laut dari habitat asli ke dalam wadah yang terkontrol. Kemudian setelah didomestikasi dilakukan penimbangan untuk penebaran sebanyak 100 gr yang akan dimasukkan ke dalam keranjang dengan masing-masing perlakuan yang berbeda. Pemberian Pupuk Cair Air Nira Pemberian pupuk dilakukan seminggu sekali, pupuk yang digunakan yaitu air nira. Di siapkan air laut sebanyak 2 L kemudian dimasukkan air nira sebanyak 3 ml dan vitamin B1 1 ml, yang To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. kemudian diaduk. Setelah itu pupuk diberikan kedalam kolam secara merata, pemberian pupuk ini bertujuan agar menambah nutrien pada rumput laut caulerpa racemosa yang dibudidayakan. Pengamatan Pertumbuhan Rumput Laut Pengamatan pertumbuhan Caulerpa racemosa dilakukan setiap 1 kali seminggu dengan mengamati panjang dan berat pada rumput laut. Pengukuran panjang pada rumput dilakukan dengan cara mengambil satu sampel rumput laut kemudian diukur panjang thallus pada rumput laut dengan menggunakan penggaris, pengukuran panjang dilakukan pada setiap perlakuan. Sedangkan pengukuran berat pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan timbangan digital, penimbangan dilakukan dengan mengambil masing-masing sampel rumput laut pada masing-masing perlakuan yang berbeda untuk mengetahui pertumbuhan yang terjadi selama proses budidaya. Pengukuran Kualitas Air Pengukuran kualitas air dilakukan pada pagi dan sore hari setiap 3 kali dalam seminggu. Pengukuran kualitas air yang diukur yaitu suhu, salinitas, pH, dan DO dengan menggunakan alat water quality checker. Sedangkan pengukuran nitrat dan nitrit dilakukan pada pagi hari setiap 1 kali dalam seminggu dengan menggunakan NO2 Profi test dan NO3 Profi test. Parameter Penelitian Pengukuran Berat Pengukuran berat mutlak Caulerpa racemosa dihitung dengan rumus sebagai berikut (Sahabati. Dimana: OIW = Pertumbuhan mutlak . Wt = Berat akhir rumput laut . Wo = Berat awal rumput laut . Pengukuran Panjang Pengukuran panjang rumput laut dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan panjang dari Caulerpa racemosa selama masa pemeliharaan. Ketahanan Hidup Ketahanan hidup rumput laut dihitung dengan menggunakan data awal dan data akhir dari penelitian dengan rumus sebagai berikut (Yudiastuti, et al. , 2. Dimana: SR = Kelulushidupan Rumput Laut (%) Wt = Bobot akhir rumput laut pada penelitian . Wo = Bobot awal rumput laut pada penelitian . Laju Pertumbuhan Spesifik Pengukuran laju pertumbuhan harian (LPS) dilakukan dengan cara penimbangan bobot rumput laut pada setiap minggu, dengan rumus sebagai berikut (Alwi, et al. , 2. To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Dimana : LPS = Laju pertumbuhan spesifik (%/har. Wt = Bobot akhir rumput laut pada penelitian . Wo = Bobot awal rumput laut . t = lama pemeliharaan . Parameter Kualitas Air Sebagai data penunjang, maka dilakukan pengukuran parameter kualitas air,seperti: suhu, salinitas, pH. DO, nitrat dan nitrit. Pengukuran kualitas air ini menggunakan alat pengukuran masing-masing. Analisis Data Data yang akan diperoleh akan diuji menggunakan uji Analysis of variance (ANOVA) dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui pertumbuhan dari rumput laut pada setiap Hasil analisis kualitas air seperti . uhu, pH. DO, salinitas, nitrat, dan nitri. akan dianalisis secara diskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji NPK Air Nira Hasil uji kadar NPK pada air nira yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Pengukuran Kandungan NPK pada Air Nira Parameter P-total (Spektr. 0,003 K-total (AAS) 0,003 Air Nira U1 N-total (Kjeldal. 0,15 Air Nira U2 0,11 0,002 0,002 Air Nira U3 0,12 0,001 0,002 Rata-rata 0,13 0,002 0,002 Kode Sampel Panjang Hasil pemeliharaan rumput laut Caulerpa racemosa selama 14 hari pemeliharaan dengan berbagai perlakuan yang berbeda memberikan rata-rata pertumbuhan tunas baru yang berkisar Antara 3,744,01 cm (Gambar . To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Gambar 1. Rata-rata Panjang Caulerpa racemosa pada Berbagai Perlakuan Gambar 1 menunjukkan bahwa hasil panjang pertumbuhan pada Caulerpa racemosa berbagai perlakuan menunjukkan bahwa analisis data dengan menggunakan Uji One Way Anova dari ketiga perlakuan yaitu tidak berpengaruh nyata . <0,. terhadap pertumbuhan panjang dari Caulerpa racemosa dengan penggunaan pupuk air nira pada budidaya Caulerpa racemosa dengan kedalaman yang berbeda. Berat Hasil pemeliharaan rumput laut Caulerpa racemosa selama 14 hari pemeliharaan dengan berbagai perlakuan yang berbeda memberikan rata-rata panjang pertumbuhan tunas baru yang berkisar antara 88,33 gr Ae 92,22 gr (Gambar . Gambar 2. Rata-rata Berat Caulerpa racemosa pada Berbagai Perlakuan Gambar 2 menunjukkan bahwa berat dari 14 hari pemeliharaan Caulerpa racemosa yang dilakukan dengan penggunaan pupuk air nira pada budidaya Caulerpa racemosa dengan kedalaman yang berbeda, tidak berpengaruh nyata . <0,. terhadap pertambahan pada berat pada Caulerpa racemosa. Laju Pertumbuhan Spesifik Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik dari caulerpa racemosa pada 14 hari pemeliharaan mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya waktu pemeliharaan pada To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. semua perlakuan yang berbeda, dimana hasil dari pengukuran laju pertumbuhan spesifik ini berkisar -1,89 % - (-3,04 %) (Gambar . Gambar 3. Rata-rata Laju Pertumbuhan Spesifik Caulerpa racemosa dengan perlakuan yang Berbeda-beda Ketahanan Hidup Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketahanan hidup dari Caulerpa racemosa pada hari ke 14 pemeliharaan yaitu 65,67%-78% (Gambar . Gambar 4. Rata-rata Ketahanan Hidup Caulerpa racemosa pada Perlakuan yang Berbeda Secara keseluruhan hasil dari Gambar 4. menunjukkan bahwa analisis data dengan menggunakan Uji One Way Anova dari tingkat ketahanan hidup yang didapatkan pada ketiga perlakuan yaitu tidak berpengaruh nyata . <0,. terhadap ketahanan hidup dari Caulerpa racemosa dengan penggunaan pupuk air nira pada budidaya Caulerpa racemosa dengan kedalaman yang berbeda. Kualitas Air Data hasil pengukuran kualitas air yang diperoleh selama pemeliharaan Caulerpa racemosa disajikan pada Tabel 1: To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Parameter Suhu Salinitas Nitrat Nitrit Kolam Nilai 27,85 C - 28,25 C 27,90 C Ae 28,25 C 4,32 Ae 7,81 mg/l 4,58 Ae 7,86 mg/l 25,49 Ae 27,55 ppt 25,47 Ae 27,17 ppt 8,05 Ae 8,33 8,10 Ae 8,32 0Ae2 0Ae2 Pustaka Kelayakan 27-32 C (Menurut Fatmawati, et al. , 2. > 3,5 mg/l (Menurut Irfan, et , 2. 28-35 ppt (Menurut Darmawati, et al. , 2. 6-9 ( Menurut Ardiansyah, et , 2. 0,9-3,5 mg/L (Valentine, et , 2. 0 (Fatmawati, et al. , 2. Berdasarkan hasil yang didapatkan pada hari ke-14, nilai tertinggi dari pengukuran berat yang dihasilkan yaitu 92,22 gr pada perlakuan B dengan kedalaman 10 cm, dan nilai terendah didapatkan pada perlakuan C dengan kedalaman 15 cm yaitu 88,33 gr. Rata-rata hasil dari pengukuran panjang yang tertinggi didapatkan pada perlakuan C dengan kedalaman 15 cm yaitu 4,01 cm, dan nilai terendah didapatkan pada perlakuan A dengan kedalaman 5 cm yaitu 3,74 cm. Pertumbuhan rumput laut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal . enis rumput laut, bibit, dan thallu. dan faktor eksternal . ingkungan atau habita. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Novianti, et al. , . bahwa perbedaan pertumbuhan rumput laut di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu jenis dan kualitas rumput laut yang digunakan, sedangkan faktor eksternal yaitu keadaan lingkungan fisika dan kimiawi perairan yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput. Faktor fisika diantaranya seperti suhu, salinitas, dan pH. Serta unsur N dan P didalam perairan merupakan bagian dari kondisi kimia yang mendukung pertumbuhan rumput laut. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk air nira pada budidaya Caulerpa racemosa pada kedalam yang berbeda berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan Caulerpa racemosa. Bibit yang digunakan pada penelitian ini diambil langsung dari alam yang berasal dari pantai di Desa Ujung. Jerowaru. Lombok Timur. Bibit yang digunakan berusai 6 bulan. Selain faktor dari bibit, faktor lingkungan seperti kedalaman juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dari Caulerpa racemosa. Pada penelitian ini, pemanfaatan sinar matahari digunakan dengan pemberian atap transparan pada laboratorium basah tempat pemeliharaan Caulerpa racemosa, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung pada pagi dan siang hari. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari (Darmawati dalam jurnal Majid, et al. , 2. bahwa proses pertumbuhan Caulerpa racemosa sangat bergantung pada sinar matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Proses fotosintesis dapat memacu aktivitas pembelahan sel, sehingga terjadi pelebaran dan perpanjangan sel, yang pada akhirnya Caulerpa racemosa cenderung bertumbuh dan berkembang. Ketahanan hidup pada budidaya Caulerpa racemosa didapatkan hasil 78 % pada perlakuan A dengan kedalaman 5 cm, diikuti hasil 76 % pada perlakuan B dengan kedalaman 10 cm, dan hasil didapatkan pada perlakuan C dengan kedalaman 15 cm yaitu 65,67 %. Hal ini berkaitan dengan penambahan nutrisi untuk rumput laut agar dapat tumbuh dengan baik yaitu dengan memberikan To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. nutrisi tambahan seperti pemberian pupuk pada budidaya rumput laut. Penambahan pupuk air nira pada budidaya Caulerpa racemosa pada kedalaman yangberbeda tidak berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan Caulerpa racemosa. Pupuk air nira mengandung unsur hara N dan P yang dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan. pupuk air nira yang digunakan yaitu air nira Kandungan NPK pada pupuk air nira ini bisa dikatakan rendah dengan nilai rata-rata N 0,13%. P 0,002%, dan K 0,002%. Rendahnya kadar NPK pada air nira ini dikarenakan proses fermentasi yang dilakukan kurang lama. Hal ini sesusai dengan pernyataan dari Sargon, et al. bahwa nilai N pada pupuk dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bahan dasar dari pupuk dan cara fermentasi pupuk organik cair. Pupuk yang menggunakan bahan dasar yang berasal dari bahan yang manis dapat menghasilkan unsur N yang rendah, sedangkan yang berbahan dasar pahit dapat menyebabkan unsur N tinggi. Nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik pada penelitian ini tertinggi pada perlakuan A dengan kedalaman yaitu -1,89% dan nilai terendah didapatkan pada perlakuan C dengan nilai -3,04%. Hal ini diduga karena pertumbuhan pada Caulerpa racemosa sudah mencukupi waktu pemeliharaan selama 14 hari akibat dari umur bibit yang digunakan yaitu 6 bulan. Bibit yang dipelihara mengalami kerontokan pada bulir-bulirnya dan kerusakan pada thallus yang awalnya berwarna hijau menjadi berwarna putih. Menurut Yudasmara . bahwa pada masa reproduksi. Caulerpa racemosa akan mengeluarkan substansi berwarna putih seperti susu, namun kemudian akan mati dalam satu atau dua hari. Awalnya Caulerpa racemosa akan kehilangan warnanya, kemudian hancur dan mengotori perairan. Serta ditemukannya hama pada rumput laut, sehingga adanya perebutan nutrisi Antara rumput laut dengan hama yang menempel pada rumput laut. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari (Gultom, et al. , 2. bahwa menempelnya berbagai makroepifit pada lingkungan tallus dapat menghambat pertumbuhan rumput laut, menghambat penyerapan zat hara, menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis, terjadinya kompetisi makanan . dan kompetisi ruang. Tumbuhan lumut dan epifit yang menempel pada rumput laut akan menghalangi proses masuknya sinar matahari sehingga rumput laut akan terganggu dalam melakukan fotosintesis yang mengakibatkan tallus menjadi kerdil, kurus, dan laju pertumbuhan harian pada rumput laut akan menjadi rendah. Penyerapan nutrisi yang masih optimal pada semua perlakuan didukung oleh parameter kualitas air yang meliputi suhu, salinitas. DO, pH. Nitrat, dan Nitrit. Kualitas air pada pemeliharaan Caulerpa racemosa pada Tabel diatas masih optimal, karena adanya perbedaan kualitas air pada habitat asli dan habitat budidaya, tetapi masih berada pada kisaran normal untuk budidaya caulerpa racemosa. Air yang digunakan untuk pemeliharaan yaitu air laut yang berasal dari sekitar lokasi penelitian. Salinitas merupakan salah satu parameter kualitas air yang dapat mempengaruhi pertumbuhan caulerpa raemosa. Apabila salinitas pada kolam pemeliharaan tinggi atau rendah dari batas normal maka dapat menghambat pertumbuhan rumput laut. Hasil pengukuran salinitas pada kolam 1 yaitu 25,49 ppt Ae 27,55 ppt, dan pada kolam 2 yaitu 25,47 ppt Ae 27,17 ppt. Salinitas yang dihasilkan selama penelitian masih tergolong baik untuk pertumbuhan rumput laut. Menurut Darmawati, et al. , . bahwa kisaran salinitas yang baik untuk rumput laut Caulerpa sp adalah kisaran 28-35 ppt. Maka lokasi yang di jadikan titik penanaman rumput laut sesuai dengan salinitas yang dibutuhkan oleh rumput laut (Caulerpa s. Perubahan salinitas yang ekstrim dapat menyebabkan timbulnya penyakit ice-ice. Suhu merupakan parameter kualitas air yang juga dapat mempengaruhi kehidupan dari caulerpa Suhu perairan yang terlalu tinggi akan menyebabkan penurunan pertumbuhan. Hasil pengukuran suhu pada penelitian iniberkisar antara 27,85 C - 28,25 C pada kolam 1, dan 27,90 C Ae 28,25 C pada kolam 2. Kisaran suhu yang di peroleh masih dalam batas normal untuk budidaya caulerpa racemosa. Menurut Fatmawati, et al. , . bahwa pertumbuhan optimal untuk rumput laut jenis latoh (C. berkisar antara 27-32 C. pH dapat menjadi gambaran tingkatan asam dan basa suatu perairan. Hasil pengukuran pH pada penelitian ini berkisar antara 8,05 Ae 8,33 pada kolam 1, dan 8,10 Ae 8,32 pada kolam 2. Hasil pengukuran pH ini dapat dikatakan optimal dan baik untuk pemeliharaan caulerpa racemosa. Menurut Ardiansyah, et al. , . bahwa pertumbuhan rumput laut memerlukan pH air laut optimal yang berkisar antara 6-9. Selain ph, oksigen terlarut (DO) juga merupakan faktor penting To Cite this Paper: Kartika. Adam. Lestari. P,. Analisis Pengaruh Penambahan Pupuk Air Nira Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Caulerpa racemose dengan Kedalaman yang Berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 179189. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. pada pertumbuhan rumput laut, karena dapat menjadi kebutuhan dasar untuk kehidupanmakhluk hidup di dalam air. Hasil pengukuran DO pada penelitian ini adalah 4,32 mg/l Ae 7,81 mg/l pada kolam 1, dan pada kolam 2 berkisar antara 4,58 mg/l Ae 7,86 mg/l. hasil pengukuran ini masih optimal untuk pemeliharaan Caulerpa racemosa. Menurut Irfan, et al. , . bahwa oksigen terlarut > 3,5 mg/l dapat dikatakan baik untuk budidaya Caulerpa racemosa. Nitrat merupakan bentuk utama nitrogen di perairan dan memiliki sifat yang stabil, sedangkan nitrit merupakan bentuk nitrogen yang umumnya memiliki sifat yang tidak stabil. Kandungan nitrat pada media perairan berupa unsur N memiliki peran sebagai penyusun atau bahan dasar protein dan pembentukan klorofil. Apabila terjadi keterbatasan nitrogen dalam perairan maka dapat menyebabkan pertumbuhan berhenti. Hasil pengukuran nitrat pada peelitian ini berkisar antara 5100 pada kolam 1, dan pada kolam 2 berkisar antara 0,2. Nilai yang dihasilkan menunjukkan bahwa air pemeliharan memiliki kadar nitrat yang tinggi dan tidak sesuai dengan optimum pemeliharaan Caulerpa racemosa. Menurut Valentine, et al. , . bahwa nitrat yang optimum untuk kelayakan budidaya caulerpa sp pada kisaran 0,9-3,5 mg/L Sedangkan hasil yang didapatkan pada pengukuran nitrit pada kolam 1 dan 2 yaitu 0. Kisaran nilai yang nitrat yang didapatkan masih optimal untuk budidaya Caulerpa racemosa. Menurut Fatmawati, et al. , . bahwa Kadar nitrat pada tambak rumput laut Caulerpa racemosa adalah 0 atau tidak ada kandungan nitratnya. KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan air nira sebagai pupuk organik cair pada budidaya Caulerpa recemosa ini dapat menunjang pertumbuhan berat dan panjang dari Caulerpa racemosa tetapi belum mampu meningkatkan ketahanan hidup dan laju pertumbuhan spesifik pada Caulerpa racemosa. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih diucapkan kepada E-Layanan Sains (ELSA). Kawasan Sains Kurnaen Sumadiharga. Lombok. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). DAFTAR PUSTAKA